Anda di halaman 1dari 77

Standar Operasi dan Prosedur

Penugasan UIDP Individual Consultant

I. Pendahuluan

Urban Sector Development Reform Project (USDRP) adalah


program yang disiapkan Pemerintah Indonesia bekerja sama
dengan Bank Dunia (The World Bank) dalam rangka
mewujudkan kemandirian daerah dalam penyelenggaraan
pembangunan kawasan perkotaan yang layak huni,
berkeadilan sosial, berbudaya, produktif dan berkelanjutan
serta saling memperkuat dalam mendukung keseimbangan
pengembangan wilayah.
Untuk mewujudkan kemandirian daerah dalam
penyelenggaraan pembangunan kawasan perkotaan seperti
yang dicita-citakan, USDRP mengadopsi pendekatan holistik
yang melibatkan 3 (tiga) strategi pembangunan dengan
fokus pada strategi pengentasan kemiskinan, strategi
pengembangan ekonomi lokal dan strategi peningkatan
pelayanan publik; serta 3 (tiga) komponen kegiatan yang
meliputi peningkatan kapasitas, pembaharuan/reformasi
dasar dan investasi pembangunan infrastruktur perkotaan.
Secara skematis pendekatan ini dapat dilihat pada diagram
berikut.

Kerangka Pendekatan USDRP

TUJUAN TATA
PEMBANGUN
AN
KOTA MANDIRI: PERKOTAAN
LIVEABLE, BANKABLE
COMPETITIVE & GOOD
GOVERNANCE

PENGENTASA SASARAN
LAYANAN USDRP
N LED PUBLIK
KEMISKINAN
MASYARAKAT
PENGELOLAA
N KEUANGAN
TRANSPARANSI

ORGANISASI
PENGADAAN
& PARTISIPASI
PINJAMAN

SEKTOR

INDIVIDU

INVESTASI REFORMASI PENINGKATAN


SISTEM
EQUITY
HIBAH

INFRASTRUKTUR DASAR KAPASITAS

SARANA &
KEGIATAN
USDRP terdiri dari USDRP terdiri dari 2 (dua) komponen utama, yakni;
2 (dua) komponen
utama, yakni A. Komponen Pembaharuan Pembangunan
A. Kompone Perkotaan dan Pengembangan Kelembagaan
n Komponen,
Pembaharuan
Pembangunan yang terdiri dari 2 (dua) sub-komponen, yakni:
Perkotaan dan A1. Program Pengembangan Kelembagaan
Pengembanga
n Perkotaan atau Urban Institutional
Kelembagaan Development Program (UIDP)
Komponen
UIDP akan membantu pemerintah daerah untuk:
B. Kompone
n Investasi (a) melaksanakan program pembaharuan;
Pembangunan
Perkotaan
(b) merumuskan strategi dan Program Pembangunan
perkotaan;
(c) melaksanakan program pengembangan
kelembagaan dan kapasitast.
Di tingkat pusat, UIDP akan membantu pemerintah untuk
merumuskan kebijakan nasional pembangunan perkotaan.
A2. Dukungan untuk Implementasi Proyek
Komponen ini menyediakan bantuan teknis (TA) bagi Unit
Pengelola Proyek di tingkat Pusat (CPMU) untuk
mengelola, melakukan koordinasi dan supervisi
pelaksanaan USDRP baik di tingkat pusat maupun
kota/kabupaten
B. Komponen Investasi Pembangunan Perkotaan
Komponen ini digunakan untuk membiayai investasi
pembangunan perkotaan yang diusulkan pemerintah
kota/kabupaten peserta USDRP dalam rangka
memperbaiki/meningkatkan pelayanan perkotaan.
Urban Institutional Development Program (UIDP) atau
Program Pengembangan Kelembagaan Perkotaan
merupakan instrumen nasional untuk membantu
Pemerintah kota/kabupaten dalam melaksanakan program
pembaharuan pembangunan perkotaan di bidang
1. pembaharuan tata pemerintahan dasar,
2. pembaharuan pokok di sektor pembangunan
perkotaan, dan
3. program pengembangan kelembagaan dan
kapasitas daerah.
UIDP memiliki tujuan
a. mengorganisasikan kegiatan bantuan teknis, studi
dan pelatihan bagi pemerintah kota/kabupaten
peserta USDRP dalam bidang pembaharuan
perkotaan. Termasuk disini program pengembangan
kapasitas bagi sesuai kebutuhan aktual di daerah;
b. membantu Pemerintah Indonesia (Bappenas, Dep
PU, DepKeu dan DepDagri) untuk memperbaiki
strategi pembangunan perkotaan dan memperkuat
kapasitas mereka untuk untuk mendukung
pemerintah kota/kabupaten dalam upaya
pembangunan perkotaan dan pembaharuan tata
pemerintahan dasar;
c. mengidentifikasi, mengkaitkan dan
mendesiminasikan program-program dan kegiatan
pembaharuan perkotaan tingkat nasional;
d. menyiapkan database mengenai pengalaman
keberhasilan baik ditingkat nasional maupun
internasional dalam pembaharuan perkotaan, dan
mendiseminasikannya kepada pemerintah
kota/kabupaten;
e. membangun jaringan pertukaran informasi
mengenai pembaharuan perkotaan diantara manajer
kota/kabupaten, khususnya para manajer program
pembaharuan perkotaan, jajaran pemerintah pusat,
kalangan akademisi dan perwakilan masyarakat
madani; dan
f. program bantuan teknis yang diusulkan masing-
masing kota/kabupaten peserta USDRP.
Menurut jenis kegiatannya, komponen UIDP terdiri 6
(enam) paket kegiatan, yakni:
a. Manajemen UIDP
b. Pengembangan strategi dan kebijakan
pembangunan perkotaan
c. Pembaharuan bidang pengadaan barang dan jasa
d. Pembaharuan bidang pengelolaan keuangan
e. Pengembangan Kapasitas Generik, dan
f. Pembaharuan bidang partisipasi publik dan
transparansi dalam pengambilan keputusan
publik
Dua paket kegiatan pertama, baik pengadaan dan
pelaksanaannya di lakukan di tingkat Pusat, sedangkan 4
(empat) paket terakhir diorganisasikan di tingkat Pusat
dan dilaksanakan di tingkat kota/kabupaten peserta
USDRP. Kegiatan konsultansi individual di bidang
reformasi merupakan bagian dari komponen UIDP yang
dimaksudkan untuk memfasilitasi Pemerintah Daerah
dalam mempercepat pelaksanaan agenda reformasi di
bidang Transparansi dan Partisipasi, Pengadaan Barang
dan Jasa serta Pengelolaan Keuangan Daerah

II. Tujuan penugasan


Tujuan penugasan dari masing-masing konsultan individu
(mengacu pada term of reference )adalah
N Konsultan Tujuan Penugasan
o Individual
1 FM Reform Konsultan secara intensif akan membantu Pemerintah
Daerah dalam mengimplementasi agenda reformasi
yang disetujui, terutama di bidang pengelolaan
keuangan daerah. Konsultan akan berkerja dengan
Konsultan lainnya yang akan membantu Pemerintah
Daerah dalam pelaksanaan TPA, reformasi pengadaan
barang dan jasa serta meningkatkan pengelolaan
asset dan pendapatan. Di akhir penugasan konsultan,
Pemerintah Daerah telah mencapai agenda reformasi
yang disepakati sesuai dengan waktu dalam jadwal
dengan melihat kepada tujuan dan indicator kinerja
yang ada.
2 Procurement Konsultan secara intensif akan membantu Pemerintah
Reform Daerah dalam mengimplementasi agenda reformasi
yang disetujui, terutama di bidang Pengadaan Barang
dan Jasa. Konsultan akan berkerja dengan Konsultan
lainnya yang akan membantu Pemerintah Daerah
dalam pelaksanaan TPA, reformasi pengelolaan
keuangan daerah serta pengelolaan asset dan
pendapatan. Di akhir penugasan konsultan,
Pemerintah Daerah telah mencapai agenda reformasi
pengadaan barang dan jasa sebagaimana waktu yang
telah ditentukan sesuai dengan tujuan dan indikator
kinerja yang telah ditentukan

3 GCB Konsultan secara intensif akan membantu Pemerintah


Daerah untuk mengoptimalisasi pendapatan melalui
peningkatan pengelolaan asset. Konsultan akan
berkerja dengan Konsultan lainnya yang akan
membantu Pemerintah Daerah dalam pelaksanaan
TPA, reformasi pengelolaan keuangan daerah serta
reformasi pengadaan barang dan jasa. Di akhir
penugasan konsultan, Pemerintah Daerah telah
mencapai rencana tindak yang disepakati
sebagaimana waktu yang telah ditentukan sesuai
dengan tujuan dan indicator kinerja yang telah
ditentukan
4 Transparansi,
Partisipasi dan
Akuntabilitas

III.Daftar Istilah
Daftar istilah 1. DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM adalah suatu
dalam proyek
USDRP Lembaga Pemerintahan yang berada dibawah
pimpinan Menteri Pekerjaan Umum.
2. USDRP adalah salah satu Proyek yang berada di
Bawah Direktorat Bina Program, Departemen
Pekerjaan Umum.
3. CPMU adalah Unit Pengelola Proyek USDRP yang
berada pada Direktorat Bina Program, Departemen
Pekerjaan Umum.
4. PMU adalah Unit pengelola Proyek USDRP di
tingkat Pemerintah Daerah bertanggung jawab atas
pelaksanaan pembaharuan tata pemerintahan dasar
dan investasi pembangunan perkotaan yang diusulkan
5. PIU adalah pelaksana sub proyek yang akan
bertanggung jawab dalam pengadaan, pengelolaan
keuangan dan mengelola aspek sosial dan lingkungan
6. Procurement Anchor Unit (PAU) adalah PAU unit
yang bertanggungjawab kepada SekDa Kota/
Kabupaten dan memiliki tugas dan tanggung jawab
yang tidak terbatas pada mengawasi pelaksanaan
proses pengadaan agar sesuai dengan peraturan dan
petunjuk yang telah ditetapkan, memberikan saran
kepada PMU/PIU apabila ditemukan pelanggaran dalam
proses pengadaan dan memfasilitasi
pengaduan/keluhan masyarakat terhadap proses
pengadaan
7. PPK adalah Pejabat Pembuat Komitmen Kegiatan
Penyusunan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan
dan Strategi Satuan Kerja Pembinaan dan
Pengembangan Program Cipta Karya

IV. Lingkup Pekerjaan dan Pelaporan

Lingkup pekerjaan Lingkup pekerjaan dari masing-masing konsultan diatur


dan pelaporan
konsultan dalam Term Of Reference dari masing-masing konsultan
individual (lampiran I)
Secara umum, pelaporan konsultan individual terdiri dari :

No Jenis Laporan Waktu Keterangan


1 Laporan 2 Setiap tanggal Berisi progress, aktivitas dan
mingguan 5 dan 20 tiap rekomendasi konsultan. (format
bulannya terlampir)
Untuk konsultan reformasi pengadaan
barang dan jasa serta reformasi
pengelolaan keuangan daerah akan
menyerahkan assesmenet baseline report
2 minggu setelah mobilisasi
2 Laporan Setiap tanggal Terdiri dari laporan progress, aktivitas,
Bulanan 25 setiap rekomendasi, tindak lanjut dan laporan
bulannya administrasi keuangan. (format terlampir)
3 Laporan 20 hari setelah Hanya diperuntukkan kepada Konsultan
Pendahuluan mobilisasi GCB. Berisi assessment awal terhadap
kondisi masing-masing Pemerintah
Daerah serta rencana kerja
4 Laporan Akhir 1 bulan Meliputi progress pekerjaan dibandingkan
No Jenis Laporan Waktu Keterangan
sebelum masa terhadap agenda dan jadwal,
penugasan rekomendasi ke depan, lesson learned
berakhir dan hal-hal terkait lainnya

V. Working arrangement

1. Konsultan di kontrak oleh PPK dan bertanggung


jawab kepada CPMU - USDRP.
Pengaturan kerja 2. Konsultan akan berkantor di sekretariat PMU di
dalam komponen
USDRP masing-masing Kabupaten/Kota. Konsultan akan
melengkapi ATK dan perlengkapan kantor lainnya
sendiri.
3. Konsultan akan berkoordinasi dengan PMU serta
instansi lain yang terkait dengan bidang
pekerjaannya misal Procurement Anchor Unit (PAU),
Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah, dan lain
sebagainya.
4. PMU akan membantu Konsultan dalam penyediaan
data terkait pekerjaan konsultan. Apabila diperlukan
PMU akan mefasilitasi konsultan dalam melakukan
koordinasi dengan dinas/organisasi terkait, seperti
dalam surat menyurat, atau bentuk fasilitasi lainnya.
5. PMU akan melakukan verifikasi terhadap laporan
bulanan yang disusun oleh Konsultan, sebelum
konsultan menyerahkan laporan kepada CPMU dan
PPK.
6. Konsultan akan menyerahkan laporan dua mingguan
kepada CPMU pada tanggal 5 dan 20 setiap
bulannya. Dua minggu setelah mobilisasi, konsultan
akan menyerahkan laporan dua mingguan berupa
assessment base line report.
7. Bila dirasa dibutuhkan, maka konsultan individu
akan mendapatkan masukan terkait dengan
substansi pekerjaan ataupun metode dari konsultan
MTAS to CPMU, UIDP Management, dan UIDP-Urban
Strategy and Policy.
8. Konsultan melaksanakan kegiatan Jasa dengan
standar profesionalisme, kompetensi etis, dan
integritas tertinggi. Konsultan harus dapat menerima
untuk diberhentikan dari tugasnya berdasarkan
kontrak ini, bilamana Konsultan dianggap oleh Klien
tidak melakukan pekerjaan secara memuaskan.

VI. Tata Cara Pelaporan dan Pembayaran


a. Konsultan menyerahkan laporan kepada PMU untuk
Tata cara diverifikasi dan mendapatkan persetujuan sebelum
pelaporan dan
disampaikan ke CPMU USDRP. Hasil verifikasi dan
pembayaran persetujuan PMU dituangkan dalam bentuk surat
konsultan individu
kepada Ketua CPMU (form 4)
Hal-hal yang akan diverifikasi oleh PMU terhadap
laporan konsultan adalah sebagai berikut
• Akurasi data dan informasi yang disampaikan
seperti nomor Peraturan Daerah, SK Walikota,
kebijakan Pemda, dan lain sebagainya
• Pelaksanaan kegiatan konsultan selama 1
bulan
• Kesepakatan rencana kerja dan tindak lanjut
antara Pemerintah Daerah dan Konsultan individu
• Rekomendasi bulanan yang dihasilkan
konsultan individu
b. Konsultan Individual menyerahkan kewajiban-
kewajibannya yang telah ditetapkan dalam Surat
Perjanjian Kerja (SPK), paling lambat tanggal 25
kepada PPK Kebijakan dan strategi dengan
ditembuskan kepada CPMU USDRP.
c. Atas dasar kontrak/perjanjian, pihak ketiga
(konsultan) mengajukan invoice (Permintaan
pembayaran) dengan menggunakan form 1 kepada
Pejabat Pembuat Komitmen dengan melampirkan
dokumen berikut:
Laporan yang berfungsi sebagai alat
penagihan disampaikan dalam dua bagian
I. Bagian pertama merupakan laporan yang berisi
substansi sebagaimana diatur SOP dengan
ketentuan diatur dalam Lampiran aspek substantif
konsultan individu
II. Bagian kedua merupakan bagian invoice yang berisi
• Permintaan Pembayaran Invoice (form 1)
• Kuitansi (form 2)
• Invoice
a) Rekapitulasi penggunaan
anggaran
b) Time Sheet (ditandatangani oleh
PMU)- format ada di lampiran 2
c) Bukti Perjalanan
o Tiket/Bukti Pembelian
o Boarding Pass
o Airport tax
o Transport Lokal/Taxi/Bus
d) Bukti Akomodasi
e) Perjanjian Sewa (bila ada
perjanjian)
f) Bukti Pembelian/sewa
g) Bukti penggandaan
h) Lainnya
• Berita Acara Pemeriksaan dan Serah Terima
Pekerjaan (form 3)
• SSP (surat setoran pajak) per bulan
• Faktur Pajak
• Rencana penggunaan anggaran 1 bulan ke
depan
e. CPMU USDRP akan melakukan verifikasi terhadap
laporan yang disampaikan oleh Konsultan Individu
paling lambat 5 (lima ) hari sejak laporan diterima.
Apabila belum memenuhi syarat, maka CPMU akan
melakukan konfirmasi dan klarifikasi kepada Konsultan,
Pemerintah Daerah atau pihak terkait lainnya dan
Konsultan akan diminta untuk melengkapi kekurangan
untuk kemudian diserahkan kembali untuk diverifikasi.
Penilaian akan menggunakan format sebagaimana
terlampir dalam SOP
f. Apabila telah memenuhi syarat, maka CPMU akan
memberikan persetujuan pembayaran konsultan
kepada PPK (form 3)
g. Selanjutnya PPK membuat Berita Acara Pembayaran
dan dokumen lain yang dipersyaratkan, dan
mengajukan SPP-RK (Surat Permintaan Pembayaran-
Rekening Khusus) ke Pejabat Penguji dan Penerbit SPM
(Bagian Keuangan)
h. Setelah SPM diterbitkan oleh Pejabat Penguji dan
Penerbit SPM (Bagian Keuangan), selanjutnya
dikirimkan ke KPPN untuk penerbitan SP2D.
i. KPPN menerbitkan SP2D 3 rangkap, lembar 1 untuk
Bank Operasional, lembar 2 untuk PPK dan lembar 3
untuk KPPN.
j. Bank Operasional akan mentransfer dana ke rekening
pihak ketiga (Konsultan Individu)
k. Untuk laporan bulanan pada bulan pertama, diharapkan
Konsultan dapat memasukkan laporan bulanan pada
tanggal 20 September 2008 (bersamaan dengan
laporan mingguan ke dua)

