Anda di halaman 1dari 16

KATA PENGANTAR Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikit sekali yang kita ingat.Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalian alam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkira besarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini. Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagai pihak, karena itu penulis mengu apkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada! bapak Tahdid ST,"T selaku dosen mata kulya konse#asi energy, yang telah memberikan bimbingan kepada penuis. Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikan sedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi."eskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dan kesalahan, namun selalu ada yang kurang.$leh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar makalah ini dapat lebih baik lagi.akhir kata penulis berharap makalah ini dapat bermanfaat bagi pemba a.

%alembang , &' maret &'()

%enyusun

BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
*ndonesia dikenal dunia memiliki sumber daya alam +SDA, yang melimpah, terutama minyak bumi dan gas alam.-al ini yang menjadikan *ndonesia memanfaatkan sumber daya alam tersebut dalam jumlah yang besar untuk kesejahteraan masyarakatnya. *ndonesia termasuk negara penyumbang minyak terbesar di dunia oleh karena itu hal ini dikhawatirkan berdampak kepada sumber daya alam tersebut, dimana kita ketahui SDA minyak bumi dan gas alam adalah sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui dan lama-kelamaan akan habis di gali. .emungkinan *ndonesia kehilangan SDA tersebut sangat besar, sehingga menyebabkan kelangkaan bahan bakar yang sekarang ini saja sudah terasa dampaknya, dengan kelangkaan minyak tanah, dan harga minyak dunia yang semakin tinggi. %ermasalahan di atas menjadikan kita harus berpikir bagaimana aranya untuk

mengganti SDA tersebut dengan sumber daya energi yang murah, tepat dan ramah lingkungan, selain itu juga menjadikan *ndonesia berpatisipasi dalam melaksanakan konser#asi energy. Salah satu langkah atau ara untuk men apai konser#asi energy adalah bioenergi. /ioenergi sendiri merupakan sumber daya alternatif yang dapat digunakan berulang-ulang dan dapat diperbaharui untuk mengganti sumber daya fosil yang banyak digunakan di *ndonesia saat ini. $leh karena itu pemerintah *ndonesia men ari solusi bagaimana mensosialisasikan usaha bioenergi yang dapat dimanfaatkan masyarakat luas kepada para wirausahaan, dan dapat membuka lapangan pekerjaan, bagi kesejahteraan hidup, dan dapat menemukan bioenergi alternati#e. /ioenergi yang berkemungkinan besar untuk menganti minyak bumi yang hampir langka ialah biodiesel. /iodiesel merupakanbahan bakar alternatif yang dapat diperoleh dari minyak tumbuhan, lemak binatang atau minyak bekas melalui esterifikasi dengan alkohol +Ameri an So iety of Testing "aterial,.

*ndonesia merupakan penghasil kelapa sawit terbesar ke & + dua , di dunia dengan produksi 0%$ &1,2 juta ton pada tahun &'(34&'() +http!44disbun.kaltimpro#.go.id4berita-)&5&'() , oleh karna itu po ini sangat berpotensi untuk dijadikan bahan baku utama biodiesel.

1.2 Permasalahan
%enghematan penggunaan energy fosil perlu dilakukan mengingat semekin langkanya energy fosil serta gas buang yang dapat men emari lingkungan.

1.3 Tu uan Penul!san


6ntuk meningkatan konser#asi energy. "en ari bahan bakar alternati#e sebagai pengganti bahan bakar fosil. "embuat bahan bakar dengan gas buang yang ramah lingkungan.

