Anda di halaman 1dari 11

SMP STRADA SLAMET RIYADI

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT - PART 2


NAMA : .KELAS :

judith 1/17/2014

January 17, 2014

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT - PART 2

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT


PART 2 B. POLA KEGIATAN EKONOMI
1. PERTANIAN Penggunaan lahan adalah campur tangan manusia terhadap lahan dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya, baik berupa kebutuhan material maupun spiritual. Pertanian dalam arti luas meliputi pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, dan kehutanan Pertanian dalam arti sempit, pertanian meliputi kegiatan bercocok tanam tanaman pangan, seperti padi, jagung, ketela, tanaman palawija, dll. Pertanian adalah kegiatan pemanfaatan sumber daya hayati yang dilakukan manusia untuk menghasilkan bahan pangan, bahan baku industri, atau sumber energi, serta untuk mengelola limngkungan hidupnya. Pertanian dalam pengertian yang luas mencakup semua kegiatan yang melibatkan pemanfaatan makhluk hidup (termasuk tanaman, hewan, dan mikroba ) untuk kepentingan manusia. Pengertian dalam arti sempit, diartikan sebagai kegiatan pemanfaatan sebidang tanah untuk membudidayakan jenis tanaman tertentu, terutama yang bersifat semusim. Bersawah ialah bertani dengan sistem pengairan dan pemupukan yang teratur. Bertegalan ialah bertani di tanah kering dengan mengandalkan air hujan, tetapi pengolahannya sudah menetap. Hasilnya antara lain padi gogo, umbi-umbian, jagung, dan palawija Berladang ialah bentuk kegiatan pertanian dengan memanfaatkan lahan di sekitar hutan. Perkebunan ialah usaha pembudidayaan tanaman pada lahan yang luas yang menghasilkan bahan untuk industri. Jenis tanaman perkebunan ialah karet, kelapa sawit, teh, tembakau, cengkih, cokelat, tebu Ciri perkebunan rakyat 1. Luas lahan relatif kecil 2. Modal kecil 3. Manajemen tidak jelas 4. Menggunakan bibit seadanya 5. Jenis tanaman bervariasi 6. Peralatan sederhana 7. Untuk kepentingan sendiri Ciri perkebunan besar 1. Luas lahan relatif besar 2. Modal besar 3. Manajemen jelas 4. Menggunakan bibit unggul 5. Jenis tanaman homogen 6. Peralatan modern Untuk kepentingan industri dan atau ekspor 2. PERIKANAN Perikanan merupakan usaha pemeliharaan, pembudidayaan, dan penangkapan ikan. Usaha perikanan adalah semua usaha perorangan atau badan hukum untuk menangkap atau membudidayakan (usaha penetasan, pembibitan, pembesaran) ikan, termasuk kegiatan menyimpan, mendinginkan atau mengawetkan ikan dengan tujuan untuk menciptakan nilai tambah ekonomi bagi pelaku usaha (komersial/bisnis). Pembudidayaan ikan adalah kegiatan untuk memelihara, membesarkan dan/atau
Page 2

Atanasia Yayuk Widihartanti

January 17, 2014

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT - PART 2

membiakkan ikan dan memanen hasilnya dalam lingkungan yang terkontrol. Perikanan Laut adalah usaha penangkapan ikan yang dilakukan di perairan pantai dan di tengah laut, baik dengan menggunakan peralatan tradisional maupun peralatan modern. Daerah perikanan laut yang cukup terkenal antara lain bagian Siapi-api (Riau), Labuan Ampar (Banton), Cirebon (Jawa Barat), Cilacap, Semarang, legal, Pekalongan, (Jawa Tengah), Banyuwangi (Jawa Timur), Maros, Makassar (Sulawesi Selatan), Bitung (Sulawesi Utara), Ambon (Maluku), dan Manokwari (Papua). Jenis ikan laut yang ditangkap di Indonesia adalah ikan kembung, selar, tembang, layar, lemuru, bawal, tongkol, hiu, cucut, kakap, pari, dan teripang. Perikanan darat adalah usaha penangkapan ikan di sungai, danau, rawa, dan waduk, serta pemeliharaan ikan di tambak, kolam, keramba, dan sawah. Kegiatan perikanan air tawar meliputi perikanan sungai, danau, rawa, kolam, dan empang. Kegiatan perikanan yang menggunakan sawah, danau, kolam, dan keramba banyak dilakukan penduduk Jawa Barat dan Sulawesi Utara. Jenis hasil perikanan darat antara lain ikan mas, nila, mujair, sepat siam, tawes, nilem, gurame, tele, dan belut.

