Anda di halaman 1dari 20

II.

TEORI DASAR

A. Sejarah Universal Governor Pertama sekali, governor sentrifugal diregulasikan pada jarak dantekanan antara millstones pada kincir angin pada abad ke-17.Pada mulanya mesin uap sangat murni bergerak bolak-balik dan telah digunakan untuk memompa air.Variasi pengaplisiannya di toleransi pada kecepatan kerja.Sampai seorang engineer dari Skotlandia,James Wattmemperkenalkan mesin uap berotasi untuk menggerakkan mesindi pabrik, dan pengoperasiannya konstan dengan

menggunakan pendulum yang akhirnya disebut governor. Dimana, governor di buat dari bola baja yang menyentuh lengan penghubungvertikal. Governor mengontrol gaya dengan adanya berat dari bola baja. Governor sentrifugal di gunakan untuk mengatur jarak dan tekananantara millstones dalam windmills. Dahulu steam enginesmenggunakan gerak reciprocating murni untuk pompa air dimana aplikasi ini dapat mentoleransi variasikecepatan.Engineerskotlandia James Watt memperkenalkanmesin uap rotative untuk factor kemudi mesin, sehingga kecepatanoperasi yang dibutuhkan menjadi konstan. Antara tahun 1775dan 1800, Matthew Boulton memproduksi 500 rotative beamengines. Pada inti mesin ini watt sendiri yang merancang conical pendulum governor. Seperangkat bola baja yang berputar berdempet pada spindle vertical dengan siku penghubung, yang mana pengontrolan gaya di lakukan oleh berat dari bola. Governor merupakan alat yang digunakan untuk mensuplai bakan bakar untuk diinjeksi keruang bakar. Namun sekarang sistem mekanis Governor jarang digunakan, sebab mesin diesel yang modern sudah menggunakan EFI (electronic fuel injection). Governor merupakan suatu alat kontrol automatis, governor berperan dalam mengatur kecepatan rata-rata mesin penggerak mula, apabila terjadi variasi kecepatan akibat fluktuasi beban. Jika beban motor konstan, kecepatan rata-rata konstan dari siklus ke siklus berikutnya. Jika beban meningkat, kecepatan motorpun menurun dan wujud governor akan bertambah dengan perubahan sehingga menggerakkan katup untuk memperbanyak suplai fluida kerja untuk mengimbangi kenaikan beban motor. Sumber : http://www.scribd.com/doc/178488125/Laporan-Governor-Faisal

B. Defenisi dan Jenis-jenis Universal Governor Definisi Governor

Gambar 1 Universal Governor


Sumber:http://aswinsalam.blog.com/2011/05/18/universal-governor/

Governor merupakan suatu alat pengatur kecepatan putaran padamesin penggerak mula. Fungsi dari governor adalah mengatur kecepatan putaran poros keluaran pada penggerak mula yangdipasang alat pengatur ini. Sehingga dapat diperoleh kecepatan putaran poros keluaran yang stabil, meskipun beban yangditanggung oleh mesin tersebut bervariasi dan berubah-ubah.Governor bekerja berdasarkan perubahan besarnya gaya sentrifugalyang terjadi karena adanya perubahan perubahan kecepatan putaran poros. Tanggapan dari governor ini diteruskan ke suatu sistem lainyang mempengaruhi besarnya kecepatan putaran dari mesin-mesin penggerak mula.

Jenis-Jenis Governor Berdasarkan cara kerjanya governor dibedakan atas dua bagian, yaitu Centrifugal governor Inersia governor

Centrifugal governor bekerja berdasarkan momen inersia yang timbul karena terjadinya percepatan sudut. Karena lebih rumit, makan jenis yang kedua tidak banyak digunakan walaupun responnya lebih cepat. Dalam percobaan ini digunakan centrifugal governor.