Mekanisme pencairan dana Grant PHRD TF. 053555-IND


untuk konsultan individu dilaksanakan sebagaimana
gambar berikut
PMU dan Instansi Diterima Konsultan
Konsultan Laporan Bulanan
Terkait Mengirimkan
melakukan Verifikasi laporan bulanan
Tanggal 20 tiap bulan

Ditolak

Diperbaiki
Revisi

Ditolak
Setiap Tanggal25

Diterima
PPK CPMU USDRP
BANK Diteruskan
OPERASIONAL (3 hari setelah laporan
lengkap dan benar)

Pejabat dan Penguji Penerbit Laporan Diteruskan


Pembayaran SPM kepada Bank Dunia
(bagian Keuangan)

BANK SP2D
KPPN
INDONESIA ASLI WORLD BANK

Laporan Realisasi Penarikan D ana


Copy SPM
Copy SP2D
Permohonan Replenishment
Laporan konsolidasi Penarikan Dana
FMR Konsolidasi + Form AW

Direktorat PKN
Ditjen Perbendaharaan

Replenishment

VII. Referensi
1.SK Walikota/Bupati on Reform action plan for participating ULG
2. Progress report of reform agenda implementation of ULG
3. Aide memoires of USDRP
4. Technical Guidelines on Reforms of USDRP
5. Project Appraisal Documents (PAD) of USDRP
6. Loan Agreement and Grant Agreement of USDRP
LAMPIRAN
I. LINGKUP PEKERJAAN KON SULTAN
II. ASPEK SUBSTANSI LAPORAN KONSULTAN INDIVIDU DAN
PELAPORAN
III.FORM PERMOHONAN PEMBAYARAN
LAMPIRAN I
LINGKUP PEKERJAAN
(refer to TOR)
Lingkup Pekerjaan dan Pelaporan UIDP Individual Consultant

N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan


o Individual
1 Reformasi Tugas A: Mengkoordinasikan dan membantu 1. Assesment report
Pengelolaan pemda/pemkot peserta USDRP dalam melakukan Implementation
Keuangan review dan pemutakhiran rencana tindak Progress Report
reformasi pengelolaan keuangan mereka (IPR) dua tahunan
Agenda reformasi keuangan yang ada saat ini telah pemda mengenai
dikembangkan selama masa persiapan proyek yaitu agenda reformasi
tahun 2004/2005. Sejak saat itu, pemda/pemkot FM;
peserta USDRP telah menerapkan beberapa kegiatan 2. Rencana Kerja
yang ada dalam agenda reformasi. Peraturan-peraturan
untuk 12 bulan
baru mengenai pengelolaan keuangan di daerah terus
masa penugasan
diluncurkan oleh Pemerintah Pusat. Oleh karena itu,
yang telah
adalah penting untuk melakukan review atas kemajuan-
disetujui oleh
kemajuan yang dicapai hingga saat ini guna
pemda/pemkot
mengidentifikasi hambatan-hambatan dan strategi-
peserta USDRP,
strategi untuk lebih mempercepat laju pelaksanaan
untuk
agenda reformasi keuangan sesuai dengan peraturan
melaksanakan
yang berlaku.
tugas tersebut
Konsultant akan memastikan bahwa pemda/pemkot
termasuk jadual,
peserta USDRP akan menghasilkan:
target, dan
a. IPR dua tahunan pemda mengenai reformasi
indikator yang
pengelolaan keuangan, termasuk rekomendasi untuk
jelas;
mengatasi rintangan-rintangan, mempercepat
pelaksanaan agenda reformasi pengelolaan 3. laporan kemajuan
keuangan, serta pengidentifikasian kebutuhan akan dua mingguan
adanya pembangunan kapasitas; yang mencakup
b. rencana tindak reformasi pengelolaan keuangan elaborasi dari
termutakhir sebagai bagian dari agenda reformasi permasalahan dan
pemerintah daerah yang ada (SK Bupati/Walikota tindak lanjut serta
mengenai agenda reformasi pada tiga ruang rekomendasi dari
lingkup), dan hal tersebut harus dilakukan setiap Konsultan.
tahun; Laporan kemajuan
Task B: Mengkoordinasikan dan membantu dua mingguan
pemda/pemkot peserta USDRP dalam tersebut harus
membangun kerangka kelembagaan dan hukum dikirimkan ke Unit
reformasi pengelolaan keuangan mereka Pengelola Proyek
Pengelolaan keuangan pada tingkat pemerintah daerah Pusat (CPMU pada
melibatkan dinas/unit/SKPD yang bertanggung jawab Ditjen Cipta
untuk pengelolaan pendapatan, keuangan dan aset Karya) setiap
daerah, serta administrasi dan pengendalian tanggal 5 dan 20
keuangan/anggaran. Beberapa pemda/pemkot peserta tiap bulannya;
telah membentuk Badan Pengelola Keuangan Daerah dan, untuk dua
atau BPKD yang menggabungkan fungsi pengelolaan pertama
keuangan, sementara itu beberaapa Beberapa penugasan,
pemda/pemkot peserta lainnya belum mempunyai konsultan akan
BPKD sehingga pengelolaan keuangannya masih harus menghasilkan
ditangani oleh unit-unit lain. Beberapa pemda/pemkot sebuah waktu
peserta USDRP telah membentu BPKD “quasi”, di mana dasar atau
beberapa fungsi pengelolaan keuangan masih ditanani baseline laporan
oleh sebuah unit yang berbeda. Bawasda merupakan penilaian. Semua
sebuah unit yang bertanggung jawab untuk laporan harus
melaksanakan control dan audit atas SKPD. Menurut PP dibagikan dan
41/2007 dan Permendagri 57/2007, pemerintah daerah dibahas bersama
harus membentuk Dinas Pendapatan, Pengelolaan dengan Unit
Keuangan dan Aset (D-PPKA). Dalam hal pemerintah Pengelolaan
daerah telah membentuk D-PPKA, maka Konsultan Proyek (PMU pada
harus bekerjasama dengan lembaga tersebut, atau pemerintah
konsultan tersebut harus bekerjasama dengan BPKD, daerah) sebelum
atau lembaga-lembaga terkait lainnya. D-PPKA atau dikirimkan ke
N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan
o Individual
BPKD atau dinas terkait akan melakukan upaya-upaya CPMU.
reformasi pengelolaan keuangan di area kewenangan 4. proposal
masing-masing. Selain itu, Konsultant harus anggaran untuk
bekerjasama dengan Bawasda yaitu sebuah unit yang mendanai
sebagian tanggung jawabnya adalah untuk memastikan kegiatan
bahwa reformasi pengelolaan keuangan dilaksanakan operasional
secara benar. Sekretaris Daerah (SEKDA) akan konsultan dengan
memimpin pengawasan, supervise, dan memandu persetujuan dari
dinas-dinas tersebut dalam penerapan keseluruhan PMU sebelum
reformasi pengelolaan keuangan. penyerahan/perse
B.1. Konsultant akan memastikan bahwa output-output tujuan oleh CPMU,
akan diselesaikan oleh pemda/pemkot peserta USDRP: diserahkan
a. Memastikan bahwa SEKDA akan memimpin dan setidaknya dua
mengkoordinasikan seluruh pelaksanaan agenda minggu sebelum
reformasi keuangan. Sebuah SK Walikota/Bupati bulan
mengenai penunjukkan panitia agenda reformasi dibutuhkannya
keuangan yang akan bertanggung jawab untuk anggaran
melaksanakan penerapan reformasi pengelolaan tersebut;
keuangan mungkin harus dikeluarkan guna 5. rencana dan
memastikan adanya koordinasi dan sinergi dalam bahan pelatihan,
pelaksanaan agenda reformasi pengelolaan bila dibutuhkan,
keuangan. disetujui oleh
b. Sebuah PERDA (Peraturan Daerah) mengenai Prinsip- CPMU dan PMU
prinsip Pengelolaan Keuangan Daerah sesuai dengan 6. pada saat
PP No. 58/2005, Permendagri 13/2006, dan penyelesaian
Permendagri 59/2007; tugas, Konsultan
c. Sebuah SK Bupati/Mayor mengenai Sistem dan akan menyiapkan
Prosedur Persiapan dan Pelaksanaan APBD, sebuah laporan
termasuk ketentuan-ketentuan berikut ini: akhir, yang
o SKPD akan mengeluarkan sebuah Laporan mencakup: (a)
Pertanggungjawaban Tahunan kepada pencapaian tugas,
Mayor/Bupati, dengan tembusan kepada dibandingkan
Bawasda, menegaskan kepatuhannya kepada dengan Rencana
peraturan dan perundang-undangan yang Kerja agenda
berlaku. reformasi FM
o Rekening Bank untuk menerima atau terbaru; (b)
menyalurkan dana publik hanya dapat dibuka pelajaran yang
berdasarkan otorisasi dari Bupati/Mayor; didapat serta cara
mempercepat
o Kepala Unit-unit Kerja/SKPD harus menyerahkan pelaksanaan
Laporan Triwulanan kepada Bagian Keuangan agenda reformasi
dan Bupati/Mayor yang menyebutkan nama, FM.
lokasi, dan saldo rekeneing bank atas nama Unit
Kerja/SKPD atau pejabat terkait.
o Revisi tengah tahun dalam alokasi anggaran
tahunan atau subyek item target dalam batas-
batas finansial yang telah ditentukan
sebelumnya adalah dimungkinkan.
o Kriteria yang jelas untuk pembelanjaan yang
harus didanai dari anggaran tak terduga dan
prosedur otorisasi dan komitment haruslah
dijelaskan
o Bagian Keuangan akan melaksanakan
rekonsiliasi komprehensif berkala dari rekening
kas yang meliputi pencatatan akuntansi, laporan
bank, bukti penerimaan resmi dan sementara,
dan penerimaan kas aktual.
o Fungsi Checks and balances dari bendahara
daerah ditingkatkan, dan praktik penempatan
kantor Kas Daerah pada lokasi yang sama
dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD)
dihentikan
N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan
o Individual
o Fungsi-fungsi Bagian Keuangan (yang harus
bertanggung jawab terhadap penerbitan Surat
Perintah Membayar – SPM) dan Kantor Kas
Daerah haruslah dipisahkan dengan jelas
o Instruksi bahwa Kantor Kas Daerah tidak diijinkan
untuk menerima, membelanjakan atau
memegang uang tunai.
o Ketentuan bahwa semua pembayaran
pajak/iuran dan pungutan daerah lainnya harus
disimpan langsung oleh pembayar pajak pada
rekening bank pemda, kecuali untuk pembayaran
yang kecil.
o Pengadopsian penggunaan bukti penerimaan
yang diberi nomor seri untuk semua penerimaan
pendapatan.
o Penyelesaian dan penggandaan laporan
keuangan/realisasi anggaran per triwulan paling
lambat 2 bulan setelah berakhirnya periode
laporan triwulanan dimaksud.
o Menyediakan kepada publik dan masyarakat
informasi mengenai rincian anggaran, laporan
keuangan atau realisasi anggaran tahunan,
laporan audit, dan laporan tindak lanjut audit
dari unit-unit yang diaudit
o Memberikan salinan semua laporan audit
Bawasda kepada DPRD.
o Sebuah alokasi anggaran yang memadai di
dalam APBD guna mendukung kegiatan
reformasi pengelolaan anggaran.
B.2. Konsultan harus mereview tiga point pertama di
atas (B1.a, B.1.b, dan B1.c) dan memberikan
rekomendasi untuk menjembatani kesenjangan antara
apa yang diwajibkan dalam peraturan-peraturan
Pemerintah RI dengan perda.
Selain tugas-tugas khusus di bawah, Tugas C – G dari
Konsultan akan mencakup penerapan peraturan yang
dihasilkan oleh Tugas B-1a,b,c. Konsultan diharapkan
memonitor, mengawasi, dan membantu pemda/pemkot
peserta USDRP (BPKD dan SKPD terkait) untuk
mencapai apa yang telah dinyatakan di dalam
peraturan yang dihasilkan di dalam Tugas B-1a,b,c.
Laporan Kemajuan Konsultan dan Laporan Akhir
sebagaimana disebutkan di dalam Seksi F akan
merepresentasikan pencapaian-pencapaian
pemda/pemkot peserta USDRP dalam menerapkan
peraturan tersebut, terutama untuk komponen-
komponen yang dijelaskan dalam tugas B-1a,b,c.
Tugas C: REALISASI DAN
KOMPREHENSIVITAS ANGGARAN
Konsultan akan membantu BPKD atau SKPD terkait
untuk mencapai:
a. Pengawasan dan akuntabilitas yang kuat atas semua
dana publik yang dihasilkan atau diterima oleh
Kabupaten atau Kota.
b. Prosedur dan otorisasi yang kuat atas penggunaan
anggaran.
Konsultan akan terus mengawasi dan menyiapkan
laporan secara teratur mengenai pencapaian dari
output-output di atas, sesuai dengan rencana yang
telah disetujui dan pencapaian indikator antara oleh
pemda/pemkot peserta USDRP. Konsultan juga akan
membantu pemda/pemkot peserta USDRP untuk
mencapai output-output tersebut.
N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan
o Individual
TUGAS D: Pengawasan dan Pelaksanaan
Anggaran
Konsultan akan membantu BPKD atau SKPD untuk
mencapai:
a. Sebuah akuntabilitas yang
lebih baik dari kepada SKPD dalam hal kepatuhan
terhadap peraturan yang berlaku.
b. Sebuah kontrol keuangan
yang lebih baik atas pengelolaan dana publik.
Konsultan akan terus mengawasi dan menyiapkan
laporan secara teratur mengenai pencapaian dari
output-output di atas, sesuai dengan rencana yang
telah disetujui dan pencapaian indikator antara oleh
pemda/pemkot peserta USDRP. Konsultan juga akan
membantu pemda/pemkot peserta USDRP untuk
mencapai output-output tersebut.
TUGAS E: PENGOLAAN PENDAPATAN
Pengelolaan pendapatan daerah merupakan salah satu
dari kegiatan-kegiatan kunci untuk meningkatkan
kapasitas pemda dalam melakukan pembiayaan
layanan publik untuk masyarakat. Hal tersebut
menunjukkan tingkat akuntabilitas pemda.
Konsultant akan membantu BPKD atau SKPD untuk
memperkuat prosedur dan sistem penerimaan
pendapatan.
Konsultan akan terus mengawasi dan menyiapkan
laporan secara teratur mengenai pencapaian dari
output-output di atas, sesuai dengan rencana yang
telah disetujui dan pencapaian indikator antara oleh
pemda/pemkot peserta USDRP. Konsultan juga akan
membantu pemda/pemkot peserta USDRP untuk
mencapai output-output tersebut.
Tugas F: Sistem Akuntansi dan Pelaporan
Konsultan akan membantu SKPD terkait untuk
menerapkan transparansi yang lebih luas dalam
pengelolaan keuangan daerah.
Konsultan akan terus mengawasi dan menyiapkan
laporan secara teratur mengenai pencapaian dari
output-output di atas, sesuai dengan rencana yang
telah disetujui dan pencapaian indikator antara oleh
pemda/pemkot peserta USDRP. Konsultan juga akan
membantu pemda/pemkot peserta USDRP untuk
mencapai output-output sebagaimana dijelaskan dalam
peraturan daerah pada Bagian B-1a,b,c.
Konsultan perlu memastikan bahwa laporan
pengelolaan keuangan triwulanan diserahkan ke CPMU
sebagai bagian dari ketentuan USDRP.
Tugas G: Audit Internal & Eksternal
Konsultant akan membantu SKPD terkait untuk
meningkatkan efektivitas fungsu audit internal.
Konsultan akan terus mengawasi dan menyiapkan
laporan secara teratur mengenai pencapaian dari
output-output di atas, sesuai dengan rencana yang
telah disetujui dan pencapaian indikator antara oleh
pemda/pemkot peserta USDRP. Konsultan juga akan
membantu Pemda/Pemkot peserta USDRP untuk
mencapai output-output tersebut.

