Anda di halaman 1dari 13

ASUHAN KEPERAWATAN ISCHEMIC STROKE

Oleh: SGD 8

Made A. Perama Pradnyani Kadek Yunita Pradnyawati Kadek Fira Parwati Putu Dimas Pramananta Harmaya !i Putu "#ristin $ayastri !i Made Dewi &atnasari !i 'ayan Mas (tami )arniswari *ka 'a#yu !in+si# -u# Putu "itra Dewi $ayant#i Kadek Ana Dwi.ayanti / )usti Ayu A+un+ 0ri *1riyant#i

(1002105009) (1002105012) (1002105017) (10021050 1) (10021050%%) (10021050%5) (100210505%) (10021050,9) (1002105071) (1002105075) (1002105027)

UNIVERSITAS UDAYANA PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN 2011


Daftar istilah 1. Agnosia : istilah umum yang menyataka kehilangan kemampuan dalam mengenali objek, orang, bentuk, suara atau bau (Dubin, 2011). etidakmampuan menginterpretasikan atau mengenal benda yang dilihat dengan menggunakan

perasaan atau kegagalan mengenali benda benda yang sudah dikenal sebelumnya dengan merasakannya. 2. Aneurysm : pelebaran yang abnormal pada bagian arteri yang berkaitan dengan kelemahan dinding pembuluh darah (Dugdale, 2011) !. Aphasia : se"ara umum berarti tidak dapat bis"ara. Aphasia merujuk pada ketidakmampuan menggunakan atau mengerti kata kata dan dapat digunsksn uktuk menjelaskan 2010) &. Apra'sia : kesulitan dalam menampilkan pergerakan atau koordinasi akti(itas motorik meskipun pemahaman, koordinasi fungsi motorik, dan sensasi masih utuh. %eperti ketidakmampuan menyusun suatu struktur sederhana dari blok, atau ketidakmampuan dalam berpakaian (Dubin, 2011) ). Ata'ia : koordinasi yang buruk dan keadaan tidak tenang berhubungan dengan kegagalan dalam mengatur postur tubuh, kekuatan serta arah pergerakan. %ering merupakan konsekuensi dari keka"auan di "erebellum (Dubin, 2011) *. Dysharthria : ketidaksempurnaan artikulasi berhubungan dengan gangguan pada "ontrol otot (Dubin, 2011) +. ,'pressi(e Aphasia : merupakan kesulitan dalam menyampaikan pikiran melalui kata-kata ataupun tulisan. .asien tahu apa yang ingin dia sampaikan, namun tidak dapat menemukan kata-kata yang dia butuhkan untuk menyampaikannya (#$#D%, 2010) /. 0emianopsia : kebutaan setengah lapang pandang di salah satu atau kedua mata yang dapat disebabkan oleh beberapa kondisi seperti stroke, tumor, dan trauma 1. 0emiplegi"2hemiparesis : sebuah kondisi dimana terjadi kelumpuhan pada salah satu sisi tubuh (Dubin, 2011) 10. $nfra"tion : menga"u pada kematian jaringan yang disebabkan oleh kekurangan oksigen lo"al berkaitan dengan obstruksi aliran darah jaringan. 11. arsakoff3s sindrom : merupakan keka"auan memory yang disebabkan oleh defisiensi (itamin 41 (thiamin). etika otak tidak mendapat thiamin yang "ukup, maka hippo"ampus mulai membusuk membuat lubang sehingga seseorang akan kehilangan memori jangka pendeknya (5ukas, 2011) 12. .enumbra region : bagian jaringan otak yang mengalami penurunan perfusi (6478 10-2)ml2100 gr jarungan2menit) 1!. .erse(eration : pengulangan respon yang tidak terkontrol tentang kehilangan satu atau lebih kemampuan lain seperti kemampuan berbi"ara, menulis, mengerti apa yang orang lain katakana (#$#D%,

