Anda di halaman 1dari 57

KELUARGA SAKINAH

Oleh : Oneng Nurul Bariyah

Makna Keluarga
- Keluarga mnrt Kamus Bhs Indonesia: 1. Ibu, Bapak, dan anak-anaknya seisi rumah 2. Orang seisi rumah yg menjadi tanggungan, batih 3. Sanak saudara, karib kerabat 4. Satuan kekerabatan yg sangat mendasar dlm masyarakat Yg dimaksud keluarga dlm kajian ini adalah semua orang dalam satu rumah yang terdiri dari ayah, ibu, dan anak. Keluarga mrpkn organisasi masyarakat terkesil yg terdiri dari ayah, ibu, dan anak.

Istilah Keluarga Dlm al-Quran


Dlm al-Quran keluarga disebut dgn al-ahl spt disebut dlm QS. al-Tahrim/66:6

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka Mnrt al-Maraghi: kata al-ahl tdd ayah, ibu, anak, dan pembantu. Keluarga luas /besar tdd angg keluarga kecil ditambah kerabat dekat maupun jauh. Struktur keluarga sakinah menganut struktur pola keluarga luas (extended family) didlmny aada tanggung jawab thdp keluarga inti dan kerabat dekat pasangan suami isteri

lanjutan
Dlm al-Quran disebut asyirah spt dlm QS. al-Syuara/26: 214 sbb

Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat Konsep keluarga luas dlm al-Quran dpt dilihat dlm masalah mahram dan kewarisan. Mk kleuarga tdd ayah, ibu, kakek , nenek, saudara laki-laki, saudara perempuan, bibi, dan paman. Tanggung jawab keluarga mencakup aspek ekonomi, pendidikan, dan kejiwaan . Dlm QS.al-Baqarah ayat 215 disebutkan

}215{

Artinya:
Mereka bertanya tentang apa yang mereka nafkahkan. Jawablah: "Apa saja harta yang kamu nafkahkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan."Dan apa saja kebaikan yang kamu buat, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahuinya

Arti Sakinah Dari asal katanya, sakinah berasal dari kata sakana yang berarti diam, tenang, senang, tidak bergerak, dan tidak bergejolak. Kata sakinah bermakna altumannah wa al-waqr wa al-mahabbah artinya ketenagan, kemuliaan, dan kehormatan. Kata sakinah disbeut dlm al-Quran sebanyak 6 kali yaitu menggunakan kata sakinah (QS.al-Baqarah/02: 248) , al-sakinah (QS.al-Fath/48:4, 18), saknatahu (QS.al-Taubah/9: 26, 40) dan al-Fath/48: 26. Ayat tsb sbb:

}248{ Dan Nabi mereka mengatakan kepada mereka: "Sesungguhnya tanda ia akan menjadi raja, ialah kembalinya tabut kepadamu, di dalamnya terdapat ketenangan dari Tuhanmu dan sisa dari peninggalan keluarga Musa dan keluarga Harun; tabut itu dibawa malaikat. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda bagimu, jika kamu orang yang beriman.

QS.al-Baqarah/02: 248

Kemudian Allah menurunkan ketenangan kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah menurunkan bala tentara yang kamu tiada melihatnya, dan Allah menimpakan bencana kepada orang-orang yang kafir, dan demikianlah pembalasan kepada orang-orang yang kafir.

}26{

QS. al-Taubah/9:26

}21{
Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.

QS.al-Rum/30:21

18. Sesungguhnya Allah telah ridha terhadap orangorang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon, maka Allah mengetahui apa yang ada dalam hati mereka lalu menurunkan ketenangan atas mereka dan memberi balasan kepada mereka dengan kemenangan yang dekat (waktunya)

}18{

Qs. al-Fath/48: 18

Asas Keluarga Sakinah


Asas ilahiyyah tauhidiyyah : semua proses dan kesadaran dlm keluarga berprinsIp pada Allah. QS. 02/284 }284{
Kepunyaan Allah-lah segala apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Dan jika kamu melahirkan apa yang ada di dalam hatimu atau kamu menyembunyikan, niscaya Allah akan membuat perhitungan dengan kamu tentang perbuatanmu itu. Maka Allah mengampuni siapa yang dikehendaki-Nya dan menyiksa siapa yang dikehendaki-Nya; dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.

