Anda di halaman 1dari 51

REKAYASA DAN

MANAJEMEN
INFRASTRUKTUR
Maintenance & Operation
Management System
PENGERTIAN INFRASTRUKTUR

INFRASTRUKTUR PEMBANGUNAN
Infrastruktur ekonomi:
infrastruktur fisik baik yang digunakan dalam
proses produksi maupun yang dimanfaatkan oleh
masyarakat, meliputi semua prasaranan umum
seperti tenaga listrik, telekomunikasi,
perhubungan, irigasi, air bersih dan sanitari serta
pembuangan limbah
Infrastruktur sosial:
prasarana sosial seperti kesehatan dan pendidikan
Sistem Manajemen Infrastruktur

Information Link

Chief
Plans and Operation Budgets
Programs Officer

Organization Financial
and Work Management
Management System
System

Decision Project
Suport Management
System System
Infrastruct
ure System
Operations Maintenance
Management Management
System Information Link System
Sistem Manajemen Operasi

Model Manajemen Operasi

Problem Planning Implementatio Operation and


Recognitio Process n Maintenance
n
Sistem Manajemen Operasi

Elemen Sistem Manajemen Operasi

to to
Planning Purpo Mission Plans
se

Organizin Organizati to Jobs Adaptati


g on on

to
Controllin Work Performance
g Management Auditing
Sistem Manajemen Operasi

Tujuan menghasilkan motivasi dalam operasi


Organisasi menghasilkan kapabilitas suatu
kinerja
Misi menciptakan suatu tahapan untuk kinerja
yang spesifik
Struktur pekerjaan menjamin sumberdaya
manusia siap pakai
Perencanaan mengorganisasikan pekerjaan
individu dan sub unit
Sistem Manajemen Operasi

Sistem manajemen pekerjaan memberikan


untuk memperoleh sesuatu yang paling luar
dari sistem
Audit Kinerja memungkinkan untuk
pengecekan berkelanjutan hasil keluaran dari
organisasi
Kemampuan beradaptasi dapat merubah
sesuatu jika diperlukan
Sistem Manajemen
Pemeliharaan

Pemeliharaan merupakan topik yang penting dan menerima


anggaran yang sama besar dengan biaya operasi
Pada saat ini konsep pemeliharaan dan operasi tidak berdiri
sendiri, dan lebih dikenal dengan istilah O&M (operation and
maintenance)
Tahapan Pemeliharaan: dikenal dengan istilah 3R (repair,
replacement, rehabilitation)
Operasi dan pemeliharaan harus dikoordinasikan,
pemeliharaan hanya merupakan pendukung dari operasi
akan tetapi jika pemeliharaan tidak baik maka pengoperasian
akan gagal atau kurang berhasil
Sistem Manajemen
Pemeliharaan

Definisi pemeliharaan termasuk peniliaian kondisi,


inventarisasi dan manajemen pemeliharaan
(pemeliharaan pencegahan dan pemeliharaan perbaikan
atau major and corrective maintenance)
Kegiatan penilaian kondisi merupakan penghubung
antara fungsi operasi dan pemeliharaan, dan
menggambarkan mengapa fungsi tersebut harus
dikoordinasikan. Jika kondisi dimulai dengan keadaan
buruk, maka operasi akan terpengaruhi sehingga
membutuhkan jadwal perbaikan dan pemeliharaan
Sistem Manajemen
Pemeliharaan

Hubungan antara Operasional dan


Pemeliharaan
Adjust
Operatio
ns

Condition &
Operatio
Performanc
ns
e Check ?
PM &
Mino
r
Repa
ir
Facility Repair
Maintena Facilities
nce
Sistem Manajemen
Pemeliharaan
Planning-Programming-Budgeting (PPB) digunakan jika
pemeliharaan yang dibutuhkan adalah pemeliharaan
perbaikan (corrective maintenance)
Maintenance Management System (MMS): program
untuk memastikan pemeliharaan pemeliharaan secara
keseluruhan dikelola dengan baik, termasuk
didalamnya adalah planning, organizing and controlling
sehingga memerlukan sistem penunjang keputusan
yang efektif
MMS terdiri dari:
 Condition assessment

