Anda di halaman 1dari 14

Contoh Askep Individu Termoregulasi Analisa Data Data DO: suhu 37,9 C, RR: 23x/mnt, TD: 100/60mmHg, tangan

teraba hangat,tampak lemah terbaring di tempat tidur DS:DO: BB 30 kg, tampak sangat kurus, tampak lemah terbaring di tempat tidur DS: petugas di panti hanya memberi bubur beras tanpa lauk 2x sehari DO: bibir dan kulit kering, BB 30 kg DS: Ketika diberikan minuman klien tersedak dan batuk-batuk Diagnosa Keperawatan Hipertermia Tindakan Keperawatan NOC (hasil yang diharapkan): Dalam ...x 24 jam, klien: Mengetahui hal- hal yang dapat menyebabkan gangguan hipertermia Dapat mempertahankan suhu yang optimal secara mandiri Menunjukkan penurunan suhu NIC (tindakan keperawatan) Tindakan Identifikasi penyebab utama timbulnya gangguan pada klien Catat perkembangan usia klien Rasional Apakah produksi panas yang berlebihan didapat dari menggigil, demam atau penyakit kronis Lansia memiliki faktor resiko seperti sirkulasi cairan yang rendah, kelenjar keringat yang tidak efektif, perubahan pada kulit karena proses penuaan, dan penyakit kronis Untuk mengetahui apakah suhu tubuh klien mengalami peningkatan atau penurunan Pengeluaran urine terganggu mungkin disebabkan karena dehidrasi, muntah dan diare Suhu ruangan sangat mempengaruhi suhu tubuh Antipiretik untuk menurunkan suhu tubuh apabila demam Agar tidak terjadi dehidrasi Membantu mempercepat pengeluaran panas Masalah Keperawatan Hipertermi

Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh

Kekurangan volume cairan

Monitor selalu suhu tubuh klien Monitor dan catat pengeluaran cairan (urine)

Atur suhu ruangan atau lingkungan sekitar agar tetap normal (sekitar 240C) Kolaborasi pemberian antipiretik Tingkatkan asupan cairan klien Modifikasi lingkungan seperti menyarankan

klien memakai pakaian yang pendek dan tipis Berikan tindakan tepid water sponge Kompres di titik- titik tertentu seperti di kepala, aksila, dan lekukan ekstrimitas Pastikan keamanan klien dan anjurkan klien untuk beristirahat Evaluasi: Hipertermi klien dapat teratasi

tubuh Membantu mempercepat pengeluaran panas tubuh Menurunkan suhu tubuh melalui proses konduksi dekat pembuluh darah yang besar Mengurangi metabolisme tubuh agar tidak terlalu terjadi peningkatan suhu

Contoh Askep Keluarga Termoregulasi A. Analisa Masalah Data DO/DS Usia 65 tahun Peningkatan frekuensi nadi Nenek menggunakan baju hangat dan kaos kaki padahal sudah jam 11 dan tidak hujan Masalah Risiko Kekurangan Volume Cairan

B. Scoring Diagnosa Risiko Kekurangan Volume Cairan No Kriteria Skor Bobot Jumlah Sifat masalah 1 Skala: 3 1 1/3 x 1=1/3 Tidak/kurang sehat 2 Ancaman 1 Keadaan sejahtera 2 Kemungkinan masalah dapat diubah: 2 2 2/2 x 2=2 Mudah 1 Sebagian 0 Tidak dapat 3 Potensi masalah untuk dicegah: 3 3 3/3 x 1=1 Tinggi 2 Cukup 1 Rendah 4 Menonjolnya masalah: 2 0 0/2 x 1=0 Berat, segera 1 Ada masalah tapi tak perlu segera ditangani 0 Masalah tak dirasakan

Pembenaran Nenek B sudah lansia sehingga birisiko mengalami kekurangan cairan Keluarga Nenek B merawat nenek dengan baik Keluarga perlu memperhatikan kebutuhan cairan nenek B Kondisi nenek B belum ditemukan data yang menunjukan nenek kekurangan

cairan Jumlah 3 1/3

C. Rencana Asuhan Keperawatan Keluarga Diagnosa Tujuan Evaluasi keperawatan Umum Khusus Kriteria Standar Risiko Setelah Setelah kekurangan dilakukan dilakukan volume tindakan tindakan cairan pada keperawatan keperawatan Nenek B selama 5 selama 2x 45 minggu menit, keluarga diharapkan mengetahui nenek B tentang hal-hal dapat terkait menurunkan kekurangan risiko volume cairan: kekurangan volume cairan. Kognitif Risiko kekurangan Keluarga volume cairan mampu adalah suatu menjelaskan keadaan individu mengenai rentan terhadap risiko kekurangan cairan kekurangan di vaskuler, seluler, volume cairan atau intraseluler.

