Anda di halaman 1dari 7

I.

PENDAHULUAN

Gangguan pendengaran pada anak perlu dideteksi seawal mungkin mengingat pentingnya peranan fungsi pendengaran dalam proses perkembangan bicara. Fungsi pendengaran dan perkembangan bicara & bahasa sudah termasuk dalam program evaluasi perkembangan anak secara umum yang dilakukan oleh profesi di bidang kesehatan mulai dari tingkatan Posyandu. (1) dentifikasi gangguan pendengaran pada anak secara awal dengan cara pengamatan reaksi anak terhadap suara atau tes fungsi pendengaran dengan metode dan peralatan yang sederhana! perlu difahami oleh semua profesi di bidang kesehatan yang banyak menghadapi bayi dan anak. "okter Puskesmas! petugas Posyandu atau bidan di klinik bu dan #nak perlu mengetahui cara identifikasi gangguan fungsi pendengaran secara awal dan kondisi klinis yang perlu dicurigai akan mengakibatkan gangguan pendengaran. $ntuk membantu program penanganan awal ! identifikasi awal gangguan pendengaran dan bagaimana proses perkembangan bicara pada anak perlu ditingkatkan dengan penyuluhan atau seminar kepada para orang tua .(1) II. IDENTIFIKASI %rang tua memegang peran yang sangat penting dalam deteksi dini. %rang tua yang &'eli& akan menangkap tanda( tanda bayi ) anak kurang memberikan reaksi terhadap suara disekitarnya dan akan segera datang ke klinik guna evaluasi pendengaran! tanpa menunggu usia anak lebih besar. *eterlambatan diagnosis disebabkan masih adanya anggapan bahwa anak tidak memberikan respons terhadap suara karena faktor usia atau karena anak yang kurang perhatian akan menyebabkan tertundanya diagnosis secara dini. +eberapa orang tua masih belum memahami masalah gangguan pendengaran pada anak secara awal! karena masih adanya anggapan bahwa anak masih belum responsif terhadap suara karena anak , -cuek&! &bandel& atau karena faktor usia anak masih belum mengerti bagaimana harus memberi respons terhadap stimulus suara. #nggapan tersebut mengakibatkan tertundanya diagnosis lebih awal karena sikap -menunggu& sampai usia anak dianggap mampu memberikan respons atau dapat dilakukan tes pendengaran. (.) /iwayat kecurigaan gangguan pendengaran oleh orang tua merupakan informasi yang sangat berharga dalam diagnosis masalah gangguan pendengaran pada anak(anak. 0isalnya! anak sama sekali tidak ada respons terhadap stimulus suara kecuali yang keras atau anak memberikan respons karena dibantu input visual. #tau anak tidak ada respons bila dipanggil! tetapi ada respons terhadap suara(suara lain seperti iklan atau lagu(lagu anak di 12 yang disukainya . /espons anak terhadap stimulus dilingkungan yang sudah terbiasa di rumahnya sendiri dengan orang(orang disekitarnya yang sudah dikenalnya dengan baik dapat memberikan informasi yang berharga mengenai kondisi pendengarannya pada anak yang pemalu! penakut yang mungkin tidak ada respons pada saat dilakukan tes di klinik audiologi.(.) Riwayat / anamnesa respons anak terha ap ran!san! s"ara #$% nformasi dari orang tua dengan tuntunan anamnesa yang cermat mengenai respons anak terhadap rangsang suara dilingkungan sehari(hari dirumah dan kemampuan vokalisasi dan cara pengucapan kata(kata anak sangat membantu menilai masalah gangguan pendengaran dan perkembangan bicara(bahasa pada anak. $sia 3(4 bulan , #pakah bayi kaget kalau mendengar suara yang sangat keras 5 #pakah bayi yang sedang tidur terbangun kalau mendengar suara keras 5 $sia 4(6 bulan , usia 4 bulan apakah anak mulai mampu menoleh kearah datangnya suara diluar lapangan pandang mata 5 #pakah anak mulai mengoceh di usia 7(6 bulan 8ebelum usia 6 bulan apakah anak mampu menoleh langsung ke arah sumber suara diluar lapangan pandang mata 5 $sia 6(9 bulan. #pakah anak mampu mengeluarkan suara dengan nada yang naik :turun atau monoton sa'a 5

$sia 9(1; bulan. #pakah anak menoleh bila ada suara dibelakangnya 5 #pakah anak mampu menirukan beberapa 'enis suara 5 #pakah anak sudah mampu mengucapkan suara konsonan seperti -beh&! -geh& ! -deh&! -ma& $sia 1;(.4 bulan. #pakah dia mendengar bila namanya dipanggil dari ruangan lain 5 #pakah anak memberikan respons dengan bervokalisasi atau bahkan datang kepada anda 5 *ata(kata apa sa'a yang mampu diucapkan 5 #pakah kualitas suara dan cara pengucapannya normal 5.

