Anda di halaman 1dari 31

TOPIK III BAHAN-BAHAN POLIMER

3.1 PENDAHULUAN Penggunaan polimer sebagai bahan pengganti kayu, logam dan kaca semakin diminati oleh masyarakat. Penggunaan bahan ini meluas ke berbagai bidang seperti dalam bidang industri baik makanan atau minuman, tekstil, transportasi, automotif dan konstruksi (Odian, 1991). Dalam industri pangan, polimer biasanya digunakan sebagai plastik kemasan untuk melindung makanan dari interaksi yang terjadi secara langsung dengan lingkungan. Akan tetapi, pembuangan plastik kemasan menjadi masalah yang komplek terkait pengolahan dan degradasi yang ditimbulkan. Bahan-bahan biopolimer dapat diperoleh dari berbagai sumber, yang meliputi protein (kolagen/gelatin, kedelai) polisakarida (kitosan, pati, selulosa) dan lipid (lilin, asam lemak) (Gennadios, 1997). Salah satu penelitian pemanfaatan polimer biodegradable di bidang industri pangan adalah gelatin. Gelatin merupakan bahan alami yang diperoleh dari hidrolisis parsial kolagen. Gelatin bisa bersifat sebagai gelling agent (bahan pembuat gel) atau sebagai non gelling agent. Gelatin merupakan protein konversi bersifat larut air yang diperoleh dari hidrolisis kolagen yang bersifat tidak larut air. Tulang sapi, kulit sapi, dan kulit babi adalah bahan yang biasa digunakan untuk memperoleh gelatin (Sobral, 2001). Gelatin adalah protein dengan berbagai sifat fungsional dan aplikasi, termasuk kemampuannya membentuk film. Sumber bahan baku gelatin dapat berasal dari sapi dan babi, namun ditemukan sumber lain yang lebih relevan untuk mendapatkan gelatin, yaitu gelatin dari tulang dan kulit ikan (Gomez, 2002). Dalam produk pangan, gelatin dimanfaatkan sebagaibahan penstabil, pembentuk gel, pengikat, pengental, pengemulsi dan lain sebagainya.

76 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

Selain itu, gelatin digunakan sebagai bahan baku pembuatan kapsul. Permintaan akan gelatin telah meningkat selama bertahun-tahun. Gelatin memiliki beberapa kelemahan diantaranya terkait sifat mekanik dan ketahanan terhadap air. Kelemahan gelatin tersebut, membatasi aplikasi penggunaannya dalam skala yang lebih luas. Beberapa alternatif telah digunakan untuk meningkatkan kinerja fisik film gelatin. Peningkatan ini termasuk perlakuan secara kimia maupun enzimatik (Zhang, 2010). Selain gelatin, biopolimer yang lainnya adalah kitosan. Kitosan juga memiliki kegunaan yang sangat luas dalam kehiupan seharihari. Kitosan dapat diperoleh dari deasetilasi kitin dalam medium basa pada temperatur tinggi. Kitosan merupakan turunan kitin yang banyak terdapat di komoditas perikanan seperti udang (Manskarya, 1968). Udang merupakan salah satu komoditas perikanan indonesia yang mulai dilirik oleh pasar dunia. Hal ini, dapat kita lihat dengan meningkatnya permintaan dari Negara lai terhadap komoditas udang (Sugita, 2009). Kitosan cukup terkenal di kalangan industri karena memiliki sifat yang unik dan aplikasinya cukup luas. Kitosan mempunyai sifat yang lebih spesifik dari pada kitin yaitu adanya sifat bioaktif, biokompatibel, pengkelat, anti bakteri dan dapat terbiodegrasi (Kumar, 2000). Kitosan juga memiliki sifat seperti aktivitas antimikroba dan sifat filmogenik (Martinez, 2010). Oleh karena sifat kitosan yang lebih spesifik maka kitosan lebih banyak digunakan dari pada kitin. Contoh aplikasi kitosan adalah sebagai adsorben limbah logam berat dan zat warna, pengawet, antijamur, kosmetik, farmasi, flokulan. Selain pemanfaatan dibidang industri, kitosan juga memiliki peran di bidang pertanian dan bidang kedokteran. Dalam bidang pertanian, Kitosan di gunakan sebagai pencampur rasum pakan ternak, antimikroba, antijamur dan lain-lain. Sedangkan dunia kedokteran menggunakan kitosan sebagai antikoagulan, antitumor dan antivirus. Namun, kelemahan dari kitosan adalah kelarutannya dalam air. Kitosan memiliki sifat fisik

77 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

yang rapuh dan tidak cocok digunakan dalam kondisi kering (Cheng, 2008). Berdasarkan sifat gelatin dan kitosan, perlu dilakukan suatu penelitian yang lebih intensif dalam membahas sifat fisik dan kimia dari kombinasi kedua senyawa tersebut. Kombinas kedua biopolimer ini akan saling memperbaiki kelemahan serta meningkatkan sifat fisiko-kimia dari gelatin murni maupun kitosan murni (Gomes, 2011). Dalam penelitian ini, pengamatan dan analisa lebih di tekankan pada sifat termal gravimetri dari komposit gelatin komersial (GK) yang diperoleh secara komersial dengan kitosan (Ch) yang diekstrak dari kulit udang. Polimer merupakan ilmu pengetahuan yang berkembang secara aplikatif.Kertas, plastik, ban, serat -serat alamiah, merupakan produk produk polimer.P o l i m e r , merupakan ilmu yang sangat

menarik untuk dipelajari. P o l i m e r merupakan karena itu, sangat ilmu ya n g sangat dinamis. Oleh

d i b u t u h k a n pengetahuan yang baik tentang

konsep konsep dasar polimer, guna dapat memahami dan mengembangkan ilmu polimer.P l a s t i k m e r u p a k a n s a l a h s a t u b a h a n ya n g p a l i n g u m u m k i t a l i h a t d a n gunakan.Bahan plastik secara bertahap mulai menggantikan gelas, kayu dan logam. Hal ini disebabkan bahan plastik mempunyai beberapa keunggulan, yaitu: ringan, kuat dan mudah dibentuk, anti karat dan tahan terhadap bahan kimia, m e m p u n ya i s i f a t i s o l a s i l i s t r i k ya n g t i n g g i , d a p a t d i b u a t b e r w a r n a m a u p u n transparan dan biaya proses yang lebih murah. Namun begitu daya guna plastik juga terbatas karena

kekuatannya yang rendah, tidak tahan panas mudah rusak pada suhu yang rendah. pilihan Keanekaragaman j e n i s dalam plastik dan memberikan banyak

penggunaannya

c a r a pembuatannya.Plastik biasa.

adalah suatu polimer yang mempunyai sifat-sifat unik danl u a r

P o l i m e r a d a l a h s u a t u b a h a n ya n g t e r d i r i d a r i u n i t m o l e k u l

78 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

yangdisebut homopolimer,

monomer. dan jika

Jika

m o n o m e r n ya

sejenis

disebut

monomernya berbeda akan menghasilkan

kopolimer.P o l i m e r a l a m ya n g t e l a h k i t a k e n a l a n t a r a l a i n : s e l u l o s a , p r o t e i n , k a r e t alam dan sejenisnya. Pada mulanya manusia menggunakan polimer alam hanyauntuk membuat perkakas dan senjata, tetapi keadaan ini hanya bertahan hinggaakhir abad 19 dan selanjutnya manusia mulai memodifikasi polimer menjadi plastik. Plastik yang pertama kali dibuat secara komersial adalah nitroselulosa.Material plastik telah berkembang pesat dan sekarang mempunyai peranan yangsangat penting dibidang elektronika, pertanian, tekstil, transportasi, furniture, konstruksi, kemasan kosmetik, mainan anak anak dan produk produk industrilainnya. Secara garis besar, plastik dapat dikelompokkan menjadi dua golongan,yaitu : plastik thermoplast dan plastik thermoset. Plastik thermoplast adalah plastik yang dapat dicetak berulang-ulang dengan adanya panas ( lihat tabel 2 ). Yang termasuk plastic thermoplast antara lain : PE, PP, PS, ABS, SAN, nylon,P E T , palstik BPT, P o l ya c e t a l (POM), PC dll.

