Anda di halaman 1dari 32

LAPORAN AKHIR PRAKTIKUM FISIKA EKSPERIMEN IIB

Aditya Satriady (140310110047)


Jurusan Fisika, FMIPA Universitas Padjadjaran
Selasa, 8 April 2014
ABSTRAK
Setiap benda memancarkan radiasi panas dalam bentuk gelombang
elektromagnetik dimana benda tersebut memancarkan radiasi panas saat suhunya
tinggi. Jika benda dipanaskan, maka suhu benda akan meningkat dan terlihat
cahaya berwarna-warni pada permukaannya. Terlihatnya cahaya berwarna-warni
tersebut menunjukkan bahwa terjadi radiasi elektromagnetik.
Benda hitarn atau black body dalam Fisika berarti adalah benda yang dapat
menyerap semua radiasi elektrornagnetik yang datang ke benda hitam tersebut
sehingga tidak ada radiasi yang terpancar atau dipantulkan. Menurut fisika klasik.
walaupun secara teori benda hitam menyerap semua radiasi, namun juga harus
memancarkan seluruh panjang gelombang energi yang mungkin karena hanya dari
sinilah energi benda tersebut dapat diukur.
Pada percobaan ini kita akan mencari nilai konstanta Stefan-Boltzmann
dan emisivitas benda hitam dengan mengukur daya yang dihasilkan oleh benda
hitam tersebut terhadap kenaikan dan penurunan suhu. Daya akan didapatkan dari
besar tegangan yang dihasilkan menggunakan faktor konversi antara daya dan
tegangan sehingga setelah itu dapat dicari nilai konstanta Stefan-Boltzmann.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang


Setiap benda memancarkan radiasi panas dalam bentuk gelombang
elektromagnetik dimana benda tersebut memancarkan radiasi panas saat
suhunya tinggi. Begitu suhunya ditingkatkan, intensitas relatif dari spektrum
cahaya yang dipancarkannya berubah, menyebabkan pergeseran dalam
warna-warna spektrum yang diamati. Benda yang dapat menyerap semua
radiasi yang datang padanya (tidak ada radiasi yang dipantulkan keluar dari
benda) disebut benda hitam. Benda hitam juga harus dapat memancarkan
seluruh panjang gelombang energi yang mungkin karena dari sinilah energi
benda hitam dapat diukur.

1.2. Rumusan Masalah


1. Menghitung konstanta Stefan Boltzmann
2. Pengaruh tegangan terhadap kenaikan temperatur
3. Pengaruh jarak oven dan termokopel mall terhadap tegangan
4. Pengaruh luas pinhall terhadap tergangan

1.3. Tujuan
1. Memahami teori radiasi benda hitam
2. Menentukan konstanta Stefan Boltzmann
3. Menentukan emisivitas suatu benda

BAB II
TEORI DASAR
2.1. Radiasi Benda Hitam
Jika benda dipanaskan, maka suhu benda akan meningkat dan terlihat
cahaya berwarna-warni pada permukaannya. Terlihatnya cahaya berwarna-warni
tersebut menunjukkan bahwa terjadi radiasi elektromagnetik. Ketika itu,
fenomena tersebut dikaji dalam bahasan termodinamika dan elektromagnetik
(fisika klasik). Dalam keadaan setimbang maka benda akan memancarkan cahaya
yang tersebar secara merata dalam bentuk spektrum frekuensi atau panjang
gelombang.[1]
Para Ilmuwan berusaha mengaitkan besaran intensitas daya radiasi yang
terpancar dari benda hitam seiring perubahan panjang gelombang dan perubahan
waktu. Untuk dapat menghitung emisi atau pancaran energi benda yang kita
panaskan tersebut dibutuhkan benda yang dapat menyerap semua energi emisi
tersebut. Dari sinilah muncul konsep benda hitam. Benda hitam tidak harus selalu
berwarna hitam.
Secara praktis kita dapat membuat benda menyerupai benda hitam dengan
membuat kotak yang mempunyai lubang kecil agar radiasi hanya memasuki
lubang kecil akan terpantul-pantul di antara dinding sehingga tidak ada
kemungkinan radiasi (berupa cahaya) untuk keluar dari kotak (atau sebagai
penyerap sempurna) melewati lubang tersebut.
Dengan demikian. dapat kita katakan bahwa benda hitarn atau black body
dalam Fisika berarti adalah benda yang dapat menyerap semua radiasi
elektrornagnetik yang datang ke benda hitam tersebut sehingga tidak ada radiasi
yang terpancar atau dipantulkan. Istilah benda hitam diperkenalkan oleh Gustav
Robert Kirchoif tahun 1862 ketika mengamati adanya cahaya yang terpancar dari
benda berwarna hitam.

Gambar 2.1. Contoh alat percobaan radiasi benda hitam[2]

Menurut fisika klasik. walaupun secara teori benda hitam menyerap semua
radiasi, namun juga harus memancarkan seluruh panjang gelombang energi yang
mungkin karena hanya dari sinilah energi benda tersebut dapat diukur. Dari
hukum II Termodinamika, Kirchoff menunjukkan besar radiasi benda hitam
sebagai radiasi termal dari benda yang tidak bersuhu nol kelvin akan
memancarkan energi dalam bentuk gelombang elektromagnet. Ia menyatakan
bahwa emisivitas pada suatu benda sama dengan absorbsivitasnya.
Absorbsivtas permukaan adalah perbandingan antara cahaya yang diserap
dan cahaya yang datang pada permukaan itu. Radiasi termal adalah radiasi
elektromagnet yang dipancarkan oleh sebuah benda sebagal akibat suhu benda itu
sendiri. Contoh radiasi termal adalah ketika kita menggunakan pemanas listrik,
pemanas listrik akan memancarkan sinar Inframerah. Radiasi termal terjadi ketika
panas yang dihasilkan oleh gerak partikel bermuatan listrlk di dalam atom diubah
menjadi gelombang elektromagnetik.
Walaupun suhu benda sama, benda akan tetap memancarkan gelombang
elektromagnetik dengan berbagai macam gelombang. Memang ada yang disebut
gelombang utama. Misalnya. benda-benda yang berwarna merah memancarkan
gelombang cahaya yang tampak merah. Jika suhunya dinaikkan, cahaya yang
dipancarkan akan bergeser ke arah warna biru.

Gambar 2.2. Simulasi radiasi termal[3]

Total radiasi meningkat secara tajam daripada peningkatan suhu benda. Secara
matematis, besar radiasi yang memancar dari sebuah benda sebanding dengan
pangkat empat dari suhunya. Pernyataan ini dapat kita jelaskan dengan
penggunaan persamaan Stefan-Boltzmann yang berguna untuk menghitung total
radiasi benda secara umum.
Secara matematis. persamaan Stefan-Boltzmann dituliskan sebagai
berikut:
..... (1)

Untuk pancaran radiasi termal benda hitam, nilai emisivitasnya sama dengan 1.
Dengan E adalah daya radiasi rata-rata (watt), Q/t adalah laju energi kalor radiasi
(watt), r adalah konstanta Stefan-Boltzmnann dengan nilai 5.67x10-8W/m2. K4, A
adalah luas permukaan (m2), T adalah suhu mutlak (K). dan e adalah emisivitas
benda dari nilal 0 sampal 1.

