Anda di halaman 1dari 11

Tugas : Etika Profesi

Modus Modus Kejahatan Dalam Bidang Teknologi Informasi

Nama : Fandy Rizky Kelas : 3DC02 Tugas : Etika Profesi

BAB 1 PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Dalam bidang Teknologi Informasi ataupun dunia maya tidaklah selalu aman dari ancaman Cyber Crime yaitu ancaman dalam system keamanan di dunia IT. Banyaknya ancaman dalam dunia IT membuat para professional melakukan berbagai cara untuk melindungi data-data yang mereka miliki agar tidak dirusak,diambil maupun disalahgunakan oleh orang lain. Hacker dan cracker merupakan contoh dari para pelaku cyber crime, selain itu juga ada ancaman-ancaman lain melalui pengiriman virus ke database,email,maupun website-website yang kita miliki. Seiring jalannya waktu dan perkembangan zaman dalam bidang teknologi informasi, kejahatan cyber crime pun semakin berkembang pesat. Tujuan dari kejahatan cyber crime adalah kebanyakan untuk mengambil keuntungan pribadi semata ataupun kesenangan pribadi. 1.2 Rumusan Masalah 1. Apa itu Cyber Crime? 2. Jenis-jenis Cyber Crime? 3. Kasus-kasus Cyber Crime? 1.3 Tujuan Masalah Menjelaskan apa itu Cyber Crime dalam bidang Teknologi Informasi dan contoh kasus-kasus Cyber Crime yang sering terjadi pada saat ini.

BAB 2 Pembahasan
2.1 Pengertian Cyber Crime Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan teknologi informasi dalam perkembangan dunia internet yang bertujuan untuk mengambil untung, memanfaatkan maupun merusak. Cyber Crime selalu berkembang dengan seiring berjalannya teknologi yang berkembang saat ini. 2.2 Karakteristik unik dari kejahatan di dunia maya tersebut antara lain menyangkut lima hal berikut: [1] 1. Ruang Lingkup kejahatan Ruang lingkup yang bersifat global ( melintasi batas negara ) menyebabkan sulit menentukan yuridiksi hukum negara mana yang berlaku terhadapnya. 2. Sifat Kejahatan Kejahatan dibidang ini tidak menimbulkan kekacauan yang mudah terlihat (non-violence) sehingga ketakutan terhadap kejahatan tersebut tidak mudah timbul. 3. Pelaku Kejahatan Pelaku kejahatan ini tidak mudah didentifikasi, namun memiliki cirri khusus yaitu pelakunya menguasai penggunaan internet / komputer. 4. Modus Kejahatan Modus kejahatan hanya dapat dimengerti oleh orang yang mengerti dan menguasai bidang teknologi informasi. 5. Jenis Kerugian Kerugian yang ditimbulkan lebih luas, termasuk kerugian dibidang politik, ekonomi, sosial dan budaya.

2.3 Jenis-jenis Cybercrime Berdasarkan Jenis Aktivitasnya : [2]

Unauthorized Access. Terjadi ketika seseorang memasuki atau menyusup ke dalam suatu system jaringan computer secara tidak sah, tanpa izin atau tanpa sepengetahuan dari pemilik system jaringan computer yang dimasukinya.

Illegal Contents. Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan memasukkan data atau informasi ke internet tentang sesuatu hal yang tidak benar, tidak etis, dan dapat dianggap melanggar hokum atau mengganggu ketertiban umum.

Penyebaran Virus Secara Sengaja. Penyebaran virus umumnya dilakukan dengan menggunakan email. Seringkali orang yang system emailnya terkena virus tidak menyadari hal ini. Virus ini kemudian dikirimkan ke tempat lain melalui emailnya.

Data Forgery. Kejahatan jenis ini bertujuan untuk memalsukan data pada dokumendokumen penting yang ada di Internet.

Cyber Espionage, Sabotage and Extortion. Merupakan kejahatan yang memanfaatkan jaringan internet untuk melakukan kegiatan mata-mata terhadap pihak lain dengan memasuki system jaringan computer pihak sasaran. Selanjutnya, sabotage and extortion merupakan jenis kejahatan yang dilakukan dengan membuat gangguan, perusakan atau penghancuran terhadap suatu data, program computer atau system jaringan computer yang terhubung dengan internet.

Cyberstalking. Dilakukan untuk mengganggu atau melecehkan seseorang dengan memanfaatkan computer, misalnya menggunakan e-mail dan dilakukan berulang-ulang. Kejahatan tersebut menyerupai terror yang ditujukan kepada seseorang dengan memanfaatkan media internet.

Carding. Merupakan kejahatan yang dilakukan untuk mencuri nomor kartu kredit milik orang lain dan digunakan dalam transaksi perdagangan di internet.

Hacking dan Cracking. Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang mempunyai minat besar untuk mempelajari system computer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Aktivitas cracking di internet memiliki lingkungan yang sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran.

