Anda di halaman 1dari 12

ASUHAN KEPERAWATAN PADA NY.

S DENGAN GANGGUAN MOBILISASI


Disusun Untuk Memenuhi Tugas Praktek Klinik Keperawatan Semester II

Disusun Oleh: 1. Dewi Puji Astuti 2. Dyah Arum P. 3. Fajar Widiyanto 4. Putri Sekar A 5. Rizky Fatatul Huda P27220012 0 P27220012 0 P27220012 0 P27220012 0 P27220012 0

PROGRAM STUDI D-III KEPERAWATAN REGULER POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA

2012 / 2013

ASUHAN KEPERAWATAN Pada Ny. S dengan Gangguan Mobilisasi di Bangsal Ar Fahrudin RSU PKU Muhammadiyah Delanggu, Katen

A. Pengkajian Tanggal Pengkajian No. RM Tanggal MRS : 1 Juli 2013

: 115443 : 30 Juni 2013

Diagnosa Medis : Fraktur Clavicula 1. Identitas Klien Nama Umur Jenis Kelamin Suku Agama Pekerjaan Status Pernikahan Alamat 2. Penaggung Jawab Nama Umur Jenis Kelamin Agama Pekerjaan Hubungan dengan pasien 3. Riwayat Pasien a. Keluhan utama Tangan kanan tidak dapat digerakkan karena patah akibat kecelakaan b. Riwayat Kesehatan Sekarang : Tn. Arief Yulianto : 36 tahun : Laki-laki : Islam : Wiraswasta : Suami : Ny. S : 30 tahun : Perempuan : Jawa : Islam :: Menikah : Lemahireng, Pedan, Klaten

Pasien mengeluhkan tangan kanannya yang tidak dapat digerakkan karena jatuh dari motor akibat kecelakan. c. Riwayat Kesehatan Dahulu Pasien mengatakan belum pernah masuk rumah sakit dan tidaka ada riwayat penyakit sebelumnya. d. Riwayat Kesehatan Keluarga Pasien mengatakan di keluarganya tidak ada yang pernah mengalami penyakit serupa. 4. Pola Fungsional Kesehatan a. Persepsi tentang Kesehatan dan Manajemen Kesehatan. Pasien mengatakan bahwa kesehatan merupakan suatu hal yang sangat penting untuk melakukan segala aktivitas dengan lancar dan setiap kali pasien sakit selalu mengobatinya dengan membeli obat di warung atau layanan kesehatan yang terdekat. Pasien juga mengatakan bahwa dirinya akan merasa sehat jika tdak merasakan nyeri/sakit dengan tubuhnya. b. Pola Nutrisi dan Metabolisme Sebelum sakit : Pasien biasa makan 3 kali sehari dengan nasi, laukpauk, dan sayuran. Selama sakit : Pasien mengatakan makan 3 kali sehari dengan menu yang disediakan di Rumah Sakit. c. Pola Eliminasi 1. Sebelum sakit BAB : Keluarganya mengatakan pasien BAB 2 kali sehari dengan data : Jumlah: 10 cc, warna: kuning, bau: khas, dan konsistensi: padat BAK : Keluasga pasien mengatakan pasien BAK dalam batas normal yaitu 4-5 kali sehari, dengan data : Jumlah: 1000ml, warna: kuning, bau: khas, konsistensi: cair. 2. Selama sakit

BAB : Keluarganya mengatakan pasien belum BAB selama 2 hari. BAK : Terpasang kateter dengan data yang diperoleh: Jumlah: 500 ml, warna: kuning, Bau: Khas, dan Konsistensi Cair. d. Aktivitas dan latihan Sebelum sakit : Keluarga mengatakan pasien dapat beraktifitas secara mandiri. Selama sakit : Pasien mengatakan selama dirawat aktivitas pasien tergantung pada keluarganya.
Kemampuan Perawatan Diri Makan/Minum Toileting Berpakaian Mobilisasi di tempat tidur Berpindah Ambulasi/ROM 0 1 2 3 4

