Anda di halaman 1dari 13

Materi 1FRAKSINASI1.1 Tujuan Mahasiswa mampu melakukan fraksinasi ekstrak tumbuhan dengankr mat grafi k l m. !

asar te ri "kstraksi "kstraksi adalah pemisahan suatu #at dari $ampurann%a dengan pembagian sebuah #at terlarut antara dua pelarut %ang tidak dapat ter$ampur untuk mengambil #at terlarut tersebut dari satu pelarut ke pelarut %ang lain.Seringkali $ampuran bahan padat dan $air &misaln%abahan alami'tidak dapat atau sukar sekali dipisahkan dengan met de pemisahan mekanis atau termis %ang telah dibi$arakan. Misaln%a saja(karena k mp nenn%a saling ber$ampur se$ara sangat erat( peka terhadap panas(beda sifat)sifat fisikn%a terlalu ke$il(atau tersedia dalam k nsentrasi %ang terlalu rendah. !alam hal sema$am. itu(seringkali ekstraksi adalah satu)satun%a pr ses %ang dapat digunakan atau%ang mungkin paling ek n mis. Sebagai $ nt h pembuatan ester &essen$e'untuk bau)bauan dalam pembuatan sirup atau min%ak wangi( pengambilan kafein dari daun teh( biji k pi atau biji $ klat dan %ang dapat dilihat sehari)hari ialah pelarutan k mp nen)k mp nen k pi dengan menggunakan airpanas dari biji k pi %ang telah dibakar atau digiling.Met de dasar dari ekstraksi bat adalah maserasi dan perk lasi.*iasan%a met de ekstraksi dipilih berdasarkan beberapa fakt r seperti sifat daribahan mentah bat dan da%a pen%esuaian dengan tiap ma$am met de ekstraksidan kepentingan dalam memper leh ekstrak %ang sempurna atau mendekati sempurna dari bat. Sifat dari bahan mentah bat merupakan fakt r utama %ang harus dipertimbangkan dalam memilih met de ekstraksi. *eberapa bat tidak dapat diperk lasi %ang mengis%aratkan bahwa #atn%a harus dapat digiling sehingga menjadi serbuk %ang rata dan dimasukkan ke dalam perk lat r dengan memadatkan dan diratakan bat) bat lain. +alaupun dapat dimasukkan kedalam perk lat r dapat melepaskan #at aktifn%a dengan mudah ke dalampealrut( dimana benar)benar dibutuhkan untuk direndam di dalamn%a untuk men%ediakan ekstrak %ang memuaskan. *ahan tersebut dapat diekstraksi dengan maserasi( bukan dengan perk lasi. ,r ses perk lasi memerlukan.

keterampilan perat r %ang lebih ban%ak dari pada pr ses maserasi dan dari kedua pr ses( perk lasi mungkin lebih mahal dalam pelaksanaann%a karena memerlukan peralatan %ang khusus dan waktu %ang lebih ban%ak diperlukan leh perat r.*ahan awal utama dalam analisis di bidang fit kimia adalah tumbuhan. Idealn%a untuk analisis fit kimia harus digunakan jaringan tumbuh)tumbuhan segar. *eberapa menit setelah dikumpulkan bahan tumbuhan ituharus dimasukkan ke dalam al$ h l mendidih. Terkadang ada jenis tumbuhan%ang tidak dapat hidup di sembarang tempat dan han%a tersedia di benua lain.-ntuk menganalisisn%a kita dapat menggunakan $ara tumbuhan segar tersebutdisimpan kering kedalam kantung plastik atau tumbuhan segar tersebutdikeringkan sebelum diekstreksi. Adapun tujuan ekstraksi adalah untuk menarik k mp nen kimia %ang terdapat dalam simplisia. *ila kita ingin melakukan pengeringan tumbuhan segar( maka pengeringan tersebut harus dilakukan dalam keadaan terawasi untuk men$egah terjadin%a perubahan kimia %angterlalu ban%ak. *ahan harus dikeringkan se$epat)$epatn%a tanpa menggunakans uhu tinggi( lebih baik dengan aliran udara %ang baik. Selain benar)benarkering( tumbuhan dapat disimpan untuk jangka waktu lama sebelum analisis."kstrak adalah sediaan pekat %ang diper leh dengan mengekstraksi #ataktif dari simplisia nabati atau simplisia hewani menggunakan pelarut %angsesuai( kemudian semua atau hampir semua pelarut diuapkan( dan massa atauserbuk %ang tersisa diperlukan sedemikian rupa hingga memenuhi baku %angditetapkan. ,r ses ekstraksi bahan atau bahan bat alami dapat dilakukanberdasarkan te ri tentang pen%arian. ,en%arian merupakan peristiwa pemindahan massa. *ahan aktif %ang semula berada dalam sel( ditarik leh$airan pen%ari sehingga terjadi larutan #at aktif dalam $airan pen%ari tersebut.Fa$t r %ang mempengaruhi ke$epatan pen%arian adalah ke$epatan difusi #at %ang larut melalui lapisan)lapisan batas antara $airan pen%ari dengan bahan %ang mengandung #at tersebut. ,en%iapan bahan %ang akan diekstrak dan pelarut pen%ari. ,elarut merupakan sen%awa %ang bias melarutkan #at sehingga bisa menjadi sebuah larutan %ang bisa diambil sarin%a.,elarut %ang digunakan dalam pr ses ekstraksi antara lain sebagai berikut. a. ,elarut p lar . ,elarut %ang larut dalam air. -ntuk melarutkangaramn%a alkal id(glik sida(dan bahan pen%amak b. b. ,elarut n n p lar . ,elarut %ang tidak larut dalam air-ntuk melarutkan min%ak atsiri.

