Anda di halaman 1dari 41

TOPIK II BAHAN KERAMIK 2.1.

PENDAHULUAN Indonesia memiliki sumber material alam yang cukup besar dalam bentuk SiO2, Al2O3, CaO, MgO, K 2O, Na2O yang dapat dimanfaatkansebagai bahan baku pembuatan keramik. Perkembangan industri keramik di Indonesia semakin meningkat. Kebutuhan akan keramik sangat meningkat baik keramik untuk hiasan, ubin dan lain-lain. Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Pada mulanya diproduksi dari mineral lempung yangdikeringkan di bawah sinar matahari dan dikeraskan dengan pembakaran pada temperatur tinggi. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalahfelspard, ball clay, kwarsa, kaolin, dan air.Material industri keramik mengalami perkembangan yang begitu pesat. Perkembangan tersebut meliputi di dalam struktur, komposisi, sifat-sifat fisik dan mekanik. Sifat-sifat fisik yaitu berkaitan dengan berat jenis material tersebut, manakala sifat mekanik berkaitan dengan kemampuannya untuk digunakan di dalam produk teknik. Keramik adalah sejenis bahan yang telah lama di gunakan, yaitu sejak 4000 SM. Barang barang yang di buat dari keramik adalah pot bunga dan bata. Dalam industri otomotif, keramik telah di gunakan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, yaitu untuk menghasilkan ignition park di dalam

proses pembakaran otomotif. Keramik juga berfungsi sebagai isolator listrik.Bahan keramik menjadi bahan yang penting di dalam mesin karena sifatnya yang kuat. Keramik pada dasarnya terbuat dari tanah liat dan umumnya di gunakan untuk perabot rumah tangga dan bata untuk pembangunan perumahan. Pada masa kini keramik tidak lagi hanya terbatas penggunaanya untuk keperluan tradisional, keramik telah mengalami kemajuan dan di kenal dengan bahan keramik termaju. Bahan keramik sudah di gunakan dalam bidang teknik elektro, sipil, mekanik,nuklir bahkan bahan keramik ini di gunakan juga dalam bidang kedokteran. Bahan keramik sebagian

35 | B a h a n K e r a m i k

sudah di gunakan dalam motor bakar seperti untuk komponen-komponen mesin diesel misalnya untuk turbocharge, klep dan kepala piston. Keramik yang sangat bermanfaat menjadikan perkembangan industri keramik semakin pesat. Material teknik dewasa ini mengalami perkembangan yang begitu pesat. Perkembangan tersebut meliputi di dalam struktur, komposisi, sifat sifat fisik dan mekanik. Sifat-sifat fisik yaitu berkaitan dengan berat jenis material tersebut, manakala sifat mekanik berkaitan dengan kemampuannya untuk digunakan didalam produk teknik. Para engineer material dewasa ini sedang giatgiatnya mengadakan penelitian terhadap bahan-bahan yang terbuat dari pada non metal, salah satunya adalah keramik. Keramik adalah sejenis bahan yang telah lama di gunakan, yaitu sejak 4000 SM. Barangbarang yang di buat dari keramik adalah pot bunga dan bata. Dalam industri otomotif modern, keramik telah di gunakan sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu, yaitu untuk menghasilkan ignition park di dalam proses pembakaran otomatif. Keramik juga berfungsi sebagai isolator listrik. Bahan keramik menjadi bahan yang penting di dalam mesin. Karena sifatnya yang kuat dan dapat merintangi kehausan pada temperatur yang tinggi. Keramik pada dasarnya terbuat dari tanah liat dan umumnya di gunakan untuk perabot rumah tangga dan bata untuk pembangunan perumahan. Pada masa kini keramik tidak lagi hanya terbatas penggunaanya untuk keperluan tradisional seperti tersebut di atas, malah sekarang keramik telah mengalami kemajuan dan di kenal dengan bahan keramik termaju. Bahan keramik sudah di gunakan dalam bidang Teknik Elektro, Sipil, Mekanik, Nuklir. Bahkan bahan keramik ini di gunakan juga dalam bidang Kedokteran. Bahan keramik sebagian sudah di gunakan dalam motor bakar seperti untuk komponen komponen mesin diesel, misalnya untuk turbo charge, klep dan kepala piston.

Berbagai jenis keramik termasuk semen, bata untuk bangunan, bata tahan api dengan gelas telah dipergunakan sejak lama sebagai bahan konstruksi bangunan. Bidang penggunaan baru bagi keramik sebagai bahan konstruksi telah dikembangkan, sebagaimana telah terlihat dalam studi yang luas

36 | B a h a n K e r a m i k

mengenai karbida silicon (SiC) dan nitride silicon (Si3N4) sebagai bahan untuk turbin dan motor yang sangat efisien. Pada umumnya keramik memiliki sifat sifat yang baik yaitu ; keras, kuat dan stabil pada temperature tinggi. Tetapi keramik bersifat getas dan mudah patah seperti halnya pada porselen. Keramik cina ataupun kelas. Dalam tingkatan atom, patahan suatu zat padat merupakan pemisahan ikatan masing masing dari atom dan ion umtuk membentuk dua permukaan baru. Griffith menjelaskan bahwa retakan pada permukaan baru atau bagian dalam dari benda padat memberikan perbedaan yang besar antara kekuatan terukur dan kekuatan teoritis. Kalau tegangan bekerja pada bahan bahan menjalani deformasi elastic dan dya disimpan sebagai energi elastik. Salah satu ciri khas bahan keramik dengan kekerasannya yang tinggi. Kekerasan adalah ukuran tahanan bahan terhadap deformasi plastis pada permukaan bahan. Beberapa cara pengukuran kekerasan telah ditetapkan dengan cara deformasi yang berbeda, salah satu cara ialah kekerasan Mosh. Penekanan pada bahan getas seperti keramik dalam banyak hal mengakibatkan retakan local mengikuti deformasi elastic. Sukar sekali menghubungkan secara tioritis antara kekerasan yang memiliki proses rumit tersebut dengan sifat-sifat fisiknya. Walaupun beberapa permasalahan dalam pembuatan dan ketegasan masih belum dapat dipecahkan, keramik memiliki ketahanan termal dan kestabilan kimia, dan mempunyai kemungkinan penggunaan pada temperatur tinggi sebagai bahan teknik yang baru, yang tidak dapat dilaksanakan oleh bahan logam. Penurunan yang cepat dari kekuatan dan deformasi plastis sering juga ditemukan dalam bahan keramik pada temperatur melebihi 1000 oC. Gejala deformasi plastis yang meningkat menurut waktu pada tegangan tetap pada temperatur tinggi, disebut melar (creep). Melar adalah suatu gejala yang rumit yang melibatkan pergeseran pada batas butir, dislokasi dalam kristal, difusi dari pori dan lainnya.

37 | B a h a n K e r a m i k

2.2. TUJUAN INTRUKSTIONAL KHUSUS Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu : 1. Menjelaskan sejarah umum penemuan keramik 2. Menjelaskan definisi bahan keramik 3. Menjelaskan klasifikasi proses 4. Menjelaskan sifat sifat keramik 5. Menjelaskan uraian prose 6. Dan menjelaskan kenggunaan bahan keramik. 2.3. PRASYARAT Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah ini yaitu sejarah umum penemuan keramik, pengertian bahan keramik, klasifikasi proses, sifat sifat keramik, reaksi yang terjadi pada pembentukan keramik, uraian proses dan kegunaan keramik. 2.4. URAIAN MATERI 2.4.1. Sejarah Umum Pemakaian benda-benda keramik sudah dimulai sejak 10.000 tahun yang lalu. Hasil penggalian barang kuno di Mesir, terdapat keramik yang dibuat 5000 tahun sebelum Masehi, dan penggunaan bata merah sudah sejak 3000 tahun sebelum Masehi. Perkembangan keramik di Eropa dimulai pada masa kejayaan Romawi Yunanai, dan mulai berkembang pesat pada abad 18. Keramik yang terkenal berasal dari Tiongkok sejak 2600 tahun sebelum Masehi. Keramik dari daerah ini terkenal diseluruh dunia karena terbuat dari sejenis tanah putih yang dapat dibakar porselen. Tanah ini disebut dengan tanah Kaolin. Dengan berkembangnya teknologi, pada abad terakhir ini, pemakaian bahan keramik tidak hanya terbatas pada bahan bangunan dan alat rumah tangga, tetapi sudah meningkat pada keramik untuk bidang teknik, antara lain keramik untuk teknik listrik dan teknik suhu tinggi seperti isolator listrik, busi kendaraan, transistor dan kapasitor, bata tahan api, ceramic metal, fibre optic, silicon, dll. Untuk di Indonesia, perkembangan industri keramik berjalan lambat. Bata merah sudah

38 | B a h a n K e r a m i k

digunakan sejak jaman Majapahit dan Sriwijaya. Sampai awal abad 20, industri keramik yang dominan di Indonesia adalah industri bata dan genteng, ubin merah, alat-alat sanitair dan pipa tanah. Sedangkan pada bidang keramik halus adalah grabah alat rumah tangga, pot atau vas bunga, isolator listrik tegangan rendah dan bata tahan api bata samot. Untuk keramik teknik, Indonesia masih mengimpor dari Negara lain, terutama dari Amerika misalnya untuk isolator listrik tegangan menengah dan tinggi, keramik listrik lainnya serta bata tahan api. Kesulitan yang dihadapi bagi perkembangan keramik halus dan keramik teknik di Indonesia adalah belum adanya industri pengolahan bahan baku dari alam yang dijadikan bahan mentah siap pakai. Keramik pada awalnya berasal dari bahasa Yunani keramikos yang artinya suatu bentuk dari tanah liat yang telah mengalami proses pembakaran. Kamus dan ensiklopedia tahun 1950-an mendefinisikan keramik sebagai suatu hasil seni dan teknologi untuk menghasilkan barang dari tanah liat yang dibakar, seperti gerabah, genteng, porselin, dan sebagainya. Tetapi saat ini tidak semua keramik berasal dari tanah liat. Definisi pengertian keramik terbaru mencakup semua bahan bukan logam dan anorganik yang berbentuk padat. (Yusuf, 1998:2). Umumnya senyawa keramik lebih stabil dalam lingkungan termal dan kimia dibandingkan elemennya. Bahan baku keramik yang umum dipakai adalah felspard, ball clay, kwarsa, kaolin, dan air. Sifat keramik sangat ditentukan oleh struktur kristal, komposisi kimia dan mineral bawaannya. Oleh karena itu sifat keramik juga tergantung pada lingkungan geologi dimana bahan diperoleh. Secara umum strukturnya sangat rumit dengan sedikit electron - electron bebas. Kurangnya beberapa elektron bebas keramik membuat sebagian besar bahan keramik secara kelistrikan bukan merupakan konduktor dan juga menjadi konduktor panas yang jelek. Di samping itu keramik mempunyai sifat rapuh, keras, dan kaku. Keramik secara umum mempunyai kekuatan tekan lebih baik dibanding kekuatan tariknya. Sifat yang umum dan mudah dilihat secara fisik pada kebanyakan jenis keramik adalah britle atau rapuh, hal ini dapat kita lihat pada keramik jenis

