Anda di halaman 1dari 13

RESPONSE TIME A. PENDAHULUAN Semua respons yang timbul secra otomatis dapatdisebut dengan reflex.

Tentu saja jenis reflex ini bermacam-macam. Ada yang tergolng reflex dasar (sudah ada sejak lahir dantidak perlu dipelajari) misalnya : reflex berkedip reflex bersin reflex menjauhi rangsang nyeri. !amun ada jua reflex yang didapat dengan latihan atau belajar (ac"uired atau conditional reflex) misalnya pada pemain piano yang sudah terlatih bertahun-tahun maka begitu dia melihat not balok tertentu maka jarinya secara otomatis menekan tuts piano tertentu. #arena itu Sher$ood mendefinisikan reflex sebagai %any response that occur automatically $ithout conscious effort&. B. TUJUAN Setelah melakukan praktikum ini diharapkan mahasis$a Teknobiomedik dapat melakukan pemeriksaan reflex dengan menggunakan alat 'hole (ody )eaction Time dengan stimuli : a. *isual (+ahaya) b. Auditory (Suara) C. LANDASAN TEORI ,erak merupakan pola koordinasi yang sangat sederhana untuk menjelaskan penghantaran impuls oleh saraf. ,erak pada umumnya terjadi secara sadar namun ada pula gerak yang terjadi tanpa disadari yaitu gerak refleks. -mpuls pada gerakan sadar melalui jalan panjang yaitu dari reseptor ke saraf sensori lalu diba$a ke otak untuk selanjutnya diolah oleh otak #emudian hasil olahan oleh otak berupa tanggapan diba$a oleh saraf motor sebagai perintah yang harus dilaksanakan oleh efektor. ,erak refleks berjalan sangat cepat dan tanggapan terjadi secara otomatis terhadap rangsangan tanpa memerlukan kontrol dari otak. .adi dapat dikatakan gerakan terjadi tanpa dipengaruhi kehendak atau tanpa disadari terlebih dahulu. +ontoh gerak refleks misalnya berkedip bersin atau batuk. /ada gerak refleks impuls melalui jalan pendek atau jalan pintas yaitu dimulai dari reseptor penerima rangsang kemudian diteruskan oleh saraf sensori ke

pusat saraf terdekat diterima oleh set saraf penghubung (asosiasi) tanpa diolah di dalam otak langsung dikirim tanggapan ke saraf motor untuk disampaikan ke efektor yaitu otot atau kelenjar. .alan pintas ini disebut lengkung refleks. ,erak refleks dapat dibedakan atas refleks otak bila saraf penghubung (asosiasi) berada di dalam otak misalnya gerak mengedip atau mempersempit pupil bila ada sinar dan refleks sumsum tulang belakang bila set saraf penghubung berada di dalam sumsum tulang belakang misalnya refleks pada lutut.

Aksi reflex secara garis besar dibedakan menjadi dua: 0. +ondition reflex merupakan gerak tangkas yang dapat dilatih1 misalnya pada gerakan-gerakan repetisi saat latihan olahraga. 2. 3ncondition reflex merupakan gerakan in4olunter yang tidak dapat dilatih. ,erak reflex sering kali diuji sebagai bagian dari uji neurologis untuk mengetahui apakah ada kerusakan pada fungsi system saraf pusat maupun tepi. Salah satu cara untuk menguji gerak reflex seseorang adalah dengan sebuah metode bernama 'hole body reaction time dengan alat bernama reaction time meter. Alat ini mememberikan dua jenis stimuli yaitu 4isual dan auditori. Alat ini memiliki tombol-tombol yang harus ditekan oleh testi segera setelah testi mendapatkan stimuli tersebut. Alat ini kemudian akan merekam $aktu yang

diperlukan testi untuk bereaksi (reaction time). (erikut adalah cara kerja dari tes $hole body reaction time ini:
1.