,emilihan pelarut atau $airan pen%ari harus mempertimbangkan ban%ak fakt r. /airan pen%ari %ang baik harus memenuhi kriteria berikut ini. a. .Murah dan mudah diper leh b. Stabil se$ara fisika dan kimia

$. *ereaksi netral d. Tidak mudah menguap dan tidak mudah terbakare. e. Selektif %aitu han%a menarik #at berkhasiat %ang dikehendakif. f. Tidak mempengaruhi #at berkhasiat -ntuk ekstraksi ini Farmak pe Ind nesia menetapkan bahwa sebagai$airan pen%ari adalah air(etan l(etan l 0 air atau eter. ,engekstraksian pada perusahaan bat tradisi nal masih terbatas pada penggunaan $airan pen%ari air( etan l atau etan l 1. air. Air dipertimbangkan sebagai pen%ari karena. a. Murah dan mudah diper leh. b. Stabil$. $. Tidak mudah menguap dan tidak mudah terbakard. d. Tidak bera$une. Alamiah Kerugian penggunaan air sebagai pen%ari.a. a. Tidak selektif b. Sari dapat ditumbuhi kapang dan kuman serta $epat rusak $. -ntuk pengeringan diperlukan waktu lama Air disamping melarutkan garam alkal id( min%ak menguap(glik sida( tanin dan gula( juga melarutkan g m( pati( pr tein( lendir( en#im(lilin( lemak( pe$tin( #at warna dan asam rgani$. !engan demikian penggunaan air sebagai $airan pen%ari kurang menguntungkan. !isamping #at aktif ikut tersari juga #at lain %ang tidak diperlukan atau malah mengganggu pr ses pembuatan sari seperti g m( pati( pr tein( lemak( en#im( lendir danlain)lain. Air merupakan tempat tumbuh bagi kuman( kapang dan khamir( karena itu pada pembuatan sari dengan air harus ditambah #at pengawet. Air dapat melarutkan en#im. "n#im %ang terlarut dengann%a air akan men%ebabkan reaksi en#imatis( %ang mengakibatkan penurunan mutu.!isamping itu adan%a air akan memper$epat pr ses hidr lisa.-ntuk memekatkan sari air dibutuhkan waktu dan bahan bakar lebih ban%ak biladibandingkan dengan etan l.