Pada

dasarnya

governor

dalam

keadaan

seimbang

bila

gaya

sentrifugal yang besar yang dicapai pada awal sleve dengan putaran dan sudut yang dibentuk oleh kedua lengan governor sebelum konstan. Governor mengatur dan mengendalikan aliran bhan bakar supaya kecepatan penggerak tetap konstan, Dengan mengabaikan beban dan gangguan lain atau akibat perubahan akibat dari kondisi operasi seperti perubahan penyetelan kecepatan. Dilain pihak flywhell bertindak mengatur variasi kecepatan yan gdisebabkan oleh fluktuasi momen puntir dalam siklus operasi dan tidak mengatur variasi kecepatan yang disebabkan oleh beban yang bervariasi. Menurut posisi massa yang berputar dan cara pemasangannya pada penggerak mula,yang secar umum ada dua type : 1. Type flywhell governor :

Gravity load governor Whell governor Porter governor Proel governor Spring governor Hartnell governor

Skema sederhana Governor Hartnell 1. Type Shaft governor


Centrifugal governor inersia governor

Dapat pula dikatan bahwa governor merupakan suatu alat kontrol automatik yang selalu berperan sebagai pengatur dan pengendali output mesin. Jika terjadi perubahan bearan yang diinginkan maka governor selalu berfungsi mengatur suplai untuk mengatur output. Governor mengatur kecepatan rata-rata mesin atau penggerak mula, apabila terjadi variasi beban atau fluktuasi kecepatan. Jika beban motor konstan, maka kecepatan rata-rata juga konstan dari suatu siklus kesiklus berikutnya. Jika beban motor meningkat, kecepatan motor menurun dan sudut governor akan bertambah dengan perubahan sehingga menggerakkan katup untuk memperbanyak fluida kerja yang meningkatkan

beban motor dalam siklus operasi dan tidak mengatur kecepatan yang bervariasi karena fluktuasi beban.
Sumber :http://aswinsalam.blog.com/2011/05/18/universal-governor/

C. Mekanik Governor dan Elektrik Governor Governor menurut mekanismenya dapat dibagi dua macam: 1.Governor Jenis Pneumatic (diafragma) 2.Governor Jenis Mekanik (sentrifugal)

Prinsip Kerja Governor Pneumatic 1. Saat Mesin Start Pada saat mesin start kevakuman menjadi kecil, venturi tambahan belum mampu mengalahkan main spring sehingga mainspring mendorong diafragma ke kanan dan control rack ke kanan. Langkah efektif makin panjang dan bahan bakar yang diinjeksikan juga semakin banyak

2. Saat putaran idle Kevakuman venturi tambahan makin besar dan mampu mengalahkan main spring dan control rack bergerak ke kiri, langkah efektif menjadi pendek dan kndisi ini idling spring mempertahankan diafragma. 3. Saat putaran maksimum Pada saat pedal diinjak, throttle membuka penuh kevakuman pada venturi tambahan makin kecil, mainspring mendorong diafragma ke kanan dan control rack bergerak ke kanan dan langkah efektif menjadi makin panjang dan bahan bakar diijeksikan lebih banyak 4. Saat Beban Maksimum Pada saat beban maksimum, throttle membuka penuh, kevakuman pada venturi tambahan makin kecil, mainspring mendorong diafragma ke kanan dan control rack bergerak ke kanan dan langkah efektif makin panjang. Pada saat ini kecepatan diatur oleh full boadspring.

Prinsip Kerja Governor Mekanik Bila mesin berputar lambat (idle), gaya sentrifugal yang terbentuk belum mampu untuk menekan pegas (spring) atau dengan kata lain gaya sentrifugal yang terbentuk sangat kecil, dengan demikian fuel control rack belum dapat bergerak,

Bila kecepatan mesin bertambah, gaya centrifugal yang terjadi akan bertambah besar sehingga mampu menggerakkan flyweight kea rah luar Gaya centrifugal yang terjadi ini sekarang mampu untuk menekan pegas (spring). Dengan tertekannya pegas oleh gaya centrifugal maka fuel control rack akan bergerak kearah kiri. Fuel control rack ini akan berhenti bergerak apabila gaya centrifugal sudah setimbang dengan gaya pegas.
Sumber:http://kampusotomotif.blogspot.com/2010/04/governor-mesin-diesel-

fungsi-governor.html D. Fungsi Governor

Fungsi Governor secara umum adalah untuk mengontrol secara otomatis penyaluran bahan bakar sesuai dengan beban mesin.

Fungsi Governor secara spesifik adalah sebagai berikut: Memudahkan mesin hidup saat start dengan memperbanyak penyuplaian penginjeksian bahan Mempertahankan putaran setiap posisi Membatasi kecepatan idle Membatasi kecepatan maksimum

E. Bagian-bagian Governor Mekanik F. Gaya Gaya yang Bekerja Pada Governor Gaya adalah penyebab timbulnya percepatan. Jika dalam suatu gerakan ada percepatan maka harus ada gaya sebagai penyebabnya. Hal ini dinyatakan dalam hukum newton II : F = m.a Hubungan ini menunjukkan bahwa arah gaya selalu sama dengan arah percepatan sebab massa (m) selalu berharga positif. Adapun gaya-gaya yang bekerja pada governor, yaitu :

1.

