Anda di halaman 1dari 3

2014

FAKTOR KOREKSI KETELITIAN PADA SURVEI GPS

Ananda Rizki Taruna Oseanografi

SURVEI GPS

1.1

Pendahuluan

Global Positioning System (GPS) adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. Sistem ini didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan tiga-dimensi serta informasi mengenai waktu, secara kontinu di seluruh dunia tanpa tergantung waktu dan cuaca, kepada banyak orang secara simultan. Pada saat ini, sistem GPS sudah sangat banyak digunakan orang di seluruh dunia. Di Indonesia pun, GPS sudah banyak diaplikasikan, terutama yang terkait dengan aplikasi-aplikasi yang menuntut informasi tentang posisi. GPS terdiri dari tiga segment utama, yaitu angkasa (space segment) merupakan satelit GPS, segment kontrol terdiri atas stasiun monitor dan pengontrol satelit serta segment users (penerima, pengolah data GPS).

Gambar 1. Sistem penentuan posisi global

1.2

GPS Karakteristik satelit GPS secara kontinu memancarkan sinyal-sinyal

gelombang pada 2 frekuensi L-band yang dinamakan L1 and L2 (gambar 2). Sinyal L1 berfrekuensi 1575.42 MHz dan sinyal L2 berfrekuensi 1227.60 MHz. Sinyal L1 membawa 2 buah kode biner yang dinamakan kode-P (P-code, Precise or Private code) dan kode-C/A (C/A-code, Clear Access or Coarse Acquisation),

sedangkan sinyal L2 hanya membawa kode-C/A. Pada saat ini kode-P telah dirubah menjadi kode-Y yang strukturnya dirahasiakan untuk umum. Dengan mengamati sinyal-sinyal dari satelit dalam jumlah dan waktu yang cukup, seseorang kemudian dapat memrosesnya untuk mendapatkan informasi mengenai posisi, kecepatan, dan waktu ataupun parameter lainya.

Gambar 2

Frekuensi sinyal satelit