Anda di halaman 1dari 7

BAB II PERAN, TUGAS, DAN FUNGSI APOTEKER DI BALAI BESAR PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN

Apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus pendidikan profesi dan telah mengucapkan sumpah berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan berhak melakukan pekerjaan kefarmasian di Indonesia sebagai apoteker. Berdasarkan UU No.23 Bab pasal tahun !!2" pekerjaan kefarmasian adalah pembuatan termasuk pengendalian mutu sediaan farmasi" pengamanan" pengadaan" penyimpanan" dan distribusi obat" pengelolaan obat" pelayanan obat atas resep dokter" pelayanan informasi obat" serta pengembangan obat dan obat tradisional dan sediaan farmasi. #ediaan farmasi adalah obat" bahan obat" obat tradisional" dan kosmetika. $bat merupakan komoditi yang menyangkut hajat hidup orang banyak dan bersifat %ital. &enggunaan obat yang tidak memenuhi syarat mutu dan keamanan dapat berakibat fatal bagi kelangsungan hidup seseorang. Institusi pemerintah yang memiliki ke'enangan dan tanggung ja'ab dalam melaksanakan fungsi penga'asan terhadap komoditi obat yang beredar di masyarakat adalah Badan &$(. )ungsi penga'asan tersebut tidak hanya menyangkut komoditi obat saja tetapi juga meliputi komoditi obat tradisional" produk komplemen" produk pangan" dan bahan kimia berbahaya dan merupakan upaya kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan yang optimal bagi masyarakat" dengan pendekatan pemeliharaan" peningkatan kesehatan" pencegahan penyakit" penyembuhan penyakit" dan pemulihan kesehatan yang dilaksanakan secara menyeluruh" terpadu" dan berkesinambungan" seperti halnya yang tercantum dalam UU no.23 Bab * &asal + dan &enyelenggaraan upaya kesehatan . oleh sumber daya didukung

kesehatan,tenaga kesehatan sebagai orang yang mengabdikan diri dalam bidang kesehatan serta memiliki pengetahuan dan atau keterampilan melalui pendidikan

-

Leader 1 memiliki kemampuan untuk menjadi pemimpin" mempunyai keberanian mengambil keputusan yang tepat" efektif" dan empati serta memiliki kemampuan untuk mengkomunikasikan dan mengelola hasil keputusan. . Researcher 1 berperan serta dalam berbagai penelitian guna mengembangkan ilmu kefarmasian dan kemajuan bidang kesehatan. 7. 5. Decision maker 1 pengambil keputusan yang tepat untuk mengefisiensikan dan mengefektifkan berbagai sumber daya yang digunakan untuk kepentingan pasien. 3omunikasi tersebut meliputi komunikasi lisan dan tulisan. 6anggap terhadap kemajuan teknologi informasi dan bersedia berbagi informasi mengenai obat dan hal-hal lain yang berhubungan dengan obat. Communicator : mempunyai kemampuan berkomunikasi yang cukup baik. 3./$ yang dikenal dengan istilah 0Eight stars of Pharmacist”" meliputi 1 . Apoteker harus mengintegrasikan pelayanannya pada sistem pelayanan kesehatan serta berkesinambungan dan pelayanan farmasi yg dihasilkan harus bermutu tinggi. Life long learner 1 kesanggupan untuk belajar terus menerus guna meningkatkan pengetahuan dan kemampuan. Care giver 1 pemberi pelayanan dalam bentuk pelayanan klinis" analitis" teknis" sesuai dengan peraturan perundang-undangan.2 di bidang kesehatan. 4. 8. -. #ehingga apoteker sebagai tenaga kesehatan" memiliki peran yang penting dalam melaksanakan upaya kesehatan. Manager 1 kemampuan mengelola sumber daya dan informasi secara efektif. &eran apoteker yang digariskan oleh . 2alam memberikan pelayanan" apoteker harus berinteraksi dengan pasien baik secara indi%idu maupun berkelompok. Teacher 1 bertanggung ja'ab untuk memberikan pendidikan pelatihan mengenai hal-hal yang berkaitan dengan pengetahuan kefarmasian. 2.