2.2. Teori Spektrum Radiasi Benda Hitam


Benda hitam merupakan sistem ideal yang menyerap seluruh radiasi yang datang
padanva. Benda hitam juga memancarkan radiasi termal karena suhunya.
Berdasarkan hukum Stefan-Boltzmnann, besar intensitas radiasi termnal benda
hitam sebanding dengan pangkat empat suhu mutlaknya. Dengan nilai emisivitas

e = 1, dapat disimpulkan bahwa benda hitam juga merupakan pemancar radiasi


yang sempurna. Jika suhu benda dinaikkan, nilai intensitas maksimum radiasinya
bergeser ke gelombang yang lebih pendek (sama artinya dengan menuju frekuensi
yang lebih tinggi). Hal ini dapat diamati pada perilaku batang besi yang terus
dipanaskan hingga suhu yang sangat tinggi. Awalnya batang besi berwarna
kemerahan. Oleh karena suhunya terus naik warnanya berubah menjadi kuning
kemerahan dan akhirnya memijar. Panjang gelombang cahaya merah lebih besar
daripada panjang gelombang cahaya kuning, artinya frekuensi gelombang cahaya
merah lebih rendah daripada frekuensi gelombang cahaya kuning.
Warna benda bergantung pada panjang gelombang yang dipancarkan.
Pada spektrum cahaya tampak cahaya merah mempunyai frekuensi terendah
sedangkan cahaya ungu (violet) mempunyai frekuensi tertinggi

Gambar 2.3. Panjang gelombang dan frekuensi gelombang elektromagnetik[4]

Perubahan warna pada benda menunjukkan perubahan intensitas radiasi benda.


Jika suhu benda berubah maka intensitas benda akan berubah atau terjadi

pergeseran. Pergeseran ini dapat digunakan untuk memperkirakan suhu suatu


benda. Untuk lebih jelas melihat pergeseran intensitas radiasi benda (disebut
pergeseran Wien) terhadap panjang gelombang benda dapat dilihat pada grafik
dibawah

Gambar 2.4. Grafik pengaruh temperatur terhadap panjang gelombang dan


intensitas[5]

Gambar 2.4 menunjukkan grafik intensitas radiasi benda hitam untuk suhu yang
berbeda. Terlihat bahwa apabila suhu benda hitam meningkat, panjang gelombang
untuk intensitas maksimum bergeser ke nilai panjang gelombang yang lebih
pendek. Berdasarkan percobaan yang dilakukan oleh Wien diperoleh persamaan
...... (2)
dengan max adalah panjang gelombang untuk intensitas makslmum (nm), T
adalah suhu mutlak untuk benda hitam (K), dan C adalah tetapan pergeseran Wien
(2.898 x l0-3 m.K).
Ada dua teori klasik yang mencoba menjelaskan spektrum radiasi benda
hitam, yaitu teori Wien dan teori Rayleigh-Jeans. Teori Wien menyatakan
hubungan antara intensitas radiasi dengan panjang gelombang menggunakan

analogi antara radiasi dalam ruangan dan distribusi kelajuan molekul gas. Namun
teori Wien gagal menjelaskan panjang gelombang yang panjang.
Berbeda dengan Wien, teori Rayleigh-Jeans menyatakan gubungan antara
intensitas dan panjang gelombang radiasi dengan menggunakan penurunan dari
teori klasik murni. Namun ternyata, teori ini hanya berhasil menjelaskan radiasi
benda hitam untuk panjang gelombang yang panjang. Untuk panjang gelombang
yang pendek teori ini tidak dapat dipakai.
Kegagalan ini menggugah Max Planck untuk melakukan penyelidikan
spektrum radiasi benda hitam. Ia menyatakan bahwa cahaya dapat dianggap
sebagai partikel yang terdiri atas paket-paket energi yang disebut sebagai kuanta
atau foton. Teori ini lantas terbukti dengan adanya fenomena efek fotolistrik dan
efek compton yang hanya mampu dijelaskan jika cahaya dianggap sebagai
partikel. Max Planck menggunakan dasar teoritis untuk memperkuat rumus
empirisnya dengan membuat beberapa asumsi sebagai berikut:
- Energi radiasi yang dipancarkan oleh getaran melekul-molekul benda bersifat
diskrit, yang besarnya E = n . h . f. n adalah bilangan kuantum (n = 1, 2, 3, )
dan f adalah frekuensi getaran molekul, sedangkan h adalah konstanta Planck.
- Molekul-molekul menyerap atau memancarkan energi radiasi dalam paket
diskrit yang disebut kuantum dan foton. Energi radiasi terkuantitasi, dimana
energi satu foton sama dengan konstanta Planck dikalikan frekuensi getaran
molekulnya (h x f)

BAB III
METODOLOGI PERCOBAAN
3.1. Alat Alat Percobaan
1. Bangku optik (bangku penghubung), berfungsi sebagai dudukan statif
2. Termokopel Mall, berfungsi sebagai sensor suhu yang dapat mengubah
perbedaan suhu pada benda menjadi beda potensial
3. Mikrovoltmeter, berfungsi sebagai pengukur tegangan
4. Tabung oven, berfungsi sebagai alat pemanas
5. Probe suhu (temperatur), berfungsi sebagai pengukur temperatur
6. Alat ukur suhu digital, berfungsi sebagai alat untuk menampilkan suhu
7. Statif besar, berfungsi sebagai tiang untuk menempatkan alat percobaan
8. Multiclamp 4 buah, berfungsi sebagai penahan alat percobaan
9. Kabel penghubung (kuning) 2 buah @1 meter, berfungsi sebagai kabel
penghubung alat percobaan
10. Clamp (jepitan) bunsen, berfungsi sebagai penahan bunsen
11. Diafragma pinhall, berfungsi sebagai objek yang akan diukur
3.2. Prosedur Percobaan
1.

Alat-alat seperti pada gambar disusun, dan terlebih dahulu diperiksakan


susunan alat-alat pada asisten sebelum disambungkan pada sumber
tegangan (PLN 220 Volt).

2.

Suhu ruangan tempat percobaan dan luas pinhall diukur.

3.

Mikrovoltmeter dikalibrasi.

4.

Tegangan pada mikrovoltmeter dicatat sebagai tegangan awal. Alat


pemanas benda hitam dipanaskan selama 5 menit, diusahakan agar
panasnya stabil. Suhu dan tegangan setelah 5 menit tersebut diukur.

5.

Proses pemanasan dilanjutkan untuk setiap kenaikan suhu tertentu,


kenaikan tegangan yang ditunjukkan mikrovoltmeter dicatat sehingga
suhu benda hitam mencapai 400C.

6.

Percobaan di atas dilakukan untuk jarak oven dan termokopel mall yang
berbeda.

7.

Dilakukan pula pengukuran dengan beberapa luas pinhall yang berbeda.

