Anda di halaman 1dari 3

INFERTILITAS

Infertilitas merupakan kekurang mampuan sepasang suami istri untuk mendapatkan keturunan walaupaun sudah melakukan hubungan seksual secara teratur, tanpa kontrasepsi dan dalam periode satu tahun.1 Infertilitas terbagi menjadi infertilitas primer dan infertilitas sekunder.2 Jika istri belum pernah hamil sama sekali dan dialami sejak awal mereka menikah maka disebut infertilitas primer. Dan jika istri pernah hamil tapi tidak mengalami kehamilan lagi walaupun bersenggama secara teratur maka disebut infertilitas sekunder. Infertilitas sekunder dialami sepasang suami istri yang pernah mengalami proses pembuahan setelah menikah. Steinberger dan sherins mengemukakan, pasangan masing masing anggota pasangan mungkin tidak infertil kalau berpasangan dengan anggota lain. Dalam praktek, dapat dilihat, kalau pasangan infertil bercerai, masing masing kawin lagi, kemudian mereka mendapat keturunan. !tau, istri yang menjadi hamil setelah inseminasi buatan dengan mani donor yang lebih baik dari pada mani suaminya. Jadi, setiap anggota pasangan infertil memiliki potensi fertilitas tertentu. Etiologi "aktor yang dapat menyebabkan infertilitas bisa dari faktor suami atau istri, ataupun keduanya. Suami 1#,#$, istri %2$, keduanya 1#.&$, penyebab yang belum diketahui 11,1$ dan penyebab lainnya &,'$. "aktor lain yang meningkatkan resiko infertilitas dapat berupa radang panggul, endometriosis, lingkungan(suasana, dan yang berhubungan dengan factor racun yang berasal dari tembakau, ganja dan obat obatan lainnya, gerakan badan, dan % bertambahnya usia. Secara umum, penyebab infertilitas berhubungan dengan kondisi fisik, proses, dan waktu.) 1. *ondisi fisik *esuburan sangat ditentukan oleh kondisi fisik suami dan istri. +al ini berhubungan dengan proses pembentukan serta kualitas sperma atau sel telur. *ualitas sperma dan sel telur dipengaruhi banyak faktor, diantaranya, umur, kelaianan genetika, penyakit tertentu. 2. -roses .erhasil tidaknya proses kehamilan dipengaruhi berbagai faktor, diantaranya, metode kontrasepsi /penggunaan kondom pada pria dan diafragma pada wanita tidak memungkinkan terjadinya kehamilan01 beberapa kelainan anatomis, seperti kelainan pada rahim1 gangguan o2ulasi1 kegagalan implantasi1 endometriosis. 1

%. 3aktu pada wanita, sel telur hanya dihasilkan satu kali setiap bulannya, sehingga penting untuk mengetahui masa masa subur. Diagnosis Diagnosis pada infertilitas meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang. Diagnosis yang meliputi hal hal tersebut diatas harus dilakukan oleh kedua pihak, baik suami maupun istri. -emeriksaan infertilitas dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti berikut,2,& 1. Suhu basal badan Siklus o2ulasi dapat dikenali dari catatan suhu tubuh. 4etode suhu basal badan berdasarkan peningkatan suhu tubuh sebagai peningkatan termal. -eningkatan suhu tubuh ini dilakukan oleh hormon progesteron, yang disekresi korpus luteum setelah o2ulasi yang bersifat termogenik /memproduksi panas0. +ormon ini dapat menaikan suhu tubuh dan mempertahankannya sampai saat haid berikutnya. 2. 5ji lendir ser2iks -emeriksaan uji lendir ser2iks berdasarkan hubungan antara pertumbuhan anatomi dan fisiologi ser2iks dengan siklus o2arium untuk mengetahui saat terjadinya keadaan optimal getah ser2iks dalam menerima sperma. %. Sitologi 2agina -emeriksaan usap forniks 2agina untuk mengetahui perubahan epitel 2agina. Sitologi 2agina hormonal menyelidiki sel sel yang terlepas dari selaput lendir 2agina, sebagai pengaruh hormon hormon o2arium /estrogen dan progesteron0. ). .iopsi endometrium -emeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh progesteron terhadap endometrium dan sebaiknya dilakukan pada 2 % hari sebelum haid. kontra indikasinya dapat berupa hamil, infeksi pel2ik atau ser2itis akut(kronik. .iopsi endometrium dapat pula dilakukan untuk menilai fungsi o2arium. &. 5ji pasca senggama 5ji pasca senggama dilakukan untuk mengetahui ada tidaknya spermato6oa yang melewati ser2iks. '. -ertubasi -ertubasi bertujuan untuk memeriksa patensi tuba dengan jalan meniupkan gas co 2 melalui kanula atau kateter foley yang dipasang pada kanalis ser2ikalis. 7. +isterosalpingografi 8es awal untuk patensi tuba, dapat memperkirakan kelainan anatomi dan patologi pada genitalia interna dan mempunyai efek penyembuhan. -rinsip pemeriksaannya sama dengan pertubasi, hanya

