Anda di halaman 1dari 12

Refleksi saksi bisu kota surabaya

Sebuah tugas akhir IPS


semester gasal
tahun pelajaran 2009 - 2010
“Surabaya” yang terlupakan
Sejenak merenungi kota surabaya, sebuah kekaguman
yang luar biasa. Bagaimana tidak. Berkeliling menikmati
kota tua ini cukup mengasyikkan.

Mengenang berarti paham tentang masa lalu kota. Ilmu


Sejarah kembali muncul ke permukaan untuk mengkaji
kota ini.

Bagi para pendahulu kita, Surabaya memiliki kenangan


yang luar biasa. Keindahan, kemakmuran, hiruk pikuk
kota bahkan api peperangan masih terngiang dibenak
mereka. Sudut – sudut kota pasti mereka hafal dengan
baik dan bekas perjuangan jelas nampak di wajah
mereka.
“Surabaya” yang terlupakan
Sebut saja Hotel Yamato (orange atau Majapahit),
Embong Sawo, Embong Malang, Bank
Internatio, Jembatan Merah dan seputaran
Kantor Gubernur. Pojok kota ini mendasari
Surabaya memang sebagai kota Pahlawan.

Sekarang bagi kalangan muda, pojok kota ini


hanya sebgai tempat tongkrongan yang tak
berarti tanpa mereka ketahui sejarah
tongkrongannya. Mungkin ada pertanyaan
berapa banyak bonek mania yang tahu pojok
sejarah kotanya ?.
“Surabaya” yang terlupakan
Sebagai ungkapan rasa cinta kita kepada kota
lontong balap ini, maka kelas IX SMP Al Hikmah
Surabaya mengadakan kegiatan Jalan – jalan ke
berbagai sudut kota Surabaya.

Sebelumnya mari kita lihat apa saja yang ada di


sudut kota Surabaya. Perhatikan gambar berikut
ini. Karena bukan hanya gambar sekarang yang
ditampilkan melainkan juga gambar lampau.
KIra – kira bangunan apa ya dan dimana …
Pasti kalian tahu kan bangunan apa
sekarang dan dimana lokasinya.

Eh… ada yang gak tahu ya. Waduh harus


tahu tuh. Makanya, tugas kalian adalah
jalan – jalan keliling kota Surabaya. Eit …
bukan hanya jalan – jalan aja ya, tapi
yang kalian lakukan adalah …
1. Foto lokasi atau obyek sejarah
2. Cari tahu dimana lokasinya
3. Cari tahu sejarah heroiknya apaan
4. Buat makalah atau portofolio tugas
tersebut
Ketentuan foto atau obyek
1. Foto harus original, jadi biar ori kalian harus punya
“pose” di dalam foto tersebut. Ingat pose yang wajar-
wajar aja. Yang penting kelompok kalian ada dalam
foto.
2. Obyek yang difoto adalah bangunan bukan
monumen atau patung. Bangunan misalnya Hotel
Majapahit, monumen misalnya monumen bambu
runcing. Monumen hanya berkesan memperingati
kejadian, kalau bangunan jelas merupakan saksi
kejadian.
3. Monumen boleh difoto, akan tetapi sebagai lampiran
tambahan atau dikumpulkan dalam “monumen –
monumen di Surabaya”
4. Jumlah bangunan yang wajib di foto ialah cuman 10
bangunan (cari tahu di internet ya bangunannya) dari
100 lebih bangunan bersejarah di kota kita ini.
Ketentuan foto atau obyek
5. Foto jangan diambil dari internet, karena tidak ada
diri kalian. Kejujuran di utamakan dalam pembuatan
karya ini.
6. Dapet foto langsung cari sejarahnya. Banyak kok
buku – buku sejarah kota Surabaya, kayak Surabaya
tempo Doeloe di perpus itu.
7. Data boleh dari internet, asal di edit dengan kata –
kata kalian
8. Semua sumber dilampirkan dalam daftar pustaka.
9. Format laporan, kita serahkan anak muda berkreasi
dalam membuatnya asalkan sesuai dengan kode etik
karya ilmiah.
10. Selamat berjuang. Walau berpeluh pantang
mengeluh walau berdarah pantang menyerah. Allahu
Akbar