Anda di halaman 1dari 5

PEMBUATAN LARUTAN DMG (NIKEL DIMETILGLIOKSIMA)

NARYANTO* (1112016200018), Melinda Indana. N, Raisa Soraya, Septiwi Tri. P

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA

2014
Abstrak
Analisis gravimetri pada dasarnya adalah proses pemisahan dan penimbangan berat suatu senyawa. Metode ini dapat diaplikasikan pada berbagai kebutuhan penentuan kadar. Salah satunya dengan menentukan kadar nikel dengan cara pembuatan larutan nikel dimetilglioksimat (DMG). Percobaan ini bertujuan untuk menentukan kadar nikel melalui pembuatan larutan nikel glioksimat dengan mereaksikan sampel nikel dengan larutan DMG serta diberikan penambahan NH4OH sebagai katalis dari suatu basa lemah untuk membentuk endapan warna merah sebagai pembentukan kompleks. Kata kunci: gravimetri, DMG, katalis.

NARYANTO 1112016200018

Page 1

A. Pendahuluan

Nikel adalah logam putih perak yang keras. Nikel bersifat liat, dapat ditempa dan sangat kukuh. Logam ini melebur pada 14550C dan bersifat sedikit magnetis (Svehla, 1990:280). Nikel membentuk kompleks dimetilglioksim merah dalam suasana sedikit basa (Basset, 1994:187). Bila ditambahkan dimetilglioksima kepada larutan basa suatu garamm nikel yang telah diolah dengan suatu zat pengosid, akan d iperoleh warna merah. Kompleks merh yang dapat larut mengandung nikel dalam keadaan oksidasi yang lebih tinggi (Basset, 1994:871). Garam-garam nikel(II) yang stabil, diturunkan dari nikel(II) oksida, NiO, yang merupakan zat berarna hijau. Garam-garam nikel yang terlarut, berwarna hijau disebabkan oleh warna dari kompleks heksakuonikelat(II) [Ni(H2O)6]2+. Tetapi untuk singkatnya, kita akan menganggapnya sebagai ion nikel(II) Ni2+ saja (Svehla, 1990:281). Untuk menguji berapa banyak kadar unsur yang terdapat dalam suatu sampel dapat digunakan dengan salah satu metode analisis kuantitatif yaitu Analisis Gravimetri. Analisis ini adalah proese isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau suatu senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri meliputi

transformasi unsur atau radikal ke senyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Berat unsur dihitung berdasarkan rumus senyawa dan berat atom unsur-unsur yang menyusunnya (S.M. Khopkar, 1990:25).

B. Alat Bahan dan Metode 1. Alat dan Bahan 1 buah gelas kimia 1 buah cawan porselen 1 buah cawan petri

NARYANTO 1112016200018

Page 2

1 buah gelas ukur 1buah termometer 1 buah corong 1 buah kertas saring 1 buah tang krus Penangas air Oven

2. Prosedur percobaan Mengambil larutan sampel Ni 1% 15 ml ke dalam gelas kimia lalu dipanaskan sampai suhu 700C. Menambahkan larutan DMG 10 ml lalu menambahkan larutan NH4OH 2 m 2-3 tetes lalu dipanaskan selama 30 menit sampai terbentuk endapan merah. Memanaskan cawan porselen ke dalam oven selama 10 menit. Menimbang cawan porselen kosong. Menimbang kertas saring. Menyaring endapan dan memindahkan residu lalu dimasukan ke dalam oven selama 10 menit. Mendinginkan residu ke dalam desikator selama 10 menit. Menimbang residu yang telah didinginkan dalam desikator.

C. Pembahasan Larutan Ni Larutan Ni + larutan DMG Hijau Kuning

Larutan Ni + larutan DMG + Endapan merah NH4OH 2 M

NARYANTO 1112016200018

Page 3

Percobaan kali ini bertujuan untuk menentukan kadar nikel dalam suatu sampel dengan metode gravimetri. Larutan sampel yang dilarutakan tersebut dapat diendapkan dengan memnambahka larutan DMG yang dengan penammbahannya maka akan terbentuk ion kompleks. Larutan sampel nikel terlebih dahulu dipanaskan sampai 700C yang bertujuan agar pada saat ditambahkan larutan DMG akan bereaksi cepat. Penambahan larutan DMG dimaksudkan untuk mengendapkan Nikel melalui pembentukan kompleks. Penambahan ini menghasilkan perubahan warna menjadi kuning. Setelah penambahan DMG, dilanjutkan dengan penambahan suatu basa lemah larutan NH4OH karena menurut (bassaet,1994,187) nikel membentuk kompleks dimetilglioksim merah dalam suasana sedikit basa. Terlihat terbentuk kompleks pada saat reaksi tersebut dilangsungkan terbentuk warna merah tua pada endapan yang dihasilkan. Ini menunjukan kompleks [Ni (DMG)2] telah terbentuk dengan warna merah yang terbentuk akibat ligan DMG melalui katalis suatu basa lemah NH4OH. Reaksinya adalah sebagai berikut: [Ni (H2O)6] (aq) + 2 DMGH(aq) + 2 OH [Ni (DMG)2](s) + 8 H2O(l) Pencampuran larutan ion Ni2+ dengan larutan dimetil glioksima (DMG) menghasilkan endapan senyawa kompleks Ni(II) dimetil glioksima yg berwarna merah sebagaimanan sifat khas ion Ni2+. Kedua muatan positif pada ion nikel (II) diimbangi oleh dua proton yang dilepaskan dari ligan, sedangkan atom-atom oksigen yang bermuatan negatif membentuk ikatan hidrogen antarmolekul dengan gugus-gugus OH yang berdekatan. Dalam praktikum kali ini terjadi kesalahan pada percobaan ini yaitu pada sat berlangsungnya reaksi dalam pemanasan, reaksi terlalu cepat yang menyebabkan endapan yang terbentuk sulit untuk diisolasi

NARYANTO 1112016200018

Page 4

ke dalam kertas saring. Hal ini tentu akan mempengaruhi banyaknya kadar yang diperoleh. D. Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan kami, maka dapat disimpulkan bahwa: 1. Analisis Gravimetri adalah proese isolasi dan pengukuran berat suatu unsur atau suatu senyawa tertentu. Bagian terbesar dari penentuan secara analisis gravimetri meliputi transformasi unsur atau radikal ke senyawa murni stabil yang dapat segera diubah menjadi bentuk yang dapat ditimbang dengan teliti. Berat unsur dihitung berdasarkan rumus senyawa dan berat atom unsur-unsur yang menyusunnya. 2. Pembuatan larutan tersebutdilakukan dengan cara mengendapkan nikel melalui penambahan lrutan DMG (Dimetilglioksima). 3. Reaksi antara sampel Nikel dengan larutan DMG membentuk suatu kompleks [Ni (DMG)2] yang ditandai dengan terbentuknya endapan warna merah tua.

E. Daftar Pustaka Basset, J dkk. 1994. Buku Ajar Vogel: Kimia Analisis Kuantitatif. Jakarta: Buku Kedokteran EGC Khopkar, 1990. Konsep Dasar Kimia Analitik . Jakarta: UniversitasIndonesia Press Svehla, G. 1990. Vogel: Buku Teks Analisis Anorganik Kualitatif Makro dan Semimikro. Jakarta: PT Kalman Media Pustaka

NARYANTO 1112016200018

Page 5