Anda di halaman 1dari 44

LAPORAN PENDAHULUAN GANGGUAN KONSEP DIRI : HARGA DIRI RENDAH

A.Pengertian Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi yang negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. Adanya perasaan hilang percaya diri , merasa gagal karena karena tidak mampu mencapai keinginansesuai ideal diri (keliat. 2001). Menurut Schult & videbeck (1998) gangguan harga diri rendah adalah penilaian negatif seseorang terhadap diri dan kemampuan, yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung.

B.Proses Terjadinya Masalah Konsep diri di definisikan sebagai semua pikiran, keyakinan dan kepercayaan yang membuat seseorang mengetahui tentang diriya dan mempengaruhi hubungannya dengan orang lain (Stuart & Sunden, 1999). Konsep diri tidak terbentuk sejak lahir namun dipelajari. Salah satu komponen konsep diri yaitu harga diri dimana harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri (Keliat, 2001). Sedangkan harga diri rendah adalah menolak dirinya sebagai sesuatu yang berharga dan tidak bertanggungjawab atas kehidupannya sendiri. Jika individu sering gagal maka cenderung harga diri rendah. Harga diri rendah jika kehilangan kasih sayang dan penghargaan orang lain. Harga diri diperoleh dari diri sendiri dan orang lain, aspek utama adalah diterima dan menerima penghargaan dari orang lain. Gangguan harga diri rendah di gambarkan sebagai perasaan yang negatif terhadap diri sendiri, termasuk hilangnya percaya diri dan harga diri, merasa gagal mencapai keinginan, mengkritik diri sendiri, penurunan produktivitas, destruktif yang diarahkan pada orang lain, perasaan tidak mampu, mudah tersinggung dan menarik diri secara sosial. Faktor yang mempegaruhi harga diri meliputi penolakan orang tua, harapan orang tua yang tidak relistis, kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggungjawab personal, ketergantungan pada orang lain dan ideal diri yag tidak realistis. Sedangkan stresor pencetus mungkin ditimbulkan dari sumber internal dan eksternal seperti : Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menyaksikan kejadian yang mengancam. Ketegangan peran beruhubungan dengan peran atau posisi yang diharapkan dimana individu mengalami frustrasi. Ada tiga jenis transisi peran : Transisi peran perkembangan adalah perubahan normatif yang berkaitan dengan pertumbuhan. Perubahan ini termasuk tahap perkembangan dalam kehidupan individu atau keluarga dan norma-norma budaya, nilai-nilai tekanan untuk peyesuaian diri. Transisi peran situasi terjadi dengan bertambah atau berkurangnya anggota keluarga melalui kelahiran atau kematian. Transisi peran sehat sakit sebagai akibat pergeseran dari keadaan sehat ke keadaan sakit. Transisi ini mungkin dicetuskan oleh kehilangan bagian tubuh, perubahan ukuran, bentuk, penampilan dan fungsi tubuh, perubahan fisik, prosedur medis dan keperawatan. Gangguan harga diri atau harga diri rendah dapat terjadi secara : Situasional, yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba, misal harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubugan kerja dll. Pada pasien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah karena privacy yang kurang diperhatikan : pemeriksaan fisik yang sembarangan, pemasangan alat yang tidak sopan (pemasangan kateter, pemeriksaan pemeriksaan perianal dll.), harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena di rawat/sakit/penyakit, perlakuan petugas yang tidak menghargai. Kronik, yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama

C.Tanda dan Gejala Menurut Carpenito, L.J (2003 : 352); Keliat, B.A (2001 : 20) Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan akibat tindakan terhadap penyakit. Misalnya : malu dan sedih karena rambut jadi botak setelah mendapat terapi sinar pada kanker Rasa bersalah terhadap diri sendiri. Misalnya : ini tidak akan terjadi jika saya segera ke rumah sakit, menyalahkan/ mengejek dan mengkritik diri sendiri. Merendahkan martabat. Misalnya : saya tidak bisa, saya tidak mampu, saya orang bodoh dan tidak tahu apa-apa Gangguan hubungan sosial, seperti menarik diri. Klien tidak ingin bertemu dengan orang lain, lebih suka sendiri. Percaya diri kurang. Klien sukar mengambil keputusan, misalnya tentang memilih alternatif tindakan. Mencederai diri. Akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien ingin mengakhiri kehidupan.

D.Penyebab

Gangguan harga diri yang disebut sebagai harga diri rendah dan dapat terjadi secara : Situasional Yaitu terjadi trauma yang tiba-tiba, misalnya harus operasi, kecelakaan, dicerai suami, putus sekolah, putus hubungan kerja, perasaan malu karena sesuatu (korban perkosaan, dituduh KKN, dipenjara tiba-tiba). Pada klien yang dirawat dapat terjadi harga diri rendah, karena : Privacy yang kurang diperhatikan, misalnya : pemeriksaan fisik yang sembarangan, pemasangan alat yang tidak sopan (pencukuran pubis, pemasangan kateter, pemeriksaan perneal). Harapan akan struktur, bentuk dan fungsi tubuh yang tidak tercapai karena dirawat/ sakit/ penyakit. Perlakuan petugas kesehatan yang tidak menghargai, misalnya berbagai pemeriksaan dilakukan tanpa penjelasan, berbagai tindakan tanpa persetujuan. Kronik Yaitu perasaan negatif terhadap diri telah berlangsung lama, yaitu sebelum sakit/ dirawat. Klien ini mempunyai cara berfikir yang negatif. Kejadian sakit dan dirawat akan menambah persepsi negatif terhadap dirinya. Kondisi ini mengakibatkan respons yang maladaptive. Kondisi ini dapat ditemukan pada klien gangguan fisik yang kronis atau pada klien gangguan jiwa. Dalam tinjauan life span history klien, penyebab HDR adalah kegagalan tumbuh kembang, misalnya sering disalahkan, kurang dihargai, tidak diberi kesempatan dan tidak diterima dalam kelompok (Yosep, 2007) Tanda dan Gejalanya : Data subjektif : mengungkapkan ketidakmampuan dan meminta bantuan orang lain dan mengungkapkan malu dan tidak bisa bila diajak melakukan sesuatu. Data objektif : tampak ketergantungan pada orang lain, tampak sedih dan tidak melakukan aktivitas yang seharusnya dapat dilakukan, wajah tampak murung.

E.Akibat Harga diri rendah dapat membuat klien menjdai tidak mau maupun tidak mampu bergaul dengan orang lain dan terjadinya isolasi sosial : menarik diri. Isolasi sosial menarik diri adalah gangguan kepribadian yang tidak fleksibel pada tingkah laku yang maladaptive, mengganggu fungsi seseorang dalam hubungan sosial (DEPKES RI, 1998 : 336). Tanda dan gejala : Data Subyektif : Mengungkapkan untuk memulai hubungan/ pembicaraan Mengungkapkan perasaan malu untuk berhubungan dengan orang lain Mengungkapkan kekhawatiran terhadap penolakan oleh orang lain Data Obyektif : Kurang spontan ketika diajak bicara Apatis Ekspresi wajah kosong Menurun atau tidak adanya komunikasi verbal Bicara dengan suara pelan dan tidak ada kontak mata saat berbicara

F.Pohon Isolasi Gangguan Gangguan

sosial konsep

: diri: citra

menarik Harga

Masalah diri diri tubuh

G.Diagnosa 1.Isolasi 2.Harga 3.Gangguan citra tubuh

Keperawatan sosial : diri

Yang menarik

Muncul diri rendah

H. Strategi Pelaksanaan Tindakan Keperawatan

Tgl No Dx

Dx keperawaatan

Tujuan

Perencanaan Kreteria Evaluasi

Intervensi

Gangguan konsep diri: harga diri rendah

1. Klien 1. TUM: Klien menunjukan memiliki ekspresi wajah konsep diri bersahabat, yang positif menunjukan rasasenang, ada kontak mata, mau TUK: 1. Klien dapat berjabat tangan, membina mau menyebutkan hubungan nama, mau saling percaya menjawab salam, dengan klien mau duduk perawat berdampingan dengan perawat, mau mengutarakan masalah yang dihadapi -

Membina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik : Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal. Perkenalkan diri dengan sopan. Tanyakan nama lengkap dan nama panggilan yang disukai klien. Jelaskan tujuan pertemuan Jujur dan menepati janji Tunjukan sikap empati dan menerima klien apa adanya. Beri perhatian dan perhatikan kebutuhan dasar klien.

2. Klien dapat 2. mengdentifika si aspek positif dan kemampuan yang dimiliki-

Klien 2.1 Diskusikan dengan klien menyebutkan: tentang: Aspek positif dan - Aspek positif yang kemampuan yang dimiliki klien, keluarga, dimiliki klien lingkungan. Aspek positif - Kemampuan yang keluarga dimiliki klien. Aspek positif 2.2 Bersama klien buat lingkungan klien daftar tentang: - Aspek positif klien, keluarga, lingkungan - Kemampuan yang dimiliki klien 2.3 Beri pujian yang realistis, hindarkan memberi penilaian negatif.

3. Klien dapat 3.0 Klien mampu 2.4 Diskusikan dengan klien menilai menyebutkan kemampuan yang dapat kemampuan kemampuan yang dilaksanakan yang dimiliki dapat 2.5 Diskusikan kemampuan untuk dilaksanakan. yang dapat dilanjutkan dilaksanakan pelaksanaanya. 4. Klien dapat 4.0 Klien mampu 4.1 Rencanakan bersama merencanakan membuat rencana klien aktivitas yang

dapat dilakukan klien sesuai dengan kemampuan klien: - Kegiatan mandiri - Kegiatan dengan bantuan 4.2 Tingkatkan kegiatan sesuai kondisi klien. 4.3 Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakukan. 5. Klien dapat 5.0 Klien dapat 5.1 Anjurkan klien untuk melakukan melakukan melaksanakan kegiatan kegiatan kegiatan sesuai yang telah direncanakan. sesuai rencana jadwal yang 5.2 Pantau kegiatan yang yang dibuat. dibuat. dilaksanakan klien. 5.3 Beri pujian atas usaha yang dilakukan klien. 5.4 Diskusikan kemungkinan pelaksanaan kegiatan setelah pulang. 6. Klien dapat 6.0 Klien mampu 6.1 Beri pendidikan memanfaatkan memanfaatkan kesehatan kepada sistem sistem pendukung keluarga tentang cara pendukung yang ada merawar klien dengan yang ada dikeluarga harga diri rendah. 6.2 Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat. 6.3 Bantu klien menyiapkan lingkungan dirumah.

kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki

kegiatan harian

I.