LANJUTAN
Asas ilahiyyah diterapkan dlm proses pencarian pasangan, prosesmencapai kebahagiaan dan kesejahteraanserta pemecahan masalah dlm keluarga 2. Asas kesetaraan ; semua manusia memiliki derajat yg sama. Perbedaan status dan peran seseorang tdk menimbulkan perbedaan nilai kemanusiaannnya. Setiap manusia memiliki keduudkan yg sama di hadapan Allah. Lht QS. AL-Hujurat/49:13

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

}13{

QS. al-Hujurat/49: 13

3. Asas Keadilan
Penerapan keadilan dalam keluarga mencakup berbagai aspek bersifat universal dan komprehensif yakni berbuat ihsan, menebar kebaikan kpd seluruh keluarga, kerabat, dan menghindari kezaliman dan kemunkaran. QS, alNahl/16: 90 }90{
Sesungguhnya Allah menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan permusuhan. Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran.

4. Asas mawaddah warahmah (kasih sayang)


Mawaddah berarti cinta potensial yg ada dlm diri seseorang thdp orang yg disayangi seseorang sementara rahmah berarti cinta aktual yg terwujud dlm usaha2 seseorang utk berbuat kebaikan bagi orang2 yg disayangi. Mawaddah warahmah merpk perekar hub anggota keluarga yg menimbulkan rasa pengertian, tanggung jawab, penghormatan, serta kasih sayang antar naggota keluarga

5. Asas Pemenuhan Kebutuhan Hidup sejahtera dunia dan akhirat Keluarga sakinah dibangun untuk memenuhi kebutuhan pokok mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Hal ini sesuia dgn prinisp doa dlm QS. al-Baqarah/2: 201 }201{ 201. Dan di antara mereka ada orang yang berdoa: "Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka"

Potensi Manusia
1. Potensi beragama (bertuhan) kpd Allah SWT yaitu untuk mencari, mendekat, berlindung kpd Allah sejalan dgn firman-Nya dlm surat alAraf/7: 172 }172{
Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anakanak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab: "Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agar di hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",

2. Potensi menghamba dan taat kepada


Allah
QS. al-Dzariyat/51:56

56. Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepadaKu.

4. Potensi jasmani
Manusia dituntut utk bertahan secara fisik dgn memenuhi kebutuhan jasmani yg halal sesuai tuntutan agama. Dalam QS, AL-Hijr/15:28 Allah berfirman: Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: "Sesungguhnya Aku akan menciptakan seorang manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk,

5. Potensi Berakal
Manusia memiliki potensi utk ingin tahu, belajar dan ingin bekembang. Potensi ini yg mengangkat derajat manusi. Pengembangan intelektual perlu diikuti wujud syukur atas karunia Allah dlm intelektualitasnya. Dlm QS. al-Mujadilah/58:11
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.

Kelima kebutuhan tercermin dl keluarga skainah


1. 2. 3. 4. 5. Kebutuhan spiritual tauhidiyah Kebutuhan pendidikan Kebutuhan ekonomi Kebutuhan hub seksual Kebutuhan kesehatan dan pengelolaan lingkungan

FUNGSI Keluarga Sakinah


Mewujudkan insan bertakwa (muttaqin). Lihat QS. AL-Hujurat/49:13, al-Baqarah/2:177 Keluarga sakinah sbg unit terkecil dlm masyarakat berfungsi sbg lembaga pendidikan dan pembentukan manusia yag berakhlak karimah. Dengan keluarga sakinah dpt terwujud masyarakat yang adil makmur sejahtera (baladatun thayyibun wa rabbun ghafur)

PEMBENTUKAN KELUARGA SAKINAH


Pembentukan keluarga yaitu dengan adanya akad perkawinan. Perkawinan didahului dengan adanya : perkenalan dan khitbah (meminang) Khitbah (meminang) yaitu permintaan seorang laki-laki kepada seorang perempuan untuk menjadi isterinya. Keluarga sakinah yaitu keluarga yang diliputi rasa cinta kasih dan kasih sayang (mawaddah wa rahmah)