1. "tan l "tan l dipertimbangkan sebagai pen%ari karena. a. 2ebih selektif b. Kapang dan kuman sulit tumbuh dalam etan l 134 keatas$. $. Tidak bera$un d. Netrale. e. Abs rbsin%a baik f. "tan l dapat ber$ampur dengan air pada segala perbandingang. g. ,anas %ang diperlukan untuk pemekatan lebih sedikit. Sedang kerugiann%a adalah bahwa etan l mahal hargan%a."tan l dapatmelarutkan alkal ida basa( min%ak menguap( glik sida( kurkumin( kumarin(antrakin n( fla5 n id( ster id( dammar dan kl r fil. 2emak( malam( tannin(dan sap nin han%a sedikit larut han%a terbatas. -ntuk meningkatkanpen%arian biasan%a digunakan $ampuran antara etan l dan air. ,erbandingan jumlah etan l dan air tergantung pada bahan %ang akan disari. !ari pustakaakan dapat ditelusuri kandungann%a baik #at aktif maupun #at lainn%a.!engan diketahuin%a kandungan tersebut dapat dilakukan beberapa per$ baanuntuk men$ari perbandingan pelarut %ang tepat. Selektivitas ,elarut han%a b leh melarutkan ekstrak %ang diinginkan( bukank mp nen)k mp nen lain dari bahan ekstraksi. !alam praktek(terutama padaekstraksi bahan)bahan alami( sering juga bahan lain &misaln%a lemak( resin'ikut dibebaskan bersama)sama dengan ekstrak %ang diinginkan. !alam hal itu larutan ekstrak ter$emar %ang diper leh harus dibersihkan( %aitu misaln%adiekstraksi lagi dengan menggunakan pelarut kedua. Kelarutan ,elarut sedapat mungkin memiliki kemampuan melarutkan ekstrak %ang besar &kebutuhan pelarut lebih sedikit'. ,ada ekstraksi $air)$air( pelaruttidak b leh &atau han%a se$ara terbatas' larut dalam bahan ekstraksi. Kerapatan Terutama pada ekstraksi $air)$air( sedapat mungkin terdapatperbedaan kerapatan %ang besar antara pelarut dan bahan ekstraksi. 6al inidimaksudkan agar kedua fasa dapat dengan mudah dipisahkan kembali

setelahpen$ampuran &pemisahan dengan ga%a berat'. *ila beda kerapatann%a ke$il(seringkali pemisahan harus dilakukan dengan menggunakan ga%a sentrifugal&misaln%a dalam ekstrakt r sentrifugal'. Reaktivitas ,ada umumn%a pelarut tidak b leh men%ebabkan perubahan se$arakimia pada k mp nenk rnp nen bahan ekstarksi. Sebalikn%a( dalam hal)haltertentu diperlukan adan%a reaksi kimia &misaln%a pembentukan garam' untuk mendapatkan selekti5itas %ang tinggi. Seringkali "kstraksi juga disertaidengan reaksi kimia. !alam hal ini bahan %ang akan dipisahkan mutlak harusberada dalam bentuk larutan. Titik didih Karena ekstrak dan pelarut biasan%a harus dipisahkan dengan $arapenguapan( destilasi atau rektifikasi( maka titik didit kedua bahan itu tidak b leh terlalu dekat( dan keduan%a tidak membentuk as$ tr p.!itinjau darisegi ek n mi( akan menguntungkan jika pada pr ses ekstraksi titik didihpelarut tidak terlalu tinggi &seperti juga haln%a dengan panas penguapan %angrendah'. MA/AM)MA/AM "KSTRAKSI A. Ekstraksi Cair-Cair ,ada ekstraksi $air)$air( satu k mp nen bahan atau lebih darisuatu $ampuran dipisahkan dengan bantuan pelarut. ,r ses ini digunakan se$ara teknis dalam skala besar misaln%a untuk memper leh 5itamin( antibi tika( bahan)bahan pen%edap( pr duk)pr duk min%ak bumi dan garam)garam. l gam. ,r ses inipun digunakan untuk membersihkan air limbah dan larutan ekstrak hasil ekstraksi padat $air. "kstraksi $air)$air terutama digunakan( bilapemisahan $ampuran dengan $ara destilasi tidak mungkin dilakukan&misaln%a karena pembentukan ase tr p atau karena kepekaann%a terhadap panas' atau tidak ek n mis. Seperti ekstraksi padat)$air(ekstraksi $air)$air selalu terdiri atas sedikitn%a dua tahap( %altupen$ampuran se$ara intensif bahan ekstraksi dengan pelarut( danpemisahan kedua fasa $air itu sesempurna mungkin. ,ada saat pen$ampuran terjadi perpindahan massa( %aitu ekstrak meninggalkan pelarut %ang pertarna &media pembawa' dan masuk ke dalam pelarut kedua &media ekstraksi'. Sebagai s%arat ekstraksi ini( bahan ekstraksidan pelarut tidak. saling melarut &atau han%a dalam daerah %angsempit'. Agar terjadi perpindahan masa %ang baik %ang berartiperf rmansi ekstraksi %ang besar haruslah diusahakan agar terjadi bidang k ntak %ang seluas mungkin di antara kedua $airan tersebut.-ntuk itu salah satu $airan distribusikan menjadi tetes)tetes ke$il&misaln%a dengan bantuan perkakas pengaduk'.Tentu saja pendistribusian ini tidak b leh terlalu jauh( karena akan men%ebabkan terbentukn%a emulsi %ang tidak dapat lagi atau s ukar sekali dipisah. Turbulensi pada saat men$ampur tidak perluterlalu besar. 7ang penting perbedaan