Daftar Pustaka Boyd dan Nihart. (1998). Psychiatric Nursing& Contemporary Practice. 1st edition. Lippincot- Raven Publisher: Philadelphia. Carpenito, Lynda Juall. (2003). Buku Saku Diagnosa Keperawatan. EGC: Jakarta. Keliat, Budi Anna dll. (2001). Proses Keperawatan Kesehatan Jiwa.. EGC: Jakarta. Schultz dan Videback. (1998). Manual Psychiatric Nursing Care Plan. 5th edition. Lippincott- Raven Publisher: philadelphia. Stuart dan Sundeen. (1999). Buku Saku Keperawatan Jwa. Edisi 3. EGC: Jakarta. Townsend. (1995). Nursing Diagnosis in Psychiatric Nursing a Pocket Guide for Care Plan Construction. Edisi 3.Jakarta : EGC

LP HDR(Harga Diri Rendah)


BAB I TINJAUAN TEORI A. Gambaran Umum Konsep Diri 1. Pengertian Konsep Diri Konsep diri adalahsemua ide, pikiran, kepercayaan dan pendirian yang diketahui individu tentang dirinya dan mempengaruhi individu dalam berhubungan dengan orang lain ( Stuarg and Sudeen, 1998 ) Konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh ; fisik, emosi, intelektual, social maupun spiritual ( Rawllins, Beck, William, 1993 ) 2. Komponen Konsep Diri Menurut Stuatd and Sundeen ( 1998 ), konsep diri dibentuk dari lima komponen yaitu gambaran diri ( body image ), ideal diri ( self care ), harga diri ( self esteem ), peran diri ( self role ), identitas diri (self identity ). a. Gambaran Diri Gambaran diri merupakan sikap seseorang terhadap tubuhnya secara sadaar, termasuk persepsi dan perasaan tentang ukuran, bentuk, fungsi penampilan dan potensi tubuh saat ini dan masa lalu. b.Ideal Diri Ideal diri adalah persepsi individu tentang bagaimana ia harus berperilaku sesuai dengan standaar pribadi, aspirasi, tujuan ataau nilai yang ditetapkan. c.Harga Diri Harga diri adaalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisa seberapa jauh perilaku mempengaruhi ideal diri. d.Peran Diri Peran diri merupakan pola sikap, perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan dari seseorang berdasarkan posisinya dimasyarakat. e.Identitas Diri Merupakan kesadaran akan diri sendiri yang bersumber dari observasi dan penilaian yang merupakan sintesa dari semua aspek kopnsep diri. 3. Rentang Respon Konsep Diri Respon konsep diri sepanjang rentang sehat sakit bekisar dari status aktualisasi diri yang paaling adaptif sampai status kerancauan identitas yang lebih maladaptif serta depersonalisasi.

Respon Adaptif

Respon Maladaptif

Pikiran logis Persepsi akurat Emosi konsisten Dengan pengalaman Perilaku sesuai Berhubungan social

Distorsi pikiran Ilusi Reaksi emosi berlebihan atau kurang Perilaku aneh / tidak biasa Menarik diri

Gangguan pikir/delusi Halusinasi Sulit berespon emosi Perilaku disorganisasi Isolasi sosial

Rentang respons neurobiologis (Stuart & Sudden, 1998)


Respon adaptif merupakaan respon yang masih dapat diterima oleh norma-norma social dan budaya yang secaraa umum berlaku dimasyarakat. Respon maladaptive adalah respon yang diberikan individu dalam menyelesaikan masalah yang menyimpang dari norma-norma kebudayaan, sedangkan posisi harga diri rendah berada diantara respon adaptif dan mal adaptif ( Stuard and Sudeen, 1998 ) B. Gambaran Umum Harga Diri Rendah 1. Pengertian

Harga diri rendah merupakan perasaan negatif terhadap diri sendiri termasuk kehilangan rasa percaya diri, tidak berharga, tidak berguna, tidak berdaya, pesimis, tidak ada harapan dan putus asa ( Depkes RI, 2000 ) Gangguan harga diri adalah evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negatif yang dapat diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung ( Towsend, 1998 ) 2. Etiologi Penyebab terjadinya harga diri rendah antara lain : a. Faktor predisposisi ( Stuard and Sudeen, 1998 ) 1) Penolakan orang tua 2) Harapan orang tua yang tidak realistis 3) Kegagalan yang berulang kali 4) Kurang mempunyai tanggung jawab personal 5) Ketergantungan pada orang lain 6) Ideal diri tidak realistis b. Faktor presipitasi ( Stuard and Sudeen, 1998 ) Faktor presipitasi dapat disebabkan oleh faktor dari dalam atau faktor dari luar individu ( eksternal or internal sources ) yang dibagi lima kategori. 1)Ketegangan peran adalah stress yang berhubungan dengan frustasi yang dialami individu dalam peran atau posisi yang diharapkan. Terdapat tiga jenis transisi peran yaitu perkembangan, situasi dan sehat-sakit. 2)Trauma seperti penganiayaan seksual dan psikologis atau menyaksikan kejadian yang mengancam kehidupan. 3. Tanda dan Gejala Menurut Keliat (1999) tanda dan gejala yang dapat muncul pda pasien harga diri rendah adalah : a. Perasaan malu terhadap diri sendiri, individu mempunyai perasaan kurang percaya diri. b. Rasa bersalah terhadaap diri sendiri, individu yang selalu gagaal dalaam meraih sesuatu. c. Merendahkan martabat diri sendiri, menganggap dirinya berada dibawah orang lain. d. Gangguan berhubungan social seperti menarik diri, lebih suka menyendiri dan tidak ingin bertemu orang lain. e. Rasa percaya diri kurang , merasa tidak percaya dengan kemampuan yang dimiliki. f. Sukar mengambil keputusan, cenderung bingung dan ragu-ragu dalam memilih sesuatu. g. Menciderai diri sendiri sebagai akibat harga diri yang rendah disertai harapan yang suram sehingga memungkinkan untuk mengakhiri kehidupan. h. Mudaah tersinggung atau marah yang berlebihan. i. Perasaan negatif mengenai tubuhnya sendiri. j. Ketegangan peran yang dirasakan. k. Pandangan hidup pesimis. l. Keluhan fisik m. Penolakan terhadap kemampuan personal n. Destruktif terhadap diri sendiri o. Menarik diri secara social p. Penyalahgunaan zat q. Menarik diri dari realitas r. Khawatir 4. Penatalaksaanaan a. Penatalaksanaan Keperawatan Keliat ( 1999 ) menguraikan empat cara untuk meningkatkan harga diri yaitu : 1) Memberi kesempatan untuk berhasil 2) Menanamkan gagaasan 3) Mendorong aspirasi 4) Membantu membentuk koping b. Penatalaksanaan Medis 1) Clorpromazine ( CPZ ) Indikasi untuk sindrom psikosis yaitu berat dalam kemampuan menilai realitas, kesadaran diri terganggu, waham, halusinasi, gangguan perasaan dan perilaku aneh, tidak bekerja, hubungan sosial dan melakukan aktivitas rutin. Efek saamping : sedasi, gangguan otonomik serta endokrin. 2) Haloperidol ( HPL ) Indikasi : berdaya berat dalam kemampuan menilai realitaas dalaam fungsi netral serta fungsi kehidupan sehari-hari. Efek samping : sedasi, gangguan otonomik dan endokrin. 3) Trihexyphenidyl ( THP )

Indikasi : segala jenis penyakit Parkinson, termasuk pascaa enchepalitis dan idiopatik. Efeksamping : hypersensitive terhadap trihexyphenidyl, psikosis berat, psikoneurosis dan obstruksi saluran cerna. c. Terapi okupasi / rehabilitasi Terapi yang terarah bagi pasien, fisik maupun mental dengan menggunakan aktivitas terpilih sebagai media. Aktivitas tersebut berupa kegiatan yang direncanakan sesuai tujuan ( Seraquel, 2004 ) d. Psikoterapi Psikoterapi yang dapat membantu penderita adalah psikoterapi suportif dan individual atau kelompok serta bimbingan yang praktis dengan maksud untuk mengembalikan penderita ke masyarakat ( Seraquel, 2004 ) e. Terapi psikososial Kaplan and Sadock ( 1997 ), rewncana pengobatan untuk skizofrenia harus ditujukan padaa kemampuan daan kekurangan pasien. Selain itu juga perlu dikembangkan terapi berorientasi keluarga, yang diarahkan untuk strategi penurunan stress dan mengatasi masalah dan perlibatan kembali pasien kedalam aktivitas. C. Asuhan Keperawatan Pada Pasien Dengan Gangguan Konsep Diri : Harga Diri Rendah 1. Pengkajian Menurut Stuard and Sudeen ( 1998 ) pengkajian pada pasien harga diri rendah meliputi tingkah laku : a. Menyalahkan diri atau orang lain b. Produktivitas menurun. c. Gangguan berhubungan d. Rasa bersalah e. Mudah marah f. Pesimis terhadap kehidupan g. Keluhan fisik h. Menarik diri dari realita i. Cemas dan takut j. Menguruing diri k. Penyalahgunaaan zat Sedangkan menurut Towsend ( 1998 ) pada pasien dengan gangguan harga diri rendah akan ditemukan batasan karakteristik : a. Kurang kontak mata b. Ungkapan yang mengaktifkan diri c. Ekspresi rasa malu d. Mengevaluasi diri sebagai individu yang tidak mampu untuk menghadapi berbagai peristiwa. e. Menolak umpan balik yang positif dan melebih-lebihkan umpan balik yang negatif tentang dirinya. f. Ragu-ragu untuk mencoba hal-hal yang baru. g. Hipersensitif terhadap kritik, mudah tersinggung dengan pembicaraan orang lain. 2. Diagnosa Keperawatan Menurut Keliat ( 1999 ), diagnosa yang lazzim muncul pada pasien dengan gangguan konsep diri : harga diri rendah adalah : a. Gangguan harga diri rendaah b. Keputus asaan c. Isolasi sosial : menarik diri d. Resiko perilaku social 3. Perencanaan Tindakan Keperawatan Menurut Keliat (1998) a. Kerusakan interaksi sosial : menarik diri berhubungan dengan harga diri rendah. TUM: Pasien dapat berhubungan dengan orang lain secara optimal. TUK 1 : Pasien dapat membina hu-bungan sa-ling percaya.

