Anda di halaman 1dari 4

Keindahan Islam

Wed, 2007-04-04 12:52 — admin

ALLAH SWT berfirman yang artinya :


"Sesungguhnya agama yang diterima di sisi Allah hanyalah Islam"
[Ali Imran : 19]

Satu-satunya agama yang Allah akui kebenarannya, kesempurnaannya dan terbaik untuk
manusia adalah Islam. Sebab Islam itu ialah agama yang datang dari Allah, sedangkan
agama-agama lain adalah bikinan manusia semata-mata. Adakah sama sesuatu yang
datang dari Allah dengan sesuatu yang direka oleh manusia ? jauh, jauh sekali bedanya.

Allah adalah pencipta manusia, karena itulah Allah lah yang paling tahu tentang manusia.
Oleh karenanya aturan/agama Allah itulah yang paling lengkap dan paling sesuai dengan
kejadian semula jadi (fitrah manusia).

Diri manusia terdiri dari 3 unsur, yaitu fisik, akal dan Roh/hati/jiwa. Roh/hati/jiwa
manusia mempunyai perasaan yang Tuhan bekalkan bersamaan dengan lahirnya fisik
manusia. Indahnya Islam itu adalah dinul Islamitu sebenarnya sangat sesuai dengan fitrah
manusia, dengan kata lain sesuai dengan perasaan manusia. Apa yang hati manusia
setuju, itulah yang Allah suruh. Apa yang hati tidak setuju, itulah yang Allah larang.

Kemudian oleh Allah, Rasul diutus untuk membawa perintah untuk membenarkan apa
yang ada dalam fitrah manusia, menyuburkan apa yang telah ada. Karena itulah Islam itu
indah sebab memberi makanan pada roh. Apa yang roh kehendaki, itu yang dihidangkan
oleh Islam. Seperti makanan untuk fisik manusia, kita suka daging, tiba-tiba terhidang
daging, betapa indahnya. Kita suka ikan, dihidangkan ikan, betapa indahnya. Tapi ketika
kita ingin daging dihidangkan lauk yang kita tidak suka, tidak indah.

Mari kita sebut contoh-contohnya.

1. Yang berhubungan dengan Aqidah.

Manusia sifatnya suka menghambakan diri kepada tuannya yang menolong, melindungi
dan yang memperhatikan dirinya. Atau dengan kata lain manusia rela mengabdikan diri
kepada siapa yang dicintainya. Kalau kecintaannya itu perempuan maka ia akan menjadi
hamba pada perempuan itu. Kalau kecintaannya pada mobil mewah, maka
menghambalah ia pada mobil mewah. Kalau cintanya atau pautannya pada nafsu yakni
menurut kata nafsu, jadilah ia seorang hamba nafsu.

Tapi aneh, manusia sangat marah kalah dijuluki hamba wanita, hamba mobil atau hamba
nafsu. Fitrah menolak sekalipun sikapnya memang betul begitu. Mengapa ? Sebab fitrah
manusia ingin menjadi hamba Allah. Dan keinginan menjadi hamba selain Allah itu
bukan fitrah. Katakanlah kepada siapa saja tanpa memandang orang kafir atau Islam,
"Kamu ini hamba Allah", niscaya ia mengiyakan dan rasa senang dengan kata-kata itu
baik di mulut atau di hati. Hal ini adalah karena fitrah manusia telah Allah ciptakan untuk
menyembah-Nya dan untuk menghambakan diri kepada-Nya. Lihat firman-Nya :
"Tidak aku jadikan jin dan manusia melainkan untuk menyembah Aku"
[Az-Zaariat : 56]

