Anda di halaman 1dari 27

ASPEK TERMAL RUMAH TRADISIONAL TAMBI

OLEH: PUTERI FITRIATY 3209 204 001

PEMBIMBING CO-PEMBIMBING

: Ir. I Gusti Ngurah Antaryama, PhD. : Dr-Eng.Ir.Dipl-Ing. Sri Nastiti NE, MT.

Rumah Tambi warisan budaya sejak zaman pra-Hindu yang terbentuk ditengah iklim dataran tinggi yang sejuk, yang berbeda dengan iklim tropis lembab. Penting untuk membuktikan kinerja termal dari rumah Tambi dalam menciptakan kondisi termal yang didinginkan sehingga prinsip-prinsip dari perancangan arsitektur Tambi ini layak untuk dipertahankan pada iklim lokalnya.

desain pada daerah dataran tinggi


o o o o o

Bentuk bangunan compact Denah double layer Heavy weight structure Kapasitas termal yang tinggi Time lag yang panjang. o Menghindari kondisi overheating (siang hari) o Mereduksi pelepasan panas o Menggunakan sistem aktif.

Dominasi atap Orientasi Timur-Barat Sedikit bukaan. Permukaan berwarna gelap. Rancangan perapian sebagai sistim pemanas ruangan.

Single layer Lightweight structure U-value kecil dan Time lag rendah Cracks pada pertemuan lantai.

RUMUSAN MASALAH

Apakah desain Rumah Tambi efektif dalam merespon iklim dataran tinggi katulistiwa dan bagaimana pengaruh bentuk Rumah Tambi terhadap kondisi termal dalam bangunan? Bagaimana perilaku material dari elemen desain Rumah Tambi terhadap kinerja termal Rumah Tambi? Sejauh mana peran perapian dalam menciptakan kondisi termal yang nyaman di dalam Rumah Tambi?

TUJUAN PENELITIAN
Untuk mengevaluasi respon desain Rumah Tambi terhadap kondisi iklim dataran tinggi tropis ditinjau dari aspek termal bangunan. Selain itu tujuan penelitian yang lebih spesifik adalah sebagai berikut: o Mengevaluasi kinerja termal Rumah Tambi dalam menciptakan kondisi termal yang nyaman di dalam bangunan. o Mengeksplorasi elemen desain Rumah Tambi yang berpengaruh terhadap kinerja termal Rumah Tambi. o Menganalisa peran perapian dalam menciptakan kondisi termal yang nyaman di dalam Rumah Tambi.

DESAIN PENELITIAN

HASIL & ANALISIS PENELITIAN LAPANGAN

50% 40% 30% 20% 10% 0% dingin sejuk 5.9%

46.7%

SENSASI
Dingin
20.4%

T
17 19,6C 16,9 24,1C 17,8 28C 27,2 30,5C

RH
78 - 97% 50 - 96 43 - 97% 43 - 58%

Va
0,0 m/s 0,0 0,1 m/s 0,0 2,6 m/s 0,0 1,6 m/s 0,0 0,9 m/s

Sejuk
11.8%

15.1%

Nyaman Hangat

nyaman hangat

panas

Panas

28C 30,5C 40 - 55%

100 90 Kelembaban 80 70 60 50 40 30 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31

Rentang kenyaman Zona Nyaman penduduk setempat Auliciems melebar -4,3K untuk batas Zona Nyaman Lapangan bawah, +2,9K dari zona nyaman (21,6C - 26,6C)
Temperature

HASIL & ANALISIS PENELITIAN LAPANGAN

Frequency of Occurence (%)

90 80 70 60 50 40 30 20 10 0 0.21 0.26
2 1 1 1 1

82 80

45 26 13 1 1 2 1 1 16 11 1 1 3 1 1 1 7 1

0.34

0.39

0.4

0.43

0.48

0.54

0.57

0.62

0.67

0.68

0.74

0.76

Clo % Panas % Siang % Sore

Frequency of Occurence (%)

90 80 70 60 50 40 30 20 10 1 0 0.43 1 0.48 6 1 111 3 4 11 111 1 0.54 0.57 0.62 0.67 0.68 0.74