Gambar 3.1. Susunan peralatan perrcobaan Stefan-Boltzmann[6]

BAB IV
PEMBAHASAN

4.1. Data Percobaan


- Luas pinhall = 0.000314 m2
-

Suhu ruang (T0) = 300 K

A. Penaikan Suhu
T (K)
326
329
332
335
338
341
344
347
350
353
356
359
362
365
368
371
374
377
380
383
386
389
392
395
398
401
404
407
410

V (V)
0
0
0
0.000002
0.000002
0.000001
0.000001
0
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000002
0.000003
0.000003
0.000003
0.000003
0.000004
0.000004
0.000004
0.000004
0.000004
0.000005
0.000005
0.000006
0.000007
0.000008

413
416
419
422
425
428
431
434
437
440
443
446
449
452
455
458
461
464
467
470
473
476
479
482
485
488
491
494
497
500

0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000009
0.000009
0.000009
0.00001
0.000011
0.000011
0.000012
0.000012
0.000012
0.000013
0.000014
0.000015
0.000016
0.000016
0.000017
0.000018
0.000018
0.000019
0.00002
0.00002
0.000021
0.000022
0.000023

503
506
509
512
515
518
521
524
527
530
533
536
539
542
545
548
551
554
557
560
563
566
569
572
575

0.000024
0.000025
0.000026
0.000027
0.000028
0.000029
0.00003
0.000031
0.000032
0.000033
0.000034
0.000035
0.000037
0.000039
0.000041
0.000042
0.000044
0.000045
0.000047
0.000049
0.00005
0.000052
0.000054
0.000056
0.000058

B. Penurunan Suhu
T (K)
V (V)
575 0.000059
572 0.000059
569 0.000059
566 0.000059
563 0.000059
560 0.000059
557 0.000059
554 0.000059
551 0.000059
548 0.000059
545
0.00006
542
0.00006
539
0.00006
536 0.000059
533 0.000059
530 0.000059
527 0.000057
524 0.000056
521 0.000055
518 0.000052
515
0.00005
512 0.000049
509 0.000048
506 0.000047
503 0.000046
500 0.000044
497 0.000043
494 0.000042
491 0.000041
488
0.00004
485 0.000039
482 0.000038
479 0.000036
476 0.000035
473 0.000034
470 0.000033
467 0.000031

464
461
458
455
452
449
446
443
440
437
434
431
428
425
422
419
416
413
410
407
404
401
398
395
392
389
386
383
380
377
374
371
368
365
362
359
356
353

0.00003
0.000028
0.000027
0.000027
0.000026
0.000024
0.000024
0.000022
0.000022
0.000021
0.00002
0.000019
0.000019
0.000017
0.000016
0.000016
0.000015
0.000015
0.000014
0.000014
0.000013
0.000012
0.000012
0.000011
0.00001
0.00001
0.00001
0.000009
0.000008
0.000007
0.000007
0.000006
0.000006
0.000005
0.000005
0.000005
0.000005
0.000005

350
347
344
341
338
335
332
329
326

0.000004
0.000004
0.000003
0.000003
0.000003
0.000002
0.000002
0.000002
0.000002

4.2. Pengolahan Data Percobaan


4.2.1. Mengonversikan tegangan yang ditunjukkan mikrovoltmeter ke dalam
daya.
Dengan faktor konversi
k=
Maka

P=k.V
=

. 0.000002

= 1.724 x 10-6 Watt


Dengan perhitungan yang sama akan diperoleh
A. Penaikan Suhu
T (K)
326
329
332
335
338
341
344
347
350
353
356
359
362
365
368
371
374
377
380
383
386
389
392
395

V (V)
0
0
0
0.000002
0.000002
0.000001
0.000001
0
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000002
0.000003
0.000003
0.000003
0.000003
0.000004
0.000004
0.000004
0.000004
0.000004

P (Watt)
0
0
0
1.724E-06
1.724E-06
8.621E-07
8.621E-07
0
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
1.724E-06
2.586E-06
2.586E-06
2.586E-06
2.586E-06
3.448E-06
3.448E-06
3.448E-06
3.448E-06
3.448E-06

398
401
404
407
410
413
416
419
422
425
428
431
434
437
440
443
446
449
452
455
458
461
464
467
470

0.000005
0.000005
0.000006
0.000007
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000009
0.000009
0.000009
0.00001
0.000011
0.000011
0.000012
0.000012
0.000012
0.000013
0.000014
0.000015
0.000016

4.31E-06
4.31E-06
5.172E-06
6.034E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
7.759E-06
7.759E-06
7.759E-06
8.621E-06
9.483E-06
9.483E-06
1.034E-05
1.034E-05
1.034E-05
1.121E-05
1.207E-05
1.293E-05
1.379E-05

473
476
479
482
485
488
491
494
497
500
503
506
509
512
515
518
521
524
527
530
533
536
539
542
545
548
551
554
557
560
563
566
569
572
575

0.000016
0.000017
0.000018
0.000018
0.000019
0.00002
0.00002
0.000021
0.000022
0.000023
0.000024
0.000025
0.000026
0.000027
0.000028
0.000029
0.00003
0.000031
0.000032
0.000033
0.000034
0.000035
0.000037
0.000039
0.000041
0.000042
0.000044
0.000045
0.000047
0.000049
0.00005
0.000052
0.000054
0.000056
0.000058

1.379E-05
1.466E-05
1.552E-05
1.552E-05
1.638E-05
1.724E-05
1.724E-05
1.81E-05
1.897E-05
1.983E-05
2.069E-05
2.155E-05
2.241E-05
2.328E-05
2.414E-05
0.000025
2.586E-05
2.672E-05
2.759E-05
2.845E-05
2.931E-05
3.017E-05
3.19E-05
3.362E-05
3.534E-05
3.621E-05
3.793E-05
3.879E-05
4.052E-05
4.224E-05
4.31E-05
4.483E-05
4.655E-05
4.828E-05
0.00005

B. Penurunan Suhu
T (K)
V (V)
575 0.000059
572 0.000059
569 0.000059
566 0.000059
563 0.000059
560 0.000059
557 0.000059
554 0.000059
551 0.000059
548 0.000059
545
0.00006
542
0.00006
539
0.00006
536 0.000059
533 0.000059
530 0.000059
527 0.000057
524 0.000056
521 0.000055
518 0.000052
515
0.00005
512 0.000049
509 0.000048
506 0.000047
503 0.000046
500 0.000044
497 0.000043
494 0.000042
491 0.000041
488
0.00004
485 0.000039
482 0.000038
479 0.000036
476 0.000035
473 0.000034
470 0.000033

P (Watt)
5.08621E-05
5.08621E-05
5.08621E-05
5.08621E-05
5.08621E-05
5.08621E-05
5.08621E-05
5.08621E-05
5.08621E-05
5.08621E-05
5.17241E-05
5.17241E-05
5.17241E-05
5.08621E-05
5.08621E-05
5.08621E-05
4.91379E-05
4.82759E-05
4.74138E-05
4.48276E-05
4.31034E-05
4.22414E-05
4.13793E-05
4.05172E-05
3.96552E-05
3.7931E-05
3.7069E-05
3.62069E-05
3.53448E-05
3.44828E-05
3.36207E-05
3.27586E-05
3.10345E-05
3.01724E-05
2.93103E-05
2.84483E-05