KHITBAH (MEMINANG)
Orang yang boleh dilamar (dikhitbah): Perempuan yg boleh dinikahi menurut syara. Orang yang tdk boleh dilamar : 1. Perempuan yg punya suami 2. Perempuan dlm masa iddah 3. Perempuan yang sudah dilamar , sabda Nabi: )( Janganlah seseorang diantara kamu meminang perempuan yg telah dipinang saudaranya hingga peminang pertama telah meninggalkannya atau mengizinkannya untuk meminang

PEMBENTUKAN KELUARGA
Memilih Calon (pasangan) Motivasi dan cara memilih calon yg akan menjadi pasangan hrs didasarkan pada pertimbangan agama. Hal ini berdasar pada sabda Nabi :

Artinya:
Perempuan itu dikawini dgn empat motivasi, karena hartanya, kedudukan atau kebangsawanannya, kecantikannya, dan karena keberagamaannya. Pilihlah perempuan karena keberagamaannya, niscaya kamu akan mendapat keberuntungan

PRINSIP PERKAWINAN
Dilakukan utk memenuhi perintah agama sbg ibadah Adanya ikatan perjanjian suami isteri Adanya bukti dgn pencatatan Adanya akibat hukum perkawinan Adanyaunsur tujuan perkawinan Adanya pemenuhan fitrah suami isteri secara halal Prinsip tanggungjawab Prinsip monogami

ARTI PERNIKAHAN
Menurut bahasa nikah artinya : al-dhammu (berkumpul), al-tadakhul Menurut istilah nikah yaitu akad yang membolehkan hubungan seksual antara lakilaki dan perempuan dengan persyaratanpersyaratan tertentu.

FUNGSI KELUARGA
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Fungsi reproduksi Fungsi Sosial Fungsi Ekonomi Fungsi Edukatif Fungsi Protektif Fungsi Religius Fungsi Rekreatif Fungsi Afektif Fungsi Dakwah

Dasar Hukum
1. al-Quran Surat al-Nisa :3 Dan jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil terhadap (hakhak) perempuan yang yatim (bilamana kamu mengawininya), Maka kawinilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi : dua, tiga atau empat. kemudian jika kamu takut tidak akan dapat Berlaku adil, Maka (kawinilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki. yang demikian itu adalah lebih dekat kepada tidak berbuat aniaya.

2. Sunnah Rasulullah , al:

: ) (

Wahai para pemuda, siapa diantaramu yg telah mamp utk kawin, maka kawinlah, karena perkawinan itu lebih memelihara penglihatan dan lebih menjaga kehormatan dari kerusakan seksual. Siapa yang blm mampu hendaklah puasa, karen apuasa itu baginya dpt mengekang syahwat.

Rukun Nikah
1. Calon mempelai laki-laki & perempuan 2. Wali: orang yg bertindak atas nama mempelai perempuan dlm suatu akad nikah 3. Saksi 4. Sighat Akad: perjanjian yang berlangsung antara dua pihak yg berakad dlm bentuk ijab dan qabul. Untuk memperkuat pernikahan disyaratkan pencatatan oleh petugas pencatat nikah

Shadaq (mahar/mas kawin)


Mahar (shadaq): pemberian khusus laki2 kpd perempuan calon isteri yg diberikan pd saat akad. Dasarnya QS.al-Nisa/4:4 ....... Berikanlah mas kawin (mahar) kepada wanita yang kamu nikahi, sebagai pemberian yang telah ditentukan

Hukum Nikah
1. Sunnah bagi mereka yg telah berkeinginan utk menikah, telah pantas serta memiliki perlengkapan untk nikah dan tidak ada rasa khawatir terjerumus pada perzinahan 2. Wajib mereka yg telah berkeinginan utk menikah, telah pantas serta memiliki perlengkapan untk nikah dan khawatir terjerumus pada perzinahan

lanjutan
3. Makruh bagi mereka yg blm pantas untuk kawin serta tdk memiliki biaya (bekal) dan perlengkapan utk nikah. 4. Haram bagi orang2 yg tdk dpt memenuhi ketentuan syara dan perkawinan itu dpt merusak kehidupan pasangannya. 5. Mubah bagi orang2 yg blm ada keinginan utk kawin dan perkawinan itu tdk akan membawa kemudharatan kpd siapa pun.