Gaya Setrifugal Merupakan sebuah gaya yang ditimbulkan akibat adanya gerakan suatu

benda atau partikel sebuah lintasan lengkung sehingga gaya yang ditimbulkan keluar lingkaran. F = m. v/R

Gambar 2. Gaya Sentrifugal. Sumber :http://id.shvoong.com/products/auto/2128012-fungsi-governor-mesin- diesel/

2.

Gaya Sentripetal Yaitu gaya yang diperlukan agar benda dapat tetap bias bergerak

melingkar. Jika arah gaya sentrifugal mengarah keluar maka arah gaya sentripental mengarah ke dalan lingkaran. F=m. 2.R

Gambar 3. Gaya Sentripetal


Sumber:http://id.shvoong.com/products/auto/2128012-fungsi-governor-mesin- diesel/

3.

Gaya Tangensial Yaitu gaya dalam yang bekerja sejajar dengan bidang penampang potong

atau tegak lurus terhadap sumbu batang. Ft = T/ dp/2 (Kg)

Gambar 4. Gaya Tangensial


Sumber:http://id.shvoong.com/products/auto/2128012-fungsi-governor-mesin- diesel/

G. Sistem Loop Terbuka dan Tertutup Sistem kendali adalah suatu system bertujuan untuk mengendalikan suatu proses agar output yang dihasilkan dapat dikontrol agar tidak terjadi kesalahan.

Dalam hal ini output yang dikendalikan adalah kestabilannya, ketelitian, dan kedinamisannya. Secara umum system kendali dapat dibedakan menjadi dua jenis yaitu : System kendali loop terbuka Sistem kendali loop terbuka, keluarannya tidak mempengaruhi input, atau dengan kata lain system loop terbuka keluarannya tidak dapat digunakan sebagai perbandingan umpan balik dengan inputnya.

Gambar 4 : Sistem Kendali Loop Terbuka


Sumber : http://aswinsalam.blog.com/2011/05/18/universal-governor/

Contoh dari sistem kontrol loop terbuka adalah : Mesin Cuci

Gambar : Mesin Cuci Sumber:http://elektronik-konsumen.tokobagus.com/mesin-cuci/saervicemesin-cuci-jakarta-selatan-4456557.html Kipas Angin

Gambar : Kipas Angin


Sumber:http://www.google.co.id/imgres?q=kipas+angin&hl=............zoom=1

Sistem kendali loop tertutup Sistem kendali loop terutup seringkali disebut sistem kendali umpan balik. Pada sistem kendali loop tertutup sinyal kesalahan yang bekerja yaitu perbedaan antara sinyal input dan sinyal umpan balik diinputkan ke kontroler sedemikian rupa untuk mengurangi kesalahan dan membawa keluar sistem kenilai yang diinginkan. Pada umumnya sistem kendali loop tertutup tahan terhadap gangguan dari luar. Secara umum sistem kendali loop tertutup ini dibagi dua jenis yaitu : System kendali kontinue System kendali diskrit

Secara umum, gambar system kendali loop tertutup adalah sebagai berikut :

Gambar 5 : Sistem Kendali Loop Tertutup


Sumber:http://aswinsalam.blog.com/2011/05/18/universal-governor/

Secara umum perbedaan kedua system kendali tersebut : Loop terbuka merupakan suatu proses dalam suatu sistem yang mana variable input akan berpengaruh pada output yang dihasilkan dengan kata lain suatu sistem dimana besaran output tidak mempengaruhi besaran input. Loop tertutup merupakan sebuah proses yang mana variable yang dikontrol secara terus menerus atau yang disebut sistem control umpan balik dengan kata lain suatu sistem dimana besaran output akan mempengaruhi besaran input.
Sumber :http://aswinsalam.blog.com/2011/05/18/universal-governor/

Contoh dari sistem kontrol loop tertutup adalah : AC ( Air Conditioner )

Gambar 6 : AC ( Air Conditioner ) Sumber :http://www.google.co.id/imgres...... blogspot.com1366&bih=590 Kulkas

