Anda di halaman 1dari 2

1.

Rambut kepala lurus, panjang satu sentimeter, tidak mudah dicabut; alis mata panjang nol koma lima sentimeter tidak mudah dicabut; bulu mata hitam, panjang nol koma tiga sentimeter tidak mudah dicabut; warna kulit sawo matang; umur antara dua puluh sampai tiga puluh tahun; panjang badan seratus tujuh puluh satu sentimeter; berat badan tidak ditimbang; 2. Kaku mayat belum ada, lebam mayat pada belakang leher, punggung, kedua tungkai bawah bagian belakang, tidak hilang pada penekanan. 3. Selaput bola mata terdapat bintik perdarahan (petekhie), selaput kelopak mata tampak pucat. 4. Hidung: Pada perabaan terdapat retakan tulang hidung. 5. Pada pelipis kiri terdapat satu luka lecet tekan, berwarna merah kecoklatan, bentuk tidak beraturan, disekitar luka terdapat memar, terletak dua sentimeter di atas alis mata kiri dan tiga sentimeter dari garis tengah wajah, ukuran delapan sentimeter kali satu koma lima sentimeter, disekelilingnya terdapat memar. 6. Jaringan lemak di bawah kulit berwarna kuning, tebal bagian dada enam milimeter dan tebal bagian perut dua puluh lima milimeter. 7. Kantung jantung tidak ada perlengketan, berisi cairan jernih sebanyak tiga milileter. Bagian jantung yang tidak ditutupi paru-paru adalah sebelas sentimeter. 8. Jantung: Ukuran lima belas sentimeter kali sepuluh sentimeter kali lima sentimeter, berwarna merah kecoklatan, konsistensi kenyal, berat dua ratus tujuh puluh gram, ukuran lingkaran atrioventrikuler kanan sepuluh sentimeter, lengkaran atrioventrikulare kiri sembilan sentimeter. Tebal otot bilik kanan nol koma empat sentimeter, tebal otot bilik kiri satu sentimeter, pembuluh nadi paru dan pembuluh nadi jantung tak ada kelainan, otot-otot papillaris tak ada kelainan, katup-katup jantung tak ada kelainan. Mikroskopik jantung: Tampak ekstravasasi sel darah merah di antara sel-sel myosit. 9. Paru-paru kanan: Selaput paru kanan tidak ada perlengketan, perabaan seperti spons. Penampang berwarna merah kecoklatan, pada pemijatan keluar busa, berat empat ratus gram. Ukuran dua puluh sentimeter kali tujuh belas sentimeter kali lima sentimeter. Mikroskopik: alveoli melebar, ektravasasi sel darah merah pada jaringan interstisial, sebukan sel-sel radang (limfohistiosit dan sel plasma ). Paru-paru kiri: Selaput paru kiri tidak ada perlengketan, perabaan seperti spons. Penampang berwarna merah kecoklatan, pada pemijatan keluar cairan berwarna merah, berat empat ratus tujuh puluh gram, ukuran dua puluh sentimeter kali lima belas sentimeter kali tiga koma lima sentimeter. Mikroskopik: Alveoli melebar, ektravasasi sel darah merah pada jaringan interstisial, sebukan sel-sel radang (limfohistiosit dan sel plasma). 10. Limpa permukaan rata, perabaan kenyal, penampang merah kecoklatan. Berat seratus gram. Ukuran sepuluh koma lima kali empat koma lima kali empat sentimeter. Mikroskopik: Tidak ada kelainan tertentu. 11. Hati: perabaan kenyal, penampang berwarna merah kecoklatan. Berat tujuh ratus lima puluh gram, ukuran dua puluh satu sentimeter kali enam belas sentimeter kali tujuh koma lima sentimeter. Mikroskopik: Ektravasasi sel darah merah pada jaringan interstisial 12. Kantung empedu: Berisi cairan empedu, tidak ada batu, selaput lendir tak ada kelainan tertentu, saluran empedu tak ada kelainan tertentu. 13. Pankreas: Tidak ada kelainan tertentu. 14. Lambung: Permukaan luar lambung tidak ada kelainan tertentu. Isi lambung tidak ada, selaput lendir tampak berwarna merah kehitaman. 15. Usus dua belas jari, usus halus dan usus besar: Tidak ada kelainan tertentu.16. Kelenjar anak ginjal kanan dan kiri: Tidak ada kelainan tertentu. 17. Ginjal kanan : Berat delapan puluh gram, ukuran sembilan koma lima kali enam kali tiga sentimeter, permukaan licin, penampang tidak ada kelainan. Mikroskopik: Tubulus nekrosis, ektravasasi sel darah merah pada jaringan interstisial

