Anda di halaman 1dari 17

SISTEM PERAWATAN AIR BRAKE (REM) PADA KENDARAAN I.

Abstrak Pada kendaraan ada suatu sistem yang berpengaruh sangat penting bagi keselamatan pengendara, penumpang ataupun bagi laju kendaraan itu sendiri yaitu sistem rem. Sistem rem berfungsi untuk mengurangi laju kendaraan sampai berhenti. Rem udara merupakan sistem keamanan yang maju. Rem udara bekerja dengan baik karena adanya komponen-komponen yang mendukung dalam pengoperasian. Perawatan rem udara merupakan pengendalian kegagalan dalam sistem rem agar tidak terjadi gagal rem dan jika terjadi akan menyebabkan kemungkinan kecelakaan.

II.

Pendahuluan A. Latar Belakang Semakin banyak pengguna kendaraan bermotor di Indonesia . Maka meningkatkan populasi mobil yang ada dijalan raya, hal ini dibuktikan dengan terjadinya kemacetan didaerah perkotaan. Hal ini dibuktikan dengan adanya data bahwa Populasi mobil pada tahun 2000 baru mencapai 5,04 juta unit. Angka tersebut melonjak 117,7 persen menjadi 10,97 juta unit terhitung hingga Mei 2012," kata Ketua I Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Jongkie D Sugiarto, di Jakarta, Kamis. Seiring bertambahnya populasi kendaraan bermotor di Indonesia meningkat pula kecelakaan yang terjadi yang disebabkan oleh tabrakan dua kendaraan bahkan lebih banyak kendaraan yang terlibat ataupun kecelakaan tunggal. Hal tersebut dapat disebabkan oleh berbagai faktor dari human error, faktor cuaca, faktor jalan, dan faktor kendaraan itu sendiri yang kurangnya faktor perawatan komponen-komponen kendaraan. Misal kecelakaan Bus Giri Indah B 7297 BI yang membawa 60 jemaat gereja di Kelapa Gading, mengalami kecelakaan dan masuk ke jurang di kawasan Puncak, Cisarua, Bogor, Rabu (21/8/2013) pagi. Setidaknya 16 orang penumpang bus tewas dan puluhan lainnya luka-luka menurut hasil olah kejadian perkara kecelakaan tersebut di akibatkan rem blong. Dan masih banyak kasus yang di akibatkan oleh rem blong hal ini di sebabkan kurangnya perawatan sistem pengereman pada kendaraan.

Komponen rem pada kendaraan sangat lah penting karena Sistem rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan serta memberikan kemungkinan dapat memparkir kendaraan di tempat yang menurun. B. Rumusan Masalah Bagaimana Perawatan air brake sistem pada Bus. C. Batasan Masalah Air Brake System Perawatan dan sistem kerja rem angin

D. Maksud dan Tujuan Dalam pembahasan jurnal sistem rem angin ini kami sangat berharap apa yang ada pada jurnal ini dapat menjadi refrensi dalam perawatan sistem pengereman, dan dalam jurnal ini berisi juga tentang bagaimana cara proses beserta gambar yang mungkin buat siapapun yang membaca bisa lebih mudah memahami tentang pembahasan sistem rem ini, ini pun sengaja kami buat agar kami ataupun yang membaca dapat dengan mudah menerapkannya dalam proses perawatan air brake sistem pada bus karena memang gambar tersebut kami cantumkan semudah-mudahnya untuk dipahami.

III.

Pembahasan A. Fungsi rem Sistem rem berfungsi untuk mengurangi kecepatan (memperlambat) dan menghentikan kendaraan serta memberikan kemungkinan dapat memparkir kendaraan di tempat yang menurun. Sistem rem udara, dasar kerja pengereman Rem bekerja dengan dasar pemanfaatan gaya gesek Tanaga gerak putaran roda diubah oleh proses gesekan menjadi tenaga panas dan tenaga panas itu segera dibuang ke udara luar. Pengereman pada roda dilakukan dengan cara menekan sepatu rem yang tidak berputar terhadap tromol (brake drum) yang berputar bersama roda sehingga menghasilkan gesekan Tenaga gerak kendaraan akan dilawan oleh tenaga gesek ini sehingga kendaraan dapat berhenti. B. Cara kerja air brake sistem

