Anda di halaman 1dari 4

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Masalah Bangsa Indonesia mempunyai ragam budaya yang sangat unik, hal ini tentu

dipengaruhi oleh peradaban yang telah ada sebelumnya. Seperti diketahui bahwa Indonesia pada masa lalu merupakan kerajaan-kerajaan yang tidak mempunyai kesatuan, mengingat bangsa kita merupakan gugusan kepulauan yang terdiri dari beribu pulau. Pada abad ke-3, terdapat sebuah kerajaan di Pulau Kalimantan dan disusul dengan keberadaan kerajaankerajaan di Pulau Jawa yang menjadi cikal bakal dari Kerajaan Majapahit, salah satu kerajaan yang terbesar dan hampir berhasil menyatukan seluruh nusantara. Kerajaan Majapahit adalah kerajaan yang didirikan sekitar pada tahun 1293 oleh Raden Wijaya. Pada sekitar abad ke-14, kerajaan ini mencapai puncak kejayaannya pada masa pemerintahan Hayam Wuruk dan patihnya Gajah Mada. Pada masa itu, Kerajaan Majapahit mempunyai kawasan yang sangat luas dan hampir tersebar di seluruh nusantara. Menurut Nagarakretagama pupuh 13 dan 14, Majapahit mempunyai wilayah yang luas sekali, baik di kepulauan nusantara maupun di semenanjung melayu. (mulyana. 2005, 60). Namun yang sangat disayangkan saat jaman sudah semakin modern, rasa cinta terhadap sejarah bangsa dan asal-usul bangsa ini semakin pudar di dalam masyarakat. Khususnya pada usia remaja dan anak-anak, seringkali pada kenyataannya mereka acuh dan tidak peduli terhadap sejarah, asal-usul sendiri, malah remaja saat ini lebih cenderung untuk menggemari sejarah maupun budaya bangsa lain. Kenyataan yang terjadi saat ini cukuplah ironis, masyarakat bangsa Indonesia namun tidak cinta dan peduli terhadap sejarah Indonesia sendiri, bahkan cenderung lebih bangga terhadap sejarah dan budaya bangsa lain. Jadi sebaiknya
pembelajaran yang efektif sudah dilakukan kepada masyarakat sejak usia dini. Jika

tidak ada yang mencintai sejarah dan asal-usul bangsa sendiri, tidak akan ada yang

melestarikannya dan jika dibiarkan akan hilanglah sejarah dan asal-usul Indonesia, akan hilang pula Indonesia. Sering kali pembelajaran sejarah diulang pada saat bersekolah, namun jarang
masyarakat yang mengingatnya hal-hal penting yang membentuk bangsa Indonesia ini. Kebudayaan-kebudayaan bersejarah di Indonesia juga sudah mulai pudar akibat pembelajaran sejarah yang kurang efektif terhadap masyarakat. Pembelajaran sejarah tidak hanya melalui buku pelajaran yang di ajarkan di sekolah pembelajaran sejarah melalui langsung terjun ke musium dan tempat-tempat bersejarah juga perlu di lakukan, agar remaja & anak bisa tahu sejarah dari tempat kejadiannya.

Jika dicari penyebabnya, mungkin banyak yang beralasan, sejarah bangsa itu membosankan, hal itu hanya dipelajari saat pelajaran di sekolah dengan pembelajaran yang bersifat pasif, buku pelajaran yang tebal, penuh dengan tulisan, penuh dengan tahun-tahun kejadian, dan penuh dengan hafalan, sehingga hanya sebatas itu sejarah dipahami serta menimbulkan hilangnya minat untuk mencintai sejarah bangsa sendiri di Indonesia ini, dan hal ini sudah tertanam dalam pola pikir masyarakat Indonesia sat ini, bahwa sejarah bangsa sendiri tidak menarik, membosankan dan hanya dipelajari saat di sekolah.
Musium trowulan adalah musium yang menyimpan peninggalan-peninggalan purbakala dan peninggalan-peninggalan kerajaan majapahit, sering kali musium ini di jadikan sebagai tempat Study Tour bagi siswa-siswa SD maupun SMP untuk mengetahui lebih dalam tentang kerajaan majapahit. Di musium trowulan ini terdapat beberapa arkeolog untuk memandu siswa-siswa yang berkunjung di musium tersebut. Seringkali siswa-siswa merasa bosan untuk mendengarkan penjelasan dari para pemandu, mereka lebih suka bermain dari pada memperhatikan pemandu.

