Anda di halaman 1dari 5

Kapal Uap

Farrah Meidy Damara Diah Puspita Rahmi Amalia Azizah Nauli Nova Panggabean Benjamin Nathanael Hans Ardisa Khalif Abdul Malik Gesit Nurdaksina

16613379 16613039 16613239 16613019 16613329 16613319 16613129 16613309

FTSL (Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan) Kelas 22

Abstrak. Pada kegiatan RBL kali ini, kelompok kami melakukan percobaan kapal uap. Kapal uap ini termasuk aplikasi dari penggunaan mesin uap yang telah ditemukan dan dikembangkan oleh berbagai ahli fisika seperti James Watt untuk berbagai keperluan. Salah satu kegunaan dari mesin uap ini untuk menjalankan alat-alat transportasi seperti kereta api, kapal bertenaga uap, mobil beternaga uap, dan lainnya. Kapal Titanik pun juga menggunakan mesin uap dan memanfaatkan prinsip tekanan uap. Mesin-mesin tertentu lainnya pada zaman dahulu juga menggunakan prinsip tekanan uap. Sementara tujuan dari percobaan kapal uap yang kami lakukan adalah untuk memahami lebih lanjut tentang konsep hukum newton ke tiga mengenai aksi-reaksi,prinsip tekanan uap dan perpindahan kalor. Kami melakukan pecorbaan kapal uap dikarenakan proses pembuatan nya yang sederhana, namun mencakup beberapa prinsip fisika dasar yang dapat lebih dipahami apabila dipraktekan dan diamati. Metode pengerjaan dengan membuat miniatur kapal berbahan sterofoam dengan kaleng besi diatasnya beserta dengan beberapa lilin untuk memanaskan kaleng besi yang berisi air. Lalu sistem ini akan menghasilkan uap dan tekanan yang meningkat sehingga kapal dapat bergerak dengan prinsip-prinsip fisika. Prinsip kerja dengan memanaskan kaleng besi berisi air, lalu air beserta kaleng besi yang dipanaskan akan menghasilkan uap, uap yang terbentuk akan melakukan aksi dan mendorong kaleng kebelakang dan menggerakan kapal. Tekanan pada kaleng juga mempengaruhi pergerakan dari mesin(kaleng) kapal uap. Prinsip lainnya adalah adanya perpindahan kalor secara konveksi pada zat cair dan gas Kata Kunci: Hukum aksi reaksi, Prinsip tekanan uap, Perpindahan kalor.

Latar Belakang Sebelum memasuki era modern dimana mesin menggunakan diesel. Berbagai prasarana dan alat-alat transportasi digerakkan dengan prinsip tekanan uap. Tokoh yang berperan penting adalah James Watt yang berkontribusi besar melalui mesin uap. Prinsip nya dengan membakar bahan bakar, lalu hasil pembakaran nya menghasilkan uap dan dapat menggerakan alat transportasi. Pada pecorbaan yang kami lakukan tentunya tidak menggunakan bahan yang sama dengan bahan bakar pada mesin uap yang asli, kami menggunakan air untuk menghasilkan uap dan mempraktekan prinsip-prinsip yang sebelumnya telah digunakan oleh ahli-ahli fisika dalam penyempurnaan mesin uap. Tentunya percobaan kapal uap sederhana ini sudah dilakukan berulang kali oleh berbagai pihak. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya sumber di internet/buku yang memberikan banyak info tentang cara praktikum kapal uap. Salah satu faktor yang menjadi penyebab kami dalam memilih topik ini karena percobaan ini tergolong sederhana namun mencakup berbagai prinsip seperti hukum aksi reaksi, tekanan uap, dan perpindahan kalor, yang akan membuat kami semakin mengerti dengan prinsip-prinsip dasar tersebut. Dengan melihat langsung dari percobaan ini, diharapkan kami lebih mendalami prinsip-prinsip fisika dasar yang telah kami pelajari sebelumnya. Tujuan kami dalam melakukan percobaan ini, untuk memahami lebih lanjut prinsip aksi reaksi, prinsip tekanan uap, dan perpindahan kalor. Sumber rujukan : http://eka16maya.wordpress.com/2009/04/09/latar-belakang-mesin-uap/

Desain dan Rancangan Pada berbagai situs internet, terdapat banyak bahan rujukan pembuatan kapal uap, salah satunya http://fidrew.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-kapal-uap-yang-sederhana.html. Pada web ini dijelaskan bahan-bahan yang diperlukan beserta prosedur pembuatan nya. Namun kelompok kami memodifikasi bentuk badan kapal dan bahan nya. Pada web ditunjukan bentuk badan kapal berbentuk datar dan diberi dengan triplek, sementara miniatur kapal uap yang kelompok kami buat, bentuk badan kapal menyerupai kapal yang sesungguhnya dan tidak menggunakan triplek. Kelompok kami juga menunjukkan perbedaan dengan men cat bagian badan dan kaleng.