Sedangkan

thermoset

a d a l a h plastik yang apabila telah bangun

mengalami kondisitertentu tidak dapat dicetak kembalik a r e n a

p o l i m e r n ya b e r b e n t u k j a r i n g a n t i g a d i m e n s i ( l i h a t T a b e l 1 ).Y a n g t e r m a s u k p l a s t i c t h e r m o s e t Urethene), UF adalah : PU (Poly

( U r e a Formaldehyde), MF (Melamine Formaldehyde),

polyester, epoksi dll. Untuk membuat barang-barang plastik agar mempunyai sifat sifat sepertiyang dikehendaki, maka dalam proses pembuatannya selain bahan baku utamadiperlukan juga bahan tambahan atau aditif.

Penggunaan bahan tambahan ini beraneka ragam tergantung pada bahan baku yang digunakan dan mutu produk yang akan dihasilkan. Berdasarkan

79 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

fungsinya , maka bahan tambahan atau bahan pembantu proses dapat dikelompokkan menjadi : bahan pelunak (plasticizer), bahan penstabil (stabilizer), bahan pelumas (lubricant), bahan pengisi (filler), pewarna (colorant), antistatic agent, blowing agent, flame retardant dsb. 3. 2 TUJUAN INTRUKSIONAL KHUSUS ( TI K) Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu : 1. Menjelaskan sejarah umum penemuan polimer 2. Menjelaskan definisi polimer 3. Menjelaskan ruang lingkup kimia polimer 4. Menjelaskan konsep dasar kimia polimer 5. Menjelaskan klasifikasi polimer 6. Menjelaskan struktur polimer 7. Menjeleskan proses pembentukan polimer 8. Menjelaskan sifat sifat polimer 9. Menjelaskan mamfaat polimer 10. menjelaskan komponen komponen dari polimer dan jenis jenisnya.. 11. menjelaskan penggolongan polimer. 12. menjelaskan proses pembentukan polimer dan sifat-sifat dari polimer. 3. 3 PRASYARAT Adapun permasalahan yang akan dibahas dalam proses penyusunan makalah ini yaitu sejarah umum penemuan polimer, pengertian bahan polimer klasifikasi polimer, sifat sifat polimer, ruang lingkup kimia polimer, konsep dasar kimia polimer, struktur polimer, proses pembentukan polimer, dan mamfaat polimer. 3.4 URAIAN MATERI Sebelum tahun 1920-an, ahli kimia meragukan keberadaan molekul yang mempunyai berat molekul lebih besar dari beberapa ribu. Pandangan membatasi ditantang oleh Hermann Staudinger,seorang kimiawan Jerman dengan

pengalaman dalam mempelajari senyawa alamseperti karet dan selulosa. Berbeda

80 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

dengan rasionalisasi yang berlaku zat-zat ini sebagai agregatmolekul kecil, Staudinger diusulkan mereka terdiri dari makromolekul terdiri dari 10.000 ataulebih atom. Ia merumuskan struktur polimer untuk karet , berdasarkan unit isoprena berulang(disebut monomer). Istilah polimer dan monomer berasal dari akar Yunani poli (banyak), mono(satu) sedangkan meros (bagian).Pengakuan bahwa makromolekul polimer membentuk banyak bahan alami pentingdiikuti oleh penciptaan analog sintetik memiliki berbagai sifatMemang, aplikasi dari bahantersebut sebagai serat, film fleksibel, perekat, cat tahan dan padatan sulit tetapi cahaya telahmengubah masyarakat modern. Beberapa contoh penting dari zat ini dibahas dalam bagianberikut. 3.4.1 Definisi Polimer Kata polimer berasal dari kata Yunani , poli -berarti "banyak"; dan - meros berarti "bagian". Istilah ini diciptakan pada tahun 1833 oleh Joens Jakob Berzelius, m e s k i p u n d e f i n i s i d a r i p o l i m e r ya n g s a n g a t b e r b e d a d a r i definisi modern. Mer berarti unit berulang dalam rantai polimer, Monomer adalah sebuah unit tunggal mer (n = 1). Polymer artinya banyak merunit di Sepanjang rantai (n = 103 atau lebih), Derajat Polimerisasi adalah jumlah rata-rata mer-unit di rantai. Polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik. Contoh terkenal dari polimer adalah plastik dan DNA. Meskipun istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang beragam. Bahan polimer alami seperti shelac dan amber telah digunakan selama beberapa abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam tumbuhan. Biopolimer seperti protein dan asam nukleat memainkan peranan penting dalam proses biologi.

81 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

Bahan polimer adalah suatu bahan rekayasa bukan logam (non-metalic material) yang penting. Saat ini bahan tersebut telah banyak digunakan sebagai bahan subtitusi untuk logam terutama karena sifat-sifatnya yang ringan, tahan akan korosi dan kimia dan murah, khusunya untuk aplikasi pada temperature murah. Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah mempunyai daya hantar listrik dan panas yang rendah, kemampuan meredam kebisingan , warna dan tingkat transparan yang bervariasi, kesesuaian desain dan manufaktur. Istilah polimer untuk menggambarkan bentuk molekul raksasa atau rantai yang sangat panjang yang terdiri dari unit kecil yang berulang-ulang. Monomer memiliki ikatan kovalen tak jenuh (ikatan ganda) sedangkan pada mer ikatan tersebut menjadi aktif atau ikatan kovalen terbuka dengan elektron tak berpasangan. Bahan organic alam yang mulai dikenal sejak tahun 1866, yaitu dengan digunakannya polimer cellulose. Bahn organic buatan mulai dikenal tahun 1906 dengan ditemukannya polimer Phenol Formaldehide atau Bakelite, hingga saat ini masih digunakan untuk berbagai keperluan. Menggunakan bakelit untuk memegang (mounting) specimen metalografi dari sampel logam yang akan dilihan struktur mikronya di bawah mikroskop optik reflektif. Plastik oleh masyarakat awam sebagian besar disebut bahan polimer. Istilah tersebut berasal dari kata Plastikos yang berarti mudah dibentuk dan dicetak. Teknologi modern plastic dimulai tahun 1920 an, yaitu dimulai dengan digunakannya polimer yang berasal dari produk derivative minyak bumi, seperti Plyethylene. Salah satu jenis plastic yang sering kita jumpai adalah LDPE ( Low Density Poly Ethylene) yang banyak digunakan sebagai pembungkus yang lunak dan sangat mudah dibentuk. Di samping pembagian di atas, yaitu natural polymer yang berasal dari alam (misalnya cellulose) dan synthetic polymer yang merupakan hasil rekayasa manusia (misalnya bakelite dan plyethylene), polimer umumnya dikelompokkan berdasarkan perilaku mekanik dan struktur rantai atau molekulnya.