&enga'asan produk terapeutik" NA&:A" obat tradisional" kosmetika" produk komplemen" dan produk pangan. 3. . &enyusunan rencana penga'asan produk terapeutik" NA&:A" obat tradisional" kosmetika" produk komplemen" dan produk pangan.3 6ugas apoteker di Badan &$( adalah melaksanakan tugas pemerintah di bidang penga'asan obat dan makanan sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan" secara khusus di Unit &elaksana 6eknis Balai Besar &$( bidang pemeriksaan dan penyidikan bertugas melakukan penyusunan rencana dan program serta e%aluasi dan penyusunan laporan pelaksanaan pemeriksaan setempat" pengambilan contoh untuk pengujian" dan pemeriksaan sarana produksi" distribusi" dan instansi kesehatan serta penyidikan kasus pelanggaran hukum di bidang terapeutik" narkotik" psikotrpoik dan 9at adiktif" obat tradisiona" kosmetika" produk komplemen" pangan" dan bahan berbahaya. &erumusan kebijakan teknis" penetapan pedoman" standar" kriteria dan prosedur" pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis" pemantauan" pemberian bimbingan di bidang penilaian mutu dan keamanan produk terapeutik" NA&:A" obat tradisional" kosmetika" produk komplemen" dan produk pangan. 3oordinasi kegiatan fungsional pelaksanaan kebijakan di bidang penga'asan produk terapeutik" NA&:A" obat tradisional" kosmetika" produk komplemen" dan produk pangan yang memerlukan pengujian mikrobiologi. &engkajian dan penyusunan kebijakan nasional dan kebijakan umum di bidang penga'asan produk terapeutik" NA&:A" obat tradisional" kosmetik" produk komplemen" dan produk pangan. &erumusan kebijakan teknis" penetapan pedoman" standar" kriteria dan prosedur" pengendalian pelaksanaan kebijakan teknis" pemantauan" pemberian bimbingan di bidang standardisasi produk terapeutik" NA&:A" obat tradisional" kosmetika" produk komplemen" dan produk pangan. 2. 7. 4. 2alam melaksanakan tugas sebagaimana yang diamksud di atas" apoteker menyelenggarakan fungsi 1 . 5.

&elaksanaan tugas lain yang ditetapkan oleh 3epala Badan. . &elaksanaan penyidikan terhadap kasus pelanggaran hukum. 3. .%aluasi pelaksanaan produk terapeutik" NA&:A" obat tradisional" kosmetika" produk komplemen" dan produk pangan. &elaksanaan pemeriksaan setempat" pengambilan contoh untuk pengujian" dan pemeriksaan sarana produksi" distribusi" dan instansi kesehatan serta penyidikan kasus pelanggaran hukum di bidang terapeutik" narkotik" psikotrpoik dan 9at adiktif" obat tradisiona" kosmetika" produk komplemen. !. -. $bat-obatan" perbekalan kesehatan" dan makanan .4 8. &enyusunan rencana dan program pemeriksaan dan penyidikan obat dan makanan.Balai &$(.Balai Besar. 2.%aluasi dan penyusunan laporan pemeriksaan dan penyidikan obat dan makanan. . 2alam melaksanakan tugas dan fungsinya tersebut" apoteker di Badan &$( harus memiliki kompetensi sebagai berikut1 . (ampu melakukan koordinasi dan berkontribusi dalam penyusunan kebijakan dalam bidang obat dan kesehatan 3ebijakan dalam bidang obat dan kesehatan meliputi berbagai hal" seperti dalam hal pemilihan" produksi" dan distribusi obat untuk kebutuhan nasional. #esuai dengan %isi Badan &$( obat dan makanan terjamin aman" bermutu" dan berkhasiat dan misi Badan &$( melindungi masyarakat dari obat dan makanan yang beresiko terhadap kesehatan" maka apoteker di Badan &$( harus memiliki kemampuan dalam menentukan obat-obatan" perbekalan kesehatan" dan makanan yang tepat dan sesuai untuk masyarakat sehingga masyarakat tidak dirugikan. &elaksanaan pemeriksaan setempat" pengambilan contoh untuk pengujian" dan pemeriksaan sarana produksi dan distribusi di bidang pangan dan bahan berbahaya. +.

