Anda di halaman 1dari 2

1.

detailed satellite image interpretation >>> Satelit Penginderaan jauh adalah suatu teknik/cara untuk memperoleh informasi mengenai sebaran singkapan di lingkungan permukaan bumi dengan cara tidak langsung dari jarak jauh (dari udara), dalam hal ini dari Satelit yang mengorbit bumi di angkasa. Citra satelit yang telah dianalisis merupakan data/informasi yang memiliki kegunaan untuk mendeteksi, mengidentifikasi dan mengevaluasi sumber daya alam, digunakan sebagai sarana perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian eksplorasi. Kemampuan teknologi citra satelit sebagai pengumpul, pengolah, penyaji informasi dan media pemantauan kondisi spasial merupakan sarana yang baik untuk mencegah dan mengatasi kerusakan lingkungan serta upaya pelestariannya. Kemampuannya yang multiguna dan dapat menyajikan data secara tepat guna untuk wilayah yang memiliki potensi sumber daya mineral tambang. Manfaat dari pengolahan citra melalui citra satelit pada pemetaan kawasan tambang adalah agar dapat menguraikan wilayah pertambangan yang merupakan kawasan yang memiliki potensi mineral dan atau batubara yang terletak di permukaan tanah maupun dibawah tanah, kedalam wilayah daratan atau laut untuk kegiatan pertambangan yang memiliki kriteria adanya indikasi formasi pembawa mineral dan atau batubara serta berpotensi sumber daya tambang Berikut ini adalah manfaat citra satelit: 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Inventarisasi potensi pertambangan Pemetaan situasi tutupan lahan pertambangan yang akan di buka Perencanaan site plan lokasi pertambangan Inventarisasi lokasi pertambangan liar dan PETI Monitoring perubahan lahan akibat kegiatan pertambangan terbuka Monitoring kegiatan rehabilitasi lahan. Inventarisasi potensi dan perencanaan lokasi pembangkit listrik tenaga mikrohidro.

2. detailed field mapping >>> pemetaan detail ditujukan dengan pembuatan lintasan-lintasan pada areal yang akan dilakukan eksplorasi. Jika peta dasar (peta topografi) dari daerah eksplorasi sudah tersedia, maka survei dan pemetaan singkapan (outcrop) atau gejala geologi lainnya sudah dapat dimulai (peta topografi skala 1 : 50.000 atau 1 : 25.000). Tetapi jika belum ada, maka perlu dilakukan pemetaan topografi lebih dahulu. Kalau di daerah tersebut sudah ada peta geologi, maka hal ini sangat menguntungkan, karena survei bisa langsung ditujukan untuk mencari tanda-tanda endapan yang dicari (singkapan), melengkapi peta geologi dan mengambil conto dari singkapan-singkapan yang penting. Selain singkapansingkapan batuan pembawa bahan galian atau batubara, yang perlu juga diperhatikan adalah perubahan/batas batuan, orientasi lapisan batuan sedimen (jurus dan kemiringan), orientasi sesar dan tanda-tanda lainnya. Hal-hal penting tersebut harus diplot pada peta dasar dengan bantuan alat-alat seperti kompas geologi, inklinometer, altimeter, serta tanda-tanda alami seperti bukit, lembah, belokan sungai, jalan, kampung, dll. Dengan demikian peta geologi dapat dilengkapi atau dibuat baru. Tandatanda yang sudah diplot pada peta tersebut kemudian digabungkan dan dibuat penampang tegak atau model penyebarannya (model geologi).

3. outcrop logging & sampling >>> Setelah titik percontohan yang dibuat dianggap cukup memadai untuk mengetahui penyebaran lateral dan vertical bahan galian, maka dibuat peta penyebaran cadangan bahan galian dan dilakukan perhitungan cadangan bahan galian. Pengambilan conto dirancang dengan cara acak, pembuatan sumur uji (test pit), pembuatan paritan (trenching), dan jika diperlukan dilakukan pemboran. Lokasi-lokasi tersebut kemudian harus diplot dengan tepat di peta (dengan bantuan alat ukur). Dari kegiatan ini akan dihasilkan model geologi, model penyebaran endapan, gambaran mengenai cadangan geologi, kadar awal, dan lain-lain. Pengambilan contoh pada derah prospek secara alterasi dan mineralisasi dilakukan secara sistematis dan terperinci untuk analisa laboratorium, sehinga dapat diketahui kadar/kualitas cebakan mineral suatu daerah yang akan dieksplorasi. Kalau daerah tersebut mempunyai prospek yang baik maka dapat diteruskan dengan tahap eksplorasi selanjutnya. 4. Quality Analysis >>> Untuk mengetahui kualitas bahan galian, diambil contoh bahan galian yang berasal dari titik percontohan dan dianalisis di laboratorium. Pada kegiatan ekplorasi diperlukan analisa kualitas dari endapan, apabila diperoleh endapan dengan kualitas baik maka kegiatan eksplorasi ini dapat dilanjutkan ke tahapan eksplorasi berikutnya. Namun demikian, baik buruknya suatu kualitas endapan ditentukan oleh penggunaan endapan itu sendiri. Endapan yang berkualitas baik untuk penggunaan tertentu, belum tentu baik pula untuk penggunaan yang lainnya, begitu juga sebaliknya. Kualitas suatu bahan galian dapat ditentukan dengan cara analisa parameter tertentu baik secara fisik maupun secara kimia. Parameter yang ditentukan dari suatu analisa endapan tergantung tujuan untuk apa endapan tersebut digunakan.

5. Community consultation >>> kegiatan ini mengenai pendekatan terhadap masyarakat dan menjelaskan yang berkaitan dengan usaha eksplorasi. Panduan ini memuat materi konsultasi dengan masyarakat dalam rangka mengenalkan rencana kegiatan ekplorasi tambang dalam penyusunan AMDAL. khususnya untuk konsultasi pada kelompok masyarakat yang terkena terkena dampak. Bagi pelaksana kegiatan ekspolarsi, panduan ini juga menjadi acuan untuk mengetahui lebih lanjut bagaimana berkonsultasi dengan masyarakat dalam pembuatan AMDAL.