Menunjuk-kan ekspresi wajah bersa-habat, me-nunjukkan rasa senang, ada kontak mata, mau berjabat ta-ngan, mau menyebut-kan nama, mau menja-wab salam, pasien mau duduk ber-dampingan dengan pe-rawat, mau mengutara-kan masalah yang dihada-pi. Intervensi : 1.1. Bina hubungan saling percaya de-ngan mengung-kapkan prinsip ko-munikasi terapeu-tik. TUK 2 : Pasien dapat mengidentifi-kasi kemam-puan dan aspek positif yang dimiliki Intervensi : 2.1. Diskusikan ke-mampuan dan as-pek positif yang dimiliki pasien. 2.2. Setiap bertemu pasien dihindarkan dari memberi pe-nilaian negatif. 2.3. Utamakan mem-beri pujian yang realistic TUK 3 : Pasien dapat menilai ke-mampuan yang diguna-kan. Intervensi : 3.1. Diskusikan de-ngan pasien ke-mampuan yang masih dapat di-gunakan selama sakit. 3.2. Diskusikan ke-mampuan yang dapat dilanjutkan penggunaan. TUK 4 : Pasien dapat menetap-kan meren-canakan ke-giatan sesuai dengan ke-mampuan yang dimiliki, pasien dapat membuat rencana ke-giatan hari-an. Intervensi : 4.1. Rencanakan ber-sama pasien akti-vitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai ke-mampuan: kegiat-an mandiri, kegiat-an dengan bantu-an sebagian, ke-giatan yang mem-butuhkan bantuan total. 4.2. Tingkatkan kegi-atan sesuai de-ngan toleransi kondisi pasien 4.3. Beri contoh cara pelaksanaan kegi-atan yang boleh pasien lakukan. TUK 5 : Pasien dapat melakukan kegiatan se-suai kondisi sakit dan kemampuan-nya. Intervensi : 5.1. Beri kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang tela direnca-nakan. 5.2.Beri pujian atas keberhasilan pasi-en TUK 6 : Pasien dapat memanfaat-kan sistem pendukung yang ada, pasien dapat memanfaat-kan sistem pendukung yang ada di keluarga Intervensi : 6.1. Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat kli-en dengan harga diri rendah. 6.2. Bantu keluarga memberikan du-kungan selama pasien di rawat. 6.3. Bantu keluarga menyiapkan ling-kungan di rumah.

b.

Resiko perubahan persepsi sensori: Halusnasi berhubungan dengan menarik diri. TUM : Klien dapat berinteraksi dengan orang lain supays tidak terjadi halusinasi TUK 1 : Klien dapat membina hubungan saling percaya Kriteria : Klien mampu, menunjukan ekpresi menerima/ bersahabat, kontak mata baik, mengatakan masalah yang dihadapi 1.1. Bina hubungan saling percaya dengan klien menggunakan prinsop komunikasi terapeutik. TUK 2 : Klien dapat mengenal perasaan yang menyebabkan perilaku menarik diri.

Kriteria : Klien mampu mengungkapkan perasaannya yang menyebabkan menarik diri. Intervensi : 2.1. Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri dan tanda tandanya. 2.1. Beri kesempatan kepada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri atau tidak mau bergaul. 2.1. Diskusikan bersama klien tentang perilaku menarik diri, tanda-tanda serta pe-nyebab yang muncul. 2.1. Berikan pujian terhadap kemampuan klien mengungkapkan perasaannya. TUK 3 : Klien dapat menyebutkan keuntungan berhubungan dengan orang lain. Kriteria : Klien dapat menyebutkan manfaat dan keuntungan berhubungan dengan orang lain. Intervensi : 1.1.Kaji pengetahuan klien tentang manfaat dan keuntungan berhubungan sosial dengan orang lain dan kerugian bila yidak berhubungan dengan orang lain. 3.2. Beri kesempatan kepada klien untuk mengung-kapkan perasaan tentang keuntu-ngan berhubungan sosial dengan orang lain. 3.3. Diskusikan dengan klien tentang manfaat berhubungan so-sial dengan orang lain. 3.4. Beri reinforcement positif terhadap kemampuan klien mengungkapkan kemampuan berhubungan dengan orang lain 3.5. Kaji pengetahuan pasien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain. 3.6. Beri kesempatan kepada klien untuk mengung-kapkan perasaan tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain. 3.7. Diskusikan dengan klien tentang kerugian bila tidak berhubungan dengan orang lain. 3.8. Beri reinforcement positif terhadap kemampuan klien mengungkapkan kemampuan berhubungan dengan orang lain.

DAFTAR PUSTAKA

at all. 1998. Proses Keperawatan Jiwa. Jakarta. Egc and Sundeen. 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa. Jakarta. Egc nd, Mary C. 1998. diagnosa keperawatan pada keperawatan psikiatri. Jakarta. Egc s RI. 2000. Keperawatan Jiwa. Jakarta Kaplan. 1987. Ilmu Kedokteran Jiwa Darurat. Jakarta. Widya Medika

laporan pendahuluan harga diri rendah

LAPORAN PENDAHULUAN HARGA DIRI RENDAH


1.MASALAH UTAMA Harga Diri Rendah 2.PROSES TERJADINYA MASALAH a. Pengertian Konsep diri adalah semua ide, pikiran, perasaan, kepercayaan dan endirian yang diketahui individu dalam berhubungan dengan oranglain. Konsep diri adalah cara individu memandang dirinya secara utuh baik fisi, emosi, intektual, social dan spiritual Komponen konsep diri: Citra diri(body image) adalah sikap individu terhadap tubuhnya baik disadari atau tidak disadari meliputi persepsi masa lalu atau sekarang mengenai ukuran dan bentuk, fungsi, penampilan dan potensi tubuh Ideal diri(self ideal) adalah prsepsi individu tentang bagaimana ia seharusnya bertingkah laku berdasarkan standart pribadi Harga diri(self esteem) adalah penilaian pribadi terhadap hasil yang dicapai dengan menganalisis berapa banyak kesesuaian tingkah laku dengan ideal dirinya. Peran diri(self roll)adalah serangkaian pola sikap perilaku, nilai dan tujuan yang diharapkan oleh masyarakat dihubungkan dengan fungsi individu dalam kelompok social. Identitas diri(self identity)adalah kesadaran tentang diri sendiri yang dapat diperoleh individu dari hasil observasi dan penilaian terhadap diri, menyadari individu bahwa dirinya berbeda dari orang lain. (Suliswati, dkk:2005) Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi negative terhadap diri sendiri dan kemampuan diri (pelatihan askep jiwa). Harga diri rendah adalah keadaan dimana individu mengalami evaluasi diri negatif mengenai diri atau kemampuan diri. (Carpenito, L.J :1998:3) Harga diri rendah merutpakan evaluasi diri dan perasaan tentang diri atau kemampuan diri yang negative baiklangsung maupun tidak langsung.(Towsend, 1998:189) Dari pendapat di atas disimpulkan harga diri rendah merupakan suatu perasaan negative terhadap diri sendiri, hilangnya kepercayaan diri dan gagal mencapai tujuan yang diekspresikan secara langsung maupun tidak langsung, penurunan harga diri ini bersifat situasional maupun kronis atau menahun b. Tanda dan Gejala Menurut L. J Carpenito (1998 :352), A.B Keliat (1994:120), perilaku yang berhubungan dengan harga diri rendah antara lain : DS : Mengkritik diri sendiri atau orang lain Perasaan tidak mampu Pandangan hidup yang pesimis Perasaan lemah dan takut

Penolakan terhadap kemampuan diri sendiri Pengurangan diri/mengejek diri sendiri Hidup yang berpolarisasi Ketidakmampuan menentukan tujuan Mengungkapkan kegagalan pribadi Merasionalisasi penolakan DO : Produktivitas menurun Perilaku destruktiv pada diri sendiri dan orang lain Penyalahgunaan zat Menarik diri dari hubungan social Ekspresi wajah malu dan rasa bersalah Menunjukkan tanda depresi (sukar tidur dan sukar makan) Tampak mudah tersinggung /mudah marah c. Terjadinya Masalah Individu yang kurang mengerti akan arti dan tujuan hidup akan gagal menerima tanggung jawab untuk diri sendiri dan orang lain. Ia akan tergatung pada orang tua dan gagal mengembangkan kemampuan diri sendiri. Ia mengingkari kebebasan dan mengekspresikan seuai termasuk kemungkinan berbuat kesalahan dan menjadi tidak sabar., kasar dan banyak menuntut diri, sehingga ideal diri yang ditetapkan tidak tercapai. Harga diri rendah dapat terjadi karena adanya kgagalan atau berduka disfungsional dan individu yang mengalami gangguan ini mempunyai koping yang tidak konstruktif atau kopingnya mal adaptif.

