Anda di halaman 1dari 8

1. Jelaskan tiga dokumen yang diperlukan untuk mengurus pengiriman sebelum melaksanakan ekspor! a.

Delivery Order (DO), yaitu surat dari perusahaan pelayaran sebagai jawaban dari shipping instruction b. Sales Contract, yaitu perjanjian tertulis tentang jual beli produk antara eksportir dengan importir. c. L/C (Letter of Credit), yaitu suatu surat yang dikeluarkan oleh bank atas permintaan importir langganan Bank tersebut yang ditujukan kepada eksportir di luar negeri yang menjadi relasi importir, yang memberi hak kepada eksportir untuk menarik wesel atas bank bersangkutan untuk sejumlah uang yang disebutkan dalam surat tersebut.

2. Jelaskan tiga macam dokumen utama dalam transaksi ekspor! a. Invoice, yaitu dokumen yang diterbitkan oleh eksportir yang menyatakan nama dan alamat penjual dan pengirim produk ekspor, nama dan alamat pembeli atau importir atau tujuan produk ekspor dikirimkan, jenis dan jumlah produk ekspor dan harga satuan serta syarat penjualannya, tanggal dan nomor invoice. b. packing list, yaitu dokumen yang diterbitkan oleh eksportir yang menyatakan daftar produk ekspor yang dikirim, yang memuat jenis jumlah, dan berat (netto dan gross) atau volume masing-masing produk dalam kemasan dan uraian yang diperlukan meliputi nomor sales contract yang menjadi dasar pengiriman produk, nama dan alamat pembeli atau importir, No L/C jika pembayaran ekspor dilakukan dengan L/C, nama dan alamat pengirim barang (shipper) atau eksportir, feeder vessel (kapal pengumpan), ocean vessel (kapal laut) dan nomor container and seal (peti kemas dan segel). c. Bill of Lading (B/L), yaitu kwitansi tanda terima barang/ surat kontrak angkatan laut/ dokumen kepemilikan dari perusahaan pelayaran kepada eksportir/ shipper.

3. Dokumen L/C diperlukan sebagai dasar pembuatan invoice dan packing list. Apabila pembayaran ekspor tidak menggunakan L/C, bisakah invoice dan packing list dibuat? Jelaskan!

Amelia Febriani Kelompok 3 Buku Kerja Dokumen Produk Ekspor

Ketika pembayaran ekspor tidak menggunakan L/C, invoice dan packing list dapat dibuat berdasarkan Sales Contract yang telah disepakati sebelumnya antara pihak eksportir dengan pihak importir

4. Apa yang menjadi dasar dalam menentukan dokumen produk ekspor yang perlu dibuat, baik dokumen utama maupun dokumen pendukung? Yang menjadi dasar dalam menentukan dokumen produk ekspor yang perlu dibuat adalah kesepakatan antara pihak eksportir dengan pihak importir yang tertuang dalam sales of contract atau L/C. Setiap dokumen ekspor yang akan dibuat, disesuaikan dengan perjanjian yang tercantum dalam sales of contract atau L/C.

5. Sebutkan dan jelaskan contoh 7 macam dokumen pendukung produk ekspor! a. Surat Keterangan Asal (SKA), yaitu dokumen yang diterbitkan oleh instansi yang ditunjuk oleh pemerintah yang menyatakan negara dimana produk ekspor tersebut berasal, dihasilkan dan atau diolah. b. Phytosanitary certificate, yaitu produk pertanian seperti sayur-sayuran dan buah-buahan - Vetenary certificate, yaitu produk hewan hidup, seperti ikan hias dan udang lobster. c. Shipping instruction, yaitu surat yang dibuat oleh eksportir untuk booking ruangan peti kemas di kapal, dikirim ke perusahaan pelayaran. d. PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang), yaitu surat pemberitahuan ekspor barang dari eksportir ke bea cukai untuk mendapatkan Nota Pelayanan Ekspor (NPE) dari ditjen Bea Cukai. e. dokumen SNI, yaitu dokumen yang dikeluarkan oleh laboratorium yang telah diakreditasi oleh perdagangan internasional yang menyatakan bahwa produk telah memenuhi standar nasional indonesia (SNI). f. Manufacture certificate, yaitu pernyataan yang dibuat oleh produsen bahwa barang tersebut hasil produksinya dibawah merk dagang (trade mark)

