Anda di halaman 1dari 12

PERTEMUAN 4 LOGIKA DALAM EXCEL

A. Judul Logika Dalam Excel

B. Tempat dan Waktu Praktikum Hari Tempat : Jumat Tanggal : 13 Desember 2013 : Laboraturium Komputer Fakultas Teknik Universitas Mulawarman

C. Tujuan Memahami Logika-logika Dalam Menyelesaikan permasalahan

D. Dasar Teori Pada aplikasi Excel disediakan berbagai jenis formula. Tentu saja, anda tidak akan menggunakan semua jenis formula tersebut. Oleh karena itu, pada artikel saya kali ini hanya akan membahas beberapa jenis formula yang sering digunakan dalam Microsoft Excel. Langsung saja simak penjelasan dibawah ini : Formula untuk Penjumlahan (Sum) Operasi penjumlahan digunakan untuk mengetahui nilai total dari sekelopok dara. Perintah untuk operasi penjumlahan adalah =SUM (range data). Operasi penjumlahan dapat dilakukan secara vertikal maupun horizontal. Untuk lebih jelasnya, perhatikan data berikut.

27

Dari gambar di atas, pada sel B7, ketikkan formula =SUM(B5:B7) dan tekan enter. Secara otomatis, Excel akan langsung menjumlahkan data tersebut. Anda dapat melakukan hal yang sama pada sel C8, D8 dst. Akan tetapi, untuk mempermudahkan anda, formula tersebut dapat anda copy dan paste, atau menarik ujung kanan bawah sel B8. Secara otomatis, formula akan menjumlahkan data tersebut. Formula untuk Mencari Rata-rata (Average) Seperti yang anda ketahui sebelmnya, bahwa untuk mencari nilai rata-rata dari sekelompok data menggunakan formula =Average (Range data). Seperti halnya formula penjumlahan, formula untuk mencari rata-rata juga dapat digunakan secara vertikal maupun horisontal. Formula untuk Mencari Nilai Maksimum dan Minimum Untuk mencari nilai tertinggi atau maksimum, anda dapat menggunakan formula =MAX(range data. Adapun untuk mencari nilai terendah atau minimum dengan menggunakan formula =MIN(range data). Sebagai contoh seperti pada gambar dibawah :

Nilai maxsimum dapat dicari dengan menuliskan formula =MAX(C4:C13) dan nilai minimum dapat dicari seperti pada gambar diatas yaitu dengan menuliskan formula =MIN(C4:C13).

28

Formula IF Fungsi IF digunakan untuk menguji apakah suatu syarat sudah terpenuhi (kondisi benar), atau apakah syarat tersebut tidak terpenuhi (kondisi salah). Fungsi IF terbagi menjadi 2 jenis, yaitu fungsi IF dengan syarat atau biasa disebut IF tunggal, dan fungsi IF lebih dari dua syarat. 1. Fungsi IF dengan Dua Syarat Fungsi IF dengan dua syarat memiliki dua nilai kemungkinan dapat diselesaikan dengan satu fungsi. Bentuk umumnya adalah sebagai berikut. =IF(Logika; [Nilai _jika_syarat_benar]; [Nilai_jika_syarat_salah]) "Logika", merupakan nilai yang menghasilkan nilai benar (TRUE) atau salah (FALSE). Misalnya, jika terdapat pertanyaan apakah nilai pada sel A1 sama dengan nilai pada sel C1, maka secara langsung anda dapat menjawab ya atau tidak, namun dalam Excel akan diganti menjadi benar (TRUE) atau salah (FALSE). Dalam pengisian logika ini antara kondisi dan syarat harus menggunakan pembanding. "Nilai_jika_syarat_benar", berisi nilai yang dihasilkan jika logika bernilai benar (TRUE). Untuk nilai bertipe teks, penulisan di apit dengan tanda petik ganda ("..."), sedangkan untuk tipe numerik tidak perlu diapit tanda petik ganda. "Nilai_jika_syarat_salah", berisi nilai yang dihasilkan apabila logika bernilai salah (FALSE). Cara penulisan sama dengan Nila-jika_syarat_benar. Sebagai contoh, misalkan anda ingin menentukan merk mobil berdasarkan kodenya, dan tempatkan hasilnya pada kolom MEREK MOBIL dengan cara isikan sel B2 kolom MEREK MOBIL dengan pernyataan "Jika KODE adalah T, maka merk mobil diisi dengan Toyota, selain itu NAMA MOBIL diisi dengan HONDA.