39 | B a h a n K e r a m i k

tradisional seperti barang pecah belah, gelas, kendi, gerabah dan sebagainya, coba jatuhkan piring yang terbuat dari keramik bandingkan dengan piring dari logam, pasti keramik mudah pecah, walaupun sifat ini tidak berlaku pada jenis keramik tertentu, terutama jenis keramik hasil sintering, dan campuran sintering antara keramik dengan logam. Pada beberapa tahun terakhir ini telah dikembangkan pula beberapa produk baru sesuai dengan perkembangan kebutuhan akan bahan yang tahan suhu yang lebih tinggi , tekanan yang lebih besar, sifatsifat mekanik yang lebih baik, serta karakteristik listrik yang khusus, atau tahan terhadap bahan kimia yang korosif. Jenis - jenis produknya keramik putih (whiteware), Porselin cina, keramik tanah, gerabah, porselin, keramik batu dan keramik vetriob. Produk - produk lempung struktual. Bata bangunan, bata dinding, terkota, pipagot, dan ubin comberc, refraktori, bata tahan api, silica, kromit, magnesit, bata magnesit -kromit, refraktori silica karbida dan zirkonia, aluminium silica dan produk aluminad. Produk keramik khusus, email dan logam lapis email.

2.4.2. Definisi Bahan Keramik Ditinjau dari kata keramik yang berasal dari kata bahasa Yunani keramos yang berarti bahan yang dibakar, maka yang disebut produk keramik adalah mencakup macam-macam produk yang dibuat melalui proses pembakaran. Keramik adalah senyawa dari unsure-unsur logam dan bukan logam. Bahan keramik merupakan bahan yang terdiri dari fasa kompleks yang merupakan senyawa unsur metal dan non metal yang terikat secara ionok maupun kovalen. Keramik pada umumnya mempunyai struktur kristalin dan sedikit electron bebasnya. Susunan kimia keramik sangat bermacam-macam yang terdiri dari senyawa yang sederhana hingga campuran beberapa fasa kompleks. Secara umum keramik mempunyai senyawa-senyawa kimia antara lain: SiO2, Al2O3, CaO, Na2O, TiC, PbS, MgsiO3 dan lain-lain.

40 | B a h a n K e r a m i k

2.4.3. Struktur Keramik Keramik telah digunakan selama bertahun-tahun dalam otomotif sebagai busi baik sebagai isolator listrik dan kekuatan terhadap suhu yang tinggi. Mereka telah menjadi semakin penting dalam alat dan bahan-bahan kuat bertahan, heat engines, komponen otomotif (seperti exhaust-port liners, pelapis piston, dan cylinder liners). Struktur kristal keramik (terdiri dari berbagai ukuran atom y a n g b e r b e d a ) merupakan salah satu yang paling kompleks dari semua struktur bahan. Ikatan antara atom-atom ini umumnya ikatan kovalen (berbagi elektron, sehingga ikatan ini kuat) atau ion (terutama ikatan antara ion bermuatan, sehingga ikatan ini kuat). Ikatan ini jauh lebih kuat daripada ikatan logam. Akibatnya, sifat-sifat seperti kekerasan dan ketahanan panas dan listrik secara signifikan lebih tinggi keramik dari pada logam. Keramik dapat berikatan kristal tunggal atau dalam bentuk polikristalin. Ukuran butir mempunyai pengaruh basar terhadap kekuatan dan sifat-sifat keramik; ukuran butir yang halus (sehingga dikatakan keramik halus), semakin tinggi kekuatan dan ketangguhannya.

Gambar 2.4.2 variasi dari komponen-komponen keramik ; (a) Alumina sangat kuat untuk penggunaan pada temperature tinggi. (b) Gas-Turbine Rotors dibuat dari silicon nitride.

41 | B a h a n K e r a m i k

Kebanyakan bahan pembentuk keramik memiliki ikatan ion, ikatan kovalen dan ikatan antara. Sebagai missal, bagian ikatan ion dalam sistem Mg-O, Al-O, Zn-O dan Si-O dapat dikatakan masing-masing 70%, 60%, 60% dan 50%. Yang sangat menarik adalah bahwa pada ReO3,V2O3 dan TiO, yang merupakan oksida dan tidak pernah menunjukkansifat liat atau dapat di deformasikan, tetapi memiliki hantaran listrik yang relatif dapat disamakan dengan logam biasa. Dalam krital yang rumit berbagai macam atom berperan dan ikatannya merupakan ikatan cmpuran dalam banyak hal. Struktur Kristal demikian dapat dimengerti apabila mengingat bahwa Kristal tersusun oleh kombinasi dari polyhedron koordinasi,dimana satuan kecil dari kation dikelilingi oleh beberapa anion. 2.4.4. Jenis-jenis Keramik Keramik di bagikan kepada dua kumpulan utama yang berdasarkan jenis bahan, metode pembuatannya dan jenis penggunaannya. Dua kumpulan tersebut adalah: 1. Keramik Konvensional Keramik tradisional (keramik konvensional) yaitu keramik yang dibuat dengan menggunakan bahan alam, seperti kuarsa, kaolin, dll.Yang termasuk keramik ini adalah: barang pecah belah (dinnerware), keperluan rumah tangga (tile, bricks),dan untuk industri (refractory). Keramik ini biasanya di bagikan kepada empat bagian mengikut fungsinya: 1) Keramik Berstruktur Keramik jenis ini mempunyai sifat mekanik yang baik. Antara bahan yang termasuk di dalam golongan ini ialah alumina, silikon karbida, silikon nitrida, komposite dan bahan yang di lapisi dengan keramik. Bahan ini sangat potensi digunakan di dalam mesin diesel sebagai piston dan ruang pra pembakaran, turbo charge dan turbin gas. Ia di gunakan juga sebagai bahan penyekat ruang pembakaran bersuhu tinggi dan mata pahat potong logam (Cutting tool). 2) Keramik Putih Yaitu jenis keramik yang biasanya berwarna putih dan mempunyai tekstur jaringan yang halus. Keramik ini dibuat dari bahan dasar

42 | B a h a n K e r a m i k

lempung kualitas terpilih dan fluks dalam jumlah bervariasi yang dipanaskan pada suhu 1200 1500 oC di dalam tanur (kiln). Contohnya keramik tanah, porselin, keramik china, ubin keramik putih, dan sebagainya. 3) Keramik Refraktori Yakni keramik yang mencakup bahan bahan yang digunakan untuk menahan pengaruh termal, kimia dan fisik. Refraktori dijual dalam bentuk bata tahan api, batasilica, magnesit,dan sebagainya. 4) Keramik Listrik Yang termasuk dalam kategori keramik listrik mempunyai fungsi elektromagnet dan optik dan juga fungsi kimia yang berkaitan dengan penggunaannya secara langsung. Keramik ini digunakan sebagai bahan penyekat, magnet, tranducer, dan pensemi konduksi.

2. Keramik Modern Keramik halus disebut juga Fine ceramics (keramik modern atau biasa disebut keramik teknik, advanced ceramic, engineering ceramic, techical ceramic) adalah keramik yang dibuat dengan menggunakan oksida-oksida logam atau logam, seperti: oksida logam (Al2O3, ZrO2, MgO,dll). Penggunaannya; elemen pemanas, semikonduktor, komponen turbin, dan pada bidang medis.

(Joelianingsih, 2004). Keramik modern ini dibagi lagi kedalam beberapa bagian,yaitu sebagai berikut : 1) Keramik Oksida. Keramik oksida murni yang digunakan sebagai alat listrik khusus dan komponen peleburan logam. Oksida yang umum digunakan adalah alumina (Al2O3), Zirconia (ZrO2), Thoria(ThO2), Berillia (BeO), Magnesia (MgO), Spinel (MgAl2O4) dan Forsterit (Mg2SiO4). 2) Keramik elektrooptik. Keramik elektrooptik seperti Lithium Niobate (LiNbO3)dan Lanthanum Zirconat Titanat (PLZT) memberikan sebuah media yang dapat merubah informasi elektrik menjadi informasi optik

43 | B a h a n K e r a m i k

atau yang dapat menggerakkan fungsi optik dengan perintah dari sinyal elektrik. 3) Keramik magnetic. Keramik magnetic dengan komposisi dan

penggunaan yang bervariasi telah dikembangkan. Bahan ini merupakan bahan dasar dari unit memori magnetik pada komputer yang besar. Keunikan sifat elektriknya terutama digunakan pada aplikasi elektronik gelombang mikro frekuensi tinggi. 4) Bahan bakar nuklir yang berbasis Uranium Oksida (UO2) sudah sangat luas digunakan. Bahan tersebut mempunyai kemampuan yang unik untuk menjaga sifat sifat yang unggul setelah penggunaan yang lama sebagai bahan bakar pada reaktor nuklir. 5) Kristal tunggal dari berbagai jenis bahan sekarang mulai diproduksi untuk mengantikan kristal alami. Rubi dan kristallaser garnet dan tabung sapir dan substrat (substrat = sejenis semikonduktor) dikembangkan dari sebuah peleburan. Kristalkwarsa (quartz) yang besar dikembangkan dengan proses hidrotermal. 6) Keramik nitrida untuk refraktori (refractory = bahan tahan api), dan turbin gas. 7) Enamel untuk aluminium pada industri arsitektur. 8) Komposit logam keramik untuk refraktori. 9) Keramik karbida untuk bahan abrasif (abrasive = bahan penghalus permukaan). 10) Keramik borida untuk kekuatan dan temperatur tinggi, tahan terhadap oksidasi. 11) Keramik feroelektrik (barium titanat) mempunyai konstanta dielektrik yang tinggi. 12) Gelas-gelas nonsilika misal transmisi infra merah, peralatan semi konduktor. 13) Penyaring molekuler (molecular sieves) 14) Keramik gelas.

44 | B a h a n K e r a m i k

2.4.5. Sifat-sifat Keramik 1. Sifat Fisik Keramik mempunyai berat jenis berkisar 2.3 - 2.5, berat isi berkisar 23002600 kg/m3, absorbsi air sangat kecil bahkan kedap air, konduktivitas panas sekitar 3.5-5.0 W/moK dan kekerasan berkisar 6-7 skala mohs.

