Anda di halaman 1dari 29

IKTERUS NEONATORUM

Disusun Oleh: Budi mulyawan Diah kartika Nita Caristananda

DEFINISI

Ikterus neonatorum adalah keadaan klinis pada bayi yang ditandai oleh pewarnaan ikterus pada kulit dan sklera akibat akumulasi bilirubin tak terkonjugasi yang berlebih.

Ikterus Neonatorum
Ikterus secara klinis akan mulai tampak pada bayi baru lahir bila kadar bilirubin darah 57 mg/dl.

Pre hepatik Hepatik Post hepatik

: Pembentukan bilirubin, Transpor plasma : Konjugasi bilirubin : Ekskresi bilirubin

Hiperbilirubinemia

Terjadinya peningkatan kadar plasma bilirubin lebih dari kadar yang diharapkan berdasarkan umur bayi.

Kadar normal maksimal adalah 12-13 mg% (205-220 mol/L).1

ETIOLOGI
Penyebab yang sering 1. Hiperbilirubinemia fisiologis 2. Inkompatibilitas golongan darah ABO 3. Breast Milk Jaundice 4. Inkompatibilitas golongan darah rhesus 5. Infeksi 6. Hematoma sefal, hematoma subdural, excessive bruising 7. IDM (Infant of Diabetic Mother) 8. Polisitemia / hiperviskositas 9. Prematuritas / BBLR 10. Asfiksia (hipoksia, anoksia), dehidrasi asidosis, hipoglikemia

GEJALA KLINIS
Kulit, mukosa dan konjungtiva kuning. Diagnosis Anamnesis: Riwayat ikterus pada anak sebelumnya, Riwayat keluarga anemi dan pembesaran hati dan limpa, Riwayat penggunaan obat selama ibu hamil, riwayat infeksi maternal, Riwayat trauma persalinan, asfiksia.

Pemeriksaan Fisik: Keadaan umum (gangguan nafas, apnea, instabilitas suhu). Dengan cara menekan kulit ringan dengan memakai jari tangan dan dilakukan pada pencahayaan yang memadai.

Berdasarkan Kramer dibagi :


Derajat Ikterus Daerah Ikterus Perkiraan Kadar Bilirubin

I II

Kepala dan leher Sampai badan atas (di atas umbilikus)

5,0 mg% 9,0 mg%

III

Sampai badan bawah (di bawah umbilikus) hingga tungkai atas (di atas lutut) Sampai lengan, tungkai bawah lutut

11,4 mg/dl

IV V Sampai telapak tangan dan kaki

12,4 mg/dl 16,0 mg/dl

Penegakan Diagnosis
Metode Kramer yaitu:
Kramer 1 : kuning pada daerah kepala dan leher Kramer 2 : kuning sampai badan atas ( pusar atas ) Kramer 3 : kuning sampai badan bawah ( lutut dan atau siku ) Kramer 4 : Kuning sampai pergelangan kaki dan tangan Kramer 5 : kuning seluruh tubuh ( telapak tangan dan kaki

IKTERUS FISIOLOGIS (IKTERUS NEONATORUM)


Ikterus yang terlihat pada hari ke 2 sampai hari ke 3, puncaknya antara hari ke 2 dan ke 4 dengan kadar 5-6 mg/dL dan menurun sampai di bawah 2 mg/dL antara umur hari ke 5 dan ke 7.

IKTERUS FISIOLOGIS
Ikterus yang timbul pada hari kedua dan ketiga yang tidak mempunyai dasar patologis

IKTERUS PATOLOGIS
- Terjadi sebelum umur 24 Jam

Kadarnya tidak melewati kadar yang membahayakan atau yang mempunyai potensi sebagai kern ikterus

-Setiap peningkatan kadar

bilirubin serum yang memerlukan fototerapi

ETIOLOGI IKTERUS PATOLOGIS


Hemolisis akibat inkompatibilitas ABO atau isoimunisasi rhesus, defisiensi G6PD, sferositas herediter dan pengaruh obat Infeksi, septikemia, sepsis, meningitis, infeksi saluran kemih, infeksi intrauterin Polisitemia

Ekstravasasi sel darah merah, sefalhematom, kontusio, trauma lahir Ibu diabetes Asidosis Hipoksia/asfiksia Sumbatan traktus digestivus yang mengakibatkan peningkatan sirkulasi enterohepatik

Breastfeeding Jaundice
Ketika Bilirubin yang telah larut dalam air (water soluble) masuk ke dalam usus untuk dibuang melalui BAB, ada sebagian yang akan terserap kembali oleh tubuh, oleh dinding usus diubah lagi komposisinya menjadi larut dalam lemak (fat soluble). Umumnya disebabkan oleh karena bayi kurang minum ASI.

