Anda di halaman 1dari 7

Endah Muspita Ekawati Gizi/2013 Aragorn OLAHRAGA DETOX DAN PIRING GIZI (ODERIZ) : INOVASI EDUKASI UNTUK PENCEGAHAN

TERJADINYA PENYAKIT JANTUNG KORONER AKIBAT MALAS BERGERAK DAN INTAKE TINGGI KARBOHIDRAT Endah Muspita Ekawati

Latar Belakang Tingginya Angka Kematian Akibat Penyakit Jantung Jakarta-Gaya hidup masyarakat yang terus berubah membuat angka kematian akibat jantung dan pembuluh darah (kardiovaskuler) meningkat. Bahkan saat ini kardiovaskuler menjadi pembunuh urutan nomor satu di Indonesia. Menurut dr Jetty RH Sedyawan SPJP K FIHA staf penagajar Departemen Kardiologi dan Kedikteran Vaskuler, penyakit kardiovaskular tidak menegnal batas geografis, gender, atau batas sosio ekonomi. 17,5 juta orang meninggal karena jantung dan stoke pertahunnya, atau 30% dari kematian di seluruh dunia setiap tahun. Pada tahun 2020, jantung dan stroke menjadi penyebab utama kematian dan catat ujar wanita berjilbab ini. (DetikNews.com, Kamis 04/10/2007) 30 Persen Orang Indonesia Malas Bergerak Jakarta-Banyak bergerak dan melakukan aktivitas bisa mencegah orang kelebihan berat badan dan mengurangi resiko penyakit. Tapi survey menunjukkan 29,8% orang Indonesia malas bergerak. Laporan yang dilansir dari The Lancet mengenai aktivitas fisik dari penduduk seluruh dunia menenmukan rata-rata 29,8% orang Indonesia malas bergerak atau tidak aktif. Dari jumlah itu, prosentase untuk laki-lak 31,5%, sedangkan perempuan 28,1 seperti dikutip dari Guardian.co.uk. (DetikHealth.com, Rabu 25/07/2012) Jantung adalah sebuah otot yang memompa darah ke seluruh tubuh. Jantung merupakan organ yang sangat vital pada tubuh manusia karena selama masih

berdetak hal itu menandakan bahwa masih terdapat sebuah kehidupan dalam tubuh kita. Ketika jantung tidak bisa lagi berfungsi secara normal akan mengakibatkan penyakit yang sangat parah dan aktivitas tidak bisa berjalan seperti biasanya. Penyakit yang paling umum di derita yaitu penyakit jantung koroner. Penyakit ini sering menyebabkan serangan jantung pada seseorang yang bisa menyebabkan kematian. Penyebabnya adalah penumpukan plak atau timbunan lemak pada dinding-dinding arteria coronary, selang beberapa waktu plak dapat menumpuk, mengeras dan mempersempit pembuluh darah koroner sehingga menginhibisi aliran darah ke jantung. Penumpukan ini terjadi akibat intake tinggi karbohidrat yang tidak diimbangi dengan pembakaran karena malas bergerak sehingga hati mengubah kelebihannya menjadi asalm lemak dan asilgliserol. Untuk tetap sehat, jantung membutuhkan oksigen dan zat gizi seimbang yang diperoleh dari intake makanan harian serta olahraga untuk meningkatkan daya metabolisme tubuh dan bioavability. Olahraga detox dan piring gizi (ODERIZ) merupakan inovasi yang perlu diedukasikan kepada setiap orang khususnya pria dan wanita usia produktif yang memiliki semangat, integritas dan idealisme yang tinggi. Namun sebagian besar dari mereka memiliki pola hidup tidak sehat, banyak terpapar radikal bebas dan melakukan aktivitas kurang gerak sehingga berisiko besar menagalami penyakitpenyakit kardiovaskuler. Edukasi ODERIZ dimaksudkan agar setiap orang mulai aware menjaga kesehatan jantungnya. Karena sesungguhnya semua orang berhak atas hidup sehat yang berkualitas dalam menjalani dan mencapai tujuan hidup sebagai generasi penerus bangsa tanpa harus khawatir terkena penyakit jantung koroner.