1&. 9e"epti(e aphasia : merupakan kesulitan dalam memahami kata-kata dan bahasa tulisan. .asien dapat mendengar suara dan melihat tulisan namun tidak dapat memahami apa yang dimaksud (#$#D%, 2010) 4. 6:A #;# 0,<;9A=$ 1. <enurut <ansjoer (2000), stroke adalah tanda-tanda klinis yang berkembang "epat akibat gangguan fungsi otak fokal atau global, dengan gejala-gejala yang berlangsung selama 2& jam atau lebih atau menyebabkan kematian, tanpa adanya penyebab lain yang jelas selain (askuler . <enurut kriteria >0; (111)) stroke se"ara klinis didefinisikan sebagai gangguan fungsional otak yang terjadi se"ara mendadak dengan tanda dan gejala klinis baik fokal maupun global yang berlangsung lebih dari 2& jam, atau dapat menimbulkan kematian disebabkan oleh gangguan peredaran darah. (#ugraheni, 2010) <enurut #eil 7 =ordon stroke adalah gangguan potensial yang fatal pada suplai darah bagian otak hal ini dapat disebabkan oleh iskemia (kurangnya aliran darah ) yang disebabkan oleh penyumbatan atauu perdarahan. 2. $nsiden stroke ber(ariasi di berbagai negara di ,ropa, diperkirakan terdapat 100200 kasus stroke baru per 10.000 penduduk per tahun (0a"ke dkk, 200!). Di Amerika diperkirakan terdapat lebih dari +00.000 insiden stroke per tahun, yang menyebabkan lebih dari 1*0.000 kematian per tahun, dengan &./ juta penderita stroke yang bertahan hidup. (=oldstein dkk, 200*). 9asio insiden pria dan ?anita adalah 1.2) pada kelompok usia ))-*& tahun, 1.)0 pada kelompok usia *)-+& tahun, 1.0+ pada kelompok usia +)-/& tahun dan 0.+* pada kelompok usia diatas /) tahun (5loyd dkk, 2001). Di pusat-pusat pelayanan neurologi di indonesia jumlah penderita gangguan peredaran darah otak (=.D;) selalu menempati urutan pertama dari seluruh penderita ra?at inap. @rombosis lebih sering pada umur )0-an hingga +0-an. =.D; pada anak muda banyak dijumpai akibat infark karena emboli, yaitu mulai dari usia di ba?ah 20 tahun dan meningkat pada dekade ke-& hingga ke-* dari usia, lalu menurun dan jarang dijumpai pada usia yang lebih tua (#ugraheni, 2010). $nsidensi stroke iskemik sendiri berkisar /0/)A dari keseluruhan insiden stroke di dunia (.ri"e, 200*) !. %troke iskemik ditimbulkan oleh adanya kema"etan aliran darah artery yang menyuplai otak. %ering terjadi pada "abang salah satu arteri karotis internal. ,tiologi dari stroke iskemik meliputi 2 penyebab, yaitu:

a. @hrombosis serebri @hrombosis ditemukan pada &0 A kasus stroke yang dibuktikan oleh ahli patologi. 4iasanya ada kerusakan lokal pembuluh darah akibat aterosklerosis. .roses aterosklerosis ditandai oleh plak berlemak pada tunika intima arteri besar. .lak "enderung terbentuk pada per"abangan atau tempat yang melengkung. .embuluh darah yang mempunyai resiko adalah arteri karotis interna, arteri (ertebralis bagian atas. 0ilangnya tunika intima membuat jaringan ikat terpapar. @rombosit akan menempel pada permukaan yang terluka sehingga permukaan dinding menjadi kasar. @rombosit akan melepaskan enBim adenosin difosfat yang menga?ali proses koagulasi (%yl(ia, 111)). %ebuah ateroma di dinding artery mungkin berakumulasi dengan material lemak dan menjadi "ukup lebar untuk menyumbat arteri. Atau gumpalan darah dapat terbentuk kemudian menyumbat arteri. =umpalan darah terbentuk karena ateroma membatasi arteri dan memperlambat aliran darah. 0al ini meningkatkan resiko terjadinya penggumpalan darah sehingga lambat laun akan menyumbat aliran darah ke otak dan jaringan yang disuplai oleh arteri tersebut akan mati (%harp, 2010) b. ,mboli serebri ,mbolisme serebri biasanya terjadi pada orang yang lebih muda., kebanyakan emboli serebri berasal dari suatu thrombus di jantung sehingga masalah yang dihadapi sesungguhnya adalah per?ujudan penyakit jantung. %elain itu, emboli juga dapat berasal dari plak ateroma karotikus atau arteri karotis interna. %etiap bagian otak dapat mengalami emboli, tempat yang paling sering adalah arteri serebri media bagian atas (%yl(ia, 111)). =umpalan darah ataupun ateroma dapat terangkut bersama dengan aliran darah menuju arteri yang menyuplai darah ke otak sehingga menyumbat aliran darah pada artery tersebut (embolisme menga"u pada penyumbatan arteri yang disebabkan oleh material yang diangkut dalam aliran darah) (%harp, 2010) &. %e"ara sederhana, patofisiologi stroke iskemik dapat digambarkan dalam bagan berikut: %umbatan arteri yang menyuplai darah ke otak darah tidak dapat mengalir ke jaringan otak terjadi iskemik pada jaringan otak nekrosis jaringan otak kelumpuhan pada bagian tubuh yang diatur oleh bagian otak yang rusak 4erkurangnya suplai darah ke otak @ersumbatnya aliran darah ke otak hipoksemia daerah regional otak kematian sel otak dan unsure pendukungnya.

). 4iasanya gejala terjadi se"ara tiba-tiba dan sebagian besar berkisar beberapa menit setelah terjadi serangan karena kebanyakan stroke iskemik terjadi se"ara tiba-tiba, berkembang dengan "epat, dan menyebabkan kematian jaringan otak hanya dalam hitungan menit sampai jam. <anifestasi klinis yang terjadi dapat berbeda-beda tergantung pada arteri yang disumbat dan bagian mana dari otak yang disuplai oleh arteri tersebut. a. b. ebutaan pada satu sisi mata etidakmampuan untuk melihat sisi yang sama menggunakan kedua mata ". %ensasi yang abnormal, kelemahan atau paralisis di satu lengan atau salah satu bagian tubuh. etika arteri dari "abang arteri (ertebra yang disumbat, maka gejala yang mungkin timbul yaitu: a. 9asa pusing b. .englihatan yang double ". elemahan umum pada kedua sisi tubuh %ystem (ertebrobasilar, maka gejala yang timbul: a. @anda bilateral motorik atau sensorik atau keduanya dalam kombinasi dengan saraf kranialis, "erebellum, atau struktur lain yang berkaitan dengan batang otak b. 4uta episodi" di satu mata (amaurosis fugak) adalah manifestasi laBim sumbatan ipsilateral arteria karotis dan "abang arteria oftalmika ke retina pada suatu @$A. @anda iskemia stroke yang mengenai arteria serebri media adalah: a. <onopharesis biasanya mengenai lengan atau hemiparesis kontralateral mendadak b. 0emianestesia kontralateral ". Afasia global d. 0emianopsia homonym 4anyak gejala lain yang mungkin timbul seperti kesulitan bi"ara, gangguan kesadaran (misalnya kebingungan), kehilangan koordinasi, inkontinensa urine juga bisa terjadi. 4eberapa stroke mungkin mengarah pada kehilangan kesadaran seperti pingsan atau koma. %elain itu, stroke dapat menyebabkan depresi atau ketidakmampuan dalam mengontrol emosi. %ebagai "ontoh pasien mungkin menangis atau terta?a se"ara tidak sesuai. Cika gejala terutama kehilangan kesadaran bertambah buruk selama 2-! hari pertama, maka sering etika "abang arteri yang disumbat berasal dari arteri karotis interna, maka gejala yang mungkin timbul yaitu:

timbul pembengkakan yang berhubungan dengan penumpukan "airan (edema ) di dalam otak. .embengkakan ini menjadi berbahaya karena tulang tengkorak tidak dapat diperluas. 0asilnya adalah peningkatan tekanan yang akan menekan otak sehingga mengganggu fungsi otak. %troke dapat mengarah pada masalah lain. Cika klien mengalami kesulitan menelan, kemungkinan akan terjadi malnutrisi. <akanan, sali(a, atau muntahan mungkin diaspirasi ke paru-paru menyebabkan pneumonia. .asien mungkin mengalami kesulitan tidur dan depresi yang berhubungan dengan proses penyembuhan. (%harp, 2010) *. .emeriksaan : a. <onitoring ,lektrokardiography untuk melihat ritme jantung yang abnormal (merekam heart rate se"ara kontinyu dalam 2& jam atau lebih). b. ,"ho"ardiography untuk menge"ek jantung mengenai penggumpalan darah, pompa atau struktur yang abnormal, dan gangguan klep ". $maging testsD"olor Doppler ultrasonography, magneti" resonan"e angiography, 6@ angiography, or "erebral (standard) angiography untuk menentukan jika arteri, terutama arteri karotis interna, tersumbat . d. @est darah untuk menge"ek anemia, poly"ytemia, gangguan penggumpalan darah, (as"ulitis, dan beberapa infeksi, serta fa"tor resiko seperti kolesterol tinggi atau diabetes. (%hap, 2010) e. <enggunakan penilaian jenis stroke dengan menggunakan system skor %iriraj, skor =ajah <ada, atau skor Djunaedi f. g. @6D ( Transcranial Doppler ) : Entuk melihat status sirkulasi intra kranial ( ke"epatan aliran darah ). 5. ( 5umbal .ungsi ) : Entuk .%A dan <eningitis. .rotrombin @ime, @rombosit,7ibrinogen, =D%, 6holesterol, Ereum dan reatinin. i. Magnetic Resonance Imaging (<9$) lebih sensitif dari 6@ %"an dalam mendeteksi infark dini dan infark batang otak. (#ugraheni, 2011) .emeriksaan fisik: a. eadaan umum: gangguan kesadaran, kadang mengalami gangguan bi"ara seperti sulit dimengerti, dan pada @@: tekanan darah meningkat dan nadi ber(ariasi. b. 4reathing: pada inspeksi terlihat klien batuk, peningkatan produksi sputum, penggunaan otot bantu nafas dan peningkatan frekuensi pernafasan auskultasi : h. 5aboratorium : 4ila "uriga perdarahan tes koagulasi ( 0@, 04, .@@,