2 Reformasi Tugas A: Mengkoordinasikan dan membantu Konsultan akan


Pengadaan pemda/pemkot peserta USDRP dalam menyiapkan laporan
melakukan review dan pemutakhiran kemajuan dwi mingguan
rencana tindak reformasi pengadaan
N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan
o Individual
Agenda reformasi pengadaan telah dikembangkan yang harus diserahkan ke
selama masa persiapan proyek. Sejak saat itu, CPMU setiap tanggal 5
pemda/pemkot peserta USDRP telah menerapkan dan 20 tiap bulannya;
beberapa kegiatan yang ada dalam agenda reformasi. dan, untuk 2 minggu
Oleh karena itu, adalah penting untuk melakukan pertama penugasan,
review atas kemajuan-kemajuan yang dicapai hingga konsultan tersebut akan
saat ini guna mengidentifikasi hambatan-hambatan dan menghasilkan sebuah
strategi-strategi untuk lebih mempercepat laju baseline assessment
pelaksanaan agenda reformasi pengadaan. report.
Tugas B : Membantu dan memfasilitasi 2. Pada saat
pemda/pemkot peserta USDRP dalam penyelesaian
pembentukan “Procurement Anchor Unit”, yaitu tugas, Konsultan
sebuah unit yang memimpin dan akan menyiapkan
mengkoordinasikan reformasi pengadaan sebuah laporan
Karena saat ini belum ditemukan fungsi pengawasan akhir, yang
dan pengaturan pengadaan, maka masing-masing mencakup: (a)
pemda/pemkot peserta USDRP akan menunjuk satu pencapaian tugas
unit1 yang sudah ada di dalam sistem pemda/pemkot dengan merujuk
peserta USDRP, hal mana peranan dari unit tersebut pada rencana
akan diperluas untuk memimpin dan kerja dan agenda
mengkoordinasikan upaya-upaya reformasi pengadaan. refomasi
Pada jangka panjang, unit ini akan menjadi jangkar pengadaan
untuk fungsi-fungsi pengaturan dan pengawasan termutakhir; (b)
pengadaan2. Konsultant akan memastikan bahwa hal- pelajaran yang
hal berikut ini akan dirampungkan oleh masing-masing didapat serta cara
pemda/pemkot peserta USDRP: mempercepat
• Sebuah SK Walikota/Bupati mengenai pelaksanaan
penunjukkan unit jangkar pengadaan (PAU), agenda reformasi
yang akan memberikan mandat khusus kepada pengadaan.
unit tersebut untuk melaksanakan fungsi-fungsi
perluasan sebagai berikut: Konsultan harus
o bila diperlukan, melakukan kerjasama menyerahkan semua
dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan laporan kepada CPMU
Pemerintah (LKPP) sebanyak 10 rangkap.
o memimpin dan mengkoordinasikan Setelah disahkan oleh
reformasi pengadaan di pemda/pemkot Ditjen Cipta Karya,
peserta USDRP; laporan tersebut akan
o memberikan pelatihan pengadaan diserahkan ke Bank Dunia
terkait pada unit-unit lain di dalam Kantor Perwakilan Jakarta
tubuh pemda/pemkot peserta USDRP; masing-masing satu
o mengawasi, memonitor, dan eksemplar.
memberikan laporan mengenai praktik-
praktik pengadaan; dan
mempublikasikan sebuah Buletin
Pengadaan Triwulanan guna membuka
ke ruang public informasi-informasi
penting mengenai peluang dan praktik-
praktik pengadaan.
• Sebuah anggaran yang memadai telah
dialokasikan pertahun
• Sebuah Peraturan Daerah (Perda) yang telah
diamandemen yang mencakup tugas dan
tanggung jawab PAU di dalam struktur tubuh
pemda/pemkot peserta USDRP.
Tugas C : Membantu dan menfasilitasi
pemda/pemkot peserta USDRP, qq PAU,

1
Unit ini tidak akan memiliki fungsi pengadaan/pengikatan kontrak kecuali untuk kebutuhannya sendiri. Unit tersebut dapat
memberikan masukan teknis/profesional mengenai masalah pengadaan umum yang merujuk padanya, namun unit tersebut
tidak boleh terlibat atau memberikan pendapat mengenai evaluasi pengadaan khusus atau pemberian kontrak, sehingga
tetap menjaga fungsi sejatinya selaku unit kebijakan, bantuan teknis, pelatihan, dan pengawasan.
2
Adalah wajib untuk mengikuti peraturan pangadaan nasional, sehingga, pemerintah daerah tidak diperkenankan untuk
membuat sendiri peraturan dan pengatuan pengadaannya, kecuali untuk klarifikasi praktik pengadaan tertentu.
N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan
o Individual
dalam mereformasi peraturan daerah
yang terkait dengan pengadaan dan
praktik pengadaan publik
Konsultan akan membantu PAU dalam memastikan
bahwa tidak ada peraturan daerah yang bertentangan
dengan peraturan pemerintah pusat dalam hal
pengadaan publik. Hal ini akan melingkupi tinjauan
atau review dari peraturan pemda/pemkot peserta
USDRP yang ada mengenai pengadaan dan peraturan-
peraturan lain yang dapat mempengaruhi pengadaan,
misalnya: peraturan daerah yang mungkin terkait
dengan peningkatan/pengurangan intensitas
persaingan, perda yang mungkin menerapkan beban-
beban keuangan tertentu (pajak, ongkos, pungutan,
retribusi, dsb.) terhadap peserta tender tertentu.
Konsultan akan membantu PAU dalam mereformasi
praktik-praktik pengadaan publik, sebagai bagian dari
rencana tindak reformasi pengadaan, termasuk hal-hal
berikut ini:
• Mengadopsi dokumen lelang standar untuk
pemda/pemkot peserta USDRP oleh
pemda/pemkot peserta USDRP yang akan
mengeluarkan sebuah SK Walikota/Bupati
mengenai sistem dan prosedur untuk
pelaksanaan Keppres 80/2003. SK tersebut
setidaknya akan mencakup hal-hal berikut ini:
o Sebuah dokumen lelang standar.
Konsultan akan bekerjasama dengan
PAU untuk mereview beragam
dokumen lelang standard yang
digunakan oleh semua SKPD, dan
berdasarkan hal ini, menyiapkan
sebuah dokumen lelang yang sesuai
dengan Keppres 80/2003.
o pengadopsian dokumen lelang
standar3 untuk kontrak pengadaan
pemda/pemkot peserta USDRP,
terlepas dari sumber dari pendanaan
yang digunakan.
o penciptaan mekanisme yang jelas dan
kuat untuk mencatat dan menangani
keluhan pengadaan.
o penegakan dan pengungkapan secara
publik sanksi-sanksi yang terkait
dengan defisiensi pengadaan.
• Membantu pemda/pemkot peserta USDRP
dalam mengeluarkan sebuah SK
Walikota/Bupati untuk melaksanakan
ketentuan-ketentuan Keppres 80/2003 dalam
praktik-praktik pengadaan di lingkungan
pemda, terutama inisiatif baru yang dikenalkan
dalam Keppres 80/2003, pada areal berikut
ini:
o Penghapusan sistem pra-kualifikasi
untuk kontrak-kontrak kecil (<Rp 50
juta), dan juga sistem pasca-kualifikasi
untuk semua kontrak
o Mengurangi besaran nilai kontrak yang
melibatkan pemilihan dan penunjukkan
langsung, dan meningkatkan besaran
3
Dengan ketiadaan dokumen lelang standar yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, maka akan ada dokumen lelang
standar yang akan dikembangkan dan berlaku bagi semua pemda/pemkot.
N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan
o Individual
nilai kontrak dengan sistem pengadaan
yang kompetitif
o Pengungkapan publik mengenai hasil
evaluasi lelang, nama pemenang
tender, dan cakupan/nilai kontrak.
o Penghapusan pembatasan dalam
tender hanya bagi peserta tender yang
terdaftar dalam masing-masing
wilayah kabupaten, dan pembukaan
persaingan bagi peserta tender yang
memenuhi syarat.
o Memastikan bahwa hanya karyawan
yang terlatih4 baik saja yang terlibat di
dalam keputusan/tindakan/pengawaan
pengadaan, termasuk Pimpro, anggota
Panitia Lelang, dan juga staf Bawasda
yang terlibat dalam audit pengadaan.

Membantu pemda/pemkot peserta USDRP
dalam melibatkan “Wakil Pengamat
Masyarakat” (WPM) dalam proses tender
Tugas D : Membantu dan memfasilitasi
pemda/pemkot peserta USDRP, qq PAU, dalam
meningkatkan sistem informasi pengadaan
Tugas ini mencakup membantu PAU dalam
mempublikasikan Buletin/Situs Pengadaan
Triwulanan yang akan memberikan informasi
berikut:
o pengungkapan publik mengenai
kontrak yang diberikan (termasuk nama
kontraktor/pemasok, uraian ringkas jasa
yang akan diberikan, dan nilai kontrak);
o rencana pengadaan unit-unit
kerja pemda/pemkot peserta USDRP;
o kinerja SKPD dalam pengadaan
(paling efisien dengan kualitas kerja
yang baik)
o kinerja kontraktor (paling
efisien, penyelesaian tepat waktu dan
kualitas kerja yang baik)
o pangkalan data harga unit
untuk kuntrak-kontrak utama
pengadaan barang, pekerjaan, dan
konsultan
o daftar lamanya waktu proses
evaluasi tender untuk masin-masing
paket kontrak untuk tahun anggaran
tertentu dibandingkan dengan periode
masa berlaku tender;
o daftar kontrak;
o laporan kemajuan proyek untuk
semua proyek empat SKPD utama
(proses dan pelaksanaan pengadaan);
dan
o daftar status keluhan dan
sanksi yang dikenakan
o mempublikasikan hasil-hasil
evaluasi (dan rekomendasi) melalui
situs dan bulletin pemda dengan
mendistribusikannya ke para rekanan.
Perlu pula digarisbawahi bahwa edisi triwulan

4
Apabila ada sistem sertifikasi nasional, maka staf yang telah tesertifikasi dapat diberdayakan untuk memenuhi ketentuan ini.
N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan
o Individual
pertama akan menginformasikan hal-hal berikut ini:
o harga unit yang termonitor serta
kecenderungannya untuk komponen-
komponen utama kontrak pekerjaan
konstruksi, dan juga harga untuk
barang-barang dengan kategori utama;
o daftar kontrak yang telah rampung
untuk tahun anggaran tertentu
bersamaan dengan kualitas dari
barang/jasa/pekerjaan yang diberikan;
dan
o pengungkapan publik mengenai survei
tahunan atas pengalaman para peserta
tender pengadaan pemda/pemkot
peserta USDRP, dan juga pandangan
dan persepsi masyarakat mengenai
praktik pengadaan pemda/pemkot
peserta USDRP.
TUGAS E: MEMBANTU DAN MEMFASILITASI PAU
UNTUK MENINGKATKAN SISTEM
PENGENDALIAN, AUDIT, UMPAN BALIK
PADA TINGKAT KABUPATEN
Dengan tugas ini, Konsultan diharapkan dapat
membantu PAU untuk mengeluarkan dan
mengembangkan hal-hal berikut:
1. Sebuah survei tahunan atas
pengalaman para peserta tender
pengadaan pemda/pemkot peserta USDRP,
dan juga pandangan dan persepsi
masyarakat mengenai praktik pengadaan
pemda/pemkot peserta USDRP. Survei ini
akan dijadikan praktik reguler sebagai
bagian dari mendapatkan umpan balik
untuk praktik-praktik pengadaan publik.
Hasil survei akan diumumkan ke publik dan
akan dijadikan dasar bagi setiap sanksi
yang akan diberlakukan.
2. Sebuah audit sistem pengadaan yang
akan dilaksanakan
3. Database harga unit yang dikontrakkan
setidaknya tiga tahun terakhir, yang akan
dimutakhirkan setiap tahun, untuk paket-
paket kontrak utama barang, dan pekerjaan
konstruksi.
4. Sebuah sistem penanganan keluhan,
termasuk: (a) inventarisasi keluhan; (b)
tindak lanjut keluhan; (c) standar layanan
penanganan keluhan; (d) insentif dan
disinsentif atas penanganan keluhan; (e)
diseminasi penanganan keluhan.
Diharapkan bahwa penanganan keluhan
untuk masalah pengadaan akan diakomodir
di dalam keseluruhan sistem penanganan
keluhan pemda—sesuai dengan PP 41/2007
TUGAS F : MENINGKATKAN KAPASITAS
PENGELOLAAN PENGADAAN
Tugas ini mencakup pemastian bahwa petugas yang
terlibat dalam pengambilan keputusan/review/audit
pengadaan telah terlatih dengan baik. Oleh karena itu,
diharapkan bahwa Konsultan yang membantu PAU
dalam mengidentifikasi kebutuhan pelatihan pada
masing-masing pemda/pemkot peserta USDRP, dan
mengajukan mereka untuk berpartisipasi dalam setiap
N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan
o Individual
pelatiahan yang berkualitas demi meningkatkan
profesionalisme mereka.

3 Reformasi GCB Tugas A. Melaksanakan studi mengenai program Selain laporan teknis,
dan aset yang dapat memberikan pendapatan konsultan diharapkan
bagi pemda baik itu yang telah ada maupun yang memberikan laporan-
potensial, serta membantu pemerintah dalam laporan berikut:
menganalisa apakah aset-aset tersebut telah 1. Laporan
digunakan secara optimal dan dikelola secara Pendahuluan, yang
profesional akan menjelaskan
Output-output Konsultan: rencana dan jadual
Studi mengenai Pengelolaan program/aset yang dapat kerja konsultan. Draft
memberikan pendapatan bagi pemda. laporan awal
Studi tersebut harus memetakan aset/program yang tersebut harus
ada bersamaan dengan riwayat dan potensi diserahkan paling
pendapatan, biaya, dan kontribusi mereka bagi lambat satu bulan
Pendapatan Pemda. Studi tersebut harus setelah konsultan
merekomendasikan cara pengelolaan aset/program tersebut mulai
tersebut secara optimal. bertugas. Laporan
Tugas B. Membantu Pemda untuk tersebut harus
mengembangkan program dan rencana tindak diserahkan ke PMU
peningkatan pendapatan untuk kemudian
Konsultan harus membantu dan memastikan bahwa diserahkan ke
pemda mengeluarkan Rencana Aksi optimalisasi Bappeda dan CPMU.
pendapatan melalui pengelolaan aset yang lebih baik. Komentar yang
Program ini harus mencakup rencana pelaksanaan, diterima dalam
manfaat ekonomi/non-ekonomi yang akan diperoleh, waktu 20 hari kerja
perkiraan biaya, dan kerangka waktu. Metode untuk harus disertakan di
meningkatkan pendapatan dan efisiensi biaya dalam laporan
operasional menjadi target khusus program tersebut. pendahuluan
Output-output Pemda: tersebut. Apabila
a. Program Aksi yang dikeluarkan oleh Pemda setelah 20 hari tidak
yang dibantu oleh Konsultan dengan langkah- ada komentar yang
langkah yang jelas, tahapan pencapaian, dan diterima, maka
kerangka waktu untuk mengoptimalkan rancangan laporan
aset/program. Program Aksi tersebut harus tersebut dianggap
cukup terinci untuk dapat dilaksanakan dalam diterima oleh
Tugas C. Bappeda, PMU dan
b. Program Aksi Prioritas, yang dikeluarkan oleh CPMU.
Pemda dengan dibantu oleh Konsultan, dalam 2. Laporan
bentuk Pilot Project dalam satu atau dua tahun Kemajuan Bulanan:
pertama Konsultan harus
c. Peraturan Daerah atau SK yang dikeluarkan melaporkan
oleh Pemda/DPRD untuk melaksanakan kemajuan pekerjaan
Program Aksi dibandingkan dengan
Tugas C. Membantu Pemda melaksanakan proyek rencana kerja
perintis program dan rencana aksi yang sebagaimana
dikembangkan dalam Tugas B dijelaskan di dalam
Konsultan akan membantu dan memastikan bahwa Laporan
pemda melaksanakan satu atau dua proyek perintis Pendahuluan.
untuk mengoptimalisasi pendapatan. Program Laporan tersebut
peningkatan pendapatan perintis dapat berupa juga harus
program/kegiatan yang sederhana, misalnya, menjelaskan
pengelolaan pendapatan parkir atau pengelolaan permasalahan yang
retribusi bahan tambang “galian C”. dihadapi, bila ada,
Output-output Konsultan: serta bagaimana
Laporan Pasca Pelaksanaan yang membandingan cara mengatasi
kemajuan actual dari Pilot Project dengan Program Aksi. masalah tersebut.
Masalah penting
Tugas D. Mereview praktik-praktik dan kinerja yang mungkin
pengelolaan aset yang telah ada dan serupa berdampak besar
Didanai oleh USDRP, Pemda merehabilitasi dan terhadap pekerjaan
memperbaiki pasar lamanya mereka harus segera
N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan
o Individual
Praktik-praktik pengelolaan aset prarehabilitas dan dilaporkan ke PMU
hasilnya dalam hal kinerja aset dan kesehatan dan CPMU. Laporan
keuangan harus dipelajari dan perlajaran yang dapat tersebut diserahkan
dipetik harus didokumentasikan untuk dijadikan paling lambat
pelajaran berharga dalam mengelola aset yang telah pertengahan bulan
direhabilitasi/diperbaiki. berikutnya.
Konsultan harus mereview dan menganalisa praktik dan 3. Laporan Akhir:
kinerja dari pengelolaan aset yang telah ada dan Sebelum berakhirnya
serupa. Rancangan struktur organisasi, pengelolaan masa penugasan,
sumber daya manusia, insentif dan disinsentif, Konsultan harus
pengelolaan keuangan, dan profitabilitas keuangan membuat laporan
yang ada sekarang harus dijelaskan dan dianalisa akhir yang
secara mendalam guna mendapatkan pelajaran yang menjelaskan
berharga dalam mengelola aset yang didanai oleh kemajuan dari
USDRP. pekerjaannya
Konsultan harus memberikan rekomendasi yang dibandingkan dengan
relevan dan berguna dalam mengelola aset yang rencana kerja dan
didanai oleh USDRP. jadual yang telah
Output-output Konsultan: dibuat sebelumnya.
Sebuah laporan (jatuh tempo pada bulan ke dua) yang Laporan tersebut
menjelaskan secara rinci pengelolaan aset yang didanai juga harus memuat
oleh USDRP sebelum rehabilitasi/peningkatan atau rekomendasi dari
pengelolaan dari aset serupa yang ada. Laporan langkah-langkah
tersebut harus memberikan rekomendasi yang relefan selanjutnya yang
dan berguna dalam mengelola aset yang didanai oleh harus diambil oleh
USDRP. . Pemda dalam rangka
Tugas E. Membantu pemda/pemkot peserta optimalisasi
USDRP untuk menentukan skema terbaik program/aset yang
pengelolaan aset USDRP dapat mendatangkan
Konsultan harus memastikan dan membantu Bupati/ pendapatan bagi
Walikota memilih skema pengelolaan aset yang terbaik pemda tersebut.
dari lima alternatif yang ada dalam Panduan Draft laporan akhir
Pengelolaan Proyek USDRP (PMM). harus diserahkan
Output-output Pemda: kepada PMU dan
a. Keputusan Bupati/Walikota mengenai CPMU paling lambat
skema pengelolaan aset terpilih. (paling lambat satu bulan sebalum
dua bulan setelah pemilihan) berakhirnya masa
b. Penetapan peraturan dan perundang- penugasan konsultan
undangan daerah oleh Kepala pemda/pemkot untuk mendapatkan
peserta USDRP atau DPRD untuk melaksanakan masukan-masukan.
skema tersebut, bila mana dianggap perlu Masukan atau
(jatuh tempo pada bulan ke enam) rekomendasi
Task F. Membantu pemda/pemkot peserta USDRP tersebut harus
membentuk skema yang dipilih sebelumnya pada dimasukkan ke
Tugas B dalam Laporan Akhir
Ketika Tugas E berhasil dirampungkan, Konsultan harus dengan jatuh tempo
memastikan bahwa pemda/pemkot peserta USDRP pada akhir masa
membentuk kelembagaannya penugasan
Output-output Pemda: konsultan.
Laporan tersebut akan
a. Pembentukan dan berfungsinya lembaga
terpilih untuk mengelola aset yang didanai dari digunakan sebagai
USDRP dokumen pendukung
b. Dikeluarkannya laporan tahunan 2008 dari untuk pemrosesan
lembaga tersebut yang berisi (1) laporan pembayaran bulanan.
keuangan 2008 yang diaudit, dan (2) laporan
manajemen mengenai pelaksanaan aktual dari
struktur organisasi yang direncanakan dan
dilaksanakan, prosedur dan struktur tata
pemerintahan, pengelolaan sumber daya
manusia, sistem manajemen dan akuntansi
beserta segala kegiatannya.
Tugas G. Membantu pemda/pemkot peserta
USDRP dalam merancang dan melaksanakan
N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan
o Individual
operasional, akuntani, serta sistem dan prosedur
kendali internal yang baik
Konsultan harus memastikan dan membantu
pemda/pemkot peserta USDRP merancang operasional,
akuntani, serta sistem dan prosedur kendali internal
yang baik. Apabila diperlukan dalam melaksanakan
rancangan tersebut, maka harus disediakan pengadaan
sistem computer oleh dan untuk pemda/pemkot
peserta USDRP melalui APBD.
Output-output Konsultan:
• Rancangan sistem informasi
akuntansi/manajemen manual maupun berbasis
komputer pada unit penglola aset USDRP.
Konsultan dapat merekrut beberapa
analis/programer sistem setempat untuk
merancang perangkat lunak akuntansi atau
menyarankan sebuah paket akuntansi siap
pakai yang dijual bebas yang sesuai untuk
melaksanakan sistem tersebut. Analis sistem
local, programer atau perangkat lunak
akuntani, dan sistem perangkat keras/jaringan
komputer harus disediakan untuk
pemda/pemkot peserta USDRP.
• Melaporkan lokakarya mengenai sistem
informasi akuntansi/manajemen untuk
karyawan pengelola aset. Laporan ini berisi
modul-modul lolakarya, daftar peserta dan
komentar serta masukan-masukan dari peserta.
• Laporan Pasca Pelaksanaan mengenai
pelaksanaan sistem informasi akuntansi dan
manajemen. Laporan tersebut berisi
sistem/subsistem yang telah diimplementasikan
dan belum serta rekomendasi untuk perbaikan
sistem di masa mendatang.