BAB II TIN"AUN PU#TAKA

2.1 B!$etan$l 7tanol saat ini merupakan biofuel yang paling banyak digunakan. Di 6SA pada tahun &'')produksi etanol men apai 3 sampai dengan ) billion gallons dan terus meningkat dari tahun ke tahun.7tanol adalah bahan bakar alternatif yang prospektif karena beberapa alasan seperti tidak memberkontribusi pada pemanasan global, dapat di ampur dengan gasoline sampai ('8 +7(', dapat dibuatdari bahan-bahan alami +biomassa, yang dapat diperbaharui +renewable, seperti ubi kayu, jagungdan buah-buahan. Sebagai pengganti "T/7 + methyl tertiary butyl ether) yang potensial."T/7adalah aditif bahan bakar +fuel additive, yang bersifat toksik dan dewasa ini banyak digunakan dibeberapa negara. /ioetanol pada prinsipnya adalah etanol yang diperoleh melalui proses fermentasi sehingga dinamakan bioetanol. /ioetanol dihasilkan dari distilasi bir hasil fermentasi./ioetanol merupakanbahan bakar nabati yang relatif mudah dan murah diproduksi sehingga industri rumahan sederhanapun mampu membuatnya./iasanya bioetanol dibuat dengan teknik fermentasi biomassa sepertiumbi-umbian, jagung atau tebu dan dilanjutkan dengan destilasi./ioetanol dapat digunakan se aralangsung maupun tidak langsung sebagai bahan bakar.6ntuk bahan bakar kendaraan bermotorterlebih dahulu bioetanol harus di ampur dengan premium dengan perbandingan tertentu.-asilpen ampuran ini kemudian disebut dengan 9asohol +Gasoline Alcohol,.9asohol memiliki performayang lebih baik daripada premium karena angka oktan etanol lebih tinggi daripada premium.Selainitu gasohol juga lebih ramah lingkungan daripada premium.%enguapan bioetanol dari air ke gasjuga tidak se epat bensin..arena itu pemakaian bioetanol murni pada kendaraan dapatmenimbulkan masalah.Tetapi masalah dapat diatasi dengan mengubah desain mesin danreformulasi bahan bakar. 2.2 B!$gas

/iogas adalah gas yang dihasilkan oleh akti#itas anaerobik atau fermentasi dari bahanbahan organik termasuk diantaranya: kotoran manusia dan hewan, limbah domestik, sampah atau limbahbiodegradable dalam kondisi anaerobik..andungan utama dalam biogas adalah metana dan karbondioksida./iogas dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkanlistrik. "etana yang terkandung di dalam biogas, bila terbakar akan relatif lebih bersih daripada batubara, dan menghasilkan energi yang lebih besar dengan emisi karbon dioksida yang lebih sedikit.%emanfaatan biogas memegang peranan penting dalam manajemen limbah karena metanamerupakan gas rumah ka a yang lebih berbahaya dalam pemanasan global bila dibandingkandengan karbon dioksida.Saat ini, banyak negara maju mulai meningkatkan penggunaan biogas yangdihasilkan baik dari limbah air, padat atau yang dihasilkan dari sistem pengolahan limbah..omposisi gas di dalam biogas yang dihasilkan ber#ariasi tergantung dengan asal proses anaerobi yang terjadi. ;ata-rata biogas memiliki konsentrasi metana sekitar 2'8, sedangkan system pengolahan limbah modern dapat menghasilkan biogas dengan kadar metana berkisar dari 22-528.

2.3 B!$%!esel /iodiesel merupakan bahan bakar alternatif untuk mesin diesel yang diproduksi dengan reaksi transesterifikasi dan esterifikasi minyak tumbuhan atau lemak hewan dengan alkohol rantai pendek seperti metanol. ;eaksinya membutuhkan katalis yang umumnya merupakan basa kuat, sehingga akan memproduksi senyawa kimia baru yang disebut metil ester +<an 9erpen, &''2,. .elebihan biodiesel dibandingkan dengan petrodiesel antara lain! +(, /iodiesel berasal dari sumber daya alam yang dapat diperbaharui: +&, /iodiesel memiliki kandungan aromatik dan sulfur yang rendah +"a = -anna, (111,: +3, /iodiesel memiliki cetane number yang tinggi +>hang et al., &''3,. /eberapa sifat fisik dan kimia biodiesel dan petrodiesel disarikan dalam Tabel &.(.

#!&at Titik nyala Air dan sedimen <iskositas kinematik +3(3 ., "assa jenis Abu sulfat

'et$%e D13 D&5'1 D))2 D(&1A DA5)

A#T' D()* +Petr$%!esel, 3&2. min ','2' ma? 8#ol (,3-),( mm&4s -

A#T' D-)*1 +B!$%!esel, )'3. min ','2' ma? 8#ol (,1-@,' mm&4s '.A@'-'.1'' '.'& ma? 8mass

Abu Sulfur .orosi pada tembaga /ilangan 0etane Aromatisitas ;esidu karbon Temperatur distilasi +1'8#ol,

D)A& D2)23 D&@&&4(&1 D(3' D@(3 D(3(1 D)23' D2&) D((@'

'.'( ma? 8mass '.'2 ma? 8mass No. 3 ma? )' min 32 ma? 8#ol '.32 ma? 8mass 222. min @((. ma?