82 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

Polimer thermoplastik, misalnya polyethylene, adalah jenis polimer yang memiliki sifat-sifat thermoplastik yang disebabkan oleh struktur rantainya yang linear (linear), bercabang (branched) atau sedikit bersambung (crosslinked). Polimer dari jenis ini akan bersifat lunak dan viskos (viscous) pada saat dipanasikan dan menjadi keras dan kaku (rigid) pada saat didinginkan secara berulang-ulang. Sementara itu, polimer thermoset (termosetting), misalnya bakelite, hanya melebur pada saat pertama kali dipanaskan dan selanjutnya mengeras secara permanen pada saat didinginkan. Polimer jenis ini bersifat lebih keras dan kaku (rigid) karena strukturnya olemkulnya yang membentuk jejaring tiga dimensi yang saling berhubungan (network). Polimer jenis elastomer, misalnya karet alam, memiliki daerah elastis non linear yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya sambungan-sambungan antar rantai (cross links) yang berfungsi sebagai pengingat bentuk (shapememory) sehingga karet dapat kembali ke bentuknya semula, pada saat beban eksternal dihilangkan. Sifat sifat Polimer: Ringan; maksudnya rasio bobot/volumnya kecil. Mudah diolah untuk berbagai macam produk pada suhu rendah dengan biaya murah. Tahan korosi dan kerusakan terhadap lingkungan yang agresif. Bersifat isolator yang baik terhadap panas dan listrik. Berguna untuk bahan komponen khusus karena sifatnya yang elastic dan plastis. Berat molekulnya besar sehingga kestabilan dimensinya tinggi Densitas yang rendah, dibandingkan dengan logam dan keramik. R a s i o k e k u a t a n t e r h a d a p b e r a t ( s t r e n g t h t o w e i g h t ) ya n g b a i k u n t u k beberapa jenis polimer. Polymer Sebuah y a n g molekul(makro molekul)ya n g

t e r d i r i d a r i mengulang unit stuktural biasanya dihubungkan dengankovalen ikatan kimia.

83 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

Sementara penggunaan polimer dalam populer menunjukkan plastik istilah ini sebenarnya mengacu pada kelas besar alam dan bahan sintetis dengan berbagai propertiKarena berbagai properti luar biasa diakses dalam bahan polimer mereka datanguntuk memainkan peran penting dan mana-mana dalam kehidupan sehari-hari dari plastik dan elastomer di satu sisi biopolymers alam seperti DNA dan protein yang penting bagi

k e h i d u p a n d i s i s i l a i n . S e b u a h c o n t o h s e d e r h a n a a d a l a h polietilen yang berulang berdasarkan umum, unit ethilen(IUPAC contoh nama ini, etena yang

monomer.P a l i n g

seperti

dalam

t e r u s m e n e r u s dihubungkan tulang punggung suatu polimer yang digunakan untuk persiapan plastik terutama terdiri dari atom karbon. Namun, memang ada struktur lain,misalnya, unsur-unsur seperti silicon bentuk bahan akrab seperti silicon contoh- contoh yang konyol dempul dan tahan air ledeng sealant. Tulang punggung DNA pada kenyataannya didasarkan pada ikatan fosfodiester dan mengulang unit polisakarida (misalnya selulosa)yang bergabung bersama-sama oleh ikatan glikosidik melalui atom oksigenBahan polimer alami seperti lak,kuning,dan alam karet telah digunakan selama berabad-abad.Biopolymers seperti protein dan asam nukleat memainkan peran p e n t i n g d a l a m p r o s e s b i o l o g i . B e r b a g a i a d a p o l i m e r a l a m l a i n n ya , s e p e r t i selulosa,yang merupakan unsur utama kayu dan kertas. Yang daftar polimer yang sintetik termasuk sintetis, bakelit, neoperene, nilon, dan plastik pelietilen, polipropilen, polyacrolietilen, PVB, silicon d a n banyak lagi. Polimer yang dipelajari dalam bidangkimia

polimer,polimer fisika dan dan ilmu polimer. B a n ya k p o l i m e r p e n t i n g s e c a r a k o m e r s i a l d i s i n t e s i s o l e h m o d i f i k a s i k i m i a polimer yang terjadi secara alami. Contoh menonjol meliputi reaksi asam nitratdan selulosa untuk membentuk introselulosa dan pembentukan dilvukanisir karet memanaskan karet alam di hadapan belerang. dengan

84 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

Rekayasa polimer meliputi bahan alami seperti karet dan bahan sintetis seperti plastik dan elastomer. Polimer merupakan bahan yang sangat berguna karenastruktur mereka dapat diubah dan disesuaikan untuk menghasilkan bahan :1) dengan berbagai sifat mekanik 2) dalam spektrum yang luas dari warna dan3) dengan sifat-sifat transparan yang berbeda polimer terdiri dari molekul sederhana banyak yang mengulang unit struktural ya n g disebut monomer. Sebuah molekul polimer tunggal dapat

t e r d i r i d a r i ratusan hingga satu juta monomer dan mungkin memiliki, linier bercabang, ataus t r u k t u r j a r i n g a n . I k a t a n k o v a l e n m e m e g a n g a t o m dalam molekul polimer bersama dan obligasi sekunder lalu t a h a n k e l o m p o k r a n t a i p o l i m e r b e r s a m a untuk membentuk bahan polimer. Kopolimer merupakan polimer yang terdiridari dua atau lebih jenis monomer. 3.4.2 Ruang Lingkup Kimia Polimer Ruang lingkup kimia polimer ada 4 yaitu: a. Resin, yaitu bahan baku yang diperoleh dari industri petrokimia. Beberapa hal yang perlu diketahui mengenai resin antara lain: Analisis Sifat Kelarutan Berat Molekul Polimerisasi.

b. Aditif, yaitu bahan tambahan dalam teknologi polimer. Yang termasuk aditif antara lain: - Pewarna; - Pelumas; - Fragnances; - Stabilizer; - Antioksidan; -Plastisier; - Emulsifer;

85 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

- Anti UV c. Sains dan teknologi polimer. Dukungan ilmu pengetahuan dan teknologi, sangat menentukan dalam menghasilkan produk produk polimer yang baik. Menghasilkan inovasi - inovasi untuk memodifikasi berbagai bahan menjadi material - material baru, yang memiliki keunggulan - keunggulan kualitas. Hal ini dilakukan dengan mengandalkan kemajuan teknologi, guna menghasilkan mesin - mesin yang dapat membuat produk polimer yang dibutuhkan oleh masyarakat. d. Komoditi/Produk. Industri polimer, menghasilkan produk atau komoditi dari hasil sekian banyak proses produksi polimer. Komoditi yang dihasilkan, merupakan tuangan dari semua inovasi dan Polimer: Ilmu Material keunggulan teknologi. Komoditi yang unggul, menarik, murah dan memiliki berbagai keunggulan, adalah komoditi yang sangat diharapkan oleh segenap konsumen polimer. Bahan baku Aditif yaitu ; Analisis, Sifat. Kelarutan, Berat Molekul, Polimerisasi, Pewarna Pelumas,

Fragnances, Stabilizer, Antioksidan, Plastisier, Emulsifier, Anti-UV, Teknologi Polimer. 3.4.3 Konsep Dasar Kimia Polimer Secara kimia, polimer didefinisikan sebagai senyawa berbobot molekul besar yang terbentuk dari penggabungan berulang secara kovalen (polimerisasi) molekul sederhana (monomer). Satuan struktur berulang di dalam rantai polimerbiasanya setara atau hampir setara dengan struktur monomer (M). Jumlah satuan struktur berulang dalam rantai polimer (n) dikenal dengan derajat polimerisasi (DP). Berdasarkan jumlah satuan berulangnya, hasil polimerisasi monomer dapat disebut dimmer, trimer, tetramer, , dan seterusnya, bila masing-masing n = 2,3,4, , dan seterusnya. DP ialah jumlah total unit unit struktur, termasuk gugus ujung. Sehingga, Bobot molekul = DP x berat molekul. Contoh CH2 = CH2 - CH3CH3-. Jika DP = 100, maka BM = 100 x 28 = 2800. Polimer dengan derajat polimerisasi besar (bobot molekul > 104) disebut polimer tinggi, sedang polimer dengan bobot molekul rendah (< 104) disebut