Output Pemda:
sistem informasi akuntansi/manajemen yang telah
diimplementasikan.

Tugas H. Membantu merancang sistem tata


pemerintahan dan prosedur untuk memastikan
penyampaian jasa dan keberlanjutan keuangan
yang baik dari aset USDRP segera setelah aset
tersebut berada dalam tahap operasional
Konsultan diharapkan dapat membantu dan
memastikan bahwa pemda/pemkot peserta USDRP
merancang sistem tata pemerintahan yang baik, yaitu
sistem yang mengatur keseimbangan antara hak dan
kewajiban dari pemilik aset USDRP (pemda), pengelola,
dan pihak pemangku kepentingan lainnya guna
memastikan penyampaian jasa dan keberlanjutan
keuangan yang baik dari aset USDRP segera setelah
aset tersebut berada dalam tahap operasional.
Output Pemda:
Merancang struktur tata pemerintahan sebagaimana
ditetapkan dalam SK Bupati/Walikota. Rancangan
tersebut mencakup struktur organisasi, tugas dan
tanggung jawab serta struktur insentif atau disinsentif
pengelola aset guna memastikan bahwa aset tersebut
dikelola secara profesional, transparan, dan akuntabel
kepada semua pihak pemangku kepentingan..
Output Konsultan:
Laporan Pasca Pelaksanaan mengenai pelaksanaan
N Konsultan Lingkup Pekerjaan Pelaporan
o Individual
prosedur dan sistem tata pemerintahan. Laporan ini
berisi kinerja aktual dari sistem tata pemerintahan bila
dibandingkan dengan rancangan struktur dan sistem
awal, dan rekomendasi untuk perbaikan lebih lanjut
dari sistem tata pemerintahan tersebut.
LAMPIRAN II
ASPEK SUBSTANSI LAPORAN
KONSULTAN INDIVIDU DAN
PELAPORAN
TRANSPARANSI, PARTISIPASI DAN AKUNTABILITAS (TPA)

TRANSPARENCY, PARTICIPATION & ACCOUNTABILITY


JENIS LAPORAN SUBSTANTIF
1. LAPORAN PENJAJAKAN BASELINE (Baseline Assessment Report), tenggat
waktu 31 Oktober 2008
2. RENCANA KERJA Pendampingan Konsultan disertai dengan indikator
pencapaian dan daftar output yang diharapkan (dari Konsultan dan
Pemda): TAHUNAN (1 September 2008 – 31 Agustus 2009) dan TIGA-
BULANAN (mulai September-November 2008)
3. LAPORAN HASIL PELATIHAN dan LOKAKARYA beserta lampirannya
4. LAPORAN KEMAJUAN DWI-MINGGUAN dan lampirannya (mulai 15-30
September 2008)
5. LAPORAN KEMAJUAN BULANAN (mulai 1-30 September 2008) dan
TRIWULANAN (mulai September-November 2008) beserta lampirannya
6. TIME-SHEET (mulai 15-30 September 2008) disertai diskripsi prestasi kerja
dan output terkait dengan kegiatan tersebut untuk periode yang
dilaporkan yang disahkan oleh Kepala PMU.
7. BUKU HARIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN (mulai 15-30 September 2008)
8. LAPORAN SEWAKTU-WAKTU yang bersifat ‘sesuai kebutuhan’
(occasionally)
9. LAPORAN AKHIR (1 September 2008-Agustus 2009)

I. LAPORAN PENJAJAKAN BASELINE

Laporan penjajakan baseline setidaknya mencakup uraian mengenai:

A. Hasil kajian terhadap pencapaian terhadap agenda pembaruan di Bidang


Transparansi, Partisipasi dan Akuntabilitas (TPA) dan Anti-Korupsi yang
berisi:
1. Ringkasan dalam bentuk tabel mengenai pencapaian agenda
pembaruan: aspek-aspek pembaruan yang sudah dan belum tercapai,
jenis output terkait, serta pihak penanggungjawab dalam struktur
Pemda. Tabel disesuaikan dengan format Agenda Pembaruan dengan
kerangka waktu yang jelas (disertai deviasi antara rencana dan
realisasi serta keterangan singkat). Format dapat dilihat pada
lampiran.
2. Deskripsi mengenai kondisi saat ini untuk aspek-aspek pembaruan
(disesuaikan dengan rencana tindak pembaruan TPA dan Anti-Korupsi).
Deskripsi dijelaskan dengan indikator yang terukur serta periode
waktu yang jelas. Konsultan akan menggunakan indikator ini sebagai
acuan kemajuan pekerjaan pendampingan terhadap Pemda selama
penugasannya.
3. Kajian terhadap transparansi, partisipasi dan akuntabilitas sesuai
dengan aspek-aspek yang tercantum di dalam agenda pembaruan.
Kajian setidaknya berfokus kepada:
(i) Keberadaan dan kecukupan Peraturan Daerah yang mendukung
transparansi, partisipasi masyarakat dalam perencanaan dan
penganggaran, partisipasi masyarakat dalam pemantauan
kegiatan pembangunan dan pelayanan publik, dan akuntabilitas;
(ii) Jenis media yang digunakan untuk penyebaran informasi dan
dokumen publik, sebaran serta jenis-jenis informasi yang
ditonjolkan oleh masing-masing media, lembaga yang
menginisiasi dan karakteristik target publik, dokumen-dokumen
yang disebarluaskan dan metode penyebarluasannya dan lainnya
yang relevan;
(iii) Mekanisme penanganan keluhan: landasan peraturan,
keorganisasian, kecukupan anggaran, keberfungsian, mekanisme
atau prosedur yang jelas, mekanisme tindak lanjut dan
pemantauannya, dan lain sebagainya;
(iv) Partisipasi masyarakat dalam perencanaan, penganggaran dan
pemantauan untuk kegiatan-kegiatan pembangunan: landasan
peraturan, mekanisme atau prosedur yang jelas dan diikuti oleh
berbagai instansi dan masyarakat, pihak-pihak yang terlibat dan
pada tahap yang mana, dan lainnya;
(v) Peningkatan pelayanan publik: identikasi upaya Pemda untuk
peningkatan pelayanan publik (misalnya unit perijinan, unit
pelayanan terpadu, dan lainnya), mekanisme atau acuan untuk
pelayanan (standar pelayanan minimal), keorganisasian dan
kecukupan anggaran, keberfungsian, dan upaya peningkatan
kapasitas;
(vi) Forum berbagai pemangku kepentingan (stakeholders):
keberadaan forum stakeholder di tingkat kota, jenis-jenis forum
stakeholders dan bidangnya, keterlibatan (dan kepentingan)
forum berbagai pemangku kepentingan dalam berbagai kegiatan
pembangunan, keberfungsian, keorganisasian dan kecukupan
anggaran, kemandirian, inisiatif pendirian, dan lainnya yang
relevan.
4. Kajian mengenai upaya anti-korupsi yang telah dan sedang
dilakukan oleh Pemda untuk aspek-aspek sebagai berikut (sesuai
dengan Anti-Corruption Action Plan dalam PAD USDRP):
(i) Upaya anti-korupsi yang telah dan sedang dilakukan: landasan
hukum, kegiatan atau program serta hasilnya, pihak yang
memberikan inisiatif, instansi (lembaga) yang melaksanakan,
keorganisasian dan kecukupan anggaran, dan lainnya yang
relevan;
(ii) Publikasi berbagai informasi mengenai pengadaan barang dan
jasa (dalam hal ini harus dikoordinasikan dengan Konsultan
Pendamping mengenai Pembaruan Pengadaan);
(iii) Keterlibatan masyarakat dalam pemantauan kegiatan
pembangunan, termasuk pemantauan terhadap kegiatan
pelelangan;
(iv) Publikasi harga satuan terkontrak untuk kegiatan pelelangan
(dalam hal ini harus dikoordinasikan dengan Konsultan
Pendamping mengenai Pembaruan Pengadaan);
(v) Mekanisme pengaduan atau penanganan keluhan: landasan
peraturan, mekanisme pengaduan dan tindak lanjut, instansi yang
bertanggung-jawab, sistem basis data penanganan keluhan, dan
lainnya yang relevan;
(vi) Mekanisme sanksi terhadap individu (staff pemerintah) yang
melakukan KKN: landasan hukum, mekanisme penerapan sanksi
dan lainnya;
(vii) Komitmen anti-korupsi dalam jangka panjang antara pemerintah
dan berbagai pemangku kepentingan.
5. Kesimpulan, rekomendasi dan rencana pendampingan konsultan

B. Rekomendasi untuk perbaikan atau peningkatan pencapaian Agenda


Pembaruan di TPA berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Konsultan,
dituangkan dalam bentuk rencana kerja yang akan/harus didiskusikan
dengan Pemda.

II. RENCANA KERJA PENDAMPINGAN KONSULTAN

Rencana kerja ini terdiri dari dua bagian, yaitu: (i) Rencana Kerja
Tahunan, yang merupakan rencana pencapaian agenda pembaruan terkait
dengan penugasan pendampingan konsultan. Rencana kerja ini
menggambarkan pentahapan kegiatan dalam rangka pencapaian agenda
pembaruan. Rencana kerja tahunan ini bersifat umum, tidak rinci. Rencana
kerja ini sudah diverifikasi oleh PMU (yang berarti sudah disepakati bersama
untuk pencapaiannya); (ii) Rencana Kerja Triwulan, mulai September-
November 2008 berupa rencana kegiatan pendampingan konsultan terhadap
Pemda, bersifat rinci, dikaitkan dengan tahap-tahap dalam rencana kerja
tahunan.

A. Rencana Kerja Tahunan


1. Rencana kerja ini memuat: daftar kegiatan (disesuaikan dengan
agenda pembaruan), tenggat waktu pencapaian, output yang
diharapkan dari Pemda, jenis laporan terkait kegiatan,
penanggungjawab, dan sumberdaya yang akan dipergunakan.
2. Rencana kerja ini harus didiskusikan dan mendapatkan persetujuan
Pemda.
3. Perubahan pada rencana kerja tahunan harus berdasarkan hasil
supervisi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan, yang
disepakati oleh Pemda dan termuat dalam laporan tertulis yang
disampaikan konsultan kepada CPMU.
4. Format rencana kerja tahunan dapat dilihat pada lampiran.
B. Rencana Kerja Triwulanan
1. Rencana kerja ini memuat kegiatan rinci konsultan untuk periode
penugasan tiga bulan (terkait dengan rencana kerja tahunan): daftar
kegiatan, instansi pemda yang menjadi mitra dalam melaksanakan
kegiatan tersebut, metode pelaksanaan kegiatan, jadwal dan tenggat
waktu, jenis laporan terkait kegiatan, ouput dari kegiatan tersebut
yang dihasilkan oleh Pemda dan sumberdaya yang akan digunakan.
Format rencana kerja triwulanan dapat dilihat pada lampiran.
2. Rencana kerja ini harus didiskusikan dan mendapatkan persetujuan
Pemda yang menjadi mitra.
3. Perubahan terhadap rencana kerja ini, baik berdasarkan konsultasi
maupun hasil monitoring, harus tercatat dan dilaporkan pada laporan
dwi-mingguan dan triwulanan disertai dengan dokumen
pendukungnya.

III. LAPORAN HASIL PELATIHAN DAN LOKAKARYA

1. Laporan terhadap berbagai hasil pelatihan dan lokakarya yang diikuti


dan dilaksanakan oleh Konsultan, baik yang diselenggarakan oleh
CPMU atau pihak lain, terkait dengan bidang penugasan konsultan
pendamping.
2. Konsultan pendamping sudah mengikuti pelatihan pertama yang
diselenggarakan di Wisma PKBI di Jakarta. Hasil pelatihan (Berita Acara
Pelatihan) disampaikan kepada CPMU sebagai laporan.
3. Rekomendasi terhadap kebutuhan pelatihan untuk peningkatan
kapasitas konsultan dan Pemda.
4. Dokumentasi kegiatan dan hasil pelatihan dan lokakarya: proceedings,
foto, daftar peserta, materi dan lainnya yang relevan.

IV. LAPORAN KEMAJUAN DWI-MINGGUAN

1. Laporan kemajuan dwi-mingguan terdiri dari dua bagian yaitu: (i)


ringkasan dan (ii) deskripsi rinci mengenai kemajuan pelaksanaan
kegiatan.
2. Ringkasan dibuat dalam format tabel, disesuaikan dengan rencana
kerja triwulanan dengan menambahkan kolom deviasi antara rencana
dan realisasi disertai dengan keterangan dan tindak lanjut.
3. Deskripsi menjelaskan mengenai proses pelaksanaan kegiatan, analisa
terhadap peran Pemda, kemajuan dan hasil kegiatan, kendala yang
dialami oleh Pemda dan Konsultan serta rencana (kesepakatan) untuk
penyelesaian (tindak lanjut), keberhasilan dan pembelajaran yang
dapat diambil, dan rekomendasi.
4. Lampiran berupa dokumen pendukung kegiatan: berita acara,
notulensi dan absensi pertemuan/konsultasi, materi presentasi, foto-
foto (gambar), laporan dan hasil yang diproduksi oleh Pemda terkait
dengan pendampingan yang dilakukan oleh konsultan serta dokumen
lainnya yang relevan.
V. LAPORAN KEMAJUAN BULANAN DAN TRIWULANAN

1. LAPORAN KEMAJUAN BULANAN mencakup:


• Ringkasan mengenai pencapaian Pemda dalam agenda pembaruan
• Rekapitulasi terhadap laporan dwi-mingguan
• Deskripsi mengenai isu-isu utama, tindak lanjut dan rencana
penyelesaiannya
• Rekomendasi dan tindak lanjut
• Lampiran berupa dokumentasi hasil pendampingan konsultan dan
pencapaian Pemda: berita acara, notulensi dan absensi
pertemuan/konsultasi, materi presentasi, foto-foto (gambar),
laporan dan hasil yang diproduksi oleh Pemda terkait dengan
pendampingan yang dilakukan oleh konsultan serta dokumen
lainnya yang relevan.
2. LAPORAN KEMAJUAN TRIWULANAN mencakup
• Ringkasan (dalam bentuk tabel, sesuai dengan agenda pembaruan)
mengenai pencapaian Pemda dalam agenda pembaruan
• Uraian terhadap pencapaian rencana kerja triwulanan
• Uraian mengenai pencapaian agenda pembaruan
• Deskripsi mengenai isu-isu utama dan tindak lanjutnya (sesuai
dengan isu-isu yang pernah disampaikan dalam laporan bulanan)
• Deskripsi mengenai potensi permasalahan dan rekomendasi
terhadap perubahan rencana kerja atau substansi pencapaian
agenda pembaruan
• Rekomendasi dan tindak lanjut
• Lampiran berupa dokumentasi hasil pendampingan konsultan dan
pencapaian Pemda: berita acara, notulensi dan absensi
pertemuan/konsultasi, materi presentasi, foto-foto (gambar),
laporan dan hasil yang diproduksi oleh Pemda terkait dengan
pendampingan yang dilakukan oleh konsultan serta dokumen
lainnya yang relevan.

