Anda di halaman 1dari 7

11 APRIL 2014

PEMBUATAN [Ni (DMG)2] (NIKEL DIMETILGLIOKSIM) Siti Masitoh 1112016200006 M. Ikhwan Fillah, Indah Desi Permana

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN ILMU PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014

ABSTRAK
Nikel adalah logam putih perak yang keras. Nikel bersifat liat, dapat ditempa dan sangat kukuh. Logam ini melebur pada 1455oC, dan bersifat sedikit magnetis. Praktikum kali ini mengenai pembuatan [Ni (DMG)2], di mana dalam praktikum kali ini dilakukan pembuatan [Ni (DMG)2] tersebut dari larutan nikel dan larutan DMG. Pembuatan kompleks [Ni (DMG)2] ini harus dilakukan dalam suasan basa, karena jika tidak dalam suasanan

JURNAL KIMIA ANORGANIK II

Page 1

11 APRIL 2014

basa maka kompleks [Ni (DMG)2] tidak akan terbentuk, maka dalam praktikum ini perlu ditambahkan dengan NH4OH. Persamaan reaksi yang terjadi selama proses pembuatan adalah [Ni (H2O)6] 2+ (aq) + 2 DMGH(aq) + 2 OH- [Ni (DMG)2](s) + 8 H2O(l)

Berdasarkan data hasil praktikum didapat kadar [Ni (DMG)2] dalam sampel adalah sebesar 3,3214 %. Sedangkan massa nikel dalam sampel adalah sebanyak 0.0057 gram.

PENDAHULUAN
Nikel adalah logam putih perak yang keras. Nikel bersifat liat, dapat ditempa dan sangat kukuh. Logam ini melebur pada 1455oC, dan bersifat sedikit magnetis (Vogel, 280: 1985). Nikel merupakan salah satu logam yang banyak digunakan untuk industri electroplating. Penggunaan nikel secara berkala dan terus menerus dalam industri tersebut akan menimbulkan dampak terhadap pencemaran lingkungan, terutama air (Riska Sartika Sari, 1). Senyawa koordinasi adalah salah satu senyawa yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Senyawa ini terbentuk karena adanya ikatan antara ligan yang berperan sebagai donor pasangan elektron (basa lewis) dengan ion pusat (logam) yang berperan sebagai akseptor pasangan elektron (asam lewis) (Nur Chamimmah Lailis, 1). Kajian dan penelitian tentang sintesis senyawa koordinasi juga semakin beragam. Salah satunya adalah penelitian tentang senyawa kompleks sebagai katalis. Dari beberapa penelitian telah dilaporkan bahwa senyawa kompleks nikel telah terbukti dapat digunakan pada proses katalitik dalam beberapa reaksi organik seperti reaksi karbonilasi etanol menjadi asam propionat yang menggunakan katalis senyawa kompleks [Ni(isoquinoline)4]Cl2 (Nur Chamimmah Lailis, 1). Senyawa kompleks yang bisa dijadikan sebagai katalis harus memiliki sifat yang stabil. Salah satu senyawa kompleks yang sangat stabil adalah senyawa kompleks yang membentuk khelat (Nur Chamimmah Lailis, 2). Ion logam dalam kompleks itu disebut atom pusat, dan gugusnya yang terikat pada atom pusat disebut ligan. Banyaknya ikatan yang dibentuk oleh atom logam pusat disebut bilangan koordinasi logam itu (Underwood, 202: 1986).
JURNAL KIMIA ANORGANIK II Page 2