 Preventive maintenance

 Major and corrective maintenance

 Decision Support System


Sistem Manajemen
Pemeliharaan

Strategi pemilihan pemeliharaan yang efektif


adalah dengan identifikasi dan analisis yang
sistematik dari strategi yang tersedia., seperti:
 Hanya mengerjakan pemeliharaan yang kritis saja
 Memperbaiki fasilitas yang jelek dahulu
 Menggunakan praspesifikasi siklus pemeliharaa
 Memperbaiki komponen-komponen dengan
kerusakan yang beresiko tinggi
 Menggunakan pemeliharaan pencegahan
 Membandingkan keuntungan ekonomi dari
strategi pemeliharaan tersebut.
Sistem Manajemen
Pemeliharaan

Inventarisasi dan penilaian kondisi


Elemen dasar Sistem Informasi
Inventarisasi Kondisi/Kinerja
Unit, seperti segmen jalan, Tingkat kondisi sekarang &
jembatan, pipa tanggal
Tipe material Persentase kapasitas terpakai
Lokasi Sejarah perbaikan
Dimensi fisik Jenis perbaikan
Biaya/nilai awal Biaya perbaikan
Departemen yang bertanggung Tanggal perbaikan
jawab Trend kinerja
Sumber dana
Sistem Informasi
Operasi dan Pemeliharaan

Fasilitas sistem informasi pemeliharaan diawali


dengan inventarisasi data base lokasi dan
pencatatan data dalam sistem tersebut. Seluruh
investasi fisik masuk dalam data base tersebut.
Data base tersebut dapat dihubungkan dengan
manajemen keuangan melalui beberapa variasu
sistem pencatatan properti (salah satu contoh
AWWA water suply utilities). Di Indonesia belum
dilakukan.
Sistem Informasi yang ada di Indonesia (jalan)
adalah IRMS, URMS, KRMS Toll Maintenance
Manajemen System
Latar Belakang Strategi Regulasi dan
Undang-undang Infrastruktur
KRISIS

Desentralisasi Pemberdayaan Regulasi Ekonomi untuk


Masyarakat Manajemen Sektor

Isu Kebijakan dan Reformasi Isu Kebijakan dan Reformasi Isu Kebijakan dan Reformasi Terkait
Terkait Terkait - Memperkuat mekanisme pasar
- Perlindungan Konsumen & persaingan
- Restrukturisasi Sektor
- Sistem perencanaan & - Forum infrastruktur / forum
- Rasionalisasi kewajiban
anggaran pembangunan daerah pelayanan, penetapan harga &
- Transfer: pendanaan, staf, - Transparansi dalam kebijakan subsidi
aset Pemerintahan - Penyelesaian perselisihan yang
- Peningkatan Kapasitas - Konsultasi masyarakat dapat diandalkan
Sumber Daya Manusia - Memperkuat pengawasan oleh - Privatisasi
- Sistem Pemantauan badan yang dipilih masyarakat - Pengurangan resiko dan
- Penetapan fungsi penyediaan - Ombudsman (pejabat yang peningkatan kelayakan kredit
pelayanan ditunjuk untuk investigasi - Pengurangan dan manajemen
- Persyaratan kinerja dan keluhan warga terhadap kewajiban bersyarat (contingent
hubungan pendanaan instansi pemerintah) liabilities)
- Pemanfaatan sumber daya
- Reformasi pelayanan
ekonomi secara efektif:
masyarakat pengeluaran anggaran
- Pemeliharaan aset didasarkan atas manfaat
Strategi Regulasi dan Undang-Undang Infrastruktur
ekonomis dan target penurunan
kemiskinan
Peran Pihak Swasta dalam Pembangunan
Infrastruktur

Peran serta pihak swasta dalam pembangunan


dan pengelolaan infastruktur diperlukan untuk
 pelaksanaan restrukturisasi setiap sektor
melalui peningkatan kompetisi (misalnya
telekomunikasi)
 mengantisipasi keterbatasan anggaran
pemerintah.
Peran Pihak Swasta dalam Pembangunan
Infrastruktur