peniupan gas diganti dengan penyuntikan media kontras dan penilainnya dilakukan secara radiografik. #. 9aparoskopi -emeriksaan ini untuk mengetahui kelainan tuba dan peritoneum. Sebaiknya laparoskopi dilaksanakan segera setelah o2ulasi.-ada siklus haid yang tidak bero2ulasi /!menore0, laparoskopi dapat dilakukan setiap saat. :. +isteroskopi +isteroskopi adalah peneropongan ka2um uteri yang sebelumnya telah digelembungkan dengan media dekstran %2$, glukosa &$, dan garam fisiologik. +isteroskopi tidak dilakukan kalau diduga terdapat infeksi akut rongga panggul, kehamilan, atau perdarahan banyak dari uterus. Penanganan masalah infertilas1 -enanganan beberapa masalah infertilitas disesuaikan dengan etiologi yang menyebabkan infertilitas tersebut,seperti, 1. !ir mani yang abnormal +al yang bisa dilakukan bagi pasangan dengan air mani abnormal adalah melakukan senggama berencana pada saat masa subur istri 2. ;arikokel !danya 2arikokel disertai motilitas spermato6oa yang kurang disarankan untuk melakukan operasi. *ira kira dua per tiga pria dengan 2arikokel yang dioperasi akan mengalami perbaikan motilitas spermato6oanya. %. Sumbatan 2as -ria yang tersumbat yang akan mempertunjukan a6oosperma, dengan besar testikel dan kadar "S+ yang normal. <perasi 2asoepididimostomi belum memuaskan hasilnya. ). Infeksi !ntibiotika yang terbaik untuk infeksi menahun traktus genitalis adalah antibiotika yang terkumpul dalam traktus genitalis dengan jumlah besar, seperti eritromisin, dimetilklortetrasiklin, dan trimetoprimsulfametoksa6ol. &. Defisiensi gonadotropin 5ntuk mengobati infertilitas dengan akibat ini dapat diobati dengan gonadotropin.+iperprolaktinemia pada laki laki dapat menyebabkan impotensi, testikel yang mengecil, dan galaktoria. Segal et al. dan Saidi et al.,melaporkan kalau diobati dengan dopamin agonis 2 bromo alfa ergo kriptin dapat memperbaiki spermatogenesisnya. '. 4ioma uteri 4ekanismenya, dapat dilakukan miomektomi tapi tidak selalu benih mioma uteri dapat dikeluarkan dengan pembedahan. 7. 4asalah tuba yang tersumbat 2

4asalah tuba yang tersumbat dapat dilakukan dengan pembedahan. Indikasi dari pembedahan ini adalah tersumbatnya seluruh atau sebagian tuba. 8ujuan dilakukan pembedahan ini adalah untuk memperbaiki dan mengembalikan anatomi tuba dan o2arium seperti semula. Saat yang paling tepat unuk melakukan pembedahan tuba adalah pada tengah fase proliferasi/fase regeneratif0. #. =ndometriosis =ndometriosis dapat dilakukan terapi yang terdiri dari menunggu sampai terjadi kehamilan sendiri, pengobatan hormonal, dan pembedahan konser2atif. :. +ormonal Jika terjadi gangguan hormonal dapat dilakukan pengobatan sesuai dengan letaknya, misalnya, tingginya prolaktin dapat diatasi dengan bromokriptin atau pariodel 1>. Idiopatik Idiopatik merupakan istilah yang digunakan apabila semuanya baik, tapi pasangan tersebut belum juga hamil..agi pasangan idiopatik dianjurkan untuk selalu berusaha terus dan selalu berdoa pada allah S38. Kemajuan cara pengo atan infertilitas! 1. Superovulation dan intra uterine insemination,cara ini menggunakan hormon untuk menstimulasi proses o2ulasi sel telur dan sperma di dalam uterus. 2. In Vitro fertilisasi, menggunakan hormon untuk menstimulasi proses o2ulasi sel telur dan memperoleh sel telur. "ertilisasi dilakukan di laboratorium dan kemudian mentrasfer hasil embrio ke dalam uterus. %. Gamet intrafallopian transfer , menggunakan peralatan yang disebut laparoskopi sebagai tempat fertilisasi sel telur dan sperma ke dalam tuba fallopi dengan cara membuat lubang kecil pada perut. ). Zygote intrafallopian transfer , proses infertilisasi yang dilakukan di laboratorium dan kemudian menggunakan laparoskopi untuk mentransfer 6igot ke dalam tuba fallopi. Prognosis 4enurut .ehrman dan *istner cit +anifa 3iknjosatro, prognosis terjadinya kehamilan tergantung pada umur suami, umur istri, dan lamanya dihadapkan kepada kemungkinan kehamilan /frekuensi senggama dan lamanya perkawinan0. Daftar pusta"a ?1@ +wang, 4i Aoung. Binfertility optionC.

5D9,http,((jama.ama ssn.org(cgi(reprint(2#2.pdf ?2@ Auni6af, dkk. BkontrasepsiC, kapita selekta kedokteran, jilid I, edisi %, cetakan ke #. Jakarta,4edia !esculapius. 2>>7. hlm. %&& ?%@ Earcia, Jairo =. CinfertilityC. http,((emedicine.com(med(topic%&%&.htm,last update, jan 2%, 2>>' ?)@ Idasyah. Cpenyebab infertilitas pada suami dan istriC. http,((idasyah.multiply.com(re2iew(item(),12 juli 2>>7 ?&@3iknjosastro, hanifa, dkk. BinfertilitasC, ilmu kandungan edisi 2 cetakan ke ). Jakarta,A.- S-. 2>>&. hlm. ):7 F &%>