Keterangan: 0 1 2 3 4 = mandiri = dengan alat bantu = dibantu orang lain = dibantu orang lain = tergantung total

e. Istirahat dan tidur Sebelum sakit : Keluarga mngetakan pasien tidur malam 8 jam dalam sehari dan jarang tidur siang. Selama sakit : Keluarga mengatakan selam di RS, pasien sulit untuk tidur 4 jam sehari dan tidak pernah tidur siang. f. Persepsi kognitif Pasien mengatakan tidak nyaman dengan kondisinya saat ini karena merasa selalu merepotkan keluarganya dan tidak dapat mengasuh anaknya selama ia dirawat di rumahsakit

g. Pola koping dan toleransi stress Pasien mengatakan setiap kali menghadapi masalah pasien selalu mengungkapkan pada anggota keluarga atau orang yang terdekat dengannya. Pasien tidak pernah memendam masalahnya sendiri. h. Pola nilai dan kepercayaan. Pasien adalah seorang muslim dan selalu taat menjalankan sholat lima waktu. i. Pola sexual dan reproduksi Pasien mengatakan memiliki seorang suami dan dua orang anak. 5. Pemeriksaan Fisik a. Keadaan umum : Ekspresi wajah pucat dan gelisah Kebersihan Umum : normal dan bersih : : 120/80 mm Hg : 80 x / menit : 22 x / menit : 360 C. : compos mentis

b. TTV TD N RR S c. Kesadaran d. Pemeriksaan Sistematis: 1) Kepala

: Mesocephal.

a) Rambut : Warna hitam, agak kotor, lurus. b) Mata : Tidak ada lingkaran hitam disekitar mata,

tidak cowong sklera Icterus, konjungtiva merah muda, tidak memakai alat bantu kaca mata, reaksi terhadap cahayanya baik. c) Hidung : Tidak ada peradangan dan tidak ada perdarahan. d) Telinga : Tidak ada serumen, bersih, tidak memakai

alat bantu pendengaran. 2) Mulut dan tenggorokan a) Rongga mulut :

: Bersih, tidak ada stomatitis.

b) Lidah 3) Leher 4) Dada :

: Kebersihan cukup, warna merah muda. : Tidak ada pembengkakan kelenjar tyroid

a) Inspeksi : Pola napas teratur b) Palpasi : Tidak ada nyeri tekan. 5) Abdomen a) Inspeksi : b) Palpasi : 6) Ekstremitas a) Ekstremitas Atas : Tangan kiri terpasang infus RL 500 Tidak tampak benjolan / masa. Tidak terdapat nyeri tekan.

ml. Kekuatan otot atas kanan = 1 dan kiri = 5 b) Ekstremitas Bawah : Kekuatan otot kanan dan kiri = 5

7) Genetalia : Tidak terpasang kateter. e. Pemeriksaan Penunjang


Pemeriksaan HEMATOLOGI Hemoglobin Lekosit Trombosit Eritrosit Hematokrit 15 9,6 397 5,5 42,1 14-18 4-12 150-400 4,5-5,5 40-48 g/dl 10^/L 10^/L 10^6/L Vol % Hasil Rujukan Satuan

HITUNG JENIS Granulosit Limfosit Monosit 74,4 17,8 8 50-80 20,5-51,1 2-9 % % %

MCV, MCH, MCHC MCV MCH MCHC 76,5 27,3 35,6 80,3-103,4 26-34,4 31,8-36,3 ^ pg g/dl

KIMIA KLINIK Fungsi Hati SGOT 23 6-25 /L

SGPT

29

4-30

/L

Fungsi Ginjal Sero Hepatistis HbsAG Rapid negatif negatif Ureum Creatinin Imunologi16 0,52 10-50 0,6-1,1 mg/dL mg/dL

f. Terapi Dari Dokter Infus RL 20 tpm Injeksi Ranitidin : 25 mg dalam 1 ampul/12 jam Injeksi Ketorolac : 10 mg dalam 1 ampul/8 jam Injeksi Citikolin : 250 mp/12 jam Injeksi Piracetam : 500 mg dalam 1pr/8jam

B. Alanisa Data
Data Fokus Problem Hambatan Mobilitas Fisik Etiologi B.d. Gangguan Muskuloskeletal

DS

- Pasien mengatakan tangannya terasa sakit akibat jatuh dari sepea motor. DO :

- Terpasang Infus. - Terdapat fraktur pada tangan kanannya. - Keadaan pasien lemah. - Pasien tidak dapat menggerakkan

tangan kanannya. - Kekuatan otot ekstermitas atas kanan 1 dan kiri 5. - Kekuatan otot ekstermitas bawah kanan dan kiri 5. - Aktivitas latihan pasien tergantung total.

