Anda di halaman 1dari 4

PEMBUATAN LARUTAN NIKEL DIMETILGLIOKSIMA

Adinda Putri Lestari (1112016200014)


Achmad ainul yakin, Ade Ira Nurjannah, Dewi yuniati, Fika Rakhmalinda

Program Studi Pendidikan Kimia, Jurusan Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam , Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta
Abstrak
Telah dilakukan percobaan pembuatan Nikel DMG (dimetilglikosima) dari sampel larutan senyawa kompleks [Ni (H2 O)6 ]2+ dengan reagensia (C 4 H8 O2 N2 ) yang ditambahkan dengan beberapa tetes NH4 OH. Garam-garam nikel yang terarut berwarna hijau, disebabkan oleh dari warna kompleks heksaaquonikelat(II), 2+ [Ni(H2 O)6 ] . Sebuah reaksi yang sangat khusus dari Ni2+ yang data digunakan untuk analisa kualitatif dan analisa kuantitatif merupakan pembentukan kompleks netral dengan dimetilglikosim, di mana dihasilkan endapan berwarna merah terang. Analisis gravimetric pada dasarnya adalah proses pemisahan dan penimbangan berat suatu senyawa. Pada praktikum ini bertujuan untuk memisahkan logam Ni dar campurannya dengan ekstraksi pelarut, serta bertujuan untuk mendapatkan atau membuat residu (endapan) [Ni (DMG)2 ](s) yang berwarna pink tua kemerahan, serta dapat mengetahui kadar endapan yang terbentuk dari [Ni (DMG)2 ](s) melalui analisa gravimetric. Berdasarkan percobaan di dapat massa rata-rata hasil endapan yang terbentuk yaitu 0,529 gram, sehingga dapat ditentkan kadar dari [Ni (DMG)2 ](s) melalui rumus gravimetric yaitu 82,66%. Kata kunci : Nikel, analisis gravimetric Dimetilglikosima,

Pendahuluan
Nikel adalah logam putih perak dengan tekstur keras. Nikel bersifat liat dapat ditempa dan sangat kukuh. Logam ini melebur pada 144C, dan bersifat sedikit magnetis. Garam-garam nikel (II) yang stabil, diturunkan dari nikel (II) oksida, NiO, yang merupakan zat berwarna hija. Garamgaram nikel yag terlaru, erwarna hijau, disebabkan oleh warna dari senyawa kompleks heksaaquonikelat(II), 2+ [Ni(H2 O)6 ] , tetapi untuk singkatnya kita akan menanggapnya sebagai ion nikel (II) Ni2+ saja. (Vogel, 1985:281).

Garam-garam nikel(II) yang stabil, diturunkan dari nikel(II) oksida, NiO, yang merupakan zat berarna hijau. Garam-garam nikel yang terlarut oleh , berwarna dari hijau

disebabkan

warna

kompleks Tetapi

heksakuonikelat(II)

[Ni(H2O)6[2+.

untuk singkatnya, kita akan menganggapnya sebagai ion nikel(II) Ni2+ saja

(Shevla,1990:281) Untuk menguji berapa banyak kadar unsur yang terdapat dalam suatu sampel dapat digunakan dengan salah satu metode analisis kuantitatif yaitu Analisis

Alat dan bahan 1. Gelas ukur 2. Waterbath 3. Batang pengaduk 4. Thermometer 5. Stopwatch 6. Desikator 7. Kertas saring 8. Penjepit besi 9. Oven 10. Neraca analitik 11. Labu Erlenmeyer 12. Ring dan statif 13. Lartan Ni 2% 14. DMG (Dimetilglikosima) 1% 15. Lartan NH4 OH Langkah kerja 1. Ambil 15 ml sampel larutan Ni 2% 2. Panaskan di dalam penangas air (waterbath) sampel larutan Ni 12% sampai mencapai suhu 70C 3. Tambahkan 10 ml DMG 1%, lalu di aduk. 4. Panaskan 2-3 tetes larutan NH4 OH. 5. Panaskan pada waterbath 20-30 menit, amati sampai terbentuk endapan DMG. 6. Dinginkan, lalu saring. 7. keringkan endapan di dalam oven pada suhu 110C-120C selama 30 menit. 8. Dinginkan didalam desikator, lalu timbang massanya. 9. Keringkan lagi endapan selama 10 menit di oven dengan suu 110C120C 10. Dinginkan kembali di dalam desikator, lalu timbang massa nya,