Gambar 7 : Kulkas
Sumber:http://www.google.co.id/imgres............1366&bih=590

H. Kopling dan Jenis-jenis Kopling Kopling adalah alat yang berfungsi untuk menyambung dan memutus putaran mesin dari poros transmisi. Jenis-jenis kopling diantaranya : 1. Kopling Tetap Kopling tetap adalah suatu elemen mesin yang berfungsi sebagai penerus putaran dan daya dari poros penggerak ke poros yang digerakkan secara pasti (tanpa terjadi slip), dimana sumbu kedua poros tersebut terletak pada satu garis lurus atau dapat sedikit berbeda sumbunya. Kopling tetap selalu dalam keadaan terpasang, untuk memisahkannya harus dilakukan pembongkaran. Kopling tetap terbagi atas: a. Kopling kaku Kopling kaku dipergunakan bila kedua poros harus dihubungkan sumbu segaris, dan dipakai pada poros mesin dan transmisi umum di pabrik-pabrik, kopling ini terdiri atas :

1. 2. 3. b.

Kopling bus Kopling flens kaku Kopling flens tempa

Kopling luwes

Kopling luwes ( fleksibel ) memungkinkan adanya sedikit ketidaklurusan sumbu poros yang terdiri atas: 1. 2. 3. 4. 5. c. Kopling flens luwes Kopling karet ban Kopling karet bintang Kopling gigi Kopling rantai

Kopling universal Kopling universal digunakan bila kedua poros akan membentuk sudut

yang cukup besar, terdiri dari: 1. 2. d. Kopling universal hook Kopling universal kecepatan tetap

Kopling Fluida Penerusan daya dilakukan oleh fluida sehingga tidak ada hubungan antara

kedua poros. Kopling Fluida sangat cocok untuk mentransmisikan putaran tinggi dan daya yang besar. Keuntungannya adalah getaran dari sisi penggerak dan tumbukan dari sisi beban tidak saling diteruskan. Demikian pula pada waktu terjadi pembebanan lebih , penggerak mula tidak akan terkena momen yang akan melebihi batas kemampuan. 2. Kopling Tidak Tetap Kopling tidak tetap adalah kopling yang digunakan untuk

menghubungkan poros penggerak dan poros yang digerakkan dengan putaran yang sama saat meneruskan daya. Kopling juga dapat melepaskan hubungan kedua poros tersebut dalam keadaan diam maupun berputar tanpa harus menghentikan putaran dari poros penggerak. Kopling tak tetap meliputi: 1. Kopling cakar, terdiri dari:

a. b. c. d. 2.

Kopling cakar persegi Kopling cakar spiral Kopling kerucut Kopling friwil

Kopling pelat, terdiri dari: a. Menurut jumlah pelatnya: 1. 2. b. Kopling pelat tunggal Kopling pelat banyak

Menurut cara pelayanannya: 1. 2. 3. Kopling pelat cara manual Kopling pelat cara hidrolik Kopling pelat cara pneumatik

c.

Menurut pelumasannya: 1. 2. Kopling pelat kering Kopling pelat basah

Secara umum kopling pelat adalah kopling yang menggunakan satu pelat atau lebih yang dipasang diantara kedua poros serta membuat kontak dengan poros tersebut, sehingga terjadi penerusan daya melalui gesekan antara sesamanya. Konstruksi kopling ini cukup sederhana, dapat dihubungkan dan dilepaskan dalam keadaan berputar karena itu kopling ini sangat banyak dipakai.
Sumber :http://aswinsalam.blog.com/2011/05/18/universal-governor/

I. Karakteristik Givernoor Karakteristik utama yang menentukan derajat dari pengendalian Governor dari mesin adalah Penurunan kecepatan, atau berkurangnya kecepatan mesin dari tanpa beban ke beban penuh yang dinyatakan dalam putaran/menit atau sebagai presentase dari kecepatan normal/ rata-rata.

Pengaturan Isohkhorik, yaitu mempertahankan kecepatan mesin konstan pada segala beban, pengaturan kecepatan yang mungkin dari penurunan kecepatan nol.

Kepekaan/sensitify atau perubahan kecepatan yang diperlukan sebelum Governor akan melakukan gerakan. Kestabilan yaitu kemampuan mengatur waktu mempertahankan kecepatan mesin yang diinginkan tanpa naik turun atau constan. Ayunan, yaitu naik turun yang kontinyu dari mesin terhadap kecepatan yang diperlukan meskipun ketika beban tidak bertambah. Ketangkasan, kecepatan aksi pengatur. Biasanya dinyatakan sebagai waktu dalam detik yang diperlukan governor untuk menggerakkan kendali bahan bakar dari kedudukan tanpa batasan bahan sampai beban penuh.