29

Ketikkan pernyataan gambar diatas dalam bentuk seperti berikut : =IF(A2="T"; "TOYOTA";"HONDA")

Keterangan : : awal pernyataan jika (if) : alamat sel kode : syarat yang harus dipenuhi

1. =IF 2. A2 3. "T"

4. "TOYOTA" : nilai jika logika benar 5. "HONDA" : nilai jika logika salah

Kemudian, ketikkan rumus tersebut pada sel B2 dan tekan enter, maka akan tamoil jawaban TOYOTA, karena setelah diuji ternyata kondisi di sel A2 memenuhi syarat yaitu T, sehingga yang dijalankan adalah bagian nilai benar yaitu TOYOTA. Selanjutnya, gunakan fasilitas fill handle yang ada di sudut kanan bawah sel B2 untuk menyalin (copy) rumus dan mengisikan sel di bawahnya, klik dan geser fill handle ke bawah hingga sel B5. Pada sel B3 akan terisi HONDA, hal ini dikarenakan setelah diuji ternyata sel A2 tidak memenuhi syarat yang ditentukan yaitu T, maka yang dijalankan adalah bagian nilai salah yaitu HONDA. Cara pembacaan yang sama juga dilakukan oleh sel berikutnya.
30

Dengan menggunakan fungsi IF tunggal untuk menyelesaikan 2 kondisi, maka jika terdapat kode lain yang tidak memenuhi syarat (T), akan secara otomatis dianggap sebagai nilai salah dan kolom NAMA MEREK MOBIL akan terisi dengan HONDA.

2. Fungsi IF dengan Persyaratan Lebih dari Dua Fungsi IF kedua yang akan dibahas di dalam artikel ini adalah fungsi IF dengan lebih dari dua syarat atau biasa disebut dengan fungsi IF bertingkat. Lebih dari dua syarat disini berarti di dalam satu rumus terdapat beberapa statement IF yang memungkinkan anda untuk mengelola beberapa kondisi sekaligus. MS-Excel 2010 memungkinkan anda untuk menggunakan sampai dengan 64 fungsi IF. Bentuk IF dengan persyaratan lebih dari dua =IF(syarat1 ; [nilai_jika_syarat1_benar]; IF(syarat2; [nilai_jika_syarat2_benar]:........ ;[nilai_jika_semua_syarat_salah])

Syarat1, syarat2, syarat3, .... diisi nilai atau exspresi yang dapat diuji untuk menghasilkan nilai TRUE atau FALSE. Dalam pengisian logika ini antara kondisi dan syarat harus menggunakan operator pembanding.

Nilai_jika+syarat1_benar, nilai_jika_syarat2_benar, .... adalah argumumen berisi nilai yangakan dihasilkan bila logika yang diuji benar. Jika logika yang diuji bernilai benar dan argumen ini dihilangkan, nilai TRUE yang akan ditampilkan.

Nilai_jika_syarat1_salah, nilai_jika_syarat2_salah, .... adalah argumen berisi nilai yang akan dihasilkan bila logika yang diuji bernilai salah. Jika logika yang diuji bernilai FALSE dan argumen ini dihilangkan, nilai FALSE yang akan ditampilkan.

Contoh : Menempatkan nama handphone berdasarkan kodenya, dan menempatkan hasilnya pada kolom NAMA HANDPHONE dengan cara mengisi sel B2 pada kolom NAMA HANDPHONE dengan ketentuan berikut.