k nsentrasi sebagai ga%a penggerak pada bidang batas tetap ada. 6al ini berarti bahwa bahan%ang telah terlarutkan sedapat mungkin segera disingkirkan dari bidang batas. ,ada saat pemisahan( $airan %ang telah terdistribusi menjadi tetes)tetes hanis men%atu kembali menjadi sebuah fasa h m gen dan berdasarkan perbedaan kerapatan %ang $ukup besardapat dipisahkan dari $airan %ang lain. Ke$epatan ,embentukan fasah m gen ikut menentukan utput sebuah ekstrakt r $air)$air.Kuantitas pemisahan persatuan waktu dalam hal ini semakin besar jika permukaan lapisan antar fasa di dalam alat semakin luas. Sama haIn%a seperti pada ekstraksi padat)$air( alat ekstraksi tak k ntinu dan k ntinu%ang akan dibahas berikut ini seringkali merupakan bagian dari suatu instalasi lengkap. Instalasi tersebut biasan%a terdiri atas ekstrakt r%ang sebenarn%a &dengan # ne)# ne pen$ampuran dan pemisahan' dansebuah peralatan %ang dihubungkan di belakangn%a &misaln%a alatpenguap( k l m rektifikasi' untuk mengis lasi ekstrak ataumemekatkan larutan ekstrak dan mengambil kembali pelarut.*. B. Ekstraksi Padat-Cair "kstraksi padat)$air tak k ntinu !alam hal %ang paling sederhana bahan ekstraksi padatdi$ampur beberapa kali dengan pelarut segar di dalam sebuah tangkipengaduk. 2arutan ekstrak %ang terbentuk setiap kali dipisahkandengan $ara penjernihan &pengaruh ga%a berat' atau pen%aringan&dalam sebuag alat %ang dihubungkan dengan ekstrakt r'. ,r ses initidak begitu ek n mis(digunakan misaln%a di tempat %ang tidak tersedia ekstrakt r khusus atau bahan ekstraksi tersedia dalam bentuk serbuk sangat halus(sehingga karena baha%a pen%umbatan(ekstrakt rlain tidak mungkin digunakan. "kstrakt r %ang sebenam%a adalahtangki)tangki dengan pelat a%ak %ang dipasang di dalamn%a. ,ada alatini bahan ekstraksi diletakkan diatas pelat a%ak h ris ntal. !enganbantuan suatu distribut r( pelarut dialirkan dari atas ke bawah. !enganperkakas pengaduk &di atas pelat a%ak' %ang dapat dinaikturunkan(pen$ampuran seringkali dapat disempurnakan(atau rafinat dapatdikeluarkan dari tangki setelah berakhirn%a ekstraksi. "kstrakt rsema$arn ini han%a sesuai untuk bahan padat dengan partikel %angtidak terlalu halus. 7ang lebih ek n mis lagi adalah penggabunganbeberapa ekstrakt r %ang dipasang seri dan aliran bahan ekstraksiberlawanan dengan aliran pelarut.!alam hal ini pelarut dimasukkankedalam ekstrakt r %ang berisi $ampuran %ang telah mengalami pr sesekstraksi paling ban%ak. ,ada setiap ekstrakt r %ang dilewati( pelarutsemakin diperka%a leh ekstrak.,elarut akan dikeluarkan dalamk nsentrasi tinggi dari ekstrakt r %ang berisi $ampuran %angmengalami pr ses ekstraksi paling sedikit. !engan perasi inipemakaian pelarut lebih sedikit dan k nsentrasi akhir dari larutanekstrak lebih tinggi. /ara lain ialah dengan mengalirkan larutanekstrak %ang keluar dari pelat a%ak ke sebuah ketel