86 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

oligomer. Sebagian besar polimer tinggi yang termasuk dalam jenis plastik, karet dan serat mempunyai bobot molekul antara 104 106. Meskipun istilah polimer lebih populer menunjuk kepada plastik, tetapi polimer sebenarnya terdiri dari banyak kelas material alami dan sintetik dengan sifat dan kegunaan yang beragam. Bahan polimer alami seperti shellac dan amber telah digunakan selama beberapa abad. Kertas diproduksi dari selulosa, sebuah polisakarida yang terjadi secara alami yang ditemukan dalam tumbuhan. Biopolimer seperti protein dan asam nukleat memainkan peranan penting dalam proses biologi. Bahan polimer adalah suatu bahan rekayasa bukan logam (non-metalic material) yang penting. Saat ini bahan tersebut telah banyak digunakan sebagai bahan subtitusi untuk logam terutama karena sifat-sifatnya yang ringan, tahan akan korosi dan kimia dan murah, khusunya untuk aplikasi pada temperature murah. Hal lain yang menjadi pertimbangan adalah mempunyai daya hantar listrik dan panas yang rendah, kemampuan meredam kebisingan , warna dan tingkat transparan yang bervariasi, kesesuaian desain dan manufaktur. Istilah polimer untuk menggambarkan bentuk molekul raksasa atau rantai yang sangat panjang yang terdiri dari unit kecil yang berulang-ulang. Monomer memiliki ikatan kovalen tak jenuh (ikatan ganda) sedangkan pada mer ikatan tersebut menjadi aktif atau ikatan kovalen terbuka dengan elektron tak berpasangan. Bahan organic alam yang mulai dikenal sejak tahun 1866, yaitu dengan digunakannya polimer cellulose. Bahn organic buatan mulai dikenal tahun 1906 dengan ditemukannya polimer Phenol Formaldehide atau Bakelite, hingga saat ini masih digunakan untuk berbagai keperluan. Menggunakan bakelit untuk memegang (mounting) specimen metalografi dari sampel logam yang akan dilihan struktur mikronya di bawah mikroskop optik reflektif.

87 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

Plastik oleh masyarakat awam sebagian besar disebut bahan polimer. Istilah tersebut berasal dari kata Plastikos yang berarti mudah dibentuk dan dicetak. Teknologi modern plastic dimulai tahun 1920 an, yaitu dimulai dengan digunakannya polimer yang berasal dari produk derivative minyak bumi, seperti Plyethylene. Salah satu jenis plastic yang sering kita jumpai adalah LDPE ( Low Density Poly Ethylene) yang banyak digunakan sebagai pembungkus yang lunak dan sangat mudah dibentuk. Di samping pembagian di atas, yaitu natural polymer yang berasal dari alam (misalnya cellulose) dan synthetic polymer yang merupakan hasil rekayasa manusia (misalnya bakelite dan plyethylene), polimer umumnya dikelompokkan berdasarkan perilaku mekanik dan struktur rantai atau molekulnya. Polimer thermoplastik, misalnya polyethylene, adalah jenis polimer yang memiliki sifat-sifat thermoplastik yang disebabkan oleh struktur rantainya yang linear (linear), bercabang (branched) atau sedikit bersambung (crosslinked). Polimer dari jenis ini akan bersifat lunak dan viskos (viscous) pada saat dipanasikan dan menjadi keras dan kaku (rigid) pada saat didinginkan secara berulang-ulang. Sementara itu, polimer thermoset (termosetting), misalnya bakelite, hanya melebur pada saat pertama kali dipanaskan dan selanjutnya mengeras secara permanen pada saat didinginkan. Polimer jenis ini bersifat lebih keras dan kaku (rigid) karena strukturnya olemkulnya yang membentuk jejaring tiga dimensi yang saling berhubungan (network). Polimer jenis elastomer, misalnya karet alam, memiliki daerah elastis non linear yang sangat besar yang disebabkan oleh adanya sambungan-sambungan antar rantai (cross links) yang berfungsi sebagai pengingat bentuk (shapememory) sehingga karet dapat kembali ke bentuknya semula, pada saat beban eksternal dihilangkan.

88 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

3.4.4 Klasifikasi Polimer Polimer dapat diklasifikasikan sebagai berikut: 1. Berdasarkan Sumber Berdasarkan sumbernya polimer dapat dikelompokkan dalam 3 kelompok, yaitu: 1) Polimer Alam, yaitu polimer yang terjadi secara alami.Contoh: karet alam, karbohidrat, protein, selulosa,wol,kayu, kulit binatang, kapas, karet alam,dan rambut2 . 2) Polimer Semi Sintetik, yaitu polimer yang diperoleh dari hasil modifikasi polimer alam dan bahan kimia.Contoh: selulosa nitrat (yang dikenal lewat misnomer nitroselulosa) yang dipasarkan dibawah nama - nama Celluloid danguncotton. 3) Polimer sintesis, yakni polimer yang dibuat melalui polimerisasi dari monomer - monomer polimer. Polimer sintesis sesungguhnya yang pertama kali digunakan dalam skala komersial adalah dammar Fenol formaldehida. Dikembangkan pada permulaan tahun 1900-an oleh kimiawan kelahiran Belgia Leo Baekeland (yang telah memperoleh banyak sukses dengan penemuanya mengenai kertas foto sensitif cahaya), dan dikenal secara komersial sebagai bakelit. Sampai dekade 1920-an bakelit merupakan salah satu jenis dari produk - produk konsumsi yang dipakai luas, dan penemuannya meraih visibilitas yang paling mewah, yakni dimunculkan di kulit muka majalah Time. Polimer

sintetis: a. Tidak terdapat secara alami: nylon, poliester,

polipropilen, polistiren b. Terdapat di alam tetapi dibuat oleh proses buatan: karet sintetis c. P o l i m e r alami yang dimodifikasi: dari

seluloid,cellophane

( b a h a n dasarnya

selulosa tetapi telah mengalami modifikasi

89 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

2. Berdasarkan jumlah rantai karbonnya 1) 1 ~ 4 G a s ( L P G , L N G ) 2) 5 ~ 1 1 C a i r ( b e n s i n ) 3) 9 ~ 16 Cairan dengan viskositas rendah 4) 16 ~ 25 Cairan dengan viskositas tinggi (oli, gemuk) 5) 2 5 ~ 3 0 P a d a t ( p a r a f i n , l i l i n ) 6) 1000 ~ 3000 plastik(polistiren, polietilen, dll) Susunan pada kopolimer Monomer 7) Monomer dalam copolymer dapat diatur sepanjang tulang punggung dalam berbagai cara. 8) B o l a k k o p o l i m e r m e m i l i k i r e s i d u m o n o m e r b o l a k b a l i k s e c a r a t e r a t u r Periodik kopolimer memiliki jenis residu monomer diatur dalam urutan yang berulang. 9) Statistik kopolimer memiliki residu monomer yang diatur menurut aturanstatistik yang diketahui. Copolymer statistik di mana Morfologi Polimer. Morfologi Polymer umumnya

menggambarkan susunan rantai dalamruang dan mikroskopis pemesanan dari banyak rantai polimer. Bentu k

molekulMolekuler dan cara tersebut diatur dalam sebuah solid merupakan faktor pentingdalam menentukan sifat-sifat polimer. Dari polimer yang runtuh untuk sentuhandengan yang digunakan di rompi anti peluru, struktur konformasi, molekul danorientasi dari polimer dapat memiliki pengaruh besar pada sifat

makroskopik material. Konsep umum perakitan diri masuk ke dalam organisasi molekul padas k a l a mikro dan

makroskopis saat mereka agregat ke dalam s t r u k t u r memerintahkan lebih. Kristalisasi, dibahas di bawah ini, adalah contoh dari proses self-assembly seperti organisasi orientational kristal cair ya n g

a k a n dibahas nanti.Katahanan kimia atau karakteristik 10) Morfologi merupakan suatu variable penting dalam ketahanan kimia.