nformasi yang diperoleh dari orang tua mengenai respons anak terhadap suara dan kemampuan berbicara disertai dengan penilaian kwalitas vokalisasi dan bicara dapat di perkirakan dera'at dan onset gangguan pendengaran anak. 8uara anak yang melengking tinggi tanpa bisa mengontrol kekerasan suara dan hanya mampu mengeluarkan suara huruf hidup! kemungkinan anak mengalami gangguan pendengaran dera'at berat se'ak dilahirkan. #pabila kualitas suaranya lebih baik kemungkinan gangguan pendengaran ter'adi kemudian setelah anak mampu berbicara. III. &E'ALA#$()% *urang responsif terhadap suara : suara yang ada disekitarnya , vacuum cleaner! klakson mobil! petir. #nak kelihatannya kurang perhatian terhadap apa yang ter'adi disekitarnya! kecuali yang bisa dinikmati dengan melihat. #nak tidak mudah tertarik dengan pembicaraan atau suara(suara yang ada disekelilingnya. <enderung berusaha melihat muka lawan bicara dengan tu'uan mencari petun'uk dari gerak bibir dan ekspresi muka guna mendapat informasi tambahan apa yang diucapkan . #nak kurang responsif apabila dia'ak bicara tanpa diberi kesempatan melihat muka lawan bicara. 8ering minta kata(kata diulang lagi =awaban yang salah dengan pertanyaan atau perintah sederhana. *esulitan menangkap huruf mati) konsonan. #nak hanya memberikan respons terhadap suara tertentu atau dengan kekerasan tertentu. #nak memberikan respons yang tidak konsisten pada waktu yang berbeda! kemungkinan mengalami gangguan pendengaran yang hilang timbul sebagai akibat otitis media serosa. %rang tua sering menganggap karena anak -cuek& atau -bandel&! hanya memberikan respons kalau anak sedang mau sa'a. *esulitan menangkap pembicaraan didalam ruangan yang ramai. #nak dengan gangguan pendengaran ringan atau sedang masih mampu menangkap pembicaraan dilingkungan yang ribut seperti di kelas atau dirumah dengan suara(suara 12 yang cukup mengganggu. #nak dengan pendengaran yang normal mempunyai kemampuan mengatasi kesulitan di lingkungan mendengar yang sulit $capan anak yang sulit dimengerti merupakan salah satu kemungkinan anak mengalami gangguan pendengaran. >al ini disebabkan anak tidak mampu menangkap semua elemen pembicaraan dengan 'elas sehingga anak akan mengalami kesulitan meniru ucapan dengan betul dan baik. #nak 'uga akan mengalami gangguan pola berbicara yang sering rancu dengan masalah intelegensinya +icara anak lemah atau bahkan terlalu keras. >al ini menun'ukkan bahwa anak tidak mendengar suaranya sendiri. #nak yang bicaranya pelan kemungkinan mengalami tuli konduktif karena anak dapat menangkap suaranya sendiri melalui 'alur hantaran tulang sekalipun hantaran udaranya mengalami gangguan. #nak dengan tuli sensorineural akan berbicara lebih keras supaya bisa menangkap suaranya sendiri.

*emampuan berbicara dan pemahaman kata(kata terbatas. #nak dengan gangguan pendengaran akan mengalami penurunan kemampuan mendengar dan memahami arti kata(kata sehingga menghambat proses perkembangan bicara. ?ilai di sekolah menurun atau dibawah rata(rata kelas. 0asalah tingkah laku! baik disekolah maupun dirumah. TES PENDEN&ARAN#)%

I*.