Landasan Teori

Penyakit jantung koroner merupakan salah satu penyakit kardiovaskuler. Faktor risiko penyebab penyakit jantung koroner antara lain adalah kadar kolesterol tinggi, merokok, kurang olahraga hipertensi tinggi, obesitas, dieabetes militus, dan depresi.1 Menurut David A Bender dan Peter A Mayes, karbohidrat merupakan zat gizi terpenting. Karbohidrat dalam makanan diserap ke dalam aliran darah sebagai

glukosa, dan gula lain diubah menjadi glukosa di hati. Glukosa adalah bahan metabolik utama pada mamalia.2 Glukosa adalah prekursor untuk sintesis semua proteoglikan. Intake kalori dari makanan harus sama dengan energi yang dikeluarkan. Hidup adalah proses pembakaran yang membutuhkan O2 yang diperoleh dari makan dan latihan fisik Lavoiser (Prancis, akhir abad 18).

Pembahasan

Pada saat intake kalori dari karbohidrat tinggi namun aktivitas fisiknya rendah maka akan terjadi peningkatan berat badan. Hal ini dikarenakan kalori tidak habis terpakai sehingga kelebihan karbohidrat di dalam tubuh akan diubah menjadi lemak. Perubahan ini terjadi di dalam hati. Selanjutnya lemak ini akan dibawa ke sel-sel lemak diseluruh tubuh terutama dibawah kulit yang dapat menyimpan lemak tak terbatas.3 Jika terjadi terus menerus timbunan ini akan semakin menumpuk dan terjadilah kelebihan berat badan. Menjadi obesitas meningkatkan kesempatan terjadinya serangan jantung.4 Berikut adalah grafik hubungan antara intake makanan, aktivitas fisik dan berat badan.

David A Bender, 2008 Walaupun lemak menghasilkan energi lebih besar yaitu 9 kkal/g daripada karbohidrat yang hanya 4 kkal/g namun karbohidrat digunakan sebagai sumber

energi yang paling utama oleh tubuh. Karbohidrat lebih mudah dimetabolisme karena dalam pengkatabolismeannya tidak banyak membutuhkan ATP sehingga saat tubuh memerlukan energi lebih cepat dihasilkan.

Gambar 1. Gambaran singkat metabolisme karbohidrat yang memperlihatkan jalurjalur utama dan produk-produk akhir.5 Oleh karena itu bukan hanya lemak akan tetapi karbohidratpun secara signifikan berpengaruh terhadap kejadian obesitas. Perbandingan antara diet rendah karbohidrat, tinggi lemak dengan diet tinggi karbohidrat, rendah lemak menunjukkan penurunan berat badan yang sama, walaupun keduanya mempunyai persamaan dalam meningkatkan risiko penyakit jantung koroner. Diet tinggi karbohidrat mempunyai efek lebih besar dalam hal meningkatkan profil lemak dibanding diet rendah lemak. Selanjutnya hasil penelitian Sharman menyatakan bahwa diet rendah karbohidrat dan diet rendah lemak keduanya menurunkan lemak postprandrial, akan tetapi diet rendah karbohidrat lebih besar penurunannya dibanding diet rendah lemak. Rata-rata LDL meningkat hanya setelah diet rendah karbohidrat. Dalam jangka pendek diet rendah lemak lebih efektif menurunkan LDL serum, tetapi diet rendah karbohidrat lebih efektif dalam menurunkan partikel LDL dan juga lebih tinggi menurunkan serum trigliserida, trigliserida/HDL-C ratio, postprandial lipemia, glukosa darah, dan juga penurunan berat badan.6