destilasi(menguapkan pelarut di situ( menggabungkann%a dalam sebuahk ndenser dan segera mengalirkann%a kembali ke ekstrakt r untuk di$ampur dengan bahan ekstraksi.!alam ketel destilasi k nsentrasi larutan ekstrak terus menerus meningkat.!engan met de ini jumlaht tal pelarut %ang diperlukan relatif ke$il.Meskipun demikian( selalu terdapat perbedaan k nsentrasi ekstrak %ang maksimal antara bahan ekstraksi dan pelarut. Kerugiann%a adalah pemakaian ban%ak energ% karena pelarut harus diuapkan se$ara terus menerus.,ada ekstraksi bahan)bahan %ang peka terhadap suhu terdapat sebuahbak penampung sebagai pengganti ketel destilasi.!ari bak tersebut larutan ekstrak dialirkan ke dalam alat penguap 5akum &misaln%a alatpenguap pipa atau film'. -ap pelarut %ang terbentuk kemudiandik ndensasikan(pelarut didinginkan dan dialirkan kem bali ke dalamekstrakt r dalam keadaan dingin. "kstraksi padat)$air k ntin%u /ara kedua ekstrakt r ini serupa dengan ekstrakt r)ekstrakt r%ang dipasang seri( tetapi pengisian( pengumpanan pelarut dan juga peng s ngan berlangsung se$ara t matik penuh dan terjadi dalam sebuah alat %ang sama. 8leh ,engumpanan karena itu dapat diper leh utput %ang lebih besar dengan jumlah kerep tan %ang lebih sedikit.Tetapi karena bia%a untuk peralatann%a besar(ekstrakt r sema$am itu keban%akan han%a digunakan untuk bahan ekstraksi %ang tersedia dalam kuantitas besar &misaln%a biji)bijian min%ak( tumbuhan'. !ari beraneka ragarn k nstruksi alat ini( berikut akan di bahas ekstrakt r keranjang &bu$ket)wheel e9tra$t r' dan ekstrakt r sabuk &belte9tra$t r'. "kstrakt r keranjang ,ada ekstrakt r keranjang &keranjang putar r tar% e9tra$t r'(bahan ekstraksi terus menerus dimasukkan ke dalam sel)sel %angberbentuk juring &sekt r' dari sebuah r t r %ang berputar lambatmengelilingi p r s.*agian bawah sel)sel ditutup leh sebuah pelata%ak. Selama satu putaran( bahan padat dibasahi dari arah berlawanan leh pelarut atau larutan ekstrak %ang k nsentrasin%a meningkat.,elarut atau larutan 1:; tersebut dip mpa dari sel ke sel dandisiramkan ke atas bahan padat. Akhirn%a( bahan dikeluarkan dankeseluruhan pr ses ini berlangsung se$ara t matik. $airan pen%ari( sehingga terjadi larutan #at aktif dalam $airan pen%ari tersebut.!engan demikian dari hal tersebut dapat diketahui bahwa ada beberapa fa$t r%ang mempengaruhi pr ses ekstraksi( %aitu. *ahan awal ,elarut

/ara< met de Maserasi merupakan $ara pen%arian %ang sederhana. Maserasidilakukan dengan $ara merendam serbuk