1es pendengaran dapat dilakukan dengan pengamatan perilaku anak terhadap stimulus suara (+ehavioral %bservation #udiometry )+%# ). Pada prinsipnya metode tes pendengaran pada anak dibedakan men'adi tes yang sub'ektif berdasarkan pada pengamatan perilaku anak terhadap rangsang suara ( behavioral observation audiometry! visual re(inforcement audiometry ) dan tes yang non behavioral atau obyektif dengan menggunakan alat elektrofisologik ( #uditory brainstem response ) #+/! #uditory 8teady 8tate /esponse ) #88/ ! %toacoustic @mission ) %#@ ). Perubahan perilaku anak terhadap stimulus suara tergantung pada beberapa faktor antara lain faktor usia! status mental yang mencakup kondisi mental anak! kemauan melakukan tes! rasa takut! status neurologik yang berhubungan dengan perkembangan motorik dan persepsi. ?eonatus akan memberikan respons yang lebih spontan terhadap stimulus suara dengan intensitas tinggi ( 117 d+ ). "engan semakin bertambahnya usia! spontanitas respons terhadap suara menurun tergantung pada kemauan anak. 1es behaviour cukup dapat memberikan nilai ketepatan! efisiensi dan obyektif! cukup menyenangkan bagi anak( anak! cukup efisien dari segi waktu dan biaya. Prinsip dasar tes +%# dapat dilakukan dengan conditioning atau tanpa conditioning ! tergantung pada faktor usia . 1es +%# sederhana yang sering dilakukan di klinik bu dan #nak adalah dengan menggunakan benda ) mainan yang berbunyi seperti bel! terompet. a% +,A non -on itionin! 1ehnik +%# sudah lama dikembangkan untuk evaluasi pendengaran anak(anak usia kurang dari 1A bulan. 1ehnik yang non conditioning hanya berdasarkan pada hasil observasi reaksi perilaku anak terhadap rangsang bunyi. 1idak ada ketentuan yang khusus mengenai penilaian reaksi bayi terhadap rangsang suara. 0etode sederhana dilakukan untuk screening pendengaran pada neonatus yaitu dengan mengamati refleks 0oro atau refleks startle. Prosedur tes dapat dilakukan dengan stimulasi suara pada waktu bayi sedang tidur didalam boB)tempat tidur bayi di ruangan yang sunyi. 8ebaiknya tanpa selimut sehingga gerakan(gerakan anggota tubuhnya dapat diamati lebih 'elas. 1idak ada definisi yang khusus mengenai reaksi bayi terhadap suara. /espons bayi terhadap stimulus suara yang selama ini dipakai adalah berupa respons motorik gerakan berupa sentakan tangan atau kaki! tangan terangkat kesamping! 'ari('ari tangan mengembang! kaki terangkat dan kepala tergerak ke arah belakang . Pada bayi dengan pendengaran normal! refleks startle timbul pada intensitas yang agak tinggi yaitu sekitar A7 d+ 8PC. "engan intensitas yang lebih tinggi , 137(117 d+ 8PC dapat menimbulkan refleks auro(palpebral berupa kedipan mata atau mata lebih terpe'am pada saat mata tertutup sebagai respons terhadap stimulus suara.

/espons perilaku non conditioning lain yang bisa diamati adalah perubahan ritme gerakan(gerakan tertentu yang sedang dilakukan anak pada saat pemberian stimulus bunyi. 0isalnya pada bayi saat menghisap susu ! tiba(tiba berhenti atau sebaliknya 'ustru frekuensi menghisapnya men'adi lebih cepat. Pengamatan respons pada tes +%# perlu dipertimbangkan perkembangan anak secara keseluruhan baik dari segi kepekaan menangkap suara dan perkembangan motoriknya. @wing (1946)! pertama kali melakukan tes pendengaran pada bayi dengan menggunakan noise makers yang dibagi men'adi ; kriteria , kriteria distraksi! kooperatif dan kriteria respons. 1ernyata pemberian signal frekuensi 4333 >D lebih mudah menimbulkan respons dan kemampuan melokalisasi arah suara lebih baik setelah usia E bulan. 1es @wing! merupakan tes distraksi dengan mengamati respons anak berupa menolehnya kepala tanpa conditioning dengan menggunakan E 'enis stimulus yang diberikan pada 'arak 1 m di belakang anak! yaitu, 1. .. ;. 4. 7. E. +unyi , F psss(psss F untuk menggambarkan suara frekuensi tinggi 8uara frekuensi rendah , F uuh( uuh G 8uara sendok dan cangkir ( white noise ) 8uara remasan kertas ( frekuensi E333 >D ) 8uara bel (frekuensi puncak .333 >D ) 0ainan -giring(giring& ( frekuensi puncak 4333 >D )

Pada prinsipnya ada 4 'enis stimulus yang dipakai untuk refleks orientasi bayi terhadap suara, 8uara manusia atau kata(kata ( live voice ) +unyi alat musik , perkusi ( genderang ) !bel! triangle. #lat tiup , 1.3(1933 >D 8uara(suara yang mudah dikenal , bunyi decak mulut! ketukan pintu! remasan kertas atau plastik

'enis Intensitas +ola ping( pong diisi E butir beras pan'ang 43 d+ 8PC 13 cm dibelakang telinga anak diberi tangkai untuk pegangan! tangkai diputar(putar secara perlahan 1erompet 133 d+ 8PC 13 cm dibelakang telinga anak Plastik diremas. 43 d+ 8PC 13 cm dibelakang telinga 0enggesek tepi cangkir dengan sendok 4333 >D 0engetuk dasar cangkir dengan sendok 933 >D 8uara mulut -sssssG 4333 >D 8uara mulut -oe(oe(oeG .73 >D 0ainan dari karet yang berbunyi 4333 >D ! E3 d+ 8PC ditekan ( sHueeDe toys ) .%. +,A en!an -on itionin!