#tandardisasi mutu produk untuk melindungi konsumen sekaligus meningkatkan daya saing menghadapi era pasar bebas c. 3omunikasi" informasi" dan edukasi kepada masyarakat untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan terhadap mutu" khasiat" dan keamanan produk. 2engan demikian kebijakan-kebijakan yang disusun Badan &$( diarahkan terutama pada kegiatan prioritas yang memiliki efek sinergi dan daya ungkit yang besar terhadap tujuan perlindungan masyarakat luas" mencakup antara lain1 a. $perasi &emeriksaan dan &enyelidikan terhadap proses produksi" distribusi" dan peredaran narkotika" psikotropika serta produk-produk ilegal lain. &elaksanaan cara-cara produksi dan distribusi yang baik sebagai built in control d. Apoteker harus mampu menyusun kebijakan dalam hal produksi obat" perbekalan kesehatan" dan makanan.5 yang dipilih tersebut merupakan produk yang telah teregistrasi dengan sah dan meyakinkan serta telah terjamin kualitas dan keamanannya. . (onitoring iklan dengan melibatkan peran aktif masyarakat dan organisasi profesi f. . e. #elain itu" apoteker juga harus mampu menyusun kebijakan dalam hal proses pendistribusian obat" perbekalan kesehatan" dan makanan kepada masyarakat yang harus dipatuhi oleh distributor sehingga masyarakat mendapatkan obat" perbekalan kesehatan" dan makanan dengan mutu yang tetap terjamin baik.%aluasi mutu" keamanan" dan khasiat produk beresiko oleh tenaga ahli berdasarkan bukti-bukti ilmiah b. 3ebijakan tersebut meliputi persyaratan dan peraturan yang harus dipatuhi oleh industri farmasi dan makanan dalam proses produksi agar produk yang dihasilkan selalu aman" bermutu" dan berkhasiat.

4. 5. $leh karena itu" Badan &$( perlu menjalin kerjasama internasional untuk meningkatkan penga'asan obat.sensial Nasional merupakan acuan obat-obatan yang dibutuhkan secara nasional sehingga dalam penyusunannya perlu diketahui epidemiologi dan pola penyakit yang diderita masyarakat melalui proses pengumpulan data. (ampu berkontribusi dalam penetapan berbagai kebijakan nasional dalam hal pendidikan di bidang farmasi 3ebijakan nasional mengenai pendidikan di bidang farmasi perlu ditetapkan agar pendidikan farmasi dapat berjalan dengan baik dan menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan perkembangan di bidang ilmu kefarmasian. 2aftar $bat . 3. 2aftar $bat . (ampu melaksanakan fungsi penga'asan dan pengaturan obat" perbekalan kesehatan" dan makanan secara nasional 2alam melaksanakan fungsi penga'asan dan pengaturan obat" perbekalan kesehatan" dan makanan secara nasional maka Badan &$( menerapkan suatu sistem penga'asan obat dan makanan <#I#&$(=.7 2. (ampu melaksanakan fungsi sebagai badan resmi untuk hubungan internasional Badan &$( merupakan instansi pemerintah yang memiliki 'e'enang dalam penga'asan obat dalam upaya kesehatan.N= adalah daftar yang berisi obatobatan yang paling banyak dibutuhkan dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan masyarakat yang meliputi diagnosis" terapi" dan rehabilitasi.sensial Nasional <2$. #alah satu contoh kerjasama internasional yang dilakukan oleh Badan &$( . (ampu mengelola obat secara nasional &engelolaan obat secara nasional meliputi hal-hal sebagai berikut" yaitu pemilihan obat esensial nasional" persyaratan obat" dan distribusi obat" termasuk pengumpulan data untuk kebutuhan nasional maupun internasional.

2engan demikian regulasi kosmetika se-A#. 7. #edangkan i9in edar adalah bentuk persetujuan registrasi obat untuk dapat diedarkan di 'ilayah Indonesia. @egistrasi dilakukan terhadap obat jadi baru" obat jadi sejenis <obat tiruan=" obat produksi dalam negeri" obat kontrak" obat lisensi" dan obat impor.AN menjadi suatu standar" yaitu harus memenuhi persyaratan dalam ?ara &embuatan 3osmetika yang Baik <?&3B=. (ampu melaksanakan fungsi administrasi obat #alah satu administrasi obat adalah tata cara pendaftaran <registrasi= obat.8 adalah ikut serta dalam /armonisasi A#. @egistrasi adalah prosedur pendaftaran dan e%aluasi obat untuk mendapat i9in edar.AN di bidang kosmetika yang berlaku sejak >anuari 2++-. .