Anda di halaman 1dari 22

Peraturan ,

Norma
&
Hukum
Pedoman hidup yang
berlaku di masyarakat
kebaikan
menciptakan
keteraturan merupakan

norma

Dibagi menjadi

agama kesusilaan kesopanan hukum


Norma / kaidah

pedoman hidup/petunjuk hidup manusia


tentang baik dan tidak baik, benar dan
salah,tepat tidak tepat,pantas tidak pantas,
susila atau kurang susila yang berlaku di
masyarakat untuk menciptakan keteraturan
dan ketertiban dalam kehidupan bersama.
Macam-macam norma di Indonesia
nama sumber kegunaan sanksi
Agama TuhanYME Menjadikan sikap Dosa, neraka
dan perilaku dalam
hidup sehari-hari

kesusilaan Hati nurani Membentuk perilaku Rasa bersalah,


baik sesuai hati penyasalan
nurani
kesopanan Adat/pergaulan
Membentuk perilaku
diasingkan
yang disesuaikan
dengan adat yang Dikucilkan
berlaku
Hukum UU/peraturan Melindungi Penjara, denda
negara kepentingan
warganegara
Indonesia
“Contoh penerapan norma”

1. Norma agama
Misal :
+ melaksanakan ibadah sesuai agama
+ menjauhi larangan agama
+ jangan jemu-jemunya berdoa
2. Norma kesusilaan
Misal :
 hendaklah bertindak sabar
 berlaku jujur terhadap siapa pun
 hendaklah bersikap rendah hati
3. Norma kesopanan

Misal ;
+ menghormati yang lebih tua
+ hendaklah bersikap ramah,rukun.
+ tidak berbicara sambil makan
+ ketuklah pintu sebelum masuk rumah orang
4. Norma hukum
contohnya:
+ sanksi tegas pada pelanggar hukum
tanpa membeda-
bedakan
+ pengendara kendaraan bermotor
harus memiliki SIM ( Surat Izin
Mengemudi )
+ menaati UU yang berlaku
Fungsi dan tujuan norma :

Sebagai jaminan perlindungan atas


diri dan kepentingannya
Pedoman hidup dalam pergaulan
Agar tidak terjdi benturan
kepentingan
Menciptakan keamanan dan
ketertiban dalam hidup
bermasyarakat
Yang perlu diketahui..

Norma yang paling tua adalah norma kesusilaan.

Norma kesusilaan bersifat universal, artinya dapat diterima oleh seluruh umat
manusia.

Norma kesopanaan berbeda beda di setiap daerah, terbentuk dari adat


istiadat masyarakat yang berlaku. Sehingga norma kesopanan disebut bersifat
lokal. Norma kesopanan dibuat menyesuaikan perkembangan zaman.

Diantara norma-norma yang ada, norma hukum dianggap paling tegas karena
sanksinya tegas dan jelas

Pada hakekatnya, norma-norma yang berlaku dalam masyarakat untuk


mengatur tingkah laku manusia secara pribadi dan masyarakat.
Hukum ?
• Menurut J.S.T. Simorangkir
“peraturan yang bersifat memaksa, yang menentukan tingkah laku
manusia dalam lingkungan masyarakat, dibuat oleh badan-badan
resmi yang berwajib, serta terhadap pelanggaran-pelanggaran
dikenai tindakan-tindakan hukum tertentu.”
• Menurut Mochtar Kusumaatmadja
“keseluruhan kaidah serta asas yang mengatur pergaulan dalam
masyarakat yang bertujuan memelihara ketertiban serta meliputi
lembaga-lembaga dan proses guna mewujudkan berlakunya kaidah itu
sebagai kenyataan dalam masyarakat.”
Unsur Unsur Hukum :

1. Peraturan mengenai tingkah laku


2. Dibuat oleh badan resmi yang berwajib
3. Bersifat memaksa, dan sanksinya tegas
4. Bertujuan mewujudkan perdamaian
Syarat peraturan yang baik:
1. Bertujuan mewujudkan keteraturan
2. Dilandasi prisip keadilan,perdamaian
3. Proses penyusunannya secara demokratis
4. Memperhatikan kebutuhan masyarakat
Syarat-syarat peraturan disebut hukum:
a. peraturan tsb mengatur perilaku manusia
b. dibuat oleh pejabat yang berwenang
c. bertujuan mewujudkan ketertiban dan keadilan
d. bersifat mengikat dan memaksa

