Anda di halaman 1dari 12

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA FISIKA KI-2241

PERCOBAAN B-2
KELARUTAN SEBAGAI FUNGSI SUHU

Disusun oleh:
Mayang Berliana Septiani
10512013
Kelompok 1
AssistenPraktikum:
- Yassarah (20513028)
- Nisrina Rizkia.(10510002)
Tanggal percobaan : Kamis, 27 Februari 2014
Tanggal pengumpulan : Kamis, 6 Maret 2014











LABORATORIUM KIMIA FISIKA
PROGRAM STUDI KIMIA
FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
INSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG
2014


KELARUTAN SEBAGI FUNGSI SUHU

I. TujuanPercobaan
- Menentukan kelarutan asam oksalat pada berbagai suhu
- Menentukan kalor pelarutan diferensial asam oksalat
- Menentukan massa jenis zat yang digunakan

II. Teori Dasar
Kelarutan adalah kemampuan suatu zat kimia tertentu (zat terlarut) untuk larut dalam
sejumlah pelarut. Kelarutan ini dinyatakan dalam jumlah maksimum zat terlarut yang
larut dalam suatu pelarut pada kesetimbangan (larutan jenuh). Faktor-faktor yang
memengaruhi kelarutan diantaranya suhu, dengan meningkatnya suhu maka jumlah zat
yang bisa melarut pun semakin meningkat. Pengadukan membuat molekul-molekul zat
lebih kecil sehingga permukaannya lebih luas yang menyebabkan semakin larut.
Tekanan, cukup berpengaruh jika zat berupa gas, jika tekanan gas lebih di atas larutan
lebih tinggi, maka akan lebih banyak gas yang melarut.Kemudian kepolaran zat juga
berpengaruh, likes dissolve likes.
Kelarutan sebagai fungsi suhu, maka kelarutan bergantung pada suhu. Ketika suhu
dinaikkan kelarutan meningkat, sedingkan ketika suhu diturunkan kelarutan akan
menurun. Terdapat suatu hubungan antara tetapan kesetimbangan suatu proses dengan
suhu pada tekanan tetap, diungkapkan oleh van Hoff :
[

]p =



IV. Data Pengamatan
- Suhu ruang = 24,5
o
C
-






Tabel 1 Massa piknometer dan piknometer+zat

Zat massa(gram)
Piknometer Kosong 28.33
Piknometer + aqua DM 60.06
Piknometer + H
2
C
2
O
4
60
o
C 60.40
Piknometer + H
2
C
2
O
4
55
o
C 60.40
Piknometer + H
2
C
2
O
4
50
o
C 60.41
Piknometer + H
2
C
2
O
4
45
o
C 60.39
Piknometer + H
2
C
2
O
4
40
o
C 60.38
Piknometer + H
2
C
2
O
4
35
o
C 60.31

Tabel 2 Titrasi asam basa

Larutan
Volume (mL)
Titrasi I TItrasi II
H
2
C
2
O
4
60
o
C 26.7 26.6 26.65
H
2
C
2
O
4
55
o
C 26.1 26 26.05
H
2
C
2
O
4
50
o
C 27.2 27 27.1
H
2
C
2
O
4
45
o
C 25.8 25.8 25.8
H
2
C
2
O
4
40
o
C 24.3 24.3 24.3
H
2
C
2
O
4
35
o
C 19.3 19.3 19.3


V. Pengolahan Data
1. Penentuan volume piknometer




2. Penentuan asam oksalat berbagai suhu


Penentuan

= 1.0078 g/mL

Menggunakan perhitungan yang sama akan didapat nilai rapat jenis asam oksalat
pada berbagai suhu sebagai berikut :

(gram mL
-1
)
60 1.0078
55 1.0078
50 1.0081
45 1.0075
40 1.0072
35 1.0050

3. Penentuan konsentrasi larutan jenuh
a. Konsentrasi larutan jenuh oksalat
- M NaOH = 0.4955 M
H
2
C
2
O
4 +
2 Na
2
C
2
O
4
+ 2H2O
Mol H
2
C
2
O
4 =


mol NaOH
2 x 10/100 x M H
2
C
2
O
4 x
V H
2
C
2
O
4
= M NaOH x V NaOH
M H
2
C
2
O
4 =