80 83 64 50

10 55 0.76 0.82

11 1 0.87 0.92

8 311 5111 12 1 0.95 0.96 1.01 1.02

9 11 1.04 1.07 1.18 1 1.2

14 1 1.21 1 1.27 3 1.32 1 1.34 1 1.37 1 1.38 1 1.39 1.46 1 1.47 1.48 6 1.52 1 1.54 3 1.65 3 1.66 2 1.71 1 1.73

% Dingin

% Pagi

Clo % Malam

% Tidur

014350LS, 1201519BT, dan 1220 m dpl


Denah persegi panjang (7 x 5) Luas denah 35 m2, SVR : 1,159. Rasio lebar terhadap panjang bangunan adalah 0,714. Orientasi 265
Ti Ave To Ave Ti bwh Ti atas
U

29 28 27 26 25 24 23 22 21 20 19 18 17 16 15 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

SEKOLAH
Ra pu

1.0 0.5 0.0 -0.5 -1.0 -1.5 -2.0 -2.5 -3.0 -3.5 -4.0 -4.5 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Jam

K-Hours

TAPAK

LAPANGAN

14333 LS, 1201342 BT, dan 1222m dpl


Denah persegi panjang 6x4m dan tinggi dinding 1 m. Luas denah 24 m2, SVR: 1,634. Rasio lebar terhadap panjang bangunan : 0,67
Ocupancy Periode Ocupancy Periode Ocupancy Periode perapian menyala Ocupancy Periode perapian menyala
To Av Ti Av Ti bwh Ti atas

Orientasi 169
AREAL PERSAW AHAN

28 27 26 25 24 23 22 21 20 19 18 17 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

U
AREAL PERSAW AHAN AREAL PERSAW AHAN

JAL AN D ESA

1.0 0.5 0.0 -0.5 -1.0 -1.5 -2.0 -2.5 -3.0 -3.5 -4.0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Jam

AREAL PERSAW AHAN


K am ar
+ 1 ,1 5

T id u r

D a s a ri
+ 1 ,1 5

R apu

D a s a ri
+ 1 ,1 5

Lobona
+ 1 ,0 0

KEBUN
T e ra s
+ 1 ,0 0

ARAH

K-Hours

ANGIN

HUTAN

HUTAN

142'57" LS, 12012'36" BT, dan 1197 dpl Denah persegi panjang 6,5x4,5m dan tinggi dinding 0,5 m. Luas denah 29,25 m2, SVR: 2,019. Rasio lebar terhadap panjang bangunan : 0,692
29 28 27 26 25 24 23 22 21 20 19 18 17 16 15

Orientasi 315
Perapian menyala Perapian menyala
To Av Ti Av Ti bwh Ti atas

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

JA

LA

DE

SA

1.5 1.0 0.5 0.0 -0.5 -1.0 -1.5 -2.0 -2.5 -3.0 -3.5 -4.0 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 Jam

K-Hours

ARAH ANGIN

TAMBI DODA Selisih diurnal To dan Ti (10,2K & 9.3K) hanya berkisar 0,9K. Perbaikan Ti terhadap To hanya mencapai 0,9K. Kondisi MRT 3,7K-3,8K. RH 69% hingga 80% Va 0,1 - 0,3m/s, Va max 1,1 m/s TAMBI LEMPE Selisih diurnal To dan Ti (8,3K & 9K). Ti lebih melebar 0,7K dari To. Perbaikan Ti terhadap To mencapai 2,8K. Selisih MRT 1,2K, 3K dan 0,6K RH 51% hingga 80% nyaman 11 jam. Va 0,1 - 0,2m/s, Va max mencapai 1,2 m/s.
10 Degree Hour (K) 0 -10 -20 -30 -40 -50 T Doda C-Kh T Lempe To C-Kh H-Kh
-33.1 -37.1 -46.6 -44.4 -21.3 -26.6 0.7 2.4 0.4 0.0 3.6 2.0