Keramik memiliki karakteristik yang memungkinkannya digunakan untuk berbagai aplikasi termasuk: (1) Kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah, (2)Tahan korosi, (3) Sifat listriknya dapat insulator, semikonduktor, konduktor bahkan superkonduktor, (4)Sifatnya dapat magnetik dan non-magnetik, dan (5) Keras dan kuat. 2. Sifat Kimia Salah satu sifat khas dari keramik adalah kestabilan kimia. Sifat kimia dari permukaan keramik dapat dimanfaatkan secara positif. Karbon aktif, silika gel, zeolit, dan sebagainya, mempunyai luas permukaan besar dan dipakai sebagai bahan pengabsorbsi. Kalau oksida logam dipanaskan pada kira-kira 500 0C, permukaannya menjadi bersifat asam atau bersifat basa. Alumina, zeolit, lempung asam atau S2O2 TiO2 demikian juga berbagai oksida biner dipakai sebagai katalis, yang memanfaatkan aksi katalitik dari titik bersifat asam dan basa pada permukaan. 3. Sifat listrik Sifat listrik bahan keramik sangat bervariasi, keramik dikenal sangat baik sebagai isolator. Beberapa isolator keramik (seperti BaTiO3) dapat dipolarisasi dan digunakan sebagai kapasitor. Keramik lain menghantarkan elektron bila energi ambangnya dicapai, dan oleh karena itu disebut semikonduktor. Tahun 1986, keramik jenis baru, yakni superkonduktor temperature kritis tinggi ditemukan. Bahan jenis ini di bawah suhu kritisnya memiliki hambatan = 0. Akhirnya, keramik yang disebut sebagi piezoelektrik dapat menghasilkan respons listrik akibat tekanan mekanik lainnya. Sering pula digunakan bahan yang disebut dielektrik. Bahan ini adalah isolator yang dapat dipolarisasi pada

45 | B a h a n K e r a m i k

tingkat molekular. Material semacam ini digunakan untuk menyimpan muatan listrik.

Kekuatan dielektrik bahan adalah kemampuan bahan tersebut untuk menyimpan elektron pada tegangan tinggi. Bila kapasitor dalam keadaan bermuatan penuh, hampir tidak ada arus yang lewat. Namun dengan tegangan tinggi dapat mengeksitasi electron dari pita valensi ke pita konduksi. Bila hal ini terjadi arus mengalir dalam kapasitor, dan mungkin disertai dengan kerusakan material karena meleleh, terbakr atau menguap. Medan listrik yang diperlukan untuk menghasilkan kerusakan itu disebut kekuatan dielektrik. Beberapa keramik mempunyai kekuatan dielektrik yang sangat besar. Porselin misalnya sampai 160 kV/cm. Sebagian besar hantaran listrik dalam padatan dilakukan oleh elektron. Di logam, elektron penghantar dihamburkan oleh vibrasi termal meningkat dengan kenaikan suhu, maka hambatan logam meningkat pula dengan kenaikan suhu. Sebaliknya, elektron valensi dalam keramik tidak berada di pita konduksi, sehingga sebagian besar keramik adalah isolator. Namun, konduktivitas keramik dapat ditingkatkan dengan memberikan ketakmurnian. Energi termal juga akan mempromosikan elektron ke pita konduksi, sehingga dalam keramik, konduktivitas meningkat (hambatan menurun) dengan kenaikkan suhu. Beberapa keramik memiliki sifat piezoelektrik, atau kelistrikan tekan. Sifat ini merupakan bagian bahan "canggih" yang sering digunakan sebagai sensor. Dalam bahan piezoelektrik, penerapan gaya atau tekanan dipermukaannya akan menginduksi polarisasi dan akan terjadi medan listrik, jadi bahan tersebut mengubah tekanan mekanis menjadi tegangan listrik. Bahan piezoelektrik digunakan untuk tranduser, yang ditemui pada mikrofon, dan sebagainya.

Dalam bahan keramik, muatan listrik dapat juga dihantarkan oleh ion ion. Sifat ini dapat diubah ubah dengan merubah komposisi, dan merupakan dasar banyak aplikasi komersial, dari sensor zat kimia sampai generator daya listrik skala besar. Salah satu teknologi yang paling prominen adalah sel bahan bakar. Kemampuan penghantaran ion

46 | B a h a n K e r a m i k

didasarkan kemampuan keramik tertentu untuk memungkinkan anion oksigen bergerak, sementara pada waktu yang sama tetap berupa isolator. Zirkonia, ZrO2, yang distabilkan dengan kalsium (CaO), adalah contoh padatan ionik. 4. Sifat mekanik Keramik biasanya material yang kuat, dan keras dan juga tahan korosi. Sifat-sifat ini bersama dengan kerapatan yang rendah dan juga titik lelehnya yang tinggi, membuat keramik merupakan material struktural yang menarik.

Keterbatasan utama keramik adalah kerapuhannya, yakni kecenderungan untuk patah tiba tiba dengan deformasi plastik yang sedikit. Ini merupakan masalah khusus bila bahan ini digunakan untuk aplikasi struktural. Dalam logam, electron electron yang terdelokalisasi memungkinkan atom-atomnya berubah ubah tetangganya tanpa semua ikatan dalam strukturnya putus. Hal inilah yang memungkinkan logam terdeformasi di bawah pengaruh tekanan. Tapi, dalam keramik karena kombinasi ikatan ion dan kovalen, partikel-partikelnya tidak mudah bergeser. Keramiknya dengan mudah putus bila gaya yang terlalu besar diterapkan.

Faktor rapuh terjadi bila pembentukan dan propagasi keretakan yang cepat. Dalam padatan kristalin, retakan tumbuh melalui butiran (trans granular) dan sepanjang bidang cleavage (keretakan) dalam kristalnya. Permukaan tempat putus yang dihasilkan mungkin memiliki tekstur yang penuh butiran atau kasar. Material yang amorf tidak memiliki butiran dan bidang kristal yang teratur, sehingga permukaan putus kemungkinan besar mulus penampakannya. Kekuatan tekan penting untuk keramik yang digunakan untuk struktur seperti bangunan. Kekuatan tekan keramik biasanya lebih besar dari kekuatan tariknya. Untuk memperbaiki sifat ini biasanya keramik dipratekkan dalam keadaan tertekan.

Walaupun beberapa permasalahan dalam pembuatan dan ketegasan masih belum d a p a t d i p e c a h k a n , k e r a m i k m e m i l i k i k e t a h a n a n t e r m a l d a n

47 | B a h a n K e r a m i k

kestabilan

kimia,

dan

mempunyai kemungkinan penggunaan pada

temperatur tinggi sebagai bahan teknik yang baru, yang tidak dapat dilaksanakan oleh bahan logam. Penurunan yang cepat dari kekuatan dan deformasi plastis sering juga ditemukan dalam bahan keramik pada temperatur melebihi 1000oC. Gejala deformasi plastis yang meningkat menurut waktu pada tegangan tetap pada temperatur tinggi, disebut melar (creep). Melar adalah suatu gejala yang rumit yang melibatkan pergeseran pada batas butir, dislokasi dalam kristal, difusi dari pori dan lainnya. 5. Sifat Termal Sifat termal penting bahan keramik adalah kapasitas panas, koefisien ekspansi termal, dan konduktivitas termal. Kapasitas panas bahan adalah kemampuan bahan untuk mengabsorbsi panas dari lingkungan. Panas yang diserap disimpan oleh padatan antara lain dalam bentuk vibrasi (getaran) atom/ion penyusun padatan tersebut. Keramik biasanya material yang kuat, dan keras dan juga tahan korosi. Sifat-sifat ini bersama dengan kerapatan yang rendah dan juga titik lelehnya yang tinggi, membuat keramik merupakan material struktural yang menarik. Keterbatasan utama keramik adalah kerapuhannya, yakni kecenderungan untuk patah tiba-tiba dengan deformasi plastik yang sedikit. Ini merupakan masalah khusus bila bahan ini digunakan untuk aplikasi struktural. Semua keramik boleh dikatakan dibuat dengan melalui pemanasan pada temperatur tinggi dan sejumlah keramik dimanfaatkan karena sifat termalnya yang unggul, seperti sifat tahan panas, hantaran panas, ketahanan terhadap kejutan termal, dan sebagainya. Titik cair dari kristal adalah temperatur dimana energi bebas Gibbs dari fasa padat dan fasa cair (G = H-TS) adalah sama. Sejalan dengan itu titik cair tidak dapat ditentukan dari analisa sederhana pada fasa padat saja. Ada dua mekanisme dari penyerapan panas oleh kristal, yang pertama adalah oleh getaran atom yang kedua oleh pergerakan elektron. Umumnya yang pertama relatif sangat besar. Dengan mengumpamakan semua atom dalam kristal bergetar secara harmonis pada frekuensi tunggal yang sama, secara teoritis Einstein menurunkan harga kapasitas panas volum tetap sama dengan nol pada temperatur nol

48 | B a h a n K e r a m i k

derajat Kelvin dan mendekati harga 3R (5,96 kal.mol- 1.der-1) pada temperatur tinggi. Debye mengumpamakan bahwa ada d i s t r i b u s i t e r t e n t u p a d a frekuensi getaran atom dan menurunkan persamaan ya n g

menjelaskan kapasitas panas terukur lebih baik dari rumus Einstein. Gejala pertambahan volume bahan mengikuti peningkatan temperatur disebut pemuaian termal. Kristal yang bukan sistem kubus memiliki susunan atom berbeda menurut arah, oleh karena itu memiliki pula anisotropi dalam pemuaian termal dan juga dalam sifat lainnya. Kebanyakan keramik mempunyai isotropi dalam pemuaian termal walaupun terdiri dari kristal anisotropi, karena sifat -sifat adalah sebagai rata-rata dari keseluruhan bahan polikristal. Dalam hal ini koefisien pemuaian panjang dari bahan polikristal kira kira 1/3 dari koefisien pemuaian volum dari kristal pembentuk. Panas dipindahkan dengan tiga macam mekanisme, yaitu konduksi, konveksi, danradiasi. Ketiga mekanisme tersebut secara umum terlibat dalam proses perpindahan panas secara umum. Perpindahan panas dalam keramik hanya mencakup konduksi dan radiasi saja. Dalam zat padat ada tiga pembawa energi bagi konduksi termal, yaitu elektron, getaran kisi dan foton.

Gelombang elastik meneruskan panas karena perbedaan dalam getaran termal dari atom pada daerah temperatur tinggi dan daerah temperatur rendah. Ini adalah konduksi termal karena vibrasi kisi. Dengan menganggap gelombang elastik ini sebagai pertikel yang bergerak pada kecepatan tinggi, partikel terkuantisasi, dan disebut fonon. Pada temperature tinggi perpindahan panas dengan radiasi dari gelombang elektromagnetik menjadi sangat berarti. Gelombang elektromagnetik yang dikuantumkan disebut foton.