Daya dari pengatur, gaya yang ditimbulkan pada governor untuk mengatasi tahanan dalam sistem kendali bahan bakar.

Sumber:http://aswinsalam.blog.com/2011/05/18/universal-governor/

J. Aplikasi Governor Pada Mesin Diesel

Gambar 8: Mesin Diesel


Sumber:http://gedepandya.wordpress.com/2008/09/29/mesin-diesel/

Mesin diesel adalah sejenis mesin pembakaran dalam; lebih spesifik lagi, sebuah mesin pemicu kompresi, dimana bahan bakar dinyalakan oleh suhu tinggi gas yang dikompresi, dan bukan oleh alat berenergi lain (seperti busi).

Mesin ini ditemukan pada tahun 1892 oleh Rudolf Diesel, yang menerima paten pada 23 Februari 1893. Diesel menginginkan sebuah mesin untuk dapat digunakan dengan berbagai macam bahan bakar termasuk debu batu bara. Dia mempertunjukkannya pada Exposition Universelle (Pameran Dunia) tahun 1900 dengan menggunakan minyak kacang (lihat biodiesel). Kemudian diperbaiki dan disempurnakan oleh Charles F. Kettering. Kelebihan & Kekurangan Mesin Diesel Mesin diesel lebih besar dari mesin bensin dengan tenaga yang sama karena konstruksi berat diperlukan untuk bertahan dalam pembakaran tekanan tinggi untuk penyalaan. Dan juga dibuat dengan kualitas sama yang membuat penggemar mendapatkan peninkatan tenaga yang besar dengan menggunakan mesin turbocharger melalui modifikasi yang relatif mudah dan murah. Mesin bensin dengan ukuran sama tidak dapat mengeluarkan tenaga yang sebanding karena komponen di dalamnya tidak mampu menahan tekanan tinggi, dan menjadikan mesin diesel kandidat untuk modifikasi mesin dengan biaya murah. Kekurangannya hanya terletak suara yang berisik juga pada bobot dan dimensi yang 2x lebih berat & besar dr mesin bensin, dikarenakan komponen mesin diesel yang di design kuat utk menahan kompresi tinggi, begitu juga akselerasi yang lemot namun bisa di perbaiki melalui penambahan Turbo ato Supercharger Penambahan turbocharger atau supercharger ke mesin meningkatkan ekonomi bahan bakar dan tenaga. Rasio kompresi yang tinggi membuat mesin diesel lebih efisien dari mesin menggunakan bensin. Peningkatan ekonomi bahan bakar juga berarti mesin diesel memproduksi karbon dioksida yang lebih sedikit. Prinsip Kerja Mesin Diesel Ketika gas dikompresi, suhunya meningkat (seperti dinyatakan oleh Hukum Charles; mesin diesel menggunakan sifat ini untuk menyalakan bahan bakar. Udara disedot ke dalam silinder mesin diesel dan dikompresi oleh piston yang merapat, jauh lebih tinggi dari rasio kompresi dari mesin menggunakan busi. Pada saat piston memukul bagian paling atas, bahan bakar diesel dipompa ke ruang pembakaran dalam tekanan tinggi, melalui nozzle atomising, dicampur dengan udara panas yang bertekanan tinggi. Hasil pencampuran ini menyala dan membakar dengan cepat. Ledakan tertutup ini menyebabkan gas dalam ruang pembakaran di atas mengembang, mendorong piston ke bawah dengan tenaga yang kuat dan