467
464
461
458
455
452
449
446
443
440
437
434
431
428
425
422
419
416
413
410
407
404
401
398
395
392
389
386
383
380
377

0.000031
0.00003
0.000028
0.000027
0.000027
0.000026
0.000024
0.000024
0.000022
0.000022
0.000021
0.00002
0.000019
0.000019
0.000017
0.000016
0.000016
0.000015
0.000015
0.000014
0.000014
0.000013
0.000012
0.000012
0.000011
0.00001
0.00001
0.00001
0.000009
0.000008
0.000007

2.67241E-05
2.58621E-05
2.41379E-05
2.32759E-05
2.32759E-05
2.24138E-05
2.06897E-05
2.06897E-05
1.89655E-05
1.89655E-05
1.81034E-05
1.72414E-05
1.63793E-05
1.63793E-05
1.46552E-05
1.37931E-05
1.37931E-05
1.2931E-05
1.2931E-05
1.2069E-05
1.2069E-05
1.12069E-05
1.03448E-05
1.03448E-05
9.48276E-06
8.62069E-06
8.62069E-06
8.62069E-06
7.75862E-06
6.89655E-06
6.03448E-06

374
371
368
365
362
359
356
353
350
347
344
341
338
335
332
329
326

4.2.2. Menghitung Konstanta Stefan-Boltzmann


Dengan menggunakan rumus:
E = T4 atau =
dimana = konstanta Stefan-Boltzmann
E = daya per satuan Luas (watt/m2)

0.000007
0.000006
0.000006
0.000005
0.000005
0.000005
0.000005
0.000005
0.000004
0.000004
0.000003
0.000003
0.000003
0.000002
0.000002
0.000002
0.000002

6.03448E-06
5.17241E-06
5.17241E-06
4.31034E-06
4.31034E-06
4.31034E-06
4.31034E-06
4.31034E-06
3.44828E-06
3.44828E-06
2.58621E-06
2.58621E-06
2.58621E-06
1.72414E-06
1.72414E-06
1.72414E-06
1.72414E-06

T4 = pangkat empat dari suhu benda hitam

Untuk mencari nilai E terlebih dahulu, menggunakan rumus:


E=
dengan P = daya (watt)
A = luas penampang pinhall = 0.000314 m2
Maka
= 0.005491 watt/m2

E=

Setelah didapat nilai E maka kita bisa mencari nilai Konstanta StefanBoltzmann
=

= 4.359 x 10-13 watt/m2K4

Dengan cara yang sama, diperoleh:


A. Penaikan Suhu
T (K)
326
329
332
335
338
341
344
347
350
353
356
359
362
365
368
371
374
377

V (V)
0
0
0
0.000002
0.000002
0.000001
0.000001
0
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000002
0.000003
0.000003
0.000003

P (Watt)
0
0
0
1.724E-06
1.724E-06
8.621E-07
8.621E-07
0
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
1.724E-06
2.586E-06
2.586E-06
2.586E-06

E (watt/m2) (watt/m2K4)
0
0
0
0
0
0
0.00549
4.3598E-13
0.00549
4.207E-13
0.00275
2.0305E-13
0.00275
1.9606E-13
0
0
0.00275
1.8295E-13
0.00275
1.7681E-13
0.00275
1.7093E-13
0.00275
1.6529E-13
0.00275
1.5987E-13
0.00275
1.5468E-13
0.00549
2.994E-13
0.00824
4.3475E-13
0.00824
4.2097E-13
0.00824
4.0773E-13

380
383
386
389
392
395
398
401
404
407
410
413
416
419
422
425
428
431
434
437
440
443
446
449
452
455
458
461
464
467
470
473
476
479
482
485
488
491
494

0.000003
0.000004
0.000004
0.000004
0.000004
0.000004
0.000005
0.000005
0.000006
0.000007
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000009
0.000009
0.000009
0.00001
0.000011
0.000011
0.000012
0.000012
0.000012
0.000013
0.000014
0.000015
0.000016
0.000016
0.000017
0.000018
0.000018
0.000019
0.00002
0.00002
0.000021

2.586E-06
3.448E-06
3.448E-06
3.448E-06
3.448E-06
3.448E-06
4.31E-06
4.31E-06
5.172E-06
6.034E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
7.759E-06
7.759E-06
7.759E-06
8.621E-06
9.483E-06
9.483E-06
1.034E-05
1.034E-05
1.034E-05
1.121E-05
1.207E-05
1.293E-05
1.379E-05
1.379E-05
1.466E-05
1.552E-05
1.552E-05
1.638E-05
1.724E-05
1.724E-05
1.81E-05

0.00824
0.01098
0.01098
0.01098
0.01098
0.01098
0.01373
0.01373
0.01647
0.01922
0.02196
0.02196
0.02196
0.02196
0.02196
0.02196
0.02196
0.02196
0.02471
0.02471
0.02471
0.02745
0.0302
0.0302
0.03295
0.03295
0.03295
0.03569
0.03844
0.04118
0.04393
0.04393
0.04667
0.04942
0.04942
0.05216
0.05491
0.05491
0.05765

3.95E-13
5.1036E-13
4.9468E-13
4.7959E-13
4.6508E-13
4.5111E-13
5.4708E-13
5.3089E-13
6.1836E-13
7.0038E-13
7.7726E-13
7.5492E-13
7.3338E-13
7.126E-13
6.9255E-13
6.732E-13
6.5453E-13
6.3649E-13
6.9646E-13
6.7753E-13
6.5924E-13
7.1285E-13
7.6325E-13
7.4305E-13
7.893E-13
7.6868E-13
7.4874E-13
7.9023E-13
8.2922E-13
8.6584E-13
9.002E-13
8.7758E-13
9.0915E-13
9.3873E-13
9.1558E-13
9.4276E-13
9.682E-13
9.4475E-13
9.6811E-13

497
500
503
506
509
512
515
518
521
524
527
530
533
536
539
542
545
548
551
554
557
560
563
566
569
572
575

0.000022
0.000023
0.000024
0.000025
0.000026
0.000027
0.000028
0.000029
0.00003
0.000031
0.000032
0.000033
0.000034
0.000035
0.000037
0.000039
0.000041
0.000042
0.000044
0.000045
0.000047
0.000049
0.00005
0.000052
0.000054
0.000056
0.000058

1.897E-05
1.983E-05
2.069E-05
2.155E-05
2.241E-05
2.328E-05
2.414E-05
0.000025
2.586E-05
2.672E-05
2.759E-05
2.845E-05
2.931E-05
3.017E-05
3.19E-05
3.362E-05
3.534E-05
3.621E-05
3.793E-05
3.879E-05
4.052E-05
4.224E-05
4.31E-05
4.483E-05
4.655E-05
4.828E-05
0.00005

0.0604
0.06315
0.06589
0.06864
0.07138
0.07413
0.07687
0.07962
0.08236
0.08511
0.08785
0.0906
0.09335
0.09609
0.10158
0.10707
0.11256
0.11531
0.1208
0.12354
0.12904
0.13453
0.13727
0.14276
0.14825
0.15374
0.15924