B.Maserasi simplisia dalam $airan pen%ari. /airan pen%ari akan menembus dinding sel dan masuk ke dalam r ngga sel %ang mengandung #at aktif( #at aktif akan larut dank arena adan%a perbedaan k nsentrasi antara larutan #at aktif di dsalam sel dengan %ang diluar sel(makalarutan %ang terpekat didesak keluar. ,eristiwa tersebut berulang sehingga terjadi keseimbangan k nsentrasi antara larutan diluar sel dengan larutan didalam sel. Maserasi digunakan untuk pen%arian simplisia %ang mengandung #at aktif %ang mudah larut dalam $airan pen%ari( tidak mengandung #at %ang mudah mengembang dalam $airan pen%ari( tidak mengandung ben# in( stirak dan lain)lain. /airan pen%ari %ang digunakan dapat berupa air( etan l( air)etan l( atau pelarut lain. *ila $airan pen%ari digunakan air maka untuk men$egah timbuln%a kapang( dapat ditambahkan bahan pengawet( %ang diberikan pada awal pen%arian. Keuntungan $ara pen%arian dengan maserasiadalah $ara pengerjaan dan peralatan sederhana dan mudah diusahakan. Kerugian $ara maserasi adalah pengerjaan%a lama( dan pen%ariann%a kurangsempurna.Maserasi dapat dilakukan m difikasi misaln%a a' !igesti Merupakan $ara maserasi dengan menggunakan pemanasan lemah(%aitu pada suhu =3)>3 / untuk simplisia %ang #at aktif n%a tahan terhadap pemanasan.!engan pemanasan diper leh keuntungan antara lain. 1. Kekentalan pelarut berkurang( %ang dapat mengakibatkanberkurangn%a lapisan)lapisan batas. 1. !a%a melarutkan $airan pen%ari akan meningkat( sehinggapemanasan tersebut mempun%ai pengaruh %ang sama denganpengadukan. ?. K efisien difusi berbanding lurus dengan suhu abs lute danberbanding terbalik dengan kekentalan( sehingga kenaikan suhuakan berpengaruhpada ke$epatan difusi. -mumn%a kelarutan #ataktif akan meningkat bila suhu dinaikkan. =.@ika $airan pen%ari mudah menguap pada suhu %ang digunakan(maka perlu dilengkapi dengan pendingin balik( sehingga $airanakan menguap kembali ke dalam bejana. b' Maserasi dengan Mesin ,engaduk ,enggunaan mesin pengaduk %ang berputar terus)menerus( waktupr ses maserasi dapat dipersingkat menjadi A sampai 1= jam.

$' Remaserasi/airan pen%ari dibagi menjadi 1. Seluruh serbuk simplisia di maserasidengan $airan pen%ari pertama( sesudah dienap tuangkan dan diperas(ampas dimaserasi lagi dengan $airan pen%ari %ang kedua. d' Maserasi Melingkar Maserasi dapat diperbaiki dengan mengusahakan agar $airan pen%ariselalu bergerak dan men%ebar. !engan $ara ini pen%ari selalu mengalirkembali se$ara berkesinambungan melalui sebuk simplisia danmelarutkan #at aktifn%a. e' Maserasi Melingkar *ertingkat ,ada maserasi melingkar( pen%arian tidak dapat dilaksanakan se$arasempurna( karena pemindahan massa akan berhenti bila keseimbangantelah terjadi masalah ini dapat diatasi dengan maserasi melingkarbertingkat &M.M.*'( %ang akan didapatkan . I. II. III. IB. Serbuk simplisia mengalami pr ses pen%arian beberapa kali(sesuai dengan bejana penampung. ,ada $ nt h di atasdilakukan ? kali( jumlah tersebut dapat diperban%ak sesuaidengan keperluan. Serbuk simplisia sebelum dikeluarkan dari bejana pen%ari(dilakukan pen%arian dengan $airan pen%ari baru. !engan inidiharapkan agar memberikan hasil pen%arian %ang maksimal. 6asil pen%arian sebelum diuapkan digunakan dulu untuk men%ari serbuk simplisia %ang baru(hingga memberikan saridengan kepekatan %ang maksimal. ,en%arian %ang dilakukan berulang)ulang akan mendapatkanhasil %ang lebih baek daripada %ang dilakukan sekalidengan jimlah pelarut %ang sama. /aran%a %aitu bahan bat %ang dihaluskan sesuai dengan s%aratFarmak pe & umumn%a terp t ng 0 p t ng atau diserbuk kasar ' disatukandengan bahan ekstraksi lalu disimpan terlindung dari $aha%a langsung & untuk men$egah reaksi %ang dikatalisis $aha%a atau men$egah perubahan warna 'dan dik $ k kembali. +aktu maserasi berbeda0 beda( masing 0 masing Farmak pe men$antumkan =0 13 hari. Kira 0 kira > hari menurut pengalamansudah memadai. C.PERKOLASI Met de ini terbatas pada ekstraksi dengan pelarut murni atau$ampuran a#e tr pik dan tidak dapat digunakan untuk ekstraksi dengan$ampuran pelarut( misaln%a heksan .dikl rmetan C 1 . 1( atau pelarut %angdiasamkan atau dibasakan( karena uapn%a akan mempun%ai k mp sisi %angberbeda dalam pelarut $air di dalam wadah.,erk lasi adalah $ara pen%arian dengan mengalirkan pen%ari melaluiserbuk simplisia %ang telah dibasahi.Keuntungan met de ini adalah tidak memerlukan langkah tambahan %aitu sampel padat &mar$' telah terpisah dariekstrak.

