Anda di halaman 1dari 3

Semua ilmuan sosial mempunyai objek penyelidikan yang sama, yaitu manusia

sebagai anggota kelompok ( grup ). Mereka mempelajari pelakuan manusia serta


cara – cara manusia hidup serta bekerja sama. Cara penglihatan ini berdasarkan
gagasan bahwa manusia itu tidak dapat hidup tersendiri, tetapi selalu hidup
bersama – sama dengan sejumlah orang lain. Gagasan bahwa secara mutlak
manusia merupakan anggota kelompok ( group ) bukanlah penemuan baru. Sejak
kira – kira tahun 400 S.M. filsuf yunanai aristoteles berkata bahwa manusia
merupakan zoon politikon ( mahluk sosial ) dan bahwa manusia ang hidup tersendiri
adalah “ dewa atau binatang “.

Mengenai ilmu – ilmu apa yang termasuk ilmu – ilmu sosial tidak ada persesuaian
paham. Misanya, sarjana – sarjana seperti Bert F, hoselitz dan edwin R.A. seligman
menyebut sejarah sebagai salah satu ilmu sosial, sedangkan tidak menyebut ilmu
administrasi dan komunikasi massa. Padahal ada pihak ;lain yang menyangkal
bahwa sejarah merupakan satu ilmu sosial, sedangkan ilmu administrasi dan
komunikasi massa dalam berbagai perguruan tinggi diperlakukan sebagai ilmu
sosial. Berhubungan dengan perbedaan pendapat ini ada baiknya disebut disini ilmu
– ilmu yang oleh badan intrnasional seperti UNESCO disebut sebagai ilmu sosial,
yaitu : sosiologi, psykhologi sosial, anthrologi budaya, hubungan internasional, ilmu
hukum, ilmu politik, ekonomi, statistik, kriinologi, demografi dan ilmu administrasi.
Beberapa dari ilmu sosial ini akan di bahas di bawah ini.
Konsep dasar tradisi pembelajaran yang direkonstruksi oleh pakar pendidikan
amerika berkebangsaan yordania, charles mistakos ( 1980 ) ; gross ( 1983 ) dan
savage ( 187 ) yang mengemukakan tiga tradisi pembelajaran pendidikan ips
sebagai berikut :

Fokus pembelajaran social studies


Social Studies As Social Studies As social Social Studies As
Clizenship science reflective inquiri
Purpos Mananamkan nilai – nilai Menggunakan konsep, Menggunakan
e yang tepat sebagai keterampilan, dan pendekatan inquiri
( tujuan dasar mengambil proses pengambilan sebagai sumber
) keputusan. keputusan berdasarkan pemerolehan
prinsip – prinsip ilmu pengetahuan dan
sosial pemecahan masalah
serta mengambil
keputusan.
Method Resitasi buku teks, Pengumpulan data dan Rangkaian kegiatan
e ceramah, tanya jawab, verifikasi pengetahuan mengidentifikasikan
( metod problem solving, inquiri, dan metode yang tepat masalah sudut
e) dsb. untuk setiap disiplin pandang terhadap
ilmu sosial. masalah, dan
struktur
pengambilan
keputusan
Conten Ilustrasi tentang nilai, Mteri berisikan tentang Materi disesuaikan
( materi moral, kepercayaan, dan struktur, konsep, dengan masalah
) sikap yang masalah dan proses yang dipilih
interpretasikan, secara berbagai ilmu sosial pembelajaran
langsung oleh berdasarkan analisis
pembelajaran nilai, kebutuhan dan
keinginan
pembelajar.
Pada tahun 1969 prof. Dr. Sabardjo, SH dengan menerapkan konsep social studies
si AS memasuka P.IPS diindonesia.P.IPS secara resmi masuk dalam kurikilum tahun
1975. Konsep Tri social studies Tradition adalah sebagai berikut :

1. Social studies as citizenship transmission unutk menanamkan nilai, sikap budi


pekerti yang baik ( good citizenship )

2. Social studies as science untuk menanamkan pegetahuan, kecakapan


berpikir, peka terhadap perubahan, inovatif sesuai dengan prinsif – prisif ilmu
– ilmu sosial.
3. Social studies asreflwctive inquiri : untuk membentuk keterampilan hidup
( life skills ), tepo saliro, tenggang rasa, empaty, dan simpaty.