menghasilkan tenaga dalam arah vertikal. Rod penghubung menyalurkan gerakan ini ke crankshaft yang dipaksa untuk berputar, menghantar tenaga berputar di ujung pengeluaran crankshaft. Scavenging (mendorong muatan-gas yang habis terbakar keluar dari silinder, dan menarik udara segara kedalam) mesin dilaksanakan oleh ports atau valves. (Lihat direct injection vs indirect injection untuk tipe injeksi bahan bakar). Untuk menyadari kemampuan mesin diesel, penggunaan turbocharger untuk mengkompres udara yang disedot masuk sangat dibutuhkan; intercooler untuk mendinginkan udara yang disedot masuk setelah kompresi oleh turbocharger meningkatkan efisiensi. Komponen penting dari mesin diesel adalah governor, yang membatasi kecepatan mesin mengontrol pengantaran bahan bakar. Mesin yang menggunakan pengontrolan elektronik canggih mencapai ini melalui elektronik kontrol modul (ECM) atau elektronik kontrol unit (ECU) yang merupakan komputer dalam mesin. ECM/ECU menerima kecepatan signal mesin melalui sensor dan menggunakan algoritma dan mencari tabel kalibrasi yang disimpan dalam ECM/ECU, dia mengontrol jumlah bahan bakar dan waktu melalui aktuator elektronik atau hidrolik untuk mengatur kecepatan mesin. Mesin diesel tidak dapat beroperasi pada saat silinder dingin. Beberapa mesin menggunakan pemanas elektronik kecil yang disebut busi menyala di dalam silinder untuk memanaskan silinder sebelum penyalaan mesin. Lainnya menggunakan pemanas resistive grid dalam intake manifold untuk menghangatkan udara masuk sampai mesin mencapai suhu operasi. Setelah mesin beroperasi pembakaran bahan bakar dalam silinder dengan efektif memanaskan mesin. Dalam cuaca yang sangat dingin, bahan bakar diesel mengental dan meningkatkan viscositas dan membentuk kristal lilin atau gel. Ini dapat mempersulit pemompa bahan bakar untuk menyalurkan bahan bakar tersebut ke dalam silinder dalam waktu yang efektif, membuat penyalaan mesin dalam cuaca dingin menjadi sulit, meskipun peningkatan dalam bahn bakar diesel telah membuat kesulitan ini menjadi sangat jarang. Cara umum yang dipakai adalah untuk memanaskan penyaring bahan bakar dan jalur bahan bakar secara elektronik. Konfigurasi Mesin Diesel

Ada dua kelas mesin diesel: dua-stroke dan empat-stroke. banyak mesin diesel besar beroperasi dalam dua-stroke cycle. Mesin yang lebih kecil biasanya menggunakan empat-stroke cycle. Biasanya kumpulan silinder digunakan dalam kelipatan dua, meskipun berapapun jumlah silinder dapat digunakan selama muatan di crankshaft di tolakseimbangkan untuk mencegah getaran yang berlebihan. Inline-6 paling banyak diproduksi dalam mesin tugas-medium ke tugas-berat, meskipun V8 dan straight4 juga banyak diproduksi. Sumber:1zt4n.wordpress.com/2008/11/21/sejarah-mesin-diesel/ Governor Mesin Diesel Fungsi Governor secara umum adalah untuk mengontrol secara otomatis penyaluran bahan bakar sesuai dengan beban mesin. Fungsi Governor secara spesifik adalah sebagai berikut: Memudahkan mesin hidup saat start dengan memperbanyak penyuplaian penginjeksian bahan bakar Mempertahankan putaran setiap posisi Membatasi kecepatan idle Membatasi kecepatan maksimum

J.Aplikasi Universal governor Aplikasi governor pada komponen motor bakar.

Governor adalah komponen pada motor bakar yang berfungsi untuk mengontrol kecepatan enjin dengan cara mengendalikan jumlah bahan bakar yang diberikan sehingga kecepatan enjin dapat dipertahankan tetap stabil tanpa tergantung kondisi pembebanan. Sistem pengendalian dengan governor digunakan baik pada mesin stasioner maupun mesin otomotif seperti pada mobil dan traktor. Pada enjin modern seperti saat ini mekanisme governor umumnya menggunakan mekanisme mekanik-hidrolik (Woodward Governor), walaupun terdapat juga versi governor elektrik. Dalam hal ini, governor mengendalikan posisi tuas pengontrol bahan bakar yang dikombinasikan dengan aksi dari piston hidrolik dan gerakan bandul berputar. Posisi dari bandul ditentukan oleh kecepatan putaran dari enjin, jika kecepatan enjin naik atau turun maka bandul berputar mekar atau menguncup. Gerakan dari bandul ini, karena perubahan kecepatan enjin, akan menggerakkan piston kecil (pilot valve) pada sistem hidroliknya. Gerakan ini mengatur aliran cairan hidrolis ke piston hidrolis (piston motor servo). Piston motor servo dihubungkan dengan tuas pengatur bahan bakar (fuel rack) dan gerakannya akan menyebabkan penambahan atau pengurangan jatah bahan bakar yang disuply. Ada empat tipe pengontrolan enjin menggunakan governor. Pertama jika hanya satu kecepatan yang dikontrol maka digunakan tipe governor kecepatan tetap atau constantspeed type governor. Kedua, jika kecepatan enjin dapat di kendalikan beberapa tingkat secara manual pada melalui pengaturan menggunakan alat bantu, maka disebut tipe governor kecepatan variabel atau variable-speed type governor. Tipe ketiga ini adalah pengontrolan agar kecepatan enjin dapat dipertahankan diatas batas minimum atau di bawah batas maksimum, dan disebut governor pembatas kecepatan atau speed limiting type governor. Tipe pengontrolan keempat adalah tipe governor yang digunakan untuk membatasi beban enjin, dan disebut tipe governor pembatas beban atau load-limiting type governor.