11 APRIL 2014

Reaksi dengan mana kompleks itu terbentuk dapatlah dianggap sebagai suatu asam-basa lewis dengan ligan bertindak sebagai basa, dengan menyumbangkan sepasang elektronnya kepada kation, yang merupakan asamnya. Ikatan yang terbentuk antara atom logam pusat dan ligan sering bersifat kovalen, namun dalam beberapa kasus antara itu dapat berupa tarik-menarik Coulomb (Underwood, 202: 1986). Suatu ion (atau molekul) kompleks terdiri dari satu atom (ion) pusat dan sejumlah ligan yang terikat erat dengan atom (ion) pusat itu. Jumlah relatif komponen-komponen ini dalam kompleks yang stabil Nampak mengikuti stoikiometri yang sangat tertentu, meskipun ini tak dapat ditfsirkan di dalam lingkup konsep velnsi yang klasik. Atom pusat ini ditandai oleh bilangan koordinasi, suatu angka bulat, yang menunjukkan jumlah ligan (monodentat) yang dapat membentuk kompleks yang stabil dengan satu atom pusat (Vogel, 95: 1979). Ligan adalah spesies yang memiliki atom (atau atom-atom) yang dapat menyumbangkan sepasang elektron pada ion logam pusat pada tempat tertentu dalam lengkung koordinasi. Sehingga, ligan merupakan basa Lewis dan ion logam adalah asam Lewis (Petrucci, 183: 1987).

BAHAN DAN METODE


a. Alat dan bahan 1. Gelas kimia 2. Pipet tetes 3. Gelas ukur 4. Corong 5. Statif + ring 6. Water bath 7. Oven 8. Desikator 9. Neraca analitik 10. Penjepit besi 11. Porselen
JURNAL KIMIA ANORGANIK II Page 3

11 APRIL 2014

12. Thermometer 13. Kertas saring 14. Larutan Ni 15. DMG 16. NH4OH b. Metode 1. Masukkan 3 ml larutan Ni ke dalam gelas kimia, lalu panaskan hingga 70oC 2. Tambahkan dengan DMG sebanyak 2 ml 3. Tambahkan NH4OH sebanyak 2 tetes, lalu panaskan selama 30 menit 4. Saring endapan, lalu oven selama 30 menit dengan suhu antara 110-120oC 5. Masukkan ke dalam desikator selama 10 menit, lalu timbang 6. Oven kembali selama 15 menit dan desikator selama 5 menit dan timbang 7. Lakukan lanngkah 6 hingga berat sampel konstan.

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil pengamatan Ketika larutan Ni yang telah dipanaskan dan ditambahkan dengan DMG, kemudian terbentuk endapan merah. Lalu ditambhahkan dengan NH4OH agar suasananya menjadi basa dan panaskan kembali selama 30 menit Setelah dilakukan penyaringan dan pemanasan sebanyak 3 kali hasil [Ni (DMG)2] dari hasil praktikum adalah sebesar 62,2254 gram.

Dari hasil percobaan yang kami lakukan, didapatkan data-data sebagai berikut: Massa kertas saring Massa cawan porselen kosong
JURNAL KIMIA ANORGANIK II

0.6362 gram 61.6057 gram


Page 4

11 APRIL 2014

Massa awal sampel Porselen + sampel I Porselen + sampel II

62,2489 gram 62. 2284 gram 62.2254 gram

Sampel yang diperoleh dari pemanasan I = 62,2419 - 62. 2284 = 0,0135 gram Sampel yang diperoleh dari pemanasan II = 62,2419 - 62.2254 = 0,0165 gram Rata-rata sampel yang diperoleh = Reksi yang terjadi yaitu: [Ni (H2O)6] 2+ (aq) + 2 DMGH(aq) + 2 OH- Mencari massa Ni (H2O) 0.02 = X [Ni (DMG)2](s) + 8 H2O(l) = 0.0150 gram