bunyi nafas tambahan seperti ronkhii pada klien dengan peningkatan produksi se"ret. ". 4lood: pengkajian pada system kardio(arkular di dapatkan renjatan (sho"k hipo(olemik) yang sering terjadi pada klien stroke. d. 4rain: stroke menyebabkan berbagai defi"it neurologis bergantung pada lokasi lesi (pembuluh darah mana yang tersumbat), ukuran arteria yang perfusinya terhambat, dan aliran darah kolateral. e. .engkajian tingkat kesadaran: kualitas edasaran klien merupakan parameter yang paling mendasar dan parameter yang paling penting membutuhkan pengkajian. f. .engkajian fngsi "erebral : meliputi status mental, fungsi intelektual, kemampuan bahasa, lobus frontal, hemisfer g. .engkajian saraf "ranial: %araf 1: biasanya tidak ada kelainan pada fungssi pen"iuman %araf 2: disfungsi persepsi (isual karena gangguan jaras sensori primer diantara mata dan korteks (isual %araf !, &, dan *: jika akibat stroke menyebabkan paralisis, pada satu sisi otot otot okularis didapatkan penurunan kemampuan gerakan, konjugat unilateral disisi yang sakit. %araf ): pada n8beberaoa keadaan stroke menyebabkan paralisis saraf trigenimus, penurunan kemampuan koordinasi gerakan mengunyah, penyimpangan rahang ba?ah kesisi ipsilateral serta kelumpuhan satu sisi otot pterigoideus internus dan eksternus %araf +: persepsi penge"apan dalam batas normal, ?ajah asimetris %araf / : tidak ditemukan adanya tuli konduktif dan tuli persepsi %araf 1 dan 10 : kemampuan menelan kurang baik dan kesulitan membuka mulut %araf 11 : tidak ada atrofi otot sternokleidomastoideus dan trapeBius %araf 12 : lidah simetris, terdapat de(iasi pada satu sisi dan fasikulasi, serta indra penge"apan normal h. .engkajian system motori". %troke adalah penyakit saraf atas (E<#) dan mengakibatkan kehilangan "ontrol (olunter terhadap gerakan motori" i. j. .engkajian refleks. .emeriksaan refleks dalam, pengetukan pada tendon, ligamentum, atau periosteum derajat refleks pada respon normal. .engkajian system sensorik. suhu tidak ada kelainan. emampuan penilaian sensorik raba, nyeri, dan

a. +. @erapi yang dilakukan pada klien stroke: a) Terapi Umum %asaran pengobatan adalah untuk menyelamatkan neuron yang menderita jangan sampai mati dan agar proses patologik lainnya yang menyertai tidak mengganggu2mengan"am fungsi otak. @erapi umum ini terfokus pada ke"ukupan perfusi darah ke otak, dengan mengoptimalkan A46 (Air?ay, 4reathing, 6ir"ulation) dan )4 (4reath, 4lood, 4rain, 4ladder and 4o?el). Dengan ) 4 : b) a. 4reath : ;ksigenasi, pemberian oksigen dari luar 4lood 4rain : Esahakan aliran darah keotak semaksimal mungkin dan pengontrolan tekanan darah pasien : <enurunkan tekanan intra kranial dan menurunkan udema serebri 4ladder : Dengan penasangan D6 4o?el : %aluran pen"ernaan dan pembuangan Terapi Khusus %troke #on 0emoragik

F <emperbaiki perfusi jaringan : .ento'yfilin : 9eotal F %ebagai anti koagulansia : 0eparin, >arfarin, asam transenamat F <elindungi jaingan otak iskemik : #imodipin, pira"etam F Anti udema otak : Deksametason, <anitol F Anti agregasi platelet : golongan asam asetil salisilat (aspirin). b. .engendalian 7aktor 9esiko ". 9ehabilitasi <edik (9<) 9ehabilitasi <edik adalah pemulihan seseorang yang "a"at akibat "edera atau penyakit kepada kemampuan fisik, mental, emosi, sosial, (okasional dan ekonomi yang sebesar-besarnya dan bila mampu berkarya diberi kemampuan untuk mendapatkan pekerjaan yang sesuai. 9< merupakan terapi se"ara multidisipliner yang melihat seorang pasien seutuhnya. 9ehabilitasi pada stroke harus dilakukan sedini mungkin, mobilisasi pada pasien stroke karena emboli dilakukan segera pada 1 hari setelah stroke, sedangkan stroke pada perdarahan dilakukan 2 minggu atau 12 hari setelah stroke. ,(aluasi stroke dari segi 9< meliputi empat ma"am, yaitu : neuromuskuloskeletal, e(aluasi keadaan umum, e(aluasi penampilan fungsi dan e(aluasi psikososial (okasional.