hujan yang cukup, merupakan potensi untuk pengembangan perikanan darat 6. Usaha penangkapan ikan dapat dijadikan mata pencaharian bagi sebagian penduduk di sekitar pantai atau pesisir. 7. Indonesia memiliki iklim musim, iklim tropis, temperatur yang tinggi, dan curah hujan yang cukup, merupakan potensi untuk pengembangan perikanan darat Faktor Penghambat Usaha Perikanan di IndonesiaFaktor Penghambat Usaha Perikanan di Indonesia 1. Para nelayan banyak yang menggunakan peralatan dan cara penangkapan ikan yang masih sederhana. 2. Kurangnva pengetahuan dari petani ikan mengenai cara mengembangkan usaha perikanan yang baik. 3. Daya beli masyarakat akan hasil perikanan yang masih rendah. 4. Banyak kapal nelayan asing dengan peralatan yang lebih canggih melakukan pencurian ikan di wilayah perairan laut Indonesia. 5. Kurangnya modal, baik pada petani ikan maupun nelayan, sehingga sulit untuk mengembangkan usahanya. Jenis Ikan laut : Barakuda, Baronangan, Bawal, Blowfish, Buntal, Coelacanth, Cucut, Haring, Hiu, Kerapu, Kakap, Kembung, Lion fish, Layur, Tenggiri, Terubuk, Teri, Tongkol, Tuna, Terbang Ikan air payau Ikan bandeng Ikan air tawar : Arwana, Belut, Betok, Gabus, Gurame, Ikan mas, Mujair, Lele, Tawes, Nilem, Jelawat, Semah, Mola, Kowan (grasscarp) ,Hampal ,Patin, Baung, Lais ,Tambakan, bawal ,Siam, Betutu, Nila, Sidat, Papayu, Bujuk, Sepat, Paedocypris progenetica, ikan terkecil di dunia : Tapah Toman, Puting beliung, Terubuk ,Selinca, Sepatung, Sapel , Seradang

Faktor Pendorong Usaha Perikanan Indonesia 1. Sebagian wilayah Indonesia adalah perairan laut. 2. Di wilayah perairan laut Indonesia banyak terdapat laut dangkal. 3. Indonesia memiliki sawah, sungai, danau, dan rawa yang dapat digunakan untuk pengembangan perikanan darat. 4. Usaha penangkapan ikan dapat dijadikan mata pencaharian bagi sebagian penduduk di sekitar pantai atau pesisir. 5. Indonesia memiliki iklim musim, iklim tropis, temperatur yang tinggi, dan curah
Atanasia Yayuk Widihartanti

Page 3

January 17, 2014

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT - PART 2

3.