Tujuan : mengukur $aktu reaksi tangan dan kaki dengan rangsang penglihatan atau pendengaran. /erlengkapan : )eaction Time 5eter dengan ketelitian sampai dengan per perangsang dengan $arna berbeda serta bel. 06.666 detik. Alat ini terdiri dari unit operator unit penja$ab dan 7 lampu /elaksanaan : a. 8ampu perangsang diletakkan di depan testi terpisah sejauh 9 meter. Tinggi lampu sedikitnya 96: dari pandangan testi. b. 3nit penja$ab (reaction key) diletakkan di lantai atau di atas meja di depan testi. c. Testi duduk dengan rileks jari-jari di;letakkan di atas tombol penja$ab. d. 3nit operator (regulator) diletakkan di tempat yang tidak menghalangi pandangan testi terhadap lampu perangsang. e. <isplay angka pada unit operator harus menunjukkan angka 66.6666. f. =perator menekan tombol untuk menyalakan lampu perangsang (display angka berjalan). g. Testi menekan tombol penja$ab sesuai dengan $arna lampu yang menyala (display angka berhenti). h. (ila yang akan diukur $aktu reaksi kaki kaki diletakkan di atas tombol penja$ab. i. (ila akan menggunakan rangsang audio operator menekan bel dan testi menja$abnya dengan menekan tom;bol penja$ab bel. /enilaian a. Angka yang tertera pada display angka ketika orang coba menja$ab rangsang menunjukkan $aktu reaksinya. b. 'aktu reaksi yang tercepat yang digunakan untuk menilai $aktu reaksi testi.

2.

3.

4.

)esponse time paling rendah jika hanya terdapat satu macam stimulus (simple) dan menjadi semakin lambat pada tiap penambahan jenis stimulus (choice). )esponse time paling rendah saat de$asa muda dan perlahan meningkat seiring dengan usia. )esponse time dapat memendek dengan latihan dan dapat memanjang dalam kondisi kelelahan atau adanya gangguan.

D. CARA KERJA 0. /emeriksaan Alat a. Alat ini terdiri dari 9 unit yaitu : )egulator : untuk memilih stimulus yang sesuai

mentranmisikan ke Stimulus <isplay 3nit dan menunjukkan $aktu yang diperlukan oleh orang coba untuk beraksi terhadapnya. Stimulus <isplay 3nit : untuk mencetuskan tiga tipe sinyal auditory dan 4isual. )eaction #ey : sebuah keyboard yang dilengkapi dengan tiga tombol yang ditekan sebagai reaksi oleh orang coba sebagai reaksi terhadap stimulus. b. Sebelum menekan tombol =! pastikan : #abel A+ sudah terhubung ke sumber listrik #abel %)eaction #ey& dan %Stimulus <isplay 3nit& sudah terhubung dengan regulator (di bagian belakang). .ika semua sudah terpasang nyalakan tombol =! yang terletak di belakang regulator 2. /osisi =perator dan orang coba a. =rang coba hanya boleh melihat kea rah&stimulus display unit& tidak boleh melihat kea rah %regulator& b. =perator menghadap kea rah %regulator& sekaligus mengamati orang coba dan mencatat response timenya. 9. /emeriksaan 4isual : =peratormemilih $arna yang dikehendaki ()ed>?ello$>(lue) tekan tombol 4isual maka pada stimulus display unit orang coba segera memencet tombol

akan mengeluarkan $rana tersebut

pada %)eaction #ey& sesuai dengan $arna yang keluar pada %stimulus display unit& operator mencatat angka yang tertera pada regulator tekan tombol %reset& untuk tes berikutnya. 7. /emeriksaan Auditory : =perator memilih frekuensi suara yang dikehendaki (@66AB 0666AB dan @666AB) tekan tombol auditory pada orang stimulus display unit akan keluar suara dengan frekuensi tersebut coba segera yang keluar pada %stimulus display unit& angka yang tertera pada %regulator& berikutnya. @. /ada percobaan ini dilakukan 2 macam : a. Simple )eaction : hanya ada satu pilihan (baik 4isual maupun auditory). b. +hoice )eaction : ada 9 macam pilihan (9 macam pilihan $arna dan 9 macam frekuensi suara) C. 3ntuk percobaan D+hoice )eactionE sebelum dilakukan tes yan sesungguhnya orang coba hendaknya tahu tombol mana yang ditekan untuk masing-masing suara atau $arna. .ika tombol yang ditekan salah maka $aktu pencatat tetap berjalan. *isual Stimulus Auditory Stimulus F. 5asing-masing jenis pemeriksaan (4isual dan auditory) dilakukan lima kali pada setiap orang coba. G. Aasilnya dimasukkan pada tabel dan dihitung rata-ratanya 0 (lue 966AB 2 ?ello$ 0666AB 9 )ed @666AB

operator mencatat

tekan tombol %reset& untuk tes

VISUAL RESPONSE TIME

a. Simple Test No 0 2 Y !"is 6 779 6 F62 Masta 6 9@2 6 9C9 E#i 6 97H 6 F2H $i%!a 6 2@F 6 20G A&''i 6 @C 6 260 Mi%(a) 6 22H 6 96F Y s * 6 9G9 6 96@

9 7 @ +

6 7CF 6 9HF 6 @HC ,-./0

6 790 6 7@2 6 9G@ ,-120

6 2F@ 6 960 6 2F2 ,-13.