@ahap-tahap 9ehabilitasi : 1. @ahap akut 9ehailitasi harus segera dimulai begitu penderita masuk rumah sakit. .ada saat penderita jatuh koma2ada renjatan, tatalaksana yang menonjol adalah upaya yang bersifat life sa(ing. 4agaimanapun hal-hal sebagai berikut harus tetap diperhatikan : upaya pen"egahan tejadinya kontraktur dan dekubitus, serta tetap melakukan pemeriksaan fisik untuk dapat mengikuti perkembangan penderita se"ara menyeluruh dan men"egah terjadinya atrofi serta meningkatkan kekuatan. 0al yang dapat dilakukan adalah bed-positioning atau ubah baring, bertujuan sebagai pen"egahan terjadinya kontraktur dan dekubitus. 2. @ahap subakut Apabila penderita sudah sadar kembali dan atau sudah mele?ati tahap akut, maka tingkat ketidakmampuan dan kemampuan yang tersisa harus segera die(aluasi. a. 7isioterapi .ada a?alnya dilakukan latihan penguat otot anggota yang sehat, yang terdiri dari progressi(e resistan"e e'er"ise terutama untuk otot-otot yang diperlukan untuk berdiri dan berjalan. ;tot-otot antara lain depressor bahu, ekstensor siku, fleksor dan ekstensor pergelangan tangan, ekstensor dan abdu"tor sendi paha, dan ekstensor lutut. .ada anggota yang lumpuh juga dikerjakan latihan penguatan otot untuk keperuan fungsional. Adapun yang termasuk dalam fisioterapi adalah sebagai berikut: - 5atihan pasif dan aktif .ada a?alnya rehabilitasi aktif dimulai dengan program mobilisasi yang terdiri dari menggerakkan semua sendi pada anggota tubuh yang lumpuh, apabila dipandang mempunyai "ukup kekuatan untuk menggerakkan sendi pada anggota tubuh yang lumpuh, apabila dipandang mempunyai "ukup kekeuatan untuk menggerakkan sendi sampai terjadi range of motion se"ara penuh. 4ila terjadi paralisis maka diperlukan latihan gerak sendi se"ara pasif sampai penderita mampu menggerakkansendinya. - Akti(itas ele(asi Entuk penderita yang terbarig lebih dari satu minggu maka ambulasi terhadapnya harus dilakukan se"ara betahap. 5atihan dimulai dengan meningikan letak kepala se"ara bertahap untuk kemudian di"apai posisi setengah duduk hingga duduk. 5atihan duduk se"ara aktif seringkali memerlukan alat bantu. Apabila penderita sudah mampu duduk sendiri maka upaya berikutnya adalah latihanduduk dengan

tungkai menjuntai disisi tempat tdur, sisi mana yang sesuai dengan anggota gerak yang tidak lumpuh. - 5atihan berdiri Apabila penderita sudah mampu duduk sendiri se"ara aktif segera dimulai latihan berdiri G jangan lupa sebelumnya ukur kekuatan sedi dan otot, jika kekuatan otot nilainya ! atau lebih, pasien baru diijinkan untuk latihan berdiri, selain itu juga perlu dinilai keseimbangan dan koordinasi pasien, jika sudah baik pasie dilatih untuk berdiri. @ekanan darah terlebih dahulu di ukur se"ara seksama dalam posisi berbaring dan duduk tegak untuk memastikan apakah terdapat hipotensi postural. - 5atihan berjalan %egera setelah penderita mampu berdiri dan keseimbangan serta koordinasinya baik, maka penderita dilate untuk berjalan, dengan melatih distribusi berat badan pada kedua tungkai sekaligus melatih keseimbangan dalam berbagai posisi. 5atihan ini dibantu oleh fisioterapis ataupun oleh keluarga penderita. b. @erapi okupasional <engadakn e(aluasi pera?atan diri, dari hal yang sederhana, misalnya kemampuan bergerak ditempat tidur sampai kepada akti(itas yang kompleks misalnya berjalan, mengendarai mobil. ". .etugas so"ial <engadakan sebagainya. d. ;rthotis-prostetis <engadakan e(aluasi pengadaan alat-alat orthoti" (alat bantu) dan prostetik (alat palsu) bersama dokter sesuai dengan "a"atnya. e. f. @erapi bi"ara <elakukan pemeriksaan atau tes-tes pembi"araan dan pendengaran. .sikolog <elakukan e(aluasi psikologis, misalnya reaksi terhadap keadaan "a"atnya, kapasitas intelek, penyesuaian dengan lingkungan sekitarnya. g. !. .era?at rehabilitasi <engadakan e(aluasi tentang pera?atan yang diperlukan bagi penderita. @ahap lanjut ( kronik ) eluarga penderita Dimana terapi ini biasanya dimulai pada akhir stadium subakut. e(aluasi so"ial, keadaan rumahnya, pekerjaannya,