90 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

11) P o l i m e r p o l i m e r K r i s t a l p a d a p r i n s i p n ya l e b i h t a h a n d a r i p a d a p o l i m e r polimer amorhfus.DegradabilitasSebagian besar polimer mempunyai sifat yang tahan lama; sesungguhnyasifat ini merupakan sifat yang memungkinkannya berkompetisi dengan bahan- b a h a n dan logam. awet Akan lainnya tetapi, sebagai seperti gelas

keawetan akibatnya,

b i s a menghasilkan perhatian telah

masalah-masalah,

bergeser

keujung berlainan dari spectrum

durabilitas; ke sintesis polimer-polimer yang dapatdiurai (degrabel) oleh efek-efek lingkungan sinar matahari dan mikroorganismetanah. 12) DelokalisasiSuatu biasanya polimer, perlu akan system untuk tetapi terkonjugasi yang diperluas rangka

eksisnyak o n d i t i v i t a s muatan bisa

ditransfer

d a l a m beberapa kasus. 13) Doping Dopan- dopan bisa berupa akseptor- akseptor electron seperti pentafluoridaarsenat atau halogen, atau donor- donor electron seperti logam alkali. 14) Morfologi Konduksi listrik dipengaruhi oleh factor - factor konfigurasi dan konformasi.

3. Berdasarkan Bentuk Susunan Rantainya Dibagi atas 3 kelompok yaitu: 1. Polimer Linier, yaitu polimer yang tersusun dengan unit ulang berikatan satu sama lainnya membentuk rantai polimer yang panjang 2. Polimer Bercabang, yaitu polimer yang terbentuk jika beberapa unit ulang membentuk cabang pada rantai utama. 3. Polimer Berikatan Silang (Cross linking), yaitu polimer yang terbentuk karena beberapa rantai polimer saling berikatan satu sama lain pada rantai utamanya. 4. Jika sambungan silang terjadi ke berbagai arah maka akan terbentuk sambung silang tiga dimensi yang sering disebut polimer jaringan.

91 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

Adakalanya pembentukan sambungan silang dilakukan dengan sengaja melaluli proses industri untuk mengubah sifat polimer, sebagaimana terjadi pada proses vulkanisasi karet.

Banyak sistim polimer sifatnya sangat ditentukan oleh pembentukan jaringan tiga dimensi, seperti misalnya bakelit yang merupakan dammar mengeras bahang fenol metanal. Dalam sistim polimer seperti itu pembentukan sambungan silang tiga dimensi terjadi pada tahap akhir produksi. Proses ini memberikan sifat kaku dan keras kepada polimer. Jika tahap akhir produksi melibatkan penggunaan panas, polimer tergolong mengeras bahang dan polimer disebut dimatangkan. Akan tetapi, beberapa sistim polimer dapat dimatangkan pada keadaan dingin dan karena itu tergolong polimer mengeras dingin. Polimer lurus (hanya mengandung sedikit sekali sambungan silang, atau bahkan tidak ada sama sekali) dapat dilunakkan dan dibentuk melalui pemanasan. Polimer seperti itu disebut polimer lentur bahang.

4. Berdasarkan Reaksi Polimerisasi Dibagi 2 yaitu: 1) Poliadisi, yaitu polimer yang terjadi karena reaksi adisi. Reaksi adisi atau reaksi rantai adalah reaksi penambahan (satu sama lain) molekul-molekul monomer berikatan rangkap atau siklis biasanya dengan adanya suatu pemicu berupa radikal bebas atau ion.Contohnya dapat dilihat pada reaksi berikut: a) Etilena CH2 = CH2 [CH2CH2], b) Tertrafluoro- CF2 = CF2 [CF2CF2], c) Metilena, CH2 = CH2 CH2CH2, d) Stirena, e) MetilmetakrilatCH3 CH3CH2 = C CO2CH3 CH2C-CO2CH2 f) Butadiena CH2 = CH CH = CH2 [CH2CH = CHCH2] 2) Polikondensasi, yaitu polimer yang terjadi karena reaksi kondensasi/reaksi bertahap. Mekanisme reaksi polimer kondensasi identik dengan reaksi

92 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

kondensasi senyawa bobot molekul rendah yaitu: reaksi dua gugus aktif dari 2 molekul monomer yang berbeda berinteraksi dengan melepaskan molekul kecil. Contohnya H2O. Bila hasil polimer dan pereaksi (monomer) berbeda fase, reaksi akan terus berlangsung sampai salah satu pereaksi habis. Contoh terkenal dari polimerisasi kondensasi ini adalah pembentukan protein dari asam amino. Contoh lainnya dapat dilihat pada reaksi berikut: a) Etilena glikol HOCH2CH2OH (-H2O) [OCH2CH2] b) Asam 4-hidroksi- HOCH2 CO2H (-H2O) c) Metilbenzoat OOCH2 CO.

5. Berdasarkan Jenis Monomer Dibagi atas dua kelompok: 1) Homopolimer, yakni polimer yang terbentuk dari penggabungan monomer sejenis dengan unit berulang yang sama. 2) Kopolimer, yakni polimer yang terbentuk dari beberapa jenis monomer yang berbeda. Kopolimer ini dibagi lagi atas empat kelompok yaitu: a) Kopolimer acak. Dalam kopolimer acak, sejumlah kesatuan berulang yang berbeda tersusun secara acak dalam rantai polimer. b) Kopolimer silang teratur. Dalam kopolimer silang teratur kesatuan berulang yang berbeda berselang - seling secara teratur dalam rantai polimer. c) Kopolimer blok. Dalam kopolimer blok kelompok suatu kesatuan berulang berselang - seling dengan kelompok kesatuan berulang lainnya dalam rantai polimer. d) Kopolimer cabang/Graft Copolimer. Yaitu kopolimer dengan rantai utama terdiri dari satuan berulang yang sejenis dan rantai cabang monomer yang sejenis.

93 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

6. Berdasarkan kegunaannya polimer Dapat dibagi atas 3 yaitu : 1) Polimer komersial (commodity polymers). Polimer ini dihasilkan di negara berkembang, harganya murah dan banyak dipakai dalamkehidupan sehari hari. Contoh : Polietilen (PE), polipropilen (PP), polistirena (PS), polivinilklorida (PVC), melamin formaldehid. 2) Polimer teknik (engineering polymers). Polimer ini sebagian dihasilkan di negara berkembang dan sebagian lagi di negaramaju. Polimer ini cukup mahal dan canggih dengan sifat mekanik yang unggul dandaya tahan yang lebih baik. Polimer ini banyak dipakai dalam barang-barang listrik danelektronik (mesin bisnis, komputer), mesin-mesin industri dan barangbarangkonsumsiContoh : Nylon, polikarbonat, polisulfon, polyester. 3) Polimer fungsional (functional polymers). Polimer ini dihasilkan dan dikembangkan di negara maju dan dibuat untuk tujuankhusus dengan produksinya dalam skala kecilContoh : kevlar, nomex, textura, polimer penghantar arus dan foton, polimer pekacahaya, membran, biopolymer.