VI. TIME-SHEET DAN PENCAPAIAN PRESTASI KERJA


1. Lembar ini disampaikan oleh konsultan kepada CPMU dalam format
tertentu. Lembar ini menjadi alat bagi CPMU dalam memantau kinerja
konsultan. Format time-sheet dapat dilihat pada lampiran.
2. Time-sheet ini harus ditandatangani oleh PMU sebagai bentuk
pertanggungjawaban PMU dalam memonitor kinerja konsultan.

VII. BUKU HARIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN

1. Buku Harian Pelaksanaan Pekerjaan merupakan bentuk pencatatan


terhadap segala kegiatan konsultan pendamping selama
penugasannya yang disertai dengan berbagai dokumentasi
pendukungnya. Buku ini mencatat jenis kegiatan dan waktunya, pihak-
pihak yang ditemui, aspek-aspek yang dibicarakan serta hasilnya,
permasalahan yang ditemui dan aspek-aspek lainnya yang relevan.
Berbagai dokumentasi terkait dengan kegiatan tersebut dilampirkan
bersama dengan buku harian tersebut.
2. Buku harian ini disampaikan bersamaan dengan laporan dwi-
mingguan.
3. Metode penulisan buku harian diserahkan kepada masing-masing
Konsultan Pendamping (misalnya: diketik untuk kemudian dijilid, ditulis
tangan dalam buku tulis, dan lain sebagainya).

VIII. LAPORAN SEWAKTU-WAKTU (OCCASIONALLY)

1. Laporan sewaktu-waktu (occasional) merupakan jenis laporan yang


bersifat insidental berdasarkan kegiatan tertentu atau permintaan dari
CPMU.
2. Laporan bersifat ringkas (kurang dari 5 halaman) dan langsung
difokuskan kepada isu atau aspek yang perhatian pada saat itu.

IX. LAPORAN AKHIR

1. Laporan tahunan merupakan laporan menyeluruh mengenai hasil


pendampingan Konsultan kepada Pemda selama satu tahun
penugasan.
2. Laporan tahunan setidaknya melingkupi: pencapaian agenda
pembaruan oleh Pemda, pencapaian rencana kerja dan deviasinya,
gap antara kondisi awal (pada saat baseline) dengan kondisi saat ini,
permasalahan selama satu tahun penugasan dan penyelesaiannya,
faktor-faktor yang mendukung keberhasilan dan ketidakberhasilan,
pembelajaran (lesson learned), serta rekomendasi untuk tindak lanjut
pelaksanaan pendampingan dan pembaruan.
3. Draft laporan akhir disampaikan pada minggu ke-3 akhir penugasan
serta dipresentasikan kepada Pemda, CPMU, EA dan Bank Dunia untuk
mendapatkan masukan. Laporan akhir Final disampaikan pada minggu
ke-2 Bulan September 2009 kepada CPMU.
FORMAT LAPORAN BASELINE

TABEL BASELINE PEMBARUAN TRANSPARANSI, PARTISIPASI, AKUNTABILITAS(TPA)

KABUPATEN/KOTA: ________________________, STATUS TANGGAL:

(Untuk hal-hal yang bersifat spesifik, disesuaikan dengan rencana tindak pembaruan bidang TPA daerah masing-masing kabupaten/kota)

NO. INDIKATOR KONDISI SAAT INI KONDISI PADA AKHIR KETERANGAN


PROYEK
A. PENYEBARAN DOKUMEN DAN INFORMASI PUBLIK

1. Jenis Media yang diproduksi atau digunakan oleh Pemda untuk


mempromosikan dokumen dan informasi publik (buletin, brosur,
koran, radio interaktif, website & televisi lokal)
2. Pengembangan Sistem Informasi Terpadu
3. Penggunaan media dalam memonitor kegiatan-kegiatan
pembangunan
B. BANTUAN DAN PENDAMPINGAN KEPADA PEMDA UNTUK MENGEMBANGKAN MEKANISME PENANGANAN KELUHAN

1. SK atau Peraturan Bupati mengenai mekanisme penanganan keluhan


2. Petunjuk teknis/SOP mengenai mekanisme penanganan keluhan
3. Penggunaan berbagai media untuk penanganan keluhan Utilization of
various medias for complaint handlings (buletin, brosur, koran, radio
interaktif, website & televisi lokal)
C. KONSULTASI DAN PARTISIPASI PUBLIK DALAM PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

1. SK/Peraturan Daerah mengenai partisipasi masyarakat dalam


perencanaan pembangunan

2. Petunjuk teknis/SOP mengenai mekanisme partisipasi masyarakat


dalam perencanaan pembangunan
3. Konsultasi publik mengenai pembangunan dengan masyarakat
D. PENDAMPINGAN KEPADA PEMDA MENGENAI PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK TERUTAMA DALAM PENINGKATAN KINERJA UNIT PELAYANAN TERPADU (OSS)

1. SK atau Peraturan Daerah mengenai Pelayanan Publik


2. SOP atau mekanisme mengenai pelayanan publik (Standar Pelayanan
Minimal/SPM)
3. Pengembangan Unit Pelayanan Terpadu
4. Pelatihan untuk Peningkatan kapasitas
E. PENGUATAN PERAN FORUM BERBAGAI PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS FORUM)
Keberfungsian forum dalam berbagai kegiatan terkait pembangunan atau
isu perkotaan
NO. INDIKATOR KONDISI SAAT INI KONDISI PADA AKHIR KETERANGAN
PROYEK
F. PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH MENGENAI PARTISIPASI DAN PERATURAN DAERAH MENGENAI TRANSPARANSI
1. Peraturan Daerah mengenai Partisipasi dan Peraturan Daerah
mengenai Transparansi
2. Petunjuk Teknis mengenai mekanisme partisipasi dan transparansi
GARIS BESAR LAPORAN PENJAJAKAN BASELINE
KABUPATEN/KOTA:
(Baseline Assessment Report, untuk bagian Deskripsi, main text tidak boleh
lebih dari 10 halaman)

1. Status Pencapaian Agenda Pembaruan bidang TPA (status per 1


Oktober 2008)
Diuraikan berdasarkan aspek-aspek dalam Pembaruan bidang TPA.
Deskripsi memuat indikator proses dan output dengan cakupan: (i)
proses/kegiatan yang telah/sedang dilakukan oleh Pemda serta
metodenya untuk mendukung pencapaian suatu aspek pembaruan; (ii)
stakeholder yang terlibat dan dinilai sesuai tingkat kepentingan dan
keefektifannya serta aktor yang memimpin aspek pembaruan tersebut
(focal point); (iii) sumber-daya yang digunakan (anggaran, pelatihan
untuk peningkatan kapasitas, dan lainnya) serta sumbernya; (iv) periode
waktu yang dapat menggambarkan perubahan perilaku (mengetahui-
memahami-melakukan); (v) kendala dan hambatan serta tindak lanjut
penyelesaiannya; (vi) pelajaran yang bisa diambil dari proses tersebut

2. Kajian terhadap Transparansi, Partisipasi dan Akuntabilitas

3. Kajian mengenai Anti-Korupsi

4. Kesimpulan, Rekomendasi dan Rencana pendampingan konsultan


FORMAT RENCANA KERJA

RENCANA KERJA TAHUNAN KONSULTAN PENDAMPING

PERIODE: SEPTEMBER 2008- AGUSTUS 2009

OUTPUT JADWAL KETERANGAN


NO. KEGIATAN KONSULTAN PENDAMPING METODE PEMDA INPUT PEMDA
KERJA MITRA KONSULTAN PEMDA B1 B2 B…

A. PENYEBARAN DOKUMEN DAN INFORMASI


PUBLIK

B. BANTUAN DAN PENDAMPINGAN KEPADA


PEMDA UNTUK MENGEMBANGKAN
MEKANISME PENANGANAN KELUHAN

C. KONSULTASI DAN PARTISIPASI PUBLIK


DALAM PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH
DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

D. PENDAMPINGAN KEPADA PEMDA MENGENAI


PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK
TERUTAMA DALAM PENINGKATAN KINERJA
UNIT PELAYANAN TERPADU (OSS)

E. PENGUATAN PERAN FORUM BERBAGAI


PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS
FORUM)

F. PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH


MENGENAI PARTISIPASI DAN PERATURAN
DAERAH MENGENAI TRANSPARANSI

Disampaikan oleh: Diketahui dan Disetujui oleh: Tanggal:


(Nama Lengkap Konsultan) (Kepala PMU)
FORMAT RENCANA KERJA

RENCANA KERJA TRIWULANAN KONSULTAN PENDAMPING

PERIODE: _______________________________________

NO. KEGIATAN KONSULTAN PENDAMPING (Hanya OUTPUT JADWAL KETERANGAN


mencantumkan kegiatan rinci yang terkait dengan METODE PEMDA INPUT PEMDA INDIKATOR
KERJA MITRA PROSES KONSULTAN PEMDA M1 M2 M…
kegiatan dalam rencana kerja tahunan yang akan
diselesaikan dalam tiga bulan pertama)
A. PENYEBARAN DOKUMEN DAN INFORMASI
PUBLIK

B. BANTUAN DAN PENDAMPINGAN KEPADA


PEMDA UNTUK MENGEMBANGKAN
MEKANISME PENANGANAN KELUHAN

C. KONSULTASI DAN PARTISIPASI PUBLIK


DALAM PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH
DAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN

D. PENDAMPINGAN KEPADA PEMDA MENGENAI


PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK
TERUTAMA DALAM PENINGKATAN KINERJA
UNIT PELAYANAN TERPADU (OSS)

E. PENGUATAN PERAN FORUM BERBAGAI


PEMANGKU KEPENTINGAN (STAKEHOLDERS
FORUM)

F. PENYUSUNAN PERATURAN DAERAH


MENGENAI PARTISIPASI DAN PERATURAN
DAERAH MENGENAI TRANSPARANSI

Disampaikan oleh: Diketahui dan Disetujui oleh: Tanggal:


(Nama Lengkap Konsultan) (Kepala PMU)
FORMAT LAPORAN DWI-MINGGUAN

LAPORAN DWI-MINGGUAN

NAMA KONSULTAN : _______________________________

WILAYAH KERJA : _______________________________

PERIODE PELAPORAN : _______________________________

I. RINGKASAN
NO. KEGIATAN KONSULTAN INDIKATOR PROSES TARGET OUTPUT REALISASI PENCAPAIAN OUTPUT KETERANGAN
RENCANA PENCAPAIAN KONSULTAN PEMDA KONSULTAN PEMDA
A. PUBLIC DOCUMENTS AND INFORMATION
DISSEMINATION

B. ASSIST AND FACILITATE ULG TO DEVELOP A


GRIEVANCE/ COMPLAINTS HANDLING
MECHANISM

C. PUBLIC CONSULTATION IN PREPARATION OF


LOCAL REGULATION AND DEVELOPMENT
PLANNING

D. FACILITATE ULG ON IMPROVEMENT IN


PUBLIC SERVICES ESPECIALLY IN
IMPROVEMENT OF OSS PERFORMANCE

E. STRENGTHENING THE ROLE OF


STAKEHOLDERS FORUM

F. DEVELOPING PERDA ON TRANSPARENCY


AND PARTICIPATION
NO. KEGIATAN KONSULTAN INDIKATOR PROSES TARGET OUTPUT REALISASI PENCAPAIAN OUTPUT KETERANGAN
RENCANA PENCAPAIAN KONSULTAN PEMDA KONSULTAN PEMDA
II. DESKRIPSI (main text tidak boleh lebih dari 5 halaman)

1. Proses pelaksanaan kegiatan dan hasilnya (menjelaskan mengenai proses


pendampingan yang dilakukan oleh konsultan pendamping terkait dengan
pelaksanaan rencana kerja triwulan dan kegiatan yang dilakukan oleh
Pemda, ‘pembagian tugas’ yang jelas)
2. Analisa terhadap peran Pemda dan Stakeholders lainnya
3. Pencapaian target (input dan output) serta indikator proses (pelaksanaan
kegiatan)
4. Kendala dan tindak lanjut yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala
yang muncul
5. Keberhasilan (prestasi) dan pembelajaran
6. Masukan dan Rekomendasi, yang mungkin dapat berpengaruh terhadap
rencana kerja konsultan
7. Lampiran (berita acara, notulensi dan absensi pertemuan/konsultasi,
materi presentasi, foto-foto (gambar), laporan dan hasil yang diproduksi
oleh Pemda terkait dengan pendampingan yang dilakukan oleh konsultan
serta dokumen lainnya yang relevan)
FORMAT TIMESHEET

LEMBAR WAKTU KERJA DAN PRESTASI

NAMA KONSULTAN : ____________________________________________


WILAYAH KERJA : ____________________________________________
PERIODE PELAPORAN : ____________________________________________

NO. DAFTAR KEGIATAN KONSULTAN ALOKASI WAKTU KETERANGAN

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Deskripsi mengenai Prestasi Kerja


(Hal-hal yang dirasakan sebagai prestasi kerja bagi konsultan pendamping dalam periode yang dilaporan)

Disampaikan oleh, tanggal: Diketahui dan Disetujui oleh, tanggal:

(Nama Konsultan) (Kepala PMU)

KETERANGAN:

• Alokasi waktu diisi dalam bentuk prosentase didasarkan pada hari, misal: 50 % ditulis menjadi 0.5. Diukur menurut periode
waktu pelaporan. Contoh: dalam 10 hari kerja, waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan administrasi adalah 1 hari penuh
efektif, maka ditulis 0.1.
PEMBARUAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH (PPKD)

FINANCIAL MANAGEMENT REFORM


JENIS LAPORAN SUBSTANTIF

1. LAPORAN PENJAJAKAN BASELINE (Baseline Assessment Report), tenggat


waktu 31 Oktober 2008
2. RENCANA KERJA Pendampingan Konsultan disertai dengan indikator
pencapaian dan daftar output yang diharapkan (dari Konsultan dan
Pemda): TAHUNAN (1 September 2008 – 31 Agustus 2009) dan TIGA-
BULANAN (mulai September-November 2008)
3. LAPORAN HASIL PELATIHAN dan LOKAKARYA beserta lampirannya
4. LAPORAN KEMAJUAN DWI-MINGGUAN dan lampirannya (mulai 15-30
September 2008)
5. LAPORAN KEMAJUAN BULANAN (mulai 1-30 September 2008) dan
TRIWULANAN (mulai September-November 2008) beserta lampirannya
6. TIME-SHEET (mulai 15-30 September 2008) disertai diskripsi prestasi kerja
dan output terkait dengan kegiatan tersebut untuk periode yang
dilaporkan yang disahkan oleh Kepala PMU.
7. BUKU HARIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN (mulai 15-30 September 2008)
8. LAPORAN SEWAKTU-WAKTU yang bersifat ‘sesuai kebutuhan’
(occasionally)
9. LAPORAN AKHIR (1 September 2008-Agustus 2009)

I. LAPORAN PENJAJAKAN BASELINE mencakup:


A. Kajian terhadap pencapaian terhadap agenda pembaruan di Bidang
Pengelolaan Keuangan Daerah berisi:
1. Ringkasan dalam bentuk tabel mengenai pencapaian agenda
pembaruan: aspek-aspek pembaruan yang sudah dan belum tercapai,
jenis output terkait, serta pihak penanggungjawab dalam struktur
Pemda. Tabel disesuaikan dengan format Agenda Pembaruan dengan
kerangka waktu yang jelas (disertai deviasi antara rencana dan
realisasi serta keterangan singkat). Format dapat dilihat pada
lampiran.

2. Deskripsi mengenai kondisi saat ini untuk aspek-aspek pembaruan


(disesuaikan dengan rencana tindak pembaruan pengelolaan
keuangan daerah). Deskripsi dijelaskan dengan indikator yang
terukur serta periode waktu yang jelas. Konsultan akan menggunakan
indikator ini sebagai acuan kemajuan pekerjaan pendampingan
terhadap Pemda selama penugasannya.

3. Kajian mengenai kerangka peraturan perundangan dan


pelaksanaannya di daerah dan nasional:
(i) Kesesuaian (compliance) antara Perda (Draft Perda) mengenai
Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan Daerah dan Peraturan
Kepala Daerah (Draft Peraturan) mengenai Sistem dan Prosedur
Penyusunan dan Pelaksanaan APBD dengan Permendagri 59/2007
(dan peraturan perundangan lainnya yang terkait). Sebagai acuan,
pada lampiran dijelaskan secara ringkas mengenai aspek-aspek
yang harus ada di dalam Peraturan Kepala Daerah mengenai
SisDur.
(ii) Kajian terhadap pelaksanaan Perda, dikaitkan dengan aspek
pembaruan pengelolaan keuangan daerah: pemenuhan unsur
kelembagaan (organisasi), kecukupan aspek operasionalisasi,
potensi sumber daya dan hambatan dalam penerapan Perda dan
Peraturan Kepala Daerah, serta rekomendasi. Pada penugasan
bulan pertama, kajian difokuskan kepada instansi pengelolaan dan
pengawasan pengelolaan keuangan daerah (BPKD/Dinas
Pengelolaan Keuangan dan Bawasda/Inspektorat)
(iii) Kajian dan rekomendasi terhadap isu-isu yang bersifat cross-
cutting, misalnya: publikasi laporan keuangan (transparansi)

B. Rekomendasi untuk perbaikan atau peningkatan pencapaian Agenda


Pembaruan di Bidang Pengelolaan Keuangan daerah berdasarkan kajian
yang dilakukan oleh Konsultan, dituangkan dalam bentuk rencana kerja yang
akan/harus didiskusikan dengan Pemda.