d. Mekanisme Koping Menurut Stuart dan Sundeen yang dikutip oleh Anna Budi Keliat,1998,mekanisme koping pada pasien dengan gangguan konsep diri menjadi 2 yaitu: 1. Koping jangka pendek Aktifitas yang dapat memberikan kesempatan lari sementara dari kasus 1. Aktifitas yang dapat memberikan kesempatan mengganti identitas sementara 2. Aktifitas yang memberikan kekuatan atau dukungan sementara terhadap konsep diri atau identitas yang kabur. 3. Aktifitas yang member arti dalam kehidupan 2. Koping jangka panjang Semua koping jangka pendek dapat berkembang menjadi koping jangka panjang. Penyelesaian positif akan menghasilkan identitas an keunikan individu e. Penyebab Faktor predisposisi 1. Gangguan citra tubuh Mekanisme : Gangguan citra tubuh merupakan perubahan persepsi tentang tubuh yang diakibatkan oleh perubahan, ukuran, bentuk, struktur, fungsi, keterbatasan makna dan objek yang sering kontak dengan tubuh, pasien biasanya tidak dapat menerima , merasa kurang sempurna, kemudian menjadi harga diri rendah Tanda : Kehilangan/ kerusakan bagian tubuh Perubahan ukuran, bentuk dan penampilan tubuh(akibat tumbuh kembang /penyakit)

Prosedur patologik penyakit dan dampaknya terhadap strutur maupun fungsi tubuh. Prosedur pengobatan seperti radiasi, kemoterapi, transplantasi 2. Koping individu tidak efektif: Mekanisme:Kelaianan perilaku adaptif dan kemampuan memecahkan permasalahan seseorang dalam memenuhi tuntutan kehidupan peran / kegagalan yang dialami dan fantasi yang terlalu tinggi yang tidak dapat dicapai membuat frustasi dengan timbulnya harga diri rendah.

3.Gangguan harga diri : Pendekatan diri dengan orang lain Kurang penghargaan Pola asuh yang salah, terlalu dilarang, terlalu dikontrol, terlalu dituntut, selalu dituntut, dan tidak konsisten Persaingan antara saudara Kesalahan dan kegagalan yang berulang Tidak mampu mencapai standar yang ditentukan 4.Gangguan peran diri : Transisi peran yang sering terjadi pada proses perkembangan, perubahan situasi, dan keadaan sehat-sakit Ketegangan peran, ketika individu menghadapi 2 harapan yang bertentangan secara terus menerus yang tidak terpenuhi Keraguan peran, ketika individu kurang pengetahuannya tentang harapan peran yang spesifik dan bingung tentang tingkah laku peran yang sesuai 3. Gangguan identitas diri : idak percayaan orangtua pada anak anan dari teman sebaya ubahan struktur social 4. Faktor presipitasi 5. Trauma 6. Ketegangan peran : Transisi peran perkembangan Transisi peran situasi Transisi peran sehat-sakit f. Akibat Perubahan penampilan peran Mekanisme : berubah atau berhentinya fungsi peran seseorang yang disebabkan oleh penyakit merupakan akibat dari harga diri rendah Keputusasaan Mekanisme : merupakan persepsi bahwa tindakan seseorang tidak akan mempengaruhi hasil karena kurang percaya diri dengan kemampuan karena menganggap dirinya tidak mampu Menarik diri Mekanisme : perilaku menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain karena menganggap dirinya tidak pantas di lingkungan yang merupakan akibat dari harga diri rendah Rentang Respon Konsep Diri

Respon adaptif

Respon maladaptive

1.

2.

o o o 3.

4.

5.

o o

Aktualisasi Diri Konsep Diri Positif Harga Diri Rendah Kekacauan Identitas Deprsonalisasi Keterangan : Aktualisasi Diri Pernyataan diri tentang konsep diri yang positif dengan latar belakang pengalaman nyata yang sukses da diterima. Konsep Diri Poitif Penglaman yang positif yang beraktualisasi diri.karater individu dengan konsp diri yang positif : Mampu membina hubungan pribadi mempunyai temn dan mudah bersahabat Mampu bepiker dan membuat keputusan Dapat beradaptasi dan nenguasai lingkungan Harga diri rendah Transisi antara respon adatif dan maladatif. Perubhan perilaku yang berhubungan dengan hearga diri rendah : mengkritik diri sendiri,merasa brsalah dan khawatir,merasa tidak mampu menunda keputusan,gangguan berhubungan,menarik diri dari realita,merusak diri,membesarbesarkan diri sebagai orang pentingperasaan negative terhadap tubuh,ketegangan peran,pesimis,keluhan fisik,penyalahgunaan zat. Kekacauan identitas Identitas gagal dalam mengintegrasikan aspek-aspek identitas masa kanak-kanak ke dalam kematangan aspek psikososial kepribadian masa dewasa yang harmonis. Perubahan perilaku yang berhungan dengan kekacauan identitas : tidak melakukan kode moral,kepribadian yang bertantangan,hubungan intrepersonal yang eksploitatif,perasaan hampa,perasaan mengambang tentang diri,kekacauan identitas seksual,kecemasan tinggi,ideal diri tidak realistis,tidak mampu berempati terhadap orang lain. Depersonalisasi Perasaan yang tidak realistis dan asing terhadap diri sendiri yang berhubungan dengan kecemasan,kepanikan serta tidak dapat membedakan dirinya dengan orang lain. Perubahan perilaku yang berhubungan dengan depersonalisasi : Afektitif : Kehilangan identitas diri,merasa asing dengan diri sendiri,perasaan tidak nyata,merasa sangat terisolasi,tidak adaperasaanberkesinambungan,tidak mampu mencari kesenangan. Persepsi : Halusinasi pendengaran atau penglihatan,kekacauan identitas seksual,sulit membedakan diri dengan orang lain,gangguan citra tubuh,menjalani kehidupan seperti daam mmimpi. Kognitif : Bingung,disorientasi waktu,gangguan berfikir,gangguan daya ingat,gangguan penilaian. Perilaku : Pasif,komunikasi tidak sesuai,kurang spontanitas,kurang pengendalian diri,kurang mampu membuat keputusan,menarik diri dari ubungan social. g. Mekanisme pertahanan ego Fantasi,kemampuan menggunakan tanggapan-tanggapan yang sudah adantuk menciptakan tanggapan baru

a.

b. c. d.

Disosiasi,respon yang tidak sesuai denga stimulus Isolasi,menghindarkan diri dari interaksi dengan lingkungan luar Projeksi,kelemahan dan kekurangan pada diri sendiri dan di lontarkan pada orang lain e. Displacement,mengeluarkan perasaan-perasaan yang tertakan pada orang yang kurang mengancam dan menimbulkan reaksi emosi h. POHON MASALAH

Resiko perilaku kekerasan

Perubahan persepsi sensori : Halusinasi

Defisit perawatan diri

Isolasi Motivasi kurang

sosial

Harga diri rendah

Tidak efektivnya koping individu I . MASALAH KEPERAWATAN DAN DATA YANG PERLU DIKAJI A . Harga diri rendah Data yang perlu dikaji : Perubahan persepsi - sensori Perubahan pola seksualitas Distress spiritual , kesejahteraan spiritual Proses pikir dan perubahan B . Koping individu tidak efektif : Data yang perlu dikaji : Sumber koping Strategi menghadapi masalah Perubahan perilaku Status emosi pasien

C . Isolasi sosial Menarik diri Data yang perlu dikaji : Mengungkapkan tak berdaya , tak ingin hidup Enggan bicara dengan orang lain Malu bertemu dan berhadapan dengan orang lain Ekspresi wajah kosong Suara pelan dan tidak jelas J . DIAGNOSA KEPERAWATAN 1 . Gangguan konsep diri : Harga diri rendah 2 . Koping individu tidak efektif 3 . Isolasi sosial

TINDAKAN KEPERAWATAN Dx I : Harga Diri Rendah TUM : Klien mempunyai konsep diri yang positif. TUK I : Klien dapat membina hubungan saling percaya dengan perawat. Kriteria evaluasi Setelah .x interaksi, klien menunjukkan ekspresi wajah bersahabat, menunjukkan rasa senang, ada kontak mata, mau berjabat tangan, mau menyebutkan nama, mau menjawab salam, klien mau duduk berdampingan dangan perwat, mau mengutarakan masalah yang di hadapi. Intervensi: 1) Bina hubungan saling percaya dengan menggunakan prinsip komunikasi terapeutik : Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal Perkenalkan diri dengan sopan Tanyakan nama lengkap dan: nama panggilan yang disukai klien Jelaskan tujuan pertemuan Jujur dan menepati janji Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya Beri perhatian dan perhatikan kebutuhan dasar klien

TUK 2 : Klien dapat mengidentifkasi aspek kognitif dan kemempuan yang dimiliki Kriteria evaluasi: Setelah x interaksi klien menyebutkan :. Aspek kognitif dan kemampuan yang dimiliki Aspek positif keluarga Aspek positif lingkungan klien Intervensi : 2.1 Diskusikan dengan klien tentang : Aspek positif yang dimiliki klien, keluarga, lingkungan Kemampuan yang dimilki klien 2.2 Bersama klien buat daftar tentang : Aspek posirtif klien, keluarga, lingkungan Kemampuan yang dimiliki klien. 2.3 Beri pujian yang realistis, hindarkan memberi penilaian negative 2.4 Anjurkan klien mengikuti TAK peningkatan harga diri sesi 1 : identifikasi hal positif klien.

