Anda di halaman 1dari 4

SILABI MATA KULIAH AIK VI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO Tema : ISLAM DAN IPTEK Agar mahasiswa

memiliki pemahaman korelated-integratif antara Islam dengan disiplin ilmu teknik. Tema-tema umum yang perlu dikembangkan seperti Islam dan Iptek, Islam dan Pemanfaatan Iptek serta Islam dan Dampak Iptek bagi kehidupan. Penyajian materi disusun secara tematik-analitis, misalnya memunculkan tema-tema tertentu yang terbaru, mencari ayat-ayat atau hadits yang terkait dengan iptek. komentar ahli Islam dan pendapat ahli di luar Islam Pendekatan/penilaian: Pembelajaran dilakukan dalam seminar kelas /mempresentasikan makalah dan keaktifan mahasiswa dalam mempertanyakan persoalan, termasuk salah satu penilaian. Ujian tengah dan akhir semester akan diadakan dengan menyerahkan perbaikan makalah Waktu : 13 x Materi, 2 x Evaluasi, 2 x Cadangan Total waktu : 17 x Pertemuan Dosen Pengampu : H. Taufikurrahman Phone (031) 89 544 39/081 830 67 66 NO 1. 2. 3. Ket : Tugas membuat makalah yang berkaitan dengan tema di atas secara kelompok minimal 3 orang diketik pada kertas kwarto spasi 1,5 font 12 dan huruf Times New Roman, serta setiap makalah dipresentasikan . Islam dan Iptek Islam dan Pemanfaatan Teknologi Islam dan Pemeliharaan lingkungan POKOK BAHASAN

Tujuan/Materi :

Selamat belajar

SILABI MATA KULIAH AIK VI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SIDOARJO Tema : ISLAM DAN IPTEK Tujuan/Materi/Pendekatan : Agar mahasiswa memiliki pemahaman korelated-integratif antara Islam dengan disiplin ilmu teknik. Tema-tema umum yang perlu dikembangkan seperti Islam dan Iptek, Islam dan Pemanfaatan Iptek serta Islam dan Dampak Iptek bagi kehidupan. Diusahakan penyajian materi disusun secara tematik-analitis, misalnya memunculkan tema-tema tertentu yang terbaru, mencari ayat-ayat atau hadits yang terkait dengan iptek. komentar ahli Islam dan pendapat ahli di luar Islam Waktu : 13 x Materi, 2 x Evaluasi, 2 x Cadangan Total waktu : 17 x Pertemuan Dosen Pengampu : Taufikurrahman. Phone (031) 89 544 39/081 830 67 66 NO 1. 2. 3. Ket : Islam dan Iptek Islam dan Pemanfaatan Teknologi Islam dan Pemeliharaan lingkungan POKOK BAHASAN

Tugas membuat makalah yang berkaitan dengan tema di atas secara kelompok minimal 3 orang diketik pada kertas kwarto spasi 1,5 font 12 dan huruf Times New Roman, serta setiap makalah dipresentasikan .

Tema-tema yang bias didiskusikan : 1. Al-Quran dan Iptek 2. Pandangan Islam terhadap Kloning 3. Metode cepat analisa lemak babi dengan FTIR 4. Islam dan Lingkungan Hidup 5. Euthanasia 6. Fatwa Waria 7. Aborsi/menggugurkan kandungan 8. Pencakokan organ tubuh 9. Fatwa tentang alcohol, ectasy,narkotika 10.Penyebelihan hewam secara mekanik