Full air brake adalah sistem pengereman yang paling banyak dipakai pada bis, truk dan kendaraan berat lainnya. Untuk bis sendiri, saat ini rata2 sudah mengaplikasikan sistem ini. Perbedaan mendasar dengan sistem hidrolik adalah media yang digunakan untuk menekan kampas rem. Pada sistem hidrolik menggunakan media minyak, sedang pada full air brake menggunakan tekanan udara. Pada sistem full air brake terdapat beberapa komponen utama antara lain: 1. Compressor 2. Pressure regulator 3. Air reservoir tank 4. Treadle valve (Pedal rem) 5. Front / rear proportioning valve 6. Front and rear service brake chamber + spring brake chamber 7. Spring brake release valve (Tuas rem parkir)

Prinsip kerja sederhananya kurang lebih sebagai berikut: Udara bertekanan yang dihasilkan oleh kompresor masuk ke air reservoir tank kemudian menuju treadle valve (pedal rem). Treadle valve inilah yang mengatur besar kecilnya tekanan udara di chamber yang menekan kampas rem, semakin dalam treadle valve diinjak maka semakin besar tekanan di chamber dan otomatis rem semakin mengunci. Disinilah perbedaan dengan system hidrolik, kalau di system hidrolik kaki kita menginjak pedal rem itu untuk menekan / memompa minyak. Tapi di system full air brake sebenarnya kita hanya membuka dan menutup katup, tenaga untuk mendorong kampas rem berasal dari tekanan udara dari kompressor.

Ada perbedaan pada brake chamber roda depan dan belakang. Pada roda depan hanya menggunakan air brake chamber, sedangkan pada roda belakang dikombinasikan antara air brake chamber dengan spring brake chamber. Spring brake chamber berfungsi sebagai alat keamanan jika terjadi kegagalan system pengereman (misal selang udara bocor, kompressor rusak dll) dan juga berfungsi sebagai rem parkir.

Air brake sistem digunakan daya pengereman lebih besar dibanding dengan sistem yang lainya semisal AOB (air over Brake) maka sistem ini digunakan di kendaran-kendaraan berat khususnya pada kendaraan gandeng maupun bus agar beban yang berat mampu diimbangi dengan system rem yang kemampuanya lebih berat juga.

C. Komponen Komponen Air Brake Sistem pada bus Fungsi komponen :

1. Air Tank

Berfungsi untuk menampung udara sementara yang di suplay dari kompresor udara yg sebelumnya udara tersebut sudah di saring terlebih dahulu oleh filter udara dan Air Dryer agar udara yg masuk kedalam tangki bener bener bersih tidak terdapat kotoran atau air yang masuk ke system saluran!! Dan demi keamanan pun savety di terapkan dalam system rem FAB ini bahwa tekanan didalam tangkipun slalu harus sesuai yaitu : 740 -840 kPa (7,5 8,5 kgf/cm2). Apabila tekanan melebihi batas yang di tentukan maka udara di dalam Air Tank akan di buang ke atmosfer agar udara di dalam tank tetep stabil.

Selain itu juga tangki di lengkapi dengan ckeck valve yaitu suatu komponen di Air Tank yang berfungsi untuk menjaga saluran udara balik ke kompresor di saat mesin mati maka check valve menutup saluran air thank yg ke kompresor,

Air tank drains Berfungsi sebagai sebagai mengeluarkan air dan kotoran pada air tank yang berbentuk sebuah baut di bagian bawah tank

Air compressor governor

Berfungsi sebagai sebagai alat kontrol ketika compresor mengisi udara di dalam tanki, ketika tekanan udara mencapai 125 psi akan menutup valve untuk menghentikan pengisian udara, dan apabila tekan jatuh pada 100 psi maka Air compressor governor mengijinkan untuk mengisi udara kedalam tanki.

2. Air Kompresor

Kendaraan menggunakan udara bertekanan dalam sistem rem dan peralatan tambahan lainya . Dan udara tersebut di hasilkan oleh kompresor udara yang kemudian di salurkan dulu ke Air Dryer untuk di saring dimana Uap lembab dalam udara di bersihkan dan setelah melalui proses penyaringan selanjutnya di kirim ke tangki udara. Karna kompresor udara kerjanya sangat extra tergantung putaran engine,,, maka kmpresor udarapun dilengkapi dengan sistem pelumasan dan pendinginan yang maksimal agar kompresor udara tetap bekerja dengan normal.

