Anda di halaman 1dari 7

LAPORAN PENDAHULUAN KONSEP DASAR LANSIA

A. Definisi Lansia 1. Penuaan ( menjadi tua ) didenifisikan sebagai waktu dari lahir sampai keadaan saat ini seorang individu hidup, sebagaimana diukur dalam satuan khusus. Tua didefinisikan sebagai telah hidup untuk waktu yang telah lama dan umumnya sinonim dengan istilah negatif, seperti kuno,antik. (Jaime L.Stockslager, 2008 ) 2. Menurut Nugroho (2000) menua adalah menghilangnya secara perlahan-lahan kemampuan untuk memperbaiki diri atau mengganti atau mempertahankan fungsi normalnya sehingga tidak dapat bertahan terhadap infeksi dan memperbaiki kerusakan yang diderita.

B. Batasan Lansia Menurut Organisasi Kesehatan Dunia ,lanjut usia dikelompokkan menjadi: 1. Usia pertengahan (middle age), ialah kelompok usia 45 sampai 59 tahun. 2. Lanjut usia (elderly) : antara 60 dan 74 tahun. 3. Lanjut usia tua (old) : antara 75 dan 90 tahun 4. Usia sangat tua (very old) : diatas 90 tahun

C. Faktor-faktor yang mempengaruhi ketuaan Faktor-faktor yang mempengaruhi ketuaan adalah (Nugroho, 2000:19): 1. Hereditas = ketuaan genetik 2. Nutrisi 3. Status kesehatan 4. Pengalaman hidup 5. Lingkungan 6. Stres

D. Teori Proses Menua

1. Teori-Teori Biologi a. Teori Genetik dan Mutasi (Somatic Mutatie Theory) Menurut teori ini menua telah terprogram secara genetik untuk spesiesspesies tertentu. Menua terjadi sebagai akibat dari perubahan biokimia yang diprogram oleh molekul-molekul/DNA dan setiap sel pada saatnya akan mengalami mutasi. Sebagai contoh yang khas adalah mutasi dari selsel kelamin. (terjadi penurunan kemampuan fungsional sel). b. "Pemakaian dan Rusak" kelebihan usaha dan stres menyebabkan sel-sel tubuh lelah (terpakai). c. Reaksi dari kekebalan sendiri (Auto Immune Theory) Di dalam proses metabolisme tubuh, suatu saat diproduksi suatu zat khusus. Ada jaringan tubuh tertentu yang tidak tahan terhadap zat tersebut sehingga jaringan tubuh menjadi lemah dan sakit. d. Teori "Immunologi Slow Virus" (Immunology Slow Virus Theory) Sistem immun menjadi efektif dengan bertambahnya usia dan masuknya virus ke dalam tubuh dapat menyebabkan kerusakan organ tubuh. e. TeoriStres Menua terjadi akibat hilangnya sel-sel yang biasa digunakan

tubuh.Regenerasi jaringan tidak dapat mempertahankan kestabilan lingkungan internal, kelebihan usaha dan stres menyebabkan sel-sel tubuh lelah terpakai. f. Teori RadikalBebas Radikal bebas dapat terbentuk di alam bebas, tidak stabilnya radikal bebas (kelompok atom) mengakibatkan oksidasi oksigen bahan-bahan organik seperti karbohidrat dan protein.Radikal ini menyebabkan sel-sel tidak dapat regenerasi. g. Teori RantaiSilang Sel-sel yang tua atau usang, reaksi kimianya menyebabkan ikatan yang kuat, khususnya jaringan kolagen.Ikatan ini menyebabkan kurangnya elastis, kekacauan, dan hilangnya fungsi.

h. TeoriProgram

Kemampuan organisme untuk menetapkan jumlah sel yang membelah setelah sel-sel tersebut mati.

2. Teori Kejiwaan Sosial a. Aktivitas atau Kegiatan (Activity Theory) 1) Ketentuan akan meningkatnya pada penurunan jumlah kegiatan secara langsung. Teori ini menyatakan bahwa pada lanjut usia yang sukses adalah mereka yang aktif dan ikut banyak dalam kegiatan sosial. 2) Ukuran optimum (pola hidup) dilanjutkan pada cara hidup dari lanjut usia. 3) Mempertahankan hubungan antara sistem sosial dan individu agar tetap stabil dari usia pertengahan ke lnjut usia. b. Kepribadian berlanjut (Continuity Theory Dasar kepribadian atau tingkah laku tidak berubah pada lanjut usia. Teori ini merupakan gabungan dari teori di atas. Pada teori ini menyatakan bahwa perubahan yang terjadi pada seseorang yang lanjut usia sangat dipengaruhi oleh tipe personality yang dimilikinya. c. Teori Pembebasan (Disengagement Theory) Teori ini menyatakan bahwa dengan bertambahnya usia, seseorang secara berangsur-angsur mulai melepaskan diri dari kehidupan sosialnya atau menarik diri dari pergaulan sekitarnya. Keadaan ini mengakibatkan interaksi sosial lanjut usia menurun, baik secara kualitas maupun kuantitas sehingga sering terjadi kehilangan ganda (Triple Loos), yakni : 1) Kehilangan peran (Loos of Role) 2) Hambatan kontak sosial (Restraction of Contact and Relation Ships) 3) Berkurangnya komitmen (Reduced commitment to Social Mores and Values)

