Anda di halaman 1dari 12

GENERATOR AC SINKRON

A. TUJUAN PRAKTIKUM 1. Mengetahui komponen komponen generator sinkron 2. Melepaskan dan merangkai kembali generator sinkron 3. Menghitung massa kawat kumparan dan panjang kawat lilitan pada generator sinkron 4. Menggambarkan diagram pengawatan dari generator sinkron

B. TEORI DASAR Generator adalah suatu alat yang dapat mengubah tenaga mekanik menjadi energi listrik. Tenaga mekanik bisa berasal dari panas, air, uap, dll. Energi listrik yang dihasilkan oleh generator bisa berupa Listrik AC (listrik bolak-balik) maupun DC (listrik searah). Hal tersebut tegantung dari konstruksi generator yang dipakai oleh pembangkit tenaga listrik. Pada percobaan ini menggunakan generator arus bolak-balik (AC) , Generator Arus bolak-balik menghasilkan arus listrik AC, hal ini disebabkan karena konstruksi pada generator menyebabkan arah arus akan berbalik pada setiap setengah putaran. Generator sinkron (sering disebut alternator) adalah mesin sinkron yangdigunakan untuk mengubah daya mekanik menjadi daya listrik. Frekuensi yang dihasilkan sebanding dengan dengan jumlah kutub dan putaran, listrik yang dihasilkan adalah AC, mesin penggeraknya diesel, turbin dan lainnya, digunakan di PPTL berkapasitas besar ( PLTA, PLTU, PLTD, ) karena 1. Tidak ada masalah komutasi, 2. Tidak ada masalah menaikan atau menurunkan tegangan, 3. Mudah diubah ke DC. 4. Efisiensi tinggi Generator sinkron dapat berupa

generator sinkron tiga fasa atau generator sinkron AC satu fasa tergantung dari kebutuhan. Hampir semua energi listrik dibangkitkan dengan menggunakan mesin sinkron.

Tipe Lilitan Pada Stator

Lilitan Gelombang

Lilitan Gelung Kumparan pada stator untuk membangkitkan medan magnet, sehingga pada kumparan rotor yang bergerak akan membangkitkan energy listrik. Dan magnet pada stator tercipta akibat adanya arus excitasi yang disalurkan melalui slip ring. Suatu kumparan pada stator maupun rotor memiliki nilai tahanan tertentu.

C. RUMUS YANG DIGUNAKAN 1. Menghitung Panjang Kawat

Keterangan : R : tahanan (ohm) : tahanan jenis bahan kawat (ohm mm2/m) : panjang kawat (m) A : luasan penampang kawat (mm2) 2. Menghitung Massa Kawat

: massa jenis bahan kawat (kg/m3) m: massa kawat (kg)

D. ALAT DIGUNAKAN 1. Toll Box 2. Generator sinkron 3. Obeng (+) dan (-) 4. Kunci pas 5. Multimeter digital 6. Tang 7. Jangka sorong

E. LANGKAH KERJA 1. Menyiapkan semua alat diperlukan 2. Melepaskan cashing generator sinkron 3. Melepaskan rotor dari body 4. Megukur tahanan kumparan medan, jangkar, dan magnet bantu 5. Mencatat besarnya nilai tahanan dan menggambarkan bentangan lilitan 6. Mencatat besarnya diameter kawat pada stator maupun rotor 7. Menggambar diagram pengawatan generator ac sinkron 8. Memperbaiki motor dan merangkai kembali generator seperti semula 9. Mengembalikan alat yang digunakan

F. DATA PERCOBAAN Dari nameplate didapatkan data sebagai berikut : Daya terpasang : 3 kW Factor daya :1 Frekuensi :50 Hz Tegangan hubung seri: 230 volt Tegangan hubung paralel: 115 volt Tegangan eksitasi: 42 volt Arus hubung seri : 13 A Arus hubung parallel: 26 A

Arus eksitasi : 2 A Kecepatan putaran: 1500 rpm


Rotor Jenis lilitan Lilitan Jangkar Lilitan medan(seri) Stator Lilitan medan (parallel) Lilitan medan magnet Lilitan penguatan medan

Nilai tahanan Diameter kawat

11,6

3,6

2,55

9,6

0,7

1.6 mm

1 mm

1 mm

1 mm

0.75 mm

Perhitungan Data: Rotor Lilitan jangkar R = 11,6 d = 1,6x10-3 m A = 2,010619x10-6 m2 = 1,68x10-8 m

Penyelesaian : L=

=
= 1388,284 m

V = A.L = 2,010619x10-6x1388,284 = 2,79131x10-3 m3

m = xV = 8,94x103x2,79131x10-3 = 24,954 kg Stator 1. Lilitan kawat stator hubung parallel R = 2,55 d = 1 mm = 1x10-3 m A = 7,85398x10-7 m2 ( Tahanan jenis tembaga ) = 1,68x10-8 m