PETERNAKAN

Peternakan adalah kegiatan mengembangbiakan dan membudidayakan hewan ternak untuk mendapatkan manfaat dari kegiatan tersebut. Pengertian peternakan tidak terbatas pada pemeliharaaan saja, memelihara dan peternakan perbedaannya terletak pada tujuan yang ditetapkan. Tujuan peternakan adalah mencari keuntungan dengan penerapan prinsipprinsip manajemen pada faktor-faktor produksi yang telah dikombinasikan secara optimal Macam peternakan berdasarkan ukuran hewannya 1. Peternakan unggas meliputi peternakan ayam kampung, ayam ras, itik, angsa, dan burung 2. Peternakan hewan kecil meliputi peternakan kambing, domba, babi, kelinci. 3. Peternakah hewan besar meliputi peternakan sapi, kerbau, dan kuda. Tugas siswaTugas siswa 1. Tuliskan hasil peternakan hewan besar 2. Tuliskan hasil peterbakan hewan kecil 3. Tuliskan hasil peternakan unggas 4. KEHUTANAN Kehutanan adalah suatu praktik untuk membuat, mengelola, menggunakan dan melestarikan hutan untuk kepentingan manusia. Undang-Undang Republik Indonesia No 41 tahun 1999 tentang kehutanan, definisi kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. Kehutanan adalah suatu praktik untuk membuat, mengelola, menggunakan dan melestarikan hutan untuk kepentingan manusia.
Atanasia Yayuk Widihartanti

Undang-Undang Republik Indonesia No 41 tahun 1999 tentang kehutanan, definisi kehutanan adalah sistem pengurusan yang bersangkut paut dengan hutan, kawasan hutan, dan hasil hutan yang diselenggarakan secara terpadu. Hutan adalah sebuah kawasan yang ditumbuhi dengan lebat oleh pepohonan dan tumbuhan lainnya. Pengelolaan hutan a. Kita dapat mengambil kayu, rotan, dan damar. b. Pengelolaan hutan yang menghasilkan kayu untuk industri dilakukan oleh pemerintah atau perusahaan swasta. c. Pengelolaan hutan yang salah dapat mendatangkan bencana bagi makhluk hidup di sekitarnya bahkan di dunia. Hal itu disebabkan hutan merupakan paruparu dunia. Jenis hutan di indonesiaJenis hutan di Indonesia a. Hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di daerah pantai berlumpur. Contoh : pantai timur kalimantan, pantai selatan cilacap, dll. b. Hutan sabana adalah hutan padang rumput yang luas dengan jumlah pohon yang sangat sedikit dengan curah hujan yang rendah. Contoh : Nusa tenggara. c. Hutan rawa adalah hutan yang berada di daerah berawa dengan tumbuhan nipah tumbuh di hutan rawa. Contoh : Papua selatan, Kalimantan, dsb. d. Hutan musim adalah hutan dengan curah hujan tinggi namun punya periode musim kemarau yang panjang yang menggugurkan daun di kala kemarau menyelimuti hutan. e. Hutan hujan tropis adalah hutan lebat / hutan rimba belantara yang tumbuh di sekitar garis khatulistiwa / equator yang memiliki curah turun hujan yang sangat tinggi. Hutan jenis yang satu ini memiliki tingkat kelembapan yang tinggi, bertanah subur, humus tinggi dan basah serta sulit untuk dimasuki oleh manusia.
Page 4

January 17, 2014

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT - PART 2

Contoh : hutan kalimantan, hutan sumatera, dsb. Jenis hutan berdasarkan fungsinya a. Hutan wisata adalah hutan yang dijadikan suaka alam yang ditujukan untuk melindungi tumbuh-tumbuhan serta hewan / binatang langka agar tidak musnah / punah di masa depan. Hutan suaka alam dilarang untuk ditebang dan diganggu dialih fungsi sebagai buka hutan. Biasanya hutan wisata menjadi tempat rekreasi orang dan tempat penelitian. b. Hutan cadangan merupakan hutan yang dijadikan sebagai lahan pertanian dan pemukiman penduduk. Di pulau jawa terdapat sekitar 20 juta hektar hutan cadangan. c. Hutan lindung adalah hutan yang difungsikan sebagai penjaga ketaraturan air dalam tanah (fungsi hidrolisis), menjaga tanah agar tidak terjadi erosi serta untuk mengatur iklim (fungsi klimatologis) sebagai penanggulang pencematan udara seperti C02 (karbon dioksida) dan C0 (karbon monoksida). d. Hutan Industri/Hutan produksi yaitu adalah hutan yang dapat dikelola untuk menghasilkan sesuatu yang bernilai ekonomi. Hutan produksi dapat dikategorikan menjadi dua golongan yakni hutan rimba dan hutan budidaya. Hutan rimba adalah hutan yang alami sedangkan hutan budidaya adalah hutan yang sengaja dikelola manusia yang biasanya terdiri dari satu jenis tanaman saja. Hutan rimba yang diusahakan manusia harus menebang pohon denga sistem tebang pilih dengan memilih pohon yang cukup umur dan ukuran saja agar yang masih kecil tidak ikut rusak. Manfaat hutan berdasarkan fungsinya a. Manfaat/fungsi hidrolis 1) Dapat menampung air hujan di dalam tanah 2) Mencegah intrusi air laut yang asin 3) Menjadi pengatur tata air tanah
Atanasia Yayuk Widihartanti