[Oksalat 60
o
C] =





Dengan menggunakan perhitungan yang sama didapat,
Suhu(
o
C) Konsentrasi (M)
60 2.6410
55 2.5815
50 2.6856
45 2.5568
40 2.4081
35 1.9126

b. Massa 100 mL larutan oksalat
m
oksalat
(60
o
C) = 100 mL x Oksalat 60
o
C
= 100 mL x 1,0078 g/mL
= 100.78 gram

Dengan menggunakan perhitungan yang sama didapat,
Suhu(
o
C) Massa (g)
60 100.78
55 100.78
50 100.81
45 100.75
40 100.72
35 100.50

c. Massa 90 mL air
m
air
= 90 mL x air (pada suhu ruang)
m
air
= 90 mL x 0,997171 g/mL
m
air
= 89,74 gram

d. Massa 10 mL larutan oksalat jenuh
Massa (50
o
C) = (b) (c)
= 100.78 g 89,74 g
= 11.04 gram





Dengan menggunakan perhitungan yang sama didapat,
Suhu(
o
C) Massa as.oksalat (g)
60 11.04
55 11.04
50 11.07
45 11.01
40 10.98
35 10.76

e. Massa asam oksalat dalam 10 mL larutan jenuh
Massaoksalat (60
o
C) =

x [oksalat jenuh] x Mr Oksalat


=

x 2,6410 M x 90,03 g/mol


= 2.3777 gram

Dengan cara yang sama akan diperoleh data sebagai berikut,
Suhu(
o
C) Massa as.oksalat (g)
60 2.3777
55 2.3241
50 2.4178
45 2.3018
40 2.1680
35 1.7219

f. Massa pelarut dalam 10 mL larutanjenuh
Massa (60
o
C) = (d) (e)
= 11.04 g 2.3777
= 8.6623 gram

Dengan cara yang sama akan diperoleh data sebagai berikut,
Suhu(
o
C) massapelarut (g)
60 8.6623
55 8.7159
50 8.6522
45 8.7082
40 8.8120
35 9.0381


g. Kelarutan (Molal)
Molal( 60
o
C) =

x [oksalat jenuh] x

x 2,4759 M x



= 3.0488 molal
Dengan cara yang sama akan diperoleh data sebagai berikut,

Suhu(
o
C) molalitas
60 3.0488
55 2.2500
50 2.3236
45 2.2265
40 2.1220
35 1.7286

4. Penentuan Entalpi pelarutan H
ps

Log


=


Tf= 55
o
C dan Ti=60
o
C
Log


=



-0.1319 =H
ps
x (-2.3908x 10
-6
)
H
ps
= 55169.22 J.mol
-1

Dengan cara yang sama akan diperoleh data sebagai berikut,

Suhu larutan
H
ps
(J.mol
-1
)
Ti (
o
C) Tf (
o
C)
60 55 55169.22
55 50 -4970.81
50 45 7276.71
45 40 7928.09
40 35 29866.03



H
ps rata-rata
=


= 19053.85 J.mol
-1
= 19.053 KJ.mol
-1

5. Grafik Penentuan kalor diferensial
Log m 1/T (1/K)
0.4841 1/333
0.3521 1/328
0.3665 1/323
0.3476 1/318
0.3267 1/313
0.2377 1/308

Maka didapatkan grafik


y = -776,87x + 2,8778
R = 0.799
0.00295
0.003
0.00305
0.0031
0.00315
0.0032
0.00325
0.0033
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6
l
o
g

m

1/T (1/K)
Grafik Penentuan Kalor Diferensial
1/T
Linear (1/T)
y = bx + a
b= -



-776,87= -



H
DS
= 776,87x 2.303 x 8.314
H
DS
= 14874,97 J/mol

H
DS
= 14,874 KJ/mol
Jika data ke-2 dihilangkan didapatkan grafik,
Log m 1/T
0.4841 0.003
0.3665 0.0031
0.3476 0.00314
0.3267 0.00319
0.2377 0.00325


y = bx + a
b= -



-921,5= -



H
DS
= 921.5x 2.303 x 8.314
H
DS
= 17644.24 J/mol

H
DS
= 17.644 KJ/mol
y = -921,5x + 3,243
R = 0.949
0.00295
0.003
0.00305
0.0031
0.00315
0.0032
0.00325
0.0033
0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6
l
o
g

m

1/T (1/K)
Grafik Penentuan Kalor Diferensial

1/T
Linear (1/T)
VII. Kesimpulan
- kelarutan asam oksalat pada berbagai suhu
Suhu(
o
C) molalitas
60 3.0488
55 2.2500
50 2.3236
45 2.2265
40 2.1220
35 1.7286