Kerugiann%a adalah k ntak antara sampel padat tidak merata atauterbatas dibandingkan dengan met de refluks( dan pelarut menjadi dinginselama pr ses perk lasi sehingga tidak melarutkan k mp nen se$ara efisien. ,erbedaan maserasi dan perk lasi. ,ada maserasi pengekstrasian memakai pelarut dengan beberapa kalipengadukan pada suhu kamar sedangkan pada perk lasi ekstraksidilakukan dengan menggunakan pelarut %ang selalu baru sampaisempurna &e9hausti5e e9tra$ti n'. "kstrak %ang dihasilkan lebih ban%ak dengan $ara perk lasidibandingkan maserasi . ,ada perk lasi tidak terdapat keseimbangan k nsentrasi seperti maserasikarena pelarut %ang digunakan selalu berubah &baru' sehinggakeseimbangan k nsentrasi selalu baru.

D.Daun a!"u Bi#i Famili . M%rta$eae Denus . ,sidium Spesies . ,sidium guaja5a 2. Nama simplisia . ,sidii F lium ,emerian . bau khas ar matis( rasa kelat Makr sk pis . daun. tunggal( bertangkai pendek( panjang tangkai daun3(> 0 1 $m( helai daun berbentuk bundar telur agak menj r ng atau bulatmemanjang( panjang > 0 1? $m( lebar ? 0 A $m( pinggir daun rataagak menggulung ke atas( permukaan atas agak li$in( warna hijau kelabu( kelenjarmin%ak tampak sebagai bintik 0 bintik berwarna gelap dan apabila daundirendam tampak sebagai bintik 0 bintik transparan %ang tembus $aha%a( ibutulang daun dan tulang $abang men nj l pada permukaanbawah(bertulangmen%irip( warna putih kehijauan. Alat dan *ahan Alat . a. 2abu alas bulat b. *eaker glass $. *atang pengaduk d. Delas ukure. e. Rangakaian S hklet f. 2empeng K2T.

g. Statif h. Spatula *ahan . a. "kstrak !aun @ambu *ijib. b. "tan l E> 4.. $. Metan l.6/2 d. Kl r f rm

6asil ,engamatan Kegiatan %ang dilakukan pada praktikum ini adalah hid lisis dan faraksinasidengan met de kr mat grafi k l m. ,ertama( sampel ekstrak jambu biji 3(?gram F 1> ml F 3(; ml 6/2 di$ampur dalam beaker glass kemudian masukkan dalam labu alas bulat hid lisis selama ?3 menit. Selanjutn%a( melakukan fraksinasi dengan membuat eluen kl r f rm . aset n . asam f rmat &;> . 1A(> .:(>' F ?3 g silika gel. Kemudian( rangaki alat kr mat grafi sesuai $ara kerjadiamkan selama sehari semalam. Kegiatan %ang dilakukan pada praktikum ini adalah mengulang kegiatan %angdilakukan kemarin karena pada pr ses fraksinasi dengan kr mat grafi terjadikeretakan didalam k l m. Sehingga harus mengulang kembali kegiatankemarin. Setelah melakukan kegiatan kemarin( dilakukan penampunganterhadap 5ial 1> ml seban%ak 1> 5ial. Sebelumn%a ditampung seban%ak >3 mldidalam erlenme%er karena eluen ini belum memebawa #at kimia tanamansehingga dibuang. . !ilakukan pen t lan untuk mendapatkan penampakan n da. Selanjutn%a 5ial %ang memilki warna %angsama digabung menjadi satu fraksi. Kel mp k kami terdapat = fraksi %angApabila k l m tidak retak( tambahkan eluen 3(> $m diataspermukaan silika gel dan bila retak ulangi langkah awal(kemudian kedalam k l m ditambahkan ekstrak &14 b b tsilika' %ang telah di$ampur dengan silika gelAlirkan eluen dan tampung seban%ak G >3 ml dalamerlenme%erKran dibuka dan diatur penetesann%a dan ditampung dalam5ial %ang telah dikalibrasi 1> ml seban%ak 1> 5ialSetiap 5ial diuji K2T untuk melihat n da %ang dihasilkandengan menggunakan standar Huer$etin sebagai pembanding