Allah mau manusia menyembah-Nya dan tidak pada yang lain. Maka dijadikan fitrah
manusia itu mempunyai rasa bertuhan dan menghamba diri pada-Nya. Tanyakanlah pada
orang-orang yang menyembah Allah atau tidak menyembah Allah, adalah dia ingin
menyembah Allah dan suka pada orang-orang yang menyembah Allah. Niscaya mereka
menjawab memang suka. Suka pada pekerjaan menyembah Allah dan suka pada orang
yang melakukannya. Cuma kalau mereka tidak melakukannya, itu bukan karena benci,
atau hati tidak mengakui, tetapi karena nafsu dan syaitan menghalangi dan melalaikan
mereka. Mereka tidak kuasa melawan nafsu (yang sifatnya ego), lalu menurutinya.
Kalaulah bukan karena nafsu dan syaitan, niscaya manusia ini akan senantiasa
merindukan dan membesarkan Tuhannya dan sangat taat pada-Nya. Fitrah roh sudah
kenal Allah dan mengaku untuk menyembah-Nya. Di dalam Al-Quran ada menceritakan
hakikat ini :
"Allah bertanya kepada roh : "Bukankah Aku Tuhanmu ?" Mereka menjawab : "Betul
(Engkaulah Tuhan kami), kami menjadi saksi"
[Al A'raf : 172]

2. Yang berhubungan dengan Syariat.

2.1. Manusia ingin menambah ilmu. Ingin mencari pengalaman dan ingin pandai, dan
tidak menggantungkan hidupnya pada orang lain. Manusia tidak mau hidup beku, jahil
dan miskin papa. Itu adalah fitrah. Semua orang memilikinya walau apa pun juga bangsa
dan agamanya. Memang Allah jadikan jiwa manusia begitu kemauannya. Oleh karena itu
Allah datangkan agama Islam yang mengajar supaya manusia mengisi tuntutan fitrah itu.
Firman Allah :

Katakanlah : "Berjalanlah kamu di muka bumi, kemudian lihatlah bagaimana kesudahan


orang yan mendustakan itu."
[Al An'am : 11]

Artinya kita disuruh mengembara untuk mencari pengalaman. Rasulullah SAW bersabda:
"Menuntut ilmu wajib bagi lelaki dan wanita"
(Riwayat Ibnu Abdi Al Barri)

Sabdanya lagi :
"Tuntutlah ilmu dari buaian hingga ke liang lahad"

Begitulah yang dikatakan Islam agama fitrah. Yakni apabila sesuatu itu disukai oleh
fitrah maka Islam mendorong atau membenarkannya. Disebabkan Allah yang menjadikan
fitrah manusia itu demikian maka Allah pun datangkan cara bagaimana keinginann fitrah
itu disalurkan. Tanpa petunjuk dari Allah, nafsulah yang akan memimpin manusia untuk
melaksanakan kehendak fitrah itu secara membabi buta. Kesannya akan buruk sekali.

Misalnya apabila ilmu yang dituntut itu ilmu yang haram (ilmu sihir atau ilmu yang tidak
dikaitkan dengan tauhid dan jiwa sufi) maka ia akan membawa akibat buruk. Walaupun
adakalanya ilmu itu bersumber dari Islam, tetapi tanpa dikaitkan dengan tauhid dan
akhlak, ia akan menyebabkan manusia sombong, dengki, bakhil, pemarah, rasuah, dan
lain-lain.
Demikian juga halnya kalau mengembara yang tidak dikendalikan oleh syariah atau tidak
diniatkan karena Allah atau untuk kebaikan ia akan membawa hasil yang buruk. Sebab itu
Islam menurunkan panduan-panduan yang rapi dalam melaksanakan tuntutan fitrah itu.

