Anda di halaman 1dari 6

11 APRIL 2014

DESTILASI UAP (PEMBUATAN MINYAK ATSIRI DARI BUNGA MAWAR) Siti Masitoh 1112016200006 M. Ikhwan Fillah, Indah Desi Permana

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN ILMU PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014

ABSTRAK
Distilasi adalah proses pemisahan yang paling sering digunakan dalam kehidupan seharihari. Distilasi sangat baik untuk memisahkan bahan-bahan alam yang berupa zat cair atau untuk memurnikan cairan yang mengandung pengotor. Pemisahan secara distilasi pada prinsipnya adalah metode pemisahan yang didasarkan karena adanya perbedaan titik didih antara komponen-komponen yang akan dipisahkan. secara

JURNAL KIMIA ORGANIK II

Page 1

11 APRIL 2014

teoritis bila perbedaan titik didih antar komponen makin besar maka pemisahan dengan cara distilasi akan berlangsung makin baik yaitu hasil yang diperoleh makin murni. Distilasi uap dilakukan untuk memisahkan komponen campuran pada temperatur lebih rendah dari titik didih normal komponen-komponennya. Dengan cara ini pemisahan dapat berlangsung tanpa merusak komponen-komponen yang hendak dipisahkan Prinsip dari distilasi uap adalah dengan mengalirkan uap air ke dalam campuran bahan yang terdapat komponen yang akan dipisahkan. pada praktikum ini dilakukan pemisahan minyak atsiri yang terdapat pada bunga mawar. Aliran uap air di sekitar bunga akan menyebabkan dari minyak akan teruapkan dan terbawa bersama uap air yang kemudian diembunkan dan terpisah dengan cara dekantasi. Dari hasil praktikum didapat beberapa milliliter minyak atsiri yang dihasilkan dari bunga mawar yang telah diberikan uap yang berasal dari proses pemanasan air. Dalam praktikum ini tidak dihitung berapa banyak minyak atsiri yang terkandung dalam bunga mawar, hanya membuktikan apakah ada kandungan minyak atsiri dalam bunga mawar.

PENDAHULUAN
Distilasi adalah proses pemisahan yang paling sering digunakan dalam kehidupan seharihari. Distilasi sangat baik untuk memisahkan bahan-bahan alam yang berupa zat cair atau untuk memurnikan cairan yang mengandung pengotor (Surjani Wonorahardjo, 79: 2012). Adapun prinsip utama metode distilasi bekerja berdasarkan perbedaan titik didih dari masing-masing senyawa komponen campuran pada tekanan yang tetap. Perbedaan titik didih ini menyebabkan perbedaan volatilitas pada komponen campuran dan merupakan sifat intrinsik dari senyawa penyusun campuran. Perbedaan ini sangat potensial untuk dijadikan sarana pemisahan mereka asalkan tekanan dibuat tetap (Surjani Wonorahardjo, 79-80: 2012). Distilasi uap dilakukan untuk memisahkan komponen campuran pada temperatur lebih rendah dari titik didih normal komponen-komponennya. Dengan cara ini pemisahan dapat berlangsung tanpa merusak komponen-komponen yang hendak dipisahkan. Cara ini dapat dipilih

JURNAL KIMIA ORGANIK II

Page 2

11 APRIL 2014

jika komponen-komponen yang dipisahkan sensitif terhadap panas dan harus dijaga (Surjani Wonorahardjo, 93: 2012). Pemisahan secara distilasi pada prinsipnya adalah metode pemisahan yang didasarkan karena adanya perbedaan titik didih antara komponen-komponen yang akan dipisahkan. secara teoritis bila perbedaan titik didih antar komponen makin besar maka pemisahan dengan cara distilasi akan berlangsung makin baik yaitu hasil yang diperoleh makin murni. Distilasi digunakan untuk menarik senyawa organik yang titik didihnya di bawah 250oC. pendistilasian dengan titik didih terlalu tinggi dikhawatirkan akan merusak senyawa yang akan didistilasi diakibatkan terjadinya oksidasi dan dekomposisi (Sanusi Ibrahim, 11: 2012). Apabila suatu zat mudah terurai atau rusak pada titik didihnya, sebaiknya didistilasi dengan distilasi uap. Caranya adalah tekanan uap cairan yang akan didistilasi ditambah melalui pemberian tekanan uap yang tinggi. Dalam hal ini tidak dapat digunakan distilasi vakum karena bila digunakan distilasi vakum zat yang akan didistilasi akan terisap ke pompa vakum (Sanusi Ibrahim, 13: 2012). Berbagai alkohol, aldehida, keton, dan ester yang mudah menguap atau atsiri terdapat dalam tumbuhan walaupun biasanya terdapat hanya sedikit sekali (Trevor Robinson, 132: 1995). Komponen atsiri buah dan bunga terdapat dalam jumlah yang sangat kecil sehingga diperlukan bahan awal yang sangat besar jumlahnya untuk mengisolasi senyawa yang memadai untuk diteliti. Oleh karena keatsiriannya, senyawa ini sukar pula diisolasi dan sering seluruhnya diubah menjadi turunan yang tidak atsiri yang selanjutnya dapat difraksinasi (Trevor Robinson, 134: 1995). Teknologi produksi minyak atsiri yang banyak digunakan adalah destilasi uap yang dapat dilakukan dengan tiga macam teknik yaitu hidrodestilasi, destilasi dengan uap basah (destilasi uap-air) dan dengan uap kering (dry steam). Hidrodestilasi adalah teknik yang paling sederhana dan oleh sebab itu banyak produsen minyak atsiri yang menggunakan teknik tersebut. Destilasi uap-air adalah pernyempurnaan teknik hidrodestilasi. Destilasi dengan uap kering adalah teknik yang paling lanjut, dan paling hemat energy (Harjoto Djojosubroto, 3).

BAHAN DAN METODE


a. Alat dan bahan

JURNAL KIMIA ORGANIK II

Page 3

11 APRIL 2014

1. Labu destilasi 2. Kondensor 3. Pipa uap 4. Bunsen 5. Labu Erlenmeyer 6. Thermometer 7. Bunga mawar 8. Air

b. Metode Metode yang digunakan dalam praktikum ini adalah metode destilasi uap. 1. Masukkan beberapa kelopak bunga ke dalam labu destilasi 2. Memasukkan air ke dalam labu destilasi lainnya 3. Rangkai alat destilasi uap 4. Panaskan air, lalu tunggu hingga air habis menguap 5. Amati tetesan pertama dan tetesan minyak atsiri

HASIL DAN PEMBAHASAN


Hasil pengamatan Tetesan pertama minyak atsiri pada suhu 89oC Tetesan terakhir minyak atsiri pada suhu 95oC Pembahasan Praktikum kali ini mengenai pembuatan minyak atsiri dari bunga mawar. Di mana dalam pembuatannya menggunakan metode destilasi uap. Prinsip dari distilasi uap adalah dengan mengalirkan uap air ke dalam campuran bahan yang terdapat komponen yang akan dipisahkan. Contohnya adalah pada pemisahan minyak atsiri yang terdapat pada batang, daun dan bunga tumbuhan. Aliran uap air di sekitar batang, daun atau bunga akan menyebabkan dari minyak akan ter uapkan dan terbawa bersama uap air yang kemudian diembunkan dan terpisah dengan cara dekantasi (Abas Sato, 1: 2012).

JURNAL KIMIA ORGANIK II

Page 4

11 APRIL 2014

Sesuai dengan teori di atas bahwa dalam destilasi uap dilakukan dengan mengalirkan uap yang dihasilkan dari pemanasan air menuju ke bunga yang akan dipisahkan minyak atsirinya. Di mana bagian bunga yang digunakan adalah bagian mahkota bunganya saja. Dengan pemanasan ini maka bunga akan mengeluarkan minyak atsirinya. Minyak atsiri umumnya memiliki titik didih yang rendah, oleh karena itu untuk mendistilasi minyak atsiri digunakan system trapping. Dengan trapping uap yang terbentuk dibiarkan naik, selanjutnya didinginkan dengan pendingin tegak sehingga pengembunan yang terjadi lebih banyak. Hasilnya ditampung sebagai tetesan dari pendinginan. Distilasi ini adalah merupakan modifikasi distilasi normal yang lebih cocok untuk pengambian minyak atsiri (Sanusi Ibrahim, 12: 2012). Dalam praktikum ini hanya dilihat bagaimana proses pemisahan minyak atsiri dari bahan yang digunakan yaitu bunga mawar, tidak dilakukan perhitungan berapa banyak kandungan minyak atsiri dalam bahan. Dari hasil praktikum yang telah dilakukan, didapatkan beberapa milliliter minyak atsiri yang berasal dari bunga mawar yang telah didistilasi. Bunga mawar mengeluarkan minyak atsiri karena pada bunga mawar diberikan uap yang berasal dari hasil proses pemanasan air sehingga bunga mawar menjadi layu dan mengeluarkan minyak atsiri yang dikandungnya.

KESIMPULAN
Berdasarkan hasil praktikum mengenai pembuatan minyak atsiri dari bunga mawar yang telah dilakukan, maka didapat beberapa kesimpulan sebagai berikut: 1. Distilasi adalah proses pemisahan yang paling sering digunakan dalam kehidupan seharihari. Distilasi sangat baik untuk memisahkan bahan-bahan alam yang berupa zat cair atau untuk memurnikan cairan yang mengandung pengotor. 2. Prinsip utama metode distilasi bekerja berdasarkan perbedaan titik didih dari masingmasing senyawa komponen campuran pada tekanan yang tetap. 3. Distilasi uap dilakukan untuk memisahkan komponen campuran pada temperatur lebih rendah dari titik didih normal komponen-komponennya. Dengan cara ini pemisahan dapat berlangsung tanpa merusak komponen-komponen yang hendak dipisahkan.
JURNAL KIMIA ORGANIK II Page 5

11 APRIL 2014

4. Minyak atsiri didapatkan dari bunga mawar yang dialiri dengan uap yang dihasilkan dari proses pemanasan air, sehingga bunga maear mengeluarkan minyak atsiri yang dikandungnya.

DAFTAR PUSTAKA
Ibrahim, Sanusi dan Marham Sitorus. 2012. Teknik Laboratorium Kimia Organik. Padang: Graha Ilmu. Robinson, Trevor. 1995. Kandungan Organik Tumbuhan Tinggi. Bandung: Penerbit ITB. Wonorahardjo, Surjani. 2012. Metode-metode Pemisahan Kimia Sebuah Pengantar. Malang: @akademia. Djojosubroto, Harjoto. Destilasi Uap Minyak Atsiri dari Kulit dan Daun Kayu Manis (Cinnamomum burmanii). http://journal.ui.ac.id. Diakses pada 16 April 2014. Pukul 2.00 WIB. Sato, Abas. Distilasi Uap pada Pemisahan Minyak Atsiri dengan Menggunakan Metode Uap Superheated. jurnal.itats.ac.id. 2012. Diakses pada 16 April 2014. Pukul 1.55 WIB.

JURNAL KIMIA ORGANIK II

Page 6