Penyelesaian : L=

= = 119,212 m

V = L.A = 119,212 x 7,85398 x 10-7 = 9,36288x10-5 m3 (Massa jenis tembaga) = 8,94 x 103 kg/m = m=xV

m = 8,94x103x9,36288x10-5 = 0,83704 kg

2. Lilitan kawat stator hubung seri R = 3,6

d = 1 x 10-3 m A = 7,85398x10-7 m2 ( Tahanan jenis tembaga ) = 1,68x10-8 m

Penyelesaian : L=

=
=168,299 m

V = A.L = 7,85398x10-7x168,299 = 1,32181x10-4 m3 m = xV = 8,94x103x1,32181x10-4 = 1,18704 kg

3. Lilitan medan magnet pada stator R = 9,6 d = 1x10-3 m A = 7,85398x10-7 m2 = 1,68x10-8 m

Penyelesaian : L= = = 448,798 m

V = A.L = 7,85398x10-7x448,798 = 3,52485x10-4 m3 m = xV = 8,94x103x3,52485x10-4 = 3,1512 kg

4. Lilitan kawat eksitasi / peenguatan medan pada stator R = 0,7 d = 0,75x10-3 m A = 4,41562x10-7 m2 = 1,68x10-8 m

Penyelesaian : L=

=
= 18,398 m

V = A.L = 4,41562x10-7x18,398 = 8,12385x10-6 m3 m = xV = 8,94x103x8,12385x10-6 = 0,0726 kg

Rotor Jenis lilitan Lilitan Jangkar Lilitan medan(seri)

Stator Lilitan medan (parallel) Lilitan medan magnet Lilitan penguatan medan

Nilai tahanan Diameter kawat Panjang kawat Massa kawat

11,6

3,6

2,55

9,6

0,7

1.6 mm

1 mm

1 mm

1 mm

0.75 mm

1388, 284 m

168,299 m

119,212 m

448,798 m

18,398 m

24,954 kg

1,18704 kg

0,83704 kg

3,1512 kg

0,0726 kg

Rangkaian Ekivalen Generator AC Sinkron

If jXs Rf Vf Lf Ea Ra

Ia

Vo

Diagram Pengawatan

KUMPARAN STATOR KELUARAN


1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9

MASUKAN
Biru lilitan kawat 1 Merah lilitan kawat 2

KUMPARAN EKSITASI KELUARAN


1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 2 3 4 5 6 7 8 9

MASUKAN

Kumparan Medan Rotor


Keluaran

Masukan

G. ANALISA DATA Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan yaitu praktikum pengukuran pada generator ac sinkron 1 fasa maka dapat diketahui besarnya nilai tahanan pada kawat kumparan generator ac sinkron1 fasa. Pengukuran yang dilakukan yaitu pengukuran tahanan pada kumparan rotor dan stator. Pada pengukuran tahanan rotor yang diukur adalah nilai tahanan, diameter kumparan, panjang kumparan, dan massa kumparan. Sedangkan pada pengukuran tahanan stator dilakukan pengukuran pada tahanan medan, kumparan medan yang dihubung seri, kumparan medan yang dihubung parallel, dan juga kumparan pada lilitan eksitasi / penguatan. Pada pengukuran tahanan pada kumparan rotor didapatkan nilai yaitu nilai tahanannya pada lilitan jangkar sebesar 11,6 dengan diameter kawat 1,6 mm dan panjang kawat 1338,284 m dengan massa kawat 24,954 kg. Sedangkan pada pengukuran pada stator didapatkan nilai tahanan medan yang dihubungkan secara seri sebesar 3,6 diameter dengan kawat 1mm dan panjang kawat 168,299 m dengan massa kawat 1,18704 kg. Sedangkan untuk pengukuran tahanan medan yang dihubungkan parallel didapatkan nilai tahanan sebesar 2,55 diameter dengan kawat 1mm dan panjang kawat 119,212 m dengan massa kawat 0,83704 kg. Selain tahanan pada lilitan medan juga dilakukan pengukuran pada lilitan medan magnet dan diperoleh hasil nilai tahanannya sebesar 9,6 diameter dengan kawat 1mm dan panjang kawat 448,798 m dengan massa kawat 3,1512 kg. Pada pengukuran lilitan penguatan medan didapatkan data pengukuran milai tahanan sebesar 0,7 diameter dengan kawat 0,75 mm dan panjang kawat 18,398 m dengan massa kawat 0,0726 kg

H. KESIMPULAN Setelah melaksanakan praktikum perawatan dan perbaikan generator ac sinkron dapat disimpulkan bahwa: 1. Pada kawat kumparan stator berdiameter 1mm jika dihubung seri dengan nilai tahanan 3,6 ,panjang kawat 168,299 m yang bermassa 1,18704 kg akan menghasilkan tegangan 230 v dan arus 13 A 2. Pada kawat kumparan stator berdiameter 1mm jika dihubung paralel dengan nilai tahanan 2,55 panjang kawat 119,212 m yang bermassa 0,83704 kg akan

menghasilkan tegangan 115 v dan arus 26 A 3. Untuk memenuhi tegangan eksitasi 42 volt dengan arus 2 A digunakan kawat tembaga dengan nilai tahanan 0,7 yang berdiameter 0,75 mm dengan panjang 18,398 m dan mempunyai massa 0,0726 kg