E. Perubahan-perubahan yang terjadi pada lansia 1. Perubahan-perubahan Fisik Meliputi perubahan dari tingkat sel sampai ke semua sistem organ tubuh diantaranya sistem pernafasan, pendengaran, penglihatan, kardio vaskuler,

sistem pengaturan temperatur tubuh, sistem respirasi, muskuloskletal, gastrointestinal, genitourinaria, endokrin dan integumen Keterangan Jumlah sedikit, ukurannya banyak (berkurangnya jumlah cairan, atrofi otak, proporsi protein di otak, otot, ginjal, darah dan hati) Berat otak menurun 10-20%, hubungan persyarafan cepat menurun, lambat dalam respon dan waktu untuk Sistem saraf bereaksi, khususnya dengan stres, mengecilnya saraf panca indera. Sistem Presbiakusis, membran tympani atropi menyebabkan pendengaran otosklerosis, serumen mengeras karena meningkatnya keratin. Sistem Lensa suram, hilangnya daya akomodasi, sfingter pupil timbul penglihatan sklerosis sehingga hilang respon terhadap sinar Elastisitas dinding aorta menurun, katup jantung menebal dan Sistem menjadi kaku, tekanan darah meninggi diakibatkan oleh kardiovaskular meningkatnya resistensi dari pembuluh darah perifer Sistem Temperatur tubuh menurun (hipotermia) secara fisiologik pengaturan 35C ini akibat metabolisme yang menurun, keterbatasan reflek temperatur menggigil dan tidak dapat memproduksi panas yang banyak tubuh sehingga terjadi rendahnya aktivitas otot. Sel Sistem respirasi Otot napas kaku dan kehilangan kekuatan, ukuran alveoli melebar dan jumlahnya berkurang, paru kehilangan elastisitas.

Sistem Peristaltik lemah, mudah konstipasi, asam lambung menurun, gastrointestinal nafsu makan menurun. Sistem genitourinaria Sistem endokrin Kapasitas menurun sampai 200 ml, aliran darah menurun sampai 50% Produksi dari hampir semua hormon menurun.

2. Perubahan-perubahan mental Faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan mental a. Pertama-tama perubahan fisik, khususnya organ perasa b. Kesehatan umum c. Tingkat pendidikan d. Keturunan (Hereditas) e. Lingkungan

f. Gangguan saraf panca indera, timbul kebutaan dan ketulian g. Gangguan gizi akibat kehilakngan jabatan h. Rangkaian dari kehilangan, yaitu kehilangan hubungan dengan temanteman dan family i. Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik : perubahan terhadap gambaran diri, perubahan konsep diri.

Perubahan mental terdiri dari: a. Perubahan fisik b. Kesehatan umum c. Tingkat pendidikan d. Keturunan e. Lingkungan

3. Perubahan psikososial a. Pensiun b. Merasakan sadar akan kematian c. Perubahan dalam cara hidup d. Ekonomi e. Penyakit kronis dan ketidakmampuan f. Gangguan gizi g. Gangguan pancaindera h. Hilangnya kekuatan dan ketegapan fisik

4. Perkembangan Spiritual a. Agama atau kepercayaan makin terintegrasi dalam kehidupannya (Maslow, 1970). b. Lansia makin matur dalam kehidupan keagamaannya, hal ini terlihat dalam berfikir dan bertindak dalam sehari-hari. (Murray dan Zentner, 1970).

F. Permasalahan Pada Lanjut Usia Berbagai permasalahan yang berkaitan dengan pencapaian kesejahteraan lanjut

usia antara lain (Setiabudhi,1999: 40 - 42): 1. Permasalahan Umum : a. Makin besarnya jumlah lansia yang berada di bawah garis kemiskinan. b. Makin melemahnya nilai kekerabatan sehingga anggota keluarga yang berusia lanjut kurang diperhatikan, dihargai dan dihormati. c. Lahirnya kelompok masyarakat industri. d. Masih rendahnya kuantitas dan kualitas tenaga profesional pelayanan lanjut usia. e. Belum membudaya dan melembaganya kegiatan pembinaan kesejahteraan lansia. 2. Permasalahan khusus : a. Berlangsungnya proses menua yang berakibat timbulnya masalah baik fisik, mental maupun sosial. b. Berkurangnya integrasi sosial lanjut usia. c. Rendahnya produktivitas kerja lansia. d. Banyaknya lansia yang miskin, telantar dan cacat. e. Berubahnya nilai sosial masyarakat yang mengarah pada tatanan masyarakat individualistik. f. Adanya dampak negatif dari proses pembangunan yang dapat mengganggu kesehatan fisik lansia. G. Penyakit yang sering dijumpai pada lansia Menurut "The national Old People's Welfare Council" Di Inggris mengemukakan bahwa penyakit atau gangguan umum pada lanjut usia ada 12 macam, yakni (Nugroho, 2000: 42): 1. Asam urat 2. Depresi mental 3. Gangguan pendengaran 4. Bronkitis kronis 5. Gangguan pada tungkai / sikap berjalan 6. Gangguan pada koksa / sendi panggul 7. Anemia 8. Demensi

DAFTAR PUSTAKA

Boedhi- Darmojo, R & Martono, H. 2000 .Buku ajar Geriatri ( Ilmu kesehatan Lanjut Usi. Jakarta : FKUI Heraweni, N. 1999.Mekanisme Koping. ( makalah ) . Fakultas Ilmu Keperawatan UI Hurlock, E, B. 2001. Psikologi Perkembangan:Suatu Pendekatan sepanjang rentang kehidupan. Jakarta : Erlangga Nugroho, W . 2000. Perawatan Lansia. Jakarta : EGC Mutadin. 2002. Konsep koping. Dibuka pada situs http://www.koping.html Prayetni.1999. Konsep Koping dalam pelayanan keperawatan.Majalah

Keperawatan Bina Sehat Edisi September November no. 001/PPNI/1999 Samino, 2003.SikapHidup Dihari senja.Jakarta : Salemba Medika