b. Manfaat/fungsi ekologis 1) Mencegah erosi dan banjir 2) Menjaga dan mempertahankan kesuburan tanah 3) Sebagai wilayah untuk melestarikan kenaekaragaman hayati c. Manfaat/Fungsi Ekonomi 1) Hasil hutan dapat dijual langsung atau diolah menjadi berbagai barang yang bernilai tinggi. 2) Membuka lapangan pekerjaan bagi pembalak hutan legal. 3) Menyumbang devisa negara dari hasil penjualan produk hasil hutan ke luar negeri. d. Manfaat/Fungsi Klimatologis 1) Hutan dapat mengatur iklim 2) Hutan berfungsi sebagai paru-paru dunia yang menghasilkan oksigen bagi kehidupan. Faktor Yang Mempengaruhi Persebaran Hutan a. Keadaan tanah daerah gurun pasir akan membentuk hutan yang berbeda dengan daerah tropis yang banyak hujannya. b. Tinggi rendah permukaan tanah Jenis hutan beserta isi tanaman dipengaruhi oleh suhu wilayah yang berbeda antara dataran tinggi dan dataran rendah. c. Makhluk hidup, Manusia dapat menentukan di mana boleh ada hutan dan tidak boleh ada hutan. d. Iklim Iklim yang memiliki curah hujan tinggi akan membentuk hutan yang lebat seperti hutan hujan tropis. Macam hutan berdasarkan iklm a. Hutan bakau adalah hutan yang tumbuh di daerah pantai berlumpur. Contoh: pantai timur kalimantan, pantai selatan cilacap, dll. b. Hutan sabana adalah hutan padang rumput yang luas dengan jumlah pohon

Page 5

January 17, 2014

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT - PART 2

yang sangat sedikit dengan curah hujan yang rendah. Contoh : Nusa tenggara. c. Hutan musim adalah hutan dengan curah hujan tinggi namun punya periode musim kemarau yang panjang yang menggugurkan daun di kala kemarau menyelimuti hutan. d. Hutan rawa adalah hutan yang berada di daerah berawa dengan tumbuhan nipah tumbuh di hutan rawa. Contoh : Papua selatan, Kalimantan, dsb. e. Hutan hujan tropis adalah hutan lebat / hutan rimba belantara yang tumbuh di sekitar garis khatulistiwa / Equator yang memiliki curah turun hujan yang sangat tinggi. Hutan jenis yang satu ini memiliki tingkat kelembapan yang tinggi, bertanah subur, humus tinggi dan basah serta sulit untuk dimasuki oleh manusia. Contoh : hutan kalimantan, hutan sumatera, dsb. Macam hutan berdasarkan bentuk daunnya a. Hutan daun jarum (seperti hutan cemara) umumnya terdapat di daerah beriklim dingin, b. Hutan daun lebar (seperti hutan meranti) biasa ditemui di daerah tropis Jenis Hutan di Indonesia Berdasarkan cara Terbentuknya a. Hutan alam, yaitu suatu lapangan yang bertumbuhan pohon-pohon alami yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya. Hutan alam juga disebut hutan primer, yaitu hutan yang terbentuk tanpa campur tangan manusia. b. Hutan buatan disebut hutan tanaman, yaitu hutan yang terbentuk karena campur tangan manusia. Jenis Hutan di Indonesia Berdasarkan StatusnyaJenis Hutan di Indonesia Berdasarkan Statusnya