'.'2 ma? 8mass No. 3 ma? )5 min '.'2 ma? 8mass -

Ta.el 2.1 #!&at /!s!k %an K!m!a B!$%!esel %an Petr$%!esel +Dem!r.as0 211(, Saat ini, penggunaan biodiesel masih sulit bersaing dengan petrodiesel karena memiliki harga yang relatif lebih mahal. Balaupun demikian, dengan semakin meningkatnya harga petroleum dan ketidakpastian ketersediaan petroleum pada masayang akan datang, pengembangan biodiesel yang bersumber pada minyak tumbuhan menjadi salah satu alternatif utama karena memberikan keuntungan baik dari segi lingkungan maupun dari segi sumbernya yang merupakan sumber daya alam terbaharukan. %roduksi biodiesel didunia yang paling banyak yaiti amerika 33 juta liter per tahun, braCil &@ juta liter per tahun, Negara-negara eropa &,2 juta liter per tahun, kemudian Negara hina & juta liter per tahun. Dan ini grafik produksi biodiesel dan bioethanol.

Sumber !http!44www.reuters. om4arti le4&'('4'54'24biofuels Dan ini merupakan data produksi biodiesel di seluruh *ndonesia pada tahun &''@

2.3.1 Bahan Baku B!$%!sel

*ndonesia

sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam hayati, *ndonesia

memiliki banyak sekali sumber minyak nabati yang dapat digunakan sebagai bahan baku dalam proses pembuatan biodiesel. Tabel &.& berikut ini menyajikan beberapa sumber minyak nabati yang dapat digunakan dalam proses pembuatan biodiesel. Kel$m2$k "inyak tumbuhan "inyak ka ang-ka angan /eberapa minyak masak "inyak lainnya #um.er m!n3ak .elapa, jagung, biji kapas, anola, oli#e, ka ang, safflower, wijen, kedelai, bunga matahari. Almond, ashew, haCelnut, ma adamia, pe an, pista hio, walnut Amaranth, apri ot, argan, arti oke, alpukat, babassu, biji anggur, hemp, biji kapok, biji lemon, mustard Alga, jatropha, jojoba, neem, biji karet, 0ynara ardun ulus D., astor, radish, dan dedak padi

Ta.el 2.2 #um.er Bahan Baku B!$%!esel A. 4ru%e Palm 5!l +42$, 0rude %alm $il +0%$, adalah minyak yang berasal dari daging buah sawit yang telah melewati tahap perebusan di sterilizing station dan dilanjutkan dengan pengepresan di pressing station. Dalam daging buah sawit terdapat )38 crude palm oil yang tersusun atas berbagai jenis asam lemak, yaitu asam palmitat +0(@, )'8-)@8, asam $leat +0(A-(, 318)28, asam linoleat +0(A-&, 58-((8, asam stearat +0(A, 3,@8-),58 dan asam miristat +0(), (,(8-&,28 E3F. Crude palm oil +0%$, mengandung asam lemak bebas yang relatif tinggi berkisar 38-28, sedangkan untuk memproduksi biodiesel asam lemak bebas harus G &8. 6ntuk itu, dalam penelitian ini dibutuhkan perlakuan untuk menurunkan kandungan asam lemak bebas sebelum crude palm oil +0%$, digunakan sebagai bahan baku biodiesel melalui reaksi esterifikasi. .adar asam lemak bebas dalam crude palm oil +0%$, dipengaruhi oleh tingkat kematangan +ripe, dari buah kelapa sawit. Semakin lewat matang buah kelapa sawit yang digunakan sebagai bahan baku, semakin tinggi pula kadar asam lemak bebas. .enaikan kadar AD/ juga turut diper epat oleh faktor panas, -&$, keasaman dan biokatalis. B. '!n3ak "elantah "inyak jelantah adalah minyak limbah yang bisa berasal dari jenis-jenis minyak goreng seperti halnya minyak jagung, minyak sayur, minyak samin dan sebagainya, minyak ini merupakan minyak bekas pemakaian kebutuhan rumah tangga umumnya, dapat di gunakan kembali untuk keperluaran kuliner akan tetapi bila ditinjau dari komposisi kimianya,