TUK 3 : Klien dapat menilai kemampuan yang dimiliki untuk diolaksanakan Kriteria evaluasi : Setelah x interaksi klien menyebutkan kemampuan yang dapat dilaksanakan. Intervensi : 3.1Diskusikan engan klien kemampuan yang dapat dilaksanakan 3.2 Diskusikan kemampuan yang dapat dilanjutkan pelaksanaannya. TUK 4 : Klien dapat merencanakan kegiatan sesuai dengan kemampuan yang dimiliki. Kriteria evaluasi : Setelah x interaksi klien membuat rencana kegiatan harian. Intervensi : 4.1 Rencana bersama klien aktivitas yang dapat dilakukan setiap hari sesuai kemampuan klien : Kegiatan mandiri Kegiatan dengan bantuan 4.2 Tingkatkan kegiatan sesuai kemampuan klien 4.3 Beri contoh cara pelaksanaan kegiatan yang dapat klien lakukan TUK 5 : Klien dapat melakukan kegiatan sesuai rencana yang dibuat dan terlibat dalam TAK stimulasi persepsi peningkatan harga diri. Kriteria evaluasi : Setelah x interaksivklien melakukan kegiatan sesuai jadwal yang dibuat dan terlibat dalam TAK stimulasi persepsi peningkatan harga diri. Intervensi : 5.1 Anjurkan klien untuk melaksanaksan kegiatan yang telah dilaksanakan 5.2 Pantau kegiatan yang dilaksanakan klien 5.3 Libatkan klien dalam TAK stimulasi persepsi peningkatan harga diri 5.4 Beri pujian atas usaha yang dilakukan klien 5.5 Diskusikan kemungkinan pelaksanakan kegiatan setelah pulang. TUK 6 : Klien dapat memanfaatkan system pendukung yang ada Kriteria evaluasi: Setelah x interaksi klien memanfaatkan system pendukung yang ada dikeluarga. 6.1 Beri pendidikan kesehatan pada keluarga tentang cara merawat klien dengan harga diri rendah. 6.2 Bantu keluarga memberikan dukungan selama klien dirawat 6.3 Bantu keluarga menyiapkan lingkungan rumah Dx II : koping individu tidak efektif TUM : Pasien mempunyai koping yang efektit TUK I : Pasien dapat mengidentifikasi perasaannya secara jelas: Kriteria evaluasi : Pasien mengekspresikan perasaanya secara bebas Intervensi : 1. Izinkan pasien untuk menangis 2. Sediakan kertas, alat tulis jika klien belum mau bicara 3. Nyatakan kepada pasien bahwa perawat dapat mengerti apabila dia belum siap membicarakan masalahnya TUK 2 : Pasien dapat mengidentifikasi koping dan perilaku yang berkenaan dengan kejadian yang dihadapinya.

1. 2. 3. 4.

1. 2. 3. 4. 5. 6.

1. 2. 3. 4. 5.

Kriteria evaluasi : Klien dapat mengidentifikasi koping dan perilaku yang berkenaan dengan kejadian yang dihadapinya. Intervensi : Tanyakan kepada klien apa pernah mengalami hal yang sama Tanyakan cara yang dapat dilakukan dalam mengatasi perasaan dan masalah. Identifikasi koping yang pernah dipakai Diskusikan dengan pasien alternative koping yang tepat TUK 3 : Pasien dapat mengidentifikasi pola kognitif yang negative Kriteria evaluasi : Pasien dapat memodifikasi pola kognitif yang negatife Intervensi : 1. Diskusikan tentang masalah yang dihadapi pasien 2. Identifikasi pemikiran negative 3. Bantu pasien meningkatkan pemikiran yang negative 4. Kurangi penilaian negative terhadap dirinya 5. Evaluasi ketetapan persepsi, logika kesimpulan yang dibuat pasien 6. Bantu pasien untuk menyadari nilai yang dimiliki TUK 4 : Pasien dapat berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan perawatan dirinya, Kriteria evaluasi : Pasien berpartisipasi dalam pengambilan keputusan yang berkenaan dengan perawatan dirinya. Intervensi : Libatkan pasien dalam menetapkan tujuan perawatannya yang ingin dicapai. Motivasi pasien untuk membuat jadwal aktivitas perawatan diri Berikan pasien privasi sesuai kebutuhan yang ditentukan Berikan reinforcement positif untuk keputusan yang dibuat Berikan pujian jika pasien berhasil melakukan kegiatan penampilan yang bagus Motivasi pasien untuk mempertahankan kegiatan tsb. TUK 5 : Pasien diapat memotivasi untuk aktif mencapai tujuan yang realistic Kriteria evaluasi : Pasien memotivasi untuk aktif mencapai tujuan yang realistic Intervensi : Bantu klien untuk menetapkan tujuan yang realistic, fokuskan kegiatan pada saat ini dan bukan kegiatan masa lalu Bantu klien mengidentifikasi situasi kehidupan yang dapat dikontrolnya. Identifikasi cita-cita yang ingin dicapai oleh klien Dorong untuk berpartisipasi dalam aktivitas tersebut dan berikan penguatan positif untuk berpartisipasi dan pencapaiannya. Motivasi keluarga untuk berperan aktif dalam menurunkan perasaan tidak bersalah klien.

STRATEGI PELAKSANA HARGA DIRI RENDAH


A.

Proses Keperawatan 1. Kondisi klien

1. 2. 3. 4. a. b. c. d. e.

Klien tenang, perhatian ada, kurang bicara 2. Diagnosa keperawatan Harga diri rendah 3. Tujuan Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan Pasien dapat menetapkan atau memilih kegiatan sesuai kemampuan Pasien dapat menyusun jadual untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih 4. Tindakan keperawatan Mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang masih dimiliki pasien Membantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan Membantu pasien memilih atau menetapkan kemampuan yang akan dilatih Melatih kemampuan yang dipilih pasien Membantu menyusun jadual pelaksanaan kemampuan yang dilatih
B. Strategi komunikasi SP I pasien : Mendiskusikan kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien, membantu Pasien menilai kemampuan yang masih dapat digunakan, membantu Pasien memilih / menetapkan kemampuan yang akan dilatih, melatih Kemampuan yang sudah dipilih dan menyusun jadual pelaksanaan Kemampuan yang telah dilatih dalam rencana harian No. Tahap Perawat Pasien 1. - Assalamualaikum, bagaimana Orientasi keadaan bapak hari ini ? bapak terlihat segar ya! - Bagaimana kalau kita bercakap-cakap tentang kemampuan dan kegiatan yang pernah bapak lakukan? - Setelah itu kita akan menilai kegiatan mana yang masih dapat bapak ali lakukan di rumah sakit. - Setelah kita nilai, kita akanpilih satu kegiatan untuk kita latih 2. -Bagaimana kalau kita duduk Kerja di ruang tamu? Berapa lama ? Bagaimana kalau 20 menit?

-Bapak apa saja kemampuan yang bapak miliki?bagus,apa lagi? -saya buat daftarnya ya? -apa pula kegiatan lain yang biasa bapak lakukan? -bagaimana dengan merapikan kamar?,membaca buku.mengoprasikan

3.

Terminasi

computer,dll -wahhhhh,bagus sekali,banyak kemampuan dan kegiatan yang bapak miliki. -bapak,dari lima kegiatan ini,yang mana yang masih bisa dapat dikerjakan di rumah sakit ini? -coba kita lihat,yang pertama bisakah?yang kedua sampai lima ( misalnya ada 3 yang masih bisa di lakukan). -bagus sekali.ada 3 kegiatan yang masih bisa di kerjaakn di RS ini. -sekarang,coba bapak pilih salah satu kegiatan yang masih dapat dikerjakan diRSini. -oooo,yang NO satu? Merapikan tempat tidur? Kalau begitu , bagaimana kalau sekarang kita latihan merapikan tempat tidur bapak? -coba lihat,sudah rapikah tempat tidurnya? -nahhh,kalau kita mau merapikan tempat tidur mari kita pindahkan bantal dan selimutnya -bagus,sekarang kita angkat spreinya dan kasurnya kita balik -nah,sekarang kita pasang lagi spreinya,kita mulai dari arah atas. -ya,bagus! -sekarang sebelah kiri tarik dan masukkan , lalu sebelah pinggir masukkan.sekarang ambil bantal,rapikan, dan letakkan sebelah atas atau kepala. Mari kita lipat selimut, nah..letakkan disebelah bawah atau kaki. Bagus! - bapak sudah merapikan tempat tidur dengan baik sekali.. coba perhatikan bedakah dengan sebelum

dirapikan? Bagus.. - coba bapak lakukan dan jangan lipa membri tanda MMM (mandiri), kalau bapak lakukan tanpa disuruh tulis B (bantuan), jika diingatkan bisa melakukan dan T (tidak) jika tidak melakukan. - Bagaimana perasaan bapak setelah kita bercakap-cakap dan latihan merapikan tempat tidur?.. - Ya Bapak, ternyata banyak memiliki kemampuan yang dapat dilakukan di RS ini! Salah satunya, merapikan tempat tidur yang sudah bapak praktekkan dengan baik sekali. - nahkemampuan ini dapat dilakukan juga dirumah setelah pulang. - sekarang mari kita masukkan pada jadwal harian bapak. Mau barapa kali sehari merapikan tempat tidur? Bagus2x yaitu pagi-pagi jam berapa?lalusehabis istirahat,jam 16.00. - besok pagi kalau latihan lagi kemampuan yang kedua, bapak masih ingat kegiatan apa lagi yang mampu dilakukan di RS ini selain merapikan tempat tidur? Ya Bagus, mencuci piring. Kalau begitu kita latihan mencuci piring besok jam 08.00 pagi di dapur ruangan ini sehabis makan pagi, sampai jumpa yaaa

SP 2 Pasien : Melatih pasien melakukan kegiatan lain yang sesuai dengan kemampuan pasien. NO FASE PERAWAT PASIEN

1.