a. Hutan negara, yaitu hutan yang berada pada tanah yang tidak dibebani hak atas tanah. b. Hutan hak, yaitu hutan yang berada pada tanah yang dibebani hak atas tanah. Hak atas tanah, misalnya hak milik (HM), Hak Guna Usaha (HGU), dan hak guna bangunan (HGB). c. Hutan adat, yaitu hutan negara yang berada dalam wilayah masyarakat hukum adat. Macam Hutan di Indonesia Berdasarkan Jenis Tanamannya a. Hutan Homogen (Sejenis), yaitu hutan yang arealnya lebih dari 75 % ditutupi oleh satu jenis tumbuh-tumbuhan. Misalnya: hutan jati, hutan bambu, dan hutan pinus. b. Hutan Heterogen(Campuran), yaitu hutan yang terdiri atas bermacammacam jenis tumbuhan. Contoh hasil hutan kayu a. Kayu Agathis (Agathis alba) b. Kayu Bakau atau Mangrove (Rhizophora mucronata) c. Kayu Bangkirai (Hopea mengerawan) d. Kayu Benuang (Octomeles sumatrana) e. Kayu Duabanga (Duabanga moluccana) f. Kayu Jelutung (Dyera costulata) g. Kayu Kapur (Dryobalanops fusca) h. Kayu Kruing (Dipterocarpus indicus) i. Kayu Meranti (Shorea sp) j. Kayu Nyatoh (Palaquium javense) k. Kayu Ramjin (Gonystylus bancanus) l. Kayu Jati (Tectona grandis) m. Kayu Ulin (Eusideroxylon zwageri) n. Kayu Sengon (Albizzia chinensis) dan lain sebagainya. Contoh Hasil Hutan Non kayu a. Rotan b. Damar c. Kapur Barus d. Kemenyan e. Gambir
Page 6

Atanasia Yayuk Widihartanti

January 17, 2014

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT - PART 2

f. g. h. i. j. k. l. m.

Kopal Kulit pohon Bakau Gondorukem Terpentin Bambu Sutra Alam Minyak Kayu Putih Madu

Faktor Pendorong Usaha Pengembangan Kehutanan di Indonesia a. Wilayah Indonesia berada di daerah beriklim tropis dengan curah hujan tinggi sepanjang tahun, sehingga Indonesia tidak pernah mengalami musim gugur seperti negara-negara beriklim subtropis dan sedang. b. Keadaan tanah di Indonesia sangat subur sehingga sangat baik bagi tumbuhnya berbagai jenis pohon dan tumbuhtumbuhan lainnya. c. Tersedianya sumber daya hutan berpotensi dan belum termanfaatkan, yang secara geografis tersebar luas di sebagian besar wilayah Indonesia. d. Adanaya permintaan pasar terhadap hasil hutan indonesia, baik pasar dalam maupun luar negeri yang cenderung meningkat. Faktor Penghambat Usaha Pengembangan Kehutanan di Indonesia a. Berkurangnya areal hutan karena pertumbuhan jumlah penduduk yang tinggi. Hutan ditebang dan dijadikan kawasan permukiman penduduk, pertanian, dan perkebunan. b. Masih terdapat sistem pertanian ladang berpindah, terutama diluar Jawa. c. Terjadinya kebakaran hutan yang disebabkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. d. Terjadinya penebangan liar dan pencurian kayu di hutan yang dapat merusak hutan dan keanekaragaman hayati.