0.02=

= 0.0057 gram

Faktor gravimetri =

=
Mencari kadar nikel %Ni = = = 3,3214 %

= 0.62

x 100 % x 100 %

JURNAL KIMIA ANORGANIK II

Page 5

11 APRIL 2014

Pembahasan Praktikum kali ini mengenai pembuatan [Ni (DMG)2], di mana dalam praktikum kali ini dilakukan pembuatan [Ni (DMG)2] tersebut dari larutan nikel dan larutan DMG. Pembuatan [Ni (DMG)2] ini harus dilakukan dalam keadaan basa agar terbentuk

kompleks [Ni (DMG)2], jika tidak dalam keadaan basa maka tidak akan terbentuk kompleks [Ni (DMG)2], maka dalam pembuatannya harus ditambahkan dengan larutan yang bersifat basa, di mana dalam praktikum kali ini ditambahkan dengan NH4OH. Warna yang dihasilkan dari kompleks [Ni (DMG)2] ini adalah warna merah. Warna merah ini dipengaruhi oleh banyakmya ligan, kekuatan ligan dan banyaknya jumlah elektron pada atom pusat. Warna yang dapat dilihat oleh mata merupakan warna yang diteruskan oleh cahaya. Dalam penentuan kadar Ni dalam praktikum ini dilakukan dengan metode gravimetri, karena dalam pengukurannya dilakukan dengan cara penimbangan sampel yang telah melalui pemanasan beberapa kali agar berat sampel konstan. Dalam praktikum ini, pemanasan dilakukan sebanyak dua kali dan massa sampel sudah konstan. Proses pemanasan ini dilakukan untuk mengetahui kadar nikel yang terkandung dalam sampel, pemanasan dilakukan untuk menguapkan nikel dalam larutan. Dengan menguapnya nikel masa massa sampel akan berkurang dan mkadar nikel dalam sampel akan dapat dihitung. Berdasarkan data hasil pengamatan yang telah dilakukan, kadar nikel dalam sampel adalah sebanyak 3,3214 %.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum mengenai pembuatan kompleks [Ni (DMG)2] yang telah dilakukan, maka didapat beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Nikel adalah logam putih perak yang keras. Nikel bersifat liat, dapat ditempa dan sangat kukuh. Logam ini melebur pada 1455oC, dan bersifat sedikit magnetis.

JURNAL KIMIA ANORGANIK II

Page 6

11 APRIL 2014

2. Senyawa koordinasi adalah salah satu senyawa yang memegang peranan penting dalam kehidupan manusia. Senyawa ini terbentuk karena adanya ikatan antara ligan yang berperan sebagai donor pasangan elektron (basa lewis) dengan ion pusat (logam) yang berperan sebagai akseptor pasangan elektron (asam lewis). 3. dalam pembuatan kompleks [Ni (DMG)2] ini harus dilakukan dalam suasana basa agar kompleks [Ni (DMG)2] terbentuk. 4. Berdasarkan data hasil praktikum didapat kadar [Ni (DMG)2] dalam sampel adalah sebesar 3,3214 %. Sedangkan massa nikel dalam sampel adalah sebanyak 0.0057 gram.

DAFTAR PUSTAKA
Petrucci, Ralph. 1987. Kimia Dasar Prinsip dan Terapan Modern Edisi Keempat-Jilid 3. Jakarta: Erlangga. Underwood dan Jr. day. 1986. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Kelima. Jakarta: Erlangga. Underwood dan Jr. day. 1998. Analisis Kimia Kuantitatif Edisi Keenam. Jakarta: Erlangga. Vogel. 1979. Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro Edisi Kelima Bagian I. Jakarta: PT. Kalman Media Pusaka Sari, Riska Kartika. Analisis Nikel Menggunakan Metode Uji Noda dengan Pengkhelat Dimetilglioksim. http://eprints.undip.ac.id. Diakses pada 12 April. 2014. Pukul 6.40 WIB. Lailis, Nur Chamimmah dan Irmina Kris Murwani. Sintesis dan Karakterisasi Senyawa Kompleks Nikel (II) dengan Ligan Etilendiaminetetraasetat (EDTA).

http://digilib.its.ac.id. Diakses pada 12 april 2014. Pukul 6.45 WIB.

JURNAL KIMIA ANORGANIK II

Page 7

Anda mungkin juga menyukai