7. Berdasarkan Sifat Termal Dibagi 2 yaitu: 1) Termoplastik, yaitu polimer yang bisa mencair dan melunak. Hal ini disebabkan karena polimer - polimer tersebut tidak berikatan silang (linier atau bercabang) biasanya bisa larut dalam beberapa pelarut. 2) Termoset, yaitu polimer yang tidak mau mencair atau meleleh jika dipanaskan. Polimer - polimer termoset tidak bisa dibentuk dan tidak dapat larut karena pengikatan silang, menyebabkan kenaikan berat molekul yang besar.

Contohnya Fenol-formaldehida PF Alat listrik dan elektronik, bagian mobil, perekat plywood, utensil handle. Urea-formaldehida UF Sama seperti polimer PF, juga bahan pelapis, Poliester tak jenuh. konstruksi, bagian-bagian mobil, lambung kapal, asesoris kapal, saluran anti korosi, pipa, tangki dan lain-

94 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

lain, peralatan bisnis. Epoksi bahan pelapis protektif, perekat, aplikasi - aplikasi listrik dan elektronik, bahan lantai industri, bahan pengaspal jalan raya, bahan paduan (komposit). Melamin-formaldehida MF Sama seperti polimer UF, bingkai dekoratif, tutup meja, perkakas makan.Diantara plastik - plastik ini, hanya beberapa jenis epoksi yang dikualifikasi sebagai plastik - plastik teknik. Polimer polimer fenol formaldehida dan urea formaldehida dan poliester poliester tak jenuh menduduki sekitar 90% dari seluruh produksi. Perbandingan produksi antar termoplastik dan plastik termoset kira - kira 6 : 1.

Perbedaan sifat plastik termoplas dan plastik termoset Plastik termoplas Mudah diregangkan Fleksibel Melunak jika dipanaskan Titik leleh rendah Dapat dibentuk ulang Plastik termoset Keras dan rigid Tidak flrksibel Mengeras jika dipanaskan Tidak meleleh jika dipanaskan Tidak dapat dibemtuk ulang

Polimer adalah bahan organik dan tulang punggung setiap bahan organik adalahr a n t a i empat atom karbon. di Atom karbon memiliki

elektron

k u l i t terluar. Masing-masing elektron

valensi dapat membentuk ikatan kovalen atom l a i n k a r b o n a t a u a t o m a s i n g . K u n c i s t r u k t u r p o l i m e r a d a l a h b a h w a d u a a t o m karbon dapat memiliki hingga tiga obligasi umum dan masih ikatan dengan atoml a i n . U n s u r - u n s u r ya n g p a l i n g b a n ya k d i t e m u k a n p a d a p o l i m e r d a n n o m o r valensi mereka: H, F, Cl, Bf, dan aku dengan 1 elektron valensi, O dan S dengan2 elektron valensi, n dengan 3 elektron valensi dan C dan Si dengan 4 elektronvalensi. Kemampuan untuk membentuk rantai

molekul panjang adalah pentinguntuk memproduksi polimer. Pertimbangkan bahan polietilen, yang terbuat darigas etana, C2H6.

95 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

Etana gas memiliki dua atom karbon dalam rantai tersebut danmasingmasing dari berbagi dua atom karbon dua elektron valensi dengan yangl a i n . Jika dua molekul etana dibawa bersama sama, salah satu ikatan k a r b o n dalam molekul masing-masing bisa pecah dan dua molekul dapat bergabungdengan karbon untuk ikatan karbon. Setelah dua mer bergabung, masih ada duaelektron valensi gratis di setiap akhir dari rantai untuk bergabung mer lain ataur a n t a i p o l i m e r . P r o s e s i n i d a p a t d i l a n j u t k a n l e b i h m e n yu k a i m e r d a n p o l i m e r b e r s a m a - s a m a sampai dihentikan dengan penambahan bahan kimia

a n t h e r (terminator a), yang mengisi ikatan yang tersedia di setiap akhir molekul. Hal inid i s e b u t polimer linear dan membangu n blok untuk

polimer termoplastik.Rantai polimer yang sering ditampilkan d a l a m d u a d i m e n s i , t e t a p i p e r l u dicatat bahwa mereka memiliki struktur tiga dimensi. Setiap obligasi pada 109 ke depan dan, oleh karena itu, karbon tulang punggung meluas melalui ruan gseperti rantai bengkok TinkerToys. Ketika stres diterapkan, ini peregangan rantaid a n p e r p a n j a n g a n polimer dapat ribuan kali lebih besar daripada di

s t r u k t u r kristal.

Percabangan rantai polimer mempengaruhi kemampuan rantai untuk meluncur melewati satu sama lain dengan mengubah gaya antarmolekul, padagilirannya mempengaruhi sifat-sifat polimer fisik massal. Cabang rantai panjang p o l i m e r dapat meningkatkan kekuatan,

96 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

ketangguhan, dan suhu transisi kacaakibat peningkatan jumlah keterbelitan per rantai. E f e k d a r i r a n t a i p a n j a n g seperti cabang pada ukuran dari polimer dalam larutan dicirikan oleh indek percabangan.A c a k a t a k t i k p a n j a n g d a n r a n t a i p e n d e k , d i s i s i l a i n , d a p a t mengurangi kekuatan polimer karena gangguan organisasi dan dapat

j u g a mengurangi kristalinitas dari polimer.Sebuah contoh yang baik dari efek ini berkaitan dengan berbagai atribut fisik polietilen. High-density

polyethylene (HDPE) memiliki tingkat yang sangatrendah percabangan, sangat kaku, dan digunakan pada aplikasi seperti kendisusu. Low density polyethylene (LDPE) di sisi lain, memiliki

j u m l a h signifikan, baik cabang panjang dan pendek, cukup fleksibel, dan digunakan pada aplikasi seperti film plastic. Rantai panjang.S i f a t f i s i k p o l i m e r ya n g s a n g a t b e r g a n t u n g p a d a u k u r a n a t a u p a n j a n g r a n t a i polimer.. Misalnya, seperti panjang rantai meningkat, mencair dan meningkatkans u h u m e n d i d i h c e p a t . Dampak resistensi juga cenderung meningkat

d e n g a n rantai panjang, seperti halnya viskositas atau resistensi terhadap aliran, dari p o l i m e r berkaitan peningkatan dengan dalam keadaan mele leh Rantai panjang

k i r a - k i r a sebagai viskositas meleleh 1:10sehingga kali lipat panjang lebih rantai dari polimer 1000

sepuluh

menyebabkanv i s k o s i t a s

meningkat

k a l i . Peningkatan panjangrantai selanjutnya cenderung menurun rantai mobilitas, meningkatkan kekuatandan ketangguhan, dan meningkatkan suhu transisi gelas (T g).Iniadalah hasil dari peningkatan interaksi rantai seperti Van der Waals atraksi danketerbelitan yang datang dengan panjang rantai meningkat.Interaksi jni cenderung untuk memperbaiki rantai

individu dalam posisi lebih kuat danmenolak matriks deformasi dan perpecahan, baik pada tekanan tinggi dan suhu yang lebih tinggi Panjang rantai polimer sangat penting.