Kegunaan Udara di dalam Air Tank : Udara di dalam Air Tank di gunakan untuk menunjang sistem-sistem kelengkapan penujang kendaraan seperti :, Clutch Boster (Boster Kopling), System Rem, klakson, Exaust Brake cylinder dan peralatan tambahan lainnya. Sepeti tadi dikatakan tekanan dalam tangki di jaga pada tekanan tertentu yang di lakukan oleh pressur regulator. Ketika tekanan naik melebihi standar, proses pemberian tekanan udara di hentikan oleh udara pressur regulator yang menekan

Unloader Valve yang di tempatkan pada cylinder head kompresor. Ketika tekanan sudah turun di bawah standar unloadder valve pun di naikan oleh pegas dan pemberian tekanan udara di lanjutkan kembali. Kompresor di gerakan oleh mesin utama menggunakan v-belt sebagai penghubung untuk memutarkan kompresor, untuk menghasilkan udara.

3. Brake Valve

Katup rem brake valve terpasang di bawah pedal rem pada sistem FOB atau AOB Katup ini mengendalikan rem dengan cara membuka dan menutup untuk mengatur aliran udara bertekanan. Pengendalian rem untuk roda depan dan belakang dilakukan secara terpisah. Saat pedal rem di tekan sebuah plunger dan pegas bergerak menekan primary piston dan menutup lubang ventilasi atas. Serta sebuah scondery piston dan menutup lubang ventilasi bawah. Ketika pedal di tekan lebih dalam feed valve atas dan feed valve bawah terbuka sehingga udara bertekanan dari tangki udara mengalir masuk ke power cylinder boster rem atau relief valve. Ketika pedal di lepas aliran udara berbalik dan tekanan udara di lepaskan ke atmosfer melalui katup buang ( exaust valve) yang berada di bawah katup rem.

4. Relay Valve

Relay valve di kendalikan oleh udara bertekanan dari brake valve, relay valve membuka dan menutup aliran udara bertekanan dari tangki ke tabung rem (brake chember). Untuk mengaktifkan dan membatalkan rem dengan cepat. Kontruksi relay valve seperti pada gambar di bawah. Rem depan dan belakang memiliki relay valve tersendiri.

5. Brake Chamber

brake chamber dan slack adjusters

Brake chamber berfungsi unuk merubah tekanan udaara menjadi gerakan mekanis dan melalui sebuah push rod mengerakan tuas slack adjuster. Walaupun brake chamber depan dan belakang kontruksinya sama namun pada brake chamber belakang biasanya di lengkapi dengan spring brake. Saat udara bertekanan di alirkan ke dalam brake chamber , diafragma dan push rod tertekan dengan kekuatan sesuai gaya tekan pada diafragma, mengerakan sebuah cam rem melalui tuas pada slack adjuster.

Ketika pedal rem di lepas, push rod dan diafragma di tekan balik oleh sebuah pegas pembalik, mengembalikan posisi cam dan membantu pembuangan udara. Slack adjuster kontruksinya seperti pada gambar di bawah. Dengan memutar adjuster screw, worm gear dan camshaft akan berputar dan akan mengatur celah kanvas dengan tromol. Pada ujung adjusting screw di pasang sistem pengunci posisi yang terdiri dari spring dan ball.

Spring

brake chamber

Gambar Brake chamber belakang Walaupun umumnya di pasang pada roda bagian belakang dan normalnya di gunakan sebagai rem utama, di dalamnya di pasang spring brake yang dapat membantu pengereman pada saat darurat atau parkir. Seccara struktural brake chamber terbagi 2 bagian: Bagian rem utama (service brake) dan bagian spring brake chamber seperti pada gambar . Bagian rem utama bekerja sebagai brake chamber biasa. Bagian spring brake, pegas di tekan terus menerus pada posisi tertekan oleh udara yg bertekanan dari lubang tabung spring brake (B) ketika udara pada spring brake chamber di buang, piston terdorong oleh gaya pegas sleeve bergerak menekan push rod utama untuk mengaktifkan rem Utuk menekan penuh spring brake di perlukan tekanan 490 kPa (5,0 kgf/cm2).