6 2CH 6 26@ 6 @0F ,-/21

6 0H9 6 27F 6 267 ,-/30

6 226 6 7C7 6 F0G ,-14,

6 296 6 90@ 6 967 ,-1,4

5. C"oi6e Test No 0 2 9 7 @ + Y !"is 6 CHG 6 7H7 6 7C6 6 @F@ 6 C6@ ,-.77 Masta 6 796 6 7H2 6 FCH 6 F@6 6 @96 ,-.28 E#i 6 960 6 9@7 6 9CF 6 799 6 7F7 ,-137 $i%!a 6 206 6 2@F 62 6 97C 6 G29 ,-174 A&''i 6 792 6 7@9 6 9C7 6 9C6 6 F6G ,-871 Mi%(a) 6 9C2 6 @F@ 6 7F9 6 7F6 6 C96 ,-.,/ Y s * 6 7G@ 6 7FG 6 7CC 6 7CH 6 926 ,-888

AUDITORY RESPONSE TIME

a. Simple Test !o 0 2 9 7 @ + ?udhis 6 CFF 6 70F 6 7GG 6 7GG 6 H60 ,-..8 5asta 6 7@F 6 726 6 9G9 6 9F6 6 9FG ,-8,/ Iki 6 2G 6 7@G 6 2C2 6 990 6 @6@ ,-174 Jirda 6 96G 6 26@ 6 20@ 6 2C2 6 99@ ,-/7. Anggi 6 7@G 6 727 6 29F 6 260 6 99C ,-110 5irBa" 6 @@H 6 2HF 6 20C 6 796 6 7H0 ,-122 ?usuf 6 90C 6 969 6 90C 6 907 6 96G ,-100

5. C"oi6e Test No 0 2 9 7 @ + Y !"is 6 CH0 6 @H9 6 CG9 6 F7F 6 7HC ,-78/ Masta 6 C6G 6 @2F 6 C9F 6 FCC 6 @H9 ,-7/7 E#i 6 CCF 6 7G6 6 9@C 6 @7@ 6 9FC ,-83. $i%!a 6 9FF 6 979 0 27@ 6 2H7 6 C@6 ,-.3/ A&''i 6 H@C 6 @C 6 GGFC 6 7GG 6 @9G ,-738 Mi%(a) 6 722 6 9GF 6 C@6 6 F9@ 6 CC9 ,-.4/ Y s * 6 7F7 6 @2C 6 7GC 6 729 6 77H ,-84/