minyak jelantah mengandung senyawa-senyawa yang bersifat karsinogenik, yang terjadi selama proses penggorengan. Hadi jelas bahwa pemakaian minyak jelantah yang berkelanjutan dapat merusak kesehatan manusia, menimbulkan penyakit kanker, dan akibat selanjutnya dapat mengurangi ke erdasan generasi berikutnya. 6ntuk itu perlu penanganan yang tepat agar limbah minyak jelantah ini dapat bermanfaat dan tidak menimbulkan kerugian dari aspek kesehatan manusia dan lingkungan, kegunaan lain dari minyak jelantah adalah bahan bakar biodiesel +Anonim, &'(',. "inyak jelantah juga dapat digunakan kembali sebagai minyak goreng yang bersih tanpa kotoran, dengan ara minyak jelantah tersebut direndam bersama dengan ampas tebu, maka nantinya warna oklat dan kotoran pada minyak jelantah akan terserap oleh ampas tebu tersebut, sehingga minyak jelantah tersebut akan kembali bersih dan dapat dipakai kembali +;idhotulloh, &''A,.
2.3.2 Katal!s %alam Pem.uatan B!$%!esel Dalam reaksi pembuatan biodiesel diperlukan katalis karena reaksi enderung berjalan lambat..atalis berfungsi menurunkan energi aktifasi reaksi sehingga reaksi dapat berlangsung lebih epat..atalis yang digunakan dalam pembuatan biodiesel dapat berupa katalis basa maupun katalis asam.Dengan katalis basa reaksi berlangsung pada suhu kamar sedangkan dengan katalis asam reaksi baru berjalan baik pada suhu sekitar (''I0./ila tanpa katalis, reaksi membutuhkan suhu minimal &2'I0 +.irk = $thmer, (1A',. A. Katal!s Basa Terdapat dua jenis katalis basa yang dapat digunakan dalam pembuatan biodiesel, yaitu katalis basa homogen dan katalis basa heterogen. .atalis basa homogen seperti Na$- +natrium hidroksida, dan .$- +kalium hidroksida, merupakan katalis yang paling umum digunakan dalam proses pembuatan biodiesel karena dapat digunakan pada temperatur dan tekanan operasi yang relatif rendah serta memiliki kemampuan katalisator yang tinggi. Akan tetapi, katalis basa homogen sangat sulit dipisahkan dari ampuran reaksi sehingga tidak dapat digunakan kembali dan pada akhirnya akan ikut terbuang sebagai limbah yang dapat men emarkan lingkungan. Di sisi lain, katalis basa heterogen seperti 0a$, meskipun memiliki kemampuan katalisator yang sedikit lebih rendah dibandingkan dengan katalis basa homogen, dapat menjadi alternatif yang baik dalam proses pembuatan biodiesel. .atalis basa heterogen dapat dengan

mudah dipisahkan dari ampuran reaksi sehingga dapat digunakan kembali, mengurangi biaya pengadaan dan pengoperasian peralatan pemisahan yang mahal serta meminimasi persoalan limbah yang dapat berdampak negatif terhadap lingkungan. "eskipun katalis basa memiliki kemampuan katalisator yang tinggi serta harganya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan katalis asam, untuk mendapatkan performa proses yang baik, penggunaan katalis basa dalam reaksi transesterifikasi memiliki beberapa persyaratan penting, diantaranya alkohol yang digunakan harus dalam keadaan anhidrous dengan kandungan air J '.( - '.2 8-berat serta minyak yang digunakan harus memiliki kandungan asam lemak bebas J '.28 +Dotero et al., &''2,. .eberadaan air dalam reaksi transesterifikasi sangat penting untuk diperhatikan karena dengan adanya air, alkil ester yang terbentuk akan terhidrolisis menjadi asam lemak bebas. Debih lanjut, kehadiran asam lemak bebas dalam sistem reaksi dapat menyebabkan reaksi penyabunan yang sangat menggangu dalam proses pembuatan biodiesel. ;-0$$K .$- ;-0$$. K -&$ +Sabun, +Air,