9.8994E-13
1.0103E-12
1.0293E-12
1.047E-12
1.0634E-12
1.0787E-12
1.0928E-12
1.1058E-12
1.1178E-12
1.1289E-12
1.139E-12
1.1482E-12
1.1566E-12
1.1642E-12
1.2035E-12
1.2407E-12
1.2759E-12
1.2786E-12
1.3106E-12
1.3116E-12
1.3406E-12
1.3679E-12
1.3663E-12
1.3911E-12
1.4144E-12
1.4362E-12
1.4567E-12

Konstanta Stefan-Boltzmann rata-rata = 7.70621x10-13 watt/m2K4


KSR = |
=|
= 99.99 %

| x 100%
| x 100%

B. Penurunan Suhu
T (K)
V (V)
575 0.000059
572 0.000059
569 0.000059
566 0.000059
563 0.000059
560 0.000059
557 0.000059
554 0.000059
551 0.000059
548 0.000059
545
0.00006
542
0.00006
539
0.00006
536 0.000059
533 0.000059
530 0.000059
527 0.000057
524 0.000056
521 0.000055
518 0.000052
515
0.00005
512 0.000049
509 0.000048
506 0.000047
503 0.000046
500 0.000044
497 0.000043
494 0.000042
491 0.000041
488
0.00004
485 0.000039
482 0.000038
479 0.000036
476 0.000035
473 0.000034
470 0.000033
467 0.000031

P (Watt)
E (watt/m2) (watt/m2K4)
5.08621E-05
0.16198
1.48181E-12
5.08621E-05
0.16198
1.51314E-12
5.08621E-05
0.16198
1.54531E-12
5.08621E-05
0.16198
1.57833E-12
5.08621E-05
0.16198
1.61224E-12
5.08621E-05
0.16198
1.64707E-12
5.08621E-05
0.16198
1.68284E-12
5.08621E-05
0.16198
1.71959E-12
5.08621E-05
0.16198
1.75735E-12
5.08621E-05
0.16198
1.79615E-12
5.17241E-05
0.16473
1.86714E-12
5.17241E-05
0.16473
1.90883E-12
5.17241E-05
0.16473
1.95168E-12
5.08621E-05
0.16198
1.96248E-12
5.08621E-05
0.16198
2.00704E-12
5.08621E-05
0.16198
2.05287E-12
4.91379E-05
0.15649
2.02883E-12
4.82759E-05
0.15374
2.03927E-12
4.74138E-05
0.151
2.04939E-12
4.48276E-05
0.14276
1.98288E-12
4.31034E-05
0.13727
1.95143E-12
4.22414E-05
0.13453
1.95762E-12
4.13793E-05
0.13178
1.96328E-12
4.05172E-05
0.12904
1.96838E-12
3.96552E-05
0.12629
1.97287E-12
3.7931E-05
0.1208
1.93279E-12
3.7069E-05
0.11805
1.93489E-12
3.62069E-05
0.11531
1.93622E-12
3.53448E-05
0.11256
1.93674E-12
3.44828E-05
0.10982
1.93639E-12
3.36207E-05
0.10707
1.93513E-12
3.27586E-05
0.10433
1.93289E-12
3.10345E-05
0.09884
1.87747E-12
3.01724E-05
0.09609
1.87177E-12
2.93103E-05
0.09335
1.86486E-12
2.84483E-05
0.0906
1.85667E-12
2.67241E-05
0.08511
1.7894E-12

464
461
458
455
452
449
446
443
440
437
434
431
428
425
422
419
416
413
410
407
404
401
398
395
392
389
386
383
380
377
374
371
368
365
362
359
356
353
350

0.00003
0.000028
0.000027
0.000027
0.000026
0.000024
0.000024
0.000022
0.000022
0.000021
0.00002
0.000019
0.000019
0.000017
0.000016
0.000016
0.000015
0.000015
0.000014
0.000014
0.000013
0.000012
0.000012
0.000011
0.00001
0.00001
0.00001
0.000009
0.000008
0.000007
0.000007
0.000006
0.000006
0.000005
0.000005
0.000005
0.000005
0.000005
0.000004

2.58621E-05
2.41379E-05
2.32759E-05
2.32759E-05
2.24138E-05
2.06897E-05
2.06897E-05
1.89655E-05
1.89655E-05
1.81034E-05
1.72414E-05
1.63793E-05
1.63793E-05
1.46552E-05
1.37931E-05
1.37931E-05
1.2931E-05
1.2931E-05
1.2069E-05
1.2069E-05
1.12069E-05
1.03448E-05
1.03448E-05
9.48276E-06
8.62069E-06
8.62069E-06
8.62069E-06
7.75862E-06
6.89655E-06
6.03448E-06
6.03448E-06
5.17241E-06
5.17241E-06
4.31034E-06
4.31034E-06
4.31034E-06
4.31034E-06
4.31034E-06
3.44828E-06

0.08236
0.07687
0.07413
0.07413
0.07138
0.06589
0.06589
0.0604
0.0604
0.05765
0.05491
0.05216
0.05216
0.04667
0.04393
0.04393
0.04118
0.04118
0.03844
0.03844
0.03569
0.03295
0.03295
0.0302
0.02745
0.02745
0.02745
0.02471
0.02196
0.01922
0.01922
0.01647
0.01647
0.01373
0.01373
0.01373
0.01373
0.01373
0.01098

1.77689E-12
1.70203E-12
1.68467E-12
1.72954E-12
1.71014E-12
1.62121E-12
1.66527E-12
1.56827E-12
1.61148E-12
1.58091E-12
1.54769E-12
1.51167E-12
1.5545E-12
1.43056E-12
1.3851E-12
1.4252E-12
1.37509E-12
1.41548E-12
1.36021E-12
1.40076E-12
1.33977E-12
1.27414E-12
1.31299E-12
1.24056E-12
1.1627E-12
1.19899E-12
1.2367E-12
1.14831E-12
1.05334E-12
9.5136E-13
9.82254E-13
8.69497E-13
8.98199E-13
7.73412E-13
7.9937E-13
8.26427E-13
8.54638E-13
8.84064E-13
7.31813E-13

347
344
341
338
335
332
329
326

0.000004
0.000003
0.000003
0.000003
0.000002
0.000002
0.000002
0.000002

3.44828E-06
2.58621E-06
2.58621E-06
2.58621E-06
1.72414E-06
1.72414E-06
1.72414E-06
1.72414E-06

0.01098
0.00824
0.00824
0.00824
0.00549
0.00549
0.00549
0.00549

7.57451E-13
5.88166E-13
6.09139E-13
6.31054E-13
4.35977E-13
4.5195E-13
4.68661E-13
4.86152E-13

Konstanta Stefan-Boltzmann rata-rata = 1.47413x10-12 watt/m2K4


KSR = |

| x 100%

=|

| x 100%

= 99.99 %

4.2.3. Mencari Emisivitas Benda Hitam


Dengan menggunakan rumus
E = e (T4 T04)
e=

dimana e = emisivitas benda hitam


= Konstanta Stefan-Boltzmann (5.67 x 10-8 watt/m2K4)
T4 = pangkat empat dari suhu benda hitam
T04 = pangkat empat dari suhu ruangan (300 K)
Maka
e=