Pada umumnya hantaran termal dari logam adalah besar, karena panas dipindahkan oleh electron yang bergerak bebas dalam kristal. Keramik adalah isolator yang hantaran termalnya karena electron dapat

49 | B a h a n K e r a m i k

diabaikan. Fonon mempunyai peranan bagi hantaran termal dalam keramik. Hantaran termal alumina sangant kecil pada temperatur sangat rendah, dan cenderung meningkat sangat cepat menurut temperatur, menurun kembali pada atau diatas 40K, dan meningkat lagi pada atau diatas 1000K. Perubahan ini dapat dihubungkan dengan perubahan panas jenis dan menurunnya lintasan bebas rata rata oleh antaraksi fonon dengan fonon. Meningkatnya hantaran panas pada temperature tinggi disebabkan oleh foton yang terutama penting bagi bahan tembus cahaya.

6. Sifat optik Bila cahaya mengenai suatu obyek cahaya dapat ditransmisikan, diabsorbsi, atau dipantulkan. Bahan bervariasi dalam kemampuan untuk mentransmisikan cahaya, dan biasanya dideskripsikan sebagai transparan, translusen, atau opaque. Material yang transparan, seperti gelas, mentransmisikan cahaya dengan difus, seperti gelas terfrosted, disebut bahan translusen. Batuan yang opaque tidak mentransmisikan cahaya. Dua mekanisme penting interaksi cahaya dengan partikel dalam padatan adalah polarisasi elektronik dan transisi elektron antar tingkat energi. Polarisasi adalah distorsiawan elektron atom oleh medan listrik dari cahaya. Sebagai akibat polarisasi, sebagian energy dikonversikan menjadi deformasi elastik (fonon), dan selanjutnya panas. Seperti dalam atom electron electron dalam bahan berada dalam tingkat-tingkat energy tertentu. Absorbsi energi menghasilkan perpindahan elektron dari tingkat dasar ketingkat tereksitasi. Ketika elektron kembali ke keadaan dasar disertai dengan pemancaran radiasi elektromagnetik. Dalam padatan elektron yang energinya tertinggi ada dalam orbital orbital dalam pita valensi dan orbital orbital yang tidak terisi biasanya dalam pita konduksi. Gap antara pita valensi dan pita konduksi disebut gap energi.Range energi cahaya tampak 1,8 sampai 3,1 eV. Bahan dengan gap energi di daerah ini akan mengabsorbsi energi yang berhubungan. Bahan itu akan tampak transparan dan berwarna. Contohnya, gap energi CdS sekitar 2,4 eV dan mengabsorbsi komponen cahaya biru dan violet dari sinar tampak. Tampak bahan tersebut berwarna kuning oranye. Bahan dengan gap energi kurang dari 1,8 eV

50 | B a h a n K e r a m i k

akan

opaque,

sebab

semua

cahaya

tampak

akan

diabsorbsi.

Material dengan gap energi lebih besar 3,1 eV tidak akan menyerap range sinar tampak dan akan tampak transparan dan tak berwarna.

Cahaya yang diemisikan dari transisi elektron dalam padatan disebut luminesensi. Bila terjadi dalam selang waktu yang pendek disebut flouresensi, bila didalam selang waktu yang lebih panjang disebut fosforisensi. Cahaya yang ditransmisikan dari satu medium kemedium lain, misalnya dari gelas keair akan mengalami pembiasan. Pembelokan cahaya ini adalah akibat perubahan kecepatan rambat yang asal mulanya dari polarisasi elektronik. Karena polarisasi meningkat dengan naiknya ukuran atom. Gelas yang mengandung ion-ion berat (seperti kristal timbal) memiliki indeks bias yang lebih besar dari gelas yang mengandung atom-atom ringan (seperti gelas soda).

Hamburan cahaya internal dalam bahan akibat perubahan kecepatan rambat yang asal mulanya dari polarisasi elektronik yang sebenarnya transparan mungkin dapat mengakibatkan bahan menjadi translusen atau opaque Hamburan semacam ini terjadiantara lain di batas butiran, batas fasa, dan pori-pori.Banyak aplikasi memanfaatkan sifat optik bahan keramik ini. Transparansi gelasmembuatnya bermanfaat untuk jendela, lensa, filter, alat masak, alat lab, dan objek-objek seni. Keramik fluoresensi dan fosforisensi digunakan dalam lampu lampu listrik dan layar layar tv. Akhirnya serat optik mentransmisikan percakapan telepon dan data komputer yang didasarkan atas refleksi internal total sinyal cahaya. 2.4.5. Sifat Fisik Kimia, Kimia Bahan Baku dan Produk Ada tiga bahan utama yang digunakan untuk membuat produk keramik klasik, yaitu lempung, feldspar, dan pasir. Lempung adalah aluminium silikat hidrat yang tidak terlalu murni yang terbentuk sebagai hasil pelapukan dari bahan beku yang mengandung feldspar sebagai salah satu mineral asli yang penting. Reaksinya dilukiskan sebagai berikut : K2CO3+ Al2O3.2SiO2.2H2O + 4 SiO2 K 2O.Al2O3.6SiO2+ CO2+ 2H2O

51 | B a h a n K e r a m i k

Terdapat tiga jenis lempung/tanah liat utama yang di bedakan oleh warna,ukuran partikel, sifat keliatan dan komposisi kimianya yaitu : 1) Tanah liat kaolin berwarna putih, berukuran partikel sederhana, kurang keliatannya/sifat plastis. Dan mengandungi komposisi besi yang kurang dari 1%. 2) Tanah liat bola (ball clay) berwarna hitam atau kelabu, berukuran partikel halus, keliatan yang tinggi, dan kandungan besi oksida diantara 0 2 %. 3) Tanah liat api (fire clay) berwarna kemerahan, berukuran partikel antara sederhana dan besar dan komposisi besi oksida yang tinggi. Kedua-dua tanah liat kaolin ini kebanyakan di gunakan dalam industry keramik konvensional seperti industri pembuatan piring, mangkuk, peralatan kamar mandi, lantai dan dinding, perhiasaan rumah seperti pot bunga porselin,peralatan listrik untuk voltan rendah dan tinggi.

Beraneka ragamnya sifat fisik lempung dan kandungan tak kemurniannya, s e h i n g g a b i a s a n ya h a r u s d i t i n g k a t k a n m u t u n ya t e r l e b i h d a h u l u m e l a l u i prosedur benafisiasi, yaitu menyingkirkan pasir dan mika dari lempung. Ada tiga jenis feldspar yang umum, yaitu potas (K2O.Al2O3.SiO2), sodan (NaO. Al2O3.6SiO2), dan gamping (CaO.Al2O3.6SiO2), yang kesemuanya dipakai dalam produk keramik. Feldspar sendiri berfungsi sebagai pemberi sifat fluks dalam formulasi keramik. B a h a n b a h a n i n i t e r m a s u k b a h a n m e n t a h y a n g d i g u n a k a n d a l a m pembuatan barang keramik konvensional seperti, feldspar, silicon, kalsium karbonat. Selain dari pada bahan di atas, berbagai mineral lain, seperti garam dan oksida juga digunakan sebagai bahan fluks dan perawis refraktori. Seperti Alumina, Zirkonia, Silicon karbida, Silicon nitrida, Barium titanat adalah merupakan sebahagian barangan keramik berteknologi tinggi. Bahan mentah ini

mempunyai kemurnian yang tinggi, mahal dan kegunaannya tertumpu kepada industry teknik, mekanik, biological,elektronik dan listrik. Bahan-bahan ini mempunyai potensi dan reputasi masa depan yang tinggi bagi menggantikan bahan-bahan yang telah ada seperti besi dan baja.

52 | B a h a n K e r a m i k

Hasil penggunaan bahan mentah ini dapat membentuk komponen atau produk yang mempunyai sifat-sifat kekuatan yang amat tinggi, kekerasan yang kuat, tidak b e r t i n d a k balas dengan bahan kimia, kadar kehalusan yang rendah, mempunyai unsur ketahanan panas dan temperatur cair yang tinggi. Diantara bahan fluks yang biasa digunakan untuk menurunkan suhu vitrifikasi, suhu lebur, dan suhu reaksi adalah boraks (Na2B4O7. 10H2O), soda abu (Na2CO3), tulang kalsinasi, fluorspar (CaF2), kriolit (Na3AlF6), oksida besi, mineral litium, dan lain-lain. Sedangkan beberapa bahan perawis refraktori khusus misalnya alumi na (Al2O3), magnesit (MgCO3), zirnkonia (ZrO2), titania, alumunium silikat, dan lain-lain.

Berikut ini adalah bahan baku dasar pembuatan keramik, beserta sifat-sifat lempung dan feldspar. 1) Rumus Al2O3.2SiO2.2H2O K2 O.Al2O3.6SiO2 SiO2. 2) Plastisitas Plastic Non plastic Non plastic Fusibilitas Refraktori Perekat mudah lebur 3) Refraktori 4) Titik cair 1785 oC 1150 oC 1710 oC 5) Ciut pada pembakaran Sangat ciut Lebur Tidak ciut. Banyak lagi bahan baku lain yang digunakan daalam berbagai susunan,sedikitnya 450 macam yang sudah diklasifikasi. 2.4.6. Bahan Baku Keramik Bahan baku keramik berupa oksida-oksida mineral yang terdapat di alam berupa batuan maupun pelapukan dari batuan. Jenis oksida tersebut adalah : SiO2, Al2O3, Fe2O3, CaO, MgO, K2O dan Na2O. Oksida-oksida ini banyak terdapat pada tanah liat (lempung), yang terdapat dalam bentuk batuan adalah feldspar, kwarsa dan batu kapur. Bahan baku keramik yang banyak digunakan adalah :

53 | B a h a n K e r a m i k

1. Tanah Liat/lempung Tanah liat merupakan jenis tanah hasil penguraian batuan alam terutama batuan feldspar yang mengandung alumina silikat hidrat. Jenis tanah ini bersifat plastis bila basah dan akan mengeras/membatu bila dipanasi pada suhu tinggi. Lempung terdiri dari butiran-butiran halus yang mengandung bermacam-macam mineral sehingga pada umumnya lempung tidak mempunyai susunan kimia tertentu. 1) Jenis-jenis tanah liat menurut susunan mineralnya : a) Lempung Kaolinit Susunan kimianya adalah Al2O3.2SiO2.2H2O disebut juga mineral kaolin. Lempung ini berwarna putih bila kadar besinya rendah. b) Lempung Monmorilonit. Berwarna kelabu sampai hijau, bila basah bersifat sangat plastis dan mudah mengembang, bila kering keras dan mudah hancur. Karena sifatnya yang mudah mengembang, serta sifat susut kering yang tinggi maka lempung jenis ini, dalam bidang keramik jarang dipakai. c) Lempung Illit Lempung ini mengandung illit yaitu sejenis kristal hidromika yang mempunyai sifat susut muainya rendah. d) Lempung klorit Bentuk kristalnya monokolin, warna khas hijau dan berkilap kaca hingga pudar seperti tanah. Bersifat susut bakar rendah sehingga baik untuk bahan keramik.