kemudian dihidr lisis dengan $ara penguapan atau pemanasan denganmengguankan h t plate. Tujuann%a untuk mendapatkan fraksi %ang kering.Namun( farksi n = mengalami penguapan terlebeih dahulu sebelum dilakukanpemanasan sehingga han%a ? 5ial fraksi %ang uapkan data sebagai berikut .

Pe!"ahasan !alam praktikum kali ini( kami melakukan fraksianasi dengan met dekr mat grafi k l m simplisia !aun @ambu *iji(,sidii F lium Simplisia %ang digunakan adalah daun jambu biji. berikut adalahtaks n mi dari jambu biji. Taks n mi Kingd m. ,lantae !i5isi . Spermat ph%ta Subdi5isi . Angi spermae Kelas. Magn li psidaSubkelas. R sidae 8rd . M%rtales Famili. M%rta$eae Denus. ,sidium Spesies.,sidium guaja5a

Nama lain. @ambu *iji &Ind nesia'( @ambu Klutuk &@awa( Sunda'(@ambu Kerikil &@awa'( @ambu ,etak l &@awa'( @ambu *hender &madura'( @ambu*ighi &Madura'( gua5a &inggris'. Kandungan Kimia!aun jambu biji mengandung tannin( min%ak atsiri &eugen l'( min%ak lemak( dammar( #at samak( triterpen id( asam malat( asam urs lat( asampsidi lat( asam krat g lat( asam lean lat( asam guaja5erin( dan 5itamin Manfaat dan Kegunaan!aun jambu biji memiliki khasiat sebagai berikut. 1. !aun jambu biji pada umumn%a berkhasiat sebagai anti diare( baik diareakut maupun kr nis. 1.!aun jambu biji tua tern%ata mengandung berbagi ma$am k mp nen %angberkhasiat untuk mengatasi pen%akit demam berdarah dengue &!*!'.

?. Kel mp k sen%awa tanin dan fla5 n id %ang din%atakan sebagai Iuersetindalam ekstrak daun jambu biji dapat menghambat akti5itas en#im re5ersetrans$riptase %ang berarti menghambat pertumbuhan Birus RNA. =.Akti5itas anti ksidan %ang erat khasiatn%a dalam meng bati berbagaipen%akit. >.,erut kembung pada ba%i dan anak A.Kadar k lester l darah meninggi ;.6aid tidak lan$er :.sering *uang air ke$il E.luka( luka berdarah 13.Sariawan 11.Sebagai anti inflamasi 11.Sebagai anti mutageni$ 1?.Sebagai anti mikr ba( dan 1=.Sebagai anti analgesik /ara kerja untuk fraksinasi

!AFTAR ,-STAKA Ansel( /.6 ward. 1E:E.,engantar *entuk Sediaan Farmasi( edisi keempat . @akarta .-I ,ress Salamah( Nina . 133E.Is lasi !an Identifikasi Sen%awa *erp tensi Anti Angi genesis Akar ,asak *umi &"ur%$ ma 2 ngif lia( @a$k' Menggunakan ,embanding "urikuman n . ,r gram ,as$asarjana Fakultas Farmasi -ni5ersitas Dadjah Mada 7 g%akarta B igh( Rud lf. 1EE= . *uku ,elajaran Tekn l gi Farmasi( edisi kelima 7 k%akarta . -DM press