+%# dengan conditioning , 2/#! 1/%<#! 2/%<# merupakan prosedur tes pendengaran anak dengan menggunakan re(inforcer untuk meningkatkan respons dan lebih memotivasi anak memberikan reaksi terhadap stimulus bunyi. *arakteristik re(inforcer adalah pengalaman sensorik yang menyenangkan atau aktivitas permainan yang diberikan dalam waktu yang pendek. 2isual /einforcement #udiometry ( 2/#) 2/# merupakan tes pendengaran yang sangat bermakna apabila dilakukan oleh audiologis yang terlatih dan berpengalaman. 13 . Prinsip 2/# adalah menilai berpalingnya kepala anak terhadap stimulus suara denganconditioning. $ntuk re(inforcer dapat menggunakan lampu berkedip(kedip! mainan yang di beri iluminasi lampu atau manual dengan menggunakan sarung tangan berbentuk boneka. 17. 8elain itu dapat 'uga cara dengan memberikan san'ungan misalnya dengan acungan 'empol! tepuk tangan atau menelus tangan)pipi ( pengalaman dengan elusan pipi sangat bermanfaat pada kasus dengan kelainan ganda ) yang membuat anak senang bahwa dia sudah melakukan tugasnya dengan baik. Fungsi pendengaran anak usia 1(; tahun dapat dinilai dengan metode 2/# dengan hasil yang sangat bermakna. Prinsip dasar tes 2/# adalah reinforce respons behavioral ( gerakan menolehnya kepala terhadap suara dengan frekuensi spesifik disertai upah)hadiah)penghargaan secara visual dengan mainan atau lampu yang berkedip. #nak diusahakan tertarik ke arah bunyi dengan memberikan reinforce secara visual apabila anak menoleh ke arah sumber bunyi. Frekuensi dan intensitas diubah(ubah untuk mendapatkan ambang pada beberapa frekuensi. Gerakan kepala anak menoleh ke arah sumber bunyi dikenal dengan refleks orientasi. 1angible /einforcement %perant <onditioning #udiometry ) 1/%<# dan 2ariant /einforcement %perant <onditioning #udiometry )2/%<# merupakan prosedur tes pendengaran untuk anak(anak usia .4 : ;E bulan. Prinsip dasar 1/%<# dan 2/%<# ! anak harus menekan tombol setiap kali mendengar rangsang bunyi./einforcement yang dipakai apabila anak memberikan respon dengan benar menggunakan obyek nyata misalnya kismis atau cereal bergula yang diatur unit 1/%<# apabila respons yang diberikan benar anak akan menekan tombol dan kismis akan keluar dari dispenser yang sudah tersedia. Penilaian fungsi pendengaran anak dengan pengamatan respons terhadap rangsang suara sangat tergantung pada beberapa faktor, 1. .. ;. 4. 7. E. #mbang pendengaran $sia anak dan pengalaman anak pernah mendengar rangsang suara yang sama Perkembangan anak secara umum 8tatus mental *ondisi anak pada saat pengamatan) tes pendengaran =enis stimulus yang dipakai

Prose "r tes -on itionin! pa a anak "sia pra/ seko0ah @valuasi audiologik anak usia prasekolah tetap memakai dasar metode re(inforcement dengan menilai respons behavioral. /espons motorik diubah dengan tetap mempertahankan kematangan fungsi motorik dan kognitif! penggunaan re(inforcement berperan untuk mempertahankan perhatian dan motivasi selama tes audiometri 1ehnik conditioning dilakukan dengan suara yang agak keras ( suprathreshold ) agar anak memahami 'enis stimulus. /espons dapat dilakukan dengan bermain seperti memasukkan kelereng kedalam kotak khusus atau menyusun mainan setiap kali mendengar stimulus suara. *euntungan cara tersebut adalah apabila anak memberikan respons

