Anda di halaman 1dari 15

KINERJA DAN PENGAPLIKASIAN SEL SURYA PHOTOVOLTAIK DALAM KEHIDUPAN MASYARAKAT DUNIA

Ria Septitis Mentari/FR11/113224208 Jurusan Fisika,FMIPA Universitas Negeri Surabaya

ABSTRAK
Telah terjadi krisis energi dunia dan tingginya harga sumber energi (minyak bumi) di belahan dunia Eropa dan Barat menyebabkan inovasi dalam pemanfaatan energi alternatif yang tidak menimbulkan polusi udara dan radioaktif. Energi Sel Surya adalah jawaban yang tepat dalam menciptakan suatu lingkungan dalam lingkungan perumahan maupun bangunan komersial yang ramah lingkungan,abadi,,seperti: bahan atap,penutup facade bangunan(cladding dan curtain wall),dan atrium. Kata kunci:sel surya photovoltaik ,perumahan ,bangunan komersial

1.PENDAHULUAN Efek photovoltaik pertama kali diperkenalkan pada tahun 1839 oleh fisikawan Perancis Alexandre-Edmond Becquerel.Dia bereksperimen menggunakan sel larutan elektrolisis yang dibuat dari dua elektroda.Becquerel menemukan bahwa beberapa material jenis tertentu memproduksi arus listrik dalam jumlah kecil ketika terkena cahaya. Akan tetapi, sel surya yang pertama dibuat baru pada tahun 1883 oleh Charles Fritts, yang melingkupi semikonduktor selenium dengan sebuah lapisan emas yang sangat tipis untuk membentuk sambungan-sambungan. Alat tersebut hanya memiliki efisiensi 1%.Pada tahun 1941,seorang peneliti bernama Russel Ohl berhasil mengembangkan teknologi sel surya dan dikenal sebagai orang pertama yang membuat paten piranti solar sel modern.Bahan yang digunakan adalah silikon dan mampu menghasilkan efisiensi sebesar 4%. Era sel surya modern baru dimulai setelah penemuan fenomena photovoltaik pertama pada tahun 1954,yakni ketika tiga peneliti Bell Laboratories di Amerika Serikat (Chapin,Fullr,dan Pearson) secara tidak sengaja menemukan bahwa sambungan dioda pn dari silikon mampu membangkitkan tenaga listrik ketika lampu laboratorium dinyalakan.Pada tahun yang sama,usaha mereka telah berhasil membuat sel surya pertama dengan efisiensi sebesar 6%. Pada akhirnya ,penelitian sel surya yang berkembang hingga saat ini memiliki banyak jenis dan variasi teknologi pembuatannya. Sumber:http://www.nekomata08.weebly.com/uploads/k2_photovoltaic.doc

2.TEORI DASAR 2.1Modul Sel Surya (Photovoltaik) Modul Sel Surya (Photovoltaik) adalah sejumlah sel surya yang dirangkai secara seri maupun paralel ,untuk meningkatkan tegangan maupun arus yang dihasilkan sehingga cukup untuk pemakaian sistem catu daya beban. Untuk mendapatkan keluaran energi listrik yang maksimum maka permukaan modul surya harus selalu mengarah ke matahari.Daya listrik yang dihasilkan photovoltaik berupa daya listrik DC yang kemudian akan dikonversikan menjadi daya listrik AC.

gambar modul sel surya photovoltaik dipasang seri

Sumber gambar: http://images01.olx.co.id/ui/18/25/39/1329968070_321121639_1- Gambar-SEL-SURYA-SEL-PHOTOVOLTAIC-PANELSURYA-MODULSURYA-PLTS.jpg

2.2 Prinsip Kerja Sel Surya Photovoltaik Pengkonversian sinar matahari menjadi listrik dengan panel

photovoltaik ,kebanyakan menggunakan Poly Cristallyne Sillicon sebagai material semikonduktor photo cell mereka . Prinsipnya sama dengan prinsip dioda p-n.Gambar di bawah ini mengilustrasikan prinsip kerja Photovoltaik panel.