2) Jenis Lempung menurut cara terbentuknya adalah : a) Lempung Primer Lempung primer disebut lempung residu, merupakan lempung yang terdapat di sekitar batuan induknya yang lapuk. Lempung ini tidak tercampur dengan bahan lain. Sebagai contoh misalnya, lapuknya flespar akan membentuk kaolin yang bercampur silika. Lempung kaolin ini bersifat baik sebagai keramik putih.

54 | B a h a n K e r a m i k

b) Lempung endapan ataupun lempung sekunder. Lempung ini berasal dari lempung lapukan batuan induk, kemudian terbawa arus air, angina atau es sehingga jauh dari batuan asalnya kemudian mengendap di suatu tempat. Jenis lempung ini antara lain : lempung alluvial (lempung yg mengendap sepanjang aliran sungai, rawa atau cekungan di darat), Lempung estuarin ( lempung yang mengendap di muara sungai), Lempung lakustrin (lempung danau atau rawa), Lempung marine ( lempung yang mengendap di laut ), Lempung glacial (lempung yang terbawa angin atau aliran es ).

2. Felspar Felspar merupakan jenis batuan yang tidak terlalu keras, tersusun dari mineral alumina silikat. Ada dua jenis yaitu flespar kalium (mengandung K2O) disebut orthoclase feldspar dan felspar natrium (mengandung Na2O) disebut plagioclase felspar. Felspar di industri keramik dipakai sebagai sebagai bahan pelebur (merendahkan suhu leleh), glasir, gelas atau kaca. 3. Kwarsa Berbentuk batuan keras atau pasir. Pemakaian dalam industri keramik yaitu : 1) campuran dalam pembuatan keramik putih dan keramik halus. 2) Campuran pembuatan glasir dan email. 3) Bahan dasar pembuatan gelas atau kaca. 4) Bahan dasar pembuatan batu tahan api jenis silika. Batu pasir kwarsa yang berkadar kwarsa tinggi dapat dipakai sebagai bata silica alam untuk bata tahan api. 5) Batu Kapur Dalam industri keramik digunakan sebagai bahan campuran.

55 | B a h a n K e r a m i k

2.4.8. Sifat-sifat Bahan Mentah Sifat bahan mentah keramik yang diperlukan adalah sifat fisik dan sifat kimianya, tetapi yang lebih dominan adalah sifat fisiknya. Sifat fisik yang menonjol untuk industri keramik adalah : Susunan butiran. Susunan butiran bahan, akan mempengaruhi sifat fisik lainnya, misalnya keplstisan, susut kering, susut bakar, titik lebur, kekuatan masa keramik dan daya serap air. Suatu jenis lempung yang sama bila susunan butirnya berbeda maka pemakaian untuk pembuatan produk keramik juga berbeda. Sifat kimia dari bahan mentah juga harus diketahui karena erat hubungannya dengan susunan mineral yang dikandung serta produk yang dituju. Susunan kimia bahan berhubungan dengan sifat susut, titik lebur, kelakuan selama pembakaran serta sifat ketahanan kimia dari produk akhir. 2.4.9. Uraian Proses Semua produk keramik dibuat dengan mencampurkan berbagai kuantitas bahan baku yang sudah disebutkan di atas, membentuknya lalu memanaskan sampai suhu pembakaran. Suhu ini mungkin hanya 7000 oC untuk beberapa glasir luar, tetapi banyak pula vitrifikasi terjadi sejumlah reaksi,yang merupakan dasar kimia bagi konversi kimia. 1) Dehidrasi atau penguapan air kimia pada suhu 150 650 oC. 2) Kalsinasi, missal CaCO3 pada suhu 600 900 oC. 3) Oksidasi besi fero dan bahan organic Pada suhu 350 900 oC. 4) Pembentukan siica dalam membuat keramik saling berkaitan antara satu dengan lainnya. 5) Tahapan proses dalam membuat keramik saling berkaitan antara satu dengan lainnya. Proses awal yang dikerjakan dengan baik, akan menghasilkan produk yang baik juga. Demikian sebaliknya, kesalahan di tahapan awal proses akan menghasilkan produk yang kurang baik juga. Tahap tahap membuat keramik, ada beberapa tahapan proses yang harus dilakukan untuk membuat suatu produk keramik, yaitu:

56 | B a h a n K e r a m i k

1. Penyiapan Bahan Mentah Penyiapan bahan mentah yaitu meliputi : penggalian bahan mentah, penimbunan dan penggilingan. 1) Penggalian bahan mentah Bahan mentah yang digunakan untuk keramik pada umumnya adalah lempung/tanah liat. Sebagian besar lempung merupakan bentuk endapan yang terletak di permukaan bumi sehingga penggaliannya dilakukan dengan cara terbuka. 2) Penimbunan Bahan mentah hasil galian sebaiknya ditimbun dahulu. Selama dalam penimbunan, lempung ini diberikan air, jika perlu direndam dalam air. Hal ini perlu dilakukan agar partikel-partikel yang semula di bawah dan kurang menyerap air menjadi lebih lapuk dan menyerap air Selain itu juga untuk melarutkan garam sulfat yang merugikan. Pada saat penimbunan ini, biasanya juga dilakukan pencampuran dengan bahan lain, misalnya pasir. 3) Penggilingan Untuk lempung yang berbentuk bongkahan yang keras, sebelum ditimbun digiling terlebih dahulu. Penggilingan dilakukan dengan menggunakan kollegrang yang dasarnya berlubang-lubang untuk mendapatkan susunan besar butir yang lebih homogen. Selama digiling didalam alat ini, bahan yang sudah menjadi tepung ditambah dengan air sambil digiling, sehingga keluar dari kollegrang, bahan sudah berbentuk lempung basah. Untuk mendapatkan lempung yang lebih homogen, dilakukan penggilingan lagi di pugmill (mixer). Selesai dari pugmill, bahan diolah lagi di dalam extruder. Di dalam alat ini lempung diaduk dan ditekan, sehingga dihasilkan lempung yang benar-benar padat berbentuk kolom segi empat atau bulat.

57 | B a h a n K e r a m i k

2. Pengolahan Bahan Tujuan pengolahan bahan ini adalah untuk mengolah bahan baku dari berbagai material yang belum siap pakai menjadi badan keramik plastis yang telah siap pakai. Pengolahan bahan dapat dilakukan dengan metode basah maupun kering, dengan cara manual ataupun masinal. Didalam pengolahan bahan ini ada proses-proses tertentu yang harus dilakukan a n t a r a l a i n p e n g u r a n g a n u k u r a n b u t i r , p e n ya r i n g a n , p e n c a m p u r a n , pengadukan (mixing), dan pengurangan kadar air. Pengurangan ukuran butir dapat dilakukan dengan penumbukan atau penggilingan dengan ballmill. Penyaringan dimaksudkan untuk memisahkan material dengan ukuran yang tidak seragam. Ukuran butir biasanya menggunakan ukuran mesh. Ukuran yang lazim digunakan adalah 60 100 mesh. Pencampuran dan pengadukan bertujuan untuk mendapatkan campuran bahan yang homogen/seragam. Pengadukan dapat dilakukan dengan cara manual maupun masinal dengan blunger maupun mixer.

Pengurangan kadar air dilakukan pada proses basah, d i m a n a h a s i l campuran bahan yang berwujud lumpur dilakukan proses lanjutan, yaitu pengentalan untuk mengurangi jumlah air yang

terkandung sehingga menjadi badan keramik plastis. Proses ini dapat dilakukan dengan diangin-anginkan diatas meja gips atau dilakukan dengan alat filterpress. Tahap terakhir adalah pengulian, pengulian dimaksudkan untuk menghomogenkan massa badan tanah liat dan membebaskan gelembung-gelembung udara yang mungkin terjebak. Massa badan keramik yang telah diuli, disimpan dalam wadah tertutup, kemudian diperam agar didapatkan keplastisan yang maksimal. 3. Pembentukan Tahap pembentukan adalah tahap mengubah bongkahan badan tanah liat plastis menjadi benda-benda yang dikehendaki. Ada tiga keteknikan utama d a l a m membentuk benda keramik ya i t u ; pembentukan tangan

l a n g s u n g (handbuilding), teknik putar (throwing), dan teknik cetak (casting).

58 | B a h a n K e r a m i k

1) Pembetukan Tangan Langsung Dalam membuat keramik dengan teknik pembentukan tangan langsung, ada beberapa metode yang dikenal selama ini yaitu; teknik pijit (pinching), teknik pilin (coiling), dan teknik lempeng (slabbing). 2) Pembentukan Teknik Putar Pembentukan dengan teknik putar adalah keteknikan yang paling mendasar dan merupakan kekhasan dalam kerajinan keramik. Secara singkat tahap-tahap pembentukan dalam teknik putar adalah; centering(pemusatan), coning (pengerucutan), forming (pembentukan), rising(membuat ketinggian benda), refining the contour (merapikan). 3) Pembentukan Teknik Cetak Dalam keteknikan ini, produk keramik tidak dibentuk secara langsung dengan tangan tetapi menggunakan bantuan cetakan/mold yang dibuat dari gipsum. Teknik cetak dapat dilakukan dengan 2 cara yaitu; cetak padat d a n cetak tuang (slip). Pada teknik cetak padat bahan bak u y a n g digunakan adalah badan tanah liat plastis sedangkan pada teknik cetak tuang bahan yang digunakan berupa badan tanah liat

slip/lumpur.K e u n g g u l a n d a r i t e k n i k c e t a k i n i a d a l a h benda yang diproduksi mempunyai bentuk dan ukuran putar atau pembentukan

yang sama persis. Berbeda dengan teknik langsung.