yang positif palsu (anak memberikan respons padahal tidak ada stimulus )! dapat dikoreksi dengan cara mengambil kembali mainan yang sudah dimasukkan! sehingga anak mengerti bahwa dia telah melakukan respons yang salah. Pada anak dengan kecurigaan gangguan pendengaran dera'ad sedang ( berat berdasarkan anamnese ( di rumah tidak respons terhadap suara apapun )! maupun dari hasil tes sound field! pemberian contoh stimulus melalui vibrator (vibrotactile conditioning ) dapat membantu anak lebih mudah memahami stimulus suara pada tes audiometri nada murni. A" iometri .ermain / p0ay a" iometry #nak yang cukup kooperatif ! mau pakai headphone dan bisa dia'arkan bagaimana memberikan respons apabila mendengar suara dapat dilakukan metode audiometri nada murni seperti tes pada orang dewasa. >anya metode respons apabila mendengar suara dilakukan dengan mainan! seperti memasukkan kelereng ke dalam boks setiap mendengar suara. Tes 1"n!si persepti1 pa a anak/anak 1es diskriminasi kata(kata pada anak(anak mempunyai nilai yang tinggi untuk mengetahui kemampuan reseptif pendengaran anak! tanpa dipengaruhi oleh kemampuan ekspresifnya. #nak(anak usia ..7 tahun atau lebih umumnya sudah cukup matang mengenal kata(kata. #kan tetapi untuk tes kata(kata dengan menggunakan headphone anak( anak belum bisa! sehingga umumnya menggunakan tehnik ucapan langsung dan dengan menggunakan sound level meter . +ahan tes berupa gambar :gambar yang dapat dipilih dari perbendaharaan kata anak sesuai dengan perkembangan anak secara individu. +ila kemampuan berbicara anak terbatas! tetapi sudah mampu mengenal nama beberapa benda dengan menggunakan gambar! dapat dipakai metode word intelligibility by picture identification test ( I P ) dengan tehnik closed set dengan cara menun'uk gambar dengan benar. #pabila anak sudah mampu berbicara dapat dipakai metode open set. 1es diulang dengan setiap kali menurunkan intensitas suara . 1es diskriminasi kata yang sederhana untuk anak dapat menggunakan materi tes berupa gambar(gambar yang mudah dikenal oleh anak(anak. %rang tua bisa membantu dengan memilih bahan tes berupa gambar(gambar yang sudah dikenal oleh anaknya. "engan menyebut nama benda dari belakang anak ( tanpa input visual ) anak diminta menun'uk gambar yang disebut atau menirukan nama benda sambil menun'uk benda yang dimaksud. *euntungan tes dengan metode seperti ini adalah! orang tua ikut menyaksikan bagaimana kemampuan anak! tidak hanya fungsi pendengaran anak! akan tetapi 'uga kemampuan anak mengenal nama(nama benda yang memerlukan integritas yang lebih tinggi . KESI2PULAN Gangguan pendengaran pada anak perlu dideteksi seawal mungkin mengingat pentingnya peranan fungsi pendengaran dalam proses perkembangan bicara. dentifikasi gangguan pendengaran pada anak secara awal dengan cara pengamatan reaksi anak terhadap suara atau tes fungsi pendengaran dengan metode dan peralatan yang sederhana. >asil pemeriksaan berdasarkan pengamatan tingkah laku anak terhadap stimulus suara sangat dipengaruhi oleh keterbatasan perkembangan dan kematangan bayi) anak. "engan demikian pemilihan 'enis tes +%# perlu disesuaikan dengan situasi dan kondisi masing(masing anak secara individu. Jang perlu dipertimbangkan adalah penilaian fungsi pendengaran pada anak(anak merupakan proses yang dilakukan secara berkelan'utan dan harus dipandang sebagai bagian yang integral dalam menangani gangguan pendengaran pada anak DAFTAR PUSTAKA 1. #biratno!8.F , Gangguan Perkembangan +icara dan +ahasa ditin'au dari +idang 1>1. 8eminar *eterlambatan +icara dan +ahasa pada #nak. /8 Fatmawati =akarta .E =anuari .33.

..

#biratno!8.F , "eteksi dini gangguan fungsi pendengaran dan perkembangan bicara pada anak. #namnesa dan tes pengamatan tingkah laku terhadap rangsang suara. Pelatihan "okter Puskesmas dalam upaya *esehatan telinga *omunitas. /8 >asan 8adikin : $npad +andung 17(1E 8eptember .331 +ellman!0 , >earing test in 0edicine. $niversity <ollege Condon1993 <hildren. 08c <ourse in #udiological

;. 4. 7.

0artin =.#.0 , #uditory <ommunication "isorders of <hildhood.<linical and Practical. 08c in #udiological 0edicine <ourse. $niversity <ollege Condon. 19A9