K-Hours UH-Hours OH-Hours Total K-Hours Selisih Ti dan Ta Selisih Ti dan Tb

Tambi Doda 14 jam 2 jam 16 jam 0,1K 0,5K 0,1K 3,8K

Tambi Lempe 12 jam 2 jam 14 jam 0,1K 0,3K 0,6K 3,6K

Tambi Hangira 10 jam 4 jam 14 jam 0,3K 1,2K 0,6K 3,3K

TAMBI HANGGIRA Selisih diurnal To dan Ti (10,7K & 9.6K) hanya berkisar 1,1K. Perbaikan Ti terhadap To mencapai 3,6K Selisih MRT 0,8K, 1,8K, dan 0,6K. RH 46% hingga 78% nyaman 7 jam Va 0,1m/s, Va max 0,4 m/s
Durasi Nyaman (Jam) 12 10 8 6 4 2 0 T Doda T Lempe T Hanggira
Durasi Nyaman Aktif Durasi Nyaman Total

T Hanggira To H-Kh

PENGARUH PERAPIAN
30 28 26 24 22 20 18 16 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
Ti Ave To Ave Ti bwh Ti atas

30 28
perapian menyala perapian menyala

26 24 22 20 18 16
To Av

Ti naik setelah 1 jam perapian dimatikan, dan menurun perlahan setelah 1 jam perapian di matikan Selisih Ti-To saat Perapian dinyalakan mencapai 2,9K-3,6K. Saat perapian tidak menyela hanya 1,3K-1,4K. Pengaruh perapian didukung oleh kapasitas termal elemen lantai.

1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324
Ti Av Ti bwh Ti atas

4.0 3.5 3.0

30 28 26 24 22 20 18 16
To Av

2.5 Selisih Ti - To (K) 2.0 1.5 1.0 0.5 0.0 -0.5 -1.0 -1.5 Ti-To Doda Ti-To Lempe Ti-To Hanggira 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24

1 2 3 4 5 6 7 8 9 101112131415161718192021222324
Ti Av Ti bwh Ti atas

Perapian menyala

Perapian menyala

Objek Studi Simulasi


NO Tambi Tipe A

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI


Tambi Tipe B Tambi Tipe C

1.
Volume 112m Proporsi denah 0,71, SVR = 1,42 Sudut Atap 66

Proporsi denah 0,67 Volume 60m SVR = 1,65 Sudut Atap 57 teras dpn

Proporsi denah 0,69 Volume 65,23m SVR = 1,68 Sudut Atap 57

2.
Volume 130,9m Proporsi denah 0,56 SVR = 1,48 Sudut Atap 66 Rg Tmbhn Volume 76,42m Proporsi denah 0,5 SVR = 1,68 Sudut Atap 57 Rg Tmbhn +teras dpn Proporsi denah 0,39 Volume 106,63m SVR = 1,55 Sudut Atap 57 Rg Tmbhn

3.
Volume 269,64m, Proporsi denah 0,78 SVR = 1,65 Sudut Atap 66 Proporsi denah 0,78 Volume 201,29m SVR = 1,15 Sudut Atap 57 teras dpn Proporsi denah 0,78 Volume 201,29m SVR = 1,06 Sudut Atap 57

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI


31 29 27 25 23 21 19 17 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
T bwh Ti B1 T atas Ti B2 T out Ti B3 Ti A1 Ti C1 Ti A2 Ti C2 Ti A3 Ti C3

ANALISIS KONDISI TERMAL

29 27 25 23 21 19 17 15 13 0 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24
T bwh Ti B1 T atas Ti B2 T out Ti B3 Ti A1 Ti C1 Ti A2 Ti C2 Ti A3 Ti C3

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI


EVALUASI DEGREE HOUR & PERIODA NYAMAN
20 15 12.9 5.5 0 1.3 13.8 13.7 6.7 3.4 0.8 15.9 9.7 5 5.3 16.1 8.7 5 18.1

Degree Hours (K)