+Asam Demak /ebas, +Alkali,

Akibat reaksi samping ini, katalis basa harus terus ditambahkan karena sebagian katalis basa akan habis bereaksi membentuk produk samping berupa sabun. Kehadiran sabun dapat menyebabkan meningkatnya pembentukkan gel dan viskositas pada produk biodiesel serta menjadi penghambat dalam pemisahan produk biodisel dari ampuran reaksi karena menyebabkan terjadinya pembentukan emulsi. -al ini se ara signifikan akan menurunkan keekonomisan proses pembuatan biodiesel dengan menggunakan katalis basa. B. Katal!s Asam Alternatif lain yang dapat digunakan untuk pembuatan biodiesel adalah dengan menggunakan katalis asam. Selain dapat mengkatalisis reaksi transesterifikasi minyak tumbuhan menjadi biodiesel, katalis asam juga dapat mengkatalisis reaksi esterifikasi asam lemak bebas yang terkandung di dalam minyak menjadi biodiesel mengikuti reaksi berikut ini! ;-0$$K 0-3$-;-0$$0-3 K -&$ +/iodiesel, +Air,

+Asam Demak /ebas, +"etanol,

Katalis asam umumnya digunakan dalam proses pretreatment terhadapat bahan baku minyak tumbuhan yang memiliki kandungan asam lemak bebas yang tinggi namun sangat jarang digunakan dalam proses utama pembuatan biodiesel. Katalis asam

homogen seperti asam sulfat, bersifat sangat korosif, sulit dipisahkan dari produk dan dapat ikut terbuang dalam pencucian sehingga tidak dapat digunakan kembali sekaligus dapat menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.Katalis asam heterogen seperti Nafion, meskipun tidak sekorosif katalis asam homogen dan dapat dipisahkan untuk digunakan kembali, cenderung sangat mahal dan memiliki kemampuan katalisasi yang jauh lebih rendah dibandingkan dengan katalis basa.

9ambar (.Crude Palm Oil +0%$, /eberapa penelitian telah dilakukan untuk mengkon#ersi crude palm oil +0%$, menjadi biodiesel, tetapi keseluruhannya menggunakan satu tahap reaksi saja.%enelitian sebelumnya telah dilakukan untuk mengubah crude palm oil +0%$, menjadi biodiesel melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis basa .$-.%roduk crude palm oil methyl ester +0%$"7, kemudian di blending dengan petroleum diesel.Dari hasil penelitian diketahui, bahwa blending 0%$"73' memberikan hasil dapat ber ampur dengan baik tanpa terjadi separasi dan memiliki karakteristik yang mendekati petroleum diesel E&F. Sementara pada penelitian lain dilakukan optimasi biodiesel dari 0%$ menggunakan reaksi transesterifikasi dengan #ariasi temperatur reaksi, waktu reaksi, ke epatan putaran pengaduk, rasio molar dan rasio katalis .$-. Dari hasil penelitian, diperoleh kandungan ester tertinggi sebesar 13,2538 E)F. 2.3.3 Reaks! B!$%!sel A. Ester!&!kas! ;eaksi esterifikasi diawali dengan melakukan analisa asam lemak bebas untuk mengetahui kandungan AD/ crude palm oil. /ahan baku 0%$ yang digunakan memiliki kandungan asam lemak bebas yang tinggi, yaitu ),)@8. Sementara syarat AD/ yang harus dipenuhi oleh bahan baku untuk dapat digunakan sebagai bahan baku biodiesel adalah G &8.

;eaksi esterfifikasi dilakukan menggunakan katalis asam -&S$) sesuai le#el yang telah ditentukan pada temperatur @'o0. Saat waktu reaksi telah ter apai, produk akan terdiri dari dua lapisan. Crude ester berada pada lapisan atas, dan air pada lapisan bawah mengikuti reaksi berikut ini ! -0$$; K 0-3$- 0-30$$; K -&$ Asam lemak Alk$h$l B!$%!esel A!r