Olahraga Detox menggunakan gerakan latihan yang membakar lemak tetapi mampu meningkatkan massa otot. Mudah dan praktis karena bisa dilakukan dalam ruangan dan dalam waktu yang tidak lama. Lemak dalam tubuh perlu dibakar agar tidak tertimbun dalam pembuluh darah koroner. Tidak hanya membakar lemak, namun gerakan-gerakan ini meningkatkan metabolisme terhadap makanan yang masuk kedalam tubuh. Ketika metabolisme tubuh baik, maka peredaran darah juga akan lancar sehingga suplai O2 dan nutrisi baik dari jantung keseluruh tubuh akan terpcukupi. Berikut adalah gerakan-gerakan dalam Olahraga Detox 1. Push up untuk membakar lemak di lengan 2. Back up untuk meningkatkan massa otot dada dan membakar lemak di ekstrimitas atas 3. Gerakan dengan menaik turunkan kaki diatas papan atau kursi dengan tinggi 50 cm. gerakan ini untuk membakar lemak di ekstrimitas bawah Lakukanlah 3 gerakan tersebut di pagi hari 3x dalam seminggu dengan durasi selama 10 menit. Piring Gizi mengadopsi dari Guideline UK tentang pedoman gizi seimbang

Usahakan selalu mengombinasikan makanan. Jangan terlalu banyak karbohidrat. WHO merekomendasikan proporsi karbohidrat sebesar 60%, Lemak 25% dan protein 15% dari kebutuhan energi total. Tidak lupa makanlah buah, sayur, susu, serta air putih untuk mencukupi kebutuhan vitamin dan mineral. Dengan melakukan ODERIZ makan enak, metabolisme baik, mengurangi risiko dan mencegah datangnya penyakit jantung koroner.

Simpulan Pada jantung Ventrikel kiri (LV) berfungsi sebagai pompa yang berperan untuk mendorong aliran darah melalui pembuluh pada sirkulasi sistemik.7 Jika terlalu banyak penyumbat di sepanjang dinding kapiler maka kapiler menyempit dan bisa menghambat aliran darah yang berasal dari curah jantung kemudian seseorang akan mengalami serangan jantung mendadak. Jadi dapat disimpulkan bahwa semakin tinggi intake karbohidrat maka semakin banyak karbohidrat yang diubah menjadi lemak, kemudian semakin banyak pula plak lemak yang menempel di dalam dinding kapiler sehingga risiko terhadap terjadinya penyakit jantung koroner juga akan semakin besar. Oleh karena itu, karbohidrat disarankan untuk dikonsumsi secukupnya saja yaitu 50-60% dari total energi yang dikonsumsi setiap hari, tidak perlu berlebihan. Untuk menggantinya, mengonsumsi buah-buahan, sayuran, dan makanan kaya serat yang harganya terjangkau bisa menjadi alternatif yang mengenyangkan dan menyehatkan, serta jangan lupa selalu berolahraga untuk membakar lemak dalam tubuh. Saran Perlu pembatasan asupan makanan selain lemak, khususnya makanan mengandung karbohidrat serta perlu dilakukan penelitian lagi dengan menyertakan faktor resiko lain yaitu genetik sebagai penyebab terjadinya penyakit jantung koroner.

DAFTAR PUSTAKA

1.

National Heart Foundation of Australia. 2013. Coronary Heart Disease. Australia: heartfoundation.org.au

2.

David A. Bender, Why we eat, in Introduction to Nutrition and Metabolism, 4th Edition. 2008, CRC Press. P. 1-5

3.

Almatsier, Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

4.

Heart UK The Cholesterol Charity. 2007. Risk factors for CHD. UK: www.heartuk.org.uk

5.

Murray, Robert K. 2009. Biokimia Harper Edisi 27. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC

6.

Sargowo, Djanggan dan Sri Andarini. The Relationship Between Food Intake and Adolescent Metabolic Syndrome. Jurnal Kardiologi Indonesia 2011;32:1423 ISSN 0126/3773

7.

Pironet, Antoine., Pierre C. Dauby, et al. Simulation of Left Atrial Function Using a Multi-Scale Model of the Cardiovascular System June 2013 Vol 8 Issue 6 e65146. New Zealand: Plos One www.plosone.org hal:1