97 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

Karena jumlah atom karbon dalam rantai meningkat menjadi melebihi beberapa ratus, bahan akan melewati keadaancair dan menjadi benda padat berlilin. Ketika jumlah atom karbon dalam rantai i n i l e b i h d a r i 1.000, ya n g p o l ye t h yl e n e bahan dan padat, dengan

karakteristik kekuatan, diperoleh. Perubahan

fleksibilitas state

ketangguhan, sebagai panjang

terjadikarena

m e n i n g k a t m o l e k u l , k e k u a t a n m e n g i k a t t o t a l a n t a r a molekul juga meningkat. Juga harus dicatat bahwa molekul umumnya tidak lurustetapi massa kusut. Bahan Thermoplastic, seperti polietilen, dapat

digambarkansebagai massa cacing terjalin secara acak dilemparkan ke dalam ember. Pasukan m e n g i k a t a d a l a h h a s i l d a r i g a ya v a n d e r W a a l s antara molekul dan b e l i t a n mekanik antara rantai. dan Ketika ikatan Inilah

termoplastik dipanaskan, ada gerakan molekul l e b i h antara molekul dapat dengan mudah

patah.

s e b a b n ya mengapa bahan termoplastik dapat remelted.Ada lagi kelompok polimer di mana sebuah jaringan besar tunggal, bukan b a n ya k molekul terbentuk selama polimerisasi. Karena polimerisasi pada a w a l n y a d i l a k u k a n d e n g a n m e m a n a s k a n b a h a n b a k u d a n b r i n i n g m e r e k a bersama-sama, kelompok ini disebut thermosetting polimer atau plastik. Untuk jenis struktur jaringan untuk membentuk, yang mer harus mempunyai lebih darid u a tempat untuk boning terjadi, jika tidak, hanya struktur l i n i e r a d a l a h mungkin. Rantai ini membentuk struktur jointed dan cincin, dan mungkin lipat bolak-balik untuk mengambil sebagian struktur kristal.Karena bahan dasarnya terdiri dari satu molekul raksasa, tidak ada gerakanantara molekul sekali massa telah ditetapkan. polimer Thermosetting lebih kakudan umumnya memiliki kekuatan lebih tinggi dari polimer termoplastik. Juga,karena tidak ada kesempatan bagi gerakan antara molekul dalam polimer termoset, mereka tidak akan menjadi plastik bila dipanaskan.

98 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

Suatu polimer adalah rantai berulang dari atomyang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut

monomer.Sekalipun biasanya merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik.Contoh terkenal dari polimer adalah plastic dan DNA.

8. Berdasarkan Aplikasinya Dibagi 3 kelompok yaitu: 1) Polimer komersial, yaitu polimer yang disintesis dengan biaya murah dan diproduksi secara besar - besaran. Polimer komersial pada prinsipnya terdiri dari 4 jenis polimer utama yaitu: Polietilena, Polipropilena, Poli (vinil klorida), dan Polisterena. Polietilena dibagi menjadi produk massa jenis rendah (< 0,94 g/cm3), dan produk massa jenis tinggi (> 0,94 g/cm3). Perbedaan dalam massa jenis ini timbul dari strukturnya yakni: polietilena massa jenis tinggi secara esensial merupakan polimer linier dan polietilena massa jenis rendah bercabang. Plastik - plastik komoditi mewakili sekitar 90% dari seluruh produksi termoplastik dan sisanya terbagi diantara kopolimer stirena butadiena, kopolimer akrilonitril butadiena stirena (ABS), poliamida dan poliester. Contoh plastik - plastik komoditi dan penggunaannya dapat dilihat pada tabel 1-3.

99 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

Tabel 1.3. Contoh plastik-plastik komoditi dan penggunaannya Tipe Singkatan LDPE Kegunaan Utama lapisan pengamas,isolasi kawat dan kabel, barang mainan, botol fleksibel, perabotan, bhan pelapis

HDPE

Botol, drum, pipa, saluran, lembaran, film, isolasi, kawat dan kabel. Polipropilena perkakas, tali, anyaman, karpet, film. PP Bagian-bagian mobil dan

Poli PVC

(vinil

klorida) Bahan bangunan, pipa, tegar, bahan untuk lantai, isolasi kawat dan kabel, film dan lembaran. Polistirena PS Bahan pengemas (busa dan film), isolasi busa, perkakas, perabotan rumah, barang mainan

2) Polimer teknik, yaitu polimer yang memiliki sifat unggul tetapi harganya mahal. Konsumsi plastik teknik kimia hingga akhir tahun 1980-an mencapai kira - kira 1,5 x 109 kg/tahun diantaranya poliamida, polikarbonat, asetal, poli(fenilena oksida) dan poliester mewakili sekitar 99% dari pemasaran. Yang tidak diperhatikan adalah bahan - bahan berkualitas teknik dari kopolimer akrilonitril butadiena stirena, berbagai polimer terfluorinasi dan sejumlah kopolimer serta bahan paduan polimer yang meningkat jumlahnya. Ada banyak kesamaan dalam pasaran plastik - plastik teknik tetapi plastik - plastik ini dipakai terutama dalam bidang transportasi seperti (mobil, truk, pesawat udara), konstruksi (perumahan, instalasi pipa ledeng, perangkat keras), barang-barang listrik dan elektronik (mesin bisnis, komputer), mesin-mesin industri dan barang-

100 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

barang konsumsi.Selain polimer-polimer yang telah diperlihatkan, kopolimer dan paduan polimer teristimewa yang disesuaikan untuk memperbaiki sifat (mutu) semakin bertambah jumlahnya. Pemasaran plastik - plastik teknik tumbuh dengan cepat dengan proyeksi pemakaian yang meningkat hingga 10% per tahun. Contoh Polimer teknik yang utama dapat dilihat pada Tabel berikut ini. Tipe Asetal Poli (amidaimida) Polikarbonat Polietereterketon Polietermida Poliimida Poli (fenilena oksida) Polietereterketon Poli (fenilena sulfide) Singkatan POM PAI PC PEEK PEI PI PPO PPS

3) Polimer dengan tujuan khusus, yaitu polimer yang memiliki sifat spesifik yang unggul dan dibuat untuk keperluan khusus. Contoh: alat-alat kesehatan seperti termometer/timbang

3.4.5 Struktur Polimer Polymer terdiri Sebuah yang b e s a r molekul (makromolekul) yang

d a r i mengulang unit struktural biasanya dihubungkan dengan kimia. Sementara penggunaan polimer dalam populer

kovalen ikatan

menunjukkan plastik, istilah ini sebenarnya mengacu pada kelas besar alam dan bahan sintetis dengan berbagai property. Karena berbagai properti luar biasa diakses dalam bahan polimer mereka datang untuk memainkan peran penting dan dimana-mana dalam kehidupan sehari-

haridari plastik dan elastomer di satu sisi biopolymers alam seperti DNA dan protein y a n g p e n t i n g b a g i k e h i d u p a n d i s i s i l a i n .

101 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

S e b u a h c o n t o h s e d e r h a n a a d a l a h polietilen,y a n g b e r u l a n g b e r d a s a r k a n u n i t ethylene (IUPAC nama setena) monomer. P a l i n g umum, seperti dalam contoh ini, yang terus menerus

dihubungkan tulang punggung suatu polimer yang digunakan untuk persiapan plastik terutama terdiri dari atom karbon. Namun, memang ada struktur lain,misalnya, unsur-unsur seperti silikon bentuk bahan akrab seperti Silikon, contoh- contoh yang konyol dempul dan tahan air ledeng sealant. Tulang punggung DNA pada kenyataannya didasarkan pada ikatan fosfodiester, dan mengulang unit polisakarida (misalnya selulosa) yang bergabung bersama-sama oleh ikatan glikosidik melalui atom oksigen. Bahan polimer alami seperti, kuning, dan alam karet telah digunakan selama berabad-abad. Biopoymers seperti protein dan asam nukleat memainkan peran p e n t i n g d a l a m p r o s e s b i o l o g i . B e r b a g a i a d a p o l i m e r a l a m l a i n n ya , s e p e r t i selulosa, yang merupakan unsur utama kayu dan kertas. Yang daftar polimer sintetik termasuk k a r e t , s i n t e t i s , Bakelite, neoprene,nilon, PVC, plastik, polipropile n, polyacrylonitri, PVB, silikon d a n b a n y a k l a g i . Polimer yang dipelajari dalam bidang kimia polimer, polimer fisika,dan ilmu polimer . B a n ya k p o l i m e r p e n t i n g s e c a r a k o m e r s i a l d i s i n t e s i s o l e h m o d i f i k a s i k i m i a polimer yang terjadi secara alami. Contoh menonjol meliputi reaksi asam nitrat dan selulosa untuk membentuk nitroselulosa dan pembentukan divulkanisir karet dengan memanaskan karet alam di hadapan belerang. Rekayasa polimer meliputi bahan alami seperti karet dan bahan sintetis seperti plastik dan elastomer. Polimer merupakan bahan yang sangat berguna karena struktur mereka dapat diubah dan disesuaikan untuk menghasilkan bahan : 1) dengan berbagai sifat mekanik, 2) dalam spektrum yang luas dari warna dan