10 5 0 -5 -10 -15 -7.9

7.5

-1.3 -8.3 -8.4 -6.3 -9.2 -4.2 -8.6 -9.4

A1

A2

A3

B1 C-Kh

B2 H-Kh

B3 Tot-Kh

C1

C2

C3

20 16

19 14 10 7 6 9 11 7 10 6 9 11 7 6 8 7 9 9

Jam

12 8 4 0

A1

A2

A3

B1

B2

B3

C1

C2

C3

Durasi Nyaman Aktif

Durasi Nyaman Total

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI


EVALUASI DEGREE HOUR & PERIODA NYAMAN
36.3 29.8 29.2

40 30

33.2

32.9 24.8

33.3

34.6

31.5

Degree Hour (K)

20 10 0 -10 -20 -30 -40 -33.2 A1 -32.9 A2 -24.8 A3 -33.3 B1 -34.5 B2 -31.5 B3 -29.2 C1 -29.2 C3 0 0 0 0 0.1 0 0.6 1.3 0

-35 C2

C-Kh

H-Kh

Tot-Kh

10 8

8 6

Jam

6 4 2 0 A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1

C2

C3

Durasi Nyaman Aktif

Durasi Nyaman Total

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI


Model Uji A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3 C-Kh Panas a 5.0 5.5 0 5.3 6.7 3.4 7.5 8.7 0.8 Dingin b 0 0 0 0 0.1 0 0.6 1.3 0 Tot a+b 5.0 5.5 0 5.3 6.8 3.4 8.1 10 0.8 Panas c -7.9 -8.3 -1.3 -8.4 -9.2 -6.3 -8.6 -9.4 -4.2 H-Kh Dingin d -33.2 -32.9 -24.8 -33.3 -34.5 -31.5 -29.2 -35.0 -29.2 Tot c+d -41.1 -41.2 -26.1 -41.7 -43.7 -37.8 -37.8 -44.4 -33.4 Durasi Nyaman Aktif Panas a 7 6 11 7 6 7 6 7 9 Dingin b 3 3 4 3 4 4 4 3 3 Sum c 10 9 15 10 10 11 10 10 12 Durasi Nyaman Total Panas d 10 9 19 10 9 11 8 9 14 Dingin e 9 9 9 9 9 9 8 6 9 Sum F 19 18 28 19 18 20 16 15 23

EVALUASI DEGREE HOUR & PERIODA NYAMAN

Model Uji A1 A2 A3 B1 B2 B3 C1 C2 C3

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI


7500 5000 2500

EVALUASI ELEMENTAL BREAKDOWN

Heat Flow (Wh)

0 -2500 -5000 -7500 150 100 50 60 120 70 60 50 120 70 120 60 10 70 120

-10000 -12500

Heat Flow (Wh)

-15000 Floor N Wall A1 QL E Wall A1 QG S Wall A2 QL W Wall A2 QG window A3 QL Door A3 QG roof

0 -50 -100 -150 -200 -190 -250 -300 -190 -260 N Wall A1 QL -140 -190 -250 E Wall A1 QG A2 QL -260 S Wall A2 QG A3 QL -90 -100

-90 -150 -250 W Wall A3 QG

7500 5000 2500

Heat Flow (Wh)

-2500 -5000 -7500 150 100 50 Floor N Wall A1 QL E Wall A1 QG S Wall A2 QL W Wall A2 QG window A3 QL Door A3 QG roof 80

-10000 -12500

130 80 70 40

120 80

120 70 40 70

120

Heat Flow (Wh)

-15000

0 -50 -100 -150 -200 -180 -250 -300 -260 N Wall A1 QL -180 -150 -80 -100 -180 -260 E Wall A1 QG A2 QL -260 S Wall A2 QG A3 QL -80 -160

-260 W Wall A3 QG

MODEL A1, A2 & A3

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI


10000 7500 5000 2500 0 -2500 -5000 -7500 -10000 -12500 -15000 -17500 Floor N Wall E Wall S Wall W Wall window Door roof

EVALUASI ELEMENTAL BREAKDOWN

Heat Flow (Wh)

750 500 390 250 0 -250 -500 -750 -1000 -920 -1250 -1500 N Wall B1 QL -540 -540 200 250