Islam dan Lingkungan Hidup


"Barangsiapa yang menyayangi walaupun terhadap binatang yang akan disembelih, maka ALLAH SWT akan menyayanginya pada hari Kiamat kelak." (HR al-Bukhari 381) Islam adalah Diin yang Syaamil (Integral), Kaamil (Sempurna) dan Mutakaamil (Menyempurnakan semua sistem yang lain), karena ia adalah sistem hidup yang diturunkan oleh Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana, hal ini didasarkan pada firman ALLAH SWT : "Pada hari ini AKU sempurnakan bagimu agamamu dan AKU cukupkan atasmu nikmatku, dan AKU ridhai Islam sebagai aturan hidupmu." (QS. 5 : 3). Oleh karena itu aturan Islam haruslah mencakup semua sisi yang dibutuhkan oleh manusia dalam kehidupannya. Tidak ada satu celah pun dalam kehidupan seorang muslim yang tidak ditemui aturannya dalam Islam, dari sejak cara mengelola negara dan rakyat sampai dengan cara berbicara dan berjalan pun tak lepas dari rambu-rambu Sang Maha Teliti lagi Maha Mengurus Makhluq-NYA, lihatlah firman ALLAH SWT tentang cara berbicara dan berjalan dalam Kalam-NYA : "Maka sederhanakanlah kalian ketika berjalan dan rendahkanlah suara kalian (ketika berbicara)..." (QS. 31 : 19).

Demikian tinggi, indah dan terperinci aturan Sang Maha Rahman dan Rahim ini, sehingga bukan hanya mencakup aturan bagi sesama manusia saja, melainkan juga terhadap alam dan lingkungan hidupnya, Sang RABB al-Jalil SWT telah jauh-jauh hari memetakan rambu-rambuNYA, jauh sebelum Barat dengan Green-Peace dan Sustainable-Development-nya ditemukan... Salah satunya adalah hadits di atas dan hadits-hadits lainnya, seperti hadits berikut ini misalnya : "Suatu ketika ada seorang yang banyak dosa yang sedang melakukan perjalanannya dalam keadaan sangat haus, lalu menemukan sumur dan turun ke dalamnya, lalu ia minum dan terus keluar. Tiba-tiba ia melihat seekor anjing yang menjulurkan lidahnya karena kehausan sambil menjilat-jilat di tanah. Maka orang itu turun kembali dan membuka sepatunya lalu mengisinya dengan air lalu ia memanjat kembali dengan menggigit sepatunya agar air tidak jatuh untuk memberi minum anjing itu, maka ALLAH SWT meridhoi orang tersebut dan mengampuni semua dosanya. Maka para sahabat bertanya : Ya RasuluLLAH! Apakah pada binatang kita bisa mendapat pahala? Maka jawab al-Musthafa SAW : Pada setiap jantung yang berdenyut ada pahala." (HR. Bukhari kitab al-Masaqah, bab Fadhlu Saqyil Mai; dan Muslim kitab as-Salam153). Demikian pula sebaliknya ALLAH Yang Maha Rahman dan Rahim bahkan mengazab seorang ahli ibadah karena perbuatannya menyiksa binatang, sebagaimana dalam hadits berikut ini : "Seorang wanita ahli ibadah disiksa akibat seekor kucing yang dikurungnya sehingga mati kelaparan, maka akibat perbuatannya pada kucing itu ia masuk neraka. Dikatakan kepadanya : Engkau tidak memberikan makanan atau minuman kepadanya waktu engkau mengikatnya dan engkaupun tidak melepaskannya sehingga ia bisa memakan kutu-kutu yang merayap di tanah sehingga ia mati." (HR Bukhari kitab al-Masaqah, bab Fadhlu Saqyil Mai ; dan Muslim kitab as Salam hadits no. 151). Wanita ahli ibadah yang taat itu dimasukkan ke neraka hanya karena ia telah menyiksa seekor binatang kecil yang lemah dan tidak berdaya, sehingga ia tidak mampu sekedar memakan kutu yang merayap di tanah... SubhanaLLAH... Wanita tersebut masuk neraka (padahal ia seorang ahli ibadah) karena tidak mau menghargai sebuah jantung yang berdenyut... Sungguh sebuah sistem yang luar biasa, dan tidaklah mungkin ada sebuah sistem di dunia ini yang mampu menempatkan kedudukan binatang dan lingkungan setinggi ini... (Nabiel Fuad Al-Musawa)