Ginjal kiri : Berat delapan puluh gram, ukuran sepuluh koma lima kali enam kali tiga sentimeter, permukaan licin, penampang tidak ada kelainan. Mikroskopik: Tubuli nekrosis, ektravasasi sel darah merah pada jaringan interstisial. 18. Prostat : Perabaan kenyal, tak ada kelainan 19. Tulang tengkorak a. Tulang atap tengkorak: Pada tulang atap tengkorak bagian kanan terdapat dua retakan tulang bentuk garis. Retakan tulang pertama panjang delapan sentimeter, terletak empat sentimeter di sebelah kanan dari garis tengah kepala dan berakhir pada persambungan tulang (sutura koronaria). Di bagian pertengahan retakan tulang tersebut terdapat retakan tulang kedua berbentuk garis yang sedikit melengkung ke arah depan, panjang retakan empat sentimeter. b. Tulang rahang bawah: Tulang rahang bawah bagian kiri terdapat retakan tulang yang dipermukaannya terdapat serpihan tulang, terletak tiga koma lima sentimeter dari garis tengah tubuh, pada eksplorasi teraba retakan tulang berbentuk garis yang memanjang sampai pada bagian belakang atas tulang rahang sehingga tulang rahang tersebut dapat terterlepas dari tulang rahang bagian belakang. 29.Selaput otak keras: Selaput otak keras tidak ada kelainan. Di atas selaput otak keras bagian kanan (parietal) terdapat bekuan darah sebanyak tiga puluh milimeter kubik. 30. Selaput otak lunak : Selaput otak lunak tidak ada kelainan. Di bawah selaput otak lunak bagian kanan terdapat bekuan darah dengan luas tujuh sentimeter kali enam koma lima sentimeter. 31. Otak besar: Berat seribu empat ratus empat gram, ukuran dua puluh tiga sentimeter kali tujuh belas sentimeter kali lima sentimeter, jaringan parenkim otak (gyrus) tampak sembab terutama jaringan otak kanan, sulcus otak menyempit dan berisi bekuan darah. Mikroskopis: Ektravasasi sel-sel darah merah pada pada jaringan interstisial, sebagian sel-sel otak sudah nekrosis. 32. Otak kecil: Berat seratus empat puluh gram, ukuran tiga belas sentimeter kali enam sentimeter kali dua sentimeter, permukaan otak tidak ada kelainan tertentu, penampang tidak ada kelainan tertentu. 33. Batang otak : Tidak ada perdarahan, tampak lekukan atau indentasi pada bagian pedunculum medulla oblongata. 34. Pemeriksaan toksikologi: Pemeriksaan toksikologi dilakukan oleh Laboratorium forensik POLRI cabang Makassar. Berdasarkan surat keterangan hasil pemeriksaan toksikologi No.SKHP: 29/IV/2012/ Labforcab Mks, yang diterima pada tanggal 16 April 2012 dengan kesimpulan adalah barang bukti berupa jantung, lambung, cairan lambung, hati, ginjal, paru, darah, otak besar, dan limpa milik korban Bripda CAHYA ABDU tidak ditemukan bahan/ zat beracun dan atau berbahaya (alkohol dan narkotika).