Perempuan Yg Haram Dinikahi


1. 2. 3. 4. 5. Ibu anak-anakmu yang perempuan; saudara-saudaramu yang perempuan, saudara-saudara bapakmu yang perempuan; saudara-saudara ibumu yang perempuan; anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang laki-laki; 6. anak-anak perempuan dari saudara-saudaramu yang perempuan; 7. ibu-ibumu yang menyusui kamu; saudara perempuan sepersusuan; 8. ibu-ibu isterimu (mertua); 9. anak-anak isterimu (anak tiri) yang dalam pemeliharaanmu dari isteri yang telah kamu campuri, 10. Isteri-isteri anak kandungmu (menantu); dan menghimpunkan (dalam perkawinan) dua perempuan yang bersaudara

TUJUAN PERNIKAHAN & RMH TANGGA


1. Mendapatkan keturunan (regenerasi). QS. AlNisa:4 2. Membentuk keluarga bahagia yang penuh kasih sayang. QS. Al-Rum: 21 3. Menjaga penglihatan dan kehormatan dari kejahatan seksual (dosa) 4. Mempererat persaudaraan antara pihak laki2 dan perempuan 5. Mendapatkan ridha Allah

HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTERI 1. Hak Bersama (Suami Isteri) a. Halal saling berhubungan seksual b. Saling mewarisi apabila meninggal dunia c. Saling menghormati dan bergaul secara maruf. (QS. Al-Nisa/4:19) .dan pergaulilah mereka (isteri) dengan baik.

1. Mendapat mahar . (QS. 4:4) ....

HAK ISTERI TERHADAP SUAMI

Berikanlah mas kawin kpd wanita (yg kamu nikahkan) sbg pemberian yg wajib. Kemudian jika mereka meneyrahkan kpd kamu sebagian mas kawin itu dgn senang hati, maka makanlah (ambillah) pemebrian itu (sbg makanan) yg sedap lagi baik akibatnya. 2. Belanja (nafkah) . QS al-Baqarah/2:233 Dan kewajiban ayah memberi makan & pakaian kpd para ibu dgn cara yg maruf. Seseorang tdk dibebani melainkan menurut kadar kemampuannya

Hak Isteri

QS. Al-Thalaq:6
Artinya: Tempatkanlah mereka (para isteri) dimana kamu bertempat tinggal menurut kemampuanmu dan janganlah kamu menyusahkan mereka utk menyempitkan (hati) mereka). Dan jika mereka (ister-isteri yg sudah ditalak) itu perempuan2 yg sedang hamil, maka berikanlah kdp mereka nafkahnya sampai mereka bersalin.

HAK SUAMI TERHADAP ISTERI


1. 2. 3. 4. 5. Hak Ditaati Tidak menerima orang yg dibenci suaminya Isteri berhias untuk suami Terjaga kehormatannya Menjaga rahasia suami

Putus Perkawinan
1. Talak : putus perkawinan krn kehendak suami 2. Khulu (talak tebus): Putus perkawinan karena kehendak isteri 3. Fasakh: putus perkawinan berdasarkan putusan hakim 4. Zhihar: Suami menyamakan isteri dg ibunya. Bisa dilanjutkAan jk suami membayar kafarat 5. Ila : Sumpah suami tdk menggauli isterinya , bebas dgn bayar kafarat 6. Lian : Sumpah Suami menuduh isterinya berzina

HUKUM PERCERAIAN (TALAK)


Talak sbg sesuatu yg halal tetapi dibenci Allah. Hukum thalak: 1. Nadb/sunnat: jk RT tdk dpt dilanjutkan 2. Mubah/boleh: tdk ada pihak yg dirugikan tp ada manfaat 3. Wajib: jk suami ila dan tdk bayar kaffarat 4. Haram: talak tanpa alasan, isteri dlm keadaan haid atau suci setelah digauli (hub. Badan)

Penyelesaian Syiqaq
Mendamaikan di antara suami isteri dengan mediator sbg hakam dari kedua pihak. QS. AlNisa:35
Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan antara keduanya, mk kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan niscaya Allah akan memberi taufik kpd keduanya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal

KDRT (domestic violence )


