Anda di halaman 1dari 4

PRAKTIKUM FARMAKOGNOSI-FITOKIMIA Nama/NRP : 1. Arifatul M. Nur 2. Mayela L. Amriani 3. Claudencya N. Wea 4. Helmiy Andrianto 5.

Wong Mei Ly Golongan/kelompok : V/ 5 Tanggal praktikum : 10 April 2014 Materi Praktikum : Isolasi dan Identifikasi Asam Usnat (2443012148) (2443012171) (2443012182) (2443012245) (2443012268)

1. Tujuan Praktikum Tujuan dari praktikum ini adalah dapat mengisolasi dan mengidentifikasi metabolit sekunder yang berkhasiat dari tanaman Usnea sp yaitu asam usnat. 2. Dasar Teori Tumbuhan memiliki banyak kandungan senyawa kimia yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan obat. Terkadang, banyak penyakit yang tidak dapat disembuhkan dengan obat kimia melainkan dapat disembuhkan dengan obat alami dari tumbuhan. Asam usnat adalah salah satu jenis asam yang diperoleh dari lumut kerak genus Usnea, juga dapat diperoleh dari lumut kerak lain dari genus Ramalina (Usneaceae) dan Cladonia (Cladoniaceae). Di Indonesia jenis jenis tanaman Usnea hanya diperoleh di daerah pegunungan pada ketinggian 1000 meter. Usnea tumbuh secara epifit pada cabang kayu. Berbagai jenis Usnea banyak digunakan sebagai obat untuk berbagai penyakit di berbagai negara termasuk Indonesia. Cara isolasi dari senyawa ini (asam usnat) diawali dengan proses soxhletasi. Soxhletasi Merupakan suatu cara ekstraksi dengan alat soxhlet. Pada cara ini pelarut organik dan tempat simplisia terpisah. Prinsipnya adalah penyarian berulang-ulang sehingga penyarian lebih sempurna dengan pelarut yang lebih sedikit. Asam usnat

termasuk kedalam golongan polifenol. Dalam proses ekstraksi untuk

penarikan

senyawa polifenol dilakukan dengan teknik sokletasi. Pemilihan teknik di dasarkan pada karakteristik senyawa yang akan di murnikan. Dalam hal ini asam usnat cukup stabil dalam pemanasan, dan di tinjau dari perasalatanya cukup sederhana. Mengenai pelarut yang di gunakan untuk penarikan senyawa polifenol ini menggunakan pelarut polar. Hal tersebut dilakukan karena kebanyakan dari senyawa fenolat adalah polar. Selain itu sifat dari pada senyawa yang akan di murnikan bersifat polar. Adapun klasifikasi dari tanaman yang digunakan : Divisi Subdivisi Kelas Sub kelas Ordo Familia Genus Spesies Nama daerah : Thalophyta : Lichenes : Ascholichenes : Hymenoascolichenes : Lecanorineae : Usneaceae : Usnea : Usnea sp : Kayu angin, Talus kayu angin

Kandungan senyawa : Asam usnat dan senyawa-senyawa depsida seperti asam barbatolat, asam usnetin, dan asam barbatin Bagian yang digunakan adalah seluruh Talus berbentuk benang, pada umumnya bulat memanjang, bercabang-cabang berwarna abu-abu sampai biru kehijauan pucat Khasiat : Astringen, antibakteri Gambar senyawa asam usnat

Setelah melakukan ekstraksi maka akan di peroleh Ekstrak, ekstrak yang di peroleh kemudian di lakukan pengujian lanjutan dengan menggunakan metode KLT. Hal ini dilakukan untuk memastikan keberadaan senyawa polifenol yang terdapat dalam

sampel, yang sebelumnya telah dilakuka pemisahan dengan metoda sokletasi. Pemilihan metode KLT didasarkan pada kemudahan dalam melaksanakannya dan dalam pertimbangan waktu juga. Untuk perbandingan berdasarkan literature adalah sebagai berikut : Untuk fase geraknya menggunakan fase gerak : Kloroform-etil asetat-asam formiat (0,5:9:0,5) dan penampak noda: pereaksi FeCl3 10%.

3. Alat dan Bahan Alat : Seperangkat alat soxhlet Beaker glas Timbangan analitis Gelas ukur Pipa kapiler Chamber Bahan : Simplisia Usnea kering Asam usnat Aseton Kloroform Kertas saring N-hexana

4. Cara Kerja a. Prosedur 1 1) Timbang serbuk Usnea kering sebanyak 150 gram, soxhletasi dngan nhexane selama 2 jam 2) Diamkan filtrate hasil soxhletasi selama 1 hari 3) Kristal yang didapat, dimurniksn dengan aseton 4) Gunakan sistem kromatografi lapis tipis dan senyawa pembanding untuk memastikan identitas dan memeriksa kemurnian isolate yang diperoleh.

b. Prosedur 2 1) Timbang lebih kurang 25 gram serbuk Usnea sp 2) Soxhletasi dengan 250 ml aseton selama 2 jam 3) Lakukan standarisasi terhadap ekstrak yang dihasilkan 4) Uapkan filtrat yang diperoleh sampai didapat residu yang kental 5) Residu digojok dengan 25 ml kloroform dalam corong pisah (2x) 6) Saring larutan kloroform dan uapkan hingga kloroform habis 7) Tambahkan 3 ml aseton ke dalam labu untuk melarutkan residu 8) Tuangkan campuran ke dalam Erlenmeyer kecil yang bersih dan kering Tambahkan aseton secukupnya untuk membilas residu yang masih terdapat dalam labu 9) Simpan larutan aseton dalam lemari pendingin sampai terbentuk Kristal 10) Saring Kristal yang terbentuk pada kertas saring yang telah ditara 11) Bilas Kristal dengan etanol dingin, kemudian keringkan dalam oven 500C 12) Timbang Kristal dan hitung rendemennya 13) Gunakan sistem KLT dan senyawa pembanding untuk memastikan idntitas dan memeriksa kemurnian isolat yang diperoleh