C. Diagnosa Keperawatan 1. Hambatan mobilitas fisik berhubungan dengan gangguan

muskuloskeletal.

D. Intervensi
Dx 1. Tujuan dan Kriteria Hasil Stelah tindakan keperawatan selama 3x24 jam diharapkan mobilitas optimal fisik dengan dilakukan Intervensi - Kaji status muskuloskeletal untuk mngetahui perkembangan pasien. - Berikan posisi yang nyaman Rasional - Mengetahui faktor penyebab dari penyakit tersebut. - Membantu mempertahankan integritas fungsi sendi. - Meningkatkan kepatuhan klien terhadap ambulasi jika program latihan. - Meningkatkan fisioterapi mobilitas sirkulasi. dan gejala

untuk membantu mobilitas pasien - Ajarkan dan dukung pasien dalam latihan ROM untuk mencegah terjadinya penurunan fleksibilitas sendi dan kontraktur sendi. - Berikan support psikososial dan spiritual untuk memberikan

kriteria hasil : Mobilitas meningkat pasien

semangat pasien dalam tahap penyembuhan. - Lakukan

memungkinkan. - Kolaboasi dengan

untuk meningkatkan mobilisasi pasien. - Kolaborasi dengan dokter untuk pemberian terapi obat.

E. Implementasi
Jam Implementasi 1 Juli 2013 09.00 1. Mengkaji WIB muskuloskletal mengetahui status DS : Pasien mengeluhkan Respon TTD

untuk tangan kanannya sakit. perkembangan DO : Terdapat luka post op Dewi

pasien.

ditangan

kanannya.

Ekstermitas atas sebelah kanan 1. 2. Memberikan nyaman posisi yang DS : Pasien mnyetujui

untuk

membantu dilakukan tindakan. DO : Posisi pasien dalam keadaan semi fowler. Rizky

mobilisasi pasien.

3. Mengajarkan dan mendukung DS

Pasien

mnyetujui

pasien dalam latihan ROM dilakukan tindakan. untuk mencegah terjadinya DO : Pasien merasa kesakitan saat dilakukan tindakan. Dewi

penurunan fleksibilitas. 4. Memberikan

support DS : Pasien merasa rileks dan

psikososial dan spiritual untuk tenang. memberikan semangat pasien DO : Pasien tampak semangat dalam tahap penyembuhan. 5. Melakukan ambulasi dalam menjalani terapi. Rizky

jika DS : pasien masih merasa dalam melakukan

memungkinkan dengan miring takut kekiri. tindakan.

DO : Pasien miring kekriri. 11.00 6. Melaksanakan terapi dokter, DS WIB yaitu memberikan : : Pasien menyetujui

Dewi

dilakukan tindakan. : Cairan Telah infus telah

Injeksi secara IV Ranitidin DO dan citikolin.

diganti.

dimasukkan

7. Mengganti cairan infus RL 20 injeksi secara IV Ranitidin dan tpm. citikolin. : Pasien menyetujui Rizky

14.00 8. Melaksanakan terapi dokter, DS WIB yaitu memberikan :

dilakukan tindakan.

Injeksi secara IV Ketorolac DO : Telah dimasukkan injeksi dan piracetam secara IV Ketorolac dan Fajar Pasien menyetujui

piracetam 22.00 9. Melaksanakan terapi dokter, DS WIB yaitu memberikan : :

dilakukan tindakan. Putri

Injeksi secara IV Ketorolac DO : Telah dimasukkan injeksi

dan piracetam

secara

IV

Ketorolac

dan

piracetam 23.00 10.Melaksanakan terapi dokter, DS WIB yaitu memberikan : : Pasien menyetujui

dilakukan tindakan.

Injeksi secara IV Ranitidin DO : Telah dimasukkan injeksi dan citikolin. secara citikolin. 2 Juli 2013 06.00 1. Melaksanakan terapi dokter, DS WIB yaitu memberikan : : Pasien menyetujui IV Ranitidin dan Dyah

dilakukan tindakan.

Injeksi secara IV Ketorolac DO : Telah dimasukkan injeksi dan piracetam secara IV Ketorolac dan Rizky Pasien menyetujui

piracetam 11.00 2. Melaksanakan terapi dokter, DS WIB yaitu memberikan : :

dilakukan tindakan.