=1

Dengan perhitungan yang sama akan diperoleh


A. Penaikan Suhu
T (K)
V (V)
P (Watt)
E (watt/m2) e
326
0
0
0
0
329
0
0
0
0
332
0
0
0
0
335 0.000002 1.724E-06
0.00549 2.15E-05
338 0.000002 1.724E-06
0.00549 1.96E-05

341
344
347
350
353
356
359
362
365
368
371
374
377
380
383
386
389
392
395
398
401
404
407
410
413
416
419
422
425
428
431
434
437
440
443
446
449
452
455

0.000001
0.000001
0
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000001
0.000002
0.000003
0.000003
0.000003
0.000003
0.000004
0.000004
0.000004
0.000004
0.000004
0.000005
0.000005
0.000006
0.000007
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000008
0.000009
0.000009
0.000009
0.00001
0.000011
0.000011
0.000012
0.000012

8.621E-07
8.621E-07
0
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
8.621E-07
1.724E-06
2.586E-06
2.586E-06
2.586E-06
2.586E-06
3.448E-06
3.448E-06
3.448E-06
3.448E-06
3.448E-06
4.31E-06
4.31E-06
5.172E-06
6.034E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
6.897E-06
7.759E-06
7.759E-06
7.759E-06
8.621E-06
9.483E-06
9.483E-06
1.034E-05
1.034E-05

0.00275
0.00275
0
0.00275
0.00275
0.00275
0.00275
0.00275
0.00275
0.00549
0.00824
0.00824
0.00824
0.00824
0.01098
0.01098
0.01098
0.01098
0.01098
0.01373
0.01373
0.01647
0.01922
0.02196
0.02196
0.02196
0.02196
0.02196
0.02196
0.02196
0.02196
0.02471
0.02471
0.02471
0.02745
0.0302
0.0302
0.03295
0.03295

8.93E-06
8.2E-06
0
7.01E-06
6.52E-06
6.08E-06
5.69E-06
5.34E-06
5.02E-06
9.46E-06
1.34E-05
1.27E-05
1.2E-05
1.14E-05
1.44E-05
1.37E-05
1.31E-05
1.25E-05
1.19E-05
1.42E-05
1.36E-05
1.57E-05
1.75E-05
1.92E-05
1.85E-05
1.77E-05
1.7E-05
1.64E-05
1.58E-05
1.52E-05
1.47E-05
1.59E-05
1.54E-05
1.48E-05
1.59E-05
1.69E-05
1.64E-05
1.73E-05
1.67E-05

458
461
464
467
470
473
476
479
482
485
488
491
494
497
500
503
506
509
512
515
518
521
524
527
530
533
536
539
542
545
548
551
554
557
560
563
566
569
572

0.000012
0.000013
0.000014
0.000015
0.000016
0.000016
0.000017
0.000018
0.000018
0.000019
0.00002
0.00002
0.000021
0.000022
0.000023
0.000024
0.000025
0.000026
0.000027
0.000028
0.000029
0.00003
0.000031
0.000032
0.000033
0.000034
0.000035
0.000037
0.000039
0.000041
0.000042
0.000044
0.000045
0.000047
0.000049
0.00005
0.000052
0.000054
0.000056

1.034E-05
1.121E-05
1.207E-05
1.293E-05
1.379E-05
1.379E-05
1.466E-05
1.552E-05
1.552E-05
1.638E-05
1.724E-05
1.724E-05
1.81E-05
1.897E-05
1.983E-05
2.069E-05
2.155E-05
2.241E-05
2.328E-05
2.414E-05
0.000025
2.586E-05
2.672E-05
2.759E-05
2.845E-05
2.931E-05
3.017E-05
3.19E-05
3.362E-05
3.534E-05
3.621E-05
3.793E-05
3.879E-05
4.052E-05
4.224E-05
4.31E-05
4.483E-05
4.655E-05
4.828E-05

0.03295
0.03569
0.03844
0.04118
0.04393
0.04393
0.04667
0.04942
0.04942
0.05216
0.05491
0.05491
0.05765
0.0604
0.06315
0.06589
0.06864
0.07138
0.07413
0.07687
0.07962
0.08236
0.08511
0.08785
0.0906
0.09335
0.09609
0.10158
0.10707
0.11256
0.11531
0.1208
0.12354
0.12904
0.13453
0.13727
0.14276
0.14825
0.15374

1.62E-05
1.7E-05
1.77E-05
1.84E-05
1.9E-05
1.85E-05
1.9E-05
1.96E-05
1.9E-05
1.95E-05
1.99E-05
1.94E-05
1.98E-05
2.01E-05
2.05E-05
2.08E-05
2.11E-05
2.13E-05
2.16E-05
2.18E-05
2.2E-05
2.22E-05
2.23E-05
2.24E-05
2.26E-05
2.27E-05
2.28E-05
2.35E-05
2.41E-05
2.48E-05
2.48E-05
2.53E-05
2.53E-05
2.58E-05
2.63E-05
2.62E-05
2.66E-05
2.7E-05
2.74E-05

575 0.000058

0.00005

0.15924

2.57E-05

e rata-rata = 1.694x10-5
B. Penurunan Suhu
T (K)
V (V)
575 0.000059
572 0.000059
569 0.000059
566 0.000059
563 0.000059
560 0.000059
557 0.000059
554 0.000059
551 0.000059
548 0.000059
545
0.00006
542
0.00006
539
0.00006
536 0.000059
533 0.000059
530 0.000059
527 0.000057
524 0.000056
521 0.000055
518 0.000052
515
0.00005
512 0.000049
509 0.000048
506 0.000047
503 0.000046
500 0.000044
497 0.000043
494 0.000042
491 0.000041
488
0.00004
485 0.000039
482 0.000038
479 0.000036

P (Watt)
E (watt/m2) e
5.08621E-05
0.16198
2.82E-05
5.08621E-05
0.16198
2.89E-05
5.08621E-05
0.16198
2.95E-05
5.08621E-05
0.16198
3.02E-05
5.08621E-05
0.16198
3.09E-05
5.08621E-05
0.16198
3.17E-05
5.08621E-05
0.16198
3.24E-05
5.08621E-05
0.16198
3.32E-05
5.08621E-05
0.16198
3.40E-05
5.08621E-05
0.16198
3.48E-05
5.17241E-05
0.16473
3.63E-05
5.17241E-05
0.16473
3.72E-05
5.17241E-05
0.16473
3.81E-05
5.08621E-05
0.16198
3.84E-05
5.08621E-05
0.16198
3.93E-05
5.08621E-05
0.16198
4.03E-05
4.91379E-05
0.15649
4.00E-05
4.82759E-05
0.15374
4.03E-05
4.74138E-05
0.151
4.06E-05
4.48276E-05
0.14276
3.94E-05
4.31034E-05
0.13727
3.89E-05
4.22414E-05
0.13453
3.91E-05
4.13793E-05
0.13178
3.94E-05
4.05172E-05
0.12904
3.96E-05
3.96552E-05
0.12629
3.98E-05
3.7931E-05
0.1208
3.92E-05
3.7069E-05
0.11805
3.93E-05
3.62069E-05
0.11531
3.95E-05
3.53448E-05
0.11256
3.97E-05
3.44828E-05
0.10982
3.98E-05
3.36207E-05
0.10707
4.00E-05
3.27586E-05
0.10433
4.01E-05
3.10345E-05
0.09884
3.91E-05

