Anda di halaman 1dari 6

Titrasi Iodimetri 2014

Titrasi Iodimetri
Kamis, 17 Apri 2014 Raisa Soraya, Naryanto, Melinda Indana Nasution, Septiwi Tri Pusparini Jurusan Pendidikan Imu Pengetahuan Alam Program Studi Pendidikan Kimia Fakultas Ilmu Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta 2014

ABSTRAK
Metode titrasi iodometri terdiri dari titrasi langsung dan titrasi tidak langsung. Titrasi secara langsung dikenal dengan sebutan iodimetri. Iodimetri adalah titrasi yang mengaju pada larutan iod yang standar. percobaan ini bertujuan untuk mengetahui kadar vitamin C pada sampel vitacimin. Vitamin C adalah Kristal putih yang mudah larut dalam air. Dari hasil praktikum didapat kandungan kadar vitamin C sebanyak 40 mg, kandungan ini sangat besar dan cukup untuk memenuhi asupan vitamin C bagi tubuh manusia. Titrasi dilakukan duplo dengan titran menggunakan iodin, ketika titrasi dilakukan diruang gelap agar tidak terjadi proses reduksi. Kata Kunci : Titarsi iodimetri, vitamin C, Iodin

INTRODUCTION
Ttirasi langsung merupakan metode yang paling sederhana dan sering dipakai. Larutan ion yang akan ditetapkan ditambah dengan bufer, misalnya bufer pH 10 lalu ditambah indikator logam yang sesuai dan dititrasi langsung dengan larutan baku dinatrium edetat. Untuk mencegah pengendapan logam hidroksida atau garam basa dengan bufer, dilakukan dengan penambahan pembentuk kompleks pembantu misalnya tartrat, sitrat, atau trietanol
Laporan Praktikum Kimia Analitik II Page 1

Titrasi Iodimetri 2014 amin. Pada titik ekivalen, kadar ion logam yang ditetapkan berkurang dengan sekonyongkonyong yang ditunjukkan oleh perubahan warna indikator logam yang dipengaruhi oleh perubahan Pm= -log (Mn+). Titik akhir juga dapat ditetapkan secara amperometri, konduktometri, spektrofometri, atau potensiometri. Titrasi langsung, iodium merupakan oksidator yang relatif kuat dengan nilai potensial oksidasi sebesar +0,535 V. Pada saat reaksi oksidasi, iodium akan direduksi menjadi iodida sesuai dengan reaksi: I2 + 2e- 2IIodium akan mengoksidasi senyawa-senyawa yang mempunyai potensial reduksi yang lebih kecil dibanding iodium. Vitamin C mempunyai potensial reduksi yang lebih kecil daripada iodium sehingga dapat dilakukan titrasi langsung dengan iodium. Larutan baku iodium yang telah dibakukan dapat digunakan untuk membakukan larutan natrium tiosulfat. Deteksi titk akhir pada iodimetri ini dilakukan dengan menggunakan indikator amilum yang akan memberikan warna biru pada saat tercapainya titik akhir. Dalam farmakope Indonesia, titrasi iodimetri digunakan untuk menetapkan kadar: asam askorbat; natrium askorbat:metamprion (antalgin); serta natrium tiosulfat dan sediaan injeksinya,(Ibnu Gholib Gandjar.2007). Iodimetri; suatu proses analitis suatu agen pereduksi dititrasi langsung dengan Iodin (I3-) , dan iodin bertindak sebagai agen pengoksidasi,(A.L Underwood. 2001:304). Persamaan I2 + 2e- 2I- mengacu kepada suatu larutan-air yang jenuh dengan adanya ion padat; reaksi gel setengah ini akan terjadi, misalnya menjelang akhir titrasi dari iodida dengan suatu zat pengoksid seperti kalium permanganat, ketika konsentrasi ion iodida menjadi relatif ebih rendah. Dekat permulaan atau dalam kebanyakan titrasi iodimetri, bila ion iodida terdapat dengan berlebih, terbentuklah ion triiodida I2 + I- I3-, (J. Basset.1994). Warna dari sebuah larutan iodin 0,1 Ncukup intens sehingga iodin dapat bertindak sebagai indikator bagi dirinya sendiri. Iodin juga memberikan warna ungu atau violet yang intens untuk zat-zat pelarut seperti karbon tetraklorida dan kloroform, dan terkadang kondisi ini dipergunakan dalam mendeteksi titik akhir dari titrasi-titrasi. Namun demikian, suatu larutan (penyebar koloidal) dari kanji lebih umum digunakan, karena warna biru gelap dari kompleks iodin-kanji bertindak sebagai suatu tes yang amat sensitif untuk iodin. Mekanisme pembentukan kompleks yang berwarna ini tidak diketahui, namun ada pemikiran bahwa
Laporan Praktikum Kimia Analitik II Page 2