• Unsur-unsur negara hukum:


a. terdapat jaminan atas hak dasar manusia
b. pembagian kekuasaan
c. pemerintahan yang berdasarkan hukum
d. adanya lembaga peradilan


Menurut
TEMPAT
BERLAKU
Menurut Menurut
ISI SUMBER

PEMBAGI-
AN
HUKUM
Menurut Menurut
SIFAT BENTUK
Menurut
WAKTU
BERLAKU
Pembagian hukum

Menurut Sumbernya
a. UU : tercantum dalam perundangan
b. kebiasaan : kegiatan yang diulang-ulang
c. traktat : melalui perjanjian antar negara
d. yurisprudensi: dari keputusan hakim terdahulu
e. doktrin : dari pendapat para ahli hukum

Menurut Bentuknya
a. hukum tertulis : tercatat dalam peraturan
perundangan
b. hukum tidak tertulis:dari kebiasaan masyarakat
yang terus menerus
.H U K U M.
Menurut Isinya
a. hukum privat = hukum sipil
hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang perorangan
atau perorangan dengan lembaga menitikberatkan kepada
kepentingan perorangan.
Meliputi : hukum perdata
hukum perniagaan
hukum waris
hukum perkawinan

b. hukum publik = hukum negara


hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan
warga negara /warga ngara dengan alat –alat kelengkapannya dengan
menitikberatkan kepada kepentingan publik.
Meliputi : hukum administrasi
hukum pidana
hukum internasional
Menurut Tempat Berlakunya

a. Hukum lokal : hukum yg berlaku didaerah


b. Hukum nasional : hukum yg hanya berlaku di 1 negara
c. Hukum internasional : hukum yg berlaku disegala bangsa

Menurut Waktu Berlakunya


a. Ius constitutum : hukum sedang berlangsung
b. Ius constituendum : hukum yang brlk akan datang
c. Ius naturale : kapanpun di segala bangsa
Menurut Sifatnya
a. hukum memaksa : wajib dilaksanakan
b. hukum mengatur
a. hukum privat = hukum sipil
hukum yang mengatur hubungan hukum antara orang perorangan
atau perorangan dengan lembaga menitikberatkan kepada
kepentingan perorangan.
Meliputi : hukum perdata
hukum perniagaan
hukum waris
hukum perkawinan

b. hukum publik = hukum negara


hukum yang mengatur hubungan antara negara dengan
warga negara /warga ngara dengan alat –alat kelengkapannya dengan
menitikberatkan kepada kepentingan publik.
Meliputi : hukum administrasi
hukum pidana
hukum internasional
Perbedaan Hukum Privat dan Hukum Publik

Perbedaan Hukum privaat Hukum publik


Mengatur hubungan orang Mengatur hukum antara
yang satu dengan yang warganegara dengan
isi lain, menitikberatkan pemerintah, menitikberatkan
kepentingan perorangan kepentingan umum

Diambil tindakan jika Jika terjadi pelanggaran


terjadi pelanggaran jika terhadap hukum pidana, maka
pelaksanaan ada pengaduan dari pihak alat kelengkapan negara
yang merasa dirugikan ( polisi, jaksa, hakim ) akan
pada pengadilan segera bertindak

penafsiran Terdapat berbagai Hanya penafsiran otentik


penafsiran terhadap UU ( hanya menurut arti dalam
hukum perdata UU hukum pidana itu sendiri)
Tata urutan Perundangan di NKRI

Bangsa indonesia sudah 3 kali merubah tata urutan


perundangan yang diatur dalam keputusan presiden dan
UU, terakhir kali tercantum dalam
UU no.10 tahun 2004, yaitu :
1. UUD 1945
2. Undang Undang
3. Peraturan Pemerintah
4. Kepres
5. peraturan daerah
The End