Injeksi secara IV Ranitidin DO : Telah dimasukkan injeksi dan citikolin. secara citikolin. 14.00 3. Melaksanakan terapi dokter, DS WIB yaitu memberikan : : Pasien menyetujui IV Ranitidin dan Rizky

dilakukan tindakan.

Injeksi secara IV Ketorolac DO : Telah dimasukkan injeksi dan piracetam secara IV Ketorolac dan Dewi

piracetam 19.00 4. Mengkaji WIB muskuloskletal mengetahui pasien. status DS : Pasien mengatakan masih untuk takut untuk menggerakkan

perkembangan tangan kanannya DO : Ekstermitas atas sebelah kanan antara 1-2. Fajar mnyetujui

20.00 5. Memberikan WIB nyaman

posisi

yang DS

Pasien

untuk

membantu dilakukan tindakan. DO : Posisi pasien dalam keadaan semi fowler. Putri Fajar

mobilisasi pasien.

6. Mengajarkan dan mendukung DS

Pasien

mnyetujui

pasien dalam latihan ROM dilakukan tindakan. untuk mencegah terjadinya DO : Pasien sudah bisa

penurunan fleksibilitas.

menggerakkan

tengannya

sendiri meski hanya sedikit. 7. Melakukan ambulasi jika DS : Pasien merasa rileks.

memungkinkan dengan miring DO : Pasien miring kekriri. kekiri. 22.00 8. Melaksanakan terapi dokter, DS WIB yaitu memberikan : : Pasien menyetujui Putri

dilakukan tindakan.

Injeksi secara IV Ketorolac DO : Telah dimasukkan injeksi dan piracetam secara IV Ketorolac dan Putri Pasien menyetujui Pasien saat

piracetam 23.00 9. Melaksanakan terapi dokter, DS WIB yaitu memberikan : :

dilakukan

tindakan. kesakitan

Injeksi secara IV Ranitidin merasa dan citikolin.

dimasukkan obat. DO : Pasien tampak kesakitan saat dimasukkan obat. Telah dimasukkan injeksi secara IV Ranitidin dan citikolin. 3 Juli 2013 Fajar

06.00 1. Melaksanakan terapi dokter, DS WIB yaitu memberikan :

Pasien

menyetujui

dilakukan tindakan.

Injeksi secara IV Ketorolac DO : Telah dimasukkan injeksi dan piracetam secara IV Ketorolac dan Dyah

piracetam 10.00 2. Memberikan WIB nyaman posisi yang DS : Pasien mengatakan sudah nyaman disetiap

untuk

membantu mulai posisinya.

mobilisasi pasien.

DO : Tapak rileks dan nyaman. 3. Mengajarkan dan mendukung DS : Pasien mnyetujui

Dyah

pasien dalam latihan ROM dilakukan tindakan. untuk mencegah terjadinya DO : Pasien sudah bisa Dyah

penurunan fleksibilitas.

menggerakkan

tengannya

sendiri sedikit demi sedikit. 4. Melakukan ambulasi jika DS : Pasien merasa rileks.

memungkinkan dengan miring DO : Pasien miring kekriri. kekiri. Dyah

F. Evaluasi
Dx 1 Tanggal 1 Juli 2013 Evaluasi S : Pasien mengeluhkan tangan kanannya sakit. O: Terdapat luka post op ditangan kanannya. Ekstermitas atas sebelah kanan 1. A: Masalah belum teratasi. P: Intervensi dilanjutkan. 1 2 juli 2013 S : Pasien mengatakan masih takut untuk menggerakkan tangan kanannya O : Ekstermitas atas sebelah kanan antara 1-2. A : Masalah belum teratasi. P : Intervensi dilanjutkan 1 3 Juli 2013 S : Pasien dan keluarga mengatakan selalu senang dalam bekerja sama untuk setiap tindakan keperawatan yang diberikan dan mengucapkan terima kasih. Pasien mengatakan ingin segera pulang. O : Ekstermitas atas sebelah kanan 3. Pasien sudah bisa menggerakkan tangan kannanya. Aktivitas pasien telah dapat dilakukan secara mandiri namun masih sering dibantu keluarga. TTV : TD: 120/70 mmHg, S: 36,70C, N: 80x/menit, RR: 20x/menit. A: Masalah terasi. P: Intervensi. Dyah Fajar Dewi TTD