Gambar kerja prinsip kerja sel surya photovoltaik Sumber gambar:http://yefrichan.files.wordpress.com/2010/05/1445203_modules3.jpg

Secara sederhana, proses pembentukan gaya gerak listrik pada sebuah sel surya adalah sebagai berikut: Foton dari cahaya matahari menumbuk panel surya kemudian diserap oleh material semikonduktor seperti silikon. Elektron (muatan negatif) terlempar keluar dari atomnya, sehingga mengalir melalui material semikonduktor untuk menghasilkan listrik. Muatan positif yang disebut hole (lubang) mengalir dengan arah yang berlawanan dengan elektron pada panel surya silikon. Gabungan/susunan beberapa panel surya mengubah energi surya menjadi sumber daya listrik DC.Yang nantinya akan disimpan dalam suatu wadah yang dinamakan baterai. Daya listrik DC tidak dapat langsung digunakan pada rangkaian listrik rumah atau bangunan sehingga harus mengubah daya listriknya dengan daya listrik AC. Dengan menggunakan konverter inilah maka daya listrik DC dapat berubah menjadi daya listrik AC sehingga sekarang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan listrik.

2.3 Sambungan P-N pada Sel Surya Photovoltaik Jika kita memiliki sepotong silikon tipe-p dan sepotong silikon tipe-n dan secara sempurna terhubung membentuk sambungan p-n seperti diperlihatkan pada gambar berikut :

Mekanisme aliran muatan pada daerah sambungan Sumber gambar: http://2.bp.blogspot.com/S0vEbdRc9eI/UCjT3KwEN0I/AAAAAAAAA8w/6oQz4Gr6uyg/s1600/ 02.JPG

Sesaat setelah terjadi penyambungan, pada daerah sambungan semikonduktor akan terjadi perubahan. Pada daerah tipe-n (yang berada pada gambar sebelah

kanan)memiliki sejumlah elektron yang akan dengan mudah terlepas dari atom induknya.Sedangkan, bagian kiri (tipe-p),atom aseptor menarik elektron (atau menghasilkan hole). Kedua pembawa muatan mayoritas tersebut memiliki cukup energi untuk mencapai material pada sisi lain sambungan. Pada saat ini terjadi difusi elektron dari tipe-n ke tipe-p dan difusi lubang dari tipe-p ke tipe-n.Proses difusi ini tidak berlangsung selamanya karena elektron yang sudah berada di tempatnya akan menolak elektron yang datang kemudian. Proses difusi berakhir saat tidak ada lagi elektron yang memiliki cukup energi untuk mengalir.

Kemudian perlu memperhitungkan proses selanjutnya dimana elektron dapat menyeberangi sambungan. Daerah yang sangat tipis dekat sambungan disebut ini dapat

daerah deplesi (depletion region) atau daerah transisi. Daerah

membangkitkan pembawa muatan minoritas saat terdapat cukup energi termal untuk membangkitkan pasangan lubang-elektron. Salah satu dari pembawa muatan minoritas ini, misalnya elektron pada tipe-p, akan mengalami pengaruh dari proses penolakan elektron difusi dari tipe-n. Dengan kata lain elektron minoritas ini akan ikut tertarik ke semikonduktor tipe-n. Gerakan pembawa muatan akibat pembangkitan termal ini lebih dikenal sebagai drift. Situasi akan stabil saat arus difusi sama dengan arus drift.Pada daerah sambungan/daerah diplesi yang sangat tipis terjadi pengosongan pembawa muatan mayoritas akibat terjadinya difusi ke sisi yang lain. Hilangnya pembawa muatan mayoritas di daerah ini meninggalkan lapisan muatan positif di daerah tipe-n dan lapisan muatan negatif di daerah tipe-p. Karena terjadi penumpukan muatan yang berlawanan pada masing-masing sisinya, maka terjadi perbedaan potensial yang disebut sebagai potensial kontakatau potensial penghalang. Keadaan ini disebut diode dalam keadaan rangkaian terbuka.

keadaan saat rangkaian terbuka Sumber gambar: http://accurations.files.wordpress.com/2012/08/0324.jpg