Kondisi pasar keuangan tidak memungkinkan


peningkatan partisipasi swasta, karena:
 Nilai tukar Rupiah tidak stabil;

 Ketidakpastian kemampuan dan kemauan


pengguna pelayanan untuk membayar;
 Resiko politik yang tinggi dan ketidakpastian
hukum karena pemerintah dinilai kurang
menghormati kewajiban-kewajiban dalam kontrak;
 Proses penyelesaian perselisihan yang kurang
memuaskan, persepsi perlakuan yang tidak adil,
dan permasalahan keuangan dari pihak swasta
yang bersangkutan.
Kebutuhan Undang-undang
Infrastruktur

Pengurangan resiko regulasi bagi pemberi pinjaman


akan mengurangi cost of capital secara berarti.
Keuntungan ekonomis (meningkatkan investasi,
penurunan biaya investasi, pelayanan infrastruktur
dll) akan meningkat bila pemerintah memperbaiki
sistem regulasi.
Undang-undang Infrastruktur diperlukan untuk
memberikan legitimasi dan kredibilitas dalam
rangka perubahan peran pemerintah (peningkatan
peran serta masyarakat dan pengguna pelayanan)
serta lebih menghormati kewajiban-kewajiban
dalam kontrak
Kebutuhan Undang-undang
Infrastruktur

Kebutuhan Undang-undang Infrastruktur


 struktur manajemen baru yang bernuansa

desentralisasi
 mengimplementasikan struktur regulasi untuk

kelayakan kredit bagi pemerintah daerah


 memberikan dasar hukum yang jelas sesuai

prinsip-prinsip dalam Keppres No. 7/1998


tentang Kerjasama Pemerintah dan Swasta
dalam Pembangunan dan atau Pengelolaan
Infrastruktur
Regulasi
Infrastruktur/Utilitas
di Indonesia
Apa itu regulasi infrastruktur?
Mengapa perlu regulasi
sekarang?
Dasar-dasar desain Regulasi
Peran dari Badan Regulator
Apa itu Regulasi Infrastruktur?
Membangun satu sistem - yang
terpisah dari pengaruh politik - untuk
melindungi konsumen dari
penyalahgunaan hak oleh pemegang
monopoli;
Sarana pengaturan tarif menurut satu
formula yang disepakati atau satu
kebijakan;
Menyediakan mekanisme untuk
penyelesaian sengketa
Mengapa regulasi infrastruktur
sangat diperlukan di masa pasca
krisis Indonesia
Menjamin adanya kompetisi dalam penyediaan
layanan infrastruktur
Melindungi konsumen terhadap perilaku monopoli
dalam penyediaan layanan infrastruktur
Memisahkan penentuan tarif dari politik
Memungkinkan pengembalian biaya sehingga
layanan akan sinambung dan diteruskan pada
pemakai baru
Mengurangi risiko dengan mengurangi biaya modal
Apa yang dikerjakan Badan
Regulator?
Mengupayakan Memberi sanksi untuk
kinerja yang jelek
efisiensi dan
Memajukan hubungan yang
peninfkatan layanan reponsif kepada kebutuhan
Menetapkan standar langganan
kinerja Menjaga kelangsungan dan
perluasan layanan dengan
Memberi insentif peningkatan kinerja dan
untuk meningkatkan menjamin pengembalian
biaya
O&M
Memberi
penghargaan untuk
manajer yang baik
Masalah penetapan regulasi
Perlu diputuskan apakah akan dibentuk
Badan Regulator tingkat sektor atau multi-
sektor
Bagaimana keterkaitan fungsi regulasi
dengan kelembagaan dan kerangka kebijakan
untuk partisipasi swasta dalam infrastruktur
sesuai ketentuan Keppres 7/1998?
Perlu diadakan pilihan dari berbagai desain
dan strategi regulasi yang mungkin ada
Pokok-pokok
Desain Pengaturan/Regulasi

