Anda di halaman 1dari 12

Pemeriksaan Laboratorium Di Bidang Urologi

Ari Ramadhana B. M.

Pengampu: Prof. Dr. dr. H. Rifki Muslim, Sp.B, Sp.U

Pemeriksaan Urin
Makroskopik Kimiawi Mikroskopik

Waktu Pengambilan
Urin terbaik untuk diperiksa adalah urin yang baru saja diambil Pagi hari saat pertama kali kencing setelah bangun tidur

Pengambilan Sampel
Tidak boleh dilakukan setelah pemeriksaan rectal atau genital Pada laki-laki: Diambil urin pancaran tengah Pada wanita: Pasien posisi lithotomi, bersihkan vulva dan vagina, pisahkan antar labia mayora, tempatkan container di bawah. Pada anak: Urine bag ditempatkan pada MUE yang sudah dibersihkan.

Pemeriksaan Makroskopis
Warna dipengaruhi makanan, zat kimia, atau obat-obatan. Berat Jenis rendahnya BJ urin bisa menjadi tanda awal adanya gangguan pada ginjal

Pemeriksaan Kimiawi
pH (5,5 6,5) Protein Glukosa Hemoglobin Bakteri dan leukosit

Pemeriksaan Mikroskopis
Bakteri Leukosit Eritrosit Sel epitel Silinder Lain2 (cristal, yeast, artefak)

Pemeriksaan Discharge Urethra


Pemeriksaan discharge uretra pada laki-laki dapat dilakukan dengan menggunakan empat botol steril. Botol pertama berisi urin initial, botol kedua urine pancaran tengah, botol ketiga menampung urin setelah dilakukan pemijatan prostat dan botol keempat berisi urin terminal.

Tes Fungsi Ginjal


Berat jenis urin Kreatinin serum Blood urea nitrogen/ureum

Pemeriksaan Darah, Serum, dan Plasma


Pemeriksaan darah lengkap Pemeriksaan fungsi pembekuan Pemeriksaan elektrolit Pemeriksaan marker Pemeriksaan hormon Pemeriksaan lain

Analisa Semen
dikerjakan pada pasien dengan varikokele atau infertilitas pria untuk membantu menegakkan diagnosis atau untuk follow up terapi.