Proses pembentukan produk keramik sangat menentukan sifat fisik suatu produk keramik. Cara pembentukan keramik tergantung pada : tujuan pemakaian, sifat bentuknya dan bahan dasarnya. Ada empat cara pembentukan produk keramik, yaitu : 1) Cara pembentukan dengan proses lempung lembek (soft mud process). Cara ini biasanya digunakan untuk membentuk produk keramik yang pembentukannya dikehendaki dengan lembek sehingga dapat dilakukan pembentukan dengan tangan. Cara ini biasanya dipakai untuk benda-benda khusus yang tidak dapat dikerjakan dengan alat lain, misalnya untuk produk keramik halus yang cara pembentukannya dengan proses putar. Di

59 | B a h a n K e r a m i k

dalam proses ini, lempung bersifat lembek dengan kandungan air 25 40 %, dengan syarat lempung masih cukup lkuat menahan beratnya sendiri sehingga tidak terjadi perubahan bentuk. 2) Cara pembuatan dengan proses lempung kaku (Stiff mud). Masa yang dipakai berupa lempung kau yang cukup berat bila dicetak/dibentuk dengan tangan. Kadar air lempung kaku dalam cara ini kurang lebih 15 30 %. Biasanya cara ini memerlukan alat pembentuk extruder sehingga dari alat ini dikeluarkan suatu kolom tanah yang kaku. Kemudian kolom tanah ini dibentuk/dipotong, lalu dibentuk kembali menjadi produk tertentu. Cara ini biasanya dipakai dalam pembuatan produk keramik berat dan keramik banhan bangunan, misalnya genteng keramik, bata merah, bata berlubang, pipa tanah dan bentuk produk keramik kasar lainnya. 3) Cara Pembentukan dengan masa slip. Cara ini dipakai bila lempung yang akan dicetak disiapkan dalam bentuk bubur yang halus sekali dan berbentuk lumpur cair. Biasanya lempung terdiri dari susunan butiran yang halus sekali. Kandungan air dalam lempung ini 12 50 %. Cara ini biasanya dilakukan dengan membuat cetakan dari gips yang telah dibakar dan dengan cara mencetak tersebut dapat dibuat produk yang sama. Selain itu,juga memungkinkan untuk membentuk benda-benda yang sulit dibentuk dengan cara tangan atau mesin. Cara pembuatan ini biasanya digunakan untuk membuat produk sanitair (closet, wastafel, dll). 4) Cara Pembentukan dengan proses kering. Dalam cara ini dipakai lempung/masa campuran yang berkadar air rendah 4 12 %, sehingga masa tadi lembab. Cara membentuknya biasanya dengan alat kempa (press) yang bertekanan tinggi untuk mendapatkan produk yang mempunyai kepadatan tinggi pula. Cara ini umumnya dipakai untuk membuat produk keramik yang mempunyai kepadatan tinggi tetapi hasil bakarannya tidak sampai meleleh, misalnya dalam pembuatan produk ubin keramik, bata klinker dan bata tahan api.

60 | B a h a n K e r a m i k

4. Pengerigan Setelah benda keramik selesai dibentuk, maka tahap selanjutnya adalah pengeringan. Tujuan utama dari tahap ini adalah untuk menghilangkan air plastis yang terikat pada badan keramik. Ketika badan keramik plastis dikeringkan akan terjadi 3 proses penting: (1) Air pada lapisan antar partikel lempung mendifusi ke permukaan, menguap, sampai akhirnya partikel-partikel saling bersentuhan dan penyusutan berhenti; (2) Air dalam pori hilang tanpa terjadi susut; dan (3) Air yang terserap pada permukaan partikel hilang. Tahap-tahap ini menerangkan mengapa harus dilakukan proses pengringan secara lambat untuk menghindari dari retak/cracking terlebih pada tahap 1 (Norton, 1975/1976). Karena produk keramik hampir semuanya punya sifat refraktori, artinyatahan terhadap panas dan sifaat ini bergantung pada oksida refraktori terhadap oksida fluks di dalamnya.

Pada saat keramik selesai dibentuk, biasanya mengandung air antara 7-30 % tergantung cara pembentukkannya. Keramik ini masih dalam kondisi mentah dan basah sehingga untuk mengurangi kadar airnya perlu dikeringkan lebih dulu. Mamfaat pengeringan adalah untuk menguapkan air yang masih terkandung di dalam produk mentah tadi, sehingga pada saat dibakar tidak banyak terjadi kerusakan, tidak berubah sifat maupun bentuknya.

Pada saat pengeringan, akan terjadi penyusutan karena air di dalam bahan mentah akan menguap sehingga butir-butir masa lempung akan mendekat satu sama lain. Penyusutan akan terhenti apabila air yang menguap telah mencapai - 1/3 kali. Apabila penyusutan telah selesai, maka produk kering sudah tidak mengalami perubahan bentuk lagi . Pengeringan produk mentah dilakukan dengan 2 cara, yaitu : 1) Pengeringan alami Yaitu suatu cara pengeringan yang memanfaatkan matahari dan suhu di sekitar benda tersebut. Kecepatan pengeringan alami tergantung oleh : suhu udara di sekitarnya, kelembaban udara, kecepatan gerakan udara.

61 | B a h a n K e r a m i k

2) Pengeringan buatan Yaitu cara pengeringan dengan menggunakan tungku pemanas sehingga radiasi panas dari tungku dimanfaatkan untuk mengeringkan keramik mentah tadi.

5. Pembakaran Pembakaran merupakan inti dari pembuatan keramik dimana proses ini mengubah massa yang rapuh menjadi massa yang padat, keras, dan kuat. Pembakaran dilakukan dalam sebuah tungku/furnace suhu tinggi. Pembakaran biscuit merupakan tahap yang sangat penting karena melalui pembakaran ini suatu benda dapat disebut sebagai keramik. Biscuit (bisque) merupakan suatu istilah untuk menyebut benda keramik yang telah dibakar pada kisaran suhu 700-1000 oC. Pembakaran biskuit sudah cukup membuat suatu benda menjadi kuat, keras, kedap air. Untuk benda-benda keramik berglasir, pembakaran biskuit merupakan tahap awal agar benda yang akan diglasir cukup kuat dan mampu menyerap glasir secara optimal.

Pembakaran produk keramik bertujuan untuk mendapatkan produk yang bersifat tidak berubah bentuknya, keras, cukup kuat menahan beban, tahan air,padat dan tahan terhadap pengaruh cuaca lainnya. Proses yang terjadi pada keramik selama pembakaran terdiri dari beberapa tahap, yaitu : 1) Tahap penguapan air mekanis sisa pengeringan. Jumlah air yang terkandung di dalam bahan mentah keramik setelah pengeringan 3-10%. Pada tahap awal pembakaran, perlu dilakukan pengeringan air bebas ini. Pada tahap ini, pembakaran dilakukan secara perlahan-lahan dengan suhu relatif rendah ( 40 - 150C ) untuk menghindari penguapan secara mendadak yang menyebabkan benda retak. Kenaikan suhu pembakaran biasanya diatur antara 5 atau 10C/jam. 2) Tahap Penguapan air mineral. Pada umumnya air yang terkandung didalam masa lempung tidak lepas pada suhu di bawah 200C dan umumnya. Lepas pada suhu di atas 500C -

62 | B a h a n K e r a m i k

700C. Pada tahap ini, benda keramik menjadi lebih berpori dan kurang kuat. 3) Tahap Pembakaran Cepat. Pada tahap ini dimaksudkan agar terjadi sedikit peleburan pada dinding partikel lempung sehingga partikel satu dengan yang lainnya

melekat.Untuk beberapa produk keramik yang memerlukanpenyerapan air rendah, maka dilakukan peleburan lebih lanjut sehingga pori-pori yang ditinggalkan air bebas maupun air mineral menjadi tertutup. Jenis-jenis tungku pembakaran yang digunakan pada tahab pembakaran ada 6 tungku yaitu sebagai berikut: 1) Tungku berkala (periodik). Tungku yang digunakan untuk pembakaran secara berkala, dimana sejumlah bahan keramik dibakar sekaligus sampai masak kemudian tungku didinginkan lagi dan hasil bakarannya dibongkar. Demikian dilakukan berulang secara berkala. Cara ini terlalu boros karena panas yang hilang banyak sekali, terutama panas untuk memanasi badan tungku dan sewaktu tungku dingin kembali.Jenis-jenis tungku berkala : 2) Tungku lading Tungku yang biasa digunakan untuk membakar bata merah, bersifat tidak permanen. Lamanya pembakaran dari mulai memanasi tungku sampai tungku dingin kembali adalah 5 7 hari. Hasil pembakaran pada umumnya menghasilkan rendamen rendah (60%). 3) Tungku berkala permanen. Tungku ini berbentuk ruangan permanen (berbentuk segi empat dan lingkaran). Pada sisi bawah tungku diberi lubang-lubang pembakaran. Hasil bakaran pada umumnya merata dan menghasilkan rendamen antara 70 85 %. 4) Tungku Kontinu Tungku yang bekerja secara terus menerus (tak berhenti) kecuali produksi berhenti. Proses pembakaran berlangsung berhari-hari, berbulan-bulan,

63 | B a h a n K e r a m i k

dan hasilnya diambil setiap hari atau dalam jangka waktu tertentu. Jenis tungku ini ada 2, yaitu : 5) Tungku kamar Dikenal dengan tungku Hofman. Berbentuk lorong yang bersekat-sekat menjadi beberapa ruangan. Dengan tungku ini hasil produksi cukup besar, dimana 1 kamar menghasilkan 3500 bata dan lebih hemat. Umumnya dipakai untuk produksi keramik bangunan skala besar (bata & genteng). 6) Tungku terowongan. Berbentuk terowongan yang beratap. Pembakaran dari samping, masa yang dibakar berjalan melalui lorong ini dengan kereta/lori. Jenis tungku ini termasuk modern untuk saat ini dengan bahan bakar cair atau gas. Umumnya dipakai untuk produksi keramik halus, produk-produk keramik missal yang mutu dan harganya tinggi seperti produk sanitair.