Rencana tindakan

Kognitif Keluarga mampu menjelaskan faktor yang mempengaruhi kebutuhan volume cairan

Faktor-faktor yang mempengaruhi kebutuhan, antara lain keadaan hipermetabolik, medikasi seperti penggunaan diuretik, kehilangan cairan yang tidak normal, lansia,

Diskusikan dengan keluarga tentang kekurangan volume cairan Beri kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kembali hal- hal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan Berikan penguatan yang positif dengan cara memuji Diskusikan dengan keluarga tentang faktor risiko kekurangan volume cairan Beri kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kembali hal- hal

imobilitas fisik, defisiensi pengetahun mengenai kebutuhan cairan, berat badan ekstrem, kehilangan banyak cairan, contohnya diare. Keluarga mampu menjelaskan tanda dan gejala kekurangan volume cairan pada lansia agar keluarga dapat waspada. Kognitif Tanda dan gejala kekurangan volume cairan pada lansia adalah nadi cepat dan lemah, peningkatan suhu tubuh, tekanan darah menurun, letargi, oliguri, frekuensi napas meningkat, membran mukosa kering, mata cekung, turgor kulit menurun, dan kehilangan berat badan dengan cepat

Keluarga mampu menjelaskan cara mengurangi faktor risiko kekurangan volume cairan

Kognitif

Cara mengurangi faktor risiko kekurangan volume cairan ialah dengan menjaga keseimbangan intake dan output cairan lansia, membuatkan jadwal rutin minum lansia, menjaga asupan nutrisi.

yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan Berikan penguatan yang positif dengan cara memuji Diskusikan dengan keluarga tentang tanda dan gejala kekurangan volume cairan Beri kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kembali hal- hal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan Berikan penguatan yang positif dengan cara memuji Diskusikan dengan keluarga tentang cara mengurangi faktor risiko kekurangan volume cairan Beri kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kembali hal- hal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan Berikan penguatan yang

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 45 menit keluarga mampu mengambil keputusan intervensi yang tepat untuk menurunkan faktor risiko kekurangan volume cairan

Afektif

Keluarga secara verbal mengatakan akan merawat lansia dengan resiko kekurangan volume cairan dengan cara-cara yang telah diajarkan oleh perawat.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 60 menit, keluarga mampu merawat nenek B dengan cara membuatkan jadwal rutin lansia untuk minum

Psikomotor Keluarga dapat membuatkan jadwal minum untuk lansia 5 gelas per hari dan membantu lansia untuk mematuhi jadwal tersebut.

positif dengan cara memuji Tanyakan kepada keluarga keinginan untuk merawat lansia dengan risiko kekurangan volume cairan Fasilitasi keluarga dalam membuat keputusan terkait Perawatan lansia Motivasi keluarga untuk merawat anggota keluarga yang berisiko dehidrasi Beri penguatan atas pencapaian keluarga. Mengajarkan kepada keluarga cara memonitor intake dan output cairan. Beri kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kembali hal- hal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan Berikan penguatan yang positif dengan cara memuji

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 60 menit, keluarga mampu mengkondisikan

Psikomotor Keluarga dapat Mengajarkan membantu kepada keluarga menentukan dan cara mengkondisi mengawasi jadwal lingkungan lansia rutin minum untuk dengan jadwal lansia walaupun rutin lansia belum merasa Beri kesempatan haus.

lingkungan untuk menurunkan risiko kekurangan volume cairan

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 60 menit keluarga mampu memanfaatkan fasilitas kesehatan untuk mengatasi risiko kekurangan volume cairan

Kognitif

Manfaat dari posbindu, antara lain memberikan informasi terkait kesehatan lansia seperti kebutuhan cairan dan asupan nutrisi yang baik untuk lansia

kepada keluarga untuk menanyakan kembali hal- hal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi penjelasan Berikan penguatan yang positif dengan cara memuji Diskusikan dengan keluarga tentang posbindu Beri kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kembali hal- hal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan Berikan penguatan yang positif dengan cara memuji