2.2. Dalam mencari kekayaan yang diinginkan oleh fitrah murni manusia misalnya, Islam
tidak melarangnya. Malah Allah mendorong dengan firman-Nya :

"Apabila telah ditunaikan shalat hendaknya kamu bertebaran di muka bumi dan
hendaklah kamu cari kurniaan Allah, dan ingatlah Allah banyak-banyak moga-moga
kamu dapat kemenangan"
[Al Jumaah : 10]

Nabi SAW bersabda yang artinya :


"Berniagalah karena sembilan puluh persen dari rezeki itu ada dalam perniagaan"
Tapi mencari harta tidaklah boleh dibuat secara sewenang-wenang. Islam mengatur cara-
cara yang bersih dari riba, penipuan dan tindas-menindas, karena hal-hal yang buruk itu
bertentangan dengan fitrah. Hasilnya tidak untuk berfoya-foya, berjudi atau
membekukannya dalam bank, tapi untuk kebaikan seperti membantu fakir miskin,
membangun proyek yang memenuhi keperluan masyarakat atau membantu usaha jihad
fisabilillah. Hal ini diatur begitu rupa karena ia sesuai dengan fitrah. Sebaliknya apa yang
Islam halangi adalah bertentangan dengan fitrah.

2.3. Siapa saja, tanpa melihat apakah orang itu Islam atau yang bukan Islam suka kepada
makanan sedap; lelaki suka pada perempuan, perempuan suka pada lelaki; ingin
mempunyai badan yang sehat dan pikiran yang waras. Begitulah fitrah manusia. Kalau
keinginan fitrah ini tidak tercapai, manusia akan rasa susah dukacita dan gelisah. Allah
yang menciptakan manusai sedemikian rupa, tahu cara yang sebaik-baiknya untuk
manusia mencapai keinginan-keinginan itu, dan tahu juga cara-cara yang dapat
merusakkan manusa dalam usaha mereka mencapai keinginan-keinginan itu. Oleh sebab
itu Allah rela menurunkan petunjuk bagaimana keinginan itu bisa dipenuhi dengan
sebaik-baiknya. Islam tidak menghalangi keinginan fitrah tetapi tidak juga terlalu
membiarkan keinginan itu dipenuhi secara membabi buta. Makan sedap, misalnya,
diperbolehkan dengan syarat Jangan makan makanan yang haram atau berlebihan. Malah,
mengikuti sunnah Rasulullah SAW, sunat hukumnya makan daging seminggu sekali.

Demikian juga Islam menunaikan keinginan fitrah manusia untuk menikah. Ia memang
dianjurkan oleh Rasulullah SAW :
"Menikah itu adalah Sunnahku, siapa yang benci pada Sunnahku ini bukanlah ia dari
umatku"

Hadis lain berbunyi :


"Dua rakaat shalat orang yang menikah lebih baik dari 70 rakaat shalat orang bujang"

Demikianlah indahnya Islam. Dalam usaha mengelakkan masalah dalam perkawinan,


maka ditentukan syarat rukunnya yang wajib dipenuhi. Tanpa memenuhi syarat, rumah
tangga akan goyang dan tumbang. Islam membenarkan menikah dan mengharamkan zina.
Sebab zina akan menzalimi dan menganiaya kaum wanita. Anak hasil perzinaan yang
tidak tentu bapaknya ini akan terlunta-lunta hidupnya. Ke mana anak itu akan membawa
diri ? Hal ini tidak ada siapapun yang suka. Fitrah menolak. Sebab itulah Allah
mengharamkannya karena ia bertentangan dengan fitrah. Bagaimana tidak, seseorang
yang berzina itu akan melibatkan baik itu ibu orang atau isteri orang atau anak perempuan
orang. Siapa pun akan marah kalau keluarganya yang terlibat. Kalau begitu sanggupkah
kita berzina sedangkan kita sendiri tidak suka perkara itu terjadi dalam keluarga kita ?

Dalam Islam ada kaedah :


Tidak mudharat dan tidak memberi mudharat.
Contohnya "
1. Kawin boleh, tapi jangan dengan isteri orang.
2. Kaya boleh, tapi jangan cara mencuri atau menipu uang rakyat.