102 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

3) dengan sifat-sifat transparan yang berbeda. Polimer terdiri dari molekul sederhana banyak yang mengulang unit structural y a n g d i s e b u t m o n o m e r . S e b u a h m o l e k u l p o l i m e r t u n g g a l d a p a t t e r d i r i d a r i ratusan hingga satu juta monomer dan mungkin memiliki, linier bercabang, atau s t r u k t u r j a r i n g a n . I k a t a n k o v a l e n memegang atom dalam molekul polimer bersama dan obligasi s e k u n d e r l a l u t a h a n k e l o m p o k r a n t a i p o l i m e r b e r s a m a untuk membentuk bahan polimer. Kopolimer merupakan polimer yang terdiri dari dua atau lebih jenis monomer.

3.4.6 Proses Pembentukan Polimer Proses pembentukan rantai molekul yang raksasa polimer melibatkan reaksi yang kompleks. Proses Polimerisasi dikelompokkan menjadi dua jenis reaksi, yaitu : 1. Polimerisasi aditif, reaksi ini berlangsung secara cepat tanpa produk samping (by- product) sehingga sering disebut pertumbuhan rantai (Chain Growth). 2. Polimerisasi kondensasi (condensation), reaksi ini berlangsung seperti pembentukan bakelit dari dua buah mer berbeda, berlangsung tahap demi tahap (Step Growth) dengan menghasilkan produk samping, misalnya molekul air dikondensasikan keluar. Proses pembentukan polimer berlangsung 3 tahap, yaitu (1) inisiasi, (2) adisi atau pertumbuhan rantai, dan (3) terminasi. Untuk memulai proses ethylene, ditambahkan H2o2 sehingga terjadi pemutusan ikatan kovalen antar oksigendalam molekul hydrogen Peroksida dan ikatan kovalen antar karbon dalam molekul ethylene.

103 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

3.4.7 Sifat Sifat Bahan Polimer Berikut ini adalah sifat dari bahan polimer, yaitu ; a. Mampu dicetak dengan baik b. Produk yang ringan dan kuat dapat dibentuk c. Banyak diantara polimer bersifat isolasi listrik yang baik d. Baik sekali dalam ketahanan air dan ketahanan zat kimia e. Produk yang sifatnya berbeda dapat dibuat tegantung cara pembuatannya f. Umumnya polimer lebih murah g. Kurang tahan terhadap panas h. Kekerasan permukaan yang sangat kurang i. Kurang tahan terhada[ pelarut j. Mudah termuati listrik secara elektro satatic k. Beberapa bahan tahan abrasi atau punya koefisien gesek kecil. l. Ringan; maksudnya rasio bobot/volumnya kecil.s m. Mudah diolah untuk berbagai macam produk pada suhu rendah dengan biaya murah. n. Tahan korosi dan kerusakan terhadap lingkungan yang agresif. o. Bersifat isolator yang baik terhadap panas dan listrik. p. Berguna untuk bahan komponen khusus karena sifatnya yang elastic dan plastis. q. Berat molekulnya besar sehingga kestabilan dimensinya tinggi r. Densitas yang rendah, dibandingkan dengan logam dan keramik. s. R a s i o k e k u a t a n t e r h a d a p b e r a t ( s t r e n g t h t o w e i g h t ) y a n g baik.

3.4.8 Manfaat Polimer Kita hidup dalam era polimer, plastik, serat, elastomer, karet, protein, selulosa semuanya ini merupakan istilah umum yang merupakan bagian dari polimer. Dari contoh-contoh di atas dapat kita bayangkan bahwa polimer mempunyai manfaat yang besar dalam semua bidang kehidupan. Adapun manfaat dari polimer ini antara lain sebagai berikut:

104 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

1) Dalam bidang kedokteran: banyak diciptakan alat-alat kesehatan. seperti: termometer, botol infus, selang infus, jantung buatan dan alat transfusi darah. 2) Dalam bidang pertanian: dengan adanya mekanisasi pertanian. 3) Dalam bidang teknik: diciptakan alat-alat ringan seperti peralatan pesawat. 4) Dalam bidang otomotif: dibuat alat-alat pelengkap mobil.

3.5 RANGKUMAN Bahan polimer adalah suatu bahan rekayasa bukan logam (non-metalic material) yang penting. Proses Polimerisasi dikelompokkan menjadi dua jenis reaksi, yaitu polimerisasi aditif yang berlangsung secara cepat tanpa produk samping (by- product) dan polimerisasi kondensasi (condensation), reaksi ini berlangsung seperti pembentukan bakelit dari dua buah mer berbeda, berlangsung tahap demi tahap (Step Growth) dengan menghasilkan produk samping, misalnya molekul air dikondensasikan keluar. Proses pembentukan polimer berlangsung tiga tahap, yaitu tahap inisiasi, adisi atau pertumbuhan rantai, dan terminasi. Bahan-bahan biopolimer dapat diperoleh dari berbagai sumber, yang meliputi protein (kolagen/gelatin, kedelai) polisakarida (kitosan, pati, selulosa) dan lipid (lilin, asam lemak) , Tulang sapi, kulit sapi, dan kulit babi adalah bahan yang biasa digunakan untuk memperoleh gelatin (Sobral, 2001). Gelatin adalah protein dengan berbagai sifat fungsional dan aplikasi, termasuk kemampuannya membentuk film. polimer adalah rantai berulang dari atom yang panjang, terbentuk dari pengikat yang berupa molekul identik yang disebut monomer. Sekalipun biasanya merupakan organik (memiliki rantai karbon), ada juga banyak polimer inorganik. Contoh terkenal dari polimer adalah plastik dan DNA.

105 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r

3.6 PERTANYAAN 1. Coba anda jelaskan polimer DNA dan contoh polimer DNA ? 2. Apa yang dimaksud dengan mer ? 3. Sebutkan contoh polimer organik dan anorganik ? 4. Coba anda jelaskan pengertian polimer kondensasi serta berikan contohnya ?

3.7 MODEL JAWABAN 1. Polimer DNA yaitu substansi yang terdiri dari molekul molekul yang menyertakan rangkaian satu atau lebih dari satu unit monomer. Contohnya: Karet 2. Mer merupakan pemisahan dari kata polimer yang berarti unit. Sedangkan poli berarti banyak.Mer adalah molekul tunggal penyusun polimer yang dikenal sebagai istilah monomer, Atau suatu jenis bahan polimer dengan rantai linier sangat panjang yang tersusun atas unit-unit kecil 3. Contoh polimer organik adalah kertas,yaitu yang di kenal sebagai pemamfaatan bubur kayu yang digunakan untuk bahan dasar kertas. contoh polimer anorganik yaitu plastic. 4. Polimer kondensasi adalah penggabungan monomer monomer yang monomer tersebut berikatan terjadi reduksi pada gugus fungsional disertai pelepasan molekul molekul kecil. Contohnya: Bakelit, fenol, dan pembentukan nilon.

106 | B a h a n - b a h a n P o l i m e r