II. RENCANA KERJA PENDAMPINGAN KONSULTAN


Rencana kerja ini terdiri dari dua bagian, yaitu: (i) Rencana Kerja
Tahunan, yang merupakan rencana pencapaian agenda pembaruan terkait
dengan penugasan pendampingan konsultan. Rencana kerja ini
menggambarkan pentahapan kegiatan dalam rangka pencapaian agenda
pembaruan. Rencana kerja bersifat umum, tidak rinci. Rencana kerja ini
sudah diverifikasi oleh PMU (yang berarti sudah disepakati bersama untuk
pencapaiannya); (ii) Rencana Kerja Triwulan, mulai September-November
2008 berupa rencana kegiatan pendampingan konsultan terhadap Pemda,
bersifat rinci, dikaitkan dengan tahap-tahap dalam rencana kerja tahunan.

A. Rencana Kerja Tahunan


1. Rencana kerja ini memuat: daftar kegiatan (disesuaikan dengan
agenda pembaruan), tenggat waktu pencapaian, output yang
diharapkan dari Pemda, jenis laporan terkait kegiatan,
penanggungjawab, dan sumberdaya yang akan dipergunakan. Format
rencana kerja tahunan dapat dilihat pada lampiran.
2. Rencana kerja ini harus didiskusikan dan mendapatkan persetujuan
Pemda.
3. Perubahan pada rencana kerja tahunan harus berdasarkan hasil
supervisi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan, yang
disepakati oleh Pemda dan termuat dalam laporan tertulis yang
disampaikan konsultan kepada CPMU.
B. Rencana Kerja Triwulanan
1. Rencana kerja ini memuat kegiatan rinci konsultan untuk periode
penugasan tiga bulan (terkait dengan rencana kerja tahunan): daftar
kegiatan, instansi pemda yang menjadi mitra dalam melaksanakan
kegiatan tersebut, metode pelaksanaan kegiatan, jadwal dan tenggat
waktu, jenis laporan terkait kegiatan, ouput dari kegiatan tersebut
yang dihasilkan oleh Pemda dan sumberdaya yang akan digunakan.
Format rencana kerja triwulanan dapat dilihat pada lampiran.
2. Rencana kerja ini harus didiskusikan dan mendapatkan persetujuan
Pemda yang menjadi mitra.
3. Perubahan terhadap rencana kerja ini, baik berdasarkan konsultasi
maupun hasil monitoring, harus tercatat dan dilaporkan pada laporan
dwi-mingguan dan triwulanan disertai dengan dokumen
pendukungnya.

III. LAPORAN HASIL PELATIHAN DAN LOKAKARYA


1. Laporan terhadap berbagai hasil pelatihan dan lokakarya yang diikuti
dan diselenggarakan oleh Konsultan, baik yang diselenggarakan oleh
CPMU atau pihak lain, terkait dengan bidang penugasan konsultan
pendamping.
2. Konsultan pendamping sudah mengikuti pelatihan pertama yang
diselenggarakan di Wisma PKBI di Jakarta. Hasil pelatihan (Berita Acara
Pelatihan) disampaikan kepada CPMU sebagai laporan.
3. Rekomendasi terhadap kebutuhan pelatihan untuk peningkatan
kapasitas konsultan dan Pemda.
4. Dokumentasi kegiatan dan hasil pelatihan dan lokakarya: proceedings,
foto, daftar peserta, materi dan lainnya yang relevan.

IV. LAPORAN KEMAJUAN DWI-MINGGUAN


1. Laporan kemajuan dwi-mingguan terdiri dari dua bagian yaitu: (i)
ringkasan dan (ii) deskripsi rinci mengenai kemajuan pelaksanaan
kegiatan.
2. Ringkasan dibuat dalam format tabel, disesuaikan dengan rencana
kerja triwulanan dengan menambahkan kolom deviasi antara rencana
dan realisasi disertai dengan keterangan dan tindak lanjut.
3. Deskripsi menjelaskan mengenai proses pelaksanaan kegiatan, analisa
terhadap peran Pemda, kemajuan dan hasil kegiatan, kendala yang
dialami oleh Pemda dan Konsultan serta rencana (kesepakatan) untuk
penyelesaian (tindak lanjut), keberhasilan dan pelajaran yang dapat
diambil, dan rekomendasi.
4. Lampiran berupa dokumen pendukung kegiatan: berita acara,
notulensi dan absensi pertemuan/konsultasi, materi presentasi, foto-
foto (gambar), laporan dan hasil yang diproduksi oleh Pemda terkait
dengan pendampingan yang dilakukan oleh konsultan serta dokumen
lainnya yang relevan.
V. LAPORAN KEMAJUAN BULANAN DAN TRIWULANAN
1. LAPORAN KEMAJUAN BULANAN mencakup:
• Ringkasan mengenai pencapaian Pemda dalam agenda pembaruan
• Rekapitulasi terhadap laporan dwi-mingguan
• Deskripsi mengenai isu-isu utama, tindak lanjut dan rencana
penyelesaiannya
• Rekomendasi dan tindak lanjut
• Lampiran berupa dokumentasi hasil pendampingan konsultan dan
pencapaian Pemda: berita acara, notulensi dan absensi
pertemuan/konsultasi, materi presentasi, foto-foto (gambar),
laporan dan hasil yang diproduksi oleh Pemda terkait dengan
pendampingan yang dilakukan oleh konsultan serta dokumen
lainnya yang relevan.

2. LAPORAN KEMAJUAN TRIWULANAN mencakup


• Ringkasan (dalam bentuk tabel, sesuai dengan agenda pembaruan)
mengenai pencapaian Pemda dalam agenda pembaruan
• Uraian terhadap pencapaian rencana kerja triwulanan
• Uraian mengenai pencapaian agenda pembaruan
• Deskripsi mengenai isu-isu utama dan tindak lanjutnya (sesuai
dengan isu-isu yang pernah disampaikan dalam laporan bulanan)
• Deskripsi mengenai potensi permasalahan dan rekomendasi
terhadap perubahan rencana kerja atau substansi pencapaian
agenda pembaruan
• Rekomendasi dan tindak lanjut
• Lampiran berupa dokumentasi hasil pendampingan konsultan dan
pencapaian Pemda: berita acara, notulensi dan absensi
pertemuan/konsultasi, materi presentasi, foto-foto (gambar),
laporan dan hasil yang diproduksi oleh Pemda terkait dengan
pendampingan yang dilakukan oleh konsultan serta dokumen
lainnya yang relevan.

VI. TIME-SHEET DAN PENCAPAIAN PRESTASI KERJA


1. Lembar ini disampaikan oleh konsultan kepada CPMU dalam format
tertentu. Lembar ini menjadi alat bagi CPMU dalam memantau kinerja
konsultan. Format time-sheet dapat dilihat pada lampiran.
2. Time-sheet ini harus ditandatangani oleh PMU sebagai bentuk
pertanggungjawaban PMU dalam memonitor kinerja konsultan.
VII. BUKU HARIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
1. Buku Harian Pelaksanaan Pekerjaan merupakan bentuk pencatatan
terhadap segala kegiatan konsultan pendamping selama
penugasannya yang disertai dengan berbagai dokumentasi
pendukungnya. Buku ini mencatat jenis kegiatan dan waktunya, pihak-
pihak yang ditemui, aspek-aspek yang dibicarakan serta hasilnya,
permasalahan yang ditemui dan aspek-aspek lainnya yang relevan.
Berbagai dokumentasi terkait dengan kegiatan tersebut dilampirkan
bersama dengan buku harian tersebut.

2. Buku harian ini disampaikan bersamaan dengan laporan dwi-


mingguan.

3. Metode penulisan buku harian diserahkan kepada masing-masing


Konsultan Pendamping (misalnya: diketik untuk kemudian dijilid, ditulis
tangan dalam buku tulis, dan lain sebagainya).

VIII. LAPORAN SEWAKTU-WAKTU (OCCASIONALLY)


1. Laporan sewaktu-waktu (occasional) merupakan jenis laporan yang
bersifat insidental berdasarkan kegiatan tertentu atau permintaan dari
CPMU.
2. Laporan bersifat ringkas (kurang dari 5 halaman) dan langsung
difokuskan kepada isu atau aspek yang perhatian pada saat itu.

IX. LAPORAN AKHIR


1. Laporan tahunan merupakan laporan menyeluruh mengenai hasil
pendampingan Konsultan kepada Pemda selama satu tahun
penugasan.
2. Laporan tahunan setidaknya melingkupi: pencapaian agenda
pembaruan oleh Pemda, pencapaian rencana kerja dan deviasinya,
gap antara kondisi awal (pada saat baseline) dengan kondisi saat ini,
permasalahan selama satu tahun penugasan dan penyelesaiannya,
faktor-faktor yang mendukung keberhasilan dan ketidakberhasilan,
pembelajaran (lesson learned), serta rekomendasi untuk tindak lanjut
pelaksanaan pendampingan dan pembaruan.
3. Draft laporan akhir disampaikan pada minggu ke-3 akhir penugasan
serta dipresentasikan kepada Pemda, CPMU, EA dan Bank Dunia untuk
mendapatkan masukan. Laporan akhir Final disampaikan pada minggu
ke-2 Bulan September 2009 kepada CPMU.
FORMAT LAPORAN BASELINE

TABEL BASELINE PEMBARUAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH

KABUPATEN/KOTA: ________________________, STATUS TANGGAL:

(Untuk hal-hal yang bersifat spesifik, disesuaikan dengan rencana tindak pembaruan pengelolaan keuangan daerah masing-masing
kabupaten/kota)

NO. INDIKATOR KONDISI SAAT INI KONDISI PADA AKHIR KETERANGAN


PROYEK
A. KERANGKA HUKUM DAN KELEMBAGAAN
Penerbitan Perda mengenai Prinsip-prinsip Pengelolaan Keuangan
daerah, yang sesuai (compliance) dengan PP No. 58/2005
Penerbitan Peraturan (SK) Kepala Daerah tentang Sistem dan Prosedur
Penyusunan dan Pelaksanaan APBD, yang sesuai (compliance) dengan
peraturan pemerintah pusat dan mengandung aspek-aspek pembaruan
pengelolaan keuangan daerah yang tercantum dalam rencana tindak
B. KELENGKAPAN DAN REALISASI ANGGARAN
Peraturan Kepala Daerah (atau SK) yang menyatakan bahwa:
1.
1. (i) Pembukaan Rekening Bank, untuk menerima atau menyerap dana
publik, hanya dapat dilakukan dengan otorisasi Kepala Daerah
(ii) Setiap Kepala SKPD harus menyerahkan laporan triwulanan
kepada BPKD/Dinas Keuangan dan Kepala Daerah dengan
mencantumkan: nama, lokasi dan saldo dari semua rekening bank atas
nama SKPD/PejabatSKPD terkait

2. Pengalokasian sejumlah persentase APBD untuk mendukung


kegiatan-kegiatan yang diusulkan melalui proses perencanaan
pembangunan yang partisipatif ( diusulkan bahwa persentase pada
awal proyek adalah 5 % dan menjadi 10 % pada akhir proyek)
2. a. Pemberian otorisasi kepada pejabat pemerintah daerah untuk
membuat revisi APBD atau target tengah-tahun dengan syarat masih
berada dalam batasan keuangan yang telah ditentukan sebelumnya,
serupa dengan otorisasi yang diberikan kepada pejabat pemerintah di
tingkat pusat

b. Peraturan daerah yang menjelaskan secara spesifik mengenai kriteria


untuk pengeluaran (pembelanjaan) yang dibiayai dari Belanja Tidak
Tersangka (contingency budget) serta prosedur yang mengatur
otorisasi dan komitmen penggunaan dana tersebut
C. PELAKSANAAN DAN PEMANTAUAN ANGGARAN
1. Penerbitan SK (atau Peraturan) Kepala Daerah yang mensyaratkan
bahwa Kepala SKPD harus mengeluarkan Laporan Pertanggung-jawaban
Tahunan kepada Kepala Daerah, dengan salinan dikirim kepada
Bawasda/Inspektorat, sesuai dengan peraturan yang berlaku
NO. INDIKATOR KONDISI SAAT INI KONDISI PADA AKHIR KETERANGAN
PROYEK
2. Laporan Pertanggung-jawaban Tahunan tersebut harus memuat
pernyataan bahwa seluruh pendapatan yang terkumpul dan sumbangan
yang diterima langsung disimpan ke dalam rekening bank milik Kas
Daerah yang sudah mendapatkan otorisasi (hal ini tidak berlaku untuk
BUMD)
3. a. Pemberian instruksi kepada Bagian Keuangan untuk melakukan
rekonsiliasi secara periodik dan menyeluruh terhadap rekening kas yang
meliputi catatan akunting, rekening koran, dan bukti-bukti penerimaan
dana (baik yang sementara maupun actual)

b. Perbaikan fungsi ‘check and balances’ pada Kas Daerah dengan


cara menghentikan praktek yang menempatkan Kas Daerah dengan
fungsi yang sama dengan Bank Pembangunan Daerah (BPD)

c. Penerbitan SK (atau Peraturan) Kepala Daerah mengenai


pemisahan fungsi secara jelas antara Bagian Keuangan (yang
seharusnya bertanggungjawab untuk mengeluarkan surat perintah
membayar/SPM) dan Kas Daerah
d. Pmberian instruksi kepada Kas daerah untuk tidak menerima, menyerap
atau menyimpan uang tunai
D. PENGELOLAAN PENDAPATAN
1. Penerbitan SK (atau Peraturan) Kepala Daerah mengenai keharusan
bahwa setiap pembayaran pajak dan pembayaran lainnya harus langsung
disetorkan oleh pembayar (pajak dan lainnya) kepada rekening bank milik
pemda, kecuali untuk pembayaran-pembayaran yang nilainya kecil seperti
retribusi parkir, tiket masuk musium, dan lainnya
2. Penggunaan bukti tanda-terima (bon, dan lainnya) yang dilengkapi dengan
nomor berseri untuk setiap penerimaan yang diterima oleh pemda
E. SISTEM AKUNTING DAN PELAPORAN
1. Penerbitan SK (atau Peraturan) Kepala Daerah untuk menjamin
penyelesaian dan publikasi laporan realisasi anggaran pada paling lambat
dua bulan setelah triwulan berakhir
2. Penerbitan SK (atau Peraturan) Kepala Daerah mengenai akses publik
dan masyarakat madani mengenai rincian anggaran, informasi program,
laporan realisasi anggaran dan keuangan tahunan serta laporan
tindaklanjut audit dari SKPD terkait (yang diaudit)
F. PENINGKATAN MEKANISME KONTROL, AUDIT DAN UMPAN BALIK
Penerbitan Peraturan Daerah mengenai keharusan penyerahan salinan
laporan audit Bawasa kepada DPRD
GARIS BESAR LAPORAN PENJAJAKAN BASELINE
KABUPATEN/KOTA:
(Baseline Assessment Report, untuk bagian Deskripsi, main text tidak boleh
lebih dari 10 halaman)

1. Status Pencapaian Agenda Pembaruan Pengelolaan Daerah (status


per 1 Oktober 2008)
Diuraikan berdasarkan aspek-aspek dalam Pembaruan Pengelolaan
Keuangan Daerah. Deskripsi memuat indikator proses dan output dengan
cakupan: (i) proses/kegiatan yang telah/sedang dilakukan oleh Pemda
serta metodenya untuk mendukung pencapaian suatu aspek pembaruan;
(ii) stakeholder yang terlibat dan dinilai sesuai tingkat kepentingan dan
keefektifannya serta aktor yang memimpin aspek pembaruan tersebut
(focal point); (iii) sumber-daya yang digunakan (anggaran, pelatihan
untuk peningkatan kapasitas, dan lainnya) serta sumbernya; (iv) periode
waktu yang dapat menggambarkan perubahan perilaku (mengetahui-
memahami-melakukan); (v) kendala dan hambatan serta tindak lanjut
penyelesaiannya; (vi) pelajaran yang bisa diambil dari proses tersebut

2. Kajian terhadap Kerangka Hukum dan Kelembagaan. Fokus kepada:


(i) kesesuaian Perda dengan peraturan perundangan nasional; (ii)
(potensi) operasionalisasi Perda terkait dengan kelembagaan untuk
BPKD/Dinas Keuangan dan Bawasda/Inspektorat; (iii) aspek-aspek yang
mungkin tidak sejalan dengan peraturan perundangan nasional serta
rekomendasi untuk Pemda dalam melaksanakan aspek pembaruan
(mendorong Pemda untuk secara kreatif menjalankan aspek pembaruan).

3. Kajian mengenai Isu-isu yang bersifat Cross-cutting: (i)


transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan keuangan daerah, dan
(ii) partisipasi publik dalam perencanaan dan penganggaran.