Landasan kerja yang jelas; kewenangan hukum


Penetapan wilayahh yang diatur regulator
Kejelasan hal-hal yang harus diatur regulator
Hak pihak-pihak mengajukan keberatan (appeal)
Kepakaran untuk menetapkan regulasi dan membuat
keputusan yang mengikat menurut hukum
Kewenangan untuk melaksanakan peraturan dan
keputusannya sendiri
Bentuk-bentuk Regulasi;
Hal-hal dasar yang harus diputus
Pemerintah
Independensi dari Kementerian/Departemen?
Regulasi teknis/ekonomi yang terpisah ?
Badan regulator nasional, propinsi atau sektor?
Pengendalian keuntungan dan harga; perioda peninjauan
kembali?
Memonitor hasil; Penetapan tarif yang affordable?
Kemungkinan banding thdp keputusan Regulator?
Besarnya diskresi yang dimiliki Badan Regulator? (ruang
kebebasan membuat kebijakan)
Definisi Regulator Yang Independen?
Mengambil jarak dari badan usaha yang diatur;
menghindari pertentangan kepentingan,
termasuk kesan yang mungkin timbul
Mengambil jarak dari politik untuk menghindari
penyalahgunaan bagi kepentingan politik jangka
pendek; menjaga stabilitas saat krisis
Para regulator dan staf dikecualikan dari aturan
gaji pegawai negeri; pendanaan badan regulator
harus khusus untuk menjamin kehadiran pakar
Ruang Independensi Badan
Regulator
Contoh negara yang menerapkan

Otonomi penuh dalam menetapkan keputusan; naik


banding ke pengadilan dimungkinkan - Australia, AS,
Inggris, Bolivia, Meksiko
Otonomi penuh mengambil keputusan; Tetapi dapat
naik banding ke Menteri - Argentina
Otonomi penuh, Badan Regulator mengusulkan kpd
Menteri yg mengumumkan keputusan - Jamaika
Semi-otonomi (Menteri adalah anggota Badan
Pengatur) - Chili, Kolumbia
Dasar-dasar Desain
Pengaturan/Regulasi
Keseimbangan antara keketatan dan kelenturan:
1. Tergantung badan pelaksana; Seberapa mudahkah
Pemerintah dapat mengubah sendiri peraturan?
2. Kontrak biasa; kesepakatan antara kedua pihak
3. Kontrak khusus; dapat diubah bagi penyesuaian
4. Perubahan peraturan-perundang-undangan, baik
ketetapan legislatif, maupun eksekutif
5. Keputusan eksekutif; Persetujuan legislatif tidak
diperlukan
Imbangan Independensi
dan Pertanggungan Jawab

Tanggung Jawab - Kesalahan apa dapat


terjadi?
 Regulator dapat dipengaruhi politisi;
 Kesalahan dapat terbuat;
 Inefisiensi dapat dibiarkan;
 Regulator dapat mengejar kepentingan sendiri;

Kesimpulan: Sangat sulit menjaga


keseimbangan antara independensi dan
pertanggungan-jawab
Independensi dan Pertanggungan
Jawab
Bagaimana menjamin adanya pertanggungan jawab?
Pemberhentian karena pelanggaran yang terbukti
atau karena ketidakmampuan
Mensyaratkan transparansi yang baik; harus dapat
memberikan alasan tepat untuk setiap keputusan
Pengendalian pertentangan (konflik) kepentingan
Penyediaan proses naik banding yang efektif
Keuangan diaudit akuntan yang independen
Hubungan Regulator dan Menteri
Peran dari Regulator Ekonomi

Memberi lisensi & ijin lingkup teknis


Mengatur tarif & ketentuan pengoperasian
Menetapkan standar operasional dan kinerja
ekonomi dan finansial
Memutuskan persengketaan antara operator dan
Pemerintah atau hal pengaduan konsumen
Memantau hal kepatuhan kepada ketentuan
Menerapkan sangsi terhadap pelanggaran
Hubungan Regulator dan Menteri
Peran dari Kementerian/Departemen

Perencanaan sektor dan pembuatan


kebijakan (policy), termasuk mendesain dan
melimpahkan kontrak kerjasama; project life
cycle
Menetapkan dan menegakkan kerangka
hukum, termasuk Kepmen, amendemen,
mengangkat beberapa regulator utama
Menetapkan pajak sektoral dan hal subsidi
Negosiasi antar lembaga pemerintah
Contoh-contoh desain regulator