Bahan yang digunakan dan Prosedur Pembuatan Daftar Nama Barang, Jumlah dan Harga No. 1 2 3 4 5 6 7 Prosedur pembuatan 1. 2. Potong gabus dan bentuk menyerupai kapal, ukuran disesuaikan dengan kebutuhan. Desain kapal dengan memberi penyeimbang pada kapal uap dan men cat kapal bila diperlukan. 3. 4. 5. Buang isi soda minuman. Desain kaleng minuman (bila diperlukan) Potong kawat dengan panjang 30 cm sebanyak dua buah untuk penyangga kaleng, lilitkan dengan tang di ujung kepala kaleng dan kaki kaleng. 6. 7. 8. 9. Potong lilin sama panjang dengan tinggi 6 cm sebanyak 3 buah Tempelkan uang logam pada gabus (badan kapal) berjejer Tempelkan lilin pada uang logam yang sudah tertempel pada gabus ( badan kapal). Isi kaleng dengan air. Nama Barang Styrofoam Lilin Kawat Kaleng Bekas Hiasan Uang logam Nampan Total Jumlah Barang 1 buah 1 pact 1 gulung 1 buah 3 bungkus 12 keping 1 buah Harga 10.000 8500 3000 4000 6000 1200 32700

10. Sumbat lubang kaleng dengan kertas atau bahan lain sehingga lubang tidak terlalu besar. 11. Letakan kaleng yang sudah dililit kawat sedemikian rupa sehingga kapal uap seimbang dan api dari semua lilin menyentuh kaleng besi Prinsip Kerja Alat Uap yang dihasilkan dari pemanasan air pada kaleng akan keluar lewat lubang kaleng (anggap terletak pada buritan kapal) dan menyebabkan kapal terdorong kedepan. Hukum Aksi-Reaksi (Hukum Newton III) merupakan prinsip utama dalam percobaan kapal uap. Mesin kapal uap (Kaleng dan air yang dipanaskan) memberikan gaya aksi dengan menyemburkan gas/uap keluar lewat lubang di belakang kapal dan gaya reaksi dengan mendorong kapal ke depan, sehingga kapal bergerak kedepan.

Bunyi hukum Newton III: Jika suatu benda mengerjakan gaya pada benda kedua maka benda kedua tersebut mengerjakan juga gaya pada benda pertama, yang besar gayanya = gaya yang diterima tetapi berlawanan arah. F aksi = - F reaksi Selain Hukum Aksi-reaksi, terdapat pula prinsip tekanan yang mendasari percobaan ini, yaitu apabila suhu pada ruangan ditingkatkan maka tekanan akan meningkat pula. Dapat disimpulkan bahwa kenaikan suhu/temperatur berbanding lurus dengan kenaikan tekanan. Dengan memanaskan kaleng dan air/sistem, makan tekanan pada kaleng akan meningkat. Dengan adanya tekanan ini, kapal dapat terdorong ke depan dan bergerak. Dalam percobaan kapal uap, ada perpindahan kalor yang terjadi. Kalor berpindah secara konveksi pada zat cair dan gas. Hal ini disebabkan adanya perbedaan massa jenis, Rumus perpindan kalor:

dengan ketentuan: Q= Kalor yang diterima suatu zat (Joule, Kilojoule, Kalori, Kilokalori) M= Massa zat (Gram, Kilogram) C= Kalor jenis (Joule/kilogramC, Joule/gramC, Kalori/gramC) T = Perubahan suhu (C) (t2 - t1)

Data dan Pengolahan Percobaan keJumlah lilin Memakai air atau tidak Tanpa memakai air Memakai air Memakai air Ukuran lubang Hasil

Besar

Gagal

2 3

3 3

Besar Kecil

Gagal Berhasil

Petunjuk penggunaan alat 1. Pastikan alat sudah terpasang dengan lengkap 2. Sediakan baskom/wadah berisi air tempat untuk melayarkan perahu uap 3. Pastikan tidak ada angin di lingkungan sekitar sehingga tidak mempengaruhi gerak dari perahu uap 4. Nyalakan lilin dengan korek api/pemantik. 5. Tunggu sampai perahu uap bergerak karena uap yang dihasilkan

Pembagian Tugas dalam Kelompok Nama Farrah Meidy Damara 16613379 Diah Puspita Rahmi 16613039 Amalia Azizah Nauli 16613239 Nova Panggabean 16613019 Benjamin Nathanael 16613329 Hans Ardisa 16613319 Khalif Abdul Malik 16613129 Gesit Nurdaksana 16613309 Referensi 1. http://www.slideshare.net/dcomunitypgsd/kapal-uap-21297832 (diakses pada 3 Desember
2013) 2. http://fidrew.blogspot.com/2012/12/cara-membuat-kapal-uap-yang-sederhana.html (diakses pada 3 Desember 2013) 3. http://eka16maya.wordpress.com/2009/04/09/latar-belakang-mesin-uap/ (diakses pada 3 Desember 2013)

Tugas Studi Literatur Studi Literatur Alat Alat Studi Literatur Laporan Laporan Laporan

Anda mungkin juga menyukai