476
473
470
467
464
461
458
455
452
449
446
443
440
437
434
431
428
425
422
419
416
413
410
407
404
401
398
395
392
389
386
383
380
377
374
371
368
365
362

0.000035
0.000034
0.000033
0.000031
0.00003
0.000028
0.000027
0.000027
0.000026
0.000024
0.000024
0.000022
0.000022
0.000021
0.00002
0.000019
0.000019
0.000017
0.000016
0.000016
0.000015
0.000015
0.000014
0.000014
0.000013
0.000012
0.000012
0.000011
0.00001
0.00001
0.00001
0.000009
0.000008
0.000007
0.000007
0.000006
0.000006
0.000005
0.000005

3.01724E-05
2.93103E-05
2.84483E-05
2.67241E-05
2.58621E-05
2.41379E-05
2.32759E-05
2.32759E-05
2.24138E-05
2.06897E-05
2.06897E-05
1.89655E-05
1.89655E-05
1.81034E-05
1.72414E-05
1.63793E-05
1.63793E-05
1.46552E-05
1.37931E-05
1.37931E-05
1.2931E-05
1.2931E-05
1.2069E-05
1.2069E-05
1.12069E-05
1.03448E-05
1.03448E-05
9.48276E-06
8.62069E-06
8.62069E-06
8.62069E-06
7.75862E-06
6.89655E-06
6.03448E-06
6.03448E-06
5.17241E-06
5.17241E-06
4.31034E-06
4.31034E-06

0.09609
0.09335
0.0906
0.08511
0.08236
0.07687
0.07413
0.07413
0.07138
0.06589
0.06589
0.0604
0.0604
0.05765
0.05491
0.05216
0.05216
0.04667
0.04393
0.04393
0.04118
0.04118
0.03844
0.03844
0.03569
0.03295
0.03295
0.0302
0.02745
0.02745
0.02745
0.02471
0.02196
0.01922
0.01922
0.01647
0.01647
0.01373
0.01373

3.92E-05
3.92E-05
3.93E-05
3.80E-05
3.80E-05
3.66E-05
3.64E-05
3.76E-05
3.74E-05
3.57E-05
3.69E-05
3.50E-05
3.63E-05
3.58E-05
3.54E-05
3.48E-05
3.61E-05
3.36E-05
3.28E-05
3.41E-05
3.32E-05
3.46E-05
3.36E-05
3.51E-05
3.40E-05
3.27E-05
3.42E-05
3.28E-05
3.12E-05
3.27E-05
3.43E-05
3.25E-05
3.04E-05
2.80E-05
2.96E-05
2.68E-05
2.84E-05
2.51E-05
2.67E-05

359
356
353
350
347
344
341
338
335
332
329
326

0.000005
0.000005
0.000005
0.000004
0.000004
0.000003
0.000003
0.000003
0.000002
0.000002
0.000002
0.000002

4.31034E-06
4.31034E-06
4.31034E-06
3.44828E-06
3.44828E-06
2.58621E-06
2.58621E-06
2.58621E-06
1.72414E-06
1.72414E-06
1.72414E-06
1.72414E-06

0.01373
0.01373
0.01373
0.01098
0.01098
0.00824
0.00824
0.00824
0.00549
0.00549
0.00549
0.00549

2.84E-05
3.04E-05
3.26E-05
2.80E-05
3.03E-05
2.46E-05
2.68E-05
2.93E-05
2.15E-05
2.39E-05
2.68E-05
3.03E-05

e rata-rata = 3.42x10-5

4.3. Analisa Percobaan


Pada praktikum kali ini, kita ingin mencari konstanta Stefan-Boltzmann
dengan cara mencari keluaran tegangan yang ditunjukkan oleh mikrovoltemeter
pada tiap kenaikan suhu dan penurunan suhu. Kali ini rentang suhu yang
didapatkan dimulai dari 326 K hingga 575 K. Setelah suhu mencapai 575 K,
pemanas benda hitam dimatikan untuk dicatat nilai tegangan yang ditunjukkan
saat penurunan suhu. Untuk ukuran luas penampang pinhall didapatkan nilai
sebesar 0.000314 m2 dan suhu ruangan sebesar 300 K.
Nilai daya didapat dari faktor konversi yang bernilai 1/1.16 Watt/Volt.
Faktor konversi ini dibutuhkan untuk mencari konstanta Stefan-Boltzmann.
Dengan menggunakan rumus konstanta Stefan-Boltzmann didapatkan nilai
konstanta Stefan-Boltzmann hasil percobaan pada setiap variasi suhu baik
penaikan maupun penurunan suhu. Nilai yang didapat berbeda dengan literatur
yang bernilai 5.67 x 10-8 W/m2K4 yaitu untuk konstanta Stefan-Boltzmann pada
penaikan suhu sebesar 7.70621x10-13 W/m2K4 dan penurunan suhu sebesar
1.47413x10-12 W/m2K4. Sehingga nilai KSR yang didapat dalam dua keadaan
tersebut sebesar 99.99%. Hal ini dapat disebabkan karena benda yang kita amati
bukan benda hitam sempurna, dengan kata lain nilai emisivitasnya tidak sama

dengan 1 sehingga daya yang dipancarkan oleh sumber radiasi tidak seluruhnya
terserap oleh benda hitam.
Untuk membuktikan hal ini, kita melakukan perhitungan nilai emisivitas
benda. Menggunakan rumus pada pengolahan data didapat emisivitas benda ratarata pada penaikan suhu sebesar 1.69x10-5 dan pada penurunan suhu sebesar
3.42x10-5. Emisivitas benda hitam sendiri memiliki rentang antara 0 < e < 1
dimana jika nilai emisivitas semakin mendekati nilai 1 maka benda tersebut
mendekati benda hitam sempurna sedangkan jika semakin mendekati nilai 0 maka
benda tersebut mendekati bukan benda hitam sempurna. Maka dalam kasus ini
jika menilai dari nilai konstanta Stefan-Boltzmann yang didapat dimana memiliki
KSR sebesar 99.99% maka sesuai dengan nilai emisivitas benda hitam yang
digunakan yaitu mendekati nilai 0. Artinya benda hitam yang digunakan tidak
sepenuhnya menyerap radiasi elektromagnetik yang diberikan, bahkan tidak ada
yang diserap sama sekali mengingat nilai emisivitasnya sangat kecil.