590

410 150

590 290 250 150 410 200

B1 QL
10000 7500 5000 2500 0 -2500 -5000 -7500 -10000 -12500 -15000 -17500

B1 QG

B2 QL

B2 QG

B3 QL

B3 QG

Heat Flow (Wh)

-330 -740 -1040 -1390 E Wall B1 QG B2 QL

-340 -550 -1040 -1390 S Wall B2 QG B3 QL

-440

Heat Flow (Wh)

W Wall B3 QG

Floor

N Wall

E Wall

S Wall

W Wall

window

Door

roof

1000 750 500 440 690 250 290 690 490 170 340 490 190 290 220

B1 QL

B1 QG

B2 QL

B2 QG

B3 QL

B3 QG
Heat Flow (Wh)

250 0 -250 -500 -750 -1000 -1250 -1500 -830

-340 -530 -544 -1020 -1370 N Wall B1 QL E Wall B1 QG B2 QL -690

-360 -530 -1020 -1370 S Wall B2 QG B3 QL

-420

MODEL B1, B2 & B3

W Wall B3 QG

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI


8000 5500 3000 500 -2000 -4500 -7000 -9500 -12000 -14500 -17000 Floor N Wall C1 QL E Wall C1 QG S Wall C2 QL W Wall C2 QG window C3 QL Door C3 QG roof

EVALUASI ELEMENTAL BREAKDOWN

Heat Flow (Wh)

300 200 100 170 80

250 130

250 210 150 170 210 200 130 70

Heat Flow (Wh)

-100 -200 -300 -400 -500 -600 -410 -550 N Wall C1 QL -180 -270 -330 -410 E Wall C1 QG C2 QL -410 -550 S Wall C2 QG C3 QL -300 -410 -440 W Wall C3 QG -190

9500 7000 4500 2000 -500 -3000 -5500 -8000 -10500 -13000 Floor N Wall C1 QL E Wall C1 QG S Wall C2 QL W Wall C2 QG window C3 QL Door C3 QG roof

Heat Flow (Wh)

400 300 200 100 0 210 80

290 210 130 190 210 130

290 80

210 220

Heat Flow (Wh)

-100 -200 -300 -400 -500 -600 -430 -550 N Wall C1 QL -180 -300 -410 -340 -430 -550 S Wall C2 QG C3 QL -300 -410 -430 W Wall C3 QG -180

MODEL C1, C2 & C3

E Wall C1 QG C2 QL

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PARAMETER DESAIN


0.3 0.2

A1 C3 A3 B3 A2 C2 C1 B1 B2

EP

0.1 0.0

-0.1 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8

Surface to Volume Ratio


0.6

B1 C1 B2

0.4

EP

A1 C3 A3 B3 A2

C2

0.2

0.0 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1.1 1.2 1.3 1.4 1.5 1.6 1.7 1.8

Surface to Volume Ratio

SURFACE TO VOLUME RATIO

Koefisien korelasi 0,94 untuk bulan terpanas, dan 0,91 untuk bulan terdingin kekompakan bentuk memiliki hubungan yang sangat erat dengan energi termal bangunan. Koefisien determinasi adalah 0,88 dan 0,83 hal tersebut berarti bahwa lebih dari 80% dari variasi energi panas didalam bangunan dapat dijelaskan oleh variable kekompakan bentuk. Surface to volume ratio (SVR) yang lebih kecil akan menghasilkan kondisi termal yang lebih baik.

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PARAMETER DESAIN


0.30 0.25 B1 C1 B2 0.20 C2 0.15 A1 A2 0.10 C3 0.05 B3 0.00 A3 0.35 0.4 0.45 0.5 0.55 0.6 0.65 0.7 0.75 0.8 L:P

Koefisien korelasi pada bulan panas adalah 0, 53 dan 0,47 pada bulan dingin hubungan tidak erat.