4. Kesimpulan, Rekomendasi dan Rencana pendampingan konsultan


FORMAT RENCANA KERJA

RENCANA KERJA TAHUNAN KONSULTAN PENDAMPING


PERIODE SEPTEMBER 2008-31 AGUSTUS 2008

OUTPUT JADWAL KETERANGAN


NO. KEGIATAN KONSULTAN PENDAMPING METODE PEMDA INPUT PEMDA
KERJA MITRA KONSULTAN PEMDA B1 B2 B…

A. KERANGKA HUKUM DAN KELEMBAGAAN

B. KELENGKAPAN DAN REALISASI ANGGARAN

C. PELAKSANAAN DAN PEMANTAUAN


ANGGARAN

D. PENGELOLAAN PENDAPATAN

E. SISTEM AKUNTING DAN PELAPORAN

F. PENINGKATAN MEKANISME KONTROL, AUDIT


DAN UMPAN BALIK

Disampaikan oleh: Diketahui dan Disetujui oleh: Tanggal:

(Nama Lengkap Konsultan) (Kepala PMU)


FORMAT RENCANA KERJA

RENCANA KERJA TRIWULANAN KONSULTAN PENDAMPING

Periode: ______________________________

NO. KEGIATAN KONSULTAN PENDAMPING (Hanya OUTPUT JADWAL KETERANGAN


mencantumkan kegiatan rinci yang terkait dengan METODE PEMDA INPUT PEMDA INDIKATOR
KERJA MITRA PROSES KONSULTAN PEMDA M1 M2 M…
kegiatan dalam rencana kerja tahunan yang akan
diselesaikan dalam tiga bulan pertama)
A. KERANGKA HUKUM DAN KELEMBAGAAN

B. KELENGKAPAN DAN REALISASI ANGGARAN

C. PELAKSANAAN DAN PEMANTAUAN


ANGGARAN

D. PENGELOLAAN PENDAPATAN

E. SISTEM AKUNTING DAN PELAPORAN

F. PENINGKATAN MEKANISME KONTROL, AUDIT


DAN UMPAN BALIK

Disampaikan oleh: Diketahui dan Disetujui oleh: Tanggal:

(Nama Lengkap Konsultan) (Kepala PMU)


FORMAT LAPORAN DWI-MINGGUAN

LAPORAN DWI-MINGGUAN

NAMA KONSULTAN : _________________________________


WILAYAH KERJA : _________________________________
PERIODE PELAPORAN : _________________________________

I. RINGKASAN
NO. KEGIATAN KONSULTAN INDIKATOR PROSES TARGET OUTPUT REALISASI PENCAPAIAN OUTPUT KETERANGAN
RENCANA PENCAPAIAN KONSULTAN PEMDA KONSULTAN PEMDA
A. KERANGKA HUKUM DAN KELEMBAGAAN

B. KELENGKAPAN DAN REALISASI ANGGARAN

C. PELAKSANAAN DAN PEMANTAUAN


ANGGARAN

D. PENGELOLAAN PENDAPATAN

E. SISTEM AKUNTING DAN PELAPORAN

F. PENINGKATAN MEKANISME KONTROL, AUDIT


DAN UMPAN BALIK
II. DESKRIPSI (main text tidak boleh lebih dari 5 halaman)

1. Proses pelaksanaan kegiatan dan hasilnya (menjelaskan mengenai proses


pendampingan yang dilakukan oleh konsultan pendamping terkait dengan
pelaksanaan rencana kerja triwulan dan kegiatan yang dilakukan oleh
Pemda, ‘division of tasks’ yang jelas)
2. Analisa terhadap peran Pemda dan Stakeholders lainnya
3. Pencapaian target (input dan output) serta indikator proses (pelaksanaan
kegiatan)
4. Kendala dan tindak lanjut yang telah dilakukan untuk mengatasi kendala
yang muncul
5. Keberhasilan (prestasi) dan pembelajaran
6. Masukan dan Rekomendasi, yang mungkin dapat berpengaruh terhadap
rencana kerja konsultan
7. Lampiran (berita acara, notulensi dan absensi pertemuan/konsultasi,
materi presentasi, foto-foto (gambar), laporan dan hasil yang diproduksi
oleh Pemda terkait dengan pendampingan yang dilakukan oleh konsultan
serta dokumen lainnya yang relevan)
FORMAT TIMESHEET

LEMBAR WAKTU KERJA DAN PRESTASI

NAMA KONSULTAN : ________________________________


WILAYAH KERJA : ________________________________
PERIODE PELAPORAN : ________________________________

NO. DAFTAR KEGIATAN KONSULTAN ALOKASI WAKTU KETERANGAN

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Deskripsi mengenai Prestasi Kerja


(Hal-hal yang dirasakan sebagai prestasi kerja bagi konsultan pendamping dalam periode yang dilaporan)

Disampaikan oleh, tanggal: Diketahui dan Disetujui oleh, tanggal:

(Nama Konsultan) (Kepala PMU)

KETERANGAN:

• Alokasi waktu diisi dalam bentuk prosentase didasarkan pada hari, misal: 50 % ditulis menjadi 0.5. Diukur menurut periode
waktu pelaporan. Contoh: dalam 10 hari kerja, waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan administrasi adalah 1 hari penuh
efektif, maka ditulis 0.1.
PEMBARUAN PENGADAAN BARANG DAN JASA (PPKD)

PROCUREMENT REFORM
JENIS LAPORAN SUBSTANTIF
1. LAPORAN PENJAJAKAN BASELINE (Baseline Assessment Report), tenggat
waktu 31 Oktober 2008
2. RENCANA KERJA Pendampingan Konsultan disertai dengan indikator
pencapaian dan daftar output yang diharapkan (dari Konsultan dan
Pemda): TAHUNAN (1 September 2008 – 31 Agustus 2009) dan TIGA-
BULANAN (mulai September-November 2008)
3. LAPORAN HASIL PELATIHAN dan SOSIALISASI
4. LAPORAN KEMAJUAN DWI-MINGGUAN dan lampirannya (mulai 15-30
September 2008)
5. LAPORAN KEMAJUAN BULANAN (mulai 1-30 September 2008) dan
TRIWULANAN (mulai September-November 2008) beserta lampirannya
6. TIME-SHEET (mulai 15-30 September 2008) disertai diskripsi prestasi kerja
dan output terkait dengan kegiatan tersebut untuk periode yang
dilaporkan yang disahkan oleh Kepala PMU.
7. BUKU HARIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN (mulai 15-30 September 2008)
8. LAPORAN SEWAKTU-WAKTU yang bersifat ‘sesuai kebutuhan’
(occasionally)
9. LAPORAN AKHIR (1 September 2008-Agustus 2009)

I. LAPORAN PENJAJAKAN BASELINE mencakup:


Di dalam Laporan Baseline Konsultan Pendamping Reformasi Pengadaan,
minimal harus terdapat informasi sbb:
A. Reformasi Kelembagaan
1. Hasil review terhadap SK PAU dan substansi teknis SK tersebut, apakah
telah sesuai dengan manual reformasi pengadaan, dan rekomendasi
Konsultan
2. Hasil review terhadap Perda/Perbup/Perwal yang terkait dengan
Tupoksi instansi yang menangani reformasi pengadaan barang dan
jasa, apakah Pemda telah menetapkan instansi teknis sebagai
coordinator reformasi pengadaan, rekomendasi konsultan bagaimana

B. Reformasi Peraturan
1. Hasil review terhadap SK Rencana Tindak Reformasi Pengadaan
Barang dan Jasa, dan Rekomendasi Konsultan
2. Hasil review terhadap SK/Perda/Perbup/Perwal mengenai mekanisme
penerapan sanksi
3. Hasil review terhadap kegiatan pelelangan dengan nilai Rp. , 50 M,
apakah dilakukan dengan paska kualifikasi
4. Hasil review terhadap SK/Perbup/Perwal tentang Sistem dan Prosedur
atau petunjuk Teknis Pengadaan Barang dan Jasa terkait dengan
Keppres 80/2003 dan perubahannya
5. Hasil review terhadap mekanisme pengaduan dalam pengadaan
apakah telah dilaksanakan sesuai dengan aturan dan tepat waktu
masa penanganannya, berapa persen yang ditangani tepat waktu dan
tepat sasaran, berapa jumlah pengaduan, jenis pengaduan
6. Hasil review terhadap Perda/SK terhadap mekanisme penyampaian
dan penanganan pengaduan dalam pengadaan dan mekanisme
pencatatan pengaduan

C. Peningkatan Sistem Informasi Pengadaan


1. Hasil review terhadap publikasi informasi pengadaan, apakah informasi
pengadaan seperti rencana pengadaan, pengumuman pelelangan,
hasil evaluasi penawaran dan penetapan pemenang telah diumumkan
secara luas, melalui Koran, website, bulletin pengadaan, radio, dll
2. Hasil review konsultan pendamping terhadap substansi Buletin
Pengadaan dan rekomendasinya

D. Peningkatan system Audit, monitoring dan umpan balik dalam


pengadaan
1. Hasil review terhadap hasil audit Bawasda, apakah hasil audit Bawasda
telah dipublikasikan dalam laporan audit regular Bawasda, dan
bagaimana rekomendasinya
2. Hasil review terhadap dokumen pengadaan standar yang ada di
Pemda, apakah seluruh SKPD yang ada di Pemda menggunakan
dokumen pengadaan standar yang sama dan review terhadap
substansi dokumen pengadaan tersebut
3. Hasil review terhadap dokumen APBD di seluruh SKPD apakah terdapat
alokasi anggaran untuk publikasi informasi pengadaan dan capacity
building staf pengadaan
4. Hasil review terhadap pengumuman lelang di seluruh SKPD apakah
ada informasi pembatasan terhadap peserta lelang yang harus
terdaftar di wilayah setempat
5. Hasil review terhadap SK pelibatan WPM dalam pengadaan dan
rekomendasi konsultan
6. Hasil review terhadap hasil pengamatan WPM dan rekomendasi-nya
7. Hasil review terhadap survey tahunan, apakah Pemda telah
melaksanakan survey terhadap rekanan dan masyarakat untuk
mendapatkan response mengenai pelaksanaan pengadaan yang
dilakukan oleh Pemda
8. Hasil review terhadap harga satuan standar pemda, apakah harga
satuan tersebut telah mengikuti harga pasar? Hasil review terhadap
pelaksanaan pengadaan di Pemda, apakah penetapan pemenang di
laksanakan tepat waktu sesuai dengan jadwal pengadaan, berapa
persen yang mengalami keterlambatan
9. Hasil review terhadap kemajuan pelaksanaan pengadaan di Pemda,
apakah terdapat bagian/instansi yang memonitor pelaksanaan
pengadaan, dan berapa persen yang pengadaan tersebut selesai tepat
waktu sesuai dengan masa pelaksanaan kontrak
E. Peningkatan kapasitas Staf Pengadaan
1. Hasil review terhadap Panitia Pengadaan, apakah seluruh staf Panitia
Pengadaan telah mempunyai sertifikat keahlian pengadaan
barang/jasa pemerintah
2. Hasil review terhadap staf Bawasda, apakah seluruh staf Bawasda
telah mempunyai sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa
pemerintah
3. Hasil review konsultan pendamping terhadap program capacity
building staf pengadaan dan staf Bawasda terkait dengan perolehan
untuk sertifikat keahlian pengadaan barang/jasa pemerintah

II. RENCANA KERJA PENDAMPINGAN KONSULTAN


Rencana kerja ini terdiri dari dua bagian, yaitu: (i) Rencana Kerja
Tahunan, yang merupakan rencana pencapaian agenda pembaruan terkait
dengan penugasan pendampingan konsultan. Rencana kerja ini
menggambarkan pentahapan kegiatan dalam rangka pencapaian agenda
pembaruan. Rencana kerja tahunan ini bersifat umum, tidak rinci. Rencana
kerja ini sudah diverifikasi oleh PMU (yang berarti sudah disepakati bersama
untuk pencapaiannya); (ii) Rencana Kerja Triwulan, mulai September-
November 2008 berupa rencana kegiatan pendampingan konsultan terhadap
Pemda, bersifat rinci, dikaitkan dengan tahap-tahap dalam rencana kerja
tahunan.

A. Rencana Kerja Tahunan


1. Rencana kerja ini memuat: daftar kegiatan (disesuaikan dengan
agenda pembaruan), tenggat waktu pencapaian, output yang
diharapkan dari Pemda, jenis laporan terkait kegiatan,
penanggungjawab, dan sumberdaya yang akan dipergunakan.
2. Rencana kerja ini harus didiskusikan dan mendapatkan persetujuan
Pemda.
3. Perubahan pada rencana kerja tahunan harus berdasarkan hasil
supervisi, monitoring dan evaluasi pelaksanaan pekerjaan, yang
disepakati oleh Pemda dan termuat dalam laporan tertulis yang
disampaikan konsultan kepada CPMU.
4. Format rencana kerja tahunan dapat dilihat pada lampiran.

B. Rencana Kerja Triwulanan


1. Rencana kerja ini memuat kegiatan rinci konsultan untuk periode
penugasan tiga bulan (terkait dengan rencana kerja tahunan): daftar
kegiatan, instansi pemda yang menjadi mitra dalam melaksanakan
kegiatan tersebut, metode pelaksanaan kegiatan, jadwal dan tenggat
waktu, jenis laporan terkait kegiatan, ouput dari kegiatan tersebut
yang dihasilkan oleh Pemda dan sumberdaya yang akan digunakan.
Format rencana kerja triwulanan dapat dilihat pada lampiran.
2. Rencana kerja ini harus didiskusikan dan mendapatkan persetujuan
Pemda yang menjadi mitra.
3. Perubahan terhadap rencana kerja ini, baik berdasarkan konsultasi
maupun hasil monitoring, harus tercatat dan dilaporkan pada laporan
dwi-mingguan disertai dengan dokumen pendukungnya.

III. LAPORAN HASIL PELATIHAN DAN SOSIALISASI


Laporan ini berisikan laporan hasil pelaksanaan
sosialisasi/lokakarya/pelatihan baik yang dilaksanakan oleh CPMU, Pemda
maupun yang difasilitasi oleh Konsultan sendiri. Susbtansi laporan mencakup
:
• Penyampaian hasil pelaksanaan kegiatan, materi kegiatan, pembicara,
siapa saja yang hadir, waktu pelaksanaan
• review terhadap materi kegiatan, pembicara, waktu, yang hadir
• rekomendasi terhadap pelaksanaan kegiatan sejenis

IV. LAPORAN KEMAJUAN DWI-MINGGUAN


1. Laporan kemajuan dwi-mingguan terdiri dari dua bagian yaitu: (i)
ringkasan dan (ii) deskripsi rinci mengenai kemajuan pelaksanaan
kegiatan.
2. Ringkasan dibuat dalam format tabel, disesuaikan dengan rencana
kerja triwulanan dengan menambahkan kolom deviasi antara rencana
dan realisasi disertai dengan keterangan dan tindak lanjut.
3. Deskripsi menjelaskan mengenai proses pelaksanaan kegiatan, analisa
terhadap peran Pemda, kemajuan dan hasil kegiatan, kendala yang
dialami oleh Pemda dan Konsultan serta rencana (kesepakatan) untuk
penyelesaian (tindak lanjut), keberhasilan dan pelajaran yang dapat
diambil, dan rekomendasi.
4. Lampiran berupa dokumen pendukung kegiatan: berita acara,
notulensi dan absensi pertemuan/konsultasi, materi presentasi, foto-
foto (gambar), laporan dan hasil yang diproduksi oleh Pemda terkait
dengan pendampingan yang dilakukan oleh konsultan serta dokumen
lainnya yang relevan.

V. LAPORAN KEMAJUAN BULANAN DAN TRIWULANAN


Laporan kemajuan Bulanan Konsultan Individu, disusun berdasarkan
target rencana kerja yang telah disusun untuk 3 bulan pertama dan
seterusnya, yang mencakup:
a. Review antara rencana kerja dengan output yang dihasilkan selama 1
bulan, apakah target tercapai, dan
b. Revisi target rencana kerja untuk bulan berikutnya serta strategi
pencapaiannya
c. Pendampingan apa saja yang sudah dilaksanakan oleh konsultan
kepada Pemda
d. Siapa saja pihak-pihak terkait yang difasilitasi oleh konsultan
e. Permasalahan dan hambatan yang dialami oleh Konsultan dalam
melakasanakan rencana kerja
f. Rekomendasi dan usulan dalam mengatasi permasalahan dalam butir
e di atas.

Laporan Kemajuan Triwulanan merupakan rekapitulasi dari Laporan Bulanan,


yang disertai dengan ringkasan apa saja yang sudah dilaksanakan selama 3
bulan berjalan, permasalahan dan hambatan yang dihadapi serta
rekomendasi, dan rencana kerja untuk 3 bulan ke depan (yang dirinci per
bulan)

VI. TIME-SHEET DAN PENCAPAIAN PRESTASI KERJA


1. Lembar ini disampaikan oleh konsultan kepada CPMU dalam format
tertentu. Lembar ini menjadi alat bagi CPMU dalam memantau kinerja
konsultan. Format time-sheet dapat dilihat pada lampiran
2. Time-sheet ini harus ditandatangani oleh PMU sebagai bentuk
pertanggungjawaban PMU dalam memonitor kinerja konsultan.

VII. BUKU HARIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN


1. Buku Harian Pelaksanaan Pekerjaan merupakan bentuk pencatatan
terhadap segala kegiatan konsultan pendamping selama
penugasannya yang disertai dengan berbagai dokumentasi
pendukungnya. Buku ini mencatat jenis kegiatan dan waktunya, pihak-
pihak yang ditemui, aspek-aspek yang dibicarakan serta hasilnya,
permasalahan yang ditemui dan aspek-aspek lainnya yang relevan.
Berbagai dokumentasi terkait dengan kegiatan tersebut dilampirkan
bersama dengan buku harian tersebut.

2. Buku harian ini disampaikan bersamaan dengan laporan dwi-


mingguan.