6. Pengglasiran Pengglasiran merupakan tahap yang dilakukan sebelum dilakukan pembakaran glasir. Benda keramik biskuit dilapisi glasir dengan cara dicelup, dituang, dismprot atau dikuas. Untuk benda benda kecil sedang pelapisan glasir dilakukan dengan cara dicelup dan dituang, dan untuk benda benda yang besar pelapisan dilakukan dengan penyemprotan. Fungsi glasir pada produk keramik adalah untuk menambah keindahan, supaya lebih kedap air, dan menambahkan efek-efek tertentu sesuai keinginan. 1. K2O Al3O3 6SIO2+ CO2+ H2OK2CO3+ Al2O3 2SIO2 2H2O + 4SIO2 2.4.10. Jenis-jenis Bahan Bagunan Produk Keramik 1. Jenis-jenis Bahan Bagunan Keramik Berat 1) Bata Merah Biasa Kuat tekan rata-rata bata merah produk industri kecil : 50 kg/cm2, untuk produk industri menengah atau besar rata-rata mencapai 150 200 kg/cm2.Penyerapan air bata merah produk industri kecil mencapai 40 % dengan derajat penyerapan 70g/dm2/menit. 2. K2O Al3O3 6SIO2+ CO2+ H2OK2CO3+ Al2O3 2SIO2 2H2O + 4SIO2

64 | B a h a n K e r a m i k

Sedangkan untuk produk industry menengah yang menggunakan mesin, penyerapan airnya 20 24 % dengan derajat penyerapan 10 20 g/dm2/menit. Untuk pekerjaan yang baik, penyerapan air bata merah 10 20 g/dm2/menit. Di dalam bata merah tidak boleh mengandung garam sulfat, karena apabila garam ini mongering akan berubah menjadi kristal yang merusak jaringan tanah di dalam bata. Untuk dinding pemikul, kuat tekan bata minimum 50 kg/cm2. Didalam SII 021, ukuran bata ada 3 macam, yaitu : M 6 = 55 x 110 x 230 mm Untuk tembok bata tanpa memikul beban. M 5a = 65 x 90 x 190 mm Untuk tembok bata tanpa memikul beban. M 5b = 65 x 140 x 190 mm Untuk tembok bata tanpa memikul beban. Penyimpangan ukuran untuk panjang, mak 4 mm sedangkan untuk lebar dan tebal mak 2 mm. Ukuran bata sangat penting pada saat pemasangan bata untuk konstruksi. Penyimpangan ukuran yang terlampau besar mengakibatkan ketebalan siar adukan bata tidak sama tebal. Tebal siar maksimum untuk pasangan bata adalah 3 mm. Apabila tebal siar lebih dari3 mm maka kekuatan tembok turun 15 %. Untuk konstruksi dinding bata yang baik, tebal siar maksimum 20 % dari tinggi tembok dan mak 10 % dari panjang tembok. 2) Bata Berlubang Menurut SII 0604-81 bata berlubang adalah bata yang pada permukaannya terdapat lubang-lubang, dan jumlah luas lubang itu 15 35 % luas penampang batanya. Bata jenis ini dibuat dengan Extruder, dan diproduksi oleh industry menengah/besar. Syarat mutu bata ini lebih tinggi dibandingkan bata biasa. Bata jenis ini terdapat 5 kelas menurut kuat tekannya, yaitu 250, 200, 150, 100 dan 50 kg/cm2. Syarat lain yang penting adalah penyerapan airnya tidak boleh lebih dari 20 %, untuk mutu rendah mak 22 %. Bata jenis ini biasa dipakai untuk konstruksi tembok pemikul, kecuali untuk yang mutu rendah untuk partisi. Manfaat utama penggunaan bata berlubang adalah :

65 | B a h a n K e r a m i k

1. Bagi industri, pembuatannya lebih menguntungkan karena bahan yang dipakai lebih sedikit dibandingkan bata pejal serta pengeringannya lebih cepat. 2. Bagi pemakainya, dinding dengan bata ini lebih baik daya sekatnya terhadap suhu panas/dingin, serta lebih meredam suara

dibandingkan dengan bata pejal. Permukaan sisi bata ini cukup rata dan seragam sehingga dinding tidak perlu diplester. 3) Bata Merah Pelapis Cara pembuatannya sama dengan bata berlubang. Ukuran panjang dan lebar biasanya sama dengan bata biasa dengan ketebalan 10 mm. Persyaratan yang harus dipenuhi adalah : penyimpangan ukuran panjang dan lebarnya mak 2 %, penyerapan air mak 15 % dan tidak boleh mengandung garam sulfat. Penggunaannya untuk melapis dinding agar permukaannya terlihat seperti bata sesungguhnya dengan siar sambungan yang rapi. 4) Bata Berongga Yang dimaksud bata berongga adalah bila lubang-lubang pada salah satu penampang sisi bata, berjumlah 35 75 % luas penampangnya. Biasa disebut bata karawang. Cara pembuatan dan syarat mutunya sama dengan bata berlubang, kecuali syarat kuat tekannya. Persyaratan kuat tekan untuk bata berongga ada 2 macam yaitu syarat kuat tekan sejajar lubang dan kuat tekan tegak lurus lubang. Syarat kuat tekan sejajar lubang biasanya 30 50 % lebih tinggi daripada kuat tekan tegak lurus lubang. Penentuan kuat tekan dari dua arah ini perlu diketahui, karena di dalam penggunaannya bata berrongga menahan beban dari 2 arah tersebut. Bata ini biasanya digunakan untuk elemen pembentuk balok/tiang yang menahan beban lentur seperti balok beton. Juga dipakai sebagai elemen pengisi untuk pembuatan dinding dan lantai.

66 | B a h a n K e r a m i k

5) Bata Klinker Disebut juga bata pelapis jalan (paving blok) adalah jenis bata keramik bakaran keras (vitreous brick), dimana bata ini dibakar pada suhu hamper mencapai titik lelehnya. Bahan bakunya adalah tanah liat tahan api dicampur dengan atau tanpa serpih (lempung keras) yang bermutu baik. Pembuatannya dibentuk dengan proses lempung kaku ( stiff mud) dengan pres tekanan tinggi sehingga mencapai kepadatan yang optimal. Suhu pembakaran yang digunakan biasanya 1200 C. Bata klinker terutama dipakai untuk melapis permukaan jalan raya. Bata jenis ini belum dibuat di Indonesia. Syarat mutu yaitu sebagai berikut : a) tahan air, tahan cuaca, tahan gesekan, dan mempunyai kuat tekan tinggi. b) Ketahan aus dengan Ratler Test (Los Angeles test), untuk ukuran 8 x 4 x 2 in mak 26 %, ukuran 8 x 4 x 3 in mak 24 %, ukuran 8 x 3 x 4 in mak 22 %. c) Penyerapan air mak 2 %. d) Kepadatan (berat volume) minimum 2,30. e) Kekerasan dibanding skala Mohs min 6. f) Kuat tekan rata-rata min 280 kg/cm2. Biasanya bias mencapai 500 kg/cm2. g) Kuat lentur 105 175 kg/cm2. biasanya bisa mencapai 200 kg/cm2. 6) Ubin Tahan Asam a) Cara pembuatan dan bahan-bahannya sama dengan bata klinker. b) Biasanya digunakan sebagai pelapis lantai yang harus tahan terhadap asam keras (HCl, asam sulfat, dll) 7) Bata Berglasir a) Termasuk jenis bata lapis/bata berlubang. b) Terbuat dari lempung serpih dengan proses extruder.

67 | B a h a n K e r a m i k

c) Permukaannya dilapisi glasir untuk memperendah penyerapan airnya. d) Pengglasiran dilakukan pada saat bata mentah, glasir akan menggelas pada saat bata masak. 8) Genteng Keramik a) Bahan dan proses pembuatannya sama dengan bata merah yang menggunanakan extruder. b) Bentuk-bentuk genteng keramik di Indonesia yaitu : genteng datar bentuk echt (genteng kodok), genteng S lengkung cekung/vlam, gentengpalentong (S datar), genteng ukuran besar model marsiles, romano, dll. c) Ukuran genteng menurut SII-022-61 : Ukuran kecil, jumlah genteng 25 buah/m2, ukuran sedang jumlah genteng 20 buah/m2, ukuran besar jumlah genteng 15 buah/m2. d) Untuk di Indonesia, genteng keramik merupakan penutup atap yang paling murah dan paling baik. e) Sifat-sifat genteng keramik : tahan lama, penyekat panas yang baik dan tahan api. f) Kemiringan atap untuk genteng keramik 35 - 60.

2. Jenis-Jenis Bahan Bagunan Keramik Tahan Lebur Refraktori adalah bahan/produk keramik yang tahan lebur/deformasi pada suhu tinggi. Produk ini tidak meleleh pada suhu 1515 C. Biasanya digunakan oleh industri lain yang bekerja pada suhu tinggi. Jenis-jenis refraktori : 1) Refraktori asam Jenis refraktori ini paling banyak digunakan karena tahan terhadap terak yang bersifat asam. Jenis-jenis produk refraktori asam meliputi : Jenis tanah liat tahan api, berupa bata samot yang digunakan pada industriindustri keramik/industri dengan proses suhu tinggi. Jenis refraktori silica, berupa bata silica tahan api. Terbuat dari kuarsa yang mengandung SiO2 95 % dan CaO2 %. Umumnya digunakan untuk atap tungku pada industri

68 | B a h a n K e r a m i k

gelas. Jenis bata alumina, yaitu bata yang memiliki kadar Al2O3 50 %, titik lebur 1800C, tahan terhadap pengaruh terak. Biasanya digunakan untuk tungku peleburan gelas. 2) Refraktori Basa Dipakai untuk peleburan, dimana terdapat terak bersifat basa. Biasanya dipakai untuk tungku peleburan besi/baja, semen, kapur. Bahan bakunya terdiri dari : dolomite, chrome, chrome magnesit (kadar chromenya dominant), magnesit chrome. Biasanya dikenal dengan nama bata tahan api dolomite. 3) Refraktori netral Jenis refraktori/bata tahan api yang tahan terhadap terak asam atau basa. Diproduksi dalam jumlah kecil karena mahal dan sulit pembuatannya. Bahan dasarnya berupa grafit, silicon karbit dan alumina murni. Biasanya digunakan untuk peleburan logam non ferro, dimana suhu peleburannya tidak terlalu tinggi.

3. Jenis-Jenis Bahan Bagunan Keramik Halus Jenis produk yang tergolong keramik halus terutama terletak pada penyiapan bahan mentahnya. Bahan mentahnya disiapkan dalam bentuk . Lumpur halus (slip). Jenis-jenis produk keramik halus meliputi : alat-alat sanitair, keramik teknik dan perabotan rumah tangga. Produk Vitreous adalah produk keramik yang dibakar pada suhu 1400C sehingga massanya dapat meleleh semua dan bersatu serta memiliki penyerapan air rendah (0,3 % - 4 %). Contoh produk keramik vitreous adalah : closet, wastafel, urinoir, bak cuci, bak mandi, dll. Bahan-bahan campurannya terdiri dari : 30 bagian tepung flint, 26 bagian tepung feldspar, 18 bagian tepung ball clay dan 26 bagian tepung kaolin. Pembakaran produk keramik dilakukan di dalam tungku terowongan.