Gambar 5. Mesin Diesel


Sumber:http://andiariewijakusuma.blogspot.com/2011/04/motor-bakar.html

Karakteristik utama yang menentukan derajat dari pengendalian Governor dari mesin adalah Selama ini ada semacam konsensus bahwa pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTM) harus mempunyai dampak ganda, baik untuk meningkatkan penyediaan dan pemerataan energi khususnya di daerah perdesaan maupun menjadikan wahana guna meningkatkan kemampuan industri dalam negeri untuk menangani pembangunan PLTM mulai dari tahap studi kelayakanperencanaan, pembuatan mesin dan peralatan, sampai pemasangannya. Selain itu pola pengembangan PLTM diselaraskan dengan tingkat keberadaan yang berupa teknologi tepat guna di perdesaan. Teknologi perdesaan dalam pengembangan irigasi rakyat hampir sama polanya dengan pembangunan PLTM, hanya perlu penyempurnaan karena tenaga listrik tidak mengenal musim. PLTM itu sendiri merupakan teknologi madya yang sudah diaplikasikan sejak dahulu dan diharapkan mempunyai dampak positip terhadap kreatifitas dan dinamisme masyarakat pada pola hidup dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat perdesaan. Seperti diketahui bahwa governor pada PLTM merupakan peralatan pengatur jumlah air yang masuk ke dalam turbin agar tenaga air yang masuk turbin sesuai dengan daya listrik yang dikeluarkan oleh pembangkit hingga putaran akan konstan. Penggunaan governor tersebut kurang menguntungkan bila ditinjau secara ekonomis, karena harganya hampir sama bahkan melebihi harga turbin generator. Para produsen di dalam negeri masih belum sanggup bersaing dengan produksi luar negeri, baik dari segi kualitas maupun harganya. Untuk itu perlunya dibuat disain Electronic Load Controller (ELC) sebagai pengontrol beban komplemen pada PLTM dengan kapasitas sesuai yang dibutuhkan di lapangan. PLTM mempunyai tiga komponen utama yang masing-masing fungsinya sangat menentukan, yaitu : turbin air, generator, dan governor(ELC). pada pembangkit, pengendalian putaran dimaksudkan untuk mengendalikan putaran (frekuensi) generator sehingga pengendalian putaran dalam hal ini diutamakan berfungsi sebagai pengendali frekuensi generator. Perubahan putaran (frekuensi) generator dapat disebabkan karena adanya perubahan daya penggerak. Jika daya air yang masuk ke turbin dibuat selalu tetap sehingga daya penggerak turbin selalu tetap, maka frekuensi dan respon generator akan menjadi fungsi dari beban. Agar frekuensi yang dihasilkan oleh generator besarnya selalu tetap, maka besar beban dari generator harus selalu tetap. Untuk itu diperlukan beban tiruan yang besar bebannya dapat diatur sesuai dengan pengurangan beban dari PLTM. Beban tiruan ini disebut beban komplemen.pada suatu kondisi beban tertentu (missal pada beban sebesar 75% beban penuh), daya air yang masuk ke turbin diatur sehingga diperoleh putaran generator yang dikehendaki. Jika pada beban konsumen terjadi penurunan beban sebesar (X), maka beban komplemen akan dilewati arus yang rata-ratanya akan sebesar penurunan arus akibat turunnya beban konsumen (X). Dengan demikian generator akan dibebani dengan total beban yang selalu konstan. Oleh karena daya yang masuk ke turbin dibuat tetap dan beban yang dirasakan oleh generator juga selalu tetap, maka putaran generator senantiasa juga tetap. Dengan kata lain, jika debit air konstan maka generator harus dibebani dengan daya konstan agar putaran generator selalu tetap. Oleh karena beban konsumen tidak selalu konstan, maka untuk menjaga kestabilan putaran turbin generator diperlukan beban komplemen yang besarnya diatur oleh ELC sedemikian rupa sehingga : Beban Konsumen + Beban Komplemen = Kapasitas Nominal Generator