pendidikannya, keadaan ekonomi, penyesuaian diri dengan masyarakat dan

lebih banyak dilibatkan, .%< ( pekerja so"ial medi" ) dan psikolog harus lebih aktif. Apabila penderita sudah dapat berjalan, maka penderita segera diperkenalkan

program AD5 (a"ti(ity of daily li(ing ), yaitu melakukan kegiatan sehari-hari tanpa bantuan orang lain, misalnya berpakaian, makan, dan hygiene. .rogram 9ehabilitasi : .erlu dipahami dengan baik perbedaan antara program rehabilitasi dan program mobilisasi. .rogram mobilisasi merupakan salah satu bagian program rehabilitasi. .rogram rehabilitasi medik dimulai sejak penderita dikonsultasikan, meskipun misalnya masih dalam keadaan tidak sadar. @etapi mobilisasi harus menunggu, yang se"ara garis besar dapat mengikuti pola sebagai berikut : .ada penderita stroke oleh karena thrombosis dan emboli, jika tidak ada komplikasi lain mobilisasi dapat dimulai 2-! hari setelah serangan. Dengan perdarahan subara"hnoid dimulai setelah 2 minggu. %troke oleh karena thrombosis atau emboli pada penderita dengan infark miokardium tanpa komplikasi, program dimulai setelah minggu ke-!. @etapi jika penderita segera menjadi stabil, tdak didapatkan aritmia, mobilisasi yang berhati-hati dapat dimulai pada hari ke-10 .ada Hprogressing strokeI lebih aman untuk menunggu sampai terjadi H"omplete strokeI baru program latihan, meskipun pasif, diberikan jika proses di"urigai berasal dari sistem a."arotis, tunggu 1/-2& jam, jika dari system (ertebrobailar, tunggu sampai+2 jam sebelum memastikan tidak ada progression lagi. .rogram latihan .rogram latihan ditempat tidur. .enderita post stroke, umumya memberikan gejala hemiplegia, sedangkan tetraplegi ataupun monoplegi amat jarang. 5atihan ditempat tidur dimulai dengan pengaturan posisi baring ( positioning ) : penderita diletakkan dalam posisi yang mela?an pola spastisitas yang nantinya timbul. 5atihan duduk. 0arus melalui latihan rolling dulu yaitu terlentang-tengkurapterlentang 5atihan berdiri dan berjalan. <elalui jalur : lying (baring)-rolling-sitting-standing (berdiri). @erkadang dile?ati jalur lain yang lebih panjang : lying (baring)proping(tengkurap) dengan badan disangga, mula-mula oleh kedua siku, kemudian oleh ke-& ekstremitas2Juadripedal-berdiri. @erapi rehabilitasi medik untuk gangguan fungsi luhur pada stroke: 1. emampuan bahasa %ejak a?al spee"h therapist atau trapi ?i"ara sudah diikutsertakan untuk melatih otootot menelan yang biasanya menggaggu pada stadium akut apalagi kalau ada kesulitan bi"ara. .enderita diminta untuk menyebut nama benda di dalam ruangan misalnya dsi, meja, baju, lampu G atau bagian tubuh misalnya hidung, dagu, bahu, G