31

Jika KODE adalah B, maka NAMA HANDPHONE diisi dengan Blackberry Jika KODE adalah N, maka NAMA HANDPHONE diisi dengan Nokia. Jika KODE adalah SE, maka NAMA HANDPHONE diisi dengan dengan SonyEricsson

Selain dari kode di atas maka NAMA HANDPHONE diisi dengan Samsung Ketikkan pernyataan diatas dalam bentuk seperti berikut:

=IF(A2="B";"Blackberry";IF(A2="N";"Nokia";IF(A2="SE";"SonyEricsson";Samsung")) ) Masukan rumus tersebut pada sel B2, kemudian tekan enter sehingga pada sel B2 akan tampil blackberry karena saat pengujian syarat 1 bernilai benar, seperti contoh gambar di atas.Selanjutnya tinggal menyalin rumus-rumus dari sel B3 Fungsi Pencarian dan Referensi dalam Microsoft Excel 1. VLOOKUP - Fungsi Vlookup digunakan untuk mencari nilai berdasarkan pembacaan pada tabel referensi yang ditentukan berdasarkan no kolom (data tersusun secara vertikal). Bentuk Penulisan =VLOOKUP(Kriteria;Tabel_Rujukan;No_Kolom_Tabel_Rujukan;Rangelookup) Contoh: =VLOOKUP(C3;$F$3:$G$7;2;TRUE) =VLOOKUP(C3;TABEL1;2;1)

32

2. HLOOKUP - Fungsi Hlookup digunakan untuk mencari nilai berdasarkan pembacaan pada tabel referensi yang ditentukan berdasarkan no baris (data tersusun secara horizontal). Bentuk Penulisan =HLOOKUP(Kriteria;Tabel_Rujukan;No_Baris_Tabel_Rujukan;Rangelookup) Contoh : =HLOOKUP(C3;$F$3:$I$4;1;FALSE). =HLOOKUP(C3;TABEL2;1;0) E. Kasus
Isi NIM dari 4 karekter Kode diambil mulai digit ke 4 Isi Angkatan dengan 2 karakter terakhir dari KODE Isi jurusan diambil dari 2 karakter awal dari kode dan cocokkan dengan table lookup Isi nilsi akhir dengan rata-rata nilai 1& nilai 2 Isi nilai huruf dengan ketentuan seperti table nilai huruf Isi keterangan dengan nilai, jika nilai akhirnya 70 ke atas, maka lulus, jika tidak remidi

DAFTAR NILAI MAHASISWA TAHUN 2008-2009 UNIVERSITAS ANTAH BERANTAH


NILAI N O KODE NAMA MHSW NIM ANGK ATAN JURUS AN UJIAN SEMESTE RI NILAI UJIAN SEMESTER II NILAI AKHIR NILAI HURUF KETERANGAN

1 2 3 4 5 6

TB-3755-01 TB-3766-02 SI-3788-01 LI-3655-02 TI-2335-03 SI-3732-01

Ahmad S. Bambang G. Citra A. Dody R. Erna Hayu Fajar Intan


JUML AH NILAI MAX NILAI MIN

75 82 85 72 45 60

55 60 80 60 54 50

33

NILAI HURUF NA 76-100 71-75 60-70 51-59 0-50 Nilai Huruf A B C D E KODE LI TB TI SI JURUSAN T. LINGKUNGAN T. TAMBANG T. INDUSTRI T. SIPIL

Isilah field Barang dan Harga sesuai dengan table disamping Isi field TOTAL dengan Harga x Volume Untuk field Uang muka %, jika Barang berupa Uranium mendapat diskon 15 % selain itu mendapat diskon 25% Untuk field uang muka Rp. Field TOTAL x % Uang muka Pada field keterangan diisi dengan ketentuan Jika volume pembelian antara 5-7 maka SEDANG Jika volume pembelian antara <= 4 maka RENDAH

34

KPRI LENGKAP NO KODE BARANG HARGA VOLUME TOTAL Dlm kg 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 A1 A2 A1 A1 B2 B2 B1 B3 A1 A3 JUMLAH SELURUHNYA 3 2 4 8 7 3 5 6 5 8 UANG MUKA % Rp. KETERANGAN