Sistem Kontrol Electronic Load Controller (ELC) Pengaturan putaran generator mikrohidro dengan beban komplemen menggunakan sakelar elektronik yang terdiri atas tiga bagian utama, yaitu :

Sensor Arus dan Rangkaian Kontrol

Alat ini berfungsi untuk mendeteksi perubahan arus beban yang dihasilkan oleh generator sebagai akibat adanya perubahan arus pada beban konsumen yang kemudian akan dibandingkan dengan harga referensi yang telah ditentukan. Selanjutnya rangkaian kontrol akan memberikan aksi atas perubahan tersebut dengan memberikan trigger pada SCR sesuai dengan perubahan yang terjadi.

Sakelar Elektronik (SCR)

Digunakannya SCR karena dengan mengguna-kan arus pengontrol yang kecil dapat men switch arus yang jauh lebih besar. SCR berfungsi sebagai pemutus dan penghantar arus ke beban komplemen yang pengoperasiannya diatur oleh modul kontrol berdasarkan perubahan yang terjadi. Penghantaran dan pemutusan arus dapat dilakukan dengan cara mengatur sudut penyalaan. Modul kontrol yang digunakan adalah modul kontrol yang mendeteksi perubahan arus dan mengubahnya menjadi tegangan, kemudian mengaktifkan gate SCR dengan perubahan arus yang terjadi.

Beban Komplemen

Beban komplemen digunakan sebagai tempat pengalihan daya dari perubahan yang terjadi pada beban sebenarnya dengan tujuan untuk menjaga agar putaran generator tetap konstan meskipun terjadi perubahan arus pada beban sebenarnya. Beban konsumen pada PLTM sebagian besar berupa beban penerangan untuk kebutuhan rumah tangga. Karenanya penyaluran daya yang dibutuhkan adalah per fasa, sehingga akan terjadi ketidakseimbangan daya. Sensor arus pada setiap fasa pada beban komplemen akan memberikan beban yang tetap konstan dan seimbang. PLTM akan mengalirkan arus ke beban konsumen setiap fasa melalui trafo arus sebagai sensor arus dari panel kontrol beban komplemen. Arus sensor ini berperan sebagai input pada rangkaian kontrol. Besar arus sensor senantiasa sebanding dengan besar arus beban konsumen atau arus total generator pada setiap fasa. Fungsi arus sensor diubah dari yang semula fungsi arus menjadi fungsi tegangan, kemudian masuk ke rangkaian konverter. Di sini bentuk tegangan diubah menjadi tegangan searah sinus setengah gelombang. Oleh rangkaian operational amplifier (Op-Amp), bentuk tegangan ini akan diubah menjadi gelombang segitiga, dan selanjutnya akan dibandingkan dengan gelombang gigi gergaji yang nilainya konstan. Gelombang gigi gergaji dan gelombang segitiga mempunyai prioda yang sama, karena keduanya berasal dari sumber jala-jala yang sama dengan frekuensi 50 Hz. Besar tegangan gelombang segitiga akan dipengaruhi oleh perbandingan besar arus sensor dan tegangan referensi pada rangkaian setting kapasitas. Hasil perbandingan ini akan menentukan apakah outputnya berupa pulsa lebar ataukah pulsa sempit. Selanjutnya output tersebut akan masuk ke rangkaian logik bersama dengan pulsa cacah yang dihasilkan oleh rangkaian osilator konstan. Output rangkaian logik akan menginjeksi trafo pulsa melalui rangkaian darlington. Output

trafo pulsa akan memberikan sudut kelambatan pernyalaan pada pulsa dua buah SCR yang dipasang anti paralel. Sudut kelambatan pernyataan ini akan dipengaruhi oleh perubahan beban. Jika beban konsumen besar, maka sudut kelambatan pernyalaan akan membesar pula. Hal ini akan menyebabkan konduktifitas pada SCR mengecil sehingga daya yang disalurkan ke beban komplemen juga kecil. Demikian pula sebaliknya, sehingga total beban akan tetap konstan.