e. Usaha reboisasi dan penghijauan yang gagal dan kurang berhasil karena kekurangan dana serta adanya gangguan alam, seperti musim kemarau yang panjang. f. Pengambilan hasil hutan yang tidak mengikuti aturan yang telah ditetapkan pemerintah oleh pengusaha swasta pemegang HPH (Hak Pengusahaan Hutan). g. Pengambilan kayu yang terus meningkat akibat kebutuhan kayu untuk pemukiman dan bahan baku industri. Cara mengatasi faktor penghambat dalam usaha pengembangan kehutanan di Indonesia a. Menggunakan sumber daya hutan sebaik-baiknya untuk peningkatan volume dan nilai ekspor, merangsang pertumbuhan industri hilir pengolahan hasil-hasil hutan serta mempertahankan kelestarian sumber daya hutan. b. Melakukan eksploitasi hasil hutan, terutama kayu, secara hati-hati. Perusahaan pemegang konsesi HPH diwajibkan memenuhi ketentuan sistem Tebang Pilih Tanaman Indonesia (TPTI). c. Memperketat penjagaan hutan dengan mempersiapkan polisi hutan, melindungi hutan dari pencurian kayu, dan penebangan liar. d. Memberikan dorongan kepada kalangan swasta agar berpartisipasi dalam pembangunan Hutan Tanaman Industri (HTI) yang di maksudkan untuk memenuhi kebutuhan bahan baku industri. e. Pemegang HPH dikenakan iuran Dana Jaminan Reboisasi yang akan dipergunakan unruk mengutankan kembali areal bekas tebagan dan mempertahankan kondisi hutan sesuai keadaan semula. f. Melarang penebangan hutan secara sembarangan.

Atanasia Yayuk Widihartanti

Page 7

January 17, 2014

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT - PART 2

Macam kegiatan ekonomi indonesia non pertanian : a. PERUMAHAN b. PERINDUSTRIAN c. PERDAGANNGAN d. JASA e. PERTAMBANGAN f. PARIWISATA

penduduk

a. Industri padat modal adalah industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunannya b. Industri padat karya adalah industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenaga kerja atau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya Macam industri berdasarkan klasifikasi atau penjenisannya berdasarkan SK Menteri Perindustrian No.19/M/I/1986 a. Industri kimia dasar contohnya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb b. Industri mesin dan logam dasar misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll c. Industri kecil Contoh seperti industri roti, kompor minyak, makanan ringan, es, minyak goreng curah, dll d. Aneka industri misal seperti industri pakaian, industri makanan dan minuman, dan lain-lain Macam industri berdasarkan jumlah tenaga kerja a. Industri rumah tangga adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 1-4 orang. b. Industri kecil adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 5-19 orang. c. Industri sedang atau industri menengah adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang. d. Industri besar adalah industri yang jumlah karyawan / tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih Penggolongan industri berdasakan pemilihan lokasi a. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada pasar (market oriented industry) adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi potensi
Page 8

PERUMAHAN Lahan untuk perumahan semakin banyak dibutuhkan seiring bertambahnya jumlah penduduk. Perumahan dibangun di beberapa lokasi baik di perkotaan maupun di pinggir kota bahkan di pedesaan. INDUSTRI Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya berupa barang, tetapi juga dalam bentuk jasa. Macam-macam industri berdasarkan tempat bahan baku a. Industri ekstraktif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar. Contoh : pertanian, perkebunan, perhutanan, perikanan, peternakan, pertambangan, dan lain lain. b. Industri non ekstaktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain selain alam sekitar. c. Industri fasilitatif adalah industri yang produk utamanya adalah berbentuk jasa yang dijual kepada para konsumennya. Contoh : Asuransi, perbankan, transportasi, ekspedisi, dan lain sebagainya. Macam industri berdasarkan modal
Atanasia Yayuk Widihartanti