KODE A1 A2 A3 B1 B2 B3

BARANG Emas Batubara Nikel Gas Timah Uranium

HARGA 175000 450000 125000 250000 350000 750000

35

F. Hasil dan Pembahasan

DAFTAR NILAI MAHASISWA TAHUN 2008-2009 UNIVERSITAS ANTAH BERANTAH


NILAI UJIAN SEMESTER II 55 65 C REMIDI

N O

KO DE

NAMA MHSW

NIM

ANGK ATAN

NILAI JURUSAN UJIAN SEMESTER I

NILAI AKHIR

NILAI HURUF

KETERANGAN

TB3755 -01

Ahmad S.

3755

01

T.Tambang

75

TB3766 -02

Bambang G.

3766

02

T.Tambang

82

60

71

LULUS

SI3788 -01

Citra A.

3788

01

T.Lingkungan

85

80

82.5

LULUS

LI3655 -02

Dody R.

3655

02

T.Lingkungan

72

60

66

REMIDI

TI2335 -03

Erna Hayu

2335

03

T.Industri

45

54

49.5

REMIDI

SI3732 -01

Fajar Intan

3732

01

T.Lingkungan

60

50

55

REMIDI

JUMLAH NILAI MAX NILAI MIN

419 85 45

359 80 50

Rumus : NIM Angkatan Jurusan Nilai akhir Nilai huruf Keterangan = MID(B6,4,4) =RIGHT(B6,2) =VLOOKUP(LEFT(B6,2),$G$19:$H$22,2) =(G6+H6)/2 =IF(I6>75,"A",IF(I6>70,"B",IF(I6>59,"C",IF(I6>50,"D","E")))) =IF(I6>=70,"LULUS","REMIDI

36

KPRI LENGKAP

NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10

KODE A1 A2 A1 A1 B2 B2 B1 B3 A1 A3

BARANG Emas Batubara Emas Emas Timah Timah Gas Uranium Emas Nikel

HARGA 175000 450000 175000 175000 350000 350000 250000 750000 175000 125000

TOTAL VOLUM 3 2 4 8 7 3 5 6 5 8 51 525000 900000 700000 1400000 2450000 1050000 1250000 4500000 875000 1000000 14650000 % 25% 25% 25% 25% 25% 25% 25% 15% 25% 25%

UANG MUKA Rp. 131250 225000 175000 350000 612500 262500 312500 675000 218750 250000

KETERANGAN RENDAH RENDAH RENDAH TINGGI TINGGI RENDAH RENDAH SEDANG RENDAH TINGGI

JUMLAH SELURUHNYA

Rumus : Barang Harga Total Uang muka (%) Uang muka (Rp) Keterangan =VLOOKUP(B29;$B$43:$C$49;2) =VLOOKUP(C29;$C$44:$D$49;2) =(D29*E29) =IF(C29="uranium";15%;25%) =F29*G29 =IF(E29>6;"TINGGI";IF(E29>5;"SEDANG";"RENDAH"))

G. Penutup
Kesimpulan Dari kasus tersebut, kita dapat memahami penggunaan logika-logika untuk menyelesaikan permasalahan kasus dengan menggunakan formula IF ataupun VLOOKUP, antara lain sebagai berikut : Rumus kasus I : NIM Angkatan = MID(B6,4,4) =RIGHT(B6,2) 37

Jurusan

=VLOOKUP(LEFT(B6,2),$G$19:$H$22,2)

Nilai akhir =(G6+H6)/2 Nilai huruf =IF(I6>75,"A",IF(I6>70,"B",IF(I6>59,"C",IF(I6>50,"D","E")))) Keterangan =IF(I6>=70,"LULUS","REMIDI")

Rumus kasus II : Barang Harga Total =VLOOKUP(B29;$B$43:$C$49;2) =VLOOKUP(C29;$C$44:$D$49;2) =(D29*E29) =IF(C29="uranium";15%;25%)

Uang muka (%) Keterangan

Uang muka (Rp) =F29*G29 =IF(E29>6;"TINGGI";IF(E29>5;"SEDANG";"RENDAH"))

38