Titrasi Iodimetri 2014 molekul-molekul iodin tertahan di permukaan -amylose, suatu konstituen dari kanji. Larutan-larutan kanji dengan mudah didekomposisinya oleh bakteri, dan biasanya sebuah substansi, seperti asam borat, ditambahkan sebagai bahan pengawet,(A.L

Underwood.2001:297). Vitamin adalah suatu senyawa organik yang terdapat di dalam makanan dalam jumlah sedikit dan dibutuhkan jumlah yang besar untuk fungsi metabolisme yang normal. Vitamin dapat larut di dalam air dan lemak. Vitamin yang larut dalam lemak adalah Vitamin A, D, E, dan K dan yang larut di dalam air adalah vitamin B dan C. Vitamin C adalah Kristal putih yang mudah larut dalam air. Vitamin C yang disebut juga sebagai asam askorbik merupakan vitamin yang larut dalam air. Dalam keadaan kering vitamin C cukup stabil, tetapi dalam keadaan larut, vitamin C mudah rusak karena

bersentuhan dengan udara (oksidasi) terutama apabila terkena panas. Vitamin C tidak stabil dalam larutan alkali, tetapi cukup stabil dalam larutan asam, (Anonim).

MATERIAL AND METHOD


Alat dan bahan: 1 buah labu erlenmeyer 1 buah gelas ukur 1 buah gelas kimia 1 buah buret 1 pasang statif dan klem Corong 1 buah batang pengaduk Sampel vitamin C Aquades Larutan H2SO4 10% Larutan iodin Larutan amilum

Laporan Praktikum Kimia Analitik II

Page 3

Titrasi Iodimetri 2014 Prosedur kerja: 1. 2. Menimbang 0,5 gram vitamin C serta melarutkannya dalam 100 ml aquades Mengambil 10 ml larutan vitamin C tersebut dan melarutkannya sampai 100 ml ke dalam gelas kimia 3. 4. Mengambil 25 ml ml larutan tersebut ke dalam labbu erlenmeyer Menambahkan 5ml H2SO4 10% ke dalam larutan tersebut lalu menambahkan 20 tetes larutan amilum ke dalamnya 5. 6. 7. Memasukan larutan iodin ke dalam buret dalam keadaan gelap Menitrasi isi dari labu erlenmeyer oleh iodin pada buret dalamkeadaan gelap Menghentikan titrasi pada saat perubahan menjadi warna ungu kehitaman

RESULT AND DISCUSSION


Percobaan ke1 Larutan 25 ml Larutan vitamin C + 5 ml H2SO4 10% + 20 tetes amilum 2 25 ml Larutan vitamin C + 5 ml H2SO4 + 20 tetes amilum 2,5 Volume iodin (ml) 2