ORIENTASI Assalamualaikum, bagaimana perasaan bpk/ibu pagi ini? Wah, tampak cerah Bagaimana bpk/ibu, sudah dicoba merapikan tempat tidur sore kemarin? Bagus kalau sudah dilakukan Masih ingat apa kegiatan/kemampuan yang ke dua? Ya benar, kita akan melakukan latihan mencuci piring di dapur ruangan ini, waktunya sekitar 15 menit Mari kita ke dapur Bpk/ibu, sebelum kita mencuci piring kita perlu siapkan dulu perlengkapanya, yaitu: sabut untuk membersihkan piring, sabun khusus untuk mencuci piring, dan air untuk membilas, bisa menggunakan air yg mengalir dari kran ina. Oia, jangan lupa sediakan tempat sampah untuk membuang sisa makanan. sekarang saya perlihatkan dulu caranya. Setelah semua perlengkapan tersedia, ambil satu piring kotor, lalu buang dulu sisa kotoran yang ada di piring tersebut ke tempat sampah, kemudian bersihkan piring tersebut dengan menggunakan sabut yang sudah diberikan sabun pencuci piring. Setelah selesai disabuni, bilas dengan air bersih sampai tidak ada busa di piring tersebut. Setelah itu, bisa mengeringkan piring yang sudah bersih tadi di rak yang sudah tersedia di dapur. nah... selesai... Sekarang coba bpk/ibu yang lakukan

KERJA

Bagus sekali.... bpk/ibu bisa mempraktekan cuci piring dengan baik. Sekarang dilap tanganya. Bagaimana perasaan bapak/ibu setelah latihan cuci piring? TERMINASI Bagaimana jika kegiatan cuci piring ini dimasukkan menjadi kegiatan sehari-hari mau berapa kali bpk/ibu mencuci piring? bagus sekali bpk/ibu mencuci piring 3x setelah makan Besok kita akan melakukan latihan kemapuan ke 3 Setelah merapikan tempat tidur dan cuci piring. Masih ingat kegiatan apakah itu? Ya benar, kita akan melakukan latihan mengepel, mau jam berapa? Sama dengan sekarang? Sampai jumpa.......

Diposkan oleh feri malinda di 22:44

LAPORAN PENDAHULUAN JIWA HARGA DIRI RENDAH

1.

Pengertian Harga Diri Rendah Harga diri rendah adalah perasaan tidak berharga, tidak berarti, dan rendah diri yang berkepanjangan akibat evaluasi negatif terhadap diri sendiri dan kemampuan diri. (Keliat, 2006) Harga diri rendah adalah penilaian individu tentang nilai personal yang diperoleh dengan menganalisa seberapa baik perilaku, seseorang sesuai dengan ideal diri.(Stuart dan Sudden, 1998)

2.

Tanda dan Gejala Tanda dan Gejala yang berhubungan dengan harga diri rendah menurut Stuart dan Sudden, 1998 adalah a. Mengkritik diri sendiri dan atau orang lain b. Penurunan Produktivitas c. Dekstruktif yang diarahkan pada orang lain d. Perasaan tidak mampu e. Rasa bersalah f. Mudah tersinggung atau marah yang berlebihan g. Perasaan negative mengenai tubuhnya sendiri h. Ketegangan peran yang bertentangan i. Pendangan hidup yang bertentengan j. Keluhan fisik k. Penolakan terhadap diri sendiri l. Dekstruktif terhadap diri sendiri m. Pengurangan diri n. Menarik diri secara social

o. p. q.

Penyalahgunaan zat Menarik diri secara realitas Khawatir Sedangkan tanda dan gejala harga diri rendah lainnya, menurut (Keliat, 2006) seperti. Menarik diri sendiri Perasaan tidak mampu Pandangan hidup yang pesimis Kurang memperhatikan perawatan diri Berpakaian tidak rapih Selera makan berkurang Tidak berani menatap lawan bicara Lebih banyak menunduk Bicara lambat dengan nada suara lemah Pohon Masalah

a. b. c. d. e. f. g. h. i. 3.

ng memper

(Keliat, 2006) 4. Rentang Respon Harga Diri Rendah Menurut Stuart dan Sudden (1998)

Respon adaptif Aktualisasi diri 5. Konsep diri psitif Harga diri rendah Maladaptif Kerancuan Identitas

a. b. c. d. e.

Faktor Predisposisi Penolakan orangtua, harapan orangtua yang tidak realistic, kegagalan yang berulang kali, kurang mempunyai tanggung jawab personal, ketergantugan pada orang lain, dan ideal diri yang tidak realistik. (Stuart dan Sudden, 1998). Sedangkan menurut Kusumawati tahun 2010 yang mempengaruhi harga diri rendah adalah sebagai berikut; Ideal diri yaitu harapan, tujuan, nilai, dan standar perilaku yang ditetapkan Interaksi dengan orang lain Norma sosial Harapan terhadap dirinya dan kemampuan dirinya untuk memenuhi harapan tersebut Adanya kesenjangan antara ideal diri dengan konsep diri (Kusumawati, 2010)

6.

Diagnosa Keperawatan Berdasarkan data yang didapat melalui observasi, wawancara, atau pemeriksaan fisik, yaitu:

a. b. c. d.

e.

(Keliat, 2006) Sedangkan diagnosa keperawatan menurut Stuart dan Sudden (1998) berhubungan dengan: Respon konsep diri. Penyesuaian, kerusakan Ansietas Gangguan citra tubuh * - Komunikasi, kerusakan verbal - Koping, individu infektif - Gangguan penyaluran energi - Berduka, disfungsi - Keputusasaan Gangguan identitas personal * - Perubahan sensoris/persepsi - Pola seksualitas, perubahan - Interaksi sosial, kerusakan - Isolasi sosial - Disties spiritual, potensial untuk ditingkatkan - Proses fikir, perubahan - Amik Rencana Tindakan Tindakan keperawatan pada pasien : Tujuan Pasien dapat mengidentifikasi kemampuan dan aspek positif yang dimiliki. Pasien dapat menilai kemampuan yang dapat digunakan. Pasien dapat menetapkan/memilih kegiatan yang sesuai kemampauan. Pasien dapat melatih kegiatan yang sudah dipilih, sesuai kemampuan. Pasien dapat menyusun jadqal untuk melakukan kegiatan yang sudah dilatih. Tindakan keperawatan Mengidentifikasi kemampuan dan sapek positif yang dimiliki pasien. Untuk membantu pasien dapat mengungkapkan kemampuan dan aspek positif yang masih dimilikinya, perawat dapat: Mendiskusikan bahwa sejimlah kemampuan dan aspek positif yang dimiliki pasien seperti kegiatan pasien dirumah sakit, dalam keluarga, lingkungan, dan lingkungan adanya keluarga dan lingkungan terdekat pasien. Beri pujian yang realistik/nyata dan hindarkan setiap kali bertemu dengan keluarga pasien penilaian yang negatif. Membantu pasien menilai kemampuan yang dapat digunakan untuk kegiatan tersebut, perawat dapat: Mendiskusikan dengan pasien kemampuan yang masih dapat digunakan saat ini. Bantu pasien menyabutkan dan memberi penguatan terhadap kemampuan diri yang diungkapkan pasien. - Perlihatkan respon yang kondusif dan menjadi pendengar yang aktif. Membantu pasien mmilih/menetapkan kemampuan yang akan dipilih tindakan keperawatan yang dapat dilakukan adalah: Mendiskusikan dengan pasien beberapa kegiatan yang dapat dilakukan dan dipilih sebagai kegiatan yang akan pasien lakukan sehari-hari. Bantu pasien menetapkan kegiatan mana yang dapat pasien lakukan sacara mandiri, mana bantuan minimal dari keluarga dan kegiatan apa saja yang perlu bantuan penuh dari keluarga atau lingkungan terdekat pasien. Melatih kemampuan yang akan dipilih pasien Untuk tindakan keperawatan tersebut perawat dapat melakukan:

7. 1. a. 1) 2) 3) 4) 5) b. 1) 2. 3. 4.

5. -

- Mendiskusikan dengan pasien untuk melatih kemempuan yang dipilih. - Bersama pasien memperagakan kegiatan yang ditetapkan. Beri dukungan yang pijuan pada setiap kegiatan yang dapat dilakukan pasien. Membantu menyusun jadwal pelaksanaan kemampuan yang dilatih Memberi kesempatan pada pasien untuk mencoba kegiatan yang telah dilatihkan. Beri pujian atas kegiatan dapat dilakukan pasien setiap hari. Tingkatkan kegiatan sesuai dengan tingkat toleransi setiap kegiatan.

ASUHAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA TERHADAP Ny. D I. IDENTITAS KLIEN Inisial Jenis kelamin Umur Informan Tanggal masuk RS Tanggal pengkajian Nomor register II. ALASAN MASUK Klien dating ke RSJ Daerah Provinsi Lampung melalui UGD pada tanggal 17 Oktober 2011 dengan keluhan sudah seminggu yang lalu klien mudah tersinggung, emosi labil, gelisah, sulit tidur, dan suka merasa curiga terhadap orang lain, klien sulit diarahkan juga sering keluyuran tidak pulang ke rumah. Upaya yang telah dilakukan keluarga, klien dibawa ke RSJ tetapi tak ada perubahan. III. FAKTOR PREDISPOSISI 1. Pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu : Klien pernah mengalami gangguan jiwa di masa lalu lebih kurang setahun yang lalu muncul gejala tersebut (mudah tersinggung, emosi labil, gelisah dan sulit tidur, suka merasa curiga terhadap orang lain, sulit diarahkan dan sering keluyuran). 2. Pengobatan sebelumnya Klien sebelumnya pernah berobat di RSJ melalui rawat jalan sejak bulan oktober tahun 2006, tetapi tidak ada perubahan karena klien menolak minum obat, bosan minum obat ,pernah muntah, dan mulutnya pahit saat minum obat. Maslah keperawatan : regimen terapeutik inefektif : Ny. D : Perempuan : 21 tahun : Tn. : 17 Oktober 2011 : 21 November 2011 : 01-51-18

3. Masalah penganiayaan Aniaya seksual Keluarga klien mengatakan 2 tahun yang lalu klien pernah diperkosa sehingga klien menjadi pribadi yang tampak bingung dan terlihat sedih. Masalah keperawatan : 4. Adakah anggota keluarga yang mengalami gangguan jiwa Dalam keluarga klien sebelumnya tidak ada yang pernah mengalami gangguan jiwa. 5. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan Klien tampak tidak senang dan malas menjawab jika ditanyakan tentang pengalaman yang tidak menyenangkan, karena dalam riwayat masa lalunya keluarga mengatakan 2 tahun yang lalu ia pernah diperkosa. Masalah keperawatan IV. PEMERIKSAAN FISIK 1. Tanda-tanda vital TD : 110/80 mmHg 2. Ukur 3. Keluhan fisik Klien mengatakan kepalanya sering terasa pusing dan ngntuk sehingga klien sering terlihat tidur. Klien mengatakan rajin mandi, tetapi kepalanya tetap saja gatal, wajah klien tampak kotor dan berminyak, rambut klien kusam dan berkutu terkadang klien tampak sedang menggaruk-garuk kepalanya dan juga tercium bau yang tidak sedap pada tubuh klien Masalah keperawatan : Defisit perawatan diri TB : 146 cm N : 84x/mnt S : 36,5 0C P : 20x/mnt BB : 53 kg : Kopin individu inefektif

V.

PSIKOSOSIAL 1. Genogram

Keterangan: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. : laki laki : perempuan / : Klien : : Umur klien : Orang yang tinggal serumah : meninggal : Orang yang terdekat

Klien merupakan anak kedua dari lima bersaudara , klien tinggal serumah dengan kedua orangtua nya, satu kakak laki laki dan dua adik laki laki serta satu adik perempuan. 2. Konsep Diri a. Gambaran diri Klien mengatakan semua anggota bagian tubuhnya sama saja, klien menyukai semua anggota bagian tubuhnya.

b. Identitas diri Klien mengatakan sebelum ia berada di RSJ, ia pernah bekerja di warung makan (sate, gulai) sebagai pembuat bumbu masakan dan menghangatkan makanan yang dingin. Saat bercerita, klien tampaknya amat senang bekerja di warung makan tersebut. c. Peran Klien berperan sebagai wanita yang kesehariannya membantu orang yang memiliki warung makan. d. Ideal diri klien mengatakan dirinya tidak bisa apa-apa dan tidak bisa melakukan banyak hal, klien mengatakan malas berbicara karena tidak mempunyai bahan obrolan..

Masalah keperawatan e. Harga diri

: Harga diri rendah

Klien mengatakan orang lain jarang ada yang mau mengobrol, bermain dengannya karena orang lain menganggap dirinya adalah orang yang pendiam, tidak mau bersosialisasi dan tidak mempunyai bahan pembicaraan. Masalah keperawatan 2. Hubungan Sosial a. Orang yang berarti Klien mengatakan orang yang berarti selama hidupnya adalah kedua orang tuanya,dan klien mengakui sangat menyayangi ayah dan ibunya dan orang tuanya pun sangat menyayangi dirinya. b. Peran serta kegiatan kelompok/masyarakat Klien mengatakan tidak pernah mengikuti kegiatan kelompok di masyarakat.klien menjawab malas bergabung dengan masyarakat dan untuk apa tidak ada gunanya dan ia berkata dirinya tidak bisa apa-apa dan juga tidak dapat melakukan banyak hal untuk orang lain. Masalah keperawatan :Harga diri rendah c. Hambatan dalam berhubungan dengan orang lain Klien mengatakan malas untuk berhubungan dengan orang lain ,ia mengatakan tidak ada bahan obrolan dan juga tidak penting ,klien lebih suka sendiri melamun jika di rumah dan pergi sendiri tanpa ditemani orang lain. Masalah keperawatan 3. Spiritual a. Nilai dan keyakinan : Klien mengakui dirinya beragama islam,tetapi klien tidak rajin beribadah dan klien mengatakan malas untuk sholat :Isolasi sosial : Harga diri rendah , isolasi nsosial .

b.Kegiatan ibadah

Klien mengatakan tidak mau dan malas untuk sholat, klien mengatakan sholat kadang-kadang saja. klien juga tampak tidak pernah sholat ketika waktu sholat tiba.

VI.

STATUS MENTAL 1. Penampilan

Penampilan klien tidak rapi ,wajah kotor dan berminyak,rambut klien tampak kusam,bau dan berkutu,terkadang tercium bau tidak sedap pada tubuh klien.klien mengatakan rajin mandi tetapi masih saja tetap gatal kepalanya. Masalah keperawatan 2. Pembicaraan Saat klien diajak berbicara suara klien terdengar pelan dan lambat.Pembicaraan klien sirkumtansial jika diajak berbicara berbelit-belit pembicaraan berputar-putar tapi sampai pada titik pembicaraan.Saat ditanya klien tidak langsung menjawab pertanyaan tetapi klien menceritakan sesuatu hal yang ingin diceritakannya terlebih dahulu setelah itu baru klien menjawab apa yang ditanyakan kepadanya. Masalah keperawatan 3. Aktivitas motorik Klien sering berdiam diri sendiri di tempat tidur terkadang tampak gelisah,lesu,dan tampak seperti orang bingung, klien tampak menarik diri dari lingkungan pergaulan di RSJ,klien tampak sering melamun, pandangan mata kosong klien mengatakan bosan dan tidak hal yang bermanfaat yang dapat dilakukannya. : Kerusakan komunikasi verbal :Defisit perawatan diri

Masalah keperawatan 4. Alam perasaan

:Isolasi sosial

Klien mengatakan ingin bertemu dengan anak dan suaminya.Klien tampak sering gelisah seperti orang kebingungan dan murung Masalah keperawatan 5. Afek Afek yang diberikan klien ketika sedang berbicara dengan perawat datar , tidak ada perubahan roman atau mimik muka saat stimulus menyenangkan ataupun menyedihkan. Masalah keperawatan : 6. Interaksi selama wawancara Selama dilakukan wawancara dengan perawat, kontak mata kurang dan selalu mempertahankan pendapat dan kebenaran tentang dirinya. Masalah keperawatan 7. Persepsi / Halusinasi Terkadang klien tampak sedang berbicara sendiri, tetapi saat ditanya dengan perawat sedang berbicara dengan siapa, klien menyangkal dan mengatakan tidak berbicara dengan siapa: : Berduka

siapa, dan ketika ditanya adakah suara-suara yang didengar ketika sedang berbicara sendiri, klien pun menjawab tidak ada. Masalah keperawatan 8. Proses pikir Saat ditanya oleh perawat klien tidak langsung menjawab pertanyaan tetapi klien menceritakan sesuatu hal yang ingin diceritakannya terlebih dahulu setelah itu baru klien menjawab apa yang ditanyakan kepadanya Masalah keperawatan 9. Isi pikir Klien berobsesi, yang selalu muncul di dalam pikiran klien adalah saat dia pulang nanti ia ingin tinggal bersama dengan anak dan suaminya, ia membayangkan ingin membuat rumah tingkat yang ada garasi dan ingin memiliki mobil bagus. Klien tampak bahagia saat mengungkapkan perasaannya. Masalah keperawatan 10 Tingkat kesadaran Klien tidak mengetahui di mana ia berada sekarang.Orientasi waktu klien baik dan mampu mengenali orang. Masalah keperawatan 11. Memori Klien mengingat sedikit kejadian jangka panjang seperti pernah ikut reuni dengan teman teman dan pernah bekerja disebuah warung makan Masalah keperawatan :12. Tingkat konsentrasi dan berhitung Klien mampu berhitung dengan baik . Masalah keperawatan 13. Kemampuan penilaian klien dapat mengambil keputusan yang sederhana seperti ia mengatakan paling enak itu masak dan makan sambal tempe. Masalah keperawatan:14. Daya tilik diri Klien selalu mengingkari penyakit yang diderita klien merasa dirinya sehat baik-baik saja dan tidak butuh pertolongan. Masalah keperawatan : :: tidak ditemukan : : kerusakan komunikasi verbal : tidak ditemukan

VII.

PERSIAPAN PULANG 1. Makan Klien diberi makan secara baik dan teratur.Klien diberikan makan 3x sehari,juga diberi snack ringan 2x sehari.Klien juga menghabiskan porsi makan yang diberikan terkadang klien minta ditambah makanannya lagi,jika ada sisa mkanan dari temannya klien meminta dan menghabiskannya.Klien mengatakan dirinya selalu merasa kelaparan dan selalu ingin diberikan makanan terus. Masalah keperawatan : 2.Minum Klien mengatakan dirinya sering merasa haus, klien juga mengatakan dirinya suka minum teh,klien terlihat sering sekali mengambil air putih dan air teh dan ia pun mengisi botol minumnya hingga penuh. 3.BAB / BAK Klien mampu BAB dan BAK dengan baik di tempat yang sesuai (toilet) tanpa membutuhkan bantuan perawat ataupu orang lain. Masalah keperawatan 4. Mandi Klien mandi dengan teratur 2x sehari,klien juga mandi dengan mandiri tanpa bantuan dari orang lain. Masalah keperawatan 5. Berpakaian / berhias Klien dapat menggunakan pakaian dan celana dengan baik tanpa terbalik,klien mengganti pakaian sehari 1x,klien tidak pernah menghias wajah seperti menggunakan bedak atau alat make up lainnya,klien mengatakan dirinya berdandan pun tetap saja tidak cantik (jelek). Masalah keperawatan 6. Istirahat / tidur Klien istirahat dan tidur dengan baik, klien istirahat tidur siang pukul 13.00-14.00 WIB dan klien istirahat tidur malam pukul 19.00-05.00 WIB. Masalah keperawatan 7. Penggunaan obat Sejak berada di RSJ klien mau minum obat sesuai dengan dosis dan waktunya setelah diberikan oleh perawat klien langsung meminumnya. Masalah keperawatan 8. Pemeliharaan kesehatan Klien mengatakan jikan nanti ia sudah pulang,ia akan minum obat dengan teratur, istirahat yang cukup dan mau di arahkan yang baik oleh kedua orang tuanya. : : :Harga diri rendah : :