3. Metode penulisan buku harian diserahkan kepada masing-masing


Konsultan Pendamping (misalnya: diketik untuk kemudian dijilid, ditulis
tangan dalam buku tulis, dan lain sebagainya).

VIII. LAPORAN SEWAKTU-WAKTU (OCCASIONALLY)


1. Laporan sewaktu-waktu (occasional) merupakan jenis laporan yang
bersifat insidental berdasarkan kegiatan tertentu atau permintaan dari
CPMU.
2. Laporan bersifat ringkas (kurang dari 5 halaman) dan langsung
difokuskan kepada isu atau aspek yang perhatian pada saat itu.
IX. LAPORAN AKHIR
Laporan ini berisikan pelaksanaan kemajuan pekerjaan konsultan selama
1 (satu) tahun penugasan. Apa saja yang sudah dilaksanakan, dibandingkan
dengan rencana kerja. Permasalahan yang dihadapi selama melaksanakan
pendampingan kepada Pemda dan rekomendasi pada masa yang akan
datang agar proses reformasi pengadaan barang dan jasa di Pemda berjalan
dengan baik
CONTOH FORMAT RENCANA KERJA

RENCANA KERJA TAHUNAN PEMBARUAN PENGADAAN BARANG DAN JASA

Kondisi 2008 2009


NO. INDIKATOR OUTPUT Keterangan
Saat Ini Sep Okt Nop Des Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags
A. Min. 50 % staf pengadaan, PPTK, staf Bawasda mempunyai
sertifikasi pengadaan
a. Mengumpulkan informasi/data jumlah staf Pemda yang telah
mempunyai sertifikat keahlian pengadaan
b. Mengidentifikasi Peraturan LKPP/SE Meneg Bapenas
mengenai keharusan staf pengadaan yang mempunyai
sertifikat keahlian pengadaan nasional
c. Mengumpulkan informasi data daftar Panitia Pengadaan di
seluruh SKPD
d. Mengidentifikasi staf pengadaan yang mempunyai sertifikat
keahlian pengadaan pemerintah
e. Membantu PAU dalam menyiapkan rencana program
peningkatan keahlian staf pengadaan, staf Bawasda untuk
TA. 2009
f. Membantu PAU dalam menghubungi Pelatih Pengadaan/staf
LKPP untuk dapat melatif staf Parimo
g. Membantu PAU dalam melaksanakan Pelatihan Pengadaan
(menyiapkan TOR, identifikasi staf yang akan dilatih, tempat,
dll)
B. Pemantapan Tim PAU
a. Mereview SK Pembentukan Tim PAU dan substansi SK
b. Memberikan rekomendasi terhadap SK dan substansi SK
Pembentukan Tim PAU
c. Mensosialisasikan agenda reformasi pengadaan di Tim PAU
d. Mereview Rencana Tindak Reformasi Pengadaan (yang ada
di dalam SK) yang telah ditetapkan tahun 2005
e. Memfasilitasi PAU dan atau Pemda dalam merevisi Perda
tentang Organisasi Perangkat Daerah (terkait dengan PP
41/2007) untuk memasukkan Tupoksi PAU ke dalam salah
satu instansi/bagian yang ada di Pemda
C. Min. 75 % dari pengaduan dapat ditangani dengan tepat dan
sesuai dengan tanggang waktu-nya, dan dipublikasikan serta
terdapatnya daftar sanksi
a. Memfasilitasi PAU dalam menyiapkan SOP mekanisme
peyampaian dan penanganan pengaduan khususnya yang
terkait dengan pengadaan barang/jasa
b. Memfasilitasi PAU dalam mensosialisasikan SOP mekanisme
peyampaian dan penanganan pengaduan khususnya yang
terkait dengan pengadaan barang/jasa
c. Mengidentifikasi data pengaduan yang terkait dengan
pengadaan barang/jasa dan penanganannya pada setiap
Kondisi 2008 2009
NO. INDIKATOR OUTPUT Keterangan
Saat Ini Sep Okt Nop Des Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags
SKPD
d. Memfasilitasi PAU dalam menyiapkan daftar pengaduan dan
penanganannya yang terkait dengan pengadaan barang/jasa
e. Memfasilitasi PAU dan Humas/Dinas Infokom untuk
mempublikasikan daftar pengaduan dan penanganannya
yang terkait dengan pengadaan barang/jasa
f. Memfasilitasi PAU dalam melaksanakan Survey Tahunan
untuk mengetahui tanggapan rekanan dan masuyarakat
terhadap pengadaan yang dilaksanakan oleh Pemda di TA
2008
D. Terdapatnya Buletin Pengadaan yang terbit Triwulanan
a. Memfasilitasi PAU dalam menyiapkan Format Buletin
Pengadaan volume 1
b. Memfasilitasi PAU dalam mengumpulkan daftar pengumuman
pemenang kontrak, lingkup kegiatan, nilai pagu, nilai kontrak,
dll
c. Memfasilitasi PAU dalam menyiapkan daftar kemajuan
pelaksanaan paket-paket kegiatan yang dilaksanakan selama
TA 2008
d. Memfasilitasi PAU dalam mempublikasikan harga satuan
terkontrak untuk pekerjaan fisik dan barang
e. Memfasilitasi PAU dalam mempublikasikan rencana
pengadaan untuk TA. 2009
E. Min 75 % dari penawaran dapat ditetapkan kontraknya secara
tepat waktu
a. Mengumpulkan data paket kegiatan yang dilelangkan di
seluruh SKPD
b. Memfasilitasi PAU dalam memonitor proses pengadaan di di
masing2 SKPD
c. Bekerja sama dengan WPM dalam memonitor jadwal
pelaksanaan pengadaan di masing2 SKPD
F. Kegiatan pengadaan dapat diaudit oleh Bawasda/Inspektorat
dan dilaporkan secara regular oleh Bawasda
a. Memfasilitasi PAU dalam menyiapkan Revisi Tupoksi
Bawasda dalam bentuk SK Walikota/Bupati/Perda untuk
menambahkan fungsi Bawasda dalam mengaudit proses
pengadaan
b. Memfasilitasi PAU dalam mensosialisasi Tupoksi Baru
Bawasda
c. Memfasilitasi PAU untuk mempublikasikan hasil audit regular
Bawasada
G. Pelibatan WPM dalam Proses Pengadaan
a. Memfasilitasi PAU untuk sosialisasi pelibatan WPM dalam
proses pengadaan barang/jasa
Kondisi 2008 2009
NO. INDIKATOR OUTPUT Keterangan
Saat Ini Sep Okt Nop Des Jan Peb Mar Apr Mei Jun Jul Ags
b. Memfasilitasi PAU dalam menyiapkan TOR, format
pengamatan WPM, metode perekrerutan
c. Memfasilitasi PAU dalam seleksi WPM
d. Memfailitasi PAU dalam mempublikasikan hasil pengamatan
WPM di dalam Buletin pengadaan
H. Mereview dokumen lelang standar yang ada di tiap SKPD,
apakah seluruh SKPD menggunakan dokumen pengadaan
yang sama
I. Mereview substansi dokumen pengadaan yang digunakan di
SKPD apakah terdapat Pasal/ atau aturan yang membatasi
peserta lelang atau ketidaktransparanan, dll
J. Mereview pengumuman lelang, apakah terdapat informasi
yang membatasi peserta lelang
K. Mereview mekanisme penerapan sanksi yang sudah
diberlakukan di Pemda
FORMAT TIMESHEET

LEMBAR WAKTU KERJA DAN PRESTASI

NAMA KONSULTAN : ____________________________________________


WILAYAH KERJA : ____________________________________________
PERIODE PELAPORAN : ____________________________________________

NO. DAFTAR KEGIATAN KONSULTAN ALOKASI WAKTU KETERANGAN

1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.

Deskripsi mengenai Prestasi Kerja


(Hal-hal yang dirasakan sebagai prestasi kerja bagi konsultan pendamping dalam periode yang dilaporan)

Disampaikan oleh, tanggal: Diketahui dan Disetujui oleh, tanggal:

(Nama Konsultan) (Kepala PMU)

KETERANGAN:

• Alokasi waktu diisi dalam bentuk prosentase didasarkan pada hari, misal: 50 % ditulis menjadi 0.5. Diukur menurut periode
waktu pelaporan. Contoh: dalam 10 hari kerja, waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan administrasi adalah 1 hari penuh
efektif, maka ditulis 0.1.
69SOP Individual Consultant UIDP

CHECKLIST PEMERIKSAAN HASIL KERJA KONSULTAN


(untuk CPMU dalam memberikan rekomendasi kepada PPK setelah pemeriksaan)
BIDANG : ________________________________________
Periode Penugasan : ________________________________________
Nama Konsultan : ________________________________________
Wilayah Kerja : ________________________________________
Kepala PMU : ________________________________________
NO. JENIS LAPORAN TGL TERIMA KELENGKAPAN KONSISTENSI KUALITAS REKOMENDASI PEMERIKSA
1. LAPORAN PENJAJAKAN BASELINE L TL K TK J S B
Ringkasan L TL K TK J S B
Diskripsi L TL K TK J S B
Hasil Kajian L TL K TK J S B
Rekomendasi L TL K TK J S B
Lampiran L TL K TK J S B

2. RENCANA KERJA TAHUNAN L TL K TK J S B


3. RENCANA KERJA TRIWULANAN L TL K TK J S B
4. LAPORAN HASIL PELATIHAN L TL J S B

5. LAPORAN DWI-MINGGUAN
Ringkasan L TL K TK J S B
Diskripsi L TL K TK J S B
Rencana monitoring dan Tindak Lanjut L TL K TK J S B
Lampiran L TL K TK J S B

KETERANGAN
L : Lengkap K : Konsisten J : Jelek
TL : Tidak lengkap TK : Tidak Konsisten S : Sedang
B : Bagus
REKOMENDASI : DIKEMBALIKAN atau DITERIMA

LOAN-4786 IND & GRANT PHRD TF-53555 – URBAN SECTOR DEVELOPMENT REFORM PROJECT
70SOP Individual Consultant UIDP

Standar Penulisan Laporan

1. Font Arial Narrow 12


2. Spasi 1,5
3. Jarak antar paragraph 0
4. Jilid Ring Plastik Hitam
5. Cover laporan
a. Untuk draft cukup dengan kertas biasa (hitam putih)
b. Untuk final Soft cover berwarna
i. Procurement : Kuning
ii. FM : Hijau
iii. GCB : Biru
6. Apabila diperlukan dan memungkinkan, isi laporan berwarna (misal
untuk foto, Tabel, Gambar dan lain sebagainya)

LOAN-4786 IND & GRANT PHRD TF-53555 – URBAN SECTOR DEVELOPMENT REFORM
PROJECT
71SOP Individual Consultant UIDP

LAMPIRAN III
FORM PEMBAYARAN

LOAN-4786 IND & GRANT PHRD TF-53555 – URBAN SECTOR DEVELOPMENT REFORM
PROJECT
72SOP Individual Consultant UIDP

Form 1.

Kepada Yth.:

Pejabat yang Melakukan Tindakan yang Mengakibatkan Pengeluaran


Anggaran
Belanja, Satuan Kerja Pembinaan dan Pengembangan Program Cipta Karya
Kegiatan Penyusunan, Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan dan
Strategi
Jl. Pattimura No. 20 Kebayoran Baru, Jakarta – Selatan

Dengan Hormat

Perihal : Permintaan Pembayaran Invoice ke…………….atas


Pekerjaan:
Konsultan Individu Bidang…………………..Wilayah
Kabupaten/Kota …………………..Urban Institutional
Development Program (UIDP) PHRD Grant No. TF.053555-IND

_____________________________________________________________________

Sehubungan dengan Kontrak No…………………………


tanggal………..Pekerjaan: Konsultan Individu Bidang…………………….wilayah
Kabupaten/kota…………….. Urban Institutional Development Program (UIDP)
PHRD Grant No. TF.053555-IND, kami mohon untuk dibayarkan dalam mata
Uang Rupiah sebesar Rp………………………….(…………………rupiah).

Mohon dibayarkan sejumlah tersebut diatas melalui:

Bank :
Alamat :
Nomor Rekening :
Nama :

Demikian disampaikan, atas kerjasamanya diucapkan terima kasih.

Hormat kami,

LOAN-4786 IND & GRANT PHRD TF-53555 – URBAN SECTOR DEVELOPMENT REFORM
PROJECT
73SOP Individual Consultant UIDP

(nama individu konsultan)

Form 2

No……….

KWITANSI

Sudah terima dari : KEPALA SATUAN KERJA/KUASA PENGGUNA


ANGGARAN
PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN PROGRAM CIPTA
KARYA,
DEPARTEMEN PEKERJAAN UMUM

Banyaknya uang :………………………Rupiah

Untuk pembayaran :Invoice ke…………Pekerjaan: Konsultan Individu


Bidang………….Urban Institutional Development Program
(UIDP) PHRD Grant No. TF.053555-IND Sesuai Kontrak
No……………….tanggal…………..

Rp…………….,-

Jakarta,………………..

Meterai

(Nama konsultan individu)

LOAN-4786 IND & GRANT PHRD TF-53555 – URBAN SECTOR DEVELOPMENT REFORM
PROJECT
74SOP Individual Consultant UIDP

Form 3

DIREKTORAT JENDERAL CIPTA KARYA


CENTRAL PROJECT MANAGEMENT UNIT – URBAN SECTOR
DEVELOPMENT REFORM PROJECT
Jalan Pattimura No.20, Kebayoran Baru – Jakarta Selatan
12110, Telp/Faks(021) 727-96578

BERITA ACARA PEMERIKSAAN DAN SERAH TERIMA LAPORAN


BULANAN
No. /BA/CPMU-USDRP/…/2008

Pada hari ini …….. tanggal ………. bulan ……. tahun ………., kami yang
bertandatangan dibawah ini:
1. Tim CPMU-USDRP
Alamat : Jl……..
2. Nama :
Jabatan : Konsultan Individu Bidang……………….
Lokasi Proyek :
Alamat : Jl. ………..

Kedua belah pihak bersama-sama telah mengadakan pemeriksaan dan


Serah Terima Laporan bulanan ke……….untuk Pekerjaan konsultan individu
Urban Institutional Development Program (UIDP) bidang………………wilayah
kabupaten/kota ……………….. berdasarkan Kontrak Kerja Nomor :
………………………, tanggal ………2008
Sebagai hasil pemeriksaan (terlampir) dan serah terima Laporan Bulanan
Pekerjaan Konsultan Individu Urban Institutional Development Program
(UIDP). Telah selesai dikerjakan, sehingga dapat diterima oleh CPMU-USDRP.

Jakarta, ……………….2008
1. CPMU-USDRP
N Tim CPMU-USDRP Jabatan Tanda Tangan
o
(diisi dengan ketentuan
dibawah ) *)

2. Konsultan
N Nama Jabatan Tanda Tangan
o
1 ………… ………………

LOAN-4786 IND & GRANT PHRD TF-53555 – URBAN SECTOR DEVELOPMENT REFORM
PROJECT
75SOP Individual Consultant UIDP

*)Untuk tim CPMU USDRP konsultan menyesuaikan sebagai berikut


Bidang pengadaan Barang dan Jasa
1. Muhammad Reva S, ST (ketua)
2. Agus Nefo Ssi
3. Sunarjo S.Sos
Bidang Keuangan Daerah
1. Bambang Sukamto (ketua)
2. …
3. ……
Bidang Pengembangan Kapasitas Kelembagaan
1. Bhima Dananjaya, ST (ketua)
2. Bernardi Heryawan, ST
3. Endah T Widowati , SE
Bidang Transparansi Partisipasi dan Akuntabilitas
1. Elkana Catur H, ST (ketua)
2. Yuke Ratnawulan, ST
3. ISmet Ali

LOAN-4786 IND & GRANT PHRD TF-53555 – URBAN SECTOR DEVELOPMENT REFORM
PROJECT
76SOP Individual Consultant UIDP

4. Form 4

KOP PROJECT MANAGEMENT UNIT (PMU) USDRP


KAB/KOTA

Nomor : ………
Kab/Kota, tanggal/bulan/200x
Lampiran : ----

Kepada Yth
Ketua CPMU USDRP
Di Jakarta

Perihal : Rekomendasi Hasil Pemeriksaan Laporan Konsultan


Individu Bidang …. Di Kab/Kota…..

Sehubungan dengan penugasan Saudara ….. sebagai Konsultan Individu


Bidang ….. di Kabupaten/Kota….., maka bersama ini kami informasikan
bahwa kami telah menerima dan memeriksa pekerjaan dari konsultan
bersangkutan pada bulan ……...
Dari hasil pemeriksaan kami terhadap laporan yang dibuat, maka perlu kami
beritahukan bahwa laporan tersebut kami nilai telah memenuhi hal-hal yang
diatur dalam Kerangka Acuan Kerja. Adapun beberapa hal yang perlu
ditindaklanjuti oleh konsultan antara lain ;
1. (diisi sesuai hasil temuan PMU dalam laporan)
2. dll
Demikian kami sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima
kasih.

Project Management Unit


Urban Sector Development Reform
Project
Kab/Kota….

…………………………..
Ketua

LOAN-4786 IND & GRANT PHRD TF-53555 – URBAN SECTOR DEVELOPMENT REFORM
PROJECT
77SOP Individual Consultant UIDP

Tembusan :
1. PPK Penyusunan, Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan dan Strategi, Dit
Bina Program
2. Ketua Procurement Anchor Unit/Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah/ ….
(diisi sesuai dengan instansi mitra masing-masing konsultan individu)
3. Pertinggal

LOAN-4786 IND & GRANT PHRD TF-53555 – URBAN SECTOR DEVELOPMENT REFORM
PROJECT