Contoh Askep Keluarga Seksualitas . Data Masalah Keperawatan DO : Nenek K dan Bapak K mersakan bahwa Kesiapan untuk meningkatkan religiositas ini adalah fase trakhir dalam kehidupan mereka, suka duka kehidupan sudah mereka lewati bersama. Mereka berdua tinggal meningkatkan ibadah kepada Alloh. DS : DS : Nenek K bersyukur walaupun Kesiapan untuk meningkatkan konsep diri rahimnya diangkat tapi saat ini masih diberikan kesehatan, telah mampu memberikan 4 anak buat suaminya dan masih bisa tetap berada disamping suaminya. DO :1. Dx : Kesiapan untuk meningkatkan religiositas. No. Kriteria 1. Sifat masalah: Aktual (3), Resiko tinggi (2), Potensial (1) 2. Kemungkinan diubah: Mudah (2), Sebagian (1), Tidak dapat(0) 1/2 x 2 1 Perhitungan 3/3x 1 Skor 3/3 Pembenaran Nenek K dan Bapak K mengatakan hanya tinggal meningkatkan ibadah kepada Alloh. Bapak K hanya ingin bersama istrinya dihari tua sekarang.

3.

Kemungkinan dicegah: Tinggi (3), Cukup (2), Rendah (1)

2/3 x 2

4/3

4.

Menonjolnya masalah: Segera (2), Tidak perlu (1), Tidak dirasakan (0) Total Skor

2/2 x 0

Saat ini keduamya mersakan banhwa ini adalah fase trakhir dalam kehidupan mereka, suka duka kehidupan sudah mereka lewati bersama Ibu K bersyukur walaupun rahimnya diangkat tapi saat ini masih diberikan kesehatan

1 7/3

2. Dx : Kesiapan untuk meningkatkan konsep diri pada nenek K. No. Kriteria Perhitungan Skor Pembenaran

1.

Sifat masalah: Aktual (3), Resiko tinggi (2), Potensial (1)

3/3x 3

Nenek K mengatakan bersyukur walaupun rahimnya diangkat tapi saat ini masih diberikan kesehatan. Bapak K tidak Mempermasalahkan kondisi istrinya yang sudah diangkat rahimnya, Bapak K hanya ingin bersama istrinya dihari tua sekarang.

2.

Kemungkinan diubah: Mudah (2), Sebagian (1), Tidak dapat(0)

1/2 x 1

1/2

3.

Kemungkinan dicegah: Tinggi (3), Cukup (2), Rendah (1)

2/3 x 1

2/3

4.

Menonjolnya masalah: Segera (2), Tidak perlu (1), Tidak dirasakan (0)

2/2 x 0

Saat ini keduamya mersakan banhwa ini adalah fase trakhir dalam kehidupan mereka, suka duka kehidupan sudah mereka lewati bersama Satu bulan yang lalu Ibu K baru saja dioperasi karena adamya kaker leher rahim. Ibu K bersyukur walaupun rahimnya diangkat tapi saat ini masih diberikan kesehatan, telah mampu memberikan 4 anak buat suaminya dan masih bisa tetap berada disamping suaminya.

Total Skor

3 7/6

Diagnosa Keperawatan Kesiapan untuk meningkatkan konsep diri Nenek K

Tujuan Umum Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 6 minggu diharapkan nenek K dapat meningkatkan konsep dirinya Khusus Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x45 menit, keluarga mengenali konsep diri nenek K Kriteria

Evaluasi Standar

Rencana Tindakan

Keluarga mampu Kognitif menjelaskan pengertian konsep diri.

Keluarga mempu Kognitif menjelaskan komponen-komponen konsep diri

Keluarga

mempu Kognitif

Konsep diri adalah Diskusikan dengan pengetahuan seseorang keluarga tentang tentang dirinya pengertian konsep diri. (Wigfield & Karpathian Beri kesempatan kepada 1991 dalam Potter & keluarga untuk Perry, 2005) menanyakan kembali halhal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan. Berikan penguatan yang positif dengan cara memuji Mampu menyebutkan Diskusikan dengan minimal 3 komponen keluarga tentang hal-hal konsep diri : Yaitu ada yang mempengaruhi identitas diri, citra konsep diri. tubuh, harga diri. Beri kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kembali halhal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan. Berikan penguatan yang positif dengan cara memuji. Hal-hal yang Diskusikan bersama

menjelaskan hal-hal yang mempengaruhi komponen konsep diri

mempengaruhi komponen konsep diri :

Gangguan konsep diri antara laian:Gangguan citra tubuh, harga diri rendah, ketidakberdayaan.

