P. 1
jurnal koreksi

jurnal koreksi

|Views: 12,226|Likes:
Dipublikasikan oleh m_mainnah3327

More info:

Published by: m_mainnah3327 on Nov 02, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

10/28/2014

pdf

text

original

Kerangka Berpikir Pencatatan Transaksi dari Jurnal sampai dengan Proses Penyusunan Laporan Keuangan

Jurnal Umum

Jurnal Koreksi
31/12
x0

Jurnal Balik
1/1
x1

1/1

x0

Periode Akuntansi

Jurnal Penyesuaian

Penyusunan Laporan Keuangan

Periode Akuntansi

Jurnal Penutup JURNAL KOREKSI
Jurnal koreksi sifatnya optional, artinya bisa tidak dilakukan jika dalam penjurnalan tidak ditemui adanya kesalahan dalam pembukuannya. Jika dalam pembukuan di jurnal umum atau pun pada jurnal penyesuaian ditemukan adanya kesalahan maka harus dibuatkan koreksi. Bentuk jurnal koreksi mirip dengan jurnal umum. Pada bagian setelah pengakunan selesai dilakukan dalam jurnal, cantumkan keterangan koreksi kesalahan pada jurnal yang mana dan sertakan tanggal jurnal yang salah tersebut. Koreksi berkaitan dengan kesalahan yang kadang-kadang terjadi di dalam pencatatan. Penyesuaian bukan merupakan pengkoreksian kesalahan. Penyesuaian merupakan suatu keharusan sebagai konsekuensi dianutnya konsep dasar tertentu (yaitu asas akrual) sedangkan koreksi merupakan suatu yang harus dihindari atau merupakan hal yang seharusnya tidak terjadi.

TUJUAN JURNAL KOREKSI:  Mengoreksi kesalahan dalam perjurnalan agar jurnal hasil koreksi tersebut menjad jurnal yang seharusnya ada dan membatalkan kesalahan penjurnalan sebelumnya. FUNGSI JURNAL KOREKSI: a) Menetralkan kesalahan b) Mencatat transaksi seperti yang seharusnya KESALAHAN YANG SERING TERJADI DALAM PENJURNALAN: 1. Kesalahan dalan jumlah nominal (angka rupiah)
Biasanya kesalahan terjadi karena jumlah rupiah yang tercantum dalam jurnal terlalu besar atau terlalu kecil.

Akuntansi Pengantar 1

Muthmainnah, S.E., M.Si., Akt

UNIYAP 2006/2007

Jika terlalu besar, hitunglah terlebih dahulu berapa nilai selisih lebih. Selanjutnya akun (perkiraan/rekening) yang di debit pindahkan posisinya ke kredit dan sebaliknya perkiraan yang di kredit pindahkan posisinya di debit. Hal ini dilakukan guna mengimbangkan antara posisi debit dan kredit agar jurnal yang telah di koreksi merupakan jurnal yang seharusnya. Jika terlalu kecil, setelah dihitung selisih kurangnya maka buatkanlah lagi jurnal yang sama seperti pada jurnal sebelum koreksi (jurnal umum/jurnal penyesuaian yang salah).

Contoh 1:
Menerima pelunasan piutang usaha sebesar Rp 1.000 keliru dicatat senilai Rp10.000.
Kas Piutang Usaha Rp10.000 1.000 Rp10.000
Jurnal yang dicatat ini keliru

Seharusnya:
Kas Piutang Usaha
Analisis Jurnal:

1.000

Pada jurnal pertama, jumlah rupiah yang tercatat terlalu besar Rp9.000 (10.000 –1.000). Karena jumlah tercatat terlalu besar Rp9.000 maka nilai kedua akun yang tercatat tersebut harus dikurangi yaitu kurangi nilai kas dan piutang senilai selisih lebih. Baliklah posisi jurnal yang salah tersebut (pindahkan kas ke kredit dan piutang di debet) senilai selisih lebih guna menyeimbangkan dan mendapatkan hasil yang benar yaitu Rp1.000.
Kas Piutang Usaha Rp10.000 -

Rp10.000

Jurnal Koreksi:
Piutang Usaha Kas 9.000 9.000

Contoh 2:
Menerima pelunasan piutang usaha sebesar Rp 10.000 keliru dicatat senilai Rp1.000.
Kas Piutang Usaha Rp1.000 10.000 Rp1.000
Jurnal yang dicatat ini keliru

Seharusnya:
Kas Piutang Usaha
Analisis Jurnal:

10.000

Pada jurnal pertama, jumlah rupiah yang tercatat terlalu kecil Rp9.000 (1.000 – 10.000). Karena jumlah tercatat terlalu kecil Rp9.000 maka nilai kedua akun yang tercatat tersebut harus ditambahkan yaitu tambahkan nilai kas dan piutang senilai selisih kurang. Buatlah jurnal yang sama dengan jurnal yang keliru guna menggenapkan jumlah yang kurang tersebut sehingga mendapatkan hasil yang benar dan tepat.