Masalah keperawatan

9. Kegiatan di luar rumah Klien mengatakan malas mengikuti kegiatan diluar rumah dan malas berbicara dengan orang lain. Klien lebih senang menyendiri,melamun karena klien merupakan orang yang malas berbincang dengan orang lain dan klien mengatakan dirinya tidak bisa apa-apa dan tidak bisa melakukan banyak hal. Masalah keperawatan 10. Kegiatan di dalam rumah Klien mengatakan dirumah paling suka memasak dan klien juga suka memasak untuk orang dirumahnya, klien paling suka masak sambal tempe Masalah keperawatan VIII. MEKANISME KOPING 1. Adaptif : Klien belum dapat menyelesaikan masalah yang dihadapi karena klien malas berinteraksi dengan orang lain. 2. Maladaptif : Sebelum di rawat di rumah sakit : klioen mengatakan stressor dengan marah marah dan membentak orang lain yang membuatnya marah. Kilen sering pergi keluyuran. Setelah dirawat di rumah sakit : klien hanya meredam masalah yang dihadapi dan tidak mau menceritakan kepada teman, perawat atau siapapun. Masalah keperawatan : Koping individu tidak efektif IX. MASALAH PSIKOSOSIAL DAN LINGKUNGAN Masalah berhubungan dengan dukungan kelompok, spesifik : Klien mendapatkan dukungan yang minim dari keluarga, karena klien hanya mendapatkan dukungan dari orangtuanya, dank lien juga jarang dijenguk oleh keluarganya. Masalah keperawatan : Koping keluarga inefektif Masalah berhubungan dengan lingkungan fisik, spesifik: : : Isolasi sosial

Klien tampak malas berhubungan dengan orang lain, ia mengatakan untuk apa berhubungan dengan orang lain karena tidak ada bahan obrolan, dan ia tidak bisa melakukan banyak hal. Masalah keperawatan : Harga diri rendah. Masalah berhubungan dengan pendidikan, spesifik Klien mengatakan menyelesaikan pendidikan hanya sampiai kelas 5 SD karena malas sekolah. Masalah keperawatan : Masalah berhubungan dengan pekerjaan, spesifik Klien mengatakan bekerja sebagai pembuat bumbu sate dan gulai juga menghangatkan makanan yang dingin . klien mengatakan yang ,menjadi maslah baginya dalam pekerjaannya adalah ia tidak mengerti mengambil berapa takaran makanan dalam 1 porsi yang disajikan untuk pembeli. Maslah keperawatan : Masalah berhubungan dengan perumahan, spesifik: Klien mengatakan tidak ada masalah denagn lingkunagan sekitar rumah. Masalah keperawatan : Masalah berhubungan dengan ekonomi, spesifik: Klien mengatakan ia mendapat upah diwarung makan hanya Rp 10.000, klien juga mengatakan pernah juga bekerja di Jakarta namun ia tidak betah tinggal disana karena klien tidak mendapat upah, klien mengatakan ia berasal dari keluarga yang sederhana. Masalah keperawatan : Masalah berhubungan dengan pelayanan kesehatan, spesifik: Keinginan pulang klien sangat besar , ia bosan dirawat dirumah sakit, dan tidak betah tinggal dirumah sakit. Masalah keperawatan :X. KURANG PENGETAHUAN TENTANG Klien mengatakan tidak mengetahui tentang gagguan jiwa yang dialaminya klien juga tidak mengetahui cara pengobatan yang harus dilakukan agar cepat sembuh. Masalah keperawatan : kurang pengetahuan tentang proses pengobatan. XI ASPEK MEDIS

Diagnosa medis : Skizofrenia paranoid Terapi medic Haloperidol 5 mg Frimania 200 mg : - Clozapin 3x1 2x 1 0-0

Obat dikonsumsi selama 10 hari terhitung tanggal 19-28 november 2011 XI. ANALISA DATA

NO. 1 DS :

DATA

MASALAH Harga Diri Rendah.

keluarga klien mengatakan kurang lebih 2 tahun yang lalu klien pernah diperkosa.

Klien mengatakan dirinya tidak bisa apa apa.

klien mengatakan dirinya berdandan pun tetap saja tidak cantik.

Klien mengatakan orang lain jarang ada yang mau mengobrol, bermain dengannya karena orang lain menganggap dirinya adalah orang yang pendiam

DO: Klien tampak seperti orang bingung. Klien tampak sedih.

Suara klien terdengar pelan Roman muka / mimic wajah klien tampak tak ada perubahan saat stimulus menyedihkan / menyenangkan. 2. DS : Klien mengatakan malas untuk berhubungan atau berbincang dengan orang lain Klien mengatakan ia dianggap orang lain bahwa dirinya pendiam. Klien mengatakan malas mengikuti kegiatan di luar rumah. Klien mengatakan lebih senang sendiri, pergi sendiri tanpa ditemani orang lain

DO: Suara klien pelan Wajah tampak tampak sedih Klien tampak sering melamun Klien tampak lebih sering menyendiri. 3 DS : Klien mengatakan tidak suka jika ada yang mengajaknya berbincang tentang masa lalunya, Jika ditanya tentang masa lalu nya klien menjawab mau tahu saja. Klien mengatakan tidak suka diatur dan ada yang melarangnya saat ia akan melakukan sesuatu. Resiko perilaku kekerasan

i DO : Klien tampak mudah tersinggung klien pernah memarahi perawat dan membentak perawat saat dirinya dilarang memanjat jendela. Klien tampak melotot jika ada yang membuatnya tersinggung.

XII.

POHON MASALAH Resiko perilaku kekerasan Isolasi sosial Gangguan konsep diri : Hrga Diri Rendah

XIII.

DAFTAR DIAGNOSA KEPERAWATAN -Harga diri Rendah -Isolasi Sosial -Resiko perilaku kekerasan.

RENCANA TINDAKAN KEPERAWATAN

Inisial Klien D

: Ny.

Diagnosa Medis : Ruang Melati Catatan Medik : : No.

No Tanggal

Dianosa keperawatan

Tujuan

Kriteria Evaluasi

Tindakan Keperawatan

Rasional

23-112011

Harga Diri Rendah

TUM : Klien mampu berhubungan tanpa merasa rendah diri

TUK : 1. Klien dapat memperluas 1.1 Klien dapat 1.1 Diskusi atau 1.1 kesadaran menyebutk membantu Mengidentifikas diri. an yang ada mengidentifikasi i hal hal positif pada kelebihan dan yang masih dirinya kemampuan positif dimiliki oleh setelah 3 yang dimiliki klien klien. kali dan dapat dilakukan pertemuan. oleh klien

1.2 1.2 Klien - mendiskusikan

dapat kelemahan yang menyebutk dimilki klien. an - mengingatkan kelemahan bahwa klien yang adalah manusia dimilki dan biasa yang menjadi mempunyai halangan - memberitahu klien kekurangan. untuk m bahwa manusia encapai - menghadirkan tidak ada yang keberhasila sempurna semua realita pada n memiliki kelebihan klien dan kekurangan

- menganjurkan klien untuk lebih meningkatkan kelebihan dan kemampuan yang dimilki.

- memberikan kesempatan berhasil lebih tinggi

- memberitahu klien bahwa ada hikmah dibalik kekurangan yang dimiliki. - agar klien tidak merasa putus asa - membantu klien untuk mengembangkan atau menetapkan kemampuan yang dimilikinya untuk dilatih.

- membantu klien untuk membentuk harapan yang realistis.

- membantu melatih kemampuan yang telah dipilih klien dan memberi kesempatan kepada klien untuk

berhasil.

- meningkatkan rasa percaya diri klien

- memberi reinforcement positif dan pujian terhadap keberhasilan klien.

- memberi penghargaan terhadap perilaku yang positif.

2.1 - bantu klien mengidentifikasi kegiatan atau keinginan yang berhasil dicapainya. - kaji bagaimana perasaan klien dengan keberhasilan tersebut. - mengingatkan klien bahwa ia tidak selalu gagal.

TUK

2.1 Klien dapat menyebutk 2. Klien dapat an mengevaluasi keberhasila n yang dirinya telah dicapai setelah 3 kali bertemu

- memberikan kesempatan kepada klien bantu klien untuk menilai merumuskan tujuan dirinya sendiri yang ingin dicapainya/membua t jadwal kegiatan. - agar klien tetap realistis akan kemampuanm yang dimiliki

- memberi kesempatan kepada klien untuk melatih kegiatan yang ke dua sampai seterusnya yang telah dipilih. - menghargai keputusan yang telah dipilih klien

- tunjukan keterampilan atau keberhasilan yang telah dicapai klien.

- mengikutsertakan klien dalam kegiatan aktifitas kelompok TUK 3. Klien dapat 3.1 membuat rencana yang realistis Klien dapat menyebutk an tujuan yang ingin dicapai setelah 4 kali pertemuan

- memberikan penghargaan atas keberhasilan yang telah dicapai klien

- memberi reinforcement poditif atau pujian pada klien bila ia mau mengikuti

- memberikan kesempatan klien didalam kelompok untuk mengembangka n kemampuannya.

3.2 Klien dapat membuat keputusan dan mencapai tujuan setelah 4 kali pertemuan.

kegiatan

- meningkatkan harga diri klien.

Diposkan oleh Nursing Poltekkes 26 di 18.57