Saat ini kegiatan bermain merupakan salah satu kegemaran favorit bagi semua orang, khususnya untuk anak-anak. Anak-anak modern saat ini seringkali lebih senang bermain daripada harus belajar atau melakukan kegiatan bersosialisasi. Bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan yang di dalamnya juga banyak manfaat positif juga yang bisa didapat, seperti kecerdasan kognitif, pengasah daya imajinasi dan kreativitas. Kadang permainan juga bisa menjadi media pembelajaran yang efektif, karena melalui sebuah kesenangan bermain tanpa

sadar juga bisa banyak mendapat pengetahuan pembelajaran. Banyak macam permainan yang dapat dimainkan di jaman yang serba modern ini, salah satunya adalah permainan kartu, permainan ini merupakan permainan yang dilakukan lebih dari satu orang dengan media kartu. Permainan kartu memiliki keunggulan mudah dibawa kemana saja, dapat dimainkan di mana saja, permainan ini masih cukup popular di kalangan remaja serta memiliki banyak penggemar walaupun jaman sudah maju ke jaman digital, karena permainan ini harus dimainkan lebih dari satu orang secara langsung maka permainan ini juga membuat kegiatan sosialisasi langsung antar remaja semakin baik. Melihat banyak faktor tersebut di perlukan sebuah perancangan permainan kartu untuk menanamkan rasa cinta sejarah sendiri, yang bertemakan kerajaan majapahit, dimana kerajaan majapahit merupakan salah satu kerajaan terbesar indonesia yang sering kali kurang dihargai dan dilupakan oleh masyarakat bangsa, terutama pada remaja para generasi muda. Dengan mengabungkan permainan dan unsur budaya tentunya akan lebih mudah untuk menanamkan rasa cinta tersebut dalam diri target audience. Diharapkan melalui metode ini, target audience akan dengan bangga dengan kisah bangsa mereka, dan dengan senang hati mau melestarikan sejarah bangsa mereka sendiri sekarang dan untuk kedepannya, sehingga asal-usul Indonesia akan selalu dijaga dan tidak pernah luntur.

1.2. Rumusan Masalah Bagaimana cara menumbuhkan rasa bangga kepada warisan kebudayaan kerajaan majapahit melalui media permainan kartu? Bagaimana merancang media permainan kartu yang menarik agar dapat memberikan nilai pemahaman sejarah dalam proses bermain?

1.3. Tujuan Perancangan Merancang sebuah permainan yang mampu menarik minat target audiens terhadap sejarah kerajaan majapahit.

Merancang sebuah media pembelajaran untuk membantu melestarikan sejarah indonesia.

1.4.

Manfaat Perancangan 1.4.1. Manfaat Praktis Memperoleh pangalaman permainan yang seolah target audiens menjadi bagian dari pelaku sejarah. Memperoleh pembelajaran sejarah kerajaan majapahit di sela permainan. Menumbuhkan rasa bangga terhadap sejarah dan budaya indonesia.

1.4.2. Manfaat Akademis Dapat digunakan sebagai pengasah ilmu tentang media pembelajaran edukatif melalui permainan kartu di lingkungan UPN Veteran Jawa Timur khususnya program studi Desain Komunikasi Visual, yang terkait dengan perancangan Tugas Akhir ini.