Anda di halaman 1dari 2

Nukleosintesis: Basis Reaksi Ketebentukan Unsur di Alam Semesta

Resume Keberadaan unsur di alam semesta ini tidak lepas dari rantai evolusi keterbentukan dan kemusnahan bintang di alam raya. Secara garis besar, bintang terbentuk dari kondensasi awan hidrogen dan helium hingga membentuk bintang biru (giant blue) yang lama-kelamaan akan mengalami peningkatan pancaran atau luminositas hingga membentuk bintang merah (gian red). Bintang merah dalam lama waktu tertentu akan kehabisan bahan bakar hingga mengalami ledakan atau supernova. Seluruh gambaran evolusi binatang tersebut melibatkan reaksi nuklir yang menjadi sumber utama sintesis unsur-unsur. Rangkain proses pembentukan unsur tersebut dikenal dengan nukleosintesis. Teori nukleosintesis dilandaskan pada data kelimpahan unsur kimia dan pembentukan isotopnya di alam sebagai berikut: (1) Hidrogen dan Helium merupakan unsur terbanyak di alam semesta dengan rasio H/He sebesar 12,5. (2) Kelimpahan unsur dengan 50 nomor atom pertama menurun secara eksponensial. (3) Unsur bernomor atom di atas 50 memiliki kelimpahan sangat sedikit dan variasi jumlahnya tidak beraturan seiring dengan peningkatan nomor atom. (4) Unsur yang memiliki nomor atom genap lebih berlimpah daripada yang nomor atom ganjil. (5) Litium, Berilium, dan Boron memiliki kelimpahan rendah dibandingkan dengan unsur lain bernomor atom rendah. (6) Ferum memiliki kelimpahan tinggi dibanding dengan unsur bernomor atom sama lainnya. (7) Technetium dan Promethium tidak terbentuk saat terbentuknya alam semesta karena sifatnya yang mudah meluruh. (8) Unsur dengan nomor atom di atas 83 bersifat tidak stabil dan terbentuk di alam dengan kelimpahan sangat sedikit sebagai hasil peluruhan U dan Th. Terdapat dua proses utama dari nukleosintesis: proses rantai proton-proton (protonproton chain) dan siklus CNO (Carbon, Nitrogen, Oksigen). Proses rantai proton-proton adalah sebagai berikut. 2 atom hidrogen yang memiliki 1 proton bertumbukan menghasilkan deutreum ( ), positron (+), neutrino (), dan energi 0,422 MeV. Positron bereaksi dengan elektron ), sinar gamma (), dan energi 5,493 MeV. ), dua proton, dan 12,859 MeV.

negatif membentuk proses annihilasi dan menghasilkan 1,02 MeV. Inti deutrium bertumbukan dengan proton lain membentuk Helium-3 (

Selanjutnya, 2 Helium-3 bertumbukan membentuk Helium-4 (

Hasil akhir dari siklus ini adalah reaksi fusi dari 4 hidrogen membentuk Helium-4, sinar , neutrino, dan energi 19,794 MeV. Rangkaian reaksi fusi proton ini dapat terjadi pada suhu 107 K dan kemungkinan besar terjadi saat big bang. Nanda Najih Habibil Afif NPM. 270110120183 (Geologi B)

Dalam kasus serupa, ledakan bintang lain dapat memiliki unsur bernomor atom lebih tinggi yang kemungkinan besar adalah Karbon-12. Karbon kemudian berfusi dengan Hidrogen membentuk Nitrogen-13 dan sinar gamma. Nitrogen meluruh membentuk positron, neutrino, dan Karbon-13 yang akan bereaksi dengan Hidrogen menghasilkan Nitrogen-14 dan gamma. Nitrogen-14 berfusi dengan Hidrogen membentuk sinar gamma dan Oksigen-15 yang akan meluruh membentuk Nitrogen-15, positron, dan neutrino. Nitrogen-15 selanjutnya berfusi dengan Hidrogen menghasilkan Karbon-12 dan Helium-4. Rangkaian proses ini terjadi secara kontinyu yang dikenal dengan siklus CNO. Reaksi fusi Hidrogen terhenti setelah seluruhnya terkonversi menjadi kumpulan Helium yang akan menjadi bahan bakar reaksi selanjutnya. Inti berkontraksi dan mengalami kenaikan suhu 108 K. Selanjutnya, terjadi pembentukan Boron, Berilium, dan Litium melalui fusi sinar alfa, namun sifat unsur-unsur ini tidak stabil dan memiliki waktu paruh singkat, sehingga keberadaannya sangat sedikit dan condong membentuk unsur stabil lainnya. Energi dari kumpulan Helium digunakan dalam r-proces (penangkapan neutron dalam waktu cepat), sprocess (penangkapan neutron dalam waktu lambat), dan p-process (penambahan 2 proton) yang hasil akhirnya berupa pembentukan unsur lain seperti Zn, Cu, Ge, Se, dan Ni. Seiring dengan proses fusi dan peluruhan unsur-unsur yang telah terbentuk, maka terbentuklah unsur-unsur lain di alam semesta.

Nanda Najih Habibil Afif NPM. 270110120183 (Geologi B)