Cybersquatting and Typosquatting. Merupakan kejahatan yang dilakukan dengan mendaftarkan domain nama perusahaan orang lain dan kemudian berusaha menjualnya kepada perusahaan tersebut dengan harga yang lebih mahal. Typosquatting adalah kejahatan dengan membuat domain yang mirip dengan nama domain orang lain.

Hijacking. Merupakan kejahatan melakukan pembajakan hasil karya orang lain. Yang paling sering terjadi adalah Software Piracy (pembajakan perangkat lunak)

Cyber Terorism. Suatu tindakan cybercrime termasuk cyber terorism jika mengancam pemerintah atau warganegara, termasuk cracking ke situs pemerintah atau militer.

Berdasarkan Motif Kejahatannya :

Sebagai tindakan murni kriminal. Kejahatan yang murni merupakan tindak criminal yang dilakukan karena motif kriminalitas. Kejahatan jenis ini biasanya menggunakan internet hanya sebagai sarana kejahatan. Contoh kejahatan semacam ini adalah Carding.

Cybercrime sebagai kejahatan abu-abu. Pada jenis kejahatan di internet yang masuk dalam wilayah abu-abu cukup sulit menentukan apakah itu merupakan tindakan criminal atau bukan, mengingat motif kegiatannya terkadang bukan untuk berbuat kejahatan. Contohnya adalah probing atau portscanning.

Berdasarkan Sasaran Kejahatannya : 1. Menyerang Individu (Against Person). Jenis kejahatan ini, sasaran serangannya ditujukan kepada perorangan atau individu yang memiliki sifat atau criteria tertentu sesuai tujuan penyerangan tersebut. Beberapa contoh kejahatan ini antara lain : Pornografi, Cyberstalking, Cyber Tresspass. 2. Menyerang Hak Milik (Against Property). Cybercrime yang dilakukan untuk mengganggu atau menyerang hak milik orang lain. Contoh: carding, cybersquatting, typosquatting, hijacking, data forgery. 3. Menyerang Pemerintah (Against Government). Cybercrime Against Government dilakukan dengan tujuan khusus penyerangan terhadap pemerintah.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terjadinya Cyber Crime 1. Faktor Politik 2. Faktor Ekonomi 3. Faktor Sosial Budaya Ada beberapa aspek untuk Faktor Sosial Budaya:

Kemajuan Teknologi Informasi Sumber Daya Manusia Komunitas Baru

Dampak Cybercrime Terhadap Keamanan Negara


Kurangnya kepercayaan dunia terhadap Indonesia Berpotensi menghancurkan negara

Dampak Cybercrime Terhadap Keamanan Dalam Negeri

Kerawanan social dan politik yang ditimbulkan dari Cybercrime antara lain isu-isu yang meresahkan, memanipulasi simbol-simbol kenegaraan, dan partai politik dengan tujuan untuk mengacaukan keadaan agar tercipta suasana yang tidak kondusif.

Munculnya pengaruh negative dari maraknya situs-situs porno yang dapat diakses bebas tanpa batas yang dapat merusak moral bangsa.

2.4 Contoh Kasus-kasus CyberCrime yang terjadi di Indonesia Kasus 1 (Pornografi)

Kasus ini terjadi saat ini dan sedang dibicarakan banyak orang, kasus video porno Ariel PeterPan dengan Luna Maya dan Cut Tari, video tersebut di unggah di internet oleh seorang yang berinisial RJ dan sekarang kasus ini sedang dalam proses. Pada kasus tersebut, modus sasaran serangannya ditujukan kepada perorangan atau individu yang memiliki sifat atau kriteria tertentu sesuai tujuan penyerangan tersebut. Penyelesaian kasus ini pun dengan jalur hukum, pengunggah dan orang yang terkait dalam video tersebut pun turut diseret pasal-pasal sebagai berikut, Pasal 29 UURI No. 44 th 2008 tentang Pornografi Pasal 56, dengan hukuman minimal 6 bulan sampai 12 tahun. Atau dengan denda minimal Rp 250 juta hingga Rp 6 milyar. Dan atau Pasal 282 ayat 1 KUHP. Kasus 2 (Hacking)

Istilah hacker biasanya mengacu pada seseorang yang punya minat besar untuk mempelajari sistem komputer secara detail dan bagaimana meningkatkan kapabilitasnya. Adapun mereka yang sering melakukan aksi-aksi perusakan di internet lazimnya disebut cracker. Boleh dibilang cracker ini sebenarnya adalah hacker yang yang memanfaatkan kemampuannya untuk hal-hal yang negatif. Aktivitas cracking di internet memiliki lingkup yang sangat luas, mulai dari pembajakan account milik orang lain, pembajakan situs web, probing, menyebarkan virus, hingga pelumpuhan target sasaran. Tindakan yang terakhir disebut sebagai DoS (Denial Of Service). Dos attack merupakan serangan yang bertujuan melumpuhkan target (hang, crash) sehingga tidak dapat memberikan layanan. Pada kasus Hacking ini biasanya modus seorang hacker adalah untuk menipu atau mengacakacak data sehingga pemilik tersebut tidak dapat mengakses web miliknya. Untuk kasus ini Pasal 406 KUHP dapat dikenakan pada kasus deface atau hacking yang membuat sistem milik orang lain, seperti website atau program menjadi tidak berfungsi atau dapat digunakan sebagaimana mestinya.