Breastmilk Jaundice
Kondisi ini biasanya timbul setelah bayi berusia sekitar 1 minggu dan memuncak pada hari ke-10 sampai ke-21, namun dapat berlangsung selama 2-3 bulan.

Belum diketahui secara pasti apa yang menyebaban kondisi ini, namun kalangan medis mencurigai bahwa Beta Glucuronidase, suatu zat yang terdapat dalam ASI mengurangi kemampuan liver bayi untuk mengatasi kadar Bilirubin dalam tubuhnya.

KRITERIA DIAGNOSTIK IKTERUS PATOLOGIS


Timbul dalam 24 jam pertama kehidupan Bilirubin total/indirek untuk bayi cukup bulan 13 mg/dl atau bayi kurang bulan 10 mg/dl Kadar bilirubin direk > 2 mg/dl Peningkatan bilirubin > 5 mg/dl dalam 24 jam Ikterus menetap pada usia > 2 minggu Ikterus yang terjadi akibat hemolisis Terdapat faktor resiko

Perkiraan Klinis Derajat Ikterus


Usia Ikterus terlihat pada Klasifikasi Hari 1 Hari 2 Hari 3 dst. Setiap ikterus yang terlihat Lengan dan tungkai Tangan dan kaki Ikterus berat

PENATALAKSANAAN
Tata laksana Awal Ikterus Neonatorum menurut WHO Mulai terapi sinar bila ikterus diklasifikasikan sebagai ikterus berat. Tentukan apakah bayi memiliki faktor risiko berikut: berat lahir < 2,5 kg, lahir sebelum usia kehamilan 37 minggu, hemolisis atau sepsis

Tentukan golongan darah bayi dan lakukan tes Coombs: Bila kadar bilirubin serum di bawah nilai dibutuhkannya terapi sinar, hentikan terapi sinar. Bila kadar bilirubin serum berada pada atau di atas nilai dibutuhkannya terapi sinar, lakukan terapi sinar Bila faktor Rhesus dan golongan darah ABO bukan merupakan penyebab hemolisis atau bila ada riwayat defisiensi G6PD di keluarga, lakukan uji saring G6PD bila memungkinkan. Tentukan diagnosis banding

FOTOTERAPI
Mekanisme: Lampu neon biru dapat digunakan yang akan memecah bilirubin yang berlebihan, memungkinkan untuk pemulihan warna kulit normal bayi sampai hati sepenuhnya matang.

Fototerapi dilakukan pada semua penderita dengan kadar bilirubin indirek >12 mg/dL dan pada bayi-bayi dengan proses hemaolisis yang ditandai dengan adanya ikterus pada hari pertama kelahiran.

Pada penderita yang direncanakan transfusi tukar, terapi sinar dilakukan pula sebelum dan sesudah transfusi dikerjakan.3

Peralatan yang digunakan dalam terapi sinar: Beberapa buah lampu neon yang diletakkan secara pararel dan dipasang dalam kotak yang berfentilasi. Lampu diletakkan pada jarak tertentu dan bagian bawah kotak lampu dipasang pleksi glass biru yang berfungsi untuk menahan sinar ultraviolet yang tidak bermanfaat untuk penyinaran. Gantilah lampu setiap 2000 jam atau setelah penggunaan 3 bulan walau lampu masih menyala. Gunakan kain pada boks bayi atau inkubator dan pasang tirai mengelilingi area sekeliling alat tersebut berada untuk memantulkan kembali sinar sebanyak mungkin ke arah bayi.

Gambar bayi dalam unit terapi sinar

TERIMAKASIH