EP

0.6 0.5 0.4

B1 B2 C2 A2 C1 A1 C3 B3 A3

EP

0.3 0.2 0.1 0.0

0.35 0.4 0.45 0.5 0.55 0.6 0.65 0.7 0.75 0.8 L:P

PROPORSI DENAH

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PENGARUH ELEMEN DESAIN

0.3 0.2

B1

C1 B2

EP

0.1 0.0 40 -0.1 60 80 100

C2 A1 A2 C3
120 140

B3
160 180 200

A3
220

koefisien korelasi sebesar 0,93 pada bulan panas dan 0,94 pada bulan dingin. Hubungan sangat Erat

L Atap

0.6 0.5 0.4

B1 C1 B2 A1 C2 A2 C3
40 60 80 100 120 140

EP

0.3 0.2 0.1 0.0

B3
160 180 200

A3
220

L Atap

ELEMEN ATAP

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PENGARUH ELEMEN DESAIN

0.3

C1 Kh/m
0.2 0.1 0.0 5 8 10

B1

C2 A1 A2 B3 A3 L Dinding
13 15

B2

Elemen dinding memiliki koefisien korelasi 0,24 pada bulan terpanas dan 0,05 pada bulan terdingin Tidak memiliki hubungan.

C3

18

20

23

25

0.6 0.4

B1 A1 C2 C1 B2 A2

EP

0.2 0.0 5 10

B3 A3 C3
15 20 25 30 35 40 45 50

L Dinding

ELEMEN DINDING

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PENGARUH ELEMEN DESAIN

0.3

C1
0.2

EP

0.1

A2 C3

C2 A1 B3

B1 B2

koefisien korelasi 0,80 (bulan terpanas) dan 0,89 (bulan terdingin) Hubungan yang Erat

0.0 A3 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008 0.009 0.010 0.011 0.012

L Bukaan : L Selubung

0.8 0.6 0.4 0.2

A2 C3 A3

A1 C2 B3

EP

C1

B1 B2

0.0 0.002 0.003 0.004 0.005 0.006 0.007 0.008 0.009 0.010 0.011 0.012

L Bukaan : L Selubung

ELEMEN BUKAAN

HASIL & ANALISIS PENELITIAN SIMULASI

ANALISIS PENGARUH ELEMEN DESAIN


0.3 0.2

B1 C1 B2 A1 A2 C2 B3
20 25 30 35 40 45 50 55 60

0.1 0.0

koefisien korelasi 0,88 pada bulan terpanas dan 0,91 pada bulan terdingin. Hubungan yang erat

EP

A3 C3
65

70

L Lantai

0.6 0.4

B1 C1 B2 A1 A2 C2 B3 A3 C3
20 25 30 35 40 45 50 55 60 65 70

EP
0.2 0.0

L Lantai

ELEMEN LANTAI

KESIMPULAN

Desain rumah tambi belum cukup efektif dalam merespon iklim dataran tinggi tropis, karena belum mampu memodifikasi iklim luar menjadi kondisi yang nyaman didalam bangunan (karena keterbatasan elemen-elemen Rumah Tambi dalam memodifikasi kondisi temperatur yang cenderung rendah). Namun untuk mencapai kenyamanan termal, penghuni melakukan adaptasi aktif melalui nilai insulasi pakaian (panas 0,34 clo, dingin 0,76 clo). Desain Rumah Tambi sangat berpengaruh terhadap kondisi termal didalam bangunan, utamanya kekompakan bentuk (surface to volume rasio). Semakin besar nilai surface to volume rasio, maka semakin besar pula energi panas yang dibutuhkan untuk menciptakan kondisi nyaman dalam bangunan.

KESIMPULAN

Elemen yang paling kritis adalah elemen atap yang paling luas. Elemen lantai juga memiliki peranan yang cukup penting dalam mendistribusikan panas kedalam bangunan sebagai penyimpan panas dari perapian. Elemen yang juga berpengaruh didalam menciptakan kondisi termal yang nyaman adalah elemen bukaan (untuk mengatasi kondisi overheating pada siang hari). Namun pada malam hari bukaan dapat menyebabkan kondisi underheating. Oleh karena itu bukaan yang fleksibel adalah lebih baik dibandingkan dengan bukaan permanen. Keberadaan perapian memiliki dampak yang cukup signifikan dalam mereduksi ketidaknyamanan termal akibat kondisi underheating pada malam hari.