Dalam keadaan rangkaian terbuka seperti diperlihatkan pada gambar di atas, hanya pada daerah deplesi yang terjadi penumpukan muatan pada masing-masing sisi sedangkan daerah lainnya dalam keadaan netral. Penumpukan muatan pada daerah deplesi mengakibatkan terjadinya medan listrik dalam arah x . Kita dapat menggunakan v dx untuk mendapatkan distribusi potensial pada daerah deplesi
5

dengan mengambil integral medan listrik. Potensial kontak/potensial penghalang Vo yang terjadi akan menahan terjadinya difusi pembawa muataan mayoritas dan memberi kesempataan terjadinya arus driftmelalui sambungan.

Pada dioda panjar maju a) Rangkaian dasar dan b) Potensial penghalang mengalami penurunan. Sumber gambar: http://blog.umy.ac.id/ziemo/files/2012/05/b27.jpg

2.3.1 Panjar Maju (Foward Bias)

Gambar Panjar Maju a) Rangkaian dasar dan b) Potensial penghalang mengalami penurunan. Sumber gambar: http://accurations.files.wordpress.com/2012/08/0520.jpg

Besarnya komponen arus difusi sangat sensitif terhadap besarnya potensial penghalang Vo . Pembawa muatan mayoritas yang memiliki energi lebih besar dari eVo dapat melewati potensial penghalang. Jika keseimbangan potensial terganggu oleh berkurangnya ketinggian potensial penghalang menjadi Vo-V, probabilitas pembawa muatan mayoritas mempunyai cukup energi untuk melewati sambungan akan meningkat dengan drastis. Sebagai akibat turunnya potensial penghalang, terjadi aliran arus lubang dari material tipe-p ke tipe-n, demikian sebaliknya untuk elektron. Dengan kata lain menurunnya potensial penghalang memberi kesempatan pada pembawa muatan untuk mengalir dari daerah mayoritas ke daerah minoritas.

Jika potensial penghalang diturunkan dengan pemasangan panjar maju eksternal V seperti diperlihatkan pada gambar di atas , arus If akan mengalir.

2.3.2 Panjar Mundur(Reverse Bias)

Gambar Panjar Mundur a) Rangkaian dasar dan b) Potensial penghalang mengalami peningkatan. Sumber gambar: http://blog.umy.ac.id/ziemo/files/2012/05/b27.jpg

Jika potensial penghalang dinaikkan menjadi Vo+Vdengan memasang panjar mundur sebesar V (terlihat seperti gambar di atas maka probabilitas pembawa muatan mayoritas memiliki cukup energi untuk melewati potensial penghalang akan turun secara drastis. Jumlah pembawa muatan mayoritas yang melewati sambungan praktis turun ke nol dengan memasang panjar mundur sebesar sekitar sepersepuluh volt. Pada kondisi panjar mundur, terjadi aliran arus mundur (Ir) yang sangat kecil dari pembawa muatan minoritas. Pembawa muatan minoritas hasil generasi termal di dekat sambungan akan mengalami drift searah medan listrik. Arus mundur akan

mencapai harga jenuh -Io pada harga panjar mundur yang rendah. Harga arus mundur dalam keadaan normal cukup rendah dan diukur dalam A (untuk germanium) dan nA (untuk silikon). Secara ideal, arus mundur seharusnya berharga nol, sehingga harga -Io yang sangat rendah pada silikon merupakan faktor keunggulan silikon dibandingkan germanium. Besarnya Io berbanding lurus dengan dimana harganya berubah secara eksponensial temperatur. 2.4 Karakteristik Umum Sambungan Dioda P-N pada Sel Surya Photovoltaik Saat diode berpanjar maju, probabilitas pembawa muatan mayoritas yang mempunyai cukup energi untuk melewati potensial penghalangVo-Vakan tergantung laju generasi termal terhadap perubahan

pada faktor muatan elektron,faktor Fudge,konstanta Boltzman,dan temperatur absolut. Jadi arus difusi yang mengalir sebesar