69 | B a h a n K e r a m i k

2.4.11. Glasir dan Pigmen 1. Glasir Glasir (glase) dalam keramik adalah lapisan tipis berbentuk gelas yang melekat pada badan keramik. Tujuan pemberian glasir dalah : 1) Untuk memberi ketahanan air pada keramik. 2) Untuk memberi keindahan pada badan keramik. 3) Keramik mudah dibersihkan. Glasir dapat berbentuk cerah/bening, buram putih atau pudar, berwarna, permukaannya rata/halus, kasar, berbintik, dll. Ada 3 jenis glasir, yaitu : glasir garam, glasir kasar/glasir tanah dan glasir frit. 1) Glasir garam a) Glasir yang terbuat dari garam dapur NaCl, dilakukan dengan cara menaburkan garam ke dalam tungku pembakaran, maka garam ini pada suhu tinggi akan terurai menjadi NaO. Karena adanya uap air maka akan terbentuk NaOH dan HCl. NaOH ini akan bereaksi dengan silikat yang ada pada badan keramik Aluminanya membentuk semacam gelas tipis di seluruh permukaan keramik yang tersentuk oleh uap garam. Dengan adanya lapisan glasir garam ini permukaan keramik terlihat mengkilap dan lebih rapat air. b) Badan keramik yang baik untuk diglasir dengan garam adalah yang banyak mengandung silica bebas. c) Warna keramik yang diglasir dengan garam umumnya coklat muda atau tua tergantung dari warna keramiknya. d) Biasanya dipakai untuk pembuatan pipa gress (sewer pipe), ubin tahan asam, bata klinker, guci/botol keramik dan alat-alat laboratorium. 2) Glasir Kasar a) Terbuat dari bahan-bahan yang tidak larut dalam air yang dilekatkan/dilapiskan pada permukaan keramik kemudian dibakar sampai lebur. b) Bahan asalnya digiling sampai sangat halus kemudian dibuat suspensi, dilapiskan pada badan keramik lalu dibakar.

70 | B a h a n K e r a m i k

c) Glasir ini titik lelehnya tinggi. d) Bahan pelebur glasir terdiri dari : feldspar, oksida timbale atau kapur. 3) Glasir Frit a) Glasir frit adalah glasir yang sebelum dipakai dilebur dulu. Hasil peleburannya langsung dimasukkan air sehingga berbentuk pasir gelas kemudian digiling halus. b) Pada saat pemakaian, tepung glasir frit ini dicampur air menjadi suspense untuk dilapiskan pada permukaan keramik. c) Glasir ini paling banyak dipakai pada industri keramik karena mudah dipakai dan dapat digunakan untuk keramik dengan bakaran suhu rendah. Bahan-bahan pembuat glasir meliputi ; slica, Oksida bor (B2O3), alumina (AL2O3), kapur dan magnesia, oksida timbale (PbO), dan NA2O dan K2O. 1) Silika Merupakan bahan utama pembuat glasir. Silika banyak terdapat pada batu api (plint) yang digiling halus. 2) Oksida bor (B2O3) Dapat menghasilkan glasir yang lebur pada suhu rendah dan pemuaian kecil. Bila terlalu banyak pemakaiannya akan menyebabkan rendahnya ketahanan glasir terhadap asam dan air. 3) Alumina (Al2O3) Memiliki sifat basa atau asam. Alumina digunakan untuk membuat glasir tahan api dan menaikkan titik lebur glasir. Untuk glasir suhu rendah, alumina yang dipakai berasal dari feldspar. Untuk glasir suhu tinggi, alumina yang dipakai menggunakan kaolin. 4) Kapur atau magnesia. CaO atau MgO dipakai sebagai pelebur (fluk) untuk glasir yang suhunya tinggi.

71 | B a h a n K e r a m i k

5) Oksida timbal (PbO) Merupakan bahan pelebur yang paling banyak dipakai dalam glasir karena dapat bereaksi dengan silica dengan baik dan merendahkan suhu leburnya. Oksida ini berbahaya bagi kesehatan. Oleh karena itu dalam pemakaiannya melalui proses frit. 6) Na2O dan K2O Unsur ini banyak terdapat pada feldspar. Biasanya digunakan sebagai pelebur (fluk) dan digunakan untuk membuat glasir suhu rendah. Sebaiknya pemakaiannya berbentuk glasir frit. 2. Pewarna Keramik (Pigmen) Jenis pewarna keramik ada 2 jenis yaitu : dipakai di bawah glasir (underglaze colors) dan dipakai di atas glasir (overglaze colors). Underglaze colors terbuat dari oksida berwarna dicampur dengan bahan tahan api seperti kaolin dan alumina. Bersifat memiliki titik leleh yang lebih tinggi dibandingkan dengan titik leleh glasir. Overglaze colors terbuat dari oksida berwarna dicampur pelebur (fluk) lalu dibuat frit dan digiling halus. Memiliki sifat tidak leleh pada suhu rendah yang tidak meleburkan glasir di bawahnya. Jenis-jenis oksida yang biasa dipakai untuk pigmen adalah : oksida besi, oksida cobalt, oksida tembaga, oksida mangan, dll. 2.4.12. Kegunaan Keramik dinilai dari propertinya, Kegunaan keramik beragam disesuaikan dengan kemampuan dan daya tahannya. Keramik dengan properti elektrik dan magnetik dapat digunakan sebagai insulator, semikonduktor, konduktor dan magnet. Keramik dengan properti yang berbeda dapat digunakan pada aerospace, biomedis, konstruksi bangunan, dan industri nuklir. Beberapa contoh penggunaan keramik industri: 1) Peralatan yang dibuat dari alumina dan silikon nitrida dapat digunakan sebagai pemotong, pembentuk dan penghancur logam. 2) Keramik tipe zirconias, silikon nitrida maupun karbida dapat digunakan untuk saluran pada motorturbocharger diesel temperatur tinggi dan Gas Turbine Engine.

72 | B a h a n K e r a m i k

3) Keramik sebagai insulator adalah aluminum oksida (AlO3). Keramik sebagai semikonduktor adalah barium titanate (BaTiO3) dan strontium titanate (SrTiO3). Sebagai superkonduktor adalah senyawa berbasis tembaga oksida. 4) Keramik dengan campuran semen dan logam digunakan untuk pelapis pelindung panas pada pesawat ulang alik dan satelit. 5) Keramik Biomedical jenis porous alumina digunakan sebagai implants pada tubuh manusia. Porous alumina dapat berikatan dengan tulang dan jaringan tubuh. 6) Butiran uranium termasuk keramik yang digunakan untuk pembangkit listrik tenaga nuklir. Butiran ini dibentuk dari gas uranium hexafluorida (UF6). 7) Keramik berbasis feldspar dan tanah liat digunakan pada industri bahan bangunan. 8) Keramik juga digunakan sebagai coating (pelapis) untuk mencagah korosi. Keramik yang digunakan adalah jenis enamel. Peralatan rumah tangga yang menggunakan pelapisan enamel ini diantaranya adalah kulkas, kompor gas, mesin cuci, mesin pengering.

2.5. RANGKUMAN Dari makalah ini dapat disimpulkan yaitu: 1. Keramik merupakan suatu kesenian dan sains membuat dan menggunakan hasil padat yang terdiri daripada atau sebahagian besar komponennya adalah bahan tak organik (porselin, lempung, semen, kaca, feroelektrik, superkonduktor dan sebagainya). 2. Keramik konvensional adalah keramik yang berdasarkan lempung, yang mana terdiridari tembikar, lempung, semen, refraktori dan berbagai hasil yang berkaitan dengan silikat. 3. Keramik modern adalah keramik yang mempunyai sifat-sifat fisik, mekanik, kimia danl istrik yang istimewa. Bahan keramik modern terdiri daripada keramik oksida (Al2O3, ZrO2, TiO2, BaTiO2, dan sebagainya) dan keramik bukan oksida (Si3N4, TiN, SiC, B4Cdan sebagainya). 4. Keramik merupakan salah satu bahan bangunan yang sudah tergolong lama dan masih bertahan sampai sekarang.

73 | B a h a n K e r a m i k

5. Senyawa, baik keramik maupun antar-logam, tahan terhadap deformasi geser. Akibatnya, bahan ini peka terhadap takik (atau retak). Oleh karena itu kekuatan tariknya rendah. 6. Ketahanan terhadap geseran mengakibatkan kekuatan tekan yang tinggi.Oleh karena itu bahan keramik dipilih untuk penggunaan dibawah tekanan. Biasanya, bahan keramik dibuat demikian rupa sehingga mempunyai tekanan pada permukaannya. 7. Bahan baku keramik adalah tanah liat (lempung), yang terdapat dalam bentuk batuan adalah feldspar, kwarsa dan batu kapur. 8. Proses pembuatan keramik terdiri dari : penyiapan bahan

mentah,pengolahan bahan, pembentukan produk keramik, pengeringan, pembakaran dan pengglasiran. 9. Jenis-jenis produk keramik kasar yaitu bata merah biasa, bata berlubang, bata merah pelapis, bata klinker, ubin tahan asam, genteng keramik, bata berongga dan bata berglasir. 10. Jenis-jenis produk keramik halus yaitu produk vitreous. Contohnya adalah alat-alat sanitair. 11. Glasir adalah lapisan tipis berbentuk gelas yang melekat pada badan keramik. Tujuan pemberian glasir adalah untuk memberi ketahanan air pada keramik, memberi keindahan pada badan keramik dan keramik mudah dibersihkan. Ada 3 jenis glasir, yaitu : glasir garam, glasir kasar/glasir tanah dan glasir frit. 12. Refraktori adalah bahan/produk keramik yang tahan lebur/deformasi pada suhu tinggi. Produk ini tidak meleleh pada suhu 1515 C. Biasanya digunakan oleh industri lain yang bekerja pada suhu tinggi. Jenis-jenis refraktori adalah refraktori asam, basa dan netral. Contoh produk refraktori : bata samot, bata silika tahan api, dll.

74 | B a h a n K e r a m i k

2.6. PERTAYAAN 1. Apa perbedaan keramik tradisonal dengan keramik modern, beserta contohnya ? 2. Sebutkan sifat bahan keramik dan sampai suhu berapakah suatu bahan keramik tahan terhadap api ? 3. Bagaimanakah perbedaan fase keramik dengan bukan keramik ?

2.7.

MODEL JAWABAN tradisional adalah keramik yang proses pembuatannya

1. Keramik

berdasarkan lempung, contoh: tembikar, semen, refraktori dan berbagai hasil lainnya yang berkaitan dengan silikat. Sedangkan keramik modern adalah keramik yang mempunyai sifatsifat mekanik, kimia dan listrik, contoh: keramik oksida dan keramik bukan oksida. 2. Sifat bahan keramik ada 6 macam : sifat fisik, sifat kimia, sifat listrik, sifat mekanik, sifat termal, dan sifat optik. Ketahan suhu bahan keramik terhadap api adalah sekitar 1200 sampai 2000 OC. 3. Fase keramik yaitu kristalin, tidak banyak elektron bebasnya, mempunyai titik cair yang tinggi, tahan terhadap kimia, dan bersifat isolator, sedangkan fase non keramik yaitu : tidak mempunyai fase kristalin, banyak elektron bebasnya, titik cair yang rendah, tidak tahan terhadap bahan kimia dan tidak bersifat isolator

75 | B a h a n K e r a m i k