Kerajaan Inggris - Satu Pengambil Keputusan


Amerika Serikat - Badan beberapa anggota
Argentina - Menetapkan keputusan, tetapi
keberatan dapat diajukan kepada Menteri
Jamaika - Regulator memberi rekomendasi
kepada Menteri yang mengumumkan
Negara lain - Menteri tetap berwenang dan
menetapkan semua keputusan
Kerangka Regulasi Kerajaan Inggris

Director General, Office of Water Services


Bertanggung jawab menetapkan price caps,
menetapkan insentif, memonitor keuangan
dan manajemen, menyelesaikan
persengketaan, melindungi konsumen,
menjaga standar kinerja, menetapkan
persyaratan pemberian lisensi,
mempromosikan kompetisi didalam industri
ybs.
Kerangka Pengaturan Kerajaan
Inggris
(lanjutan 1)

DG of OFWAT tidak bertanggung-jawab dalam


memberi lisensi, menetapkan struktur legal bagi
industri, penetapan standar kualitas air, maupun
dalam mengontrol keuntungan penyedia layanan
DG diangkat untuk masa jabatan tertentu oleh
Secretary of State, dan dapat diberhentikan karena
pelanggaran atau ketidakmampuan
Keputusan DG adalah final, tetapi dapat ditinjau
kembali oleh Pengadilan Tinggi
Kerangka Pengaturan Kerajaan
Inggris
(lanjutan 2)

Price caps ditetapkan setiap lima tahun;


hanya kinerja yang diatur. Keuntungan
diperoleh dari peningkatan efisiensi.
Pengembalian biaya diperoleh didalam
jangkauan price cap
Kegagalan dalam memenuhi standar
kinerja tertentu mensyaratkan badan
usaha swasta dikenakan denda ganti
rugi kepada konsumen yang terkena
Kerangka Pengaturan
Amerika Serikat dan Kanada
Komisi tingkat negara bagian atau propinsi
(beranggotakan 3 sampai 7 orang)
Bertanggung jawab atas semua regulasi
ekonomi, termasuk penetapan tarif dan
pengkajian kembali secara cermat, pemberian
sertifikat teritorial, pemonitoran, membuat
ketentuan, menegakkan peraturan, pengkajian
biaya, meng-audit keuangan dan manajemen,
memutuskan penyelesaian persengketaan
antar utilitas dan antar konsumen dengan
utilitas.
Kerangka Pengaturan Amerika
Serikat
dan Kanada (lanjutan 1)

Anggota Badan regulator dapat ditunjuk atau


dipilih, untuk masa jabatan tertentu, dan dapat
diberhentikan karena satu pelanggaran.
Keputusan yang diambil adalah final dan
didasarkan satu penelitian, dengar pendapat
masyarakat, dan dokumen; pihak-pihak terkait
dapat naik banding ke pengadilan
Terutama menggunakan rate base/rate of
return, tetapi sering digunakan metodologi lain
Kerangka Pengaturan Amerika
Serikat
dan Kanada (lanjutan 2)