Tabung spring brake dilengkapi dengan baut pembebas (release bolt) untuk melepaskan rem secara manual pada kondisi udara yg bertekanan kurang atau tidak ada. Sebelum melepas chamber, putar baut pelepas seperti pada gambar untuk menghindari kecelakaan seandainya pushrod terdorong keluar chamber.

Spatu rem (brake lining) untuk sytem Full Air Brake.

seperti terlihat pada gambar. Bentuk sepatu rem untuk sistem full-air berbeda dengan pada sisi leading( pengarah) dan trailing (pengikut) di mana permukaan sepatu untuk sisi trailing di beri cekungan. Pada spatu rem leading-trailing, spatu leading menghasilkan gaya pengereman yang lebih besar akibat arah putaran tromol, sehingga tekanan pada permukaan sepatu lebih besar dan lebih cepat aus. Permukaan spattu traling pada tonjolanya I beri cekungan sedemikian hingga tekanan permukaan pada spatu leading dan trailing habis bersamaan. Ini juga untuk menghindari keausan bantalan yg tidak merata akibat bentuk can eksentrik. Pada sisi hidrolis tidak ada sisi leading atau trailing karena tekanan minyak rem menekan secara merata pada permukaan spatu rem.

6. Air dryer

Speperti di katakan di atas tadi air dryer berfungsi untuk menyaring kelembapan udara sebelum udara masuk ke tangki udara di air dryer ini antara air dan kotoran di saring terlebih dahulu agar udara yang masuk ke Air Tank bener-bener bersih.

Poin2 perbaikan pada rem full air :

ganjal pedal rem, injak dan lepas, hidupkan rem gas buang, priksa kebcoran udara dari

slang selang sambungan dgn air sabun.


stel

speling pedal sebelum menyetel celah spatu rem roda dan periksa langkah pushrod brake cember saat menyetel celah sepatu

dongkrak

rem

gunakan suku cadang yg tepat untuk camshaft karna camshaft kiri dan kanan berbeda,

bentuknya.

lumasi seal dengan grease silikon pada pada gasket karet saat memasang brake valve ,

relay valve dan bagian2 lainya, A. Poin2 perbaikan pada rem full air : a. ganjal pedal rem, injak dan lepas, hidupkan rem gas buang, priksa kebcoran udara dari slang selang sambungan dgn air sabun. b. stel speling pedal sebelum menyetel celah spatu rem c. dongkrak roda dan periksa langkah pushrod brake cember saat menyetel celah sepatu rem d. gunakan suku cadang yg tepat untuk camshaft karna camshaft kiri dan kanan berbeda, bentuknya. e. lumasi seal dengan grease silikon pada pada gasket karet saat memasang brake valve , relay valve dan bagian2 lainya B. Prosedur pengecekan sebelum perjalanan Pastikan kendaraan berada pada tempat yang aman, set rem parkir, pasang penahan pada roda sebagai prosedur keamanan pemeriksaan. 1. Pengecekan aliran a. Periksa keamanan dan kondisi kompresor dan sabuk penggerak.

b. Periksa kondisi keamanan dan selang flesibel. c. Htekan semua slack adjuster secara manual (menggunakan ry bar). Periksa gerakan, kondisi mekanis dan kelengkapannya. d. Periksa sudut push rod dan slack adjuster tidak melibihi 90o 2. Penamabahan tekanan udara a. Peringan cut out kira-kira 60psi b. Tekan terisi pada 50-90 psi dalam 3 menit c. Governor atau cut out beroprasi minimal 105 psi dan maksimal 125 psi 3. Saat tekanan maksimal a. Bebaskan rem parkir untuk mencegah kesalahan fungsi b. Matikan mesin c. Periksa kebocoran udara, kebocoran udara lebih kecil dari 3psi selam 1 menit C. Diagnosis masalah dan penyebab

1. Tenaga pengereman kecil a. Rem membutuhkan penyetelan, pelumasan atau penggantian kanvas b. Tekan udara rendah dibawah 60psi c. Tekanan pada brake valve delevy dibawah normal d. Kesalahan ukuran akuator atau slack adjuster. e. Terjadi masalah pada linkage 2. Rem kurang rensponsif a. Rem membutuhkan penyetelan da pelumasan b. Tekan udara rendah dibawah 50 psi c. Katup pengeremannya pembukanya tidak cukup d. Terjadi kebocoran berlebih pada sistem e. Pipa penyalur terlalu panjang f. Terjadi penyumbatan pada pipa 3. Rem bebas dengan lambat a. Rem membutuhkan penyetelan dan pelumasan b. Katup pengereman tidak kembali keposisi terbebas penuh. c. Terjadi kerusakan pada katup-katup