Setiap perbuatan yang dilakukan seseorang secara sendiri dan atau bersama-sama terhadap seorang perempuan dan pihak-pihak yang tersubordinasi lainnya, yang berakibat kesengsaraan atau penderitaan secara fisik, seksual, ekonomi, dan atau psikologis, termasuk ancaman perbuatan tertentu, pemaksaan atau perampasan kemerdekaan secara sewenangwenang dalam lingkup rumah tangga. (UU Penghapusan Kekerasan Dlm Rumah Tangga)

Bentuk Domestic Violence


1. 2. 3. 4. Kekerasan Fisik Kekerasan Menta/psikologis Kekerasan Ekonomi Kekerasan Seksual

UPAYA MEMELIHARA KEUTUHAN KELUARGA


1. 2. 3. 4. 5. 6. Komitmen terhadap perjanjian (akad) Saling percaya Komunikasi yang baik M enjaga rahasia keluarga Saling memahami perbedaan Selalu memadu kasih

Gambaran Sikap yg Baik Dlm komunikasi


) ( Sebaik-baik wanita adalah yang apabila kamu memandangnya kamu akan senang, apabila kamu perintah ia patuh kepadamu. Apabila kamu beri bagian ia akan menerima, apabila kamu pergi ia akan menjaga dirinya dan menjaga hartamu. (HR NasaI dll)

Sikap Berkomunikasi yg baik


1. BERORIENTASI PADA KEBENARAN (Truth), jelas, 2. Jujur, TULUS (Sincerely) 3. RAMAH dan bersahabat 4. KESUNGGUHAN (Seriousness) 5. KETENANGAN (Poise) 6. MAU MENDENGARKAN DENGAN BAIK (Good Listener) 7. Responsif

Macam Talak Ditinjau dari keadaan Isteri


Talak sunnah (yang sesuai dengan sunnah): 65:1 Talak bid'ah (yang tidak sesuai dengan sunnah): 65:1 Talak tiga: 2:229

Dasar Hukum Talak


Disyariatkannya talak: 2:227, 2:229, 2:230, 2:232, 2:236, 4:130, 33:49 Hikmah talak: menghindari terjadinya hal-hal yang lbh buruk dlm RT

Macam-macam Talak
Thalak rajiy : talak dimana suami punya hak utk kembali (rujuk) Thalak bain: Talak yang putus secara penuh tdkmemungkinkan suami kembali kecuali dgn akad baru 1. Thalak bain Shugra: talak satu atau dua 2. Thalak baiin kubra: talak tiga sekaligus. Suami tdk dpt kembali kecuali si isteri tlh menikah dgn lk2 lain dan bercerai dan hbs masa iddahnya

Macam-macam Iddah
1. Tiga kali suci/haidh (iddah bagi wanita ditalakdan belum haidh atau sudah putus dari haidh) 2. Empat bulan sepuluh hari (iddah wanita yang ditinggal mati suami) 3. Sampai melahirkan (iddah wanita yang ditalak saat hamil)

KAWIN BEDA AGAMA


Kawin beda agama yaitu perkawinan yang dilkaukan oleh penganut yang berbeda dalam hal agama dan keyakinan (kepercayaan). Kawin beda agama dilarang dalam UU Perkawinan dan PP No 9 Tahun 1975. Kompilasi Hukum Islam (KHI) Pasal 44 berbunyi:Seorang wania dilarang melangsungkan perkawinan dgn seorang pria yang tdk beragama Islam.

Perkawinan adalah sah apabila dilakukan menurut hukum masing-masing agamanya dan kepercayaannya itu. Al-Quran surat al-Maidah:5

Pasal 2 UU No 1 Th 1974 ayat 1 berbunyi:

ARTINYA
Dan janganlah kamu nikahi wanita-wanita musyrik sebelum mereka beriman, sesungguhnya wanita budak yang mukmin lbh baik daripd wanita musyrik , walaupun dia menarik hatimu. Janganlah kamu menikahkan orang2 musyrik dgn wanita mukmin sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yg mukmin lbih baik dari orang musyrik walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke syurga dan ampunan dgn izin-Nya. Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kpd manusia supaya mereka mengambil pelajaran

lanjutan
Alasan atau dasar pertimbangan larangan perkawinan beda agama di Indonesia didasarkan pada dzariah yaitu menghindari terjadinya sesuatu yang sangat berbahaya.