Amelia Febriani Kelompok 3 Buku Kerja Dokumen Produk Ekspor

6. Sebutkan dan jelaskan data dan informasi minimal yang diperlukan untuk pembuatan invoice! a. jenis, tipe dan spesifikasi produk ekspor yang akan dikirim sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam sales of contract, L/C dan realitas produk ekspor yang telah disiapkan dan akan dikirim b. Harga produk per unit dan valas yang digunakan sesuai dengan ketentuan yang tertuang dalam sales of contract dan L/C. c. Jumlah produk untuk masing-masing jenis atau spesifikasi produk dan total harga produk per jenis dan total keseluruhan harga produk sesuai dengan pesanan dan realitas produk yang akan dikirim. d. Nama dan alamat eksportir/ penjual sesuai sales contract dan L/C e. Nama dan alamat importir/ pembeli sesuai sales contract dan L/C.

7. Sebutkan dan jelaskan data dan informasi minimal yang diperlukan untuk pembuatan packing list! a. Jenis dan jumlah kemasan disertai dengan nama produk yang menjadi isi setiap kemasan, berat bersih setiap kemasan, berat kotor setiap kemasan, volume setiap kemasan, total berat bersih, total berat kotor, total volume. b. Shipping mark (keterangan yang tertulis atau tertera pada kemasan produk ekspor) c. Nama dan alamat eksportir d. Nama dan alamat importer

8. Sebutkan dan jelaskan persyaratan pengurusan dokumen B/L! a. Menyiapkan data dan informasi untuk pembuatan packing list b. Menyiapkan data dan informasi Shipping Instruction (SI) untuk pembuatan B/L c. Menyiapkan Nota Pelayanan Ekspor (NPE) dari kantor bea cukai.

Amelia Febriani Kelompok 3 Buku Kerja Dokumen Produk Ekspor

9. Sebutkan dan jelaskan persyaratan pengurusan dokumen SKA! a. Menyiapkan data dan informasi pembuatan SKA sebagaimana dijelaskan sebelumnya dan atau dapat diperoleh dari dokumen invoise, packing list dan B/L b. Menyiapkan struktur harga per unit produk ekspor (sesuai lampiran IVa peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor : 09/Daglu/Pfr/10/2007) c. Mendapatkan lembar isian pernyataan pemohon SKA yang disediakan instansi penerbit SKA atau dapat didownload internet.

10. Sebutkan dan jelaskan tiga pihak terkait dalam penerbitan dokumen utama produk ekspor! a. Eksportir b. Importir c. Shipping Company (perusahaan perkapalan) Pihak eksportir dan importir membuat kesepakatan yang dituangkan dalam sales of contract. Berdasarkan sales of contract yang telah disepakati kedua belah pihak, pihak eksportir membuat invoice dan packing list sebagai dokumen utama produk ekspor. Sementara untuk penerbitan B/L (Bill of lading) dilakukan dengan membuat shipping instruction kemudian shipping instruction ini disampaikan kepada perusahaan perkapalan untuk mendapatkan delivery order (DO). Delivery order berisi nomor dan ukuran container yang akan digunakan untuk proses muat barang. Setelah eksportir mendapatkan NPE (nota pelayanan ekspor) dari bea cukai maka container dapat dinaikkan ke atas kapal dan kemudian eksportir menerima B/L.

11. Sebutkan lima macam dokumen pendukung produk ekspor yang mungkin diperlukan untuk produk ekspor berupa furniture dari kayu. a. SKA b. chemical analysis c. Shipping instruction d. PEB (Pemberitahuan Ekspor Barang),

Amelia Febriani Kelompok 3 Buku Kerja Dokumen Produk Ekspor

e. Manufacture certificate

Amelia Febriani Kelompok 3 Buku Kerja Dokumen Produk Ekspor

1. Sebutkan dan jelaskan tahapan (buatkan dalam 4 tahapan) pembuatan dokumen produk ekspor yang diterbitkan oleh eksportir. a. Eksportir membaca L/C dan menyiapkan barang. b. Membuat dokumen Commercial Invoice, Packing List, dan Shipping Instruction yang kemudian diserahkan ke agen pelayaran. Agen pelayaran akan menyerahkan surat Delivery Order (DO) untuk mengambil container kepada eksportir. Eksportir mengisi dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) dikirim ke Bea Cukai melalui Electronic Data Interchange (EDI) sampai ada approval dari Ditjen Bea Cukai yang akan mengeluarkan Nota Pelayanan Ekspor (NPE). Eksportir (PE) jika barang ekspor kena pajak membayar pajak ekspor