4. Rem tidak dapat bebas a. Rem tidak dapat terbebas penuh b. Terjadi masalah pada katup pengereman dan katup rely c. Terjadi kebocoran atau penyumbatan pada pipa 5. Rem menyendat atau tidak teratur a. Berikan paslin pada brake lining b. Terjadi masalah pada katup pengeraman c. Tidak ada beban kendaraan atu tekanan pengereman 6. Rem tidak bekerja a. Tidak ada tekan dalam sistem b. Pipa tersumbat atau rusak c. Katup pengereman rusak 7. Pengereman tidak seimbang a. Rem membutuhkan penyetelan dan pelumasan b. Axele mounting rusak c. Lumasi dengan paselin pada brake nining d. Pegas pengembali sepatu rem rusak e. Diaphragma pada brake chamber rusak f. Slack adjuster rusak 8. Tekan udara tidak dapat naik dengan normal a. Meter tekanan udara rusak b. Terjadi kebocoran udara yang besar c. Penyetelan governor tidak sesuai d. Sabuk penggerak kompresor hslip e. Kompresor rusak 9. Tekan udara ke normal lambat a. Terjadi kebocoran pada katup-katup b. Volume tanki terlalu besar c. Saringna udara pada kompresor tersumbat d. Putaran mesin terlalu lambat e. Katup hisap dan katup tekan kompresor bocor

f. Sabuk penggerak kompresor selip 10. Tekanan udara meningkat diatas normal a. Meter tekan udara rusak b. Penyetelan governor tidak sesuai c. Penyumbatan jalur udara antara governor dan kompresor d. Celah on loader terlslu besar sehingga tertahan pada posisi tertutup 11. Tekanan udara turun dengan cepat ketika mesin mati dan rem bebas a. Katup pengereman bocor b. Kebocoran pipa atau selang c. Katup tekanan bocor d. Governor bocor 12. Tekanan udara turun dengan cepat ketika mesin mati dan rem aktif a. Kebocoran pada brake camber, aktuator atau silinder roda b. Katup pengereman bocor c. Kebocoran pipa atau selang d. Volume tangki udara tidak emenuhi 13. Terdapat ketukan pada kompresor terus menerus atau berkala a. Puli penggerak kendor b. Backlash pada drive gear atau coupling besar c. Bearing aus d. Terjadi penumpukan karbon pada kepala silinder kompresor 14. Katup pengaman bocor a. Penyetelan katup pengaman tidak tepat b. Tekan udara dalam didtem diatas normal 15. Terdapatoli atau air terlalu banyak dalam sstem a. Air pada tangki tidak pernah dibuka keluar b. Oli kompresor berlebihan c. Saringan oli kompresor tersumbat d. Tekanan oli mesin terlalu besar e. Terdapat tekanan balik dari ruang engkol mesin

Penutup Kesimpulan a. Dapat mengetahui prinsip kerja air brake system b. Mengetahui Komponen-komponen rem angin c. Cara perawatan rem angin

Saran Fungsi rem sangat penting sehingga agar tidak terjadi kegagalan dalam pengereman maka butuh perawatan yang rutin.

Daftar pustaka 1. Daily id, portal investor. 2012. Populasi mobil di Indonesia melonjak 117,1 %. Diambil pada tanggal 28 November 2013. www.investor.co.id/automotif/populasi-mobil-diIndonesia-melonjak-1177/39350. Pada pukul 20.38 2. Tribunnews.com. 2013. Rem Blong, Sopir Bus Minta Penumpang Berdoa. Diambil pada tanggal 28 November 2013. http://www.tribunnews.com/regional/2013/08/22/rem-blongsopir-bus-minta-penumpang-berdoa. Pada pukul 21.31 3. Dian motor cell. 2013. Fungsi dan Pengertian Rem Pada Kendaraan. Diambil pada tanggal 28 November 2013. http://dianmotorcell.blogspot.com/2013/05/fungsi-danpengertian-rem-pada-kendaraan.html. Pada pukul 22.01