Konsentrasi vitamin C = 1000 0,5 1000 = 0,028 176,13 100

Konsentrasi saat pengenceran 1 1 = 2 2 0,028 10 = 2100 2 = 0,284 = 2,84103 100

Massa vitamin C
Laporan Praktikum Kimia Analitik II Page 4

Titrasi Iodimetri 2014 2,84103 = 1000 = 0,05 176 100

Konsentrasi larutan iodin . = 2 + 2,5 = 2,25 2

2,84103 25 = 2 2,25 2 0,071 = , 315 2,25

Kandungan vitamin C setelah di titrasi Kandungan vitamin C = 2 . 2 . = 12,474 Kandungan vitamin C= 0,0315 2,25176 = 12,474 Kandungan vitamin C dalam 100mL sampel=
100 10

100 25

= 40

Percobaan ini diwali dengan mengencerkan larutan vitacimin sebagai larutan sampel asam askorbat (Vitamin C) yang akan dicari tahu kadarnya. Pengukuran kadar Vitamin C dengan reaksi redoks melalui titrasi iodimetri yaitu menggunakan larutan iodin (I2) secara langsung sebagai titran dan larutan kanji sebagai indikator. Setelah mengambil 25 ml larutan vitamin C ini lalu ditambahkan 5ml H2SO4 10% yang bertujuan sebagai katalis asam. Setelah itu diteteskan 20 tetes larutan kanji lalu dilakukanlah titrasi. Kanji bereaksi dengan iod, dengan adanya iodida, membentuk suatu kompleks yang berwarna biru kuat Warna biru yang ditunjukan menunjukan titik ekivalen yang artinya titrasi harus dihentikan. Indikator kanji merupakan indikator yang sangat lazim digunakan, namun indikator kanji yang digunakan harus selalu dalam keadaan segar dan baru karena larutan kanji mudah terurai oleh bakteri sehingga untuk membuat larutan indikator yang tahan lama hendaknya dilakukan sterilisasi atau penambahan suatu pengawet.Pada proses titrasi, setelah semua Vitamin C bereaksi dengan Iodin, maka kelebihan iodin akan dideteksi oleh kanji yang menjadikan larutan berwarna biru gelap. Percobaan ini dilakukan secara dua kali pengulangan (duplo). Volume larutan iodin yang digunakan sampai pada titik ekivalen pada kedua percobaan adalah berharga sama yaitu 0,8 ml. Reaksi Vitamin C dengan iodin adalah sebagai berikut.
Laporan Praktikum Kimia Analitik II Page 5

Titrasi Iodimetri 2014 C6H8O6 + I2 C6H6O6 + 2I- + 2H+ Proses titrasi harus dilakukan ditempat yang gelap, karena larutan iodin yang mudah tereduksi oleh cahaya dapat mempengaruhi hasil dari proses titrasi. Berdasarkan hasil perhitungan didapatkan hasil vitacimin sebagai suplemen vitamin C yang dikonsumsi manusia adalah sebanyak 40mg. Nilai ini cukup besar yang artinya vitacimin cukup memenuhi kebutuhan vitamin C manusia.

CONCLUSION
Berdasarkan percobaan dapat disimpulkan: 1. Iodometri langsung disebut iodimetri, yaitu titrasi dengan larutan suatu iod standar. 2. Kandungan vitamin C yang didapat setelah dititrasi adalah sebanyak 12,474mg. 3. Kandungan vitamin C pada sampel vitacimin adalah sebanyak 40mg.

REFERENCE LIST
Basset.J dkk. 1994. Buku Ajar Vogel: Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik. Jakarta. Buku Kedokteran EGC.
Gandjar, Ibnu Gholib dan Abdul Rahman. 2007. Kimia Farmasi Analisis. Yogyakarta. Pustaka Pelajar Underwood A.L, R.A.Day, JR. 2001. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam. Jakarta. Erlangga Anonim. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/31127/4/Chapter%20II.pdf diakses pada tanggal 23 April pukul 16:10 WIB

Laporan Praktikum Kimia Analitik II

Page 6