Tidak ada orang, baik itu Islam atau bukan Islam, yang menganggap zina itu baik. Kalau
terjadi juga, itu karena manusia sudah jadi syaitdan dan nafsunya sudah jahat sekali.
Namun hati kecilnya tetap menolak; artinya dia senantiasa dalam keadaan melawan hati
kecilnya. Orang ini tidak tenang hidupnya. Dia diburu rasa bersalah dan berdosa
sepanjang masa.

2.4. Akhlak yang baik, budi pekerti yang mulia yakni berbuat kebaikan sesama manusia
sehingga dapat menghibur hati manusa, semua orang suka. Bagi orang yang suka
menyakiti hati orang lain sebetulnya dia pun tidak mau orang lain menyakiti hatinya dan
suka kalau ia dihibur. Begitulah fitrah. Maka Islam agama fitrah ini datang
memerintahkan agar manusia berakhlak baik sesama manusia. Sabda Rasulullah SAW,
Sebaik-baik manusia ialah manusia yang paling banyak membuat kebaikan untuk
manusia lain.

Dengan itu, siapa saja yang berakhlak buruk dengan sesama manusia, seperti sombong,
bakhil, hasad dan lain-lain, berarti dia menentang Allah dan juga menentang fitrahnya.
Orang begini bukan saja dimurkai Allah tapi dia membenci dirinya sendiri. Hidupnya
tidak akan tenang dunia akhirat.
Kalau manusia saling mengisi fitrah, aman damailah masyarakat. Tapi apa yang terjadi
sekarang kita susahkan orang tapi minta orang jangan susahkan kita. Al hasil sengketa
semakin merata.

Begitulah uraian tentang indahnya Islam yang sesuai dengan fitrah manusia. Dan siapa
yang tidak ikut Islam artinya menentang fitrahnya. Walaupun mereka kaya-raya,
mempunyai jabatan tinggi dan banyak ilmu, tidak akan tenang hidup mereka di dunia
apalagi di akhirat. Karena bukan saja dia bermusuhan dengan Allah tapi juga bermusuhan
dengan dirinya sendiri. Pada lahirnya manusia nampak ia senang-senang tapi hatinya
hanya Allah saja yang tahu; kosong, gelisah, tersiksa, serba salah dan mudah marah.

Di Barat hari ini, orang yang kelihatan bijak pandai dan hidup senang dilaporkan banyak
yang terkena sakit jiwa. Sehingga jumlah orang yang masuk rumah sakit jiwa melebihi
jumlah orang yang masuk ke universtas dan kolej. Di Timur, umat Islam yang sudah
rusak imannya karena terlalu menuruti nafsunya sedang menghadapi hal yang sama. Cara
hidup yang mereka pilih telah menghantarkan mereka ke lembah masalah dan kesusahan.

Hanya Islam satu-satunya agama yang sistem hidupnya benar dan terbaik untuk diikuti.
Yakni kehidupan Sunnah yang telah dilaksanakan oleh Rasulullah dan Khulafaur
Rasyidin serta semua salafussoleh. Dengan mencontohi mereka, niscaya manusia akan
kembali kepada fitrah murninya dan akan bahagia di dunia dan akhirat. Antara ciri-ciri
hidup mereka adalah :
1. Beriman dan bertaqwa
2. Beribadah dan berzikir.
3. Berakhlak mulia dengan Allah dan sesama manusia.
4. Berjuang dan berjihad dengan Allah dan sesama manusia.
5. Berkorban pada jalan Allah.
6. Menuntut ilmu dunia dan akhirat untuk melaksanakannya.
7. Bekerja mencari rezeki yang halal, di samping membangunkan tamadun ummah.
8. Taat dan patuh pada Allah, pada Rasul dan pada pemimpin yang taat kepada Allah.
9. Berkasih sayang.
10. Saling membantu dalah kebaikan dan menolak kejahatan.
11. Bermaaf-maafan.
12. Bertenggang rasa di seputar masalah atau di sudut-sudut yang dibolehkan.