Keluarga mampu Kognitif menjelaskan gangguan konsep diri.

Keluarga secara verbal mengatakan akan membantu klien mengantisipasi perubahan perkembangan dan perubahan situasional yang dapat

Setelah dilakukan Afektif tindakan keperawatan selama 1x45 menit keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat terkait peningkatan konsep diri.

keluarga hal-hal yang mempengaruhi konsep diri. Beri kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kembali halhal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan. Berikan penguatan yang positif dengan cara memuji. Diskusikan bersama keluargaapa saja gannguan konsep diri. Beri kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kembali halhal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan Berikan penguatan yang positif dengan cara memuji. Tanyakan kepada keluarga keinginan untuk membantu anggota keluarga untuk meningkatkan koksep diri. Fasilitasi keluarga dalam membuat keputusan

mempengaruhi performa peran dan harga diri.

terkait cara untuk meningkatkan konsep diri. Motivasi keluarga untuk membantu anggota keluarga dalam upaya meningkatkan konsep diri.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x60 menit, keluarga mampu meningkatkan konsep diri pada nenek K dengan cara: Keluarga mampu Psikomotor melakukan diskusi untuk melatih perilaku anggota keluarga untuk meningkatkan kepercayaan diri

Keluarga mampu Psikomotor mengajarkan keterampilan perilaku positif melalui bermain peran

Cara meningkatkan Mengajarkan kepada kepercayaan diri: keluarga cara untuk meningkatkan konsep diri. Menyebutkan hal-hal positif Beri kesempatan kepada yang dimiliki. keluarga untuk menanyakan kembali hal Menyebutkan keberhasilanhal yang kurang dipahami. keberhasilan Motivasi keluarga untuk yang pernah mengulangi kembali dicapai. penjelasan yang diberikan. Menyuruh klien Berikan penguatan yang untuk posisi dengan cara mengungkapkan memuji. bagian-bagian tubuhnya yang disukai. Mengajarkan Diskusikan dengan klien untuk keluarga tentang perilaku bermain peran. positif melalui bermain Bermain peran peran. membuat klien Berikan penguatan yang akan lebih positif dengan cara

merasa dirinya sebagai peran yang sekarang sedang dilakoni dalam kehidupan nyata. Diagnosa Keperawatan Kesiapan untuk meningkatkan religiositas pada nenek K Tujuan Umum Khusus Setelah dilakukan Setelah dilakukan tindakan keperawatan tindakan keperawatan selama 6 minggu selama 2x45 menit, diharapkan nenek K keluarga mampu dapat meningkatkan mengetaui cara untuk konsep dirinya meningkatkan religiositas pada nenek K Keluarga mampu menjelaskan pengertian religiositas. Evaluasi Standar

memuji.

Rencana Tindakan

Kriteria

Kognitif

Religiositas sama sepiritualitas yaitu sikap sesorang yang meyakini terhadap Tuhan dan peduli sesama.

Diskusikan dengan keluarga tentang pengertian religiositas. Beri kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kembali hal-hal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan Berikan penguatan yang positif dengan cara memuji.

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1x 45 menit keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat dalam upaya peningkatan religiositas pada nenek K.

Afektif

Keluarga secara verbal mengatakan akan membantu nenek K dalam upaya peningkatan religiositas

Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x60 menit, keluarga mampu membantu nenek K dalam meningkatkan religiositas. Psikomotor Keluarga mampu memfasilitasi partisipasi praktik keagamaan seperti mengikuti pengajian, naik haji, umrah,.

Dukungan spiritual yaitu membantu anggota keluarga untuk merasa keseimbangan dan terhubungkan dengan yang maha kuasa

Tanyakan kepada keluarga keinginan untuk membantu nenek K. Motivasi keluarga untuk membantu nenek K dalam peningkatan religiositas. Beri penguatan atas pencapaian keluarga. Diskusikan dengan keluarga tentang cara-cara ataupun kegiatan yang bisa meningkatkan religiositas. Beri kesempatan kepada keluarga untuk menanyakan kembali hal-hal yang kurang dipahami. Motivasi keluarga untuk mengulangi kembali penjelasan yang diberikan.