besar kecil

January 17, 2014

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT - PART 2

target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik. b. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada tenaga kerja / labor (man power oriented industry) adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja / pegawai untuk lebih efektif dan efisien. c. Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry) adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya transportasi yang besar. Jenis industri berdasarkan produktivitas perorangan a. Industri primer adalah industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu contohnya adalah hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, dan sebagainya. b. Industri sekunder adalah industri yang bahan mentah diolah sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali. Misalnya adalah pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dan sebagainya. c. Industri tersier adalah industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa. Contoh seperti telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dan masih banyak lagi yang lainnya JASA Dalam ilmu ekonomi jasa atau layanan adalah aktivitas ekonomi yang melibatkan sejumlah interaksi dengan konsumen atau
Atanasia Yayuk Widihartanti

dengan barang-barang milik, tetapi tidak menghasilkan transfer kepemilikan Tugas siswa : tuliskan 10 macam pekerjaan yang bergerak dibidang jasa PERTAMBANGAN

Pertambangan adalah rangkaian kegiatan dalam rangka upaya pencarian, penambangan (penggalian), pengolahan, pemanfaatan dan penjualan bahan galian ( mineral, batubara, panas bumi, migas ) Hasil tambang a. Minyak bumi 1. Avtur untuk bahan bakar pesawat terbang; 2. Bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor; 3. Kerosik untuk bahan baku lampu minyak; 4. Solar untuk bahan bakar kendaraan diesel; 5. LNG ( liquid nayutal gas ) untuk bahan bakar kompor gas; 6. Oli ialah bahan untuk pelumas mesin; 7. Vaselin ialah salep untuk bahan obat; 8. Parafin untuk bahan pembuat lilin; dan 9. Aspal untuk bahan pembuat jalan (dihasilkan di pulau buton) 10. Batubara dimanfaatkan untuk bahan bakar industri dan rumah tangga. 11. Biji besi untuk peralatan rumah tangga, pertanian dan lain-lain 12. Tembaga merupakan jenis logam yang berwarna kekuning-kuningan, lunak dan mudah ditempa. 13. Baulsit sebagai bahan dasar pembuatan aluminium. 14. Emas dan perak untuk perhiasan 15. Marmer untuk bahan bangunan rumah atau gedung 16. Belerang untuk bahan obat penyakit kulit dan korek api 17. yodium untuk obat dan peramu garam dapur beryodium
Page 9

January 17, 2014

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT - PART 2

18. Nikel untuk bahan pelapis besi agar tidak mudah berkarat. 19. Gas alam untuk bahan bakar kompor gas 20. Mangaan untuk pembuatan pembuatan besi baja 21. Grafit bermanfaat untuk membuat pensil 5. PARIWISATA Menurut Indra Mulyana : o Pariwisata merupakan perpidahan seseorang atau sekelompok orang ke tempat lain, diluar tempat tinggalnya untuk sementara waktu dengan maksud untuk melakukan rekreasi ataupun studi dalam memenuhi kebutuhannya. Menurut Undang-undang Nomor 9 Tahun 1990 tentang kepariwisataan : Pariwisata adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan kegiatan perjalanan yang dilakukan secara sukarela, serta bersifat sementara untuk menikmati objek dan daya tarik wisata termasuk pengusahaan objek dan daya tarik wisata tersebut. Pariwisata atau turisme adalah suatu perjalanan yang dilakukan untuk rekreasi atau liburan, dan juga persiapan yang dilakukan untuk aktivitas ini. Seorang wisatawan atau turis adalah seseorang yang melakukan perjalanan paling tidak sejauh 80 km (50 mil) dari rumahnya dengan tujuan rekreasi, merupakan definisi oleh Organisasi Pariwisata Dunia. 6. PERDAGANGAN Perdagangan atau perniagaan adalah kegiatan tukar menukar barang atau jasa atau keduanya. Pada masa awal sebelum uang ditemukan, tukar menukar barang dinamakan barter yaitu menukar barang dengan barang.