ke Bank sampai mendapatkan SSPCP (Surat

Setoran Pajak Cukai Pabean). Setelah terbit NPE dari Bea Cukai , eksportir memuat barangnya ke atas Kapal, dan akan menerima dokumen Bill of Lading (B/L) dari perusahaan pelayaran. c. Eksportir mengurus dokumen Certificate of Origin/SKA, di Intansi Penerbit SKA, a.l. Kantor Dinas Perdagangan, jika diminta oleh importir. Kegunaan dari dokumen ini adalah untuk mendapatkan pembebasan/pengurangan bea masuk atau kontrol di negara importir d. Jika tidak ada lagi dokumen yang diminta oleh importir, eksportir membawa seluruh dokumen yang dipersyaratkan di L/C ke Negotiating Bank untuk mencairkan L/C / mendapatkan pembayaran sekedar alat

2. Jelaskan 3 fungsi Bill of Lading (B/L). a. Sebagai tanda terima barang atau muatan (document of receipt of the goods). b. Kontrak muatan (contract of carriage). c. Bukti kepemilikan barang (title document) atau pihak yang berhak mengambil barang di pelabuhan pembongkaran.

3. Jelaskan 3 fungsi dokumen ekspor. a. Sebagai dasar dari dokumen ekspor yang lain.

Amelia Febriani Kelompok 3 Buku Kerja Dokumen Produk Ekspor

b. Sebagai bukti tentang produk ekspor yang dikirim telah memenuhi permintaan pembeli c. Sebagai dokumen penyerta barang ekspor.

4. Jelaskan jenis dan fungsi SKA Jenis SKA Form A Form B Form TP Form ICO Fungsi SKA Tujuan kawasan Amerika, Uni Eropa, Jepang Tujuan kawasan Timur Tengah SKA untuk TPT tujuan Uni Eropa SKA untuk ekspor kopi di 15 IPSKA, digunakan ke semua negara Form Annex 3 Form D CEPT Form D ATIGA Form AK Form IJEPA Form GSTP Form AANZ Form AI Form AJCEP Form COA Tujuan kawasan ASEAN dan Korea Tujuan kawasan Jepang Tujuan kawasan negara GSTP Tujuan kawasan Australia dan New Zaeland Tujuan kawasan IndiA Tujuan kawasan ASEAN dan Jepang SKA untuk ekspor tembakau di 4 IPSKA Tujuan kawasan Meksiko Tujuan kawasan ASEAN

5. Sebutkan instansi penerbit SKA a. Dinas Perindustrian dan Perdagangan b. MUI (Majelis Ulama Indonesia) c. ILO (International Labour Organization)

6. Jelaskan tahapan pengurusan dokumen B/L. a. Menyiapkan Lembar Isian Shipping Instruction (SI) b. Mengisi Lembar Isian SI

Amelia Febriani Kelompok 3 Buku Kerja Dokumen Produk Ekspor

c. Mengirimkan SI ke perusahaan pengangkutan atau EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut). d. Melakukan konfirmasi pesanan kapal berupa DO dari EMKL / EMKU atas dasar SI (Shipping Instruction) yang disampaikan kepada EMKL/EMKU. DO tersebut berisikan nomor dan ukuran tempat kemas yang akan digunakan. e. Memuat atau Stuffing produk ekspor pada container hal ini dilakukan dengan memperhitungkan bentuk container dan muatan. f. Mendapatkan nota pelayanan ekspor (NPE) dari Bea Cukai untuk disampaikan kepada EMKL/EMKU g. Mendapatkan B/L dari SI setelah container dimuat diatas kapal.

7. Jelaskan cara pengurusan dokumen pendukung produk ekspor berupa SKA/CoO penggunaan produk dari produsen produk ekspor. a. Menyiapkan data dan informasi pembuatan SKA sebagaimana dijelaskan sebelumnya dan atau dapatdiperoleh dari dokumen invoice, packing list, dan B/L. b. Menyiapkan struktur harga per unit produk ekspor (Sesuai Lampiran IV a Peraturan Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Nomor: 09/Daglu/Pfr/10/2007). c. Mendapatkan Lembar Isian Pernyataan Permohonan SKA yang disediakan instansi penerbit SKA atau dapat didownload di internet.

Amelia Febriani Kelompok 3 Buku Kerja Dokumen Produk Ekspor