Tingkat kepercayaan sangat tinggi pada


sistem ini; modal investasi swasta
senantiasa tersedia untuk menyediakan
infrastruktur di AS dan Kanada
Tarif yang ditetapkan memungkinkan
pengembalian biaya sepenuhnya, termasuk
biaya operasi dan pemeliharaan dan
perolehan pengembalian modal (rate of
return) yang memadai
Kerangka Regulasi Argentina
Sebagai bagian dari konsesi air minum
Buenos Aires, untuk mana pada tahun 1992
diundangkan satu Regulatory Law, termasuk
pembentukan Badan Regulator (ETOSS)
Badan Regulator independen dari Water
Ministry; dan berbentuk komisi yang
beranggotakan dari berbagai kementerian
dan buruh
Staf ETOSS umumnya adalah mantan
pegawai Buenos Aires Water Utility
Kerangka Regulasi Argentina
(lanjutan 1)
ETOSS dibiayai dari pungutan 2,7% atas semua
penjualan air oleh pemegang konsesi
ETOSS masa jabatan keanggotaannya ialah untuk
6 tahun dan hanya dapat diperpanjang satu kali
ETOSS memonitor kinerja pemegang konsesi,
menegakkan kepatuhan pada perjanjian
kerjasama, dan mengenakan denda untuk
pelanggaran
Tarif dinegosiasi untuk perioda-perioda yang
telah ditetapkan dalam kontrak, a.l. besar inflasi
Kerangka Regulasi Argentina
(lanjutan 2)
Berdasarkan model ETOSS, sekarang setiap
lembaga pemerintah yang membina kerjasama
dengan swasta dalam penyediaan air minum
telah membentuk Badan Regulator sendiri
(sejak 1992 telah diberikan 7 konsesi air minum
di Argentina)
Lembaga Pemerintah bersangkutan
berkoordinasi dengan ETOSS untuk kesamaan
dalam regulasi dan pembiayaan mandiri. Hasil:
tarif rendah dan kualitas tinggi
Contoh bentuk kelembagaan
Regulasi ;
Kasus Malaysia
UU memberi otoritas pada 13 negara bagian
Enam negara bagian melakukan ”unbundling” pada
layanan infrastruktur
Regulasi dan monitoring pada tingkat negara
bagian, dengan standar nasional
Tarif dengan kontrak; Menteri beri persetujuan
Menteri Pekerjaan Umum menetapkan standar
teknis dan indikator penilaian kinerja
Hasil: Investasi baru dan tarif rendah
Regulasi Ekonomi dunia bisnis
swasta
Regulasi bidang infrastruktur

Regulasi ekonomi oleh Pemerintah


untuk mengendalikan operasi dunia
bisnis swasta kiranya bukan sesuatu
yang baru
Yang mungkin baru ialah regulasi
dibidang infrastruktur dengan Regulator
independen
Regulasi bidang infrastruktur

Gejala global: Pengaturan oleh


Pemerintah (terutama karena
kepemilikan) beralih ke pengaturan oleh
Badan Regulator yang independen
Regulasi diperlukan dimana monopoli
oleh sektor publik dialihkan menjadi
monopoli oleh sektor swasta
Tiga masalah regulasi

Regulasi yang berhasil harus dapat


mengatasi secara simultan tiga masalah
berikut:
Asimetri informasi
Pengaturan harga
Komitmen Pemerintah
Mengatasi asimetri informasi

Kompetisi langsung (outright competition)


Kompetisi dengan perbandingan
(competition by comparison)
Pelelangan (Auctions)
Tantangan pasar (Market contestability)
melalui tantangan entre baru
Terkait struktur pasar yang dibina.
Pengaturan Harga

Dimana monopoli tak dapat dihindari, pengaturan


harga diperlukan untuk menjamin Badan Usaha
Swasta mendapatkan pengembalian biaya
investasi yang wajar dan melindungi kepentingan
konsumen
Harga dapat diatur Badan Regulator menggunakan:
 Rate of Return Regulation

 Price Cap Regulation

 Benchmark Regulation

Masing-masing memiliki bentuk insentif tersendiri


bagi investor.
3 Model Pengaturan Harga

Rate of Return Regulation (RORR)


Tarif remunerasi ditetapkan untuk
menjamin BUS memperoleh kembali biaya disertai
keuntungan wajar (masalah: penentuan fixed
costs/base rate)
Price Cap Regulation (RPI-X regulation) X
ditentukan oleh Badan Regulator, BUS dapat
menaikan keuntungan melalui efisiensi
Benchmark Regulation
Satu bentuk RORR dengan perhitungan cost yang
dikendalikan (tidak sama dengan actual cost)
Regulasi Harga & Frekuensi
Penyesuaian
Contoh Bidang Telekomunikasi

Argentina - PC - 6 bulan
Chili - BM - 5 tahun
Jamaika - ROR - Permintaah BUS
Malaysia - PC - Permintaan BUS
Meksiko - PC - 4 tahun
Filipina - ROR - Permintaan BUS
Venesuela - PC - 4 bulan