dimana VT = 25 mV pada temperatur ruang, h =1 untuk gemanium dan berharga 2 untuk silikon. Jadi arus total yang mengalir adalah sebesar

atau karena I = 0 untuk V = 0 diperoleh

Persamaan di atas merupakan karakteristik umum dioda I-V .Jika V berharga positif dan bernilai sebesar sepersepuluh volt maka persamaan di atas menjadi

dan juga

yaitu akan berupa garis lurus jika diplot pada kertas grafik log-linear(semi logaritma). Sebagai gambaran karakteristik seperti dalam persamaan di atas , diukur dua jenis diode tipe 1N914 dan 1N5061. Hasil plot karakteristik I-V kedua dioda seperti terlihat pada gambar di bawah ini. Untuk diode 1N914 (diode isyarat-kecil) terlihat yang sangat baik dengan persamaan di atas, kecuali

mempunyai kecocokan

pada arus yang relatif tinggi dimana hambatan diode memberikan penurunan sebesar IR dengan adanya kenaikan V.Untuk diode 1N5061 (diode daya 1 amp) juga mempunyai kecocokan yang sangat baik dengan persamaan di atas, kecuali pada arus yang relatif rendah.Perhatikan bagaimana Io hanya berharga nA untuk kedua dioda tersebut.

Karakteristik I-V diode tipe 1N914 dan 1N5061 pada skala semilogaritmik Sumber gambar:

Karakteristik I-V diode dalam skala linier Sumber gambar: dengan skala I 10 mA (A), 1 mA (B), 0,1 mA (C) dan 10 A (D). Terlihat bahwa tegangan cut-in bergeser ke kiri dan keseluruhan kurva bergeser ke kiri. Ini dapat diharapkan terjadi jika

dan

maka

Persamaan di atas memperlihatkan bahwa diperlukan perubahan tegangan yang sama untuk menaikkan arus diode n kali. Besarnya Io tergantung pada pembawa muatan

hasil generasi termal jadi sangat tergantung pada temperatur. Untuk silikon Io akan naikmenjadi dua kali lipat setiap ada kenaikan temperatur 100C. 3. DEVAISE SEL SURYA PHOTOVOLTAIK 3.1 Devaise sel surya terdapat tiga model bahan berdasarkan proses

pembuatannya,yaitu: 1. Monocrystalline Monocrystalline didapat dengan cara silikon murni dilelehkan kemudian dalam proses pemadatannya dibentuk dengan cara dipancing (dengan silikon monocrystalline yang struktur atomnya diketahui) diputar dan diangkat perlahan-lahan menjadi sebuah gelondongan silikon. Gelondongan ini kemudian dipotong tipis-tipis (thin plates) sehingga menjadi wafer

monocrystalline photocell. 2. Polycrystalline Polycrystalline didapat dengan cara melelehkan silikon dan

menuangkannya kedalam bejana sehingga dapat dengan mudah terbentuk wafer silikon. Dengan cara ini silikon murni dapat diubah hampir seluruhnya kebentuk wafer silikon sehingga biayanya menjadi lebih efektif. Sayangnya dengan cara ini selama proses pemadatan materi, struktur kristal yang dibentuk akan menimbulkam cacat kristal pada pinggiran photocell. Sebagai akibat dari cacat kristal ini, solar cell menjadi kurang efisien. 3. Amorphous Amorphous didapat dengan cara mendeposisikan ke sebuah

permukaan kaca atau material substrat lainnya.Dengan cara ini diperoleh silikon dengan ketebalan 1 m.Tipe ini memiliki efisiensi paling rendah dan harga yang murah.Biasanya digunakan untuk peralatan berdaya rendah,seperti jam,kalkulator saku,dan barang sejenisnya.

Sumber gambar: http://www.inverter-china.com/blog/upload/amorphous-silicon.jpg

10

4 HASIL PENGAMATAN DAN ANALISIS Berdasarkan hasil pengamatan : 4.1 Sel Surya Photovoltaik pada Arsitektur
Revolusi aplikasi photovoltaik pada bangunan arsitektur telah mengalami perkembangan yang pesat, mulai dari teknologi biasa sampai teknologi tinggi pada generasi ke-3, yaitu : 1. Generasi Pertama (tahun 1980 an) Panel-panel/deretan PV modul dengan rangka besi hanya diletakkan (mounting) pada bidang atap datar bangunan dengan alat penyangga (tracking). 2. Generasi Kedua (tahun 1990 an) Sel-sel photovoltaic (PV) dikembangkan lebih menyatu menjadi bagian material bangunan yaitu: bahan atap (genting, sirap). 3. Generasi Ketiga (tahun 1997) Chip/modul PV dikembangkan menjadi kesatuan integrasi bangunan arsitektur dalam berbagai materi bangunan dan aplikasi canggih.

Generasi 1

Generasi 2

Generasi 3 Sumber gambar: Makalah dengan judul STRATEGI APLIKASI SEL SURYA (PHOTOVOLTAIC
CELLS) PADA PERUMAHAN DAN BANGUNAN KOMERSIAL (Danny Santoso Mintorogo).

11

4.1.1Aplikasi Photovoltaik Generasi ke-3


a. Bentuk Sirap (thin film crystalline)

Deret modul PV sebagai penutup atap Sumber gambar: Makalah dengan judul STRATEGI
APLIKASI SEL SURYA (PHOTOVOLTAIC CELLS) PADA PERUMAHAN DAN BANGUNAN KOMERSIAL (Danny Santoso Mintorogo).

b. Bentuk Cladding (curtain walls)

Sumber gambar:Makalah dengan judul STRATEGI

APLIKASI SEL SURYA (PHOTOVOLTAIC CELLS) PADA PERUMAHAN DAN BANGUNAN KOMERSIAL (Danny Santoso Mintorogo).

4.1.2 Aplikasi Photovoltaik pada Bangunan Perumahan Aplikasi modul Photovoltaik pada sebuah rumah sangat sederhana dan mudah dipasang, hanya dibutuhkan extra ruang utilitasuntuk penempatan/menyimpan alat regulator,inverter, batery dan lainnya.

12

skema sistem photovoltaik


Sumber gambar:Makalah STRATEGI APLIKASI SEL SURYA (PHOTOVOLTAIC CELLS) PADA PERUMAHAN DAN BANGUNAN KOMERSIA (Danny Santoso Mintorogo)

Deretan Modul PV integrasi dengan struktur perumahan secara arsitektur pada aplikasi : A. atap (miringpelana, perisai atau datar). B. lisplank overstack ( leufel, canopy ). C. dinding facade. Sedangkan agar dapat menperoleh energi optimum dari sisi perletakkan modul/deretan Photovoltaik baik pada unit perumahan maupun bangunan komersial, maka ada 5 cara perletakkan deretan/modul PV: 1. Fixed Array Deretan modul PV diletakkan pada struktur peyanggah PV (rangka tersendiri) atau menyatu ke struktur atap. Pemasangan secara PV Tetap sering dilakukan karena paling mudah dalam pelaksanaan dan biaya sedikit.

2. Seasonally Adjusted Tilting Deretan modul PV dapat dirubah secara manual sesuai waktu untuk pengoptimalan tilt

(Maret/Juni/Sept ./ Des. ) yang dikehendaki

angle. Untuk lokasi yang terletak pada Midlatitude dapat mengubah sudut modul PV setiap 3 bulan, dan akan meningkatkan produksi energi surya 5%

3. One axis tracking


Panel modul PV dapat mengikuti lintasan pergerakan matahari dari Timur ke Barat secara otomatis; akan mendapatkan efisiensi 20% dibandingkan Fixed Arrays.
13

4.

Two axis tracking Panel modul PV dapat mengikuti lintasan pergerakan matahari dari Timur ke Barat serta orientasi Utara-Selatan secara otomatis; akan mendapatkan efisiensi 40% dibandingkan Fixed Arrays.

5. Concentrator Arrays Deretan lensa optik dan cermin yang menfokuskan pada suatu area Sel Surya (PV) efisiensi tinggi.

4.1.3 Aplikasi Photovoltaik pada Bangunan Komersial

Aplikasi Modul-modul PV pada bangunan komersial tetap juga memanfaatkan bidang-bidang atap datar, lisplank overstack atau rain - screen cladding, serta teknologi IntegrasiBangunan pada Glass-cladding (aplikasi daylighting) & (aplikasi photovoltaics) bersamaan secara terpadu dalam penghematan energi. Contoh : Sebuah bangunan perkantoran sewa yang mengaplikasikan modul-modul PV dalam desain secara integrasi bangunan pada deretan PV modul sebagai bahan material penutup lisplank-lisplank overstack.

Gambar Deretan Modul PV dipasang pada Atap dan Lisplank Overstack (Building Integrated PV)
Sumber gambar: http//fastq.com/-lanegarr/pvprj.html

Bangunan

College

(institusi)

juga

memanfaatkan

energi

surya

dalam

penghematanenergicrystalline transparant interspaces dipakai sebagai glass-cladding berkategori efisiensi tinggi dan peka terhadap cahaya (matahari/ pantulan cahaya). Analisis Kerja dan Photovoltaik Dilihat dari aplikasi pemakaiannya,intensitas penyerapan sinar matahari pada sel surya photovoltaik memiliki tingkat-tingkat tertentu yang berdasarkan pada ragam photovoltaik. Sebagai contoh,untuk photovoltaik jenis Monocrystalline. Monocrystalline yang terbuat dari silikon murni cenderung memiliki tingkat penyerapan yang tinggi
14

walaupun saat itu cuaca sedang mendung . Monocrystalline tetap dapat bekerja dengan baik(masih dapat menyerap energi dari matahari).Sementara untuk Polycrystalline dan Amorf memiliki beberapa keadaan khusus dimana tidak seperti Monocrystalline.

Contohnya: Amorf yang digunakan pada kalkulator sebagai daya cadangan jika baterai kalkulator telah habis. Jika dihadapkan pada sinar matahari yang terang atau tersinari oleh sinar matahari maka alat itu dapat bekerja .Namun bila mendung ,kalkulator tersebut tidak dapat bekerja.Sedangkan Polycrystalline lebih banyak dipakai pada daerah yang memiliki tingkat cuaca panas yang cenderung stabil atau tempat yang musim panasnya memiliki jangka waktu yang lebih lama.

5 SIMPULAN

Penggunaan Sel Surya Photovoltaik

sebagai sumber energi merupakan cara

alternatif untuk memenuhi kebutuhan manusia akan sumber energi yang penting dalam menunjang kehidupan mereka.Apalagi saat ini kebanyakan yang mereka gunakan adalah sumber energi yang sudah tidak dapat diperbarui lagi.Sumber energi ini selain mudah didapatkan bahkan secara gratis telah tersedia di alam,hanya memerlukan alat yang dapat mengkonversikan sumber energi ini menjadi yang dibutuhkan,jangka waktu

penggunaan yang lama sekitar 20-30 tahun, juga tidak menimbulkan polusi seperti energi lainnya. Pengaplikasiannya telah banyak dijumpai pada peralatan elektronik,struktur bangunan rumah, dan struktur bangunan komersial. Kinerjanya juga tidak kalah dengan sumber energi yang tidak dapat diperbarui.

6 DAFTAR PUSTAKA

Mintorogo.STRATEGI APLIKASI SEL SURYA (PHOTOVOLTAIC CELLS) PADA PERUMAHAN DAN BANGUNAN KOMERSIAL,dalam jurnal dimensi teknik arsitektur.Tanpa tahun.Pengajar Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan Arsitektur:Universitas Kristen Petra. http://www.panelsurya.com/ http://www.silicon-saxony.de/set/1679/RussianMarketUpdate.pdf http//fastq.com/-lanegarr/pvprj.html ://images01.olx.co.id/ui/18/25/39/1329968070_321121639_1Gambar--SELSURYA-SEL-PHOTOVOLTAIC-PANELSURYA-MODULSURYA-PLTS.jpg

15