BAB V
SIMPULAN
5.1. Simpulan
1. Teori radiasi benda hitam dapat dipahami, yaitu benda yang dapat
menyerap semua radiasi elektrornagnetik yang datang ke benda hitam
tersebut sehingga tidak ada radiasi yang terpancar atau dipantulkan
2. Konstanta Stefan Boltzmann dapat ditentukan, dengan hasil nilai konstanta
percobaan didapat pada penaikan suhu sebesar 7.70621x10-13 W/m2K4 dan
penurunan suhu sebesar 1.47413x10-12 W/m2K4, atau nilai KSR sebesar
99.99% dari literatur
3. Emisifitas suatu benda dapat ditentukan dengan emisivitas benda rata-rata
pada penaikan suhu sebesar 1.69x10-5 dan pada penurunan suhu sebesar
3.42x10-5.

5.2. Saran
Mengganti benda hitam yang digunakan dalam percobaan sehingga bisa
mendapatkan nilai konstanta Stefan-Boltzmann lebih baik dan tidak melenceng
jauh dari literatur.

TUGAS PENDAHULUAN

1. Apa yang dimaksud dengan radiasi, fluks radiasi (radiant flux) dan iradiasi ?
Jawab:
- Radiasi adalah energi

yang merambat dalam bentuk gelombang

elektromagnetik atau foton tanpa memerlukan medium dalam perambatannya.


- Fluks radiasi adalah banyaknya radiasi yang diterima atau dipancarkan suatu
bahan.
- Iradiasi adalah densitas radiasi fluks yang terjadi di sebuah permukaan.
2. Untuk mendukung jawaban pertanyaan (1), cari dua buah logam dari bahan
yang sama, yang satu diberi cat hitam dan yang lain dengan cat putih. Panaskan
sampai temperatur sama/bersamaan (buat seperti tabung Leslie) dan ukur
radiasi panasnya!
Jawab:
Benda yang dicat hitam akan lebih panas karena warna putih memiliki panjang
gelombang yang pendek sehingga cahaya yang diserapnya lebih sedikit dan
memantulkan kalor lebih banyak sedangkan benda berwarna hitam menyerap
cahaya dan kalor lebih banyak.
3. Apa yang dimaksud dengan Benda hitam? Adakah kaitannya dengan warna
hitam? Jelaskan!
Jawab:
Benda hitam adalah benda yang dapat menyerap semua energi emisi atau
pancaran energi elektromagnetik yang mengenainya. Benda hitam tidak harus
selalu berwarna hitam.
4. Besaran apa yang menentukan tingkat kehitaman suatu benda?
Jawab:
Emisivitas (e)
5. Tunjukkan model ideal sebuah benda hitam?
Jawab:

Benda hitam ideal didefenisikan sebagai sesuatu yang menyerap semua radiasi
elektromagnet

yang mengenainya, atau mengemisikan semua radiasi

elektromagnet yang dimilikinya. Ataupun juga suatu lubang kecil dari suatu
rongga benda. Semakin kecil lubang tersebut, maka benda hitam semakin ideal.
6. Cermati benda hitam yang digunakan dalam eksperimen ini, bahas kaitannya
dengan jawaban pertanyaan 1 dan 3 !
Jawab:
Sebuah lubang diasumsikan sebagai benda hitam (pinhole). Akan ada pengaruh
energi terhadap suhu dimana semakin tinggi temperatur, semakin banyak
energi yang dipancarkan dalam panjang gelombang tampak.
7. Apa yang dimaksud dengan emisivitas dan absorbsivitas sautu benda. Melalui
aktivitas pada (2) buktikan bahwa benda hitam menyerap dan memancarkan
kembali semua panas yang diterimanya (jika tidak memungkinkan dilakukan
eksperimen sendiri boleh menggunakan data sekunder).
Jawab:
- Emisivitas: rasio energi yang diradiasikan oleh material tertentu dengan
energi yang dirasikan oleh benda pada temperatur yang sama.
- Absorbsivitas: perbandingan antara cahaya yang diserap dan cahaya yang
datang pada permukaan itu
8. Uraikan Prinsip kerja sensor temperature dan jelaskan prinsip konversinya
menjadi tegangan!
Jawab:
Prinsip kerja sensor temperatur adalah mendeteksi suhu di sekitarnya.
Besarnya suhu yang dideteksi tersebut akan terbaca di digital thermometer.
Karena dalam rangkaian alat dari benda hitam juga terhubung dengan
mikrovoltmeter, maka nilai tegangan akan terdeteksi.
9. Sama seperti pernyataan (8) untuk detektor radiasi yang digunakan!
Jawab:
Detektor radiasi digunakan untuk mengetahui radiasi yang dipancarkan oleh
sumber radiasi.

10. Jelaskan peran diafragma pinhall dan pengaruhnya diameternya terhadap hasil
pengukuran
Jawab:
Sebagai penyaring atau pemfokus dari radiasi yang dipancarkan. Luas
penampang ini akan berpengaruh terhadap nilai daya yang dihasilkan.
11. Cari contoh penerapan/pemanfaatan radiasi panas untuk keperluan praktis
ataupun non-praktis!
Jawab:
Praktis: radiasi panas digunakan untuk menjemur benda
Non-praktis: radiasi panas digunakan untuk dikonversi menjadi energi listrik
melalui panel surya
12. Jelaskan rumusan Planck tentang radiasi benda hitam! Apa kaitannya dengan
hukum Stefan Boltzmann?
Jawab:
Rumusan Planck adalah:

2hc 2
5 (e hc / kT 1)

Rumusan tersebut memperlihatkan hubungan intensitas radiasi terhadap


panjang gelombang. Hubungan tersebut dikaitkan dengan energi benda dalam
bentuk radiasi kalor per satuan waktu sebanding dengan luas permukaan dan
sebanding dengan pangkat empat suhu mutlak.
13. Apa yang dimaksud pergeseran wien?
Jawab:
Pergeseran Wien adalah hukum yang menjelaskan hubunga panjang
gelombang yang membuat intensitas radiasi maksimum untuk suatu benda
hitam bergeser ke panjang gelombang yang lebih pendek begitu benda hitam
berada di temperatur yang tinggi.

DAFTAR PUSTAKA
[1]
[2]

Yaz, M. Ali. Fisika. (Jakarta: Penerbit Yudisthira. 2007). hlm. 180.


Optical Energy Technologies, Inc. MODEL 200HO: AMBIENT TO 200C

BLACKBODY IR SOURCE. http://www.opticalenergy.com/200ho/ (Diakses 30


Maret 2014, 09.15)
[3]

UNSW, School of Physics, Sidney, Australia. Thermal Radiation and How

Clothes Works. http://www.animations.physics.unsw.edu.au/jw/images/Joehot.gif


(diakses 30 Maret 2014, 10.30)
[4]

Serway-Jewett. Physics for Scientist and Engineers, 6th Edition (California:

Penerbit Thomson Brooks/Cole. 2004). hlm. 1081.


[5]

Skinner Science. Astrophysics Definition & Facts

http://www.skinnerscience.com/Year%2012,13/astrophysics_definitions.htm
(diakses 30 Maret 2014, 12.30)
[6]

Tim. Modul Praktikum Fisika Eksperimen II (Jatinangor: Universitas

Padjadjaran. 2014). hlm. 44


Yaz, M. Ali. 2007. Fisika. Jakarta. Penerbit Yudisthira.