9ambar &. -asil 7sterifikasi %ada tahap esterifikasi, terjadi kon#ersi asam lemak bebas menjadi ester sehingga kandungan asam lemak bebas 0%$ awal turun. /ila asam lemak bebas 0%$ yang tinggi tidak diturunkan melalui tahap esterifikasi, maka pada tahap transesterifikasi akan terbentuk banyak sabun sebagai hasil samping reaksi. .ondisi ini akan mempersulit tahap purifikasi dan mempengaruhi kualitas produk biodiesel yang dihasilkan. B. Transester!&!kas! Setelah tahap esterifikasi, dilanjutkan dengan tahap transesterifikasi.Tahap transesterifikasi bertujuan untuk mengoptimalkan pembentukan ester dari rantai asam lemak pada 0%$.Crude ester yang telah dipisahkan dari air, di transesterifikasi menggunakan katalis basa Na$- pada le#el temperatur yang telah ditetapkan.;eaksi berlangsung selama dua jam, dan di akhir reaksi diperoleh dua lapisan produk./iodiesel berada pada lapisan atas, sedangkan gliserol berada pada lapisan bawah./iodiesel diseparasi dari ampuran produk menggunakan teknik dekantasi. ;eaksi Transesterifikasi

2.3.4 Kebijakan Biofuel di Indonesia

Di *ndonesia payung hukum pengembangan biofuel sudah ukup jelas seperti %erpres No. 2Tahun &''@ tentang kebijakan energi nasional, *npres No. ( Tahun &''@ tentang *nstruksi %residenkepada instansi4lembaga terkait di pusat +(3 kementerian, dan daerah +9ubernur dan /upati, dalamrangka penyediaan dan pemanfaatan //N4biodiesel, %erpres No. (' Tahun &''@ tentang TugasTimnas %engembangan //N, 6ndang-undang No.3' tahun &''5 tentang amanat kepada pemerintahuntuk meningkatkan penggunaan energi terbarukan. 6ndang-undang ini kemudian diperkuat lagi olehperaturan "enteri +%7;"7N, 7SD" nomer 3& tahun &''A yang memuat mandatori //N di*ndonesia."eski demikian, fakta yang ada dilapangan menunjukkan bahwa penggunaan //N masihjauh dari keinginan kita semua.%engguna kendaraan di *ndonesia saat ini umumnya masih senangmenikmati //" bersubsidi karena harganya yang relatif murah daripada menggunakan //"ber ampur //N atau //N murni yang lebih mahal.

BAB III PENUTUP


3.1Kes!m2ulan
A. .onser#asi dapat ditingkatkan dengan memaksimalkan penggunaan biomassa +biodiesel, /. /iodiesel merupakan bahan bakar alternati#e yang dapat digunakan sebagai pengganti minyak bumi yang sudah mulai langka. 0. %embuatan biodiesel dari 0%$ sangat berpotensi di *ndonesia mengingat *ndonesia sebagai penghasil minyak kelapa sawit terbesar ke & di dunia. D. /iodiesel juga menghasilkan gas buang yang ramah lingkungan di bandingkan dengan minyak bumi

3.2 #aran
"enggingat adangan bahan bakar fosil yang tidak dapat diperbaharui dan sudah mulai langka juga meghasilkan gas buang yang berbahaya bagi bumi dan dapat

meningkatkan pemanasan global, maka kita sebagai khalifah yang betugas sebagai pemimpin di dunia dan juga mahkluk berintelektual sudah seharusnya kita berpikir dan bertindak men ari solusi dari permasalahan yang terjadi.

DA/TAR PU#TAKA

7rliCa -ambali, Siti "ujdalipah, Armansyah -aloman, Abdul Baries, ;oy -endroko .+&''5,. Teknologi /ioenergi. Hakarta ! %T Agromedia %ustaka. .etaren, S. (1A@. %engantar Teknologi "inyak dan Demak %angan. 6* %ress, Hakarta. "aharani Nurul, >uliyana. &'('. %embuatan "etil 7ster +/iodiesel, dari "inyak Dedak dan "etanol Dengan %roses 7sterifikasi dan Transesterifikasi. Skripsi Hurusan Teknik .imia-6ni#ersitas Diponegoro. . Soerawidjaja, Tatang -., &''2, "inyak-lemak dan produk-produk kimia lain dari kelapa, -andout kuliah %roses *ndustri .imia, %rogram Studi Teknik .imia, *nstitut Teknologi /andung. www.google. om4biodiesel http!44biodieselminyakjelantah.blogspot. om4

http!44disbun.kaltimpro#.go.id4berita-)&5-&'()