Akuntansi Pengantar 1

Muthmainnah, S.E., M.Si., Akt

UNIYAP 2006/2007

Kas Piutang Usaha

Rp1.000 -

Rp1.000

Jurnal Koreksi:
Kas Piutang Usaha Rp9.000 Rp9.000

2. Kesalahan dalam Mencatumkan Nama Akun (Rekening/Perkiraan)
Kesalahan ini terjadi manakala pencatatan dalam jurnal salah dalam mencantumkan nama rekening. Kesalahan ini dapat dinetralkan dengan cara mengkompensasi akun yang keliru dengan jumlah rupiah yang sama dan sekaligus menimbulkan akun yang benar dengan jumlah yang sama pula. Contoh: Membayar biaya bunga Rp300.000 keliru dicatat sebagai membayar biaya gaji Rp300.000 Pada saat penjurnalan dicatat:
Biaya Gaji Kas 300.000 300.000 300.000
Jurnal ini keliru dicatat

Seharusnya:
Biaya Bunga Kas
Analisis Jurnal:

300.000

Pada contoh ini akun yang dicantumkan salah. Jika terdapat kesalahan dalam pencantuman akun, maka akun yang keliru harus dikeluarkan dalam jurnal dan harus mencantumkan nama akun baru. Langkah koreksi jurnal yang harus dilakukan adalah pastikan posisi akun yang salah apakah di debet atau di kredit. Buang akun itu dan ganti dengan nama akun yang benar pada letak akun yang kosong (di tempat akun yang dikeluarkan).
Biaya Gaji Kas 300.000 -

300.000

Keluarkan akun biaya gaji dan gantikan dengan nama akun yang benar

Maka jurnal setelah diganti dengan nama akun sebenarnya adalah sebagai berikut:
Biaya Bunga Biaya Gaji 300.000 -

300.000

Untuk akun yang benar tidak perlu diubah/diganti.

Akuntansi Pengantar 1

Muthmainnah, S.E., M.Si., Akt

UNIYAP 2006/2007

3. Kombinasi kesalahan dalam jumlah nominal dan pencantuman nama akun dalam jurnal
Bagaimanapun kesalahan terjadi, jalan pikiran yang penting adalah bahwa kalau jurnal koreksi digabung dengan jurnal yang salah maka penggabungan tersebut menghasilkan jurnal yang benar (yang seharusnya). Dengan demikian kalau jurnal koreksi diakunkan, saldo akun akan dengan sendirinya terkoreksi. Contoh: Membayar biaya sewa Rp9.600 keliru dicatat sebagai menerima pendapatan bunga Rp960.
Biaya Sewa Kas Rp9.600 -

Rp9.600

Keliru dicatat:
Kas Pendapatan Bunga
Analisis Jurnal:

960 -

960

Pada contoh ini akun dan jumlah yang dicantumkan salah. Jika terdapat kesalahan dalam pencantuman akun dan jumlah nominal, maka akun dan jumlah yang keliru harus dikeluarkan terlebih dahulu kemudian gantikan dengan jurnal baru yaitu nama akun dan jumlah nominal yang seharusnya. Jurnal Koreksi: 1. Untuk membuang nama akun dan jumlah nominal yang salah
Pendapatan Bunga Kas Rp960 -

Rp960

2. Membuat jurnal baru untuk menggantikan jurnal yang salah (keliru).
Biaya Sewa Kas Rp9.600 -

Rp9.600

JURNAL PENUTUP
Sebelum membuat jurnal penutup, ada baiknya mengenal terlebih dahulu akun nominal dan akun real. Akun ini bisa dideteksi pada rekening-rekening yang ada dalam buku besar. Perlu diketahui bahwa yang menjalani proses penutupan hanyalah rekeningrekening temporer. Dalam jurnal penutupan pada perusahaan jasa, akun baru yang akan muncul adalah akun ikhtisar laba/rugi atau laba/rugi. Akun/Rekening/Perkiraan terbagi atas dua bentuk: a. Akun Nominal (Akun temporer/sementara) b. Akun Permanen (Akun Real/akun riil)