Gravimetri. Analisis gravimetri atau analisis kuantitatif berdasarkan bobot adalah prosees isolasi serta penimbangan suatu unsur atau suatu senyawaan tertentu dari unsur tersebut dalam bentuk yang semurni mungkin

(Vogel, 1994)472). Analisis gravimetri merupakan

bagian utama dari kimia analitik. Langkah pengukuran pada cara gravimetri adalah dengan pengukuran berat. Analit secara fisik dipisahkan dari semua komponen lainnya, dari contoh maupun solvetnya. Pengendapan merupakan digunakan teknik untuk yang secara luas

memisahkan analit dari (A.L

gangguan-gangguan. Underwood:1981)

Alat, bahan dan langkah kerja

lakukan secara berlang sampai massa nya konstan. Pengamatan dan Pembahasan Ni2+ Persamaan reaksi
(aq)

berwarna spesifik. Dalam percobaan ini ion nikel diendapkan dengan menambahkan larutan DMG (Dimetilglikosim) 1% dan ditambahkan kembali dengan NH4 OH

+ 2 H2DMG

(aq)

+ 2 OH-

(ammonium hidroksida). NH4 OH berfungsi untuk menetralkan dan membasakan larutan karena Ni(HDMG)2 mengendap sempurna

Ni(HDMG)2 (s) + 2 H2O (l) Larutan Ni Larutan Ni+ DMG Larutan Ni+DMG+NH4 OH 2 M Hijau kuning Endapan merah

dalam suasana basa. Secara nyata dapat dinyatakan bahwa ion-ion transisi pada umumnya memberikan warna yang tajam. Hanya beberapa ion dari unsur-unsur transisi Nikel termasuk yang tidak berwarna. logam transisi yang

Massa residu + massa porselen pemanasan pertama =57,0720 gram Massa residu + massa porselen pemanasan ke dua = 57,0724 gram Massa residu + massa porselen pemanasan ke tiga = 57,0726 gram Rata-rata = 57,0720 gram + 57,0724 gram + 57,0726 gram : 3 = 57,0723 gram

memberikan warna tajam seperti pada data yang tertera diatas. Hal ini disebabkan pada jumlah proton dalam inti maupun jumlah electron pada sub tingkat energy d nya. Selain factor internal yang terjadi pada diri partikel-partikel logam tersebut, pengaruh

eksternal seperti anion yang diikatnya pun Pembahasan: pada percobaan kali ini kami membuat DimetilGlikosima dari Nikel. Bahan utama yang kami gunakan ialah logam nikel. membantu dalam proses pengubahan beberapa logam olahan dalam bentuk larutan yang menghasilkan energi panas. Logam Logam Nikel merupakan unsur golongan transisi dimana salah satu sifat unsur golongan transisi dapat membentuk senyawa kompleks yang Selanjutnya penambahan adalah NH4 OH proses (ammonium dapat berpengaruh pada warna yang muncul

hidroksida). Proses penambahan ini harus dilakukan secara perlahan dan langsung di aduk dari ujung pipet ke dalam larutan, tidak melalui dinding gelas kimia untuk

menghindari naiknya endapan Ni(HDMG)2 melalui dinding gelas kimia. Setelah itu

lakukan proses penyaringan dengan kertas

saring. Endapan disaring dengan kaca masir dan dicuci dengan air dingin dan

http://eprints.undip.ac.id/7505/1/Abs trak_RiskaSartikaS.pdf Basset. 1994. Buku Ajar Vogel Kimia Analisis Kuantitatif Anorganik .

dikeringkan pada suhu 110-120C. KESIMPULAN Ni (Nikel) merupakan ion logam yang tidak dapat larut dalam senyawa nonpolar. Ion logam Ni2+ dapat dijadikan senyawa DMG kompleks dan larutan menjadi dengan NH4 OH senyawa mereaksikan (ammonium kompleks

Jakarta : EGC

hidroksida)

Ni(DMG)2 . Berdasarkan percobaan, berat sampel senyawa kompleks yang dihasilkan ialah sebesar 57,0723 gram DAFTAR PUSTAKA Ambarsari, PENENTUAN DALAM MELALUI DENGAN KOPRESIPITASI MENGGUNAKAN Cu- PIROLIDIN DITHIOKARBAMAT. http://lib.unnes.ac.id/18259/1/43504 08047.pdf Sartika Sari, Riska. 2013. ANALISIS NIKEL MENGGUNAKAN Yulinda. KADAR 2013. NIKEL LATERIT

MINERAL

PEMEKATAN METODE

METODE UJI NODA DENGAN PENGKHELAT DIMETILGLIOKSIM.