E. PEMBAHASAN /ada praktikum kali ini kita melakukan percobaan )esponse Time dan Jleksibilitas. )espons yang timbul secara otomatis sering disebut juga dengan reflek.)eflek ada 2 macam yaitu reflek dasar yang sudah dimiliki sejak kecil dan juga reflek kondisional yakni reflek yang perlu diasah terlebih dahulu. 3ntuk praktikum response time dilakukan dua percobaan yaitu reaction time dengan stimulus berupa *isual ('arna) dan Auditory (Suara). /ada percobaan *isual dibagi menjadi dua yaitu percobaan Simple dan +hoice. /ercobaan 4isual menggunakan alat yang memiliki )egulator Stimulus <isplay 3nit dan )eaction #ey. <ari gabungan alat itu orang coba adapat melihat stimulus 4isual dan auditory yang muncul pada Stimulus <isplay 3nit dan kemudian orang coba menentukan dengan menekan tombol pada )eaction #ey. )egulator berisi stimulus yang akan disimulasikan mele$ati Stimulus <isplay 3nit. )egulator ini berisi tombol untuk 4isual dan auditory. 3ntuk 4isual ada pilihan tiga $arna yaitu merah jingga dan biru. #etika kursor di )egulator diarahkan ke biru dan dipencet maka akan muncul $arna biru di Stimulus <isplay 3nit. /ada )eaction #ey ada 9 tombol urutan $arna dari paling kiri sampai kanan yaitu merah jingga dan biru. Tetapi saat percobaan keadaan jari dan tangan harus di luar )eaction #ey untuk menghindari kecurangan yaitu menekan semua tombol secara bersamaan. Tiap orang coba melakukan tes *isual secara simple dan choice selama lima kali.3ntuk *isual Simple orang coba akan diberitahu oleh operator $arna apa yang akan keluar pada Stimulus <isplay 3nit ketika muncul $arna maka orang coba harus menekan tombol yang ada pada )eaction #ey sesuai $arna yang muncul ada Stimulus <isplay 3nit. 8ain halnya untuk *isual +hoice orang coba tidak diberitahu $arna apa yang keluar pada Stimulus <isplay 3nit. 5aka dari itu orang coba harus berkonsentrasi lalu menekan tombol jika tombol yang ditekan orang coba salah maka $aktu akan terus berputar hingga orang coba menebak secara benar. /erbedaan antara 4isual choice dan 4isual simple yaitu kecepatan dan ketepatan. Seperti pada Iki pada saat simple membutuhkan $aktu 6 9G@ detik sedangkan saat choice membutuhkan $aktu 6 9GC detik. Sedikit lebih lama jika dibandingkan dengan simple. -ni disebabkan pada saat simple saat operator mengatakan merah jari akan secara otomatis dan reflek untuk menekan tombol di sebelah kiri. Sedangkan pada saat choice orang coba terlebih dahulu melihat $arna yang muncul kemudian berpiir $arna apa itu dan tombol mana yang harus ditekan. -ni menunjukkan reflek dari otak

yang bekerja sama dengan tangan. Sama halnya dengan mirBa" saat simple dia membutuhkan $aktu 6 9F detik dan saat choice membutuhkan $aktu lebih lama yaitu 6 @62 detik. Tetapi salah satu kesulitan pada 4isual test ini yaitu kemiripan antara $arna merah dan jingga sehingga membuat orang coba kesulitan pada saat choice test. Whole body reaction, merupakan suatu uji refleks dimana respon melibatkan beberapa anggota tubuh. 3ji ini menggunakan alat dengan stimuli berupa cahaya dan suara yang dapat dilakukan baik secara simple reaction maupun choice reaction. .enis stimulus untuk cahaya akan menghasilkan $arna merah kuning dan biru sedangkan pada stimulus suara menghasilkan suara dengan berbagai frekuensi (@66AB 0666AB @666AB). Adapun yang diukur adalah kecepatan respon yang di$akili dengan response time menggunakan penghitung $aktu pada alat yang mulai berjalan ketika stimuli dikeluarkan. Aasil praktikum dapat dibandingkan antara refleks 4isual dan refleks auditori. Secara umum response time simple lebih cepat untuk rangsangan 4isual dari pada auditory dan response time choice lebih cepat untuk rangsangan auditory dari pada 4isual. !amun hasil studi yang telah dilakukan oleh ilmu$an dari Amerika menunjukkan bah$a manusia cenderung memiliki kecepatan respon yang lebih baik dalam hal auditori dibandingkan 4isual yakni rata-rata 0G6-266 ms untuk stimuli cahaya dan 076-0C6 ms untuk stimuli suara (,alton 0GHH1 Jieandt et al 0H@C1 'elford 0HG61 (rebner dan 'elford 0HG6). Aal ini dapat disebabkan oleh faktor penggunaan alat yang ketelitiannya berbeda. Selain itu dapat pula karena praktikan telah diberikan kesempatan sebelumnya untuk melatih diri dalam merespon stimuli. Studi menunjukkan bah$a melatih 4isual stimulus pada penglihatan central mampu mengurangi response time (Ando et al 2662) Sedangkan bila dibandingkan antara simple dengan choice reaction, semua praktikan memiliki simple reaction response time yang jauh lebih besar dalam choice reaction. Aal ini sesuai dengan AickEs 8a$ yang menyatakan bah$a response time dalam choice reaction adalah proporsional terhadap harga log (!) dimana ! adalah jumlah dari kemungkinan stimuli yang berbeda (Aick 0H@2). !amun pada studi berikutnya ditunjukkan oleh Sternberg (0HCH) bah$a response time ternyata proporsional terhadap harga ! bukan log !. <alam eksperimennya response time memiliki rentang antara 796 ms untuk 0 stimuli hingga C96 ms untuk C stimuli yang berarti terdapat penambahan 76 ms untuk tiap penambahan 0 stimuli.