mengikuti perintah2aba-aba misalnya menunjuk pintu, meja dan mengulang ungakapan. 2. Daya ingat2memori Dua unsur yang harus diteliti yaitu ingatan jangka panjang dan jangka pendek. Entuk ingatan jangka pendek, penderita diminta untukmengulangi angka-angka atau katakata yang diu"apkan oleh si pemeriksa, sedangkan untuk ingatan jangka panjang dengan bertanya pada pasie misalnya tahun lulus %D,%<.,%<A, atau Eni(ersitasG hari ulang tahun sendiri,anak, isri2suami,orang tua. !. ,mosi2kepribadian %tatus emosi dapat dilihat dari reaksi penderita terhadap pertanyaan dokter, tindak tanduknya terhadap orang disekelilingnya atau terhadap perasaan dan keadaan dirinya sendiri. ,mosi akan lebih nyata. arena lesi organi" yang difus mengganggu otak maka keuletan dalm fungsi mental berkurang atau tidak ada lagi sehingga pertimbangan untuk melakukan sesuatu dengan baik tidak ada lagi akibatnya "ontrol emosi menurun seperti mudah tersinggung, mudah marah, ketaktan, "emas, tegang, depresi, sikap bermusuhan, atau dikenal dengan labilitas emosional. &. emampuan kognisi emampuan kognisi ini juga perlu bantuan psikolog. Dengan melakukan mini mental state e'amination (<<%,) yang meliputi !0 pertanyaan sederhana untuk memperkirakan kognisi utama pada oran-orang tua, dilakukan dalam ?aktu 10-1) menit, dapat dikerjakan oleh dokter, pera?at, atau pekerja so"ial tanpa memerlukan latihan khusus. %kor <<%, berkisar 0-!0. ;rang lanjut usia normal menunjukkan skor 2&-!0. Depresi dengan gangguan kognisi mempunyai skor 1-2+. .enderita dengan skor 2& atau kurang,benar-benar menunjukkan gangguan kognisi. ( #ugraheni, 2011) /. .en"egahan stroke:

0indari makanan berlemak, konsumsi makanan sehat dan rendah lemak Cangan meminum al"ohol lebih dari 1 atau 2 kali sehari, lakukan latihan fisik se"ara teratur selama !0 meit sehari jika tidak terjadi kelebihan berat badan dan *0-10 menit jika terjadi kelebihan berat badan.

.eriksa tekanan darah setiap 1 K 2 tahun sekali terrutama jika ada ri?ayat tekanan darah tinggi di keluarga .eriksa kadar kolesterol se"ara rutin. Cika anda berada pada tingkat resiko tinggi stroke, maka kadar 5D5 harus kurang dari 100mg2dl. $kuti pengobatan yang dianjurkan dokter jika tekanan darah tetap tinggi, kadar kolesterol tinggi, ada ri?ayat diabetes dan penyakit jantung.

0indari merokok

@erapi aspirin (/1 mg K 100 mg perhari) mungkin direkomendasikan dalam pen"egahan stroke pada semua laki laki yang memiliki resiko stroke., dan ?anita dengan usia diba?ah *) tahun yang memiliki resiko. 0al ini memungkinkan untuk ?anita diatas usia *) tahun jika tekanan darah mereka dikontrol 1.

dan

keuntungan

lebig

besar

daripada

resiko

perdarahan

gastrointestinal dan otak. (0o"h, 2011) omplikasi yang mungkin: Aspirasi esulitan berkomunikasi 7raktur <alnutrisi ehilangan fungsi otak se"ara permanen ehilangan sensasi atau kemampuan menggerakkan 1 atau lebih bagian tubuh.

<asalah kehilangan kemampuan mobilitas terasuk kontraktur sendi dan sakit akibat tekanan 4erkurangnya kemampuan untuk mera?at diri 4erkurangnya interaksi so"ial ,fek samping pengobatan (0o"h, 2011)