Kasus 3 (Penyebaran Virus)

Penyebaran virus dengan sengaja, ini adalah salah satu jenis kasus cyber crime yang terjadi pada bulan Juli 2009, Twitter (salah satu jejaring social yang sedang naik pamor di masyakarat belakangan ini) kembali menjadi media infeksi modifikasi New Koobface, worm yang mampu membajak akun Twitter dan menular melalui postingannya, dan menjangkiti semua follower. Semua kasus ini hanya sebagian dari sekian banyak kasus penyebaran malware di seantero jejaring social. Twitter tak kalah jadi target, pada Agustus 2009 diserang oleh penjahat cyber yang mengiklankan video erotis. Ketika pengguna mengkliknya, maka otomatis mendownload Trojan-Downloader.Win32.Banload.sco. Modus serangannya adalah selain menginfeksi virus, akun yang bersangkutan bahkan si pemiliknya terkena imbas. Karena si pelaku mampu mencuri nama dan password pengguna, lalu menyebarkan pesan palsu yang mampu merugikan orang lain, seperti permintaan transfer uang . Untuk penyelesaian kasus ini, Tim keamanan dari Twitter sudah membuang infeksi tersebut. Tapi perihal hukuman yang diberikan kepada penyebar virusnya belum ada kepastian hukum. Kasus 4 (Perjudian)

Perjudian online, pelaku menggunakan sarana internet untuk melakukan perjudian. Seperti yang terjadi di Semarang, Desember 2006 silam. Para pelaku melakukan praktiknya dengan menggunakan system member yang semua anggotanya mendaftar ke admin situs itu, atau menghubungi HP ke 0811XXXXXX dan 024-356XXXX. Mereka melakukan transaki online lewat internet dan HP untuk mempertaruhkan pertarungan bola Liga Inggris, Liga Italia dan Liga Jerman yang ditayangkan di televisi. Untuk setiap petaruh yang berhasil menebak skor dan memasang uang Rp 100 ribu bisa mendapatkan uang Rp 100 ribu, atau bisa lebih. Modus para pelaku bermain judi online adalah untuk mendapatkan uang dengan cara instan. Dan sanksi menjerat para pelaku yakni dikenakan pasal 303 tentang perjudian dan UU 7/1974 pasal 8 yang ancamannya lebih dari 5 tahun.

Kasus 5 (Pencurian)

Pencurian dan penggunaan account Internet milik orang lain . Salah satu kesulitan dari sebuah ISP (Internet Service Provider) adalah adanya account pelanggan mereka yang dicuri dan digunakan secara tidak sah. Berbeda dengan pencurian yang dilakukan secara fisik, pencurian account cukup menangkap userid dan password saja. Hanya informasi yang dicuri. Sementara itu orang yang kecurian tidak merasakan hilangnya benda yang dicuri. Pencurian baru terasa efeknya jika informasi ini digunakan oleh yang tidak berhak. Akibat dari pencurian ini, penggunan dibebani biaya penggunaan acocunt tersebut. Kasus ini banyak terjadi di ISP. Namun yang pernah diangkat adalah penggunaan account curian oleh dua Warnet di Bandung. [3]

BAB 3 PENUTUP
3.1 Kesimpulan Cybercrime merupakan bentuk-bentuk kejahatan yang timbul karena pemanfaatan teknologi informasi dalam perkembangan dunia internet yang bertujuan untuk mengambil untung, memanfaatkan maupun merusak. Cybercrime juga dapat didefinisikan sebagai perbuatan melawan hukum yang dilakukan dengan menggunakan internet yang berbasis pada kecanggihan teknologi computer dan telekomunikasi. Cybercrime pun berkembang sangat pesat dengan seiring berjalannya perkembangan teknologi informasi, tidak hanya di luar negeri yang sering terjadi kasus Cybercrime, di Indonesia juga berkembang pesat bentuk-bentuk Cybercrime, bisa melalui teknologi internet maupun teknologi komunikasi dan bertujuan untuk mengambil untung dan menjatuhkan oranglain. Biasanya kejahatan Cybercrime selalu mengambil sasaran empuk, yaitu orang awam yang belum terlalu mengenal teknologi yang berkembang pada saat ini, misalnya saja melalui penipuan hadiah lewat internet maupun hp.

10

DAFTAR PUSTAKA
[1] http://sharetechnolive.blogspot.com/2013/05/modus-moduse-kejahatan-dalamteknologi.html [2] http://anwarabdi.wordpress.com/2013/05/02/modus-modus-kejahatan-dalam-teknologiinformasi/ [3] http://deluthus.blogspot.com/2011/02/8-contoh-kasus-cyber-crime-yang-pernah.html

11

Anda mungkin juga menyukai