Anda di halaman 1dari 5

LAPORAN PRAKTIKUM KIMIA ORGANIK II DESTILASI UAP DENGAN BUNGA MELATI Jumat, 4 April 2014

DISUSUN OLEH: DEWI YUNIATI 1112016200019

KELOMPOK 2 AHMAD AINUL YAKIN (1112016200001) FIKA RAKHMALINDA (1112016200003) ADINDA PUTRI LESTARI (1112016200014) ADE IRA NURJANAH (1112016200015)

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN KIMIA JURUSAN PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM FAKULTAS ILMU TARBIYAH DAN KEGURUAN UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA 2014

ABSTRAK
Pada praktikum ini kami akan melakukan praktikum destilasi uap dengan menggunakan bunga melati. Dimana,

di udara terbuka. Istilah esensial dipakai karena minyak atsiri mewakili bau dari tanaman asalnya. Prinsip umum dari destilasi adalah pemisahan senyawa yang memliki perbedaan tekanan uap pada suhu tertentu. Istilah destilasi merujuk pada pemisahan fisik dari sebuah campuran menjadi dua atau lebih fraksi yang memiliki titik didih yang berbeda. Terdapat empat teknik untuk destilasi minyak esensial dari tanaman yang digunakan yaitu: a. Destilasi air/water

Destilasi adalah pemisahan senyawa yang memliki perbedaan tekanan uap pada suhu tertentu. Istilah destilasi merujuk pada pemisahan fisik dari sebuah campuran menjadi dua atau lebih fraksi yang memiliki titik didih yang berbeda. Hasil dari destilasi uap pada bunga melati yaitu minyak atsiri, dimana Minyak atsiri adalah zat berbau yang terkandung dalam tanaman. Minyak ini disebut juga minyak menguap, minyak eteris, atau minyak esensial karena pada suhu biasa (suhu kamar) mudah menguap di udara terbuka. Dari percobaan ini kami mendapatkan hasil dari destilasi uap, yaitu Tetesan dari
destilasi uap yang pertama terdapat pada suhu 90C kemudian suhu pada tetesan terakhir adalah 92C dalam sampel melati yang kami pakai sebanyak 34,82 gram dengan air sebanyak 100 ml. Kata kunci: Destilasi, Minyak Atsiri

(Distillation/hydrodistillation) b. Destilasi air dan uap (water and steam distillation) c. Destilasi distillation) d. Destilasi (Distillation dengan with kohobasi Cohobation) uap (Direct steam

(Caroline, 2013) Apabila suatu zat mudah terurai atau rusak pada titik didihnya, sebaiknya didistilasi dengan distilasi uap. Caranya adalah tekanan uap cairan yang akan didistilasi ditambah melalui pemberian tekanan uap yang tinggi. Dalam hal ini tidak dapat digunakan distilasi vakum karena bila digunakan distilasi vakum zat yang akan didistilasi akan terisap ke pompa vakum.(Sanusi Ibrahim,2013)

INTRODUCTION
Minyak atsiri adalah zat berbau yang terkandung dalam tanaman. Minyak ini disebut juga minyak menguap, minyak eteris, atau minyak esensial karena pada suhu biasa (suhu kamar) mudah menguap

MATERIALS AND METODS


Alat dan bahan : labu destilasi 2 buah, kondensor, pipet tetes 8 buah, tang crush, thermometer, statif dan penjepit statif 2 buah, kaki tiga 2 buah,kawat kasa 2 buah dan bunsen, pelarut air setengah dari labu destilasi dan bunga melati. Langkah kerja : Pertama-tama rangkai alat seperti yang tertera pada modul, dan masukkan pelarut air pada labu destilasi hingga setengah dari labu destilasi, sampai

Pelarut

air

dipanaskan

sampai

terdapat tetesan dari awal uap menetes akhirnya uap tidak menetes dalam hal lagi. ini dari

Biasanya

pelarut, lebih

temperatur

uap

rendah

temperatur didih senyawa-senyawa yang dipisahkan. Hal ini juga untuk menjaga agar senyawa tidak rusak karena panas.jika pelarutnya air maka uap pelarutnya adalah air. Tidak lupa melihat suhunya pada tetesan pertama sampai tetesan terakhir. Tetesan dari destilasi uap yang pertama terdapat pada suhu 90C kemudian suhu pada tetesan terakhir adalah 92C dalam sampel melati yang kami pakai sebanyak 34,82 gram dengan air sebanyak 100 ml.

kemudian pada labu destilasi yang lain diisi dengan bunga melati. Setelah itu rangkaikan sesuai dengan metode destilasi uap yang kemudian pelarut air dipanaskan hingga terdapat tetesan dari awal uap menetes hingga akhirnya tidak menetes lagi. Tidak lupa melihat suhunya pada tetesan pertama hingga tetesan terakhir.

Pengambilan minyak atsiri yang terkandung dalam bunga melati tidak bisa dilakukan dengan cara penyulingan/destilasi seperti halnya pada cengkeh, nilam, ataupun kenanga. Hal ini disebabkan oleh penyulingan dengan uap air atau air mendidih yang relatif lama cenderung merusak komponen minyak karena proses hidrolisa, polimerisasi, dan resinifikasi, komponen yang bertitik didih tinggi khususnya yang larut dalam air tidak dapat diangkut oleh uap air sehingga rendemen minyak dan mutu yang dihasilkan rendah. Oleh karena itu melati harus diproses dengan metode ekstraksi yang dapat dilakukan untuk melati adalah metode enfleurasi. (Diyono Ikhsan, 2013)

RESULT AND DISCUCCION


Pada percobaan kali ini kami akan melakukan percobaan melati, destilasi ini uap dengan untuk menggunakan bunga melati, dimana pada bertujuan pada saat mendapatkan minyak atsiri dari bunga namun melakukan percobaan ini, kami tidak mendapatkan hasil yang maksimal, dikarenakan hasil yang kami dapat bukan berbentuk minyak, melainkan hanya air yang dihasilkan dari pemanasan air pada proses tersebut.

CONCLUSION
Dari percobaan ini kami

mendapatkan hasil dari destilasi uap, yaitu


Tetesan dari destilasi uap yang pertama terdapat pada suhu 90C kemudian suhu pada tetesan terakhir adalah 92C dalam sampel melati yang kami pakai sebanyak 34,82 gram dengan air sebanyak 100 ml.

REFERENCE
Caroline. 2011. Pembuatan Minyak

Esensial Dengan Cara Destilasi. Depok: Program Magister Herbal Fakultas Indonesia. Ibrahim,Sanusi. Graha Ilmu. Ikhsan, Diyono. 2013. Pengaruh Waktu dan Jenis Absorben Pada proses Enfleurasi Bunga Melati (Jasmine Sambac). Semarang: Jurusan Teknik Kimia Fakultas Teknik Universitas Diponegoro 2013. Teknik Farmasi Universitas

Laboratorium Kimia Organik. Jogja: