Anda di halaman 1dari 29

LAPORAN PRAKTIKUM BIOKIMIA UMUM PERCOBAAN IX

PENGARUH KONSENTRASI SUBSTRAT, pH DAN SUHU TERHADAP AKTIVITAS ENZIM

NAMA STAMBUK PROGRAM STUDI KELOMPOK ASISTEN

: MUH. YAMIN A : F1C1 08 0 ! : KIMIA : III : MISRA"ATI

#URUSAN KIMIA FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI $010

BAB I PENDAHULUAN A. L%&%' B()%*%+, Enzim adalah substansi dengan dasar protein yang terdapat pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Enzim membantu proses metabolisme tubuh yang memungkinkan proses kehidupan dapat berjalan. Enzim ini merupakan bagian integral dari proses metabolisme tubuh. Enzim berguna untuk memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil. Didalam jumlah sangat kecil, enzim dapat mengatur reaksi tertentu sehingga di dalam keadaan normal tidak terjadi penyimpanganpenyimpangan hasil akhir reaksinya. Di dalam sel terdapat banyak jenis enzim yang berlainan kekhasannya. Artinya suatu enzim hanya mampu menjadi katalisator untuk reaksi tertentu saja . Ada enzim yang dapat mengkatalisa suatu kelompok substrat , adapula yang hanya satu substrat saja , dan ada pula yang bersifat stereospesifik. Karena enzim mengkataliser reaksi-reaksi di dalam sistim biologis, maka enzim juga disebut sebagai Biokatalisator. Dalam menjalankan aktifitasnya ini enzim dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti. engaruh akti!ator, inhibitor, koenzim dan konsentrasi elektrolit dalam

beberapa keadaan, "leh sebab itu pada percobaan ini akan dilihat sampai sejauh mana pengaruh perubahan suhu, penambahan substrat, dan pengaruh perubahan p# terhadap kinerja atau akti!itas dari enzim.

B. R-.-/%+ M%/%)%0 $erdasarkan latar belakang di atas, maka rumusan masalah dalam percobaan ini adalah % &. $agaimana pengaruh konsentrasi substrat terhadap akti!itas enzim in!ertase' (. $agaimana pengaruh suhu terhadap akti!itas enzim in!ertase' ). $agaimana pengaruh p# terhadap akti!itas enzim in!ertase ' C. T-1-%+ P('234%%+ Dari rumusan masalah yang diajukan di atas, maka tujuan dari percobaan ini adalah % &. *engetahui pengaruh konsentrasi substrat terhadap akti!itas enzim in!ertase (. *engetahui pengaruh suhu terhadap akti!itas enzim in!ertase ). *engetahui pengaruh p# terhadap akti!itas enzim in!ertase D. M%+5%%& P('234%%+ *anfaat yang diperoleh dari percobaan ini adalah % &. raktikan dapat mengetahui pengaruh konsentrasi substrat terhadap akti!itas enzim in!ertase. (. raktikan dapat mengetahui pengaruh suhu terhadap akti!itas enzim in!ertase ). raktikan dapat mengetahui pengaruh p# terhadap akti!itas enzim in!ertase

BAB II TIN#AUAN PUSTAKA Enzim merupakan unit fungsional dari metabolisme sel. $ekerja dengan urutan-urutan yang teratur, enzim mengkatalisis ratusan reaksi bertahap yang menguraikan molekul nutrient, reaksi yang menyimpan dan mengubah energi kimiawi dan yang membuat makromolekul sel dari prekursor sederhana. Di antara sejumlah enzim yang berpartisi di dalam metabolisme terdapat sekelompok khusus yang dikenal sebagai enzim pengatur yang dapat mengenali berbagai isyarat metabolik dan mengubah kecepatan katalitiknya sesuai dengan isyarat yang diterima. *elalui akti!itasnya, sistem enzim terkoordinasi dengan baik, menghasilkan suatu hubungan yang harmonis di antara sejumlah akti!itas metabolik yang berbeda, yang diperlukan untuk menunjuang kehidupan +,ehninger, &-.(/. Enzim merupakan suatu katalisator dalam reaksi biokimia dan setiap enzim mempunyai kemampuan spesifik untuk merubah molekul tertentu. *enurut #aldare, enzim merupakan larutan koloid atau katalis organik yang dihasilkan

mikroorganisme. 0ebagai katalisator, enzim hanya meningkatkan kecepatan reaksi dan sangat spesifik untuk reaksi yang dikatalisanya. Enzim adalah bahan kimia yang dihasilkan mikroorganisme untuk meningkatkan kecepatan reaksi menuju keadaan keseimbangan reaksi kimia, sehingga sifat termodinamika sistim tidak berubah +1ismijana et al., (22)/. Enzim dikatakan aktif apabila zat tersebut mempunyai kemampuan untuk melaksanakan akti!itas katalitiknya. 3elah dilaporkan oleh 4ogarty dan Kelly +&-5-/

bahwa enzim proteolitik bakteri, yeast ataupun fungi mempunyai karakter dan spesifisitas yang berbeda. Karakter enzim proteolitik tersebut ditunjukan dengan p# dan suhu optimum enzim tersebut dalam menghidrolisis substratnya. 0elain itu adanya ion logam, asam amino tertentu dan inhibitor enzim akan mempengaruhi akti!itas enzim tersebut + oernomo et al, (22)/. $eberapa enzim mempunyai aktifitas diantaranya spesifik untuk D dan , isomer ptik . Enzim ,- asam amino oksidase hanya pada ,- asam amino oksidase tidak bereaksi terhadap isomer D- asam amino . $eberapa enzim memerlukan suatu ko-faktor yang bukan protein dan biasanya agak longgar berikatan dengan enzim. Kofaktor itu disebut gugus prostetik. $anyak juga enzim yang memerlukan ko-faktor logam seperti *n66, 4e 66,*g66, dll. Di dalam proses isolasi kadang-kadang kofaktor yang berikatan longgar pada enzim terlepas sehingga menyebabkan aktifitas enzim menurun atau bahkan hilang. $agian protein dari enzim disebut apo-enzim , sedangkan enzim keseluruhannya disebut holoenzim . $agian protein + tak aktif / /
+apoenzim /

non protein
+gugus protestik /

holoenzim + akktif

+0imanjuntak et al, (22)/. 4aktor-faktor yang mempengaruhi kecepatan reaksi Enzim erubahan suhu

dan p# mempunyai pengaruh besar terhadap kerja enzim. Kecepatan reaksi enzim juga dipengaruhi oleh konsentrasi enzim dan konsentrasi substrat. engruh akti!ator, inhibitor, koenzim dan konsentrasi elektrolit dalam beberapa keadaan juga merupakan faktor-faktor yang penting.

1. P(+,%'-0 S-0-. 0uhu rendah yang memdekati titik beku biasanya tidak merusak enzim. ada suhu dimana enzim masih aktif, kenaikan suhu sebanyak &2"8, menyebabkan keaktifan menjadi ( kali lebih besar +9&2 7 (/. ada suhu optimum reaksi

berlangsung paling cepat. $ila suhu dinaikan terus, maka jumlah enzim yang aktif akan berkurang karena mengalami denaturasi. Enzim didalam tubuh manusia memiliki suhu optimum sekitar )5o8. Enzim organismemikro yang hidup dalam lingkungan dengan suhu tinggi mempunyai suhu optimum yang tinggi. 0ebagian besar enzim menjadi tidak aktif pada pemanasan sampai 6 :2o8. ;ni disebabkan karena proses denaturasi enzim. Dalam beberapa keadaan, jika pemanaasan dihentikan dan enzim didinginkan kembali akti!itasnya akan pulih. #al ini disebabkan oleh karena proses denaturasi masih re!ersible. p# dan zat-zat pelindung dapat mempengaruhi denaturasi pada pemanasan ini. #ubungan antara akti!itas enzim dan suhu dapat dilihat pada <ambar berikut.

$. P(+,%'-0 pH $ila akti!itas enzim diukur pada p# yang berlainan, maka sebagian besar enzim didalam tubuh akan menunjukan akti!itas optimum antara p# =,2 - -,2, kecuali beberapa enzim misalnya pepsin+p# optimum 7 (/. ;ni disesbabkan oleh % &. ada p# rendah atau tingi, enzim akan mengalami denaturasi. (. ada p# rendah atau tinggi, enzim maupun substrat dapat mengalami perubahan muatan listrik dengan akibat perubahan akti!itas enzim. *isalnya suatu reaksi enzim dapat berjalan bila enzim tadi bermuatan negatif +Enz-/ dan substratnya bermuatan positif +0#6/ % Enz- 6 0#6

Enz0#

ada p# rendah Enz- akan bereaksi dengan #6 menjadi enzim yang tidak bermuatan.Enz- 6 #6

Enz-# Demikian pula pada p# tinggi, 0#6 yang dapat

bereaksi dengan Enz-, maka pada p# yang e>trem rendah atau tiggikonsentrasi efektif 0#6 dan enz akan berkurang, karena itu kecepatan reaksinya juga berkurang. 0eperti pada gambar berikut.

6. P(+,%'-0 K3+/(+&'%/7 E+87. Kecepatan rekasi enzim +!/ berbanding lurus dengan konsentrasi enzim +Enz/. *akin besar jumlah enzim makin cepat reaksinya. ,ihat pada gambar. Dalam reaksinya Enz akan mengadakan ikatan dengan substrat 0 dan membentuk kompleks enzim-substrat, Enzs. Enz0 ini akan dipecah menjadi hasil reaksi Enz. Enz 6 0 Enz0 Enz 6 Enz 6 0 Enz 6 *akin banyak Enz terbentuk, makin cepat reaksi ini berlangsung. ;ni terjadi sampai batas tertentu. dan enzim bebas

. P(+,%'-0 K3+/(+&'%/7 S-4/&'& $ila konsentrasi substrat +0/ bertambah, sedangkan keadaan lainya tetap sama, kecepatan reaksi juga akan meningkat sampai suatu batas maksimum ?. ada titik maksimum ini enzim telah jenuh dengan subtrat. 0eperti pada gambar. ada titik-titik A dan $ belum semua enzim bereaksi dengan subtrat, maka pada A dan $ penambahan subtrat 0 akan menyebabkan jumlah Enz0 bertambah dan kecepatan reaksi ! akan bertambah, sesuai dengan penambahan 0. ada titik 8 semua enzim

telah bereaksi denagn subtrat, sehingga penambahan 0 tidak akan menambah kecepatan reaksi, karena tidak ada lagi enzim bebas. ada titik $ kecepatan reaksi tepat setengah kecepatan maksimum. Konsentrasi subtrat yang menghasilkan setengah kecepatan maksimum dinamakan harga Km atau konstanta *ichaelis.

+;ndah, (22@/.

BAB III METODE PRAKTIKUM A. "%*&- 9%+ T(.p%& raktikum ini dilaksanakan di ,aboratorium Kimia Aurusan Kimia 4akultas *atematika dan ;lmu engetahuan Alam Bni!ersitas #aluoleo. Caktu praktikum ini dilaksanakan selama dua hari yakni pada tanggal 2)-2@ Desember (2&2. B. A)%& 9%+ B%0%+ &. Alat Alat-alat yang digunakan pada percobaan ini adalah blender, tabung reaksi, water-bath, erlenmeyer, neraca analitik, spektronik (2-D, gelas kimia, pipet ukur &2 m, dan (= m,, kapas, corong, ku!et, aluminium foil, sentrifuse, botol semprot, mortal, pastel dan batang pengaduk. (. $ahan $ahan-bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah larutan enzim, larutan DD0, sukrosa 2,(= *, larutan buffer asetat p# =.:, :.@, dan -, dan akuades.

C. P'3/(9-' K('1% 1. P(+,%'-0 *3+/(+&'%/7 /-4&'%& &('0%9%p %*&7:7&%/ (+87. 7+:('&%/( ,arutan enzim ; Dimasukkan masing-masing & m, kedalam = tabung reaksi 3abung ( 3abung 3abung ) 3abung 3abung ; Ditambahkan & = ; Ditambahkan @; Ditambahkan - Diinkubasi &= ; Ditambahkan sukrosa 2,@ m, sukrosa & m, sukrosa 2,. m, menit sukrosa 2,( m, ; Diinkubasi &= ; Diinkubasi &= ; Diinkubasi &= ; Diinkubasi &= menit menit menit menit ; Ditambahkan & m, DD0 ; Ditambahkan ( m, akuades ; Dipanaskan selama &= menit ; Didinginkan dalam air es ; Diencerkan dengan akuades sampai &2 m, ; Diukur absorbansinya pada =@2 nm ; Diplotkan grafik konsentrasi !s 0ukrosa +m,/ % 2E 2,(E 2,@E 2,.E &,2 absorbansinya Absorbansi % 2E 2,&((E 2,)@5E 2,)==E 2,@:(

; Dimasukkan & m, pada @ tabung reaksi ; Ditambahkan & m, larutan sukrosa pada masing-masing tabung ; Diinkubasi pada suhu kamar, @2 28, :2 $. P(+,%'-0 /-0- &('0%9%p %*&7:7&%/ (+87. 7+:('&%/( 2 8, dan .2 28 ; Ditambahkan & m, DD0 ,arutan ; Ditambahkan ( m, akuades enzim ; Dipanaskan selama &= menit ; Didinginkan dengan air es ; Diencerkan sampai !olume &2 m, ; Diukur absorbansinya pada =@2 nm ; Diplotkan grafik konsentrasi !s absorbansinya ;

0uhu +28/ Absorbansi embuatan $lanko

7 kamar, @2, :2, .2 7 2,(@-E 2,(-@E 2,2:)E 2

& m, buffer p# =,@; Dimasukkan & m, pada @ tabung reaksi ; Diinkubasi pada suhu kamar, @2 28, :2 2 8, dan .2 28 ; Ditambahkan & m, DD0 ; Ditambahkan ( m, akuades ; Dipanaskan selama &= menit ; Didinginkan dengan air es ; Diencerkan sampai !olume &2 m, Absorbansi 7 2 6. P(+,%'-0 pH &('0%9%p %*&7:7&%/ (+87. 7+:('&%/( ,arutan enzim ; Dimasukkan & m, pada ) tabung reaksi ; Ditambahkan & m, larutan sukrosa pada masing-masing tabung ; Ditambahkan buffer p# =,@E :,@E ; Diinkubasi selama &= menit ; Ditambahkan & m, DD0 ; Ditambahkan ( m, akuades ; Dipanaskan selama &= menit ; Didinginkan dengan air es ; Diencerkan sampai !olume &2 m, ; Diukur absorbansinya pada =@2 nm ; Diplotkan grafik konsentrasi !s absorbansinya ;

p# Absorbansi embuatan blanko

7 =,:E :,@E 7 2,&)(E 2,@.@E 2,@(-

& m, buffer p# =,@E :,@E ; Dimasukkan & m, pada ) tabung reaksi ; Diinkubasi selama &= menit ; Ditambahkan & m, DD0 ; Ditambahkan ( m, akuades ; Dipanaskan selama &= menit ; Didinginkan dengan air es ; Diencerkan sampai !olume &2 m, Absorbansi 7 2 embuatan 0tandar <lukosa (2, @2, :2, .2 dan &22 ppm larutan glukosa dimasukkan & m, dalam tabung reaksi ditambahkan ( m, DD0 ditambahkan & m, bufer p# =,: dipanaskan dalam air mendidih selama &= menit - didinginkan - ditambahkan akuades hingga &2 m, - diukur absorbansinya pada 7 =@2 nm - diplot kur!a hubungan absorbansi ?s konsentrasi - ditentukan persamaan garis kur!a standar larutan glukosa y 7 2,22(> 6 2,22( -

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN Enzim adalah protein yang berfungsi sebagai katalisator untuk reaksi-reaksi kimia didalam sistem biologi. Katalisator mempercepat reaksi kimia. Calaupun katalisator ikut serta dalam reaksi, ia kembali ke keadaan semula bila reeaksi telah selesai. Calaupun akti!itas katalik enzim diduga hanya diperlihatkan oleh sel-sel yang utuh, sebagian besar enzim dapat diekstraksi dari sel tanpa kehilangan akti!itas biologik +katalik/nya. "leh karena itu, enzim dapat diselidiki diluar sel hidup. Ekstrak yang mengandung enzim dipakai pada penyelidikan reaksi-reaksi metabolik, struktur, mekanisme kerja enzim dan malahan sebagai katalisator dalam industri pada sintetis senyawa-senyawa yang biologis aktif. Kecepatan reaksi enzim dapat dipengaruhi oleh perubahan suhu dan p# yang mempunyai pengaruh besar terhadap kerja enzim. Kecepatan reaksi enzim juga

dipengaruhi oleh konsentrasi enzim dan konsentrasi substrat.

engruh akti!ator,

inhibitor, koenzim dan konsentrasi elektrolit dalam beberapa keadaan juga merupakan faktor-faktor yang penting. #asil rekasi enzim juga dapat menghambat kecepatan reaksi. 0elain itu Enzim dapat dirusak dengan pengocokan, penyinaran ultra!iolet dan sinar->, sinar-F dan sinar-G. Bntuk sebagian ini disebabkan karena o>idasi oleh pero>ida yang dibentuk pada penyinaran tersebut. Kerja enzim juga dipengaruhi oleh adanya inhibitor seperti obat-obatan dan sebagainya. ada percobaan ini akan mempelajari bagaimana pengaruh konsentrasi substrat, p# dan suhu terhadap akti!itas enzim khusunya enzim in!ertase dari ragi. 0ebelum dilakukan uji terhadap pengaruh konsentrasi substrat, suhu, dan p# terlebih dahulu dilakukan pembuatan larutan standar glukosa. Dari larutan standar akan diperoleh nilai absorbansi dan konsentrasi larutan standar, jika di nilai absorbansi dan konsentrasi larutan standar dikon!ersi dalam bentuk kur!a standar, maka akan diperoleh persamaan regresi linear yang digunakan untuk menentukan konsentrasi glukosa dari akti!itas enzim yang sebenarnya. Dari kur!a standar tersebut diperoleh persamaan garis % y 7 2.22( > 6 2.22( ada penentuan akti!itas enzim dilakukan dengan menginkubasi enzim dengan substrat dengan inter!al waktu tertentu. 0elanjutnya dilakukan penentuan konsentrasi glukosa yang dihasilkan setelah inkubasi. ada proses inkubasi dilakukan penambahan larutan buffer untuk menjaga agar p# larutan tetap normal, sehingga enzim tidak akan mengalami denaturasi. 0etelah inkubasi selama &= menit, selanjutnya dilakukan penambahan reagen DD0 yang bertujuan untuk memberikan

warna pada larutan, sehingga dapat dilakukan pengukuran absorbansinya. Dilai absorbansi yang diperoleh disamakan dengan nilai konsentrasi glukosa dalam sampel. Bntuk penentuan akti!itas enzim terhadap konsentrasi substrat diperoleh dari perbandingan konsentrasi glukosa sebagai larutan standar dengan hasil kali berat molekul glukosa dengan waktu inkubasi. $erdasarkan perhitungan terlihat bahwa semakin besar konsentrasi substrat +glukosa/ maka akti!itas enzim semakin besar pula. #al ini telah sesuai dengan teori yang ada bahwa $ila konsentrasi substrat +0/ bertambah, maka kecepatan reaksi juga akan meningkat sampai suatu batas maksimum. Bntuk dapat terjadi kompleks enzim H substrat +E0/ diperlukan adanya kontak enzim dengan substrat yaitu pada sisi aktif enzim. ada konsentrasi substrat rendah, sisi aktif enzim hanya menampung sedikit substrat. $ila konsentrasi substrat diperbesar maka makin banyak substrat yang terikat pada sisi aktif enzim. Dengan demikian konsentrasi kompleks enzim H substrat semakin besar dan menyebabkan bertambahnya kecepatan reaksi. ada suatu batas konsentrasi substrat tertentu, semua sisi aktif telah jenuh oleh substrat. Dalam keadaan ini, bertambah besarnya konsentrasi substrat tidak menyebabkan bertambah besarnya konsentrasi enzimsubstrat +kecepatan reaksi/ sehingga jumlah produk pun tidak bertambah. Bntuk penentuan akti!itas enzim terhadap suhu diperoleh hasil bahwa pada suhu kamar diperoleh aktifitas ((,.5 BIm,, pada @22 8 diperoleh (5,2) BIm,, pada suhu :22 8 diperoleh :,(2) BIm, dan pada suhu .22 8 tidak terjadi aktifitas +2/ BIm, . 0ecara teori aktifitas enzim akan berjalan lambat pada suhu mendekati titik bekunya dan akan mencapai aktifitas maksimumnya pada suhu optimumnya yaitu

sekitar suhu )52 8 dan pada saat telah melebihi suhu optimumnya maka aktifitas enzim akan menurun dan jika mencapai suhu tertingginya maka enzim akan berhenti beraktiftas karena proses denaturasi enzim. ada penentuan aktifitas enzim terhadap p# =,: , :,@ dan - aktifitas enzim cenderung tetap dan hanya mengalami sedikit perubahan aktifitas. $ila akti!itas enzim diukur pada p# yang berlainan, maka sebagian besar enzim didalam tubuh akan menunjukan akti!itas optimum antara p# =,2 - -,2. ada p# rendah atau tinggi, enzim akan mengalami denaturasi. 0elain itu, enzim maupun substrat dapat mengalami perubahan muatan listrik dengan akibat perubahan akti!itas enzim. 0eperti protein pada umumnya, struktur ion enzim tergantung pada p#

lingkungannya. Enzim dapat berbentuk ion positif, ion negatif atau zwitterion. Dengan demikian perubahan p# lingkungan akan berpengaruh terhadap efekti!itas bagian aktif enzim dalam membentuk kompleks enzim substrat. Daerah p# yang menyebabkan kecepatan reaksi paling tinggi yang dinamakan p# optimum. Aadi pada pengukuran diatas sudah pada p# optimum sehingga telah menunjukan aktifitas optimumnya pula.

BAB III PENUTUP A. K(/7.p-)%+ Kesimpulan yang diambil pada percobaan ini adalah % &. 0emakin besar konsentrasi substrat +glukosa/ maka akti!itas enzim semakin besar pula. (. Enzim akan berjalan lambat pada suhu mendekati titik bekunya dan akan mencapai aktifitas maksimumnya pada suhu optimumnya yaitu sekitar suhu )52 8 dan pada saat telah melebihi suhu optimumnya maka aktifitas enzim akan menurun dan jika mencapai suhu tertingginya maka enzim akan berhenti. ). Akti!itas enzim diukur pada p# yang berlainan, maka sebagian besar enzim akan menunjukan akti!itas maksimum pada suhu optimum. B. S%'%+

Do 8ommentJJJJJJJ

DAFTAR PUSTAKA

;ndah, *., (22@, Enzim, 4akultas *atematika dan ;lmu engetahuan Alam Aurusan 4armasi Bni!ersitas 0umatera Btara. ,ehninger, A.,. &-.(. Dasar-Dasar Biokimia Jilid 1, Erlangga, Aakarta. oernomo, A.3., urwanto, D.A., (22), Uji aktivitas crude enzim proteolitik Bacillus su!tilis "#$$ %%&' hasil (ermentasi curah, *ajalah 4armasi Airlangga, V3).6 Do.). 1ismijana, A., ;ndriani, ;.D., itriyani, 3., (22), )enggunaan Enzim *elulase +emiselulase pada )roses Deinking ,ertas ,oran Bekas, Aurnal *atematika dan 0ains V3). 8 Do. (. 0imanjuntak, *.3., 0ilalahi, A., (22), B-.,-/-0, 4akultas *atematika dan ;lmu engetahuan Alam Aurusan 4armasi Bni!ersitas 0umatera Btara.

L%.p7'%+ 1. P(+,%'-0 K3+/(+&'%/7 S-4/&'%& T('0%9%p A*&7:7&%/ E+87. embuatan Kur!a standar Konsentrasi +ppm/ ( @ : . &2 Absorbansi 2,22( 2,225 2,2&. 2,2@2,22@

G'%57*

?olume 0ubstrat +m,/ 2 2,( 2,@ 2,. &,2

Absorbansi 2 2,&(( 2,)@5 2,)== 2,@:(

*enentukan konsentrasi gula in!ert tiap tabung $erdasarkan persamaan garis kur!a larutan standar y 7 2.22( > 6 2.22(, diperoleh konsentrasi gula in!ert tiap tabung %

> 7

Dengan cara yang sama diperoleh %


,arutan 2,( 2,@ 2,. & Absorbansi 2,&(( 2,)@5 2,)== 2,@:( Konsentrasi +mgIm,/ :2 &5(,= &5:,= ()2

*enentukan akti!itas enzim tiap tabung $erdasarkan persamaan % Akti!itas 7 B/ gula invert 1 waktu inku!asi Diperoleh akti!itas enzim %
L2ula invert K 1 &222 u.mol I mmol

Akti!itas

7 &&,&& unitIm, Dengan cara yang sama diperoleh %


,arutan 2,( 2,@ Konsentrasi +mgIm,/ :2 &5(,= Akti!itas +unitIm,/ &&,&& )&,-@

2,. &

&5:,= ()2

)(,:. @(,=-

*enentukan konsentrasi akhir substrat $erdasarkan rumus pengenceran % ,arutan 2,( m, ?& . *& 7 ?( . *( 2,( m, . 2,@= mgIm, 7 & m, . *( *( 7 2,2- mgIm, Dengan cara yang sama diperoleh %

?& +m,/ 2,( 2,@ 2,. &

*& +mgIm,/ 2,@= 2,@= 2,@= 2,@=

?(+m,/ & & & &

*( +mgIm,/ 2,22,&. 2,): 2,@=

*enentukan kur!a akti!itas !s konsentrasi substrat


Akti!itas +unitIm,/ &&,&& )&,-@ *( +mgIm,/ 2,22,&.

)(,:. @(,=-

2,): 2,@=

Dari data di atas diperoleh

$.

P(+,%'-0 /-0- &('0%9%p %*&7:7&%/ (+87.


0uhu +o8/ Absorbansi Kamar 2,(@@2 2,(-@ :2 2,2:.2 2

*enentukan konsentrasi gula in!ert tiap tabung $erdasarkan persamaan garis kur!a larutan standar 2.22( > 6 2.22(, diperoleh konsentrasi gula in!ert tiap tabung %

> 7

Dengan cara yang sama diperoleh %


0uhu +M8/ Kamar @2 :2 .2 Absorbansi 2,(@2,(-) 2,2:2 Konsentrasi +mgIm,/ &(),= &@: )),= 2

*enentukan akti!itas enzim tiap tabung $erdasarkan persamaan % Akti!itas 7 B/ gula invert 1 waktu inku!asi Diperoleh akti!itas enzim %
L2ula invert K 1 &222 u.mol I mmol

Akti!itas

7 ((,.5 unitIm, Dengan cara yang sama diperoleh % 0uhu +M8/ Kamar @2 :2 .2 Konsentrasi +mgIm,/ &(),= &@: )),= 2 Akti!itas +unitIm,/ ((,.5 (5,2) :,(2) 2

*enentukan kur!a akti!itas !s suhu 0uhu +M8/ Kamar Akti!itas +unitIm,/ ((,.5

@2 :2 .2 Dari data di atas diperoleh %

(5,2) :,(2) 2

0uhu "ptimum

6.

P(+,%'-0 pH &('0%9%p %*&7:7&%/ (+87.


p# Absorbansi =,: 2,&() :,@ 2,@.@ 2,@(-

*enentukan konsentrasi gula in!ert tiap tabung $erdasarkan persamaan garis kur!a larutan standar y 7 2.22( > 6 2.22(, diperoleh konsentrasi gula in!ert tiap tabung %

> 7

Dengan cara yang sama diperoleh %


p# Absorbansi Konsentrasi +mgIm,/

=,: :,@ -

2,&)( 2,@.@ 2,@(-

:2,= (@& (&),=

*enentukan akti!itas enzim tiap tabung $erdasarkan persamaan % Akti!itas 7 B/ gula invert 1 waktu inku!asi Diperoleh akti!itas enzim %
L2ula invert K 1 &222 u.mol I mmol

Akti!itas

7 &&,(2) unitIm, Dengan cara yang sama diperoleh %


p# =,: :,@ Konsentrasi +mgIm,/ :2,= (@& (&),= Akti!itas +unitIm,/ &&,(2) @@,:( =-,=)

*enentukan kur!a akti!itas !s p#


p# =,: Akti!itas +unitIm,/ &&,(2)

:,@ -

@@,:( =-,=)

Dari data di atas diperoleh %

p# optimum

,A "1AD 0E*ED3A1A E18"$AAD ;N #ari, tanggal % 0abtu, && Desember (2&2 Audul E engaruh suhu, p#, dan Konsentrasi subtrat terhadap akti!itas enzim

D%&% p(+,%.%&%+ &/. engaruh konsentrasi substrat ,arutan +m,/ Absorbansi $lanko 2 2,( 2,&(( 2,@ 2,)@5 2,. 2,)== & 2,@:(

(/. engaruh suhu 0uhu +M8/ Absorbansi )2 2,(@@2 2,(-) :2 2,2:.2 2

)/. engaruh p# p# Absorbansi =,: 2,&)( :,@ 2,@.@ 5 2,@(. 2,(5:

Kendari, && Desember (2&2 Asisten embimbing

*israwati