Akuntansi Pengantar 1

Muthmainnah, S.E., M.Si., Akt

UNIYAP 2006/2007

Jurnal Umum

Buku Besar

Kumpulan Rekening/Akun

Laba/Rugi

Akun Nominal Pendapatan Biaya Prive

Akun Riil Aktiva Utang Modal

Neraca

PENGERTIAN:
 Jurnal Penutup: memindah saldo-saldo akun nominal ke modal dengan jurnal pada akhir tahun sehingga diperoleh angka modal akhir. o Akun nominal: akun yang menjadi pos laporan laba-rugi dan perubahan modal; Akun untuk menampung pos-pos penyebab perubahan modal atau saldonya kumulatif dan ditutup/dipindah kembali ke modal pada akhir tahun. Ketiga rekening tersebut menyajikan informasi tentang kegiatan perusahaan selama satu periode akuntansi tertentu. o Akun real: akun yang menjadi pos neraca dan saldonya dipindahkan ke tahun berikutnya

TUJUAN PENUTUPAN:
    Menentukan laba atau rugi Memisah pendapatan/biaya antar tahun buku Mendapatkan neraca akhir Memisahkan perangkat pembukuan (berkas atau file) antartahun buku

Setiap perusahaan melakukan transaksi usaha dengan tujuan untuk memperoleh keuntungan pada periode tertentu. Misalkan dalam periode akuntansi 2002 rekening pendapatan, misalnya, menampung seluruh pendapatan yang diperoleh sejak awal sampai dengan akhir tahun 2002. Jika kegiatan tahun 2002 telah berakhir, maka dimulaillah kegiatan tahun 2003. Oleh karena kita ingin membedakan kegiatan tahun 2002 dari kegiatan tahun 2003, maka rekening-rekening temporer itu harus dimulai dari angka nol pada awal tahun 2003. Untuk membuat rekening-rekening temporer menjadi nol pada awal tahun 2003, maka rekening-rekening tersebut harus ditutup pada akhir tahun 2002. Prosedur penutupan rekening tersebut diselenggarakan setelah laporan keuangan disusun. Dengan demikian, penutupan rekening pada akhir periode menyebabkan rekening-rekening temporer hanya menampung segenap kegiatan perusahaan yang terjadi pada satu perioda akuntansi. Sumber jurnal penutup adalah Neraca Saldo setelah Disesuaikan.

Akuntansi Pengantar 1

Muthmainnah, S.E., M.Si., Akt

UNIYAP 2006/2007

PROSES PENYUSUNAN JURNAL PENUTUP 1. MENUTUP REKENING PENDAPATAN KE REKENING “ I KHTISAR LABA/RUGI”
Pada neraca saldo setelah disesuaikan, rekening pendapatan posisinya di sisi kredit. Pada jurnal penutup, pindahkan posisi pendapatan di kredit ke debet. Maka jurnal penutup pada tahap ini adalah:
Pendapatan ........* Ikhtisar Laba/Rugi * segala jenis pendapatan XXX -

XXX

2. MENUTUP REKENING BIAYA KE REKENING “ I KHTISAR LABA/RUGI”
Pada neraca saldo setelah disesuaikan, rekening biaya posisinya di sisi debet. Pada jurnal penutup, pindahkan posisi biaya di debet ke kredit. Maka jurnal penutup pada tahap ini adalah:
Ikhtisar Laba/Rugi XXX Biaya ...........* XXX * segala jenis biaya termasuk depresiasi/penyusutan dan kerugian piutang

3. MENUTUP REKENING “ I KHTISAR LABA/RUGI” REKENING MODAL PEMILIK KE
Untuk memperoleh nilai laba/rugi (ikhtisar laba rugi) pada tahap ini, terleih dahulu kurangkan hasil penutupan rekening pendapatan dan biaya pada neraca saldo setelah disesuaiakan = laba/rugi. Laba jika pendapatan > biaya. Rugi jika pendapatan < biaya, sehingga jurnal penutup untuk tahap ini adalah:
Ikhtisar Laba/Rugi Modal Pemilik XXX -