Pada masa modern perdagangan dilakukan dengan penukaran uang. Setiap barang dinilai dengan sejumlah uang. Pembeli akan menukar barang atau jasa dengan sejumlah uang yang diinginkan penjual. 7. POLA PENGGUNAAN LAHAN Di daerah dataran rendah, pola penggunaan lahan bervariasi seperti permukiman, industri, perdagangan, pertanian, dan lain-lain. Di daerah yang bentuk muka buminya bergelombang atau berbukit, umumnya penggunaan lahan yang utama adalah pertanian, perkebunan dan permukiman. Di daerah pegunungan, penggunaan lahan yang dominan adalah hutan. Disamping itu terdapat pertanian dan permukiman dalam luasan terbatas. Di daerah pedesaan, penggunaan lahan yang dominan adalah pertanian, sedangkan di perkotaan non pertanian seperti permukiman, industri, pertokoan dan lain-lain. Struktur ruang di pedesaan secara umum dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu ruang yang berfungsi sosial dan ruang yang berfungsi ekonomi. Beberapa objek sebagai penciri kota yaitu tempat-tempat untuk pasar dan pertokoan, tempat-tempat untuk parkir, dan tempat rekreasi dan olah raga. Di daerah yang datar, permukiman cenderung lebih padat dibandingkan dengan di daerah yang bergelombang atau berbukit, apalagi di daerah pegunungan 8. POLA PEMUKIMAN PENDUDUK a. Pemukiman yang memanjang adalah pemukiman penduduk yang berupa deretan rumah memanjang, umumnya mengikuti keadaan alam atau lingkungan
Page 10

Atanasia Yayuk Widihartanti

January 17, 2014

BAB VI KEGIATAN EKONOMI MASYARAKAT - PART 2

fisik di sekitarnya yang bentuknya memanjang. Misalnya, pola pemukiman yang memanjang mengikuti garis pantai, pemukiman sejajar jalan, dan pemukiman sejajar sungai. b. Pola pemukiman terpusat umumnya terjadi pada penduduk yang seketurunan, atau senasib karena bencana alam. Pola pemukiman ini banyak dijumpai di daerah pegunungan yang dahulu hanya ditempati seseorang kemudian berkembang dengan membangun rumah sesuai kebutuhan yang terus berkembang. Kegiatan ekonomi penduduk daerah pemukiman terpusat adalah pertanian ladang, perkebunan, dan peternakan. c. Pola pemukiman linear pada awalnya berasal dari pola pemukiman sejajar jalan raya kemudian berkembang secara alamiah atau tanpa perencanaan sebelumnya. Lahan yang digunakan untuk membangun rumah pada tahap perkembangan menjadi pola pemukiman linear adalah lahan pertanian di luar lahan pemukiman. Pemu-kiman yang muncul berderet di belakang rumah yang

lama yang berada sejajar jalan raya. Kegiatan ekonomi penduduk daerah pemukiman linear adalah pertanian, perkebunan, peternakan, perdagangan, dan jasa. 9. Pola pemukiman penduduk yang mengelilingi fasilitas adalah pola pemukiman yang terbentuk karena adanya fasilitas kehidupan yang menyebabkan berkembangnya perumahan, seperti sumber air, danau, waduk, pasar, pertokoan, sekolah, kampus, gedung olah raga, gedung pemerintahan, dan fasilitas kehidupan lainnya. Arah perkembangan pemukiman adalah mengelilingi fasilita dan meluas ke luar ke segala arah (jurusan). Perkembangan yang lebih baik dan cepat akan terjadi jika satu fasilitas kehidupan dengan fasilitas lainnya dihubungkan dengan jalan raya yang baik, yang pada akhirnya akan mengikuti pola pemukiman sejajar jalan raya. Kegiatan ekonomi penduduk daerah pemukiman mengelilingi fasilitas adalah jasa (pegawai, penjual, pedagang, buruh, dan karyawan) sedikit pertanian, perkebunan, dan peternakan

SUMBER BAHAN : BUKU-BUKU SEKOLAH ELEKTRONIK ( BSE )

Atanasia Yayuk Widihartanti

Page 11