- kalor pelarutan diferensial asam oksalat
Menggunakan persamaan H
ps
= 19,053 KJ/mol
Menggunakan regresi linear H
ps
(6 data)= 14,874 KJ/mol

- massa jenis zat yang digunakan

(gram mL
-1
)
60 1.0078
55 1.0078
50 1.0081
45 1.0075
40 1.0072
35 1.0050


VIII. DaftarPustaka
- Atkins, P.W. 1999. Kimia FisikaJilid 1 Edisi ke-4. Jakarta: Penerbit Erlangga. hal
53-64.
- F.Daniel.Experimental Physical Chemistry.7
th
Ed,McGraw-Hill, New York. Page
19.
- R. Lide, David. 2004. CRC Handbook of Chemistry and Physics. New York :National
Institute of Standards and Technology. Page : 989.



IX. Lampiran
Data nilai untuk berbagai suhu:
Density of Water (g/mL) vs. Temperature (C)
(fromHandbook of Chemistry and Physics, 53rd Edition, p. F4)

Whole degrees are listed down the left hand side of the table, while tenths of a
degree are listed across the top. So to find the density of water at say 24,5 C, you
would first find the whole degree by searching down the left hand
column until you reach '24'. Then you would slide across that row until you reach the
column labeled '0.5'. The density of water at 24,5 C is 0.997171 g/mL.
0.0 0.1 0.2 0.3 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9
22 0.997770 0.997747 0.997724 0.997701 0.997678 0.997655 0.997632 0.997608 0.997585 0.997561
23 0.997538 0.997514 0.997490 0.997466 0.997442 0.997418 0.997394 0.997369 0.997345 0.997320
24 0.997296 0.997271 0.997246 0.997221 0.997196 0.997171 0.997146 0.997120 0.997095 0.997069
25 0.997044 0.997018 0.996992 0.996967 0.996941 0.996914 0.996888 0.996862 0.996836 0.996809
26 0.996783 0.996756 0.996729 0.996703 0.996676 0.996649 0.996621 0.996594 0.996567 0.996540
27 0.996512 0.996485 0.996457 0.996429 0.996401 0.996373 0.996345 0.996317 0.996289 0.996261
28 0.996232 0.996204 0.996175 0.996147 0.996118 0.996089 0.996060 0.996031 0.996002 0.995973
29 0.995944 0.995914 0.995885 0.995855 0.995826 0.995796 0.995766 0.995736 0.995706 0.995676
30 0.995646 0.995616 0.995586 0.995555 0.995525 0.995494 0.995464 0.995433 0.995402 0.995371
A.
(Updated by C.R. Snelling, 6/14/08)













Jawaban pertanyaan :
1. Jika pelarutan suhu larutan bertambah dari sebelumnya, berarti prosesnya akan
mengkasilkan kalor. Prosese pelarutan yang menghasilkan kalor disebut proses
eksoterm. Contohnya adalah kapur didalam air. Kenaikan suhu akan mengurangi
jumlah zat yang dilarutkan. Hal ini berbeda dengan reaksi endoterm, penurunan
suhu akan menambah jumlah zat yang dapat dilarutkan.
2.
} }
A
=
2
1
2
ln
T
T
RT
H
dT
m d

} }
A
= dT
RT
H
m d
T
T
2
1
2
ln
dT
T
CT BT A
R
m
T
T
}
+ +
=
1
2
2
1
ln
}
+ + =
T
T
CT BT AT
R
m
1
2
1
ln
2
1
ln
1
ln
T
T
CT T B
T
A
R
m
(

+ + =
( )
1 2
2
1
ln
1
ln T T C
T
T
B
T
A
T
A
R
m + +
(

+ =
| |
1 2
1
2
1 2
1 2
ln ln T T
R
C
T
T
R
B
T T
T T
R
A
m + +
(