XXX

4. MENUTUP REKENING PRIVE KE REKENING MODAL PEMILIK
Untuk menutup rekening prive yang bersaldo debet pada neraca saldo setelah disesuaikan, kreditlah rekening prive tersebut.
Modal Pemilik Prive XXX -

XXX

NERACA SALDO SETELAH PENUTUPAN
Pada neraca saldo setelah penutupan, rekening-rekening yang tampak adalah kelompok aktiva, utang dan modal pemilik saja. Rekening-rekening pendapatan, biaya dan prive sudah ditutup ke rekening modal pemilik sehingga tidak akan tampak. Namun demikian rekening-rekening temporer boleh saja ditampakkan dengan saldosaldonya sebesar nol. Dengan disusunnya neraca saldo setelah penutupan, akan tampak bahwa rekening-rekening perusahaan sudah siap untuk digunakan kembali pada periode

Akuntansi Pengantar 1

Muthmainnah, S.E., M.Si., Akt

UNIYAP 2006/2007

akuntansi berikutnya. Rekening-rekening nominal sudah kembali nol, sedangkan rekening-rekening riil menyajikan jumlah yang benar-benar menjadi harta, kewajiban dan modal pemilik. Bentuk neraca saldo setelah disesuaikan mirip dengan neraca saldo.

JURNAL BALIK (PENYESUAIAN KEMBALI)
Tahapan ini dapat diselenggarakan jika diperlukan. Jika tahapan ini diselenggarakan, penyelenggaraanya berlangsung pada hari pertama periode akuntansi yang baru. Jurnal yang dibuat pada awal tahun untuk bentuknya merupakan kebalikan dari jurnal penyesuaian sehingga sering disebut jurnal pembalikan. Dengan demikian, baik rekening maupun jumlah yang bersangkutan adalah sama, namun yang semula di sisi kredit dipindahkan ke sisi debet dan sebaliknya. Jurnal pembalikan adalah jurnal yang digunakan untuk memindahkan rekening permanen ke rekening temporer. CONTOH: PADA JURNAL PENYESUAIAN:
Biaya Gaji dan Upah Utang Gaji dan Upah Rp2.000 -

Rp2.000

PADA JURNAL BALIK:
Utang Gaji dan Upah Biaya Gaji dan Upah Rp2.000 -

Rp2.000

Setelah jurnal pembalikan di atas diposting, saldo rekening utnag gaji dan upah kembali menjadi nol seperti saldo rekening ini sebelum menerima posting dari jurnal penyesuaian di akhir tahun sebelumnya. Adapun rekening Biaya Gaji dan Upah menjadi bersaldo kredit Rp2.000. Jika di tahun yang baru misalkan dari tahun 2003 ke 2004. Pada tahun 2004 terjadi pembayaran gaji, maka jurnal di tahun 2004 (jurnal umum) adalah sebagai berikut:
Biaya Gaji dan Upah Kas Rp2.000 -

Rp2.000

Setelah jurnal transaksi pembayaran gaji di atas diposting, rekening biaya gaji dan upah bersaldo nol. Saldo ini menunjukkan bahwa gaji sebesar Rp2.000 yang dibayar pada tahun 2003 bukan merupakan biaya gaji tahun 2004. Gaji sebesar Rp2.000 itu adalah gaji yang diakui sebagai biaya tahun 2003.

Akuntansi Pengantar 1

Muthmainnah, S.E., M.Si., Akt

UNIYAP 2006/2007

Seandainya tahun 2004 tidak dibuat jurnal pembalikan, maka jurnal tahun 2004 adalah sebagai berikut:
Utang Gaji dan Upah Kas Rp2.000 -

Rp2.000

Akan tetapi, terkadang jika jurnal pembalikan tidak dibuat maka pemegang buku akan mengalami kesulitan apakah mengakui pembayaran gaji sebagai biaya gaji dan upah. Sehingga sangat disarankan bagi pemegang buku untuk membuat jurnal balik (reversing entries = readjusting entries).

REFERENSI: Slamet Sugiri dan Bogat Agus Riyanto. Akuntansi Pengantar 1. Edisi Kelima. Yogyakarta: UPP AMP YKPN. 2002. p. 157-171. Suwardjono. Akuntansi Pengantar 1: Proses Penciptaan Data Pendekatan Sistem. Edisi Ketig. Yogyakarta: BPFE. 2003. p. 176-202.

Akuntansi Pengantar 1

Muthmainnah, S.E., M.Si., Akt

UNIYAP 2006/2007

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->