8ord )utherford memyatakan bah$a gelombang suara menyebabkan seluruh membran basiralis bergetar dan kecepatan getaran membran menentukan kecepatan impuls serabut saraf disaraf auditoris. .adi nada 0666AB menyebabkan membran basilaris bergetar 0666 kali perdetik yang menyebabkan saraf disaraf auditoris memincu 0666 impuls perdetik dan otak menginterpretasikan hal ini sebagai nada tertentu karena teori ini menyatakan bah$a pendengaran nada tergantung pada bagaimana suara ber4ariasi menurut $aktu dengan dinamakan teori temporal atau teori frekuensi. Selain itu hal yang menyebabkan hasil praktikum tidak sesuai dengan teori adalah faktor pola hidup. =rgan mata rata-rata lebih banyak digunakan sebagai detektor pertama daripada telinga. Sehingga otak terlatih untuk merespon cahaya secara cepat. Selain itu seharusnya test pada $hole body reaction dilakukan diruang kedap suara dan juga gelap untuk menghindari kemungkinan adanya faktor gangguan suara atau cahaya dari sumber yang lain yang dapat mempengaruhi kefokusan orang coba. Terdapat pula berbagai faktor lain yang mempengaruhi response time dari praktikan yakni : 0. Tingkat ketegangan praktikan Studi telah menunjukkan bah$a response time tercepat bila orang coba berada pada tingkat ketegangan menengah dan akan semakin lambat bila terlalu rileks atau terlalu tegang . 2. /enggunaan tangan kiri atau kanan Aal ini berkaitan dengan perbedaan fungsi kerja otak yang berbeda pada hemisfer kanan dan kiri. Aemisfer kiri berfungsi dalam kemampuan 4erbal dan logika sedangkan hemisfer kanan berfungsi dalam kreati4itas pengidentifikasian gambar serta hubungan spasial. #arena hemisfer kiri mengontrol tangan kanan dan hemisfer kanan mengontrol tangan kiri maka penggunaan tangan kiri dapat mempercepat response time. Aal ini telah dibuktikan dalam suatu studi oleh (oulin"ueB dan (artelemy (2666). 9. 8atihan sebelum uji Studi menunjukkan bah$a ketika subjek baru mencoba uji response time maka hasilnya akan kurang konsisten bila dibandingkan dengan apabila telah melalui sejumlah latihan yang cukup. 7. Tingkat kelelahan praktikan

Semakin lelah subjek maka semakin lambat kecepatan responnya ('elford 0HCG). @. ,angguan dan pengalihan perhatian Suara berisik dan gaduh dari praktikan lainnya dapat mengganggu praktikan yang sedang diuji serta mengurangi kecepatan responnya. Telah diketahui bah$a suara-suara sekitar dapat memperpanjang response time karena menghambat bagian korteks dari otak. C. /eringatan akan datangnya stimuli (rebner dan'elford (0HG6) melaporkan bah$a response time lebih cepat apabila subjek diberi tanda bah$a stimuli akan muncul. <alam praktikum tanda tersebut dapat berupa suara tombol )ISIT yang menimbulkan bunyi saat ditekan. <engan demikian suara tersebut dapat menjadi penanda bah$a stimuli akan muncul dalam $aktu dekat. F. 3rutan stimuli Stimuli yang sama bila muncul berurutan (pengulangan) maka respon akan lebih cepat dibandingkan dengan stimuli berbeda yang muncul sepenuhnya acak. G. Siklus bernafas Telah ditemukan bah$a ternyata respon akan semakin cepat apabila stimuli muncul saat ekspirasi dibandingkan dengan inspirasi. H. Tipe kepribadian praktikan =rang ekstro4ert cenderung untuk memiliki response time yang lebih cepat begitu pula dengan orang yang mudah gelisah. 06. #ebiasaan olahraga praktikan Subject dalam kondisi fit cenderung memiliki respon time yang lebih cepat. 8e4itt dan ,utin (0HF0) dan Sjoberg (0HF@) dalam studinya menunjukkan bah$a subject memiliki response time tercepat bila olahraga secara teratur untuk memproduksi heart rate hingga 00@ beat>min. 00. /erlakuan praktikan lain terhadap praktikan yang sedang diuji 5engejutkan subject ketika ia merespon lambat dapat meningkatkan kecepatan respon. #ecepatan respon juga dapat meningkat apabila subjek dibuat kha$atir atau gelisah akan performanya selama uji. $. PERTANYAAN 0. <ari hasil percobaan bandingkan rata-rata (mean) response time antara:

a. *isual 4s auditory b. Simple 4s choice c. Tes pertama 4s tes terakhir d. /ria 4s $anita .a$ab: a. 4isual 4s auditory (erdasarkan hasil praktikum untuk yang simple test lebih cepat mean response time yang 4isual daripada auditory tetapi untuk yang choice test lebih baik mean response time auditory. b. simple 4s choice (erdasarkan hasil praktikum mean response time untuk simple lebih cepat dari pada mean response time untuk choice. 3ntuk response time choice subyek diberikan 9 macam rangsang cahaya dan 9 macam rangsang suara sehingga otak memerlukan $aktu yang lebih lama untuk memberikan respon yang tepat. c. pertama 4s tes terakhir 3ntuk response time yang simple hasilnya lebih lama yang pertama dari pada yang terakhir. Aal ini dikarenakan otak sudah mulai terbiasa untuk memberikan response ketika ada rangsangan. Tetapi untuk response time choice hasilnya lebih lama yang terakhir daripada yang pertama. Aasilnya naik turun untuk semua praktikan. Aal ini dikarenakan adanya 4ariasi rangsangan yang membuat otak belum terbiasa. !ilai yang dijadikan acuan adalah nilai rata-rata dari keenam praktikan. d. pria 4s $anita <ari hasil praktikum hasilnya tidak signifikan. )esponse time simple lebih besar pada laki-laki untuk 4isual sedangkan yang auditory lebih besar yang perempuan. Sebaliknya pada response time choice lebih

besar pada perempuan untuk yang 4isual sedangkan yang auditory lebih besar yang laki-laki. .adi gender tidak berpengaruh pada response time.

2. Apa saja yang dapat meningkatkan kecepatan response time9 .a$aban : #ecepatan response time akan meningkat setelah adanya latihan atau perulangan ketiadaan gangguan>distraksi serta adanya stimulus tunggal (tidak banyak stimulus yang berbeda-beda). Selain itu response time seseorang yang berusia lebih muda biasanya lebih cepat.

9. Apa saja yang dapat memperlambat kecepatan response timeK #ecepatan response time akan melambat seiring dengan bertambahnya usia. Adanya distraksi>noise kondisi tubuh yang kelelahan response time seseorang. serta multiple stimuli yang berbeda juga akan memperlambat kecepatan

7. .elaskan apa yang dimaksud dengan AickEs 8a$K .a$ab: Aukum ini berbicara tentang prediksi $aktu yang dibutuhkan oleh manusia untuk menentukan sebuah pilihan di antara beberapa pilihan. 'aktu yang dibutuhkan tergantung dari jumlah pilihan yang tersedia.

t L k log2(nM0)
dimana: t L $aktu n L jumlah dari pilihan

k L konstanta yang ditentukan secara empiris dari data terukur (entuk log2 menunjukkan bah$a dalam menentukan pilihan

umumnya manusia akan menggunakan binary search. !amun hal ini hanya berlaku jika pilihan yang disediakan adalah pilihan yang terurut. <i dalam pilihan yang tidak terurut manusia akan menggunakan se"uential search. Terdapat M0 dalam rumus tersebut karena ada keraguan dalam memilih respon yang tepat maupun keputusan apakah hendak merespon atau tidak. (erikut adalah grafik dari AickEs 8a$

:. DA$TAR PUSTAKA Albert (ruce. 0HH7. Molecular Biology of The Cell. ,arland /ublishing (roadbent <I. 0HF0. Decision and Stress. 8ondon: Academic /ress simple )T. Perceptual dan Motor Skill 26: HC0-C (uchsaum 5 I. +alla$ay. 0HC@. -nfluence of )espiratory +ycle on ,uyton A + 5<. 0HH6. isiologi Manusia dan Mekanisme Penyakit, edisi !, ter" emahan. .akarta: I,+ ,uyton A+ 5